Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 03:33:55 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:34:08 PM
 :) ;) :D ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:33:39 PM
duh,cape habis ekskul di sklh
 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)

Show 50 latest

Penulis Topik: (Buat Apa) Demo Anti Israel  (Dibaca 29489 kali)

0 Anggota dan 5 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline joe4545

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #135 pada: November 30, 2009, 11:35:32 AM »
israel anak amerika, pbb ada di amerika, jadi peraturan yang ada di pbb dapat dengan mudah di ubah oleh pemilik hak veto, salah satunya amerika, yang jelas cuma satu, israel mau nguasain tanah yang dianggap tanah leluhurnya dulu, itu merupakan alasan yang sangat tidak rasional untuk saat ini, sedangkan serangan palestina ke israel cukup beralasan, israel menyerang palestina...

Offline ibu2pkk

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 22
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #136 pada: Januari 01, 2010, 04:51:54 PM »
Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.
pranala:http://id.wikipedia.org/wiki/Israel [non-aktif]

Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.
pranala:http://id.wikipedia.org/wiki/Zionisme [non-aktif]

Mereka menyebut Suku selain mereka (selain Yahudi) adalah GOYYIM, apapun agamanya : Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya, dan apapun Sukunya : Asia, Arab, Bule, China, dan lain2nya (termasuk anda, saya dan kita semua) ... yang berarti sederajat dengan hewan / ternak !
« Edit Terakhir: Januari 01, 2010, 05:09:54 PM oleh ibu2pkk »

Offline ibu2pkk

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 22
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #137 pada: Januari 01, 2010, 05:09:13 PM »
Kitab Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum Yahudi, bahkan lebih penting dari Kitab Taurat. Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi ideologi, prinsip, serta
arahan bagi perumusan kebijakan negara dan pemerintah Israel, dan menjadi
pandangan hidup orang Yahudi pada umumnya. Itu pula sebabnya mengapa Israel
disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik, theokratik, konservatif,
dan sangat dogmatik. Untuk dapat memahami sepak−terjang Israel yang tampak
arogan, keras kepala, dan tidak kenal kompromi, orang perlu memahami isi ajaran Kitab Talmud, yang diyakini oleh orang Yahudi sebagai kitab suci yang
terpenting di antara kitab−kitab suci mereka. Keimanan orang Yahudi terhadap Kitab Talmud mengatasi bahkan Kitab Perjanjian Lama, yang juga dikenal dengan nama Taurat. Bukti tentang hal ini dapat ditemukan dalam Talmud 'Erubin' 2b (edisi Soncino) yang adalamengingatkan kepada kaum Yahudi, "Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli Kitab (Talmud) daripada ayat−atar Taurat".

Para pendeta Talmud mengklaim sebagian dari isi Kitab Talmud merupakan himpunan dari ajaran yang disampaikan oleh Musa secara lisan. Sampai dengan kedatangan Yesus Kitab Talmud belum dihimpun secara tertulis seperti bentuknya yang sekarang. Yesus sendiri mengutuk tradisi 'mishnah' (Talmud awal), termasuk mereka yang mengajarkannya (para 'hachom' Yahudi dan kaum farisi), karena isi kitab Talmud seluruhnya menyimpang, bahkan bertentangan dengan Kitab Taurat. Kaum Kristen, karena ketidak−pahamannya, hingga dewasa ini menyangka Perjanjian Lama merupakan kitab tertinggi bagi agama Yahudi. Sangkaan itu keliru. Para pendeta Farisi mengajarkan, doktrin dan fatwa yang berasal dari para rabbi (guru agama), lebih tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang dari Tuhan. Talmud mengemukakan hukum−hukumnya berada di atas Taurat, dan bahkan tidak mendukung isi Taurat. Seorang peneliti Yahudi, Hyam Maccoby, dalam bukunya :
'Judaism on Trial', mengutip pernyataan Rabbi Yehiel ben Joseph, bahwa Tanpa Talmud, kita tidak akan mampu memahami ayat−ayat Taurat... Tuhan telah melimpahkan wewenang ini kepada mereka yang arif, karena tradisi merupakan suatu kebutuhan yang sama seperti kitab−kitab wahyu.

Para arif itu membuat tafsiran mereka.... dan mereka yang tidak pernah mempelajari Talmud tidak akan mungkin mampu memahami Taurat." Memang ada kelompok di kalangan kaum Yahudi yang menolak Talmud, dan tetap berpegang teguh kepada kitab Taurat saja (Perjanjian Lama yang sekarang). Mereka ini disebut golongan 'Karaiyah', kelompok yang sepanjang sejarahnya paling dibenci dan menjadi korban kedzaliman para pendeta Yahudi Orthodoks. Terhadap tradisi 'mishnah' itu para pendeta Yahudi menambah sebuah kitab lagi yang mereka sebut 'Gemarah' (kitab "tafsir" dari para pendeta). Tradisi 'mishnah' (yang kemudian dibukukan) bersama dengan 'Gemarah' Ada dua buah versi Kitab Talmud, yaitu : 'Talmud Jerusalem' dan 'Talmud Babilonia'. 'Talmud Babilonia' dipandang sebagai kitab yang paling otoritatif. Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Talmud dalam uraian berikut ini merupakan dokumen asli yang tidak−terbantahkan, dengan harapan dapat memberikan pencerahan kepada segenap umat manusia, termasuk kaum Yahudi, tentang kesesatan dan rasisme dari ajaran Talmud yang penuh dengan kebencian, yang menjadi kitab suci baik bagi kaum Yahudi orthodoks
maupun 'Hasidiyah' di seluruh dunia. Pelaksanaan ajaran Talmud tentang keunggulan kaum Yahudi yang didasarkan pada ajaran kebencian itu telah menyebabkan penderitaan yang tak terperikan terhadap orang lain sepanjang sejarah umat manusia khususnya di tanah Palestina sampai dengan saat ini. Ajaran itu telah dijadikan dalih untuk membenarkan pembantaian secara massal penduduk sipil Arab−Palestina.



Offline ibu2pkk

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 22
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #138 pada: Januari 01, 2010, 05:23:23 PM »
mereka merasa :
Bangsa Yahudi adalah "umat pilihan", satu−satunya ras yang mengklaim diri
sebagai keturunan langsung dari Adam. (selain mereka adalah bukan manusia) Marilah kita periksa beberapa ajaran Talmud.

[Erubin 2b] "Barangsiapa yang tidak taat kepada para rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di
neraka".

[Moed Kattan 17a] "Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan
sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota, dimana ia tidak
dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana. Menganiaya seorang Yahudi Hukumannya ialah Mati

[Sanhedrin 58b] "Jika seorang kafir menganiaya seorang Yahudi, maka orang
kafir itu harus dibunuh". Dibenarkan Menipu Orang yang Bukan−Yahudi

[Sanhedrin 57a] "Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir
yang bekerja baginya". Orang Yahudi Mempunyai Kedudukan Hukum yang Lebih Tinggi

[Baba Kamma 37b] "Jika lembu seorang yahudi melukai lembu kepunyaan
orang Kanan, tidak perlu ada ganti rugi; tetapi jika lembu orang Kanaan
sampai melukai lembu kepunyaan orang Yahudi, maka orang itu harus membayar
ganti rugi sepenuh−penuhnya". Orang Yahudi Boleh Mencuri Barang Milik Bukan Yahudi

[Baba Mezia 24a] "Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang
kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya". (Ayat ini ditegaskan
kembali di dalam Baba Kamma 113b). Orang Yahudi Boleh Merampok atau Membunuh Orang Non−Yahudi

[Sanhedrin 57a] "Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak
ada hukuman mati. Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya".

[Baba Kamma 37b] "Kaum kafir ada di luar perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang mereka kepada Bani Israel". Orang Yahudi Boleh Berdusta kepada Orang Non−Yahudi

[Baba Kamma 113a] "Orang Yahudi diperbolehkan berdusta untuk menipu Yang Bukan Yahudi

[Yebamoth 98a] "Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan
binatang".

[Abodah Zarah 36b] "Anak−perempuan orang kafir sama dengan 'niddah' (najis) sejak lahir".

[Abodah Zarah 22a−22b] "Orang kafir lebih senang berhubungan seks dengan lembu".

===========================
Ajaran Gila di dalam Talmud
===========================

[Gittin 69a] "Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu yang berada di bawah
bayang−bayang jamban, dicampur dengan madu, lalu dimakan".
[Shabbath 41a] "Hukum yang mengatur keperluan bagaimana kencing dengan
cara yang suci telah ditentukan".
[Yebamoth 63a] "... Adam telah bersetubuh dengan semua binatang ketika
ia berada di Sorga".

[Sanhedrin 55b] "Seorang Yahudi boleh mengawini anak−perempuan berumur
tiga tahun (tepatnya, tiga tahun satu hari)".

[Sanhedrin 54b] "Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan seorang
anak perempuan, asalkan saja anak itu berumur di bawah sembilan tahun".

[Kethuboth 11b] "Bilamana seorang dewasa bersetubuh dengan seorang anak
perempuan, tidak ada dosanya".

[Yebamoth 59b] "Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor
binatang diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan
Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan
seorang pendeta Yahudi".

[Baba Mezia 59b] "Seorang rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan−Nya.

(Orach Chaiim 57, 6a) Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.

Sedikit isi Talmud :

Kethuboth (3b) –(ma’ap terlalu kasar banget).
Kidduschim (68a) - seperti orang-orang Kristen yang keledai.
Zohar (I, 131a) - orang-orang musyrik (Kristen) mengotorkan dunia.
Abhodah Zarah (78) - gereja Kristen adalah tempat-tempat penyembahan berhala.
Abhodah Zarah (78c) - Festivals dari pengikutnya Yesus dianggap sebagai penyembahan berhala.
Abhodah Zarah (14b) - Diharamkan menjual barang-barang keperluan ibadah umat Kristen.
Zohar (1160 a) Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipu Kristen.
Abhodah Zerah (25b) Waspadalah terhadap orang Kristen ketika berjalan bersama mereka.
Iore dea (158,1) - Jangan menyembuhkan Kristen kecuali membuat musuh.
Babha Kama (113a) - Yahudi boleh berbohong dan bersumpah untuk mengutuk seorang Kristen.
Sefer Atau israel 177b - Jika Yahudi membunuh Kristen tidak melakukan dosa.







Offline ibu2pkk

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 22
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #139 pada: Januari 01, 2010, 05:27:29 PM »
sampai disini ... masih ada yang membela Yahudi ? :)

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #140 pada: Januari 01, 2010, 05:29:36 PM »
sampai disini ... masih ada yang membela Yahudi ? :)
sampai disini, masih ada yang merasa membela kroni anti Yahudi lebih perlu dibandingkan memajukan bangsa Indonesia?
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

Offline ibu2pkk

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 22
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #141 pada: Januari 01, 2010, 05:37:44 PM »
sampai disini ... masih ada yang membela Yahudi ? :)
sampai disini, masih ada yang merasa membela kroni anti Yahudi lebih perlu dibandingkan memajukan bangsa Indonesia?
yup ... selagi kita memajukan Indonesia ... namun kita tetap waspada .. terhadap gerakan mereka ini (Zionisme)

jangan lagi asik2nya membangun Indonesia ... kita lengah ...dan berdampak banyak hal yang dapat merugikan bangsa ini memasuki Indonesia

:)

Mereka yg terlanjur "nyaman" di dalam "sistem" nya (NWO) terus berjuang membelanya, padahal, mereka sadar bahwa itu membahayakan dirinya, namun kenyamanan telah membutakan mereka

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Biobio
« Jawab #142 pada: Januari 02, 2010, 12:45:59 AM »
Naif sekali mengirim bantuan ke Palestina, sementara itu rakyat masih menjerit-jerit kelaparan.

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #143 pada: Januari 16, 2010, 02:48:00 AM »
sampai disini ... masih ada yang membela Yahudi ? :)

Orang yahudi jaman sekarang sudah nga percaya lagi sama buku suci mereka sendiri.

Silahkan tulis hukum rajam dsb dll.
Sejak abad ke 12 orang yahudi sudah meninggalkan hukuman mati.
Sejak 1954 Israel satu-satunya negara dikawasan itu yang menghapus hukuman mati. hanya ada satu hukuman mati di Israel yaitu eksekusi Adolf Eichman. Hamas yang ketangkap saja nga dihukum mati.

btw tentang agama, orang yahudi rata-rata sekuler.

http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_atheism

"A high percentage of Israelis identify themselves as secular, rejecting the practice of the Jewish religion (see Religion in Israel). While some non-believers of Jewish ancestry do not consider themselves Jews, preferring to define themselves solely as atheists, Judaism is arguably the paradigm example of the evolution of a culture and tradition that one can embrace without religious faith.[7]"

Offline 0y1k

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 233
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • بسم الله
    • Lihat Profil
    • My blog
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #144 pada: Januari 17, 2010, 11:19:17 AM »
sampai disini ... masih ada yang membela Yahudi ? :)


Orang yahudi jaman sekarang sudah nga percaya lagi sama buku suci mereka sendiri.

Silahkan tulis hukum rajam dsb dll.
Sejak abad ke 12 orang yahudi sudah meninggalkan hukuman mati.
Sejak 1954 Israel satu-satunya negara dikawasan itu yang menghapus hukuman mati. hanya ada satu hukuman mati di Israel yaitu eksekusi Adolf Eichman. Hamas yang ketangkap saja nga dihukum mati.

btw tentang agama, orang yahudi rata-rata sekuler.

http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_atheism

"A high percentage of Israelis identify themselves as secular, rejecting the practice of the Jewish religion (see Religion in Israel). While some non-believers of Jewish ancestry do not consider themselves Jews, preferring to define themselves solely as atheists, Judaism is arguably the paradigm example of the evolution of a culture and tradition that one can embrace without religious faith.[7]"



yahudi mungkin telah menghapus hukuman mati bagi mereka. Kenapa? Karena mereka "takut mati".
sebenarnya mereka tahu akan kebenaran akhirat tetapi mereka sombong dan ingin rasanya mereka hidup selama-lamanya di dunia. Padahal mereka mengetahui bahwa dunia ini tak kekal. Mereka pun percaya dengan adanya kiamat.

Kembali ke topik.
Saya tidak setuju dengan adanya demonstrasi.
Karena yang berdemonstrasi di indonesia ini ialah kebanyakan muslim, maka saya akan menimbangkan masalah demonstrasi ini ke dalam agama islam.

DEMONSTRASI, SOLUSI ATAU POLUSI ?


Oleh
Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar


Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya diatas segenap agama, dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Semoga shalawat serta salam atas Nabi kita Muhammad, pengemban ajaran yang bersih dan murni, demikian juga atas keluarga, para sahabat dan pengikutnya, serta siapa saja yang meneladani dan berpedoman pada ajaran beliau sampai hari kiamat nanti. Amma ba’du.

Di dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan kita agar menetapi jalan petunjuk yang lurus dengan firman-Nya.

“Artinya : Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalaj jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya, yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa” [Al-An’am : 153]

Allah melarang kita menyelisihi ajaran Nabi-Nya dengan firmanNya.

“Artinya : Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” [An-Nur : 63]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita melalui sabdanya.

“Artinya : Sungguh, siapa saja diantara kalian yang hidup setelahku, pasti akan menjumpai perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Al-Khulafa ar-Rasyidin yang telah diberi petunjuk sepeninggalku” [HR Tirmidzi dan Abu Dawud, shahih]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, yaitu ketika beliau bersabda.

“Artinya : Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

Pada lafadz Bukhari :

“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”

Betapa banyak orang-orang seperti ini di zaman kita, suatu zaman yang segala urusan di dalamnya bercampur aduk serta samar-samar bagi orang yang ilmunya sedikit, sehingga mereka mengikuti hawa nafsu mayoritas manusia, baik dalam kebenaran maupun kebatilan, kemudian takut mengungkapkan kebenaran, karena menyelisihi pendapat masyarakat umum dan mereka lebih memilih mayoritas manusia, terlebih lagi di zaman yang kacau dan serba global ini, komunikasi begitu mudah dan cepat, maka muncullah slogan-slogan heboh : demokrasi, liberal, hak-hak wanita, hak azasi manusia (HAM), persamaan gender dan yang semisalnya.

Ini semua diterima oleh orang-orang yang hatinya menyimpang atau yang telah dididik oleh barat, kemudian di tulis di koran-koran dan disebarkan melalui media masa, gaungnya begitu kuat, sehingga disangka oleh masyarakat, bahwa itu semua merupakan suatu kebenaran, padahal ini merupakan kebatilan yang paling buruk.

Di antara slogan bodoh muncul adalah demonstrasi, pencetusnya adalah orang-orang kafir, mereka roang-orang yang tidak menghiraukan dalil dan tidak menggunakan akal. Kemudian penyakit ini berpindah ke negeri-negeri kaum muslimin melalui didikan barat.

Kita mengetahui bahwa api fitnah, bid’ah dan slogan menyialaukan muncul di saat jumlah para ulama sedikit, dan akan padam kobarannya ketika para ulama masih banyak.

Sungguh Allah telah menjaga negeri Al-Haramain (Mekkah dan Madinah) dari berbagai fitnah dan kejahatan yang besar serta bid’ah, berkat anugrah Allah, kemudian karena adanya kumpulan para ulama rabbaniyyin yang tidak takut celaan manusia ketika membela agama Allah, setiap kali tanduk bid’ah muncul, maka mereka segera menumpasnya, begitupula setiap kali leher ahlul bid’ah terangkat, maka mereka segera menundukkannya dengan ilmu syari’at, penjelasan ilahi, sunnah Nabi dan atsar para Salaf.

Sama sekali, saya tidak menyangka akan muncul generasi Al-Haramain yang mengajak kepada slogan jahiliyyah ini, sampai akhirnya benar-benar muncul. Dan kita yakin, bahwa mereka terpengaruh oleh orang-orang luar, atau mereka berfatwa tanpa dasar ilmu. Maka ada yang bertanya : Apa hukum demonstrasi-demonstrasi ini ?

Jawab.
Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Pertama.
Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.

Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.

Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]

Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.

“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.

Kedua.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.

Ketiga
Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.

Keempat
Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]

Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ

kunjungi
http://abu-ismail.web.id

Offline 0y1k

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 233
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • بسم الله
    • Lihat Profil
    • My blog
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #145 pada: Januari 17, 2010, 11:20:41 AM »
Kelima
Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!

Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.

Keenam.
Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.

Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman Allah.

“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]

Ketujuh
Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.

Kedelapan
Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.

Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.

Kesembilan
Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.

Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.

“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]

Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.

Kesepuluh
Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.

Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.

Kesebelas.
Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.

Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)

Kedua belas.
Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.

Ketiga belas
Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).

Kempat belas
Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.

“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.

[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc]

[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]

Offline ipong

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #146 pada: Januari 17, 2010, 06:12:35 PM »
oyik
1.Apakah anda pernah berdemo????Anda tahu alurya?dari awal-hingga akhir,semangatnya??
2.Contoh, demo tahun 1998..apakah anda bisa berkspresi seperti sekarang kalau misalnya mahasiswa dari seruh penjuru indonesia tidak turun kejalan untuk demo??
3.Demo Hari anti korupsi sedunia, apakah tanpa demo itu, pemberantasan korupsi bisa dengan semangat seperti sekarang??, kasus bibit-chandra, kasus prita mulyasari akan bisa selesai???

saya sebenarnya mengerti maksud anda. tapi seperti hal-hal lainnya, apakah bisa dipukul rata semuanya..
oknum yang salah, bukan semnagat demonstrasi itu sendiri..
ada hal-hal yang memang perlu untuk diperbaiki dalam berdemo, tapi bukan menghapusnya..
Pemerintah akan lenggang kangkung semaunya..
contoh..UU ketenakerjaan, tentnag outsourcing yang sangat merugikan kaum buruh..dengan apa mereka mau melawan, menyuarakan ketidak adilan kalau tidak dengan demo..
anda salah kalau demo itu untuk langsung menghapus kemungkaran. demo adalah bentuk penadaran sosial terhadap sebuah isu, terhadap sesuatu yang harus diperhatikan oleh lain..

Offline ipong

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #147 pada: Januari 17, 2010, 06:31:38 PM »

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari jalur Aisyah bahwa siapa saja yang mencari-cari perkataan (dalil) yang samar, pasti dia akan tergelincir, yaitu ketika beliau bersabda.

“Artinya : Jika kalian, melihat orang-orang yang mencari-cari dalil-dalil yang samar, maka merekalah orang-orang telah disebut oleh Allah, sehingga hendaklah kalian berhati-hati dari mereka”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan dengan keras dari ulama yang mengajak kepada kesesatan dalam sabdanya.

“Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (agama) dari manusia sekaligus, akan tetapi Allah mencabut ilmu (agama) dengan cara mewafatkan para ulama, sampai tidak tersisa seorang ulama-pun, sehingga manusia akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (dalam ilmu agama). Ketika para pemimpin yang bodoh tersebut ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan”.

Pada lafadz Bukhari :

“ Maka mereka berfatwa sesuai dengan akal pikiran mereka”
[/quote]

saya pikir pernyataan ini cocok buat anda sendiri..anda menaut-nautkan ayat yang pada dasarnya tidak ada hubungannya..

Ketiga belas
Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).

Kempat belas
Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.

“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]

Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]

tafsir macam apa ini???
kok belum ada fatwa MUI tentang demo ya???

Offline 0y1k

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 233
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • بسم الله
    • Lihat Profil
    • My blog
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #148 pada: Januari 18, 2010, 12:13:55 PM »
melihat jawaban anda, telah tampak bahwa anda tergesa-gesa dalam membaca.
oyik
1.Apakah anda pernah berdemo????Anda tahu alurya?dari awal-hingga akhir,semangatnya??
2.Contoh, demo tahun 1998..apakah anda bisa berkspresi seperti sekarang kalau misalnya mahasiswa dari seruh penjuru indonesia tidak turun kejalan untuk demo??
3.Demo Hari anti korupsi sedunia, apakah tanpa demo itu, pemberantasan korupsi bisa dengan semangat seperti sekarang??, kasus bibit-chandra, kasus prita mulyasari akan bisa selesai???

saya sebenarnya mengerti maksud anda. tapi seperti hal-hal lainnya, apakah bisa dipukul rata semuanya..
oknum yang salah, bukan semnagat demonstrasi itu sendiri..
ada hal-hal yang memang perlu untuk diperbaiki dalam berdemo, tapi bukan menghapusnya..
Pemerintah akan lenggang kangkung semaunya..
contoh..UU ketenakerjaan, tentnag outsourcing yang sangat merugikan kaum buruh..dengan apa mereka mau melawan, menyuarakan ketidak adilan kalau tidak dengan demo..
anda salah kalau demo itu untuk langsung menghapus kemungkaran. demo adalah bentuk penadaran sosial terhadap sebuah isu, terhadap sesuatu yang harus diperhatikan oleh lain..

perkataan mengenai demonstrasi di atas bukanlah perkataan saya. Itu ialah perkataan Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar.
padahal saya telah memberitahukan "oleh Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar". Tetapi, Anda malah mengira saya yang berpendapat mengenai demonstrasi.

Jika anda bilang ayat-ayat di atas tidak ada hubungannya maka anda telah menuduh Syaikh berbuat curang dalam berfatwa. Memang tidak selamanya perkataan Syaikh itu selalu benar, hanya perkataan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam semata yang dapat dijadikan hujjah. Tapi, kalau anda ingin membantah. Coba gunakan hujjah dengan qur'an dan sunnah. Jangan menggunakan akal semata.

Apalagi hujjah anda ialah tindakan mahasiswa tahun 1998.

Jawaban
1. Saya tidak pernah berdemo, tentu saja saya tidak akan pernah tahu alurnya.
2. Ekspresi seperti apa yang anda maksud?
3. Apakah dengan demo semuanya pasti terselesaikan? Menurut saya demonstrasi bukanlah tindakan tepat untuk menyelesaikan setiap masalah.

Offline 0y1k

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 233
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • بسم الله
    • Lihat Profil
    • My blog
Re: (Buat Apa) Demo Anti Israel
« Jawab #149 pada: Januari 18, 2010, 12:18:07 PM »
Ini ada perkataan dari Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengenai sedikit solusi tentang demonstrasi.

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita untuk menentang pemimpin bisa dianggap sebagai suatu jalan dakwah ? Dan apakah orang yang mati karenanya bisa dianggap syahid fii sabilillah ?

Jawaban
Demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita bukanlahlah jalan keluar. Bahkan saya beranggapan bahwa hal tersebut termasuk dari sebab-sebab musibah, kejelekan, kebencian manusia dan terjadinya permusuhan antar manusia yang tidak sesuai dengan kebenaran. Adapun cara-cara yang disyariatkan yakni : menulis surat, memberikan nasehat serta berdakwah kepada kebaikan dengan jalan yang telah ditetapkan syariat yang tentunya telah dijelaskan caranya oleh ahlul ilmi, para sahabat Rasullullah dan orang-orang yang mengikuti beliau dalam kebaikan yakni dengan menulis surat dan berhadapan langsung dengan pemimpin untuk memberikan nasehat tanpa menyebarkan perbuatan yang mereka lakukan di atas mimbar sehingga menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, hanyalah Allah yang menjadi penolong.

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia