Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 13, 2010, 05:40:14


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 13, 2010, 05:40:14

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 03:47:24
haa~
ya ya ya,.,
owe mami yg baik.. haahaha~

hah..?
bang heru... ini sisca...
Hari ini at 12:21:56
Hore hore..
IQ wa bener2 ditambah...
Thanks ya Sisca Amelia.. (dari mana ini..?)
Kemarin at 10:35:47
@sisca

Sis, nama you Sisca Amelia Tan atau Sisca Tan?
Kemarin at 10:26:54
@yusuf:

Harus ada kontrol kecepatan automatis terhadap GENSET yang harus disesuaikan terhadap lamda f.out...
Kemarin at 09:36:07
Menagapa frekuensi genset tidak bisa stabil. dan faktor apa saja yang bisa mempengaruhi, genset yang di maksud diesel typ silent
Kemarin at 08:34:20
ga tauu~
Kemarin at 08:22:55
Sisa makanan di sela2 gigi..
Gimana bisa di gusi..?
Kemarin at 08:17:25
di gusi sisa makanan.?
loh loh...
sisa makanan sampe masuk ke gusi.? hebat hebat..
sisca kira sisa makanan itu di sela2 gigi.. makanya kita sikat gigi..
Kemarin at 07:58:50
Null Pointer Exception has Occured..!!
Kemarin at 07:22:58
bukannya lebih tepat menggosok gusi daripada menggosok gigi, karena sisa-sisa makanan lebih banyak tersisa di gusi drpada di gigi?
Halaman: [1] 2   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: ck.. ck.. eyang harto...  (Baca 6366 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
peregrin
Global Moderator
Profesor
*****

IQ: 63
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 601


'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)


Lihat Profil Email
« pada: September 13, 2007, 03:48:40 »

hebat pisan ini  marah marah marah

"Time magazine ordered to pay Suharto $106m"
http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/6987843.stm


utk sedikit penghiburan, di Tempo ada hasil wawancara dg Mallam Nuhu Ribadu, tokoh Nigeria yang berhasil memberantas korupsi (yg katanya lbh parah dari Indo) di negara tsb. Semoga kita segera bisa belajar dari negara lain...


Tempo 29/XXXVI/10 - 16 September 2007
Mallam Nuhu Ribadu:  "Tidak Sulit Menangani Kasus Suharto"


PRIA bertubuh kurus dengan wajah ramah itu menjadi bintang dalam Seminar Regional Asia Pasifik bertajuk Antikorupsi di Denpasar, Bali, pekan lalu. Hasil karya nya—membawa pulang harta jarahan para koruptor asal Ni geria senilai miliaran dolar Amerika dalam tempo empat tahun—menjadi referensi bagi peserta seminar dari 32 ne gara.

Mallam Nuhu Ribadu memilih jalan hidup berbeda saat korupsi menjadi suatu kewajaran di negaranya. Waktu itu, ia menjadi polisi yang dikenal lurus. "Masyarakat kami tak pernah mempermasalahkan korupsi hingga EFCC berdiri," ujar Ketua Eksekutif Economic and Financial Crimes Commission (EFCC) itu.

Bersama 1.500 anggota stafnya di EFCC, penggemar pizza ini lantas bekerja keras memburu koruptor. Me reka mengirim sejumlah gubernur, bekas menteri, dan kepala polisi ke balik terali besi. Mereka menelusuri alir an uang hasil korupsi sampai ke luar ne geri dan membawanya kembali ke Nigeria. Berkat ketekunan Ribadu, korupsi, yang tadinya bak kanker ganas di Nigeria, perlahan mulai terkikis. Negara penghasil minyak terbesar di Be nua Afrika itu kini berhasil membayar hampir semua utangnya.

Kepada Maria Hasugian dan Rofiqi Hasan dari Tempo, Ribadu memaparkan upayanya membawa Nigeria keluar dari keterpurukan. Ia tak habis pikir me ngapa pemerintah Indonesia tak kunjung mampu membawa pulang hasil jarahan para koruptornya. Berikut ini nukilan wawancara yang sesekali diselingi tawa karena humor-humor segar Ribadu.

Anda dipuji dalam menangani kasus mantan presiden Jenderal Sani Abacha yang melarikan uang hasil jarahannya ke beberapa negara. Bagaimana cara nya?

    Saya tidak terlibat langsung dalam penanganan kasus Abacha, yang dimulai pada 1999. Sebab, saya baru diangkat jadi Kepala Eksekutif EFCC pada 2003. Tapi, sewaktu jadi polisi, saya juga menangani kasus itu. Abacha dan keluarganya mencuri uang negara hingga US$ 6 miliar (sekitar Rp 54 triliun). Kami berhasil membawa pulang US$ 1 miliar. Lalu kami menyusun satu cara untuk melawan korupsi. Ketika Abacha meninggal pada 1998 dan Obasanjo naik jadi presiden, kami menyuarakan ke mana-mana soal perlawanan kami ter hadap korupsi. Tidak adil negara-ne gara kaya mencuri uang negara miskin dan membiarkan korupsi terjadi.


Ke mana saja Anda pergi?

    Kami ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, negara-negara penting di dunia, G-8, dan negara-negara kaya lainnya. Kami mengatakan, "Anda tidak boleh meng ambil uang kami lalu menyimpannya di bank Anda." Dari sini terjadi perubahan. Sebelumnya, tidak ada yang mereka lakukan.


Apa reaksi negara-negara yang Anda teriaki itu?

    Swiss menanggapi suara-suara kami. Mereka jadi sangat malu. Swiss meng ubah aturan mainnya tentang kerahasiaan Bank. Kami lalu menelusuri uang itu ke bank-bank di Swiss. Kami bisa mendapatkan kembali uang hasil jarahan Abacha. Bertepatan dengan itu, PBB mulai berbicara soal antikorupsi yang sekarang jadi konvensi PBB.


Apakah semua negara itu langsung membantu Anda?

    Inggris semula kurang membantu Nigeria. Namun kami melakukan pressure yang kuat. Sekarang Inggris malah membantu Nigeria lebih dari negara-negara lain. Tidak hanya untuk kasus Abacha, tapi juga kasus korupsi orang Nigeria lainnya. Kepolisian Metropolitan London saat ini tengah menangani lebih dari 10 kasus korupsi.


Berapa banyak uang yang akhirnya dapat Anda bawa pulang dari rekening Abacha di Inggris?


    Mencapai US$ 2 miliar (sekitar Rp 18 triliun). Dan kami terus mengikuti dan menginvestigasi ke mana saja uang itu dialirkan Abacha. Juga sejumlah politikus yang mencuri uang dari Nigeria selama 22 tahun.


Apa instrumen yang Anda pakai untuk menelusuri uang itu?

    Kami bekerja keras membuat sistem untuk mampu menelusuri ke mana saja uang jarahan itu disembunyikan. Sistem itu mampu melakukan audit forensik terhadap rekening pemerintah serta mengecek keberadaan uang yang disimpan dan dikelola di departemen-departem en atau di bank sentral. Semua kami buat secara detail.


Apakah Anda juga bekerja sama de ngan kalangan intelijen?

    Kami membentuk unit intelijen finansial sendiri. Ini sangat penting untuk memberantas korupsi. Makanya sekarang setiap sen uang yang ber edar di Nigeria kami pantau. Kami punya undang-undang antipencucian uang. Semua lembaga keuangan harus mela porkan aktivitasnya ke EFCC untuk setiap transaksi di atas US$ 5.000. Undang-undang EFCC mewajibkan setiap orang membuktikan asal uang yang dimiliki. Kami juga melatih aparat pene gak hukum, bea-cukai, dan pasar modal dengan bantuan FBI Amerika dan kolega dari Inggris. Kami bekerja sama.


Menurut Anda, apa yang membuat EFCC bisa bekerja efektif padahal usianya baru empat tahun?


    Kuncinya kemauan politik dan dukungan kepada badan antikorupsi seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) supaya benar-benar independen. Jangan sampai bisa dikontrol misalnya oleh parlemen dan politikus. Berikutnya, Anda perlu memiliki undang-undang yang bagus seperti undang-undang antipencucian uang. Anda perlu mengadopsi konvensi PBB tentang antikorupsi yang sangat baik itu, me nguatkan aturan-aturan lokal yang antikorupsi, dan harus profesional.


Ada pandangan yang menyatakan Anda bisa melakukan semua upaya ini karena Abacha sudah meninggal. Apa tanggapan Anda?


    Mereka yang masih hidup sekarang pun kami tuntut ke pengadilan. Mereka politikus kaya, kepala polisi, dan beberapa gubernur. Tentu saja kami tidak menunggu sampai mereka mati.


Apa pendapat Anda tentang pengusutan harta mantan presiden Soeharto yang disembunyikan di luar negeri?


    Saya tidak melihat ada hal yang sulit dalam menangani kasus Soeharto. Masalahnya hanya soal kemauan politik. Juga perlu orang yang berani untuk menangani kasus ini. Kasus Soeharto mirip dengan Abacha. Kita punya masalah sama: kita cenderung memberi hormat kepada orang yang justru tidak layak dihormati. Kamu melecehkan diri mu, kamu melecehkan kebijakanmu. Kamu punya kesempatan yang baik, tapi kamu membuat para pencuri itu tetap jadi pencuri karena kecenderungan itu. Ini masalah tentang manusia, jadi jangan ada toleransi bagi para koruptor itu. Bawa mereka ke depan hukum. Di Nigeria, kami menangkap para koruptor kakap dan ini membuat trickle down effect.


Banyak yang mengeluh sulitnya pengusutan korupsi karena sistem hukum yang korup.


    Korupsi di Indonesia tidak seburuk di Nigeria. Kami sudah melakukannya. Jadi, Anda pun harus mampu melakukannya. Upaya ini tidak berjalan karena kebanyakan penyebabnya adalah konspirasi politik dan tidak ada standardisasi. Memang sulit mendapatkan keadil an. Padahal semua orang tahu tentang harta miliknya. Di Nigeria, orang dengan mudah mengetahui apakah Abacha memang pemilik kekayaan seba nyak itu. Soalnya, Abacha tidak pernah menjadi pengusaha, tidak pernah punya perusahaan atau berdagang. Jadi, bagaimana Abacha mendapatkan uang sebanyak itu? Jawabannya, harta itu milik masyarakat.


Selain itu, masalah kesehatan Soeharto membuat proses hukum tidak berjalan. Bagaimana Anda menilai situasi seperti ini?

    Bukankah dia punya harta yang bisa dibuktikan secara hukum bahwa itu hasil korupsi? Jika ya, Anda tinggal meng ambilnya. Begitu ketemu harta itu, ambil. Begitu ketemu lagi, ambil.


Maksud Anda, lewat pengadilan?

    Ya. Sebagai contoh, harta itu atas nama Soeharto atau Abacha? Jika Abacha, saya akan ke pengadilan membuat tuntutan agar harta itu dikembalikan kepada negara. Cara lain dengan membuat pembuktian terbalik atas kepemilikan harta kekayaan. Sepertinya Indonesia sudah memiliki semua instrumen itu, tapi kenapa tidak bisa jalan, ya? Saya pikir ada perbedaan antara masyarakat di sini dan di Nigeria. Di sana, masyarakat sudah pada tahap social anger. Toleransi masyarakat terhadap korupsi sudah pada tahap nol.


Apa agenda Anda berikutnya? Apa kah masih mengejar uang yang disembunyikan Abacha, keluarganya, dan koruptor lain?


    Kami masih mengejarnya, baik di luar maupun di Nigeria. Kami tidak tidur. Kami pasti melanjutkan pengejaran. Berapa pun yang mereka sembunyikan, pasti kami lacak, apakah itu US$ 10 atau US$ 10 miliar. Ini bagus sebagai pesan kepada para koruptor bahwa "kamu tidak akan pernah bisa mencuri uang kami".


Bagaimana EFCC menjaga integritas stafnya dari penyuapan?

    Kami punya code of conduct. Setiap hari masing-masing anggota staf berhak mengecek rekening rekan kerja nya, harta kekayaan mereka. Kami saling cek, terbuka untuk seluruh staf. Sistem pengawasan EFCC sangat ketat untuk 1.500 anggota staf. Sejauh ini, tidak ada yang melanggar code of conduct.


Bagaimana ceritanya Anda ditunjuk Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo menjadi Ketua Eksekutif EFCC?

    Undang-undang EFCC mengatur seorang pemimpin EFCC harus punya latar belakang penegak hukum. Saya sekarang pengacara. Sebelumnya, selama 22 tahun saya menjadi penyidik. Kemudian saya diangkat menjadi Kepala Departemen Hukum dan Penyidikan di Kepolisian Nigeria selama enam tahun. Setelah itu, saya diangkat menjadi Ke tua Eksekutif EFCC.


Adakah penolakan dari masyarakat karena Anda berasal dari institusi kepolisian yang korup?


    Selama saya berkarier sebagai penyidik atau pengacara, saya menolak impunitas terhadap pelaku korupsi. Sepanjang hidup saya berusaha hidup bersih.


Bagaimana Anda bertahan dari godaan korupsi?

    Di negeri saya, masih ada kok orang bersih. Menurut saya, sekalipun sistem rusak, hal ini bergantung pada diri sendiri. Toh, orang-orang secara naluriah tahu yang mereka lakukan benar atau tidak. Ada yang tetap tegar dalam pilihannya melakukan hal-hal benar untuk dirinya, masyarakatnya, dan negaranya.


Apakah keluarga mendukung Anda?


    Dukungan keluarga amat membantu. Lingkungan sekeli ling memang mempengaruhi. Anda harus kebal dari sistem yang sangat buruk. Anda harus tetap bersih. Memang Anda jadi minoritas. Ini sangat sulit dalam lingkungan yang secara total korup, sementara tuntutan hidup juga berat. Tapi mungkin saya termasuk beruntung juga. Saya berasal dari ke luarga yang punya latar belakang baik. Ayah saya seorang politikus terkenal. Ia pernah menjadi menteri ekonomi, pernah menjadi duta besar. Saya punya pe luang untuk memberantas korupsi, meski orang-orang melihat saya aneh. Saya melawan petinggi-petinggi militer yang mengambil keuntungan dari jabatannya dengan mengubah aset negara menjadi aset pribadi. Saya tidak setuju dengan mereka.


Bagaimana Anda melawan para pe tinggi militer, sementara sistem hukum di negeri Anda saat itu sangat korup?


    Saya melawan mereka lewat jalur hukum. Anda harus tetap mengoreksi sistem yang korup. Dengan begitu, perjuangan individu akan membuat perbedaan, bisa mengubah sistem yang korup. Anda hanya membutuhkan optimisme dan menyadari keberadaan diri. Saya percaya di Indonesia ada gerakan individu untuk mengubah sistem yang korup. Di Afrika Selatan, misalnya, ada Nelson Mandela. Kendati sendirian, Mandela menjadi agen perubahan untuk menentang apartheid. Afrika Selatan waktu itu sangat berkuasa dan sangat kaya, dengan militer yang kuat. Kalau dilihat Mandela berasal dari warga kulit hitam, dia nothing! Tapi dia punya keberanian kuat untuk berjuang dan dia menang. Di negara saya, dengan korupsi yang sa ngat parah, hanya beberapa orang yang berani mendebat dan melawan sistem hukum yang korup.

---------------------
Mallam Nuhu Ribadu

Lahir: 11 November 1960

Pendidikan: Bachelor of Laws dan Master of Laws dari Ahmadu Bello University, Zaria, Nigeria.

Pekerjaan: Executive Chairman of Nigeria's Economic and Financial Crimes Commission (EFCC), 2002—Sekarang

Penghargaan:

    * Police Award tahun 1997, 1998, dan 2000.
    * Man of The Year tahun 2004 dan 2005 oleh surat kabar berpengaruh di Nigeria yakni Thisday, The Sun, Leadership, Nigerian Tribune, New Age.
Masuk

In the future the world shall not be classified into developed, developing and underdeveloped countries.
But we shall put them into smart, smarter and smartest countries. - (Sir John Rose)


The price good men pay for indifference to public affairs is to be ruled by evil men - (Plato)
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #1 pada: September 13, 2007, 11:43:47 »

WUIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHHHHHHHHHHH........................
Salut!!!!!

Salut sama Mallam Nuhu Ribadu.
Salut sama peregrin yang dah post ini. Keren kedip Panjang amat postnya, abis satu gelas kopi nih nyengir

Agak kaget juga pas baca kok tiba2 Suharto menggugat Time.
Bener2 bikin geli...

Di Indo emang dah kebiasaan sih kasus2 dibiarin lama2 sampe kebanyakan orang dah lupa. Gw sendiri ga tau sih gmn caranya buat berantasnya.

Tunggu kelanjutannya aja deh, kalo menang asli top abis Om Suharto!

OOT : dipindah ke sini threadnya ya

Masuk

skuler
Staff
Profesor
*****

IQ: 84
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 982


Read! write! Revolt!


Lihat Profil WWW
« Jawab #2 pada: Maret 02, 2008, 07:12:35 »

lho...di http://www.forumsains.com/index.php/topic,894.0.html ada suharto....
dobel topik dong....

enywey.. suharto uda mati....n (kabar2nya) lagi disiksa ama alam kubur...
percaya ga? hi666x
« Edit Terakhir: Maret 02, 2008, 07:17:06 oleh widy.rotib » Masuk

"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

http://www.forumsains.com/teknik-elektro/studi-kasus-pressure-control/
izumi
Asisten Dosen
***

IQ: 6
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 67



Lihat Profil
« Jawab #3 pada: Juli 08, 2008, 01:22:47 »

Iiiiiih ko pada tegaan sih..........
toh pak harto juga udah meninggal...........
toh sebagai umat yang punya agama,,, ya sudahlah.........
orang yang udah pergi ga usah diomongin yang buruk2nya..........
tu ambil aja sebagai pelajaran masa lalu.....
toh pak harto juga sdh memberikan banyak hal untuk indonesia.......
Masuk
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #4 pada: Juli 09, 2008, 05:12:06 »

Iiiiiih ko pada tegaan sih..........
toh pak harto juga udah meninggal...........
toh sebagai umat yang punya agama,,, ya sudahlah.........
orang yang udah pergi ga usah diomongin yang buruk2nya..........
tu ambil aja sebagai pelajaran masa lalu.....
toh pak harto juga sdh memberikan banyak hal untuk indonesia.......


Ini ga ada hubungannya sama orang dah meninggal atau masih hidup.
Salah ya salah, bener ya bener.
Soal suharto udah memberikan banyak utk indo, berapa banyak yang dia kasih dibanding yang dia ambil utk kepentingan sendiri?
Sbg contoh, coba liat ini. Liat bagaimana Frans Magnis Suseno enggan membantu perampok berusaha memperbaiki citranya.
Kalo gw barusan ngerampok 1 trilyun kemudian 1 miliar gw sumbang ke yatim piatu,
apa ini menjadikan gw orang baik?

Maaf memaafkan itu urusan pribadi, keadilan tetap harus diutamakan.
Kalo kasian sama suharto, apa ga kasian ngeliat yang dirugikan?
Kalo kita kasian sama Bakrie, apa ga kasian liat korban lapindo?
Skrg tinggal pilih, "tega" terhadap suharto atau tega terhadap kemanusiaan?
« Edit Terakhir: Juli 09, 2008, 05:13:40 oleh reborn » Masuk

peregrin
Global Moderator
Profesor
*****

IQ: 63
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 601


'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)


Lihat Profil Email
« Jawab #5 pada: Juli 09, 2008, 05:33:59 »

gw setuju sama reborn.

seperti yg sudah pernah dibahas juga (di thread lain kayanya), harus diselidiki dulu salah atau benarnya kan (dan kalau salah, apa salahnya), sebelum dimaafkan atau diambil pelajarannya. Iya nggak? Hukum itu perlu ditegakkan, supaya ada keadilan yang jelas buat semuanya.

ngomong2 soal beragama, seharusnya kita semua lho orang beragama (bukan rakyat kecil saja, tapi termasuk keluarga pak harto dan pejabat2 pemerintah). Nah, kenapa selalu rakyat kecil yang disuruh memaafkan, terus-menerus?

Masuk

In the future the world shall not be classified into developed, developing and underdeveloped countries.
But we shall put them into smart, smarter and smartest countries. - (Sir John Rose)


The price good men pay for indifference to public affairs is to be ruled by evil men - (Plato)
ryoma
Profesor
*****

IQ: 16
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 603


i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!

ryoma.echizen21
Lihat Profil WWW
« Jawab #6 pada: Januari 25, 2009, 08:48:54 »

Kutip
Apa pendapat Anda tentang pengusutan harta mantan presiden Soeharto yang disembunyikan di luar negeri?

    Saya tidak melihat ada hal yang sulit dalam menangani kasus Soeharto. Masalahnya hanya soal kemauan politik. Juga perlu orang yang berani untuk menangani kasus ini. Kasus Soeharto mirip dengan Abacha. Kita punya masalah sama: kita cenderung memberi hormat kepada orang yang justru tidak layak dihormati. Kamu melecehkan diri mu, kamu melecehkan kebijakanmu. Kamu punya kesempatan yang baik, tapi kamu membuat para pencuri itu tetap jadi pencuri karena kecenderungan itu. Ini masalah tentang manusia, jadi jangan ada toleransi bagi para koruptor itu. Bawa mereka ke depan hukum. Di Nigeria, kami menangkap para koruptor kakap dan ini membuat trickle down effect.

iya ya,

memberi hormat kepada yang tidak layak dihormati..
« Edit Terakhir: Januari 25, 2009, 08:51:57 oleh ryoma » Masuk

When there is a will there is a way..
قل حو الله الحد
YONJK
Dosen
****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 133


How A U ?


Lihat Profil
« Jawab #7 pada: Pebruari 02, 2009, 05:34:56 »

 kribo
NGapain sih kita masih ungkit2 masalahnya pak Harto,yang penting tu kesalahan masa lalu jangan sampai terulang lagi.
Ambil aja deh yang positifnya..........................
Masuk

I say How A U to U...
monokorobo
Dosen
****

IQ: 81
Offline Offline

Tulisan: 381


Chayoooooo


Lihat Profil Email
« Jawab #8 pada: Maret 15, 2009, 07:02:28 »

ya nich,ngpn c msh ngungkit mslah soeharto,kshn beliau dah meninggal, lgpl biarlah tuhan yang mengadilinya. yang terpenting dr keslhn tsb ki bisa jdkn peljrn, jngn smp terjd lg!!!!!!!!!
Masuk

Waktu diibaratkan pedang yang akan bunuh diri kita, waktu tak akan bisa berputar kembali, janganlah sia-siakan waktumu, taukah kamu setiap detik dan menit mengandung manfaat bagi orang yang menggunakan waktu di jalan yang benar
 
eternal_aeon
Asisten Dosen
***

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 54



Lihat Profil Email
« Jawab #9 pada: Maret 15, 2009, 10:29:55 »

ya nich,ngpn c msh ngungkit mslah soeharto,kshn beliau dah meninggal, lgpl biarlah tuhan yang mengadilinya. yang terpenting dr keslhn tsb ki bisa jdkn peljrn, jngn smp terjd lg!!!!!!!!!
klo kayak gitu seh gak adil buat korbannya selama gak ada keputusan bersalah berarti gak ada pengakuan atas korban yang jatuh saat eyang soe berkuasa trus siapa dunk yang harus bertanggung jawab atas keluarga korban ? apa adil kayak gitu ? manusia boleh mati tapi pengungkapan kebenaran harus jalan terus biar keadilan bisa dirasakan oleh semua rakyat indonesia klo dah tau kesalahannya boleh dech kita maafin tapi gak berarti bangsa indonesia menerima kejahatan yang terjadi. gak kayak sekarang ada kecendrungan asal dia punya uang dia bisa beli keadilan dan opini masyarakat
Masuk
monokorobo
Dosen
****

IQ: 81
Offline Offline

Tulisan: 381


Chayoooooo


Lihat Profil Email
« Jawab #10 pada: Maret 19, 2009, 10:42:31 »

kan dah q ksh tw, ikhlsin j, byr tuhan yg mengadilinya. yng t'pnting gnrsi baru jng mgulangi kslhn lg. jdkn smw tu jd penglmn yg b'hrga kedip
Masuk

Waktu diibaratkan pedang yang akan bunuh diri kita, waktu tak akan bisa berputar kembali, janganlah sia-siakan waktumu, taukah kamu setiap detik dan menit mengandung manfaat bagi orang yang menggunakan waktu di jalan yang benar
 
eternal_aeon
Asisten Dosen
***

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 54



Lihat Profil Email
« Jawab #11 pada: Maret 19, 2009, 10:49:36 »

kan dah q ksh tw, ikhlsin j, byr tuhan yg mengadilinya. yng t'pnting gnrsi baru jng mgulangi kslhn lg. jdkn smw tu jd penglmn yg b'hrga kedip
situ korban orba ? klo ikhlasin gw pikir cuma korban orba yang berhak mengeluarkan pengampunan dan ikhlas kita gak berhak ngomong ikhlas yang harus di perbuat cuma mengungkap kebenaran sebenar2xnya dan selanjutnya tergantung pada yang dirugikan semasa eyang soe berkuasa
Masuk
Nabih
Profesor
*****

IQ: 130
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1055


Bosen avatar kosong mulu


Lihat Profil Email
« Jawab #12 pada: Juni 01, 2009, 07:35:23 »

situ korban orba ? klo ikhlasin gw pikir cuma korban orba yang berhak mengeluarkan pengampunan dan ikhlas kita gak berhak ngomong ikhlas yang harus di perbuat cuma mengungkap kebenaran sebenar2xnya dan selanjutnya tergantung pada yang dirugikan semasa eyang soe berkuasa
Setuju banget!!!

ayo diusut ampe abis (paling ga duitnya)
Masuk

Hore!!!
Sukses OSN-PTI
http://www.sci.ui.ac.id/osnpti/15.png

blog.math.uny.ac.id/nabih2008
qmonkcuakep
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 1



Lihat Profil
« Jawab #13 pada: Juni 01, 2009, 08:49:23 »

klo kayak gitu seh gak adil buat korbannya selama gak ada keputusan bersalah berarti gak ada pengakuan atas korban yang jatuh saat eyang soe berkuasa trus siapa dunk yang harus bertanggung jawab atas keluarga korban ? apa adil kayak gitu ? manusia boleh mati tapi pengungkapan kebenaran harus jalan terus biar keadilan bisa dirasakan oleh semua rakyat indonesia klo dah tau kesalahannya boleh dech kita maafin tapi gak berarti bangsa indonesia menerima kejahatan yang terjadi. gak kayak sekarang ada kecendrungan asal dia punya uang dia bisa beli keadilan dan opini masyarakat
Bro eternal_aeon korban Orba huh huh
Q setuju klo hukum harus ditegakkan setinggi2nya tapi karena Eyang Soeharto juga udah almarhum, apa tdk lebih baik kita sebagai bangsa yg besar & berbudi luhur "mikul dhuwur, mendem jero" kedip
Toh juga Reformasi belum isa buktiin mampu membangun 1/3 panjang jalan raya yg dibangun/dilebarkan Orba (nich data dari PU lho), yg ada malah nambah lobang dimana2 nyengir. Ditambah lagi sekarang DPR malah jadi tempat reuni keluarga; Pak SBY masukkan anaknya dari Demokrat, Ibu Megawati masukkan Suami & Anaknya dari PDIP (ini hanya contoh kecil nepotisme yg konon disebut sebagai ti2k awal korupsi berjamaah). Apakah ini yg membuat kita2 yg mengaku sebagai reformis dgn lantang menyuarakan we're better than Soeharto with his Orba huh Dan usut terus kasus korupsinya biarpun orangnya dach lewat. Apa etis ya huh huh
« Edit Terakhir: Juni 01, 2009, 08:52:20 oleh qmonkcuakep » Masuk
herlambang
Dosen
****

IQ: 1
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 117


uh".. (^^)"


Lihat Profil
« Jawab #14 pada: Juni 24, 2009, 08:42:18 »

wow..   kaget
seandainya dan seandainya walaupun meskipun apapun yang akan terjadi tidak mungkin saia bisa jadi anaknya soeharto..
saia tetep pingin bisa kaya getoooo.. nyengir

semangaaats..  lidah melet mata muter
Masuk

I'm JUST what's I am ^.^"

Bila mata adalah cahaya, maka hati adalah permata.. ^^"
Halaman: [1] 2   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
Krisis Harga, Pedagang Gorengan Memilih Bunuh Diri indoroids 1 2316 Tulisan terahkir Maret 27, 2008, 10:19:47
oleh wonderfull wind
DR. Anhar Gonggong biobio 1 1078 Tulisan terahkir Mei 21, 2009, 05:53:41
oleh skuler
Pencekalan Nasr Hamid Abu Zayd peregrin 0 1970 Tulisan terahkir November 28, 2007, 11:18:40
oleh peregrin
Malaysia « 1 2 ... 5 6 » ghostdoors 84 4139 Tulisan terahkir September 24, 2009, 12:19:05
oleh Karno Giyantono
Bacaan Iseng!! « 1 2 ... 18 19 » Brilliant 284 14991 Tulisan terahkir Pebruari 26, 2010, 06:52:39
oleh raisuien
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM