...Toh juga Reformasi belum isa buktiin mampu membangun 1/3 panjang jalan raya yg dibangun/dilebarkan Orba (nich data dari PU lho), yg ada malah nambah lobang dimana2

.
Ukuran development tdk cuma infrastruktur saja.. Oiya jgn lupa, klo rezim Orba melakukan semua pembangunan itu dgn duit utang. Dan thanks to their stupidity, pemerintahan pasca krisis 1998 membayar utang itu sebanyak 4-5 kali lipat dari jumlah seharusnya (krn kurs rupiah anjlok). Dgn beban utang yg diwariskan sebanyak itu, pemerintahan pasca krisis terpaksa mengurangi alokasi dana ke pembangunan, kesejahteraan, dsb dsb demi mengurangi beban utang.. hasilnya apa? pembangunan dan kesejahteraan seolah2 lebih enak di jaman Soeharto!!
Contoh yg lebih "mikro" adl Garuda Indonesia. Tentu kita ingat kasus penggelembungan harga (mark up) pembelian 6 pesawat Airbus A330 pada masa Soeparno (sekitar 1996).. kalo lupa coba baca di
detik,
gatra, dan ulasan menarik dr blog
sekarga (serikat karyawan garuda).
Jika kita bandingkan performa Garuda saat Orba dan pasca Orba tentu tidak adil mengingat kasus markup - dimana pembayaran pesawat dilakukan dgn cara diangsur - sekali lagi thanks to Orba's stupidity, ketika kurs rupiah anjlok jumlah utang tersebut berlipat dan sampai tahun 2007 masih membentuk 60% dari beban utang Garuda (baca di artikel detik tadi, atau di
tempo ini). Itulah kenapa Garuda terus merugi! Mereka membayar pesawat hasil skandal markup sebesar 4-5 kali lipat harga seharusnya (krn kurs rupiah).
Tp untunglah performa Garuda skrg lebih baik.. setelah bisa mulai untung pd tahun 2007, restrukturisasi utang di 2008 membuat mereka lebih cepat terbebas dari tanggungan2 utang (yg menurut beberapa pengamat sbg taktik licik).. For me whatever lah.. Garuda adl ikon penerbangan Indonesia, jika mesti ditutup hny krn jaga image bank2 pemberi utang dalam negeri that's stupid either.

laporan profit Garuda.. oiya skrg mereka sdg mengejar program Quantum Leap
...Apakah ini yg membuat kita2 yg mengaku sebagai reformis dgn lantang menyuarakan we're better than Soeharto with his Orba

Dan usut terus kasus korupsinya biarpun orangnya dach lewat. Apa etis ya

Etis? Pertama, KKN yg terjadi saat ini adl warisan Soeharto. Jadi kalo bahas masalah KKN yg ada skrg, ya warisan beliau ini.. menurut saya sih, kita kelewat etis kalo membiarkan kesalahan sebesar itu tdk diadili (ingat juga kasus nenek ngambil buah kapas - diadili, anak2 miskin ngambil kakao diadili juga, Sorharto ini kasus korupsi yg menghancurkan ekonomi negara, yg akhirnya maksa nenek dan anak2 td utk nyuri, masak dgn alasan ETIS kita malah melepas Soeharto). Kedua, setahu saya masalah hukum ini bisa dibebankan ke keturunan (ada tdk ahli hukum disini yg bisa mengkonfirmasi?)..
Jgn lupa juga sebagian besar media massa (terutama televisi) masih dikuasai orang dekat Soeharto atau orang Golkar.. baca artikel Aditjondro di
Suara Merdeka ini. Intinya, kita mesti berusaha objektif saat menerima informasi dari media2 tsb..