Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

yoga3105

Kemarin jam 11:23:42 PM
tolong buatin program bahasa c++ nya gan, yang bisa tak ksih pulsa

Kutip
X(pangkat)5-y(pangkat)4+a=d

 

Sandy_dkk

Oktober 21, 2014, 12:31:18 PM
coba periksa ke ahli syaraf kang farabi.
 

Farabi

Oktober 21, 2014, 11:29:44 AM
Tiap menjelang musim hujan sakit gigi, padahal giginya udah ga ada. Apa ini memang menimpa semua orang? Dan kenapa?
 

Sandy_dkk

Oktober 20, 2014, 05:16:25 AM
hujan turun untuk pertamakalinya dalam beberapa bulan ini, disambut bahagia oleh lusinan burung gereja yang berterbangan di halaman rumah. sungguh indah pagi ini.

senifacitra

Oktober 14, 2014, 08:24:03 PM
malam, mw tx proses fisika apa yang menyebabkan sehingga bumi memiliki sifat magnet.??

mohon bntuanx sgera
 

Sandy_dkk

Oktober 13, 2014, 08:08:28 PM
boleh deh...

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:59:24 PM
ada yang on ga ? bisa bantuin soal matematika kelas 9? besok mau mid

sherenhfns

Oktober 13, 2014, 06:58:49 PM
Hallo

 

Monox D. I-Fly

Oktober 09, 2014, 09:34:41 PM
musim pemilu juga sudah habis, liat aja, pemilu tahun ini nggak ada yang bahas pemilu sama sekali... forsaintis dah bosen sama politik...
 

Farabi

Oktober 09, 2014, 01:25:15 PM
Capek debat adu khayal ala agama. Mendingan fokus ke hal hal exact.  ;)

Show 50 latest

Penulis Topik: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?  (Dibaca 5378 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline bupunsu

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 25
  • IQ: 7
    • Lihat Profil
Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« pada: Agustus 28, 2008, 01:41:04 PM »
Saat ini pertambangan batubara di Indonesia  meningkat pesat luar biasa, terutama di Kalimantan. Akibatnya: kerusakan lingkungan juga luar biasa, reklamasi areal penambangan sangat keteteran, bahkan nyaris tak dilakukan. Lihat saja tambang Freeport di Irian/Papua, tadinya bukit gunung menjulang kini berubah menjadi kubangan raksasa. Berapa milyar ton materila tanah yang dikeduk dan terbuang atau dipindahkan? Apakah hal itu tidak mengganggu kestabilan kerak bumi? Akibatnya banyak terjadi gempa di Indonesia, setidaknya semakin sering, frekuensinya bertambah, periodenya makin mendekat.
Begitu pula kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi para ahli pertambangan, perminyakan.
Di beberapa negara maju, termasuk Australia dan Muangthai, reklamasi tambang langsung dilakukan beriringan dengan proses penambangan. Di Indonesia justru banyak di abaikan. Reklamasi seharusnya menjadi tugas dan kewajiban perusahaan yang menambang, jangan malah cuma memberi iuran kepada pemerintah dan uangnya dikorupsi.
Bagaimana dengan masalah energi? Sebaiknya kita memakai energi renwable semaksimal mungkin, seperti energi surya, energi angin, energi gelombang lautan (padahal indonesia ini 70% wilayahnya berupa lautan), energi panasbumi dsbnya. jadi energi fosil harus sebanyak mungkin ditinggalkan.
Bagaimana masalah kompor di-rumah? bisa pakai energi biogas, atau serbuk gergaji, atau pakai energi matahari yang disalurkan lewat serat optik. Di Jepang, cahaya matahari sudah dapat di salurkan lewat serat optik. Katanya serat optik mahal, ya memang mahal buat negara miskin seperti kita, karena duitnya banyak yang dikorupsi untuk kepentingan pribadi. Kalau uang Rp 1 trilyun dibagikan kepada 10.000 orang, maka masing-masing bisa mendapat Rp 100 juta, bisa untuk membetulkan rumah yang reyot-reyot itu, bukan buat beli motor atau mobil ...
Tapi ... yaaahhh .. ini cuma pikiran orang kecil, yang hidup dialam gua batu, tidak berkuasa .. jadi jangan menyesal jadi rakyat gembel ... nanti malah hidup menjadi menderita batin ... ::)



Offline suntzu

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 48
  • IQ: 2
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« Jawab #1 pada: Agustus 28, 2008, 01:46:32 PM »
yang mw diangkat judulnya ato masalah korupsinya ni ??  ???

Offline bluesky

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 46
  • IQ: 6
    • Lihat Profil
Re: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« Jawab #2 pada: September 02, 2008, 12:14:58 PM »
nista...

yah kalo diliat dari segi pengrusakan lingkungan memang iyah. Reklamasi yang keteteran dan korupsinya disana sini yang harus dibenerin.

tapi buat orang-orang kecil dan orang2 biasa yang kerja di pertambangan, itu bukan nista, malah pintu rejeki buat mereka. Kebayang berapa juta penambahan pengangguran yang udah berjuta2 itu kalo gak ada pertambangan. Trus sudah tau kan kalo salary di pertambangan besar, kalo gak ada pertambangan bisa ruwet pendapatan perkapita.

Menurutku, yang harus dibetulin adalah SISTEM nya, bukan menghujat pekerjaan nya, banyak loh orang kecil yang kerja di pertambangan. MOU antara pemerintah dengan perusahaan pertambangan yang harus dibenerin. Reklamasi, reklamasi dan reklamasi. Yang dituntut pemerintah cuma duit royalti dari batubara, tuntutan buat mereka benerin ekosistem gak ada.

Rencananya saya akan naik ke Kalimantan, semoga bisa sedikit membawa perubahan ekosistem di sana, bisa ancur tuh paru-paru dunia di borneo kalo gak direklamasi. Nanti temen2 ForSa bantu yah...
Beneran nih yah...

Dan kalo dibilang nista, bukannya pabrik-pabrik yang mencemari lingkungan juga nista om...? Bukannya pns-pns yang koruptor itu juga nista?  ;)
 ;D

wekekekekekek...

Sebagai orang yang science dan logis...be challengemaker, bukan jadi malah berkata "pekerjaan ini nista, pekerjaan itu nista",
yuks kita hemat bbm, buang sampah dipilih-pilih dulu...nah itu lebih bagus kan? :)

Sorry demory kalo sedikit 'galak' ;D, mungkin judulnya kali yang serem jadi akunya sedikit galak hahahahahahaha....
yang suka di lab silahkan masuk ke...

http://online-lab.blogspot.com [nofollow]

Offline Fiyu

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« Jawab #3 pada: Desember 16, 2009, 10:57:02 PM »
"Berapa milyar ton material tanah yang dikeduk dan terbuang atau dipindahkan? Apakah hal itu tidak mengganggu kestabilan kerak bumi? Akibatnya banyak terjadi gempa di Indonesia, setidaknya semakin sering, frekuensinya bertambah, periodenya makin mendekat."

maaf sedikit koreksi,, kerak bumi tidak akan stabil, karena lapisan terluar bumi ini akan selalu bergerak dinamis karena pengaruh arus konveksi di bawahnya yaitu lapisan asthenosfer (teori arus konveksi), dan proses ini telah terjadi sejak bumi terbentuk hingga sekarang, sehingga dinamika tektonik ini sangat sedikit kemungkinanya dipengaruhi oleh faktor penambangan atau pemindahan massa di dalam kerak bumi. yang ada, tektonik inilah yang membentuk endapan2 mineral atau resevoir minyak yang akan di eksplorasi.

dan soal gempa yang terjadi di indonesia,
wilayah indonesia merupakan zona tumbukan 3 lempeng besar dimana 2 diantaranya masih intensif bergerak dalam skala waktu geologi, dan itu akan menghasilkan resultan2 gempa yang frekuensi dan intensitasnya sulit untuk di analisa polanya bertambah atau berkurang,,, soal frekuensi nya akhir2 ini, mungkin sudah waktu hal tersebut terjadi.

dan saya setuju dengan renewable energi yang ramah lingkunganya, mungkin suatu ketika scientist pembaca bisa menciptakan inovasi baru dalam hal ini,,,[/justify][/justify]

Offline kurapnaga

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 113
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • Petroleum Engineer
    • Lihat Profil
Re: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« Jawab #4 pada: Desember 22, 2009, 07:41:02 PM »
Apakah hal itu tidak mengganggu kestabilan kerak bumi? Akibatnya banyak terjadi gempa di Indonesia, setidaknya semakin sering, frekuensinya bertambah, periodenya makin mendekat.

maaf yah

saya jurusan perminyakan, disini juga belajar tentang geologi dan pernah juga ada pengantar geofisika

tidak ada hubungannya kegiatan pertambangan dengan gempa yg bupunsu maksud

karena gempa yg terjadi di indonesia itu akibat aktifitas lempengan tektonik (Skalanya luas)

aktifitas pertambangan tidak menyumbang dalam hal ini (Jika menghasilkan gempa, skalanya regional)

Kutip
Begitu pula kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi para ahli pertambangan, perminyakan.

yang salah bukan ahli perminyakannya

tapi manajemen lapindo yang memutuskan tidak menggunakan casing untuk menekan pengeluaran

Penggunaan casing merupakan sudah menjadi SOP dalam perminyakan

tentunya para ahli pemboran memahami hal ini

jadi ini bukan pelajaran bagi ahli pemboran, tapi manajemen perusahaan migas

Kutip
Di beberapa negara maju, termasuk Australia dan Muangthai, reklamasi tambang langsung dilakukan beriringan dengan proses penambangan. Di Indonesia justru banyak di abaikan.

di Indonesia karena birokrasinya rusak makanya banyak perusahan low budget yg mengolah tambang batubara dan tanpa adanya pengawasan yg benar, yg ada dijamin fiktif
Kutip
Reklamasi seharusnya menjadi tugas dan kewajiban perusahaan yang menambang, jangan malah cuma memberi iuran kepada pemerintah dan uangnya dikorupsi.

salahkan aparat dan pihak perusahan low budget
Kutip
Bagaimana dengan masalah energi? Sebaiknya kita memakai energi renwable semaksimal mungkin, seperti energi surya,


untuk memanfaatkan energi surya dibutuhkan wilayah yg luas, jadi sepertinya tidak cocok digunakan di negara yg jumlah penduduknya banyak

Kutip
energi angin,

penggunaan energi angin menyebabkan kebisingan

Kutip
energi gelombang lautan (padahal indonesia ini 70% wilayahnya berupa lautan)

yg terpenting adalah kekuatan ombaknya

Kutip
, energi panasbumi dsbnya.

energi panas bumi ini adalah energi yg paling menarik bagi investor dari segi keuntungan yg diperoleh

tapi yang membuatnya tidak menarik adalah birokrasi Indonesia

dalam dunia geothermal ada pembangkit yg namanya wellhead generating unit, instalasinya hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 bulan sedangkan pembagkit biasa membutuhkan waktu bertahun-tahun mulai dari pemesanannya.

Maksud orang menggunakan wellhead generating unit adalah agar dapat dengan cepat memanfaat potensi sumur panas bumi, dan karena dayanya juga tidak besar jadi dapat digunakan oleh pengusaha lokal yang memiliki dana terbatas, tapi sayangnya kita memilki birokrasi yang luar biasa, untuk sampai di bea cukai aja butuh hitungan tahun baru sampai. Oleh sebab itu panas bumi menjadi tidak menarik di Indonesia.

Kutip
Bagaimana masalah kompor di-rumah? bisa pakai energi biogas,


bagus itu

Kutip
atau serbuk gergaji,


ini malah emisinya kotor

Kutip
atau pakai energi matahari yang disalurkan lewat serat optik. Di Jepang, cahaya matahari sudah dapat di salurkan lewat serat optik. Katanya serat optik mahal, ya memang mahal buat negara miskin seperti kita, karena duitnya banyak yang dikorupsi untuk kepentingan pribadi. Kalau uang Rp 1 trilyun dibagikan kepada 10.000 orang, maka masing-masing bisa mendapat Rp 100 juta, bisa untuk membetulkan rumah yang reyot-reyot itu, bukan buat beli motor atau mobil ...

salahkan aparat

Offline heru.htl

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 991
  • IQ: 14
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Free GNU/Linux Distributions
Re: Pertambangan - sebuah pekerjaan nista?
« Jawab #5 pada: Januari 27, 2010, 12:11:49 AM »


Kutip
atau pakai energi matahari yang disalurkan lewat serat optik. Di Jepang, cahaya matahari sudah dapat di salurkan lewat serat optik. Katanya serat optik mahal, ya memang mahal buat negara miskin seperti kita, karena duitnya banyak yang dikorupsi untuk kepentingan pribadi. Kalau uang Rp 1 trilyun dibagikan kepada 10.000 orang, maka masing-masing bisa mendapat Rp 100 juta, bisa untuk membetulkan rumah yang reyot-reyot itu, bukan buat beli motor atau mobil ...

salahkan aparat

Boro-boro pejabat mikir kabel serat optik, mikir kabel listrik jaringan PLN sampai hari ini saja tidak becus, kerugian distribusi energi listrik 40% diakibatkan masalah perkabelan buruk di Indonesia (bahkan stok kabel di gudang2 PLN sering "dijual-belikan" oleh "oknum pegawai PLN"!).

Masalahnya, negara kita terlalu banyak diatur para oprtunis yang bego + blank terhasap ilmu teknologi.

Masalah utama === perang dingin para serjana SOS vs sarjana teknik, SARJANA SOS banyak yang berpikir KORUP (suka main pangkas anggaran, spekulasi fatal) sedangkan Sarjana Teknik sejujurnya saja disiplin dan benci spekulasi karena spekulasi bertentangan dengan disiplin implementasi teknologi jadi... tau ah gelap, Indonesia sekali broken ya tetap broken, sangat sulit menerapkan teknologi tepat guna untuk solusi krisis energi bangsa Indonesia, selama para oportunis interfer dalam urusan ini.



 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
6536 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2009, 05:01:20 PM
oleh evanrama
0 Jawaban
2349 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2010, 04:01:41 PM
oleh fandyajja
0 Jawaban
2361 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2011, 02:44:50 PM
oleh ndy_88
0 Jawaban
685 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 29, 2012, 07:50:59 PM
oleh zenman
1 Jawaban
811 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2012, 08:56:27 AM
oleh mhyworld

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia