Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

ghea1905

April 22, 2014, 02:34:03 PM
Salam Kenal :D

yansen

April 21, 2014, 05:08:03 PM
salam kenal

Shadiq

April 20, 2014, 08:14:17 PM
Salam Kenal Semuanya   :D

cheaters123

April 19, 2014, 08:58:55 AM
salam kena

presellya nur oktavia

April 15, 2014, 01:54:42 PM
butuh bantuan yang bisa ngerti scada buat tugas akhir,maaf saya baru disini salam kenal semua
 

Andrew96

April 09, 2014, 09:51:58 PM
info nya menarik smua ya.

Hikikomori

April 09, 2014, 02:59:13 PM
Salam kenal, saya ingin belajar pemrograman C++ melalui forum ini. Mohon bantuan kawan-kawan.
 :)

kaoskaki

April 08, 2014, 11:58:37 AM
salam kenal, klau mau belajar ic ke mana y??
tq

Show 50 latest

Penulis Topik: bola lampu bekas  (Dibaca 1796 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline azzkirananta

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 11
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
bola lampu bekas
« pada: Desember 31, 2010, 02:38:59 PM »
Sejalan dengan kemajuan teknologi yang demikian pesat maka terciptalah produk-produk teknologi yang demikian beragam, diantaranya adalah bola lampu sebagai penerangan di alam kita ini.
Banyak ditawarkan produk-produk bola lampu yang menitik beratkan pada keawetan dan hemat energi, tetapi di sisi lain tidak sedikit pula akibat buruk, terutama kepada lingkungan, dampak produk-produk tersebut.
Bola lampu fluoresen lebih hemat energi dan lebih awet dibandingkan bola lampu biasa. Suatu data menunjukkan dengan hasil cahaya yang sama, untuk pemakaian 5 jam bola lampu fluoresen hanya membutuhkan listrik 25,5 kWH sedangkan bola lampu biasa 109,5 kWH. Usia rata-rata bola lampu fluoresen 10.000 jam sedangkan bola lampu biasa 1.500 jam.
 
Tetapi dari hal positif tersebut di atas, ada sesuatu yang menghawatirkan, ternyata bola lampu fluoresen menggunakan uap air raksa dan fosfor, ketika dialiri listrik elemen ini saling bereaksi menimbulkan cahaya dengan hanya sedikit melepas panas. Nah ….. uap air raksa inilah, walaupun konsentrasinya rendah, bila penanganan pembuangan tidak dilakukan dengan benar dapat merusak lingkungan.

Beberapa sumber mengatakan, bila pembuangan bola lampu fluoresen tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan air raksa terlepas ke udara atau meresap ke tanah. Pada akhirnya karena proses alam, air raksa tersebut akan masuk ke dalam air, proses biologi akan mengubahnya menjadi racun berbahaya yang dapat bertahan lama.
Air raksa dalam air diubah oleh bakteri menjadi metilmerkuri, semacam racun yang akhirnya menumpuk pada binatang (ikan) dan yang mengkonsumsi ikan. Umumnya manusia akan teracuni air raksa akibat mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan tanda-tanda keracunan: mati rasa pada bagian lengan dan kaki, berkurangnya daya ingat, pendengaran dan penglihatan serta akibat-akibat lainnya.

Itulah kenyataan yang harus kita hadapi, barangkali para FS bisa sumbang saran, bagaimana mengurangi dampak negatif akibat bola lampu fluoresen yang sudah tidak terpakai, dan harus di buang





 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1894 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 31, 2008, 10:26:21 PM
oleh L
12 Jawaban
7460 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 08, 2009, 08:46:25 PM
oleh Ariatami
3 Jawaban
4693 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2009, 04:11:58 PM
oleh utusan langit
3 Jawaban
2907 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2011, 06:30:10 PM
oleh 12
4 Jawaban
2531 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2011, 02:23:28 PM
oleh Mr.Smiley

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia