ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Apakah hal itu tidak mengganggu kestabilan kerak bumi? Akibatnya banyak terjadi gempa di Indonesia, setidaknya semakin sering, frekuensinya bertambah, periodenya makin mendekat.
Begitu pula kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi para ahli pertambangan, perminyakan.
Di beberapa negara maju, termasuk Australia dan Muangthai, reklamasi tambang langsung dilakukan beriringan dengan proses penambangan. Di Indonesia justru banyak di abaikan.
Reklamasi seharusnya menjadi tugas dan kewajiban perusahaan yang menambang, jangan malah cuma memberi iuran kepada pemerintah dan uangnya dikorupsi.
Bagaimana dengan masalah energi? Sebaiknya kita memakai energi renwable semaksimal mungkin, seperti energi surya,
energi angin,
energi gelombang lautan (padahal indonesia ini 70% wilayahnya berupa lautan)
, energi panasbumi dsbnya.
Bagaimana masalah kompor di-rumah? bisa pakai energi biogas,
atau serbuk gergaji,
atau pakai energi matahari yang disalurkan lewat serat optik. Di Jepang, cahaya matahari sudah dapat di salurkan lewat serat optik. Katanya serat optik mahal, ya memang mahal buat negara miskin seperti kita, karena duitnya banyak yang dikorupsi untuk kepentingan pribadi. Kalau uang Rp 1 trilyun dibagikan kepada 10.000 orang, maka masing-masing bisa mendapat Rp 100 juta, bisa untuk membetulkan rumah yang reyot-reyot itu, bukan buat beli motor atau mobil ...
atau pakai energi matahari yang disalurkan lewat serat optik. Di Jepang, cahaya matahari sudah dapat di salurkan lewat serat optik. Katanya serat optik mahal, ya memang mahal buat negara miskin seperti kita, karena duitnya banyak yang dikorupsi untuk kepentingan pribadi. Kalau uang Rp 1 trilyun dibagikan kepada 10.000 orang, maka masing-masing bisa mendapat Rp 100 juta, bisa untuk membetulkan rumah yang reyot-reyot itu, bukan buat beli motor atau mobil ...salahkan aparat