Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 07:09:21 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:34:08 PM
 :) ;) :D ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:33:39 PM
duh,cape habis ekskul di sklh
 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Frans Magnis Suseno tolak Bakrie Award krn masalah Lapindo  (Dibaca 5904 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 99
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Frans Magnis Suseno tolak Bakrie Award krn masalah Lapindo
« pada: September 20, 2007, 12:58:29 AM »
Dari sedikit berita tentang Romo Magnis Suseno yg menolak Bakrie Award, ada satu post menarik yg saya temukan di google.

Salut utk Romo Magnis  :)


Kutip
Frans Magnis Suseno Tolak Bakrie Award karena Masalah Lumpur Sidoarjo

Agt 14th, 2007 by Kang Adhi

Harian Kompas pagi ini, 14/08/2007, memuat dua hal menarik. Satu iklan berwarna penuh, berlatar merah putih dari Freedom Institute tentang pemenang Bakrie Award. Dan satu berita kecil tentang penolakan salah seorang pemenang, Frans Magnis Suseno. Mengapa ia menolak?


Frans Magnis ditetapkan sebagai pemenang karena jasanya membahas masalah bangsa dari sudut etika selama empat puluh tahun. Etika bukanlah ajaran moral, melainkan telaah kritis tentang ajaran moral. Dengan etika, warganegara sanggup mengembangkan moralitas baru maupun memperbaharui moralitas. Etika membebaskan manusia dari moralitas copy paste yang membebek dan mengkangkangi akal budi. Selain 33 buku karya, Magnis menulis ratusan artikel lepas diberbagai media.

Frans Magnis Suseno, rohaniwan, budayawan, kolumnis, dan guru besar etika itu menolak sebuah award yang berlumuran lumpur sidoarjo. Pasalnya, Bakrie anak keturunan yang namanya diabadikan dalam award, dan tentu menjadi penyandang dana Freedom Institute itu, terlibat dalam kasus kemanusiaan lumpur lapindo brantas yang belum selesai juga.

Para budayawan seperti Natan Setiabudi, Chalid Muhammad, Rieke Dyah Pitaloka, Tjuk Kasturi Sukiadi, Bondan Gunawan, Fajroel Rachman dan Benny Susetyo memberi dukungan atas sikap Magnis.

Ada lima alasan dukungan itu diberikan: (1) Bencana lumpur panas di Porong, Sidoarjo adalah kejahatan kemanusiaan (2) Masyarakat intelektual harus mendukung rakyat bukan kaom modal yang menginjak harkat dan martabat rakyat. (3) Masalah lumpur panas adalah masalah Negara yang absen atau membiarkan masyarakat tertindas. (4) Ada pelanggaran konstitusional dalam penyelesaian masalah lumpur panas. (5) kaum intelektual bersama rakyat harus melawan pelanggaran ini dengan menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pemerintah.

Nah omong-omong soal pelanggaran konstitusi, beberapa harian ibukota juga memuat berita menarik. Mahkamah Konstitusi yang dikomandoi Jimly Asshiddiqie sedang bersuka ria. Pasalnya gedung kantor baru mereka baru jadi. Gedung kantor megah di atas tanah 4,2 ribu m2 itu bertiang 9, lambang 9 hakim konstitusi, dibangun dengan dana 196 milyar rupiah. Ironis.

Kembali ke Bakrie Award, ketua Freedom Institute, Rizal Mallarangeng berkomentar lucu, menggunakan logika yang sama sekali tidak intelektual bahkan immoral. Katanya, “Penolakan Frans Magnis tetap harus dihargai. Penghargaan Achmad Bakrie 2007 yang disampaikan Freedom Insitute tidak terkait dengan masalah lumpur panas di Sidoarjo.

Lucu, karena logika Rizal mengesahkan semangat yang rumusan sinisnya begini “Mari kita kelola uang dari perampok untuk memperbaiki citra perampok. Uang itu tidak ada hubungannya dengan perampokan kok”.

Lho? Begitukah wajah intelektual Indonesia yang mengabdi modal?

#Sumber: htp://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/08/14/magnis/
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2218
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
    • Blog ForSa
Re: Frans Magnis Suseno tolak Bakrie Award krn masalah Lapindo
« Jawab #1 pada: September 20, 2007, 03:50:22 AM »
“Mari kita kelola uang dari perampok untuk memperbaiki citra perampok. Uang itu tidak ada hubungannya dengan perampokan kok”.

Post of the day nih!!!!!!!!!

peregrin postingannya bagus2 nih, nemu aja sih  ;)
kok gak malu ya penghargaannya ditolak gitu  ???

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia