ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 3 Pengunjung sedang melihat topik ini.
dalam perspektif sosialistik murni..bukan indofod yang harus membagikan profitnya ke negara dan kemudian negara mendistribusikannya ke rakyat..tapi semua alat produksi milik grup salim diserahkan pada negara..untuk kemudian dikelola dan dikembangkan oleh negara..baru hasilnya (idealnya) oleh negara didistribusikan ke rakyatnya..
ya kalo secara bodoh neoliberalis = liberalis gaya baru...!!tp bkn itu kan. neoliberalis adl paham yang menolak atau mengurangi campur tangan pemerintah dan hanya terfokus pada pasar bebas.mgkn itu yg saya ngerti....!
"menurut anda konsep sosialis dan perubahan seperti apa yang pantas dilakukan oleh indonesia, instead of sistem kapitalis yang tidak memungkinkan menurut pandangan sodara?"
utk menandakan kebangkitan kembali paham liberalisme pd tahun 1940-60an..
Paham neoliberalisme justru mempersilakan pemerintah utk campur tangan pd keadaan pasar.. (agar tdk terjadi kondisi ekstrim, spt misalnya "penjajahan" buruh).
baik, salah satunya adl:nasionalisasi perusahaan tambang.negeri kita ini kaya lo....!!! misalkan saja smua atau paling tdk mayoritas perusahaan tambang dikelola negara, negara ini sukses besar bung... rakyatnya sejahtera...!!
Jadi dgn cara pikir yg sama.. Indofood jg korban kapitalisme dong.
Kalo sama2 bicara "idealnya"..Sistem kapital pun akan memberikan kesejahteraan yg baik utk orang yg mau berusaha..
Ada nda yg bisa kasih wacana, sbrp susah regulasi ato resiko apa yg dihadapi negara kita klo itu dilaksanakan??
berangkat dari ide itu sendiri..ide tentang demokrasi, sosialisme, marhaenisme, komunisme, fasisme..semua ide ya memang punya nilai2 idealisme yang hendak dicapai..tapi dalam kapitalisme..coba bandingkan usaha anak buruh dengan usaha anak pejabat ketika ingin menimba ilmu di fakultas kedokteran misalnya.
KutipJadi dgn cara pikir yg sama.. Indofood jg korban kapitalisme dong.emang iya..makanya dalam ide komunis dikenal istilah internasionale..karena gurita kapitalisme sifatnya global..
KutipKalo sama2 bicara "idealnya"..Sistem kapital pun akan memberikan kesejahteraan yg baik utk orang yg mau berusaha..berangkat dari ide itu sendiri..ide tentang demokrasi, sosialisme, marhaenisme, komunisme, fasisme..semua ide ya memang punya nilai2 idealisme yang hendak dicapai..tapi dalam kapitalisme..coba bandingkan usaha anak buruh dengan usaha anak pejabat ketika ingin menimba ilmu di fakultas kedokteran misalnya..
saya secara konsep setuju, tapi contoh kurang berkenan sedikit, karena persoalan itu menjadi panjang apabila kita mau mengkaji dari bidang yang berbeda, misalnya dari kajian kebijakan (publik tentunya), kebijakan yang baik adalah medemodifikasi sebuah aturan yang memungkinkan persamaan dalam pendidikan, tapi sekali lagi di dalam kebijakan ada politik, birokrasi, organisasasi dan manajemen (Rainer, 1997), ketika salah satu saja, misalnya birokrasi, ter-diskresi secara ego sektorial, misalnya oleh pejabat itu sendiri, institusi sebagai media kajian kebijakan akan mengikuti, namun itu tergantung tingkat "keseriusan" organisasi, tidak semua kampus menerima seperti itu, tapi saya pernah dengar memang di salah satu universitas swasta di bandung (era 2000-an awal), ada orang tua murid yang memberi sebuah "sumbangan" mobil baru...
Jadi jgn terlalu memojokkan Indofood.. Scr teori nasibnya sama spt pengusaha burjo dan yg lain2 yg tdk bisa bikin alat produksi sendiri..
Dalam teori ekonomi, yg didasari ilmu kapitalisme tentunya, lembaga edukasi seharusnya diperlakukan sebagai Cost Center (yg ada hanya biaya, tdk ada pendapatan)..=> yg artinya scr teori lembaga edukasi tdk mencari profit, tp berusaha men-"standar"-kan (bukan menekan lho) biaya sesuai kebijakan pemilik lembaga.
kalo sampe jenjang perguruan tinggi saya rasa sangat berat. kita ambil dr yg kecil dulu saja (SD-SMA). bgmn kebijakan pemerintah dlm hal ini...??coba bandingkan dg yg di Kuba.