Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Izunme

November 26, 2014, 01:41:36 PM
Kira-kira disini apa ada banyak trit terkait free energi kah?

Bima Setiaji

November 25, 2014, 08:39:58 AM
agan semua, cara nambah iq disini gimana ya.. maklum pengguna baru  ;) ;)

@liya_oneng

November 22, 2014, 07:16:47 AM
Nilai dari 54 akar 40 : 9 akar 24

agus.sucipto99

November 22, 2014, 07:08:19 AM
saya sedang mencari peralatan yg menggunakan teori parendev magnet permanen, ane mau beli.. ada info hub 082126406601

Ode Haerudin

November 21, 2014, 11:41:35 PM
assalam alaikum :)

robbani

November 17, 2014, 09:15:59 PM
ada yang tau coding penjumlahan bilangan oktal di java
 

milmi

November 17, 2014, 07:13:48 PM
Salam kenal juga

hani

November 16, 2014, 04:58:00 PM
salam kenal :)

oviuchiha

November 16, 2014, 01:46:23 PM
salam kenal ya kawan2,.,.,.
 :D ;) :) ;D
 

MuhammadRyan

November 16, 2014, 08:07:46 AM
walaikumsalam

Show 50 latest

Penulis Topik: bola lampu bekas  (Dibaca 1995 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline azzkirananta

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 11
  • IQ: 4
    • Lihat Profil
bola lampu bekas
« pada: Desember 31, 2010, 02:38:59 PM »
Sejalan dengan kemajuan teknologi yang demikian pesat maka terciptalah produk-produk teknologi yang demikian beragam, diantaranya adalah bola lampu sebagai penerangan di alam kita ini.
Banyak ditawarkan produk-produk bola lampu yang menitik beratkan pada keawetan dan hemat energi, tetapi di sisi lain tidak sedikit pula akibat buruk, terutama kepada lingkungan, dampak produk-produk tersebut.
Bola lampu fluoresen lebih hemat energi dan lebih awet dibandingkan bola lampu biasa. Suatu data menunjukkan dengan hasil cahaya yang sama, untuk pemakaian 5 jam bola lampu fluoresen hanya membutuhkan listrik 25,5 kWH sedangkan bola lampu biasa 109,5 kWH. Usia rata-rata bola lampu fluoresen 10.000 jam sedangkan bola lampu biasa 1.500 jam.
 
Tetapi dari hal positif tersebut di atas, ada sesuatu yang menghawatirkan, ternyata bola lampu fluoresen menggunakan uap air raksa dan fosfor, ketika dialiri listrik elemen ini saling bereaksi menimbulkan cahaya dengan hanya sedikit melepas panas. Nah ….. uap air raksa inilah, walaupun konsentrasinya rendah, bila penanganan pembuangan tidak dilakukan dengan benar dapat merusak lingkungan.

Beberapa sumber mengatakan, bila pembuangan bola lampu fluoresen tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan air raksa terlepas ke udara atau meresap ke tanah. Pada akhirnya karena proses alam, air raksa tersebut akan masuk ke dalam air, proses biologi akan mengubahnya menjadi racun berbahaya yang dapat bertahan lama.
Air raksa dalam air diubah oleh bakteri menjadi metilmerkuri, semacam racun yang akhirnya menumpuk pada binatang (ikan) dan yang mengkonsumsi ikan. Umumnya manusia akan teracuni air raksa akibat mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan tanda-tanda keracunan: mati rasa pada bagian lengan dan kaki, berkurangnya daya ingat, pendengaran dan penglihatan serta akibat-akibat lainnya.

Itulah kenyataan yang harus kita hadapi, barangkali para FS bisa sumbang saran, bagaimana mengurangi dampak negatif akibat bola lampu fluoresen yang sudah tidak terpakai, dan harus di buang





 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2087 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 31, 2008, 10:26:21 PM
oleh L
12 Jawaban
8465 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 08, 2009, 08:46:25 PM
oleh Ariatami
3 Jawaban
5151 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2009, 04:11:58 PM
oleh utusan langit
3 Jawaban
3426 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2011, 06:30:10 PM
oleh 12
4 Jawaban
2972 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2011, 02:23:28 PM
oleh Mr.Smiley

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia