ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Jam karet, demikianlah sebuah ungkapan yang menggambarkan suatu keadaan molornya sebuah agenda atau jadwal dari yang sudah dijadwalkan semestinya. Fenomena ini biasanya terjadi pada acara-acara, kegiatan-kegiatan tertentu, dan rapat/sidang sekalipun. Terlepas dari segi positif dan negatifnya, ternyata budaya molor alias jam karet merupakan suatu hal yang spesial bagi bangsa Indonesia, mengingat budaya seperti ini jarang ditemukan pada bangsa lain.Sebagaimana kebudayaan jam karet telah menjadi kebiasaan sejak lama hingga di berbagai belahan indonesia, maka merupakan hal yang wajar jika hal ini patut dijadikan budaya bahkan sebagai budaya asli indonesia. Sebuah budaya asli bangsa memang sebaiknya dilestarikan. Karena di samping segi negatif yang sudah diketahui bersama, budaya molor ini juga memiliki beberapa sisi positif. Diantaranya adalah:1. memberikan ruang kosong bagi waktu untuk beristirahat, sehingga dalam pelaksanaan suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan rilek dan dinikmati.2. dapat mengantisipasi kejadian tak diinginkan yang tidak terduga, sehingga dampak dari keterlambatan karena kejadian tersebut tidak mengakibatkan dampak yang cukup besar.3. memberikan waktu lebih bagi pihak panitia dan penyelenggara untuk melakukan persiapan. Sedang acara yang telah disiapkan dengan baik dan tidak tergesa-gesa akan memberikan efek pada pelaksanaan yang lebih baik.
jam karet? artinya itu keterlambatan ya huh CMIIWsaya rasa ga semua orang bisa menerima jam karet. apalagi dilestarikan, ga semua setuju lho.
tapi saya rasa sisi positifnya hanya dirasakan oleh yang mengalami jam karet tersebut. dan diluar itu mengalami sisi negatifnya.
..Kalau kita benci jam karet, kita juga harus benci budaya maklum jam karet... Kalau ada janji, orangnya belum datang, ditinggal aja, toh kita juga masih ada agenda lain... Hayoo, berani nggak... Soalnya budaya "main tinggal" ini udah ada di luar negeri lo, terutama yang budaya waktunya sangat disiplin seperti Jepang...
Kalau kita benci jam karet, kita juga harus benci budaya maklum jam karet... Kalau ada janji, orangnya belum datang, ditinggal aja, toh kita juga masih ada agenda lain... Hayoo, berani nggak... Soalnya budaya "main tinggal" ini udah ada di luar negeri lo, terutama yang budaya waktunya sangat disiplin seperti Jepang...
Denger2 di Canada malah ada budaya "harus tepat waktu", jadi nggak boleh terlambat ATAUPUN datang lebih awal. Sepertinya susah diterapkan di negeri kita ini.
Dimulai oleh sautom Pendidikan
Dimulai oleh adiel.nopria CISCO
Dimulai oleh peregrin Sastra dan Budaya
Dimulai oleh herrutama « 1 2 » Fisika