Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 09:40:31 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Pebruari 07, 2012, 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D

Show 50 latest

Penulis Topik: tokoh pewayangan  (Dibaca 8541 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #15 pada: Maret 03, 2010, 09:07:59 PM »
Nama saya juga pakai bahasa sansekerta, tetapi faktanya saya keturunan yahudi  ;D ;D ;D ;D

Kan gak ada larangan untuk siapapun kalau mau pake bahasa Sansekerta, hehehe... :D
jadi begitu yaa... hmm...

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #16 pada: Maret 16, 2010, 11:19:26 AM »
Selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka 1932 ........ :)

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #17 pada: Maret 17, 2010, 07:17:14 AM »
Terima kasih yaaa.....

Offline shine_heaven

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #18 pada: Maret 17, 2010, 07:41:08 AM »
wah bagus ceritanya...jadi ingat cerita" alm.eyang dulu..

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #19 pada: Maret 17, 2010, 09:32:35 AM »
tokoh pewayangan yang ada di indonesia sebenarnya banyak pengembangan dari aslinya. contohnya tokoh arjuna sasrabahu tidak ada di india, itu hanya ada di indonesia.
dalam mahabarata, ada banyak perbedaan versi asli india dan indonesia. durna di versi asli jauh banget dengan versi indonesia. durna aslinya sangat arif, bukan orang yang culas. dia mati membela negara yang telah mengayominya, bukan membela kurawa. sama seperti kumbakarna yang membela negara bukan kakaknya.
gatutkaca di versi india berbentuk raksasa, kalo di indonesia kan orang banget. dll...

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2798
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #20 pada: Maret 17, 2010, 10:21:49 AM »
Kumbakarna itu satriya berwujud raseksa,  sukanya tidur .......Seperti negara Indonesia saja ya,  negara besar, berwatak satriya ( Ideologi Pancasila ),  dan sampai sekarang belum bangkit-bangkit dari tidur panjangnya ....... ;D

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #21 pada: Maret 17, 2010, 10:54:10 AM »
iya bener, memang ada beberapa perbedaan. guru Drona itu aslinya memang sangat baik. Duryodana juga gak sejahat itu sih, aslinya waktu dia memerintah, dia dikenal sebagai raja yang adil. cuma memang karena salah didik dan teelalu dimanja, jadi begitu. trus tokoh favorit saya Karna, menurut saya Karna itu ksatria sejati, sayangnya kok malah dikenal jahat.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #22 pada: Maret 17, 2010, 12:19:50 PM »
semua ada baik buruknya... duryodana sisi baiknya adalah cinta keluarga. banyak dari sisi astina yang dianggap jahat padahal kadang mereka hanya membela orang yang mengayomi dan negara. karna disia-siakan oleh keluarga pandawa, tidak salah dia beralih ke kurawa yang telah banyak membantunya. orang seringkali melihat pihak mana yang dibela, dan dari sudut pandang siapa.
juga kadang dilihat dari wilayahnya. rahwana di srilanka mungkin dianggap raja baik dan rama sebaliknya. sama halnya dengan kasus minakjinggo di banyuwangi yang dianggap raja baik, padahal seringkali kita dengar cerita minakjinggo itu raja kejam. fenomena ini lazim sampe sekarang...

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #23 pada: Maret 17, 2010, 03:20:08 PM »
iya, rahwana adalah raja yang sangat dicintai rakyatnya. kalau gak, mana mungkin dibela mati2an.
kalau ingat kisah Karna itu begitu menyedihkan. sodara2nya (pandawa) awalnya menghina dia karena dia dikira anak kusir, cuma doryodana yang mau bersahabat dengannya. di perang bratayuda, karna berulang kali membebaskan yudisthira, bima, nakula, dan sadewa. karena dia berjanji pada ibu kunti untuk tidak membunuh saudaranya yang lain selain arjuna. dialah sebenarnya pewaris tahta hastina. tapi dia lebih memilih membela sahabatnya duryodana. malah melarang ibu kunti memberi tahu pada pandawa bahwa dia sebenarnya kakaknya. hiks... ksatria banget..

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #24 pada: Maret 17, 2010, 04:10:22 PM »
itulah kesombongan pandawa... meremehkan orang karena status yang rendah. jika tidak dengan taktik mengorbankan gatotkaca, karna pasti bisa membunuh arjuna. di sini terlihat banget mengandalkan segala cara untuk menang. lihat juga gimana cara pandawa mengalahkan durna.

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #25 pada: Maret 17, 2010, 07:03:02 PM »
yah, sebenernya banyak yang curang sih, baik di pihak pandawa ataupun kurawa. tapi Hastina sendiri juga direbut dengan cara yang curang dari Pandawa. ada pendapat juga bahwa yang bertanggung jawab atas perang ini adalah drestarata karena tidak adil pada pandawa.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #26 pada: Maret 18, 2010, 08:34:14 AM »
sebenernya kalo diurut dari atasnya, hak sebagai raja mustinya milik dretarastra (dhritarashtra), bukan milik pandu. dretarastra kan anak dari ratu pertama, ambika dengan vyasa. cuma karena buta, tahta diserahkan pada anak dari ratu kedua, ambalika.

perbedaan lagi dari versi asli adalah poliandri draupadi. kalo di versi indonesia, draupadi adalah istri dari yudistira aja. arjuna disebut sebagai pejantan sejagad, tapi kalo di versi india gelar mr universe ada di nakula.

Offline arydhamayanti

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 300
  • IQ: 12
  • Gender: Wanita
  • nah!!
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #27 pada: Maret 18, 2010, 09:42:50 AM »
lho bukannya memang raja hastina itu drestarata ya?? tapi sebenarnya pandu yang berjuang memperluas daerah kekuasaan sehingga hastina jadi negeri yang besar, jadi dia disebut juga raja tanpa mahkota. trus, kenapa seharusnya tahta itu milik yudhistira, karena yudhistira merupakan penerus tertua, dia lebih tua dari duryodana.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4340
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #28 pada: Maret 18, 2010, 09:58:58 AM »
sebentar... rasanya ada yang terlewat. uda banyak bagian yang lupa sih...

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 990
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: tokoh pewayangan
« Jawab #29 pada: April 03, 2010, 10:49:29 PM »
Ini yang saya pelajari dari potongan buku pelajaran bahasa jawa (berhuruf jawa) 22 tahun silam saat saya duduk di kelas 6 SD:

Pandu Dewanata raja Hastina Pura menitipkan Hastina Pura kepada adiknya -- Drestarata, oleh sebab Pandu Dewanata harus menjalani tapa-kelana (bertapa sambil mengembara, alias menggembel menjadi pengemis) untuk menetralkan suatu kutukan.
Kutukan apa ini?
Pandu Dewanata tidak bisa mempunyai anak karena dikutuk oleh seorang resi, karena pada saat resi tersebut menyamar menjadi kijang untuk bercinta, Pandu memanah hingga resi itu tewas.
Pandu memiliki dua orang istri, yaitu Kunti dan Madri. Pandu Dewanata tidak bisa mempunyai anak karena dikutuk oleh resi tersebut. Kedua istri Pandu Dewanata mengandung dengan cara meminta kepada Dewa. Pandu Dewanata akhirnya wafat dalam tapa-kelana tersebut, dan Madri menyusul suaminya dengan membakar dirinya.

Sementara,
Drestarata adik Pandudewanata, adalah tuna-netra, mempunyai 100 putra atau Bala-Kurawa dengan putra tertuanya bernama Duryudhana.

Disaat yang lain, Pandawa putra Pandudewanata tumbuh menjadi 5 ksatria dewasa, mereka jujur, nrimo, andap-asor-tepo-seliro -- berbeda dari para Bala-Kurawa yang bersifat angkara-murka-bebrangasan-adigang-adigung-adiguna (super trivial + chaos).

Suatu saat, Pandawa ingin mengambil tahta Hastina Pura, bukan karena semata-mata itu adalah titipan yang seharusnya kembali kepada putra mahkota, tetapi akibat terpanggil jiwa ksatria mereka menyaksikan tindak sewenang-wenang Bala-Kurawa menindas rakyat Hastina Pura.
Drestarata sebenarnya seorang yang bijak, beliau ingin mengembalikan titipan kakaknya kepada Pandawa, tetapi niat ini batal akibat nasihat Begawan Durna dan Patih Sengkuni yang menasehatkan lebih baik kerajaan diserahkan kepada Bala-Kurawa untuk melestarikan keturunan Drestarata, dan biarlah Bala-Kurawa itu yang akan menyelesaikan urusan selanjutnya terhadap Pandawa (secara damai ataupun "crah"/perang). (Begawan Durna dalam bahasa jawa disebut Drona, maka dari itu, dalam bahasa jawa timbul sebutan "Wong sing pegawaiane adu-adu kuwi bebasan koyo Pandita Drona" -- orang yang kerjanya mengadu-domba itu sama dengan Begawan Durna).

Terus...
Perang Barathayuda
« Edit Terakhir: April 03, 2010, 10:54:43 PM oleh heru.htl »

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia