Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 26, 2012, 10:20:48 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Mei 24, 2012, 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Mei 24, 2012, 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: bahasa unik suku multi etnis  (Dibaca 2671 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline marshall

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 162
  • IQ: 10
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
bahasa unik suku multi etnis
« pada: Juni 04, 2009, 01:40:26 AM »
Bahasa osing ~ada juga yang melafalkannya "using"~ adalah merupakan bahasa daerah dari suku osing yang berada di Banyuwangi, jawa timur. sebuah suku yang berawal sekitar tahun 1478 M (akhir masa kekuasaan Majapahit). yang nantinya menjadi kerajaan belambangan.

sejarah banyuwangi
Maaf, anda tidak dapat melihat isi spoiler.

Bahasa suku yang mempunyai cita-rasa tinggi dalam hal kuliner ini terbilang unik, karena selain masih banyaknya kosakata dalam bahasa jawa kuno yang masih banyak dipakai (salah satu ragam tertua bahasa jawa), juga karena mendapatkan pengaruh dari berbagai negara yang pernah menjajah. diantaranya inggris dan belanda.
sehingga pelafalan dan kosakata yang ada didalamnya menjadi lain daripada yang lain. termasuk juga bahasa jawa yang menjadi sub bahasa di pulau jawa ini. terkecuali bali yang memang mempunyai kedekatan sejarah tersendiri dengan suku osing, memiliki banyak kesamaan dalam kosa-katanya(meski tidak banyak. "osing" dalam bahasa bali "tusing" = tidak)

contoh keunikan dalam system pelafalan :

-Palatalisasi (y). Dalam Bahasa Osing, kerap muncul pada leksikon yang mengandung (ba), (pa), (da), (wa), (ma) dsb. Seperti "bapak" dilafalkan "byapak", "uwak" dilafalkan "uwyak" = pak de, "embah" dilafalkan "embyah", "Banyuwangi" dilafalkan "byanyuwangai", "dangu" dibaca "dyangu" = lama.

-Adanya diftong (ai) untuk vokal (i) : semua leksikon berakhiran "i" pada bahasa  Osing selalu terlafal "ai". Seperti misalnya "geni" terbaca "genai" = api, "bengi" terbaca "bengai" = malam, "gedigi" (begini) terbaca "gedigai" = begini/seperti ini, "kelendi" terbaca "kelendai" = bagaimana.

-Adanya diftong (au) untuk vokal (u): leksikon berakhiran "u" hampir selalu terbaca "au". Seperti "gedigu" terbaca "gedigau" = begitu/seperti itu, "asu" terbaca "asau" = anjing, "awu" terbaca "awau" = abu, "melebu" terbaca "melebau" = masuk.

-Konsonan glotal (q) yang di Bahasa Jawa justru tidak. ada seperti kata (piro') =berapa, (kiwo') = kiri, (dowo') = panjang. dan mendapatkan penekanan pada huruf pertamanya.

-Lafal konsonan (k) untuk konsonan (q). Di Bahasa Jawa, terutama pada leksikon berakhiran huruf "k" selalu dilafalkan dengan glottal "q". Sedangkan di Bahasa Osing, justru tetap terbaca "k" yang artinya konsonan hambat velar. antara lain "apik" terbaca "apiK", "manuk", terbaca "manuK" dan seterusnya.

Kosakata Bahasa Jawa Osing berakar langsung dari bahasa Jawa Kuna, dimana banyak kata-kata kuno masih ditemukan disana, disamping itu, pengaruh Bahasa Bali juga sedikit signifikan terlihat dalam bahasa ini. Seperti kosakata sing (tidak) dan bojog (monyet).

Pengaruh Bahasa Inggris :

    - Sulung dari kata so long yang bermakna duluan
    - Nagud dari kata no good bermakna jelek /sialan
    - Ngepos / ngempos dari kata pause bermakna berhenti sejenak
    - "Kekel" dari kata "cackle" bermakna "tertawa terpingkal-pingkal".

Dan yang lebih unik nya, dalam setiap daerah, mereka memiliki logat/lagu yang berbeda-beda dalam pelafalannya.
Hal ini dalam perkembangannya juga di pengaruhi oleh banyaknya etnis yang tinggal disana (selain juga dikarenakan banyak dari penduduk yang berprofesi sebagai pedagang). Seperti daerah kalibaru yang dekat dengan perbatasan jember, bahasa osing disana terpengaruh dengan logat madura.
walaupun juga ada daerah yang masih bertahan dengan Varian yang dianggap murni atau Kunoan seperti diwilayah "Giri","Glagah" dan "Licin".

dari berbagai sumber..
dan saya sendiri..;D




".............

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia