Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

yoga3105

Oktober 22, 2014, 11:23:42 PM
tolong buatin program bahasa c++ nya gan, yang bisa tak ksih pulsa

Kutip
X(pangkat)5-y(pangkat)4+a=d

 

Sandy_dkk

Oktober 21, 2014, 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Oktober 21, 2014, 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...
 

Farabi

Oktober 09, 2014, 01:25:15 PM
Capek debat adu khayal ala agama. Mendingan fokus ke hal hal exact.  ;)

Show 50 latest

Penulis Topik: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!  (Dibaca 6299 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline m-Engineer

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 7
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« pada: November 04, 2011, 03:01:34 PM »
 :) :) :)
Jam karet, demikianlah sebuah ungkapan yang menggambarkan suatu keadaan molornya sebuah agenda atau jadwal dari yang sudah dijadwalkan semestinya. Fenomena ini biasanya terjadi pada acara-acara, kegiatan-kegiatan tertentu, dan rapat/sidang sekalipun. Terlepas dari segi positif dan negatifnya, ternyata budaya molor alias jam karet merupakan suatu hal yang spesial bagi bangsa Indonesia, mengingat budaya seperti ini jarang ditemukan pada bangsa lain.

Sebagaimana kebudayaan jam karet telah menjadi kebiasaan sejak lama hingga di berbagai belahan indonesia, maka merupakan hal yang wajar jika hal ini patut dijadikan budaya bahkan sebagai budaya asli indonesia. Sebuah budaya asli bangsa memang sebaiknya dilestarikan. Karena di samping segi negatif yang sudah diketahui bersama, budaya molor ini juga memiliki beberapa sisi positif. Diantaranya adalah:
1. memberikan ruang kosong bagi waktu untuk beristirahat, sehingga dalam pelaksanaan suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan rilek dan dinikmati.
2. dapat mengantisipasi kejadian tak diinginkan yang tidak terduga, sehingga dampak dari keterlambatan karena kejadian tersebut tidak mengakibatkan dampak yang cukup besar.
3. memberikan waktu lebih bagi pihak panitia dan penyelenggara untuk melakukan persiapan. Sedang acara yang telah disiapkan dengan baik dan tidak tergesa-gesa akan memberikan efek pada pelaksanaan yang lebih baik.




Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #1 pada: November 04, 2011, 05:24:13 PM »
paling sebal dng jam karet. kita datang on-time ternyata ruang masih kosong, musti nunggu sekian waktu. padahal waktu tersebut masih bisa kita gunakan dengan lebih produktif.

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1036
  • IQ: 27
  • Gender: Pria
  • "The Mark of Lone Wolf" by Kamietsu
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #2 pada: November 04, 2011, 05:38:23 PM »
:) :) :)
Jam karet, demikianlah sebuah ungkapan yang menggambarkan suatu keadaan molornya sebuah agenda atau jadwal dari yang sudah dijadwalkan semestinya. Fenomena ini biasanya terjadi pada acara-acara, kegiatan-kegiatan tertentu, dan rapat/sidang sekalipun. Terlepas dari segi positif dan negatifnya, ternyata budaya molor alias jam karet merupakan suatu hal yang spesial bagi bangsa Indonesia, mengingat budaya seperti ini jarang ditemukan pada bangsa lain.

Sebagaimana kebudayaan jam karet telah menjadi kebiasaan sejak lama hingga di berbagai belahan indonesia, maka merupakan hal yang wajar jika hal ini patut dijadikan budaya bahkan sebagai budaya asli indonesia. Sebuah budaya asli bangsa memang sebaiknya dilestarikan. Karena di samping segi negatif yang sudah diketahui bersama, budaya molor ini juga memiliki beberapa sisi positif. Diantaranya adalah:
1. memberikan ruang kosong bagi waktu untuk beristirahat, sehingga dalam pelaksanaan suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan rilek dan dinikmati.
2. dapat mengantisipasi kejadian tak diinginkan yang tidak terduga, sehingga dampak dari keterlambatan karena kejadian tersebut tidak mengakibatkan dampak yang cukup besar.
3. memberikan waktu lebih bagi pihak panitia dan penyelenggara untuk melakukan persiapan. Sedang acara yang telah disiapkan dengan baik dan tidak tergesa-gesa akan memberikan efek pada pelaksanaan yang lebih baik.



Serius? Atau satire?  :-\
Buat yang suka manga One Piece gabung di sini:
www.iopc.us

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4518
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #3 pada: November 04, 2011, 05:43:58 PM »
... ntah, tidak jelas. sepertinya tidak ada penumpang yang senang pesawatnya delayed. kecuali kalau penumpangnya telat sampai bandara, pasti lega banget kalau mendengar pesawatnya belum berangkat.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #4 pada: November 04, 2011, 06:52:59 PM »
jam karet? artinya itu keterlambatan ya ??? CMIIW
saya rasa ga semua orang bisa menerima jam karet. apalagi dilestarikan, ga semua setuju lho.
i adore your intelligence

Offline m-Engineer

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 7
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #5 pada: November 07, 2011, 05:23:09 PM »
Kutip
jam karet? artinya itu keterlambatan ya huh CMIIW
saya rasa ga semua orang bisa menerima jam karet. apalagi dilestarikan, ga semua setuju lho.

Saya aja juga enggak setuju lho, mungkin sisi positifnya ada tapi sisi negatifnya buanyak n bikin SEBEL juga.
hanya saja KADANG-KADANG itu sangat berguna disaat kita tanpa sengaja TERLAMBAT dalam sebuah acara, jadwal bus, kereta, pesawat, dsb.  ;D ;D

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
Re: Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #6 pada: November 07, 2011, 07:24:18 PM »
tapi saya rasa sisi positifnya hanya dirasakan oleh yang mengalami jam karet tersebut. dan diluar itu mengalami sisi negatifnya.

Offline Adelia.rike351

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 63
  • IQ: 15
  • Gender: Wanita
  • I love science
    • Lihat Profil
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #7 pada: Maret 27, 2012, 04:52:36 PM »
tapi saya rasa sisi positifnya hanya dirasakan oleh yang mengalami jam karet tersebut. dan diluar itu mengalami sisi negatifnya.

bener juga. lagipula kalau ini dilestarikan, menjadikan bangsa ini JAUH dari kedisiplinan waktu

Offline Alan adhityo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 275
  • IQ: 37
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Alseven - Physics and Technology
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #8 pada: Maret 27, 2012, 07:19:54 PM »
saya tidak setuju, karena kebiasaan ngaret baik dari acara maupun peserta dapat merugikan sebagian pihak. pengalaman saya, pernah ingin menghadiri suatu acara rapat yang diagendakan hanya 60 menit, saya datang 10 menit sebelum acara dimulai, ternyata dari total 40 orang peserta yang baru datang ontime tidak lebih dari setengahnya. baru sekitar 30menit berlalu dari agenda yang telah ditetapkan, mulailah acara (menunggu peserta). yang saya dapatkan, ketika telah diagendakan 60 menit itu, waktu acara hanya tinggal 30 menit sehingga tidak efektif jika dilangsungkan tepat 30 menit, apabila dibuat 60 menit orang yang bersangkutan apabila ada acara diluar jam itu akan merasa dirugikan atau perlu mengorbankan salah satu kegiatan (padahal sebelumnya telah diagendakan dengan matang).

menurut saya, intinya ini hal yang menyebalkan dan tidak menghargai satu sama lain, :)
kunjungi MIL education (bandung) http://mileducation.wordpress.com

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #9 pada: Maret 29, 2012, 04:49:12 PM »
iyap, dan semua tidak menyukai orang yang tidak bisa menghargai kedisplinan akan waktu.

apalagi jika orang yang ngaret itu dengan 'enaknya' bilang minta maaf diselingi candaan.

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • Lihat Profil
    • (belum ada isinya)
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #10 pada: April 11, 2012, 06:05:05 AM »
Mungkin ada hubungannya juga dengan budaya "maklum" yang dipunyai oleh sebagian Manusia Indonesia... Di sisi pelaku, jam karet merupakan sesuatu yang biasa, namun ternyata sang penderita jam karet juga kadang maklum dan terbiasa... Kalau menurut saya budaya yang tidak baik ya harus dihilangkan dan juga harus dari 2 sisi...

Kalau kita benci jam karet, kita juga harus benci budaya maklum jam karet...
Kalau ada janji, orangnya belum datang, ditinggal aja, toh kita juga masih ada agenda lain... Hayoo, berani nggak... Soalnya budaya "main tinggal" ini udah ada di luar negeri lo, terutama yang budaya waktunya sangat disiplin seperti Jepang...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1027
  • IQ: 37
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
    • Lihat Profil
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #11 pada: April 11, 2012, 07:32:11 AM »
..Kalau kita benci jam karet, kita juga harus benci budaya maklum jam karet...
Kalau ada janji, orangnya belum datang, ditinggal aja, toh kita juga masih ada agenda lain... Hayoo, berani nggak... Soalnya budaya "main tinggal" ini udah ada di luar negeri lo, terutama yang budaya waktunya sangat disiplin seperti Jepang...
hmm.. kadang saya terpikir untuk 'main tinggal' tapi saya memikirkan konsekuensinya..
untuk si pelaku yang sudah datang tapi langsung ditinggal sepertinya tidak etis juga, apalagi kalau ngaret-nya karena macet. (masih bisa dimaafkanlah) tapi kalau karena kesiangan tak maafin :P
kalau ditinggal begitu saja 'kan tidak menghargai..

#kecualiyangseringngaret,tinggalinaja :P

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1036
  • IQ: 27
  • Gender: Pria
  • "The Mark of Lone Wolf" by Kamietsu
    • Lihat Profil
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #12 pada: April 11, 2012, 12:00:51 PM »
Kalau kita benci jam karet, kita juga harus benci budaya maklum jam karet...
Kalau ada janji, orangnya belum datang, ditinggal aja, toh kita juga masih ada agenda lain... Hayoo, berani nggak... Soalnya budaya "main tinggal" ini udah ada di luar negeri lo, terutama yang budaya waktunya sangat disiplin seperti Jepang...

Denger2 di Canada malah ada budaya "harus tepat waktu", jadi nggak boleh terlambat ATAUPUN datang lebih awal. Sepertinya susah diterapkan di negeri kita ini.  :angel:

Offline topazo

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 542
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • Topazo Kenni von Ashraldia Nessia
    • Lihat Profil
    • (belum ada isinya)
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #13 pada: April 11, 2012, 12:41:36 PM »
Denger2 di Canada malah ada budaya "harus tepat waktu", jadi nggak boleh terlambat ATAUPUN datang lebih awal. Sepertinya susah diterapkan di negeri kita ini.  :angel:
Kalau saya kadang2 ikut "budaya tepat waktu" ini... Kalau ada janji di sebuah tempat dan pas hampir sampai di tempat itu ternyata saya datang kecepetan, saya jalan2 dulu di sekitar situ... Pas teng, baru menuju tempat... Logikanya, kalau saya datang kecepetan, orang2 juga kemungkinan belum datang, ngapain juga bengong sendiri lama2, mending cari kegiatan selingan di sekitar situ...

Offline nʇǝʌ∀

  • Global Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 347
  • IQ: 190
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
    • Lihat Profil
Re:Jam Karet:: Sebuah budaya Indonesia yang perlu dilestarikan?!!
« Jawab #14 pada: April 11, 2012, 02:15:00 PM »
paling ngeselin tu klo murid terlambat kena sanksi tapi giliran guru terlambat malah nga kena sanksi... masih mending klo cuma sekali2 aja terlambat itu pun nggak lama banget tapi kalo dah berkali-kali dan lumayan lama telatnya, ya seharusnya guru juga kena sanksi donk. mang siapa yg membayar dan siapa yang dibayar ?
murid terlambat sekali aja langsung kena sanksi
tapi guru terlambat berkali-kali masak nggak pernah kena sanksi..?
ingin murid disiplin? berikan dulu contoh yang baik!
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
13 Jawaban
11417 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2009, 12:31:04 AM
oleh heru.htl
4 Jawaban
6377 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2009, 09:43:54 AM
oleh riotacksoack
4 Jawaban
4394 Dilihat
Tulisan terakhir September 25, 2008, 06:29:05 AM
oleh skuler
0 Jawaban
2807 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 03, 2011, 09:05:34 AM
oleh peregrin
0 Jawaban
570 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2013, 04:53:02 PM
oleh hcpwilita

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia