Forum > Sastra dan Budaya

Sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia

<< < (2/3) > >>

Mtk Kerajaan Mataram:
Pada zaman Usman bin Affan, Saad bin Abi Waqas diutus untuk ke Cina yang pada waktu itu masa dinasti Tang sekitar abad 7 Masehi. Normalnya ke Indonesia tidaklah jauh dari itu. Abad 11-12, sudah ada kerajaan Pasai, yang berarti jauh sebelumnya yaitu jaman Sriwijaya, sudah ada masyarakat islam walaupun masih di pinggir-pinggir.
Menurut saya, penyebar islam di jawa banyak, memang yang lalu muncul di permukaan adalah walisanga bahkan sampai menjadi cerita-cerita mitos. Saat kerajaan Majapahit, sudah banyak orang islam di daerah pesisir jawa.

ksatriabajuhitam:

--- Kutip dari: skuler pada September 25, 2008, 07:59:06 AM ---...
gangerti...tapi klo se-sok2 tau gw, kayaknya cengho ndak ikutan...
...

--- Akhir Kutipan ---


nih, nyomot dari tante wiki:


--- Kutip ---Zheng He (traditional Chinese: 鄭和; simplified Chinese: 郑和; pinyin: Zhèng Hé; Wade-Giles: Cheng Ho; Birth name: 馬三寶 / 马三宝; pinyin: Mǎ Sānbǎo; Arabic/Persian name: حجّي محمود شمس Hajji Mahmud Shams) (1371–1433), was a Hui Chinese mariner, explorer, diplomat and fleet admiral, who made the voyages collectively referred to as the travels of "Eunuch Sanbao to the Western Ocean" (Chinese: 三保太監下西洋) or "Zheng He to the Western Ocean", from 1405 to 1433.


Life
Zheng He was born in 1371 in modern-day Yunnan Province, which was at that time the last stronghold of the Yuan Dynasty in its struggle with the victorious Ming Dynasty. As a Hui, Zheng He was a Muslim.[1][2]

According to the History of Ming, he was originally named Mǎ Sānbǎo (馬三保) and his home was Kunyang (昆阳), present day Jinning (晋宁). He belonged to the Semu social caste. He was a sixth-generation descendant of Sayyid Ajjal Shams al-Din Omar, a famous Khwarezmian Yuan governor of Yunnan Province, originally from Bukhara in modern day Uzbekistan. The family name "Ma" came from Shams al-Din's fifth son Masuh (Mansour). Both his father, Mir Tekin, and grandfather, Charameddin, had made the pilgrimage to Mecca, and their travels contributed to the young boy's education.

In 1381, following the defeat of the Northern Yuan, a Ming army was dispatched to Yunnan to put down the Mongol rebel Basalawarmi. Ma Sanbao, then only eleven years old, was captured and made a eunuch. He was sent to the Imperial court, where he eventually became a trusted adviser of the Yongle Emperor, assisting him in deposing his predecessor, the Jianwen Emperor. In return for meritorious service, the eunuch received the name Zheng He from the Yongle Emperor. He studied at Nanjing Taixue (the Imperial Central College) and travelled to Mecca.[3]

Religious views

Although his precise religious views were not recorded, Zheng He has been portrayed by subsequent generations as either an orthodox Muslim who helped spread his faith into southeast Asia, or as a possible syncretist. The Galle Trilingual Inscription set up by Zheng He around 1410 in Sri Lanka records offerings he made at a Buddhist mountain temple.[4] In around 1431, he set up a commemorative pillar at the temple of the Taoist goddess Tian Fei, the Celestial Spouse, in Fujian province, to whom he and his sailors prayed for safety at sea.[5] This pillar records his veneration for the goddess and his belief in her divine protection, as well as a few details about his voyages.[6] Visitors to the Jinghaisi (静海寺) in Nanjing are reminded of the donations Zheng He made to this non-Muslim area. Although he had been buried at sea, a monument was built to him on land, and this monument was later renovated in an Islamic style. In the modern world Zheng He has been used as a symbol of religious tolerance.[citation needed] The government of the People's Republic of China uses him as a model to integrate the Muslim minority into the Chinese republic.

baca selanjutnya ...

--- Akhir Kutipan ---


intinya Laksamana Cheng Ho itu keturunan Chinese Muslim di era Dinasti Yuan, membantu penyebaran Islam di daerah Asia Tenggara, dan dijadikan simbol toleransi beragama di Republik Rakyat China.

sayang:

--- Kutip dari: Ahazveroz pada November 03, 2008, 10:15:19 AM ---kayanya kalau dari literatur sejarah lebih dulu masuk agama Islam daripada Kristen
karena bangsa Eropa memulai abad eksplorasinya di akhir abad ke 15 (Pasca penaklukan Granada dari muslim Spanyol)
sementara Islam tersebar melalui ruter perdagangan laut :-\

--- Akhir Kutipan ---
jadi sebelum agama islam masuk keindonesia , orang indonesia beragama apa ???

soviet regarda:

--- Kutip ---lebih dulu atheisme,jd kl agama mana yg lebih dulu ya agama yang nyembah patung n tempat2 kramat...samapi sekarang juga ada tuh.
--- Akhir Kutipan ---

yg seperti itu bukan atheisme


--- Kutip ---jadi sebelum agama islam masuk keindonesia , orang indonesia beragama apa
--- Akhir Kutipan ---
sebelum islam, ada hindu dan budha + agama asli nenek moyang kita;
berbagai macam paganisme dgn penghormatan yg besar akan alam dan nenek moyang seperti sunda wiwitan untuk suku sunda, ada juga kaharingan untuk dayak.parmalim untuk batak.demikian juga orang minang hidup dengan menghargai alam (alam takambang jadi guru).banyak pula yg lain nya seperti tonas walian di minahasa, Tolottang di Sulawesi selatan, Wetu Telu di Lombok. dll..

sayang:
ah ..kalau gitu sama dengan agama asli nenek moyang saya :
sebelum islam masuk keselatan thai , nenek moyangn saya ada beragama hindu dan budha .
agama islam baru je masuk keselatan thai kira2 300 tahun yang lalu, dari pedagang arab yang singgah berdagang kedaerah pattani selatan thai .

orang alim atau di katakan ulamak islam yang pertama di selatan thai namanya syekh daud pattani . kira2 180 tahun yang lalu , nama salah satu kitab karangannya yang terkenal di selatan thai dan malaysia athlab kitab tersebut sekarang ini masih di guna pakai sebagai rujukkan hukum islam oleh umak2 baru di selatan thai dan malaysia . kitab tersebut sedang di baca oleh ulamak baru yang kelulusan azhar di masjid kampong saya sendiri hari ini ...

tetapi kitab tersebut di tolak oleh umak2 baru juga yang kelususan madinah dan riyak ... ulamak baru ini di katakan ulamak wahbi . mengatakan bahwa kitab tersebut adalah kitab amalan bid'ah , dan maksud bid'ah itu sesat dan setiap2 kesesatan itu adalah akirnya keneraka bukan kesyurga .... ulamak baru ini , baru saja masuk keselatan thai kira2 tak sampai 10 tahun lagi ... ulamak wahbi ini juga sedang mengajar di masjid di kampong saya juga yang berhampir dari rumah saya sendiri ,  ulamak ini menggunakan al quran dan hadis saja yang mareka mengaku bahwa mareka mengikut sunnah nabi yang sebenarnya... saya jadi bingong ...

kalau gini jadinya , berariti nenek moyang saya yang sebelum datang agama islam yang di bawa oleh pedangan arab kira2 300 tahun itu masuk neraka belaka ...

karena setelah datang agama baru di selatan thai yaitu agama islam , menurut ulamak2 agama islam pak arab ini mengatakan bahwa agama yang di terima tuhan adalah agama islam , apapun agama selain islam adalah kafir masuk neraka belaka ..

jadi orang2 di selatan thai ini , yang dapat masuk syurga itu hanya orang yang hidup selepas 300 tahu , itu pun yang masuk islam je yang tidak masih tetap masuk neraka juga .

tetapi kemadian setelah masuk pula agama terbaru kira2 10 tahu ini , yaitu agama islam wahbi yang mengikut sunnah nabi , mengatakan pula agama nenek moyang kita yang telah masuk islam yang dulu itu adalah sesat masuk neraka juga , karena mareka mengamalkan dengan amalan2 bid'ah bukan dengan amalan2 sunah nabi yang sebenarnya .

jadi kesimpulannya , orang2 di selatan thai ini baru saja masuk agama yang sebenarnya yang dapat masuk syurga tuhan itu kira2 10 tahun saja ...

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

[*] Halaman sebelumnya

Ke versi lengkap