Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.
0 Anggota dan 4 Pengunjung sedang melihat topik ini.
ada beberapa alasan kenapa seakan-akan pembunuhan ini sangat keji. Dalam percintaan kaum homoseksualitas, hubungan yang terjadi adalah hubungan cinta platonis, bahwa cinta adalah penguasaan, cinta harus memiliki.
*ceritawaktu SMP aku punya teman cowo (banci)..dia sering main+nimbrung ma cewe (jujur sbenernya aku risih )perasaannya halus, penampilannya rapih...wah pokokny kayak cewe lah..suatu waktu "dia" suka sama salah seorang temenku (cowo), tapi si cowo itu suka sama temenku katakanlah R,....dulu hubungan pertemanan kami termasuk si "dia", R +aku juga baik2 az, tapi pas si"dia" tahu bahwa cowo yg disukainya itu pacaran ma temenku (R)..dia malah jadi benci ma R trus jadi kayak musuhan gtu..klo ditanya sama R jawabannya ketus, jd suka marah2 ga jelas...klo si "dia" marah...wuih ngeri banget ..dech!aku aja sampe..
Sebenernya, bisakah orang seperti itu disembuhkan? bagaimana caranya?
yang kaya gini mah sering terjadi juga dalam hubungan pertemanan cowo-cewe yang bukan transgender/transeksual/homoseksual gw juga punya teman tuh, cowonya dia kalau marah juga serem banget. Pakai ngancam2 dan sepertinya bisa terjadi kekerasan fisik. Teman gw aja pernah tiba2 ditampar sama tuh cowo cuma krn bercandaan sepele. (catatan: mereka2 bukan transgender/transeksual/homoseksual lho)Kaum homoseksual/transeksual/transgender sering disorot, dijadikan bahan bercandaan, dan disalahkan krn dianggap tidak normal. Seolah2 wajar kalau mereka trus juga melakukan hal2 yg keji, aneh, dsb. Masyarakat umumnya suka melakukan generalisasi. Padahal belum tentu ada hubungannya tuh. Kekejian yg sama itu bisa juga dilakukan oleh orang2 yg bukan homoseksual/transeksual/transgender.
pertanyaannya: apa benar itu suatu penyakit? yg harus disembuhkan?
Kekerasan, dan juga pembunuhan, sesuatu yang salah siapa pun yang melakukan, homo maupun heteroseks.
Kalo semua orang salah, bukan berarti kita juga "harus" salah kan (ingat sheeple)?
Kaum homoseksual/transeksual/transgender sering disorot, dijadikan bahan bercandaan, dan disalahkan krn dianggap tidak normal. Seolah2 wajar kalau mereka trus juga melakukan hal2 yg keji, aneh, dsb. Masyarakat umumnya suka melakukan generalisasi. Padahal belum tentu ada hubungannya tuh. Kekejian yg sama itu bisa juga dilakukan oleh orang2 yg bukan homoseksual/transeksual/transgender.
Kenapa namanya penyimpangan seksual?
Kenapa hanya dari hubungan heteroseks bisa lahir kehidupan?
Apakah karena down syndrome berawal dari kelainan gen lantas kita harus menerima sindrom ini sesuatu yang normal? Apakah seorang psikopat karena masa kecilnya yang buruk juga bisa dianggap normal?
Tapi bukan berarti mereka sampah,
fokusnya adalah pencarian sumber penyebabnya
well, tepat sekali. Seseorang mestinya dihukum karena kejahatan / pembunuhan yg dilakukannya, bukan karena orientasi seksualnya. Yang terjadi dengan generalisasi adalah sebaliknya. Seseorang yg orientasi seksualnya berbeda sudah di-judge dan di-"hukum" terlebih dahulu karena dia berbeda, sekalipun dia tidak berbuat apa2.
dalam hal ini, kaum homoseksual/transeksual/transgender adalah mobilnya lho sedangkan "kita" atau masyarakat yg men-judge adalah sheep-nya
yang kaya gini mah sering terjadi juga dalam hubungan pertemanan cowo-cewe yang bukan transgender/transeksual/homoseksual
Sheeple is also used more broadly to describe any person the speaker feels is exceedingly conformist to consumer culture and popular culture.
Karena adat ketimuran kita, maka ini bisa dikatakan aneh. Tapi bila kita dibesarkan di negara londo sana, nggak ada sih ejekan kayak gituan. Homo atau keperawanan bukan hal yang diributkan lagi.
pertanyaanya: apa iya setiap bentuk hubungan selalu bertujuan menghasilkan offspring? apa tujuan utama relasi antara laki2 dan perempuan adalah utk mempunyai keturunan? kalau itu tujuan utamanya, bagaimana dengan pasangan yg tidak bisa mempunyai anak? Buat gw, tujuan utama berpasangan adalah utk berbagi hidup.
Permasalahannya: di mana batasan antara variasi dan kelainan (dan siapa yg berhak menentukan? suara terbanyak kah?). Batasan ini yg menentukan bagaimana anda membuat perbandingan. Kalau dianggap kelainan, ya perbandingannya dg down syndrome dan psikopat, suatu kondisi yg mengganggu dan harus disembuhkan. Kalau dianggap variasi, ya perbandingannya dengan pilihan2 hidup yg lain (yg bisa jadi, buat sebagian orang, juga tetap harus disembuhkan atau dikembalikan ke jalan yg benar). Ini cuma masalah perspektif.
Sadis memang si ryan nih. Ada motif lain pastinya. Bagusnya sih diteliti dulu nih orang, banyak yang bisa dipelajarin keknya dari dia.Oya, menurut kalian berita ini terlalu diblow up ga sih? Apa efek negatif dari pemberitaan besar-besaran seperti ini?
tadi nya aku mau nyelidiki tapi keduluan sama polisi ,,ga jadi deh,,,hehehe,,,