Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 26, 2012, 10:33:51 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

fajri

Mei 24, 2012, 09:40:03 PM
numpang liat_liat dulu,, kexnya menarik bnget sama masalah mikon.. ! :D
 

haman11

Mei 24, 2012, 08:11:34 AM
ada yg tauproses daur ulang urin pada cicak gk ? ;)
 

GhostInMachine

Mei 23, 2012, 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Mei 23, 2012, 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Mei 22, 2012, 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Mei 22, 2012, 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Mei 22, 2012, 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah

Show 50 latest

Penulis Topik: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia  (Dibaca 3195 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« pada: September 18, 2008, 01:24:29 AM »
Berita dari Kompas:

Weleh... Perajin Bali Malah Dituding Menjiplak

Jumat, 12 September 2008

DENPASAR, JUMAT- Malang benar nasib Ketut Deni Aryasa, perajin perak asal Bali. Ia dituding menjyiplak salahsatu motif perusahaan perak milik asing, PT Karya Tangan Indah. Deni Aryasa bahkan telah diseret ke meja hijau dan dituntut dua tahun penjara.

"Motif yang saya gunakan ini adalah milik kolektif masyarakat di Bali, yang sudah ada sejak dulu. Bukan milik perseorangan, tapi mengapa bisa dipatenkan pihak asing," kata Deni Aryasa, yang ditemui di rumahnya di Denpasar, Jumat (12/9).

Deni Aryasa dituding meniru dan menyebarluaskan motif fleur atau bunga. Padahal motif ini adalah salah satu motif tradisional Bali yang kaya akan makna. Motif serupa dapat ditemui di hampir seluruh ornamen seni di Bali, seperti gapura rumah, ukiran-ukiran Bali, bahkan dapat ditemui sebagaimotif pada sanggah atau tempat persembahyangan umat Hindu di Bali.

Ironisnya, motif tradisional Bali ini ternyata dipatenkan pihak asing di Direktorat Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Republik Indonesia pada tahun 2006 dengan nomor 030376. Pada surat keputusan Ditjen Haki, tertulis pencipta motif  fleur adalah Guy Rainier Gabriel Bedarida, warga Prancis yang bermukim di Bali. Sedangkan pemegang hak cipta adalah PT Karya Tangan Indah milik pengusaha asal Kanada, John Hardy.

Dengan tudingan melanggar hak cipta, Deni Aryasa kini dituntut dua tahun penjara. Bahkan Deni sempat ditahan selama 40 hari di LP Kerobokan Bali. Kini Deni menjalani tahanan rumah. "Saya mungkin satu-satunya orang yang dituntut melanggar hak cipta yang pernah ditahan selama 40 hari," kata Deni Aryasa.

Peradilan kasus hak cipta ini akan dilanjutkan pada Rabu (17/9) mendatang di Pengadilan Negeri Denpasar dengan agenda pledoi atau tanggapan terhadap tuntutan jaksa.

Motif fleur ini juga telah dipatenkan di Amerika Serikat, sehingga kini perajin perak di Bali yang menggunakan motif yang sama pun terancam ikut terjerat pelanggaran hak cipta. Asosiasi Perajin Perak mencatat terdapat sedikitnya 800 motif perak tradisional Bali yang telah dipatenkan pihak asing di Amerika Serikat.
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline lem

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 100
  • IQ: 8
    • Lihat Profil
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #1 pada: September 20, 2008, 05:47:02 PM »
udah jadi kebiasaan di Indonesia... udah telat, baru kebakaran jenggot...
Dengan lem kita rekatkan persatuan dan kesatuan.....

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #2 pada: September 21, 2008, 11:05:09 PM »
yah memang susah klo masalah duit...
tempe aja sekarang bukan jd milik indonesia kok...
yah beginilah sering alasan mereka krn tak tahu cara mematenkan, masalah biaya, dan masalah males...dll
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline violin

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 102
  • IQ: 34
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #3 pada: September 24, 2008, 05:09:12 PM »
Kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu,

kalo kita sudah kehilangan itu,..

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 945
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Lihat Profil
    • Read! write! Revolt!
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #4 pada: September 25, 2008, 06:29:05 AM »
Kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu,kalo kita sudah kehilangan itu,..


tenang..tenang...masih ada sbiji-2 biji ksatria pininggit di bumi nuswantara iki..

http://budaya-indonesia. org/
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia