Hmm.. pendapat Huow Liong mungkin terlalu generalisasi.. Utk kasus2 tertentu mungkin jawabannya adl YA.
Dlm dunia etika bisnis kita mengenal istilah social cost. Misal pd kasus rokok, memang benefit industri tersebut sangat besar (cukai, lapangan kerja, kesejahteraan, dsb) tp kita tdk pernah tahu cost yg ditimbulkan oleh industri tsebut, terutama masalah kesehatan. Menurut teman saya, jika costnya benar2 dihitung, belum tentu benefit-cost industri rokok adl positif.
Tentu saja pendapat itu cukup debatable.. Krn, orang yg merokok akan segera tahu kalo kegiatan ini cukup adiktif. Ketika rokok dihilangkan, dia akan merasa tersiksa - nah ini pun jadi social cost. Soal adiktif dan kesehatan, gula pun serupa. Bagi byk orang, gula juga adiktif, dan gula pun pny efek ke kesehatan.. Jadi penghapusan rokok krn alasan kesehatan, dalam sudut pandang ekstrim sama saja menghapus gula, kopi, dan barang konsumsi lain yg terbukti punya efek ke kesehatan
