Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 09:25:33 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Pebruari 07, 2012, 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D

Show 50 latest

Penulis Topik: tokoh pewayangan  (Dibaca 8540 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline wuriant

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 249
  • IQ: 33
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
tokoh pewayangan
« pada: Agustus 12, 2009, 10:58:48 AM »
Batara Semar
MAYA adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu.
Yang ada itu sesungguhnya tidak ada.
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan.
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter (bersemangat) hatinya, hilang kewanterane (semangatnya), sebab takut kalau keliru.
Maya, atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut SEMAR artinya tersamar, atau tidak jelas.
Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:
1.   tidak pernah lapar
2.   tidak pernah mengantuk
3.   tidak pernah jatuh cinta
4.   tidak pernah bersedih
5.   tidak pernah merasa capek
6.   tidak pernah menderita sakit
7.   tidak pernah kepanasan
8.   tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasi manusia di alam dunia.
Di alam Sunyaruri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu: Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Wrahaspati, Batara Yamadipati, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan mempunyai anak cebol, ipel-ipel dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun di dunia, tinggal di padepokan Pujangkara. Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.
Dikisahkan Munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika Semarasanta dikejar oleh dua harimau, ia lari sampai ke Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua Harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanestren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanestren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarsanta.
Sebagai Pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendara (tuan)nya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur dan bertapa, agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan petuah hidup yang mengarah pada keutamaan dibisikan oleh tokoh ini. Sehingga hanya para Resi, Pendeta atau pun Ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan bahwa Janggan Semarasanta merupakan rahmat yang tersembunyi. Siapa pun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaqan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada tujuh orang yang kuat di emong oleh Janggan Semarasanta, yaitu; Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna.
Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.
Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tinggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar.
Seperti telah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatau yang tidak jelas tersamar.
Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada.
Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol,berkulit hitam yang bernama Semarasanta.
Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi yang diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta.
Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih diSAMARkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar.
SEMAR adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati. Dan orang yang di anugerahi Sang Rahasia, atau SEMAR, hidupnya akan berhasil ke puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.

Offline r.a.n

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 312
  • IQ: 20
  • Gender: Pria
  • Tebak saya yang mana..????
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #1 pada: Desember 02, 2009, 07:42:01 AM »
wuiihh...begitu yah...sejarahnya semar...Saya kurang paham kalo soal wayang...Makasih buat infonya ;D
"stem..cell apa BTKV..aduh bingung..???"

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #2 pada: Januari 29, 2010, 01:27:06 PM »
Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri dengki, congkak dan tinggi hati, namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi dan rendah hati.

Ini kuncinya ya,  untuk memahami misteri yang ada di jagat raya.


Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1493
  • IQ: 104
  • Gender: Pria
  • no plan means no future
    • Lihat Profil
    • utusan langit
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #3 pada: Januari 29, 2010, 07:32:58 PM »
wah keren,. sekalian nanya, mengapa wayang kresna tidak boleh dipasang dalam rumah?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #4 pada: Januari 30, 2010, 05:51:45 AM »
Kok baru dengar ya,  apa itu berlaku di daerah tertentu,  semacam mitos kalau berkunjung ke kawasan tertentu ngga boleh pakai baju warna tertentu,  karena " sang penguasa " di kawasan itu ngga mau disaingi.  Barangkali seperti itu ya ?

Offline r.a.n

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 312
  • IQ: 20
  • Gender: Pria
  • Tebak saya yang mana..????
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #5 pada: Januari 30, 2010, 11:15:38 PM »
KAlo mau baca kisah wayang..dimana yah ?? minta link ato judul buku donk.. ;D ;D

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #6 pada: Januari 31, 2010, 12:17:44 AM »
Oiiii langit bumi gandrung gonjang - ganjing .... dok ... dok ... dok...

Offline r.a.n

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 312
  • IQ: 20
  • Gender: Pria
  • Tebak saya yang mana..????
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #7 pada: Januari 31, 2010, 05:47:34 PM »
Kembali..ke TKP...(sambil niru gaya parto.. ;D ;D)

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #8 pada: Pebruari 01, 2010, 11:01:46 AM »
Sangsaya dalu araras abyor kang lintang kumedap,  titi sonya tengah wengi lumrang gandane puspito  .......... Ooo. ....

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #9 pada: Pebruari 01, 2010, 09:02:24 PM »
Mohon pencerahan kang mas semut-ireng:

Apakah perang barathayuda itu benar ada mas? adakah ini berkaitan dengan situs sejarah mohenjo-daro di India?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #10 pada: Pebruari 03, 2010, 03:03:31 PM »
He he he,  wah ini pertanyaan sulit.  Bagaimana ya,  apakah perang barathayuda itu benar-benar ada  ?  Jika yang dimaksud adalah perang dengan figur-figur di pewayangan seperti Bima, Duryudana, Arjuna, Karna, dll,  saya yakin kok tidak ada,  tapi saya ngga bisa membuktikan secara ilmiah lho !

Cerita pewayangan itu kan simbolis,  dan mengandung suatu ajaran tentang kebenaran / serta filosofi tinggi.  Tokoh-tokoh dalam pewayangan memberi pelajaran kepada kita tentang bermacam-macam karakter dari manusia.  Sedangkan lakon-lakon dalam pewayangan,  misalnya lakon  "  Bisma Gugur ",  lakon  "  Srikandi Belajar Memanah ",  lakon  "  Anoman Obong  " dll itu memberi pelajaran kepada kita tentang skenario kehidupan yang terjadi.   Misalnya, pada tahun 1998 di Indonesia sedang terjadi lakon  ........  ( maaf saya ngga berani menyebutkan,  tapi beliau-beliau yang paham lakon wayang mestinya tahu  ),  dan saat ini di Indonesia sedang terjadi lakon ..........Sedangkan di tingkat global / dunia saat ini  sedang terjadi lakon  .......( Intinya ada kebenaran yang disembunyikan,  tapi kebenaran itu akan muncul dengan sendirinya ......  ).  Mohon maaf ya ngga bisa menjelaskan jauh dari ini,  saya masih belajar juga dari forum ini ..........

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #11 pada: Pebruari 03, 2010, 10:53:09 PM »
Ada satu keanehan, mengapa ceritera pewayangan India dan Jawa itu nyambung sangat dekat, boleh dinilai proksimal 99%, hanya beda bahasa saja. Maka dari itulah, banyak orang bertanya, apakah itu memang suatu sejarah tak tertulis_?_?_?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #12 pada: Pebruari 06, 2010, 12:18:41 PM »
Sepertinya tidak aneh kalau ceritera pewayangan India dan Jawa itu nyambung sangat dekat.  Tentang hal ini memang ada sejarahnya,  mulai dari Majapahit yang sudah mengenal agama Hindu,  kemudian menjelang Majapahit runtuh kekuasaan di tanah Jawa beralih ke Demak atas dukungan para wali-wali yang menyebarkan agama Islam.  Dan salah satu wali,  Sunan Kalijogo,  menciptakan wayang kulit,  bahan dasarnya pewayangan dari agama Hindu yang dimodifikasi sedemikian rupa / diisi dengan ajaran Islam,  dan digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan agama Islam  ..........

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #13 pada: Pebruari 28, 2010, 06:27:10 PM »
kut nimbrung yaa :) setahu saya sih, cerita pewayangan itu sebenarnya hanya karangan saja, namun tempat kejadiannya disesuaikan dengan nama-nama tempat yang ada di India, jadi seolah-olah benar-benar terjadi. kenapa ceritan pewayangan itu nyambung sama cerita jawa atau tempat2 di jawa, padahal cerita pewayangan diambil dari kisah mahabarata yang berasal dari india? menurut saya, ini berkaitan dengan masuknya agama hindu pertama kali di indonesia, pada masa itu, banyak tempat-tempat yang diberi nama dengan bahasa sansekerta, mirip dengan nama-nama tempat yang ada dalam cerita hindu tersebut. contohnya yang pernah saya dengar adalah yogya yang konon dahulu kala berasal dari kata ayodhya, merupakan nama kerajaan sri rama. :) penamaan-penamaan itu berkaitan dengan masuknya agama dan kebudayaan hindu di indonesia.
jadi begitu yaa... hmm...

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #14 pada: Maret 02, 2010, 08:02:27 PM »
Nama saya juga pakai bahasa sansekerta, tetapi faktanya saya keturunan yahudi  ;D ;D ;D ;D

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia