Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Mau membunuhku? Jangan membunuhku. DeJoko
n.b. Masukin gambarnya bagaimana caranya ya?
[img]http://domain.com/image.jpg[/img]
[youtube=425,350][/youtube]
eh yg mo dibahas setuju opo ora ya? atau ada pertanyaan lain? [
Atau kalau pilihan yg tersedia cuma aborsi atau nyawa si ibu jg terancam?
di sini sepertinya aborsi janin di bawah 3 bulan dilegalkan asal ada alasan medis yg dianggap kuat. Biasanya dlm trimester pertama janin akan diperiksa utk kelainan spina bifida dan down syndrome. Kalau si ibu berusia di atas 35th, kemungkinan bisa diperiksa kromosom-nya utk birth defect yg lain (tapi sepertinya si ibu bisa memilih mau diperiksa atau tidak, krn kalau tahu anaknya bakal cacat misalnya, malah jadi dilema nantinya)
peregrin jadi yang setuju aja gmn
Kalau anak pertama biasanya keputusan di tangan suami istri, mau aborsi atau tidak. Kalo anak kesekian biasanya dianjurkan aborsi untuk menyelamatkan nyawa si ibu.Ada lagi orangtua yang ingin menggugurkan karena alasan ekonomi, mereka merasa tidak akan mampu membiayai si anak jika dia lahir nantinya.
Di bawah tiga bulan itu alasannya apa yahh? Apa demi keselamatan si ibu atau karena dianggap janin itu belum menjadi manusia? atau apa?
lhoo... enak aja ... reborn aja yg setuju (taela... reborn rek saiki, nggak boleh manggil pak min lg yaa )
Aq rada kaget jg waktu diceritai ini, padahal kalo di indo mah sejak dr masa2 berusaha pun semua org jg tahu
padahal kan masih abg hehe...
artificial abortus kemudian bisa dibagi lagi jadi abortus medis/terapeutik dan abortus non medis. Yang jadi fokus kita ini sepertinya yang terakhir yah atau mau bahas yang medis juga
dua-duanya aja biar seru ... ayoo yg lain mana ya?
berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu.
Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan – di seluruh dunia.
Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang wanita, yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri. 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri – termasuk ... takut dikucilkan, malu atau gengsi.
kaget jg, banyak ternyata di indo ya
Saya juga diposisi netral aja... Saya nggak setuju aborsi karena saya melihat Steven Hawking.http://www.hawking.org.uk/home/hindex.htmlartinya ini tantangan untuk manusia agar lebih kreatif menciptakan berbagai macam alat pengganti fungsi tubuh.Bisa saja dengan ini, suatu saat nanti ada manusia robot yang semua elemen tubuhnya dari mesin, karena hanya otaknya saja yang masih sehat dan ini yang diambil dan dipindahkan ke tubuh robot tersebut. DeJoko
Is it ever in a child’s interests not to have been born? Is it better to be dead than have Down’s syndrome? Some people do believe that Down’s syndrome constitutes a life not worth living. But this view seems false. Children with Down’s syndrome can and often do lead happy and worthwhile lives. After all, we do not suggest that other (non-human) animals have a right not to be born or a life not worth living because their intelligence does not measure up to the human average.There may be a few conditions which afflict humans which are so terrible that they are comparable to death. People who are permanently unconscious in a persistent vegetative state have lifeprolonging medical treatment withdrawn on the basis that continued treatment is not in their interests. Permanent unconsciousness is like death. If one had a life of constant pain, limitation of movement and sensation, and severe impairment of the ability to interact with other people the world might be worse than death. But mild to moderate intellectual disability is not such a condition.J Med Ethics 2002;28:65–67
I don’t know if there is a right not to be born. But there is undoubtedly a right to information and a right to makechoices about how many children we have, and when we have them and what kind of children we have. The Frenchcases of Perruche and Lionel draw attention to the importance of informed procreative autonomy or reproductivefreedom.J Med Ethics 2002;28:65–67
I don’t know if there is a right not to be born. But there is undoubtedly a right to information and a right to makechoices about how many children we have, and when we have them and what kind of children we have. The Frenchcases of Perruche and Lionel draw attention to the importance of informed procreative autonomy or reproductivefreedom.J Med Ethics 2002;28:65–67