Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.
ya maksudnya kalo bahasa sms sudah membudaya(seperti pesan pemerintah budayakan membayar pajak, hehehe) apakah akan merusak masa depan indonesia?
@No: Ya jelas kalau bahasa sms (dalam hal ini khususnya adalah bahasa alay serta bahasa singkatan) membudaya, sangat memungkinkan merusak masa depan Indonesia. Coba saja bayangkan sebuah jurnal ilmiah Indonesia yang ditulis dalam bahasa sms, kejelasan dari setiap kata saja sangat diragukan karena biasanya bahasa sms dapat diinterpretasikan secara berbeda-beda serta sangat menyulitkan untuk dibaca. Bahkan dalam penggunaannya selaku 'bahasa sms' sering mengakibatkan kesalahpahaman.Contoh yang saya ketahui: singkatan berupa huruf "g" dapat berarti gue / saya, juga bisa diartikan gak / tidak. Jadi kalau seseorang sms "G mau makan" bisa berarti Gue mau makan, juga Gak mau makan kan!
org2 yang menggunakan bahasa alay di sms atau media lainnya ibarat mereka menganggap mereka itu sibuk. dengan seenaknya menulis pesan/kalimat dengan huruf yang membingungkan ketika org menerimanya. tapi ada juga menggunakan bahasa alay karena ikut-ikutan saja. padahal dalam bahasa sehari-hari lancar dan ga over.
ng, berusaha sama agar berbeda.