Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: FAHMI_T pada April 29, 2011, 10:36:03 PM

Judul: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: FAHMI_T pada April 29, 2011, 10:36:03 PM
(http://i55.tinypic.com/dm43dg.jpg)









Manusia telah hidup di bumi sejak 4 juta tahun yang lalu. banyak ilmuwan mempercayai, kehidupan manusia berawal dari terpisahnya sebuah spesies hominid dari garis evolusi primata yang akan menurunkan simpanse dan gorila. Kemudian, hominid ini berkembang dan menurunkan manusia modern, Homo sapiens. pernyataan ini dipengaruhi oleh teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

Teori evolusi adalah suatu teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup pada masa lampau, beradaptasi dan mengalami perubahan bentuk bagian-bagian tubuhnya. biasanya, proses ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Proses ini disebut evolusi.

Teori evolusi mengatakan bahwa manusia merupakan keturunan dari hominid. Hominid adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri diantara manusia dan kera. Banyak fosil-fosil hominid ini tersebar di seluruh bagian dunia. Fosil hominid tertua yang pernah ditemukan adalah Australopithecus africanus. Hominid ini ditemukan di Afrika. Australopithecus memiliki kapasitas otak sebesar 450 cc. Hominid ini sudah bisa berjalan dengan posisi tegak. Posisi tegak ini sangat penting karena, posisi ini memberikan beberapa keuntungan bagi hominid ini. Contohnya hominid ini sudah bisa melihat benda dalam jarak yang jauh dan ia sudah bisa memindahkan berat ke tangan.

Sekitar 2 juta tahun yang lalu, muncullah Homo habilis, spesies ini diperkirakan merupakan keturunan dari Australopithecus africanus. Homo habilis sudah memiliki kemampuan untuk membuat peralatan-peralatan kasar dari batu-batuan dan tulang hewan. Mereka bertahan hingga sekitar 1,5 juta tahun yang lalu. Kemudian, mereka digantikan oleh Homo Erectus.

Homo erectus adalah jenis hominid yang kemungkinan besar merupakan keturunan dari Homo Habilis. Homo erectus memiliki kapasitas otak yang lebih besar daripada Homo habilis. Mereka sudah mamou membuat peralatan yang lebih halus dan rapi dari bebatuan dan tulang hewan.

Kemudian, Homo erctus menurunkan Homo Neanderthalensis. Homo Neanderthalensis hidup di gua-gua dan telah bisa mengubur orang mati. Di beberapa wilayah, mereka mampu bertahan sampai 40.000 tahun yang lalu. Akan tetapi, mereka punah daan digantikan Homo sapiens, manusia modern. :kribo:

(http://i55.tinypic.com/2j2b787.jpg)

Itulah yang dinyatakan oleh teori evolusi tentang sejarah kehidupan manusia. Akan tetapi, hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang telah tertulis dalam Al-Qur'an. Di dalam Al-Qur'an tertulis bahwa manusia telah diciptakan dengan bentuk yang sempurna tanpa ada kekurangan sedikitpun.

semoga bermanfaat  ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada April 30, 2011, 12:08:59 AM
itu arti nya alquran salah.
simple kan ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada April 30, 2011, 12:58:19 AM
itu arti nya alquran salah.
simple kan ;D

itu karena cronny belum tahu saja,  bahwa dalam junk DNA terkandung kode-kode yang apabila dikumpulkan akan membentuk Firman Allah SWT.   Itu bentuk kesempurnaan Allah dalam menciptakan makhlukNya.   Tuhan tidak bermain dadu,  makanya tidak ada namanya sesuatu terjadi secara kebetulan. :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada April 30, 2011, 02:49:34 AM
tepat nya sih bisa ditafsirkan seperti membentuk firman nya.
tapi harus nunggu yg lain nya buat nemuin itu, baru akhir nya bisa di tafsirkan kesitu.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada April 30, 2011, 05:07:52 AM
Jika anda bicara manusia, anda bicara genus homo. Australopithecus dan Ardipithecus tidak termasuk genus homo, mereka belum bisa dikatkaan 'manusia'.

@Cronny:
Kita lihat saja nantinya, bagaimana mereka mengait-ngaitkan ayat dengan evolusi nantinya. Walau entah apa kita hidup cukup lama untuk itu :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Muhammad Farhan pada April 30, 2011, 06:08:24 AM
Jelas bertolak belakang lah! Bukannya teori evolusi itu salah ya! n tidak ada kebenarannya, Coba deh pelajarin buku karangan Harun Yahya yang berjudul "Runtuhnya Teori Evolusi". Dan Al-Quran jelas benar kebenarannya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada April 30, 2011, 08:28:12 AM
Jelas bertolak belakang lah! Bukannya teori evolusi itu salah ya! n tidak ada kebenarannya, Coba deh pelajarin buku karangan Harun Yahya yang berjudul "Runtuhnya Teori Evolusi". Dan Al-Quran jelas benar kebenarannya.
Satu lagi dah yang jadi korban propaganda si tukang obat.

Di kalangan sains, nama HY gak diakui, karena dia sama sekali gak pakai metode ilmiah dalam tulisannya. Cuma copas, manipulasi, quote mining, plus bumbu ayat kitab suci yang dia tafsirkan sesuai kehendaknya. Orang yang gak bisa bedakan teori evolusi dengan teori abiogenesis, apa ocehannya perlu didengar?

Sudah lebih dari satu setengah abad, dan klaim 'teori evolusi akan segera runtuh' gak terbukti, malah sebaliknya teori evolusi makin berkembang.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada April 30, 2011, 11:25:57 AM
Kutip
Satu lagi dah yang jadi korban propaganda si tukang obat.

Di kalangan sains, nama HY gak diakui, karena dia sama sekali gak pakai metode ilmiah dalam tulisannya. Cuma copas, manipulasi, quote mining, plus bumbu ayat kitab suci yang dia tafsirkan sesuai kehendaknya. Orang yang gak bisa bedakan teori evolusi dengan teori abiogenesis, apa ocehannya perlu didengar?

Sudah lebih dari satu setengah abad, dan klaim 'teori evolusi akan segera runtuh' gak terbukti, malah sebaliknya teori evolusi makin berkembang.
Apakah anda termasuk dalam kalangan sains?
bisa minta bukti, seperti submit hasil penelitian anda di Jurnal ilmiah?
Kok bisa-bisanya bilang HY tidak diterima dikalangan sains
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: FAHMI_T pada April 30, 2011, 10:57:12 PM
tapi tetep, Allah pun menjamin tak ada keraguan dalam isi dan kandungan Al-Quran, tergantung apakah kita mengimaninya atau tidak.

Tapi saya tetep percaya bahwa manusia bukan berasal dari kera atau sejenisnya, dan Nabi Adam as adalah manusia pertama. ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Muhammad Farhan pada Mei 01, 2011, 12:42:38 AM
Ya untuk Pi-One hati2 dalam mengemukakan pendapat. Anda berbicara tidak ada bukti2 yang jelas. Saya lebih stuju dengan Rizky-fs dan Fahmi_T
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 01, 2011, 01:49:38 AM
Apakah anda termasuk dalam kalangan sains?
bisa minta bukti, seperti submit hasil penelitian anda di Jurnal ilmiah?
Kok bisa-bisanya bilang HY tidak diterima dikalangan sains
Apa harus jadi ilmuwan yang mensubmit ke jurnal ilmiah untuk bilang HY gak diterima? Ada satu saja tulisan HY yang diterima di jurnal ilmiah? :)

tapi tetep, Allah pun menjamin tak ada keraguan dalam isi dan kandungan Al-Quran, tergantung apakah kita mengimaninya atau tidak.
Masalahnya adalah, apa anda atau HY bisa menafsirkan Alquran dengan benar?

Tapi saya tetep percaya bahwa manusia bukan berasal dari kera atau sejenisnya, dan Nabi Adam as adalah manusia pertama. ;D
Anda mau percaya apa, itu hak anda. Tapi jika ingin menggantikan teori sains, maka harus membuktikan secara ilmiah pula. Bukan hanya modal percaya. Pertanyaannya, adakah bukti ilmiah eksistensi Adam?

Ya untuk Pi-One hati2 dalam mengemukakan pendapat. Anda berbicara tidak ada bukti2 yang jelas. Saya lebih stuju dengan Rizky-fs dan Fahmi_T
Hati-hati? Untuk apa? Untuk bilang kalau HY adalah tukang obat yang tak diterima kalangan sains? :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 01, 2011, 06:59:48 AM
Ikut nimbrung
Saya cuma ingin berbagi pemikiran. Jika Harun Yahya mengklaim bahwa teori evolusi "runtuh", maka apa gantinya? Teori penciptaan? Teori evolusi menjelaskan penyebab keanekaragaman mahluk hidup, sedangkan teori penciptaan "mencoba menjelaskan" asal usul alam semesta. Keduanya membahas hal yg berbeda. Bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme penyebab keanekaragaman mahluk hidup bisa terjadi? Bagaimana kinerja penciptaan? Apa bukti penciptaan versi Harun Yahya? Jika mahluk hidup diciptakan melalui penciptaan langsung, maka mengapa kita tidak pernah melihat langsung proses tersebut? Apakah pernah ditemukan mahluk hidup hasil penciptaan langsung? Jika menganut paham hierakis piramida terbalik, dimana mahluk hidup diciptakan bervariasi dan lengkap di awal dunia, lalu beberapa mahluk menghilang perlahan lahan, mengapa terdapat mahluk hidup yg memilki perbedaan jangka waktu? Hal ini bahkan saya rasa belum terjawab.

Apakah anda menafsirkan peristiwa "Fall of man" atau kejatuhan Adam dengan menganggap bahwa Adam terjatuh dari langit laksana meteor? Atau Tuhan menciptakan manusia dari tanah liat seperti seorang pematung membuat tembikar berbentuk manusia?

 Mungkin banyak kesalahpahaman mengenai teori evolusi. Setahu saya, evolusionis tidak pernah mengatakan "manusia berasal dari monyet" melainkan "manusia dan monyet memiliki nenek moyang yg sama". Keduanya memiliki pengertian yg berbeda.

Saya memiliki pemikiran yg berbeda. Menurut saya, Tuhan menciptakan evolusi sebagai suatu mekanisme yg diterapkan pada suatu sistem ciptaan-Nya bernama alam semesta, seperti halnya gravitasi. Menurut saya, Tuhan memang mencipta, namun dalam tingkat spiritual/mental, bukan fisik.
Sebagai contoh, jika saya menjatuhkan pensil, maka apa yg membuat pensil itu jatuh? A. Gravitasi atau B. Tuhan. 
Nah, menurut saya keduanya sama2 jawaban yg valid, namun berbeda tingkatan realitas. Pensil itu jatuh karena gravitasi, namun gravitasi adalah prinsip yg diterapkan Tuhan dalam suatu sistem ciptaan-Nya yg bernama alam semesta. Begitu pula teori evolusi.

Ini hanyalah opini saya semata, saya tidak mengklaim bahwa argumen saya paling benar


 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Muhammad Farhan pada Mei 03, 2011, 01:23:10 AM
Hati-hati tentang pendapat yang akan merusak aqidah kita. Jangan mengomentari pendapat yang menjurus kepada hakekat. Karena tidak akan ada ujungnya.

Untuk itu, "JAGALAH AQIDAH KITA SEBAI SEORANG MUSLIM".
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Muhammad Farhan pada Mei 03, 2011, 02:34:49 AM
Maksud saya "JAGALAH AQIDAH KITA SEBAGAI SEORANG MUSLIM".
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 03, 2011, 02:47:23 AM
Pendapat saya,  Darwinisme dan Neo-Darwinisme  bukan teori ilmiah tapi pseudoscience.   Silakan dicermati dari beberapa segi antara lain syarat2 hipotesa / teori ilmiah.  Hipotesa / Teori ilmiah,  didalamnya harus ada skenario yang menjelaskan cara-cara pengujiannya secara rinci,  dan cara2 pengujian harus dapat dikerjakan / untuk pembuktiannya.   Darwinisme dan Neo-Darwinisme gagal memenuhi syarat itu. 

Disamping itu,  salah satu fungsi teori ilmiah adalah untuk memprediksi ke depan,  dan hasil prediksinya itu harus dapat diamati secara langsung.  Darwinisme dan juga Neo-Darwinisme tidak bisa menjelaskan prediksi macam apa yang bisa dihasilkan.  Apakah Darwinisme + Neo-Darwinisme akan memprediksi misalnya salah satu spesies saja  (  dari sekian puluh juta spesies yang sudah diketahui sekarang  )  akan berevolusi menjadi spesies lain dalam waktu sekian puluh juta tahun tahun mendatang  ?   Lalu siapa yang akan membuktikan ?? 

Darwinism dan Neo-Darwinisme juga banyak tidak konsisten dengan teori2 lainnya.  
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 03, 2011, 03:45:37 AM
oeekkk...oeekkk...
Admin, gimana dengan requestku soal fitur ignore list tempo hari? Bosan sama celoteh asbuner yang caper melulu...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 03, 2011, 11:25:12 AM
Wah mas Pi-One, celotehan dibalas celotehan donk :D
gitu aja kok repot hi hi hi
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 03, 2011, 02:04:41 PM
Wah mas Pi-One, celotehan dibalas celotehan donk :D
gitu aja kok repot hi hi hi
Gak minat ikutan jadi asbuner... -_-
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 03, 2011, 07:56:03 PM
Gak minat ikutan jadi asbuner... -_-
Atau emang belum ada tambahan ilmu buat balas argument-argumentnya mas semut ??? hi hi hi
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 04, 2011, 01:34:05 AM
mau bagaimana lagi,  memang perlu disuapin terus ........... :D :D :D

Why Neo-Darwinism is a Pseudoscience  ?

 According to Neo-Darwinians, speciation proceeds by pluralistic ways: random mutation and natural selection, geographical isolation, genetic drifting, sexual selection, and instantaneous speciation. All of these mechanisms except instantaneous speciation have their own myths and assumptions. Worse than that, no one can tell which organisms evolved by natural selection or geographical isolation. They can only guess.

http://www.helium.com/items/599587-why-neo-darwinism-is-a-pseudoscience
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 04, 2011, 04:44:24 AM
Hati-hati tentang pendapat yang akan merusak aqidah kita. Jangan mengomentari pendapat yang menjurus kepada hakekat. Karena tidak akan ada ujungnya.

Untuk itu, "JAGALAH AQIDAH KITA SEBAI SEORANG MUSLIM".

Kok gitu tanggapan anda? Memangnya opini saya menyerang dan merusak aqidah anda selaku seorang muslim? Di bagian yg mana?

Dalam memilih sesuatu, saya tidak terpaku pada pendapat orang dari kalangan tertentu, ras tertentu, agama, dan suku tertentu, melainkan mana yg lebih dekat dengan apa yg terjadi di alam.

Jangan terpaku pada suatu hal, karena keterpakuan anda menutup pikiran dan perasaan anda untuk mengenal hal yg baru dan melihat secara keseluruhan.

Jika pandangan anda terpaku pada daun, anda tidak bisa melihat pohon
Jika pandangan anda terpaku pada pohon, anda tidak bisa melihat hutan

Pendapat saya,  Darwinisme dan Neo-Darwinisme  bukan teori ilmiah tapi pseudoscience.   Silakan dicermati dari beberapa segi antara lain syarat2 hipotesa / teori ilmiah.  Hipotesa / Teori ilmiah,  didalamnya harus ada skenario yang menjelaskan cara-cara pengujiannya secara rinci,  dan cara2 pengujian harus dapat dikerjakan / untuk pembuktiannya.   Darwinisme dan Neo-Darwinisme gagal memenuhi syarat itu.  

Disamping itu,  salah satu fungsi teori ilmiah adalah untuk memprediksi ke depan,  dan hasil prediksinya itu harus dapat diamati secara langsung.  Darwinisme dan juga Neo-Darwinisme tidak bisa menjelaskan prediksi macam apa yang bisa dihasilkan.  Apakah Darwinisme + Neo-Darwinisme akan memprediksi misalnya salah satu spesies saja  (  dari sekian puluh juta spesies yang sudah diketahui sekarang  )  akan berevolusi menjadi spesies lain dalam waktu sekian puluh juta tahun tahun mendatang  ?   Lalu siapa yang akan membuktikan ??

Darwinism dan Neo-Darwinisme juga banyak tidak konsisten dengan teori2 lainnya.  

Masalahnya begini, evolusi terjadi dengan kurun waktu yg sangat panjang, sehingga tidak dapat diamati langsung. Selain itu, evolusi terjadi melalui kaidah2 tertentu, dan dipengaruhi oleh banyak sekali faktor yg menjadi stimulatornya dan tidak bisa diprediksi secara tepat. Mungkin mirip hukum ketidakpastian Heisenberg. Atau contohnya begini, karena evolusi diketahui dengan orientasi masa lalu, saya analogikan dengan sejarah. Meski kita tahu bagaimana sejarah terbentuk, apakah kita bisa memastikan sejarah terulang lagi secara spesifik? Misal, apakah anda bisa memprediksi bahwa Osama tewas kemarin? atau kapankah Hugo Chaves mundur? Kapankah Indonesia menjadi negara maju? Saya rasa kita tidak bisa memperkirakan hal itu.

Lalu, bisa anda sebutkan teori mana yg tidak sejalan dengan evolusi?
Dan satu lagi, Tolong jelaskan atau ungkapkan sanggahan anda terkait pertanyaan yg telah saya ajukan sebelumnya

Saya cuma ingin berbagi pemikiran. Jika Harun Yahya mengklaim bahwa teori evolusi "runtuh", maka apa gantinya? Teori penciptaan? Teori evolusi menjelaskan penyebab keanekaragaman mahluk hidup, sedangkan teori penciptaan "mencoba menjelaskan" asal usul alam semesta. Keduanya membahas hal yg berbeda. Bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme penyebab keanekaragaman mahluk hidup bisa terjadi? Bagaimana kinerja penciptaan? Apa bukti penciptaan versi Harun Yahya? Jika mahluk hidup diciptakan melalui penciptaan langsung, maka mengapa kita tidak pernah melihat langsung proses tersebut? Apakah pernah ditemukan mahluk hidup hasil penciptaan langsung? Jika menganut paham hierakis piramida terbalik, dimana mahluk hidup diciptakan bervariasi dan lengkap di awal dunia, lalu beberapa mahluk menghilang perlahan lahan, mengapa terdapat mahluk hidup yg memilki perbedaan jangka waktu? Hal ini bahkan saya rasa belum terjawab.

Apakah anda menafsirkan peristiwa "Fall of man" atau kejatuhan Adam dengan menganggap bahwa Adam terjatuh dari langit laksana meteor? Atau Tuhan menciptakan manusia dari tanah liat seperti seorang pematung membuat tembikar berbentuk manusia?

 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 04, 2011, 06:06:54 AM
Atau emang belum ada tambahan ilmu buat balas argument-argumentnya mas semut ??? hi hi hi
Argumen? Cuma celoteh 'banteng sialan' dibilang argumen? ::)

Ngapain buang waktu buat Karno Gendengtono the 2nd?

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 04, 2011, 03:04:10 PM
Kutip
Saya memiliki pemikiran yg berbeda. Menurut saya, Tuhan menciptakan evolusi sebagai suatu mekanisme yg diterapkan pada suatu sistem ciptaan-Nya bernama alam semesta, seperti halnya gravitasi. Menurut saya, Tuhan memang mencipta, namun dalam tingkat spiritual/mental, bukan fisik.
Sebagai contoh, jika saya menjatuhkan pensil, maka apa yg membuat pensil itu jatuh? A. Gravitasi atau B. Tuhan. 
Nah, menurut saya keduanya sama2 jawaban yg valid, namun berbeda tingkatan realitas. Pensil itu jatuh karena gravitasi, namun gravitasi adalah prinsip yg diterapkan Tuhan dalam suatu sistem ciptaan-Nya yg bernama alam semesta. Begitu pula teori evolusi.

Ini hanyalah opini saya semata, saya tidak mengklaim bahwa argumen saya paling benar.
 

Opini anda di atas dapat dipandang sebagai ide atau gagasan ' baru ',  atau suatu Konsep baru yang berbeda dengan Darwinisme dan Neo-Darwinisme.   Evolusinya Darwin tidak bicara soal peran Tuhan,  karena mereka mengklaim teorinya ilmiah.  Opini atau saya sebut Konsep baru yang anda sampaikan :  Tuhan menciptakan evolusi sebagai suatu mekanisme yg diterapkan pada suatu sistem ciptaan-Nya bernama alam semesta, seperti halnya gravitasi ;  mempunyai implikasi berupa pengakuan anda bahwa seleksi alam dan survival of the fittest  (  yang kuat hidup terus,  yang lemah binasa  )  adalah kehendak Tuhan atau sunatullah.   Saya belum tahu apakah ada dalil agama yang membenarkan hal itu.   Yang jelas,  saya melihat konsep baru yang anda sampaikan itu bukanlah konsep ilmiah. :)

Sedikit tentang apa yang anda tanyakan,  jika evolusi runtuh apa gantinya ?   Menurut pendapat saya tidak perlu ada gantinya,   karena dari awalnya kisah evolusinya Darwin bertentangan dengan salah satu prinsip paling mendasar di biologi: Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda mati tidak dapat memunculkan kehidupan.   Adanya pertentangan itulah yang selalu dicoba untuk dikaburkan oleh para evolusionis fanatik,  dengan argumennya bahwa origin of species dan origin of life seolah-olah tidak ada kaitannya.  :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 04, 2011, 04:06:29 PM
Tidak ada bantahan ilmiah bahwa bentuk kehidupan awal yang sederhana dapat terbentuk dari materi tak hidup. Dan tak ada yang pernah buktikan bahwa abiogenesis modern itu mustahil.

Jika kehidupan hanya mungkin timbul dari kehidupan dan tanpa kemungkinan lain, mka kita hanya bisa menyimpulkan kehidupan sudah a sejak awal dan tak pernah tidak ada. Mau masukkan opsi Tuhan? Lupakan, Tuhan bukanlah jawaban ilmiah :)

ZZZZZZzzzzzz............
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 04, 2011, 10:50:15 PM
Anda benar tidak ada bantahan ilmiah bahwa bentuk kehidupan awal yang sederhana dapat terbentuk dari materi tak hidup.   Tepatnya,  ilmu pengetahuan ilmiah tentang hal itu belum ada,  mungkin baru ada sebatas hipotesa abiogenesis modern.......

Kehidupan berasal dari kehidupan itu Prinsip Dasar yang melandasi semua teori2 dalam Ilmu Biologi.   Soal kesimpulan bahwa kehidupan sudah ada sejak awal dan tidak pernah tidak ada,  itu terserah pendapat masing2 orang saja,  karena namanya sains memang terbatas sekali,  sains bukan segalanya. 

* Abiogenesis klasik ( Aristoteles ) juga bukan teori ilmiah,  tetapi berupa suatu keyakinan.   Termasuk keyakinan Aristoteles tentang ide kemantapan spesies yang membatasi penetapan ide perkembangan pada individu di dalam spesies.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 05, 2011, 12:49:55 AM
grokkk....
*Balik ke kaset usang lagi, ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 05, 2011, 01:57:34 AM
Disitu perlunya belajar filsafat.   Berani berkoar-koar di board agama dan filosofi tanpa pengetahuan memadai soal agama dan filsafat,  sama saja dengan bohong.  Jangan2 gak tahu filosofi itu berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi,  berfilsafat berarti cinta kebijaksanaan,  atau cinta kebenaran.  Dan diskusi filsafat berarti diskusi untuk mencari kebijaksanaan atau mencari kebenaran.

Para evolusionis tidak segan2 mencatut nama Aristoteles demi untuk ' mengilmiahkan ' pseudoscience-nya.   Abiogenesis klasik sudah dipatahkan........woo,  apanya yang dipatahkan,  memang bisa mematahkan suatu keyakinan ??  :D :D

Sebagian besar kepalsuan mereka sudah dibongkar oleh HY.  :D :D

Evolusionis seolah-olah seperti orang buta,  gak ingat kalo Aristoteles itu yang mengajarkan logika / asas-asas berfikir benar.   Aristoteles juga yang sering dijuluki :  Bapak peradaban Barat dan  Bapak Ilmu Pengetahuan atau Guru (nya) para ilmuwan.   
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: MonDay pada Mei 05, 2011, 03:04:33 AM
hmm untung pembahasannya di board agama dan filosofi jd ya gpp
silahkan damai dengan keyakinan masing2 hehehe
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 05, 2011, 06:13:18 AM
Memang opini saya di atas tidak ilmiah, dan saya tdk mengklaim bahwa opini tsb ilmiah. Saya hanya menawarkan perspektif lain.
Teori evolusi maupun teori sains lainnya tidak membahas atau melibatkan Tuhan, karena sama dengan menjawab suatu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya.

Mengenai keterlibatan Tuhan dalam alam semesta, itu tergantung persepsi dan keyakinan pribadi tiap individu. Banyak evolusionis yg theis, misalnya Teilhard de Chardin, dan keluarga Leakey.

Soal biogenesis, Pasteur meninggal tahun 1895, sedangkan percobaan Oparin dilakukan tahun 1920, jadi Pasteur tidak mengenal abiogenesis modern, dan biogenesis Pasteur tidak membantah abiogenesis modern.

Jadi, bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme keanekaragaman mahluk hidup? Juga bagaimana kinerja penciptaan langsung?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 05, 2011, 11:32:05 PM
Kutip
Masalahnya begini, evolusi terjadi dengan kurun waktu yg sangat panjang, sehingga tidak dapat diamati langsung. Selain itu, evolusi terjadi melalui kaidah2 tertentu, dan dipengaruhi oleh banyak sekali faktor yg menjadi stimulatornya dan tidak bisa diprediksi secara tepat. Mungkin mirip hukum ketidakpastian Heisenberg. Atau contohnya begini, karena evolusi diketahui dengan orientasi masa lalu, saya analogikan dengan sejarah. Meski kita tahu bagaimana sejarah terbentuk, apakah kita bisa memastikan sejarah terulang lagi secara spesifik? Misal, apakah anda bisa memprediksi bahwa Osama tewas kemarin? atau kapankah Hugo Chaves mundur? Kapankah Indonesia menjadi negara maju? Saya rasa kita tidak bisa memperkirakan hal itu.

Lalu, bisa anda sebutkan teori mana yg tidak sejalan dengan evolusi?
Dan satu lagi, Tolong jelaskan atau ungkapkan sanggahan anda terkait pertanyaan yg telah saya ajukan sebelumnya

Kurang tepat menganalogikan evolusi dengan sejarah walaupun sama2 berusaha menjelaskan kejadian di masa lampau.   Sejarah berusaha mengetahui waktu yang tepat terjadinya peristiwa sejarah di masa lalu,  evolusi justru berusaha mengaburkan soal waktu dan menjadikan ' rentang waktu yang sangat panjang ' sebagai tamengnya.   Hal ini sudah diungkap lebih jelas oleh HY :

Salah satu dari konsep yang paling mereka andalkan dalam hal ini adalah konsep "waktu yang panjang".

http://www.harunyahya.com/indo/buku/pertanyaan011.htm

Sejarah memang tidak bisa memprediksi secara spesifik seperti contoh yang anda kemukakan,  tapi justru fungsi prediksinya sejarah yang tidak spesifik sangat penting.  Sebagai contoh,  pengalaman sejarah bangsa2 di dunia,  antara lain faktor2 yang menyebabkan bangkit atau bangkrutnya suatu negara menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi generasi setelahnya untuk mengembangkan ilmu2 politik / ideologi,  pemerintahan,  ekonomi, dsbnya.

Evolusi ??  Jika mereka mengatakan bahwa manusia adalah produk dari evolusi,  apa mereka bisa memprediksi perubahan bentuk fisik manusia ' jangka waktu lama ',  misalnya 10 juta atau 25 juta tahun ke depan ??

Soal teori yang tidak sejalan dengan dengan evolusi sudah saya posting,  di dalam konsep evolusi terkandung konsep makhluk hidup terjadi dari benda mati,  dan hal itu melanggar prinsip dasar teori2 dalam biologi.  Di link yang saya sampaikan di atas soal itu dibahas lebih lengkap.

Memang opini saya di atas tidak ilmiah, dan saya tdk mengklaim bahwa opini tsb ilmiah. Saya hanya menawarkan perspektif lain.
Teori evolusi maupun teori sains lainnya tidak membahas atau melibatkan Tuhan, karena sama dengan menjawab suatu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya.

Mengenai keterlibatan Tuhan dalam alam semesta, itu tergantung persepsi dan keyakinan pribadi tiap individu. Banyak evolusionis yg theis, misalnya Teilhard de Chardin, dan keluarga Leakey.

Soal biogenesis, Pasteur meninggal tahun 1895, sedangkan percobaan Oparin dilakukan tahun 1920, jadi Pasteur tidak mengenal abiogenesis modern, dan biogenesis Pasteur tidak membantah abiogenesis modern.

Jadi, bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme keanekaragaman mahluk hidup? Juga bagaimana kinerja penciptaan langsung?

Teilhard de Chardin berupaya mendamaikan antara ilmu pengetahuan modern, khususnya pemikiran teori evolusi dengan agama Kristen.  Ajaran agama yang ingin didamaikannya dengan evolusi adalah tentang ajaran penciptaan.  Hal itu adalah keyakinan pribadinya,  silakan saja,  berarti dia menganggap seleksi alam dan survival of the fittest  (  yang kuat hidup terus,  yang lemah binasa  ) itu adalah perbuatan / kehendak Tuhannya.

Soal abiogenesis modern,  eksperimennya sudah dilakukan antara lain oleh John Needham,  dan berlanjut terus awal abad-20 sampai sekarang ini.   Memang pada eranya Pasteur belum dibedakan antara abiogenesis klasik dan abiogenesis modern.  Pada intinya kedua hal itu tidak ada bedanya  :  makhluk hidup berasal dari benda mati,  bedanya menyangkut soal prosesnya,   abiogenesis modern bersembunyi di balik suatu proses ' dalam rentang waktu yang panjang '  karena berusaha berkelit / menghindari istilah spontanea atau kemunculan yang tiba2 / spontan.   Padahal eksperimen John Needham yang disanggah Pasteur juga bukan spontan,  tapi dalam rentang waktu yang tidak lama.

Tentang hal itu,  dan apa yang anda tanyakan,  sudah ada beberapa postingan saya, silakan ditelusuri,  termasuk link dari faktailmiah.com yang saya sampaikan. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 06, 2011, 01:03:27 AM
hmm untung pembahasannya di board agama dan filosofi jd ya gpp
silahkan damai dengan keyakinan masing2 hehehe
Asbun ala semut-asbun termasuk agama atau filosofi?  ::)

Jadi, bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme keanekaragaman mahluk hidup? Juga bagaimana kinerja penciptaan langsung?
Tidak bisa. Yang dilakukan HY hanya mencoba mematahkan setiap pandangan yang berbeda dengan opini kreasi dia, seakan dengan demikian opini kreasi otomatis benar. Demi tujuan itu, dia gak segan-segan melakukan propaganda palsu dan manipulasi.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 06, 2011, 05:29:25 AM
Kutip
Jadi, bagaimana Harun Yahya menjelaskan mekanisme keanekaragaman mahluk hidup? Juga bagaimana kinerja penciptaan langsung?

Pemandangan luar biasa tentang Zaman Kambrium sangat sedikit diketahui di saat Darwin menulis The Origin of Species. Setelah masa Darwin, barulah orang tahu, bahwa menurut catatan fosil, makhluk hidup muncul dengan seketika di Zaman Kambrium, dan trilobita serta hewan invertebrata lain hadir di muka bumi secara bersamaan.

...........................

 Darwin berkata, "Jika teori saya benar, tak pelak lagi bahwa dunia ini dipenuhi makhluk hidup sebelum Zaman Silur." Untuk menjawab pertanyaan, mengapa tidak terdapat fosil makhluk-makhluk itu, ia mencoba menjawab di sepanjang bukunya, dengan menggunakan alasan "catatan fosil yang sangat terbatas". Tapi kini, catatan fosil sudah lengkap, dan menunjukkan bahwa makhluk Zaman Kambrium tak memiliki nenek moyang. Artinya, kita harus menolak kalimat Darwin yang diawali dengan "… jika teori saya benar". Hipotesa Darwin tidak absah; karena itu, teorinya salah.

..................................

Makhluk hidup tidak berkembang dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks. Pada saat pertama kali muncul, makhluk hidup sudah teramat kompleks. Contoh lain dari hal ini adalah ikan hiu, yang menurut catatan fosil sudah ada sejak sekitar 4000 juta tahun yang lalu. Hewan ini memiliki berbagai ciri istimewa yang tidak dimiliki hewan lain yang tercipta jutaan tahun setelahnya, misalnya pertumbuhan gigi (regenerasi) setelah gigi yang lama tanggal. Contoh lainnya adalah kemiripan yang mengejutkan antara mata mamalia dan gurita yang telah hidup di Bumi berjuta-juta tahun sebelum mamalia.

............................

 Penelitian catatan fosil sesungguhnya menunjukkan, makhluk hidup muncul di masa yang paling cocok baginya. Tuhan telah menciptakan makhluk hidup secara luar biasa. Makhluk hidup diciptakan tepat sesuai dengan keadaan yang akan dihadapinya saat muncul di Bumi.

http://www.harunyahya.com/indo/buku/pertanyaan013.htm

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: el_wafa pada Mei 06, 2011, 05:56:18 AM
Jagalah keyakinanmu jika kamu anggap itu benar, tapi jangan sampai ada perpecahan karena perbedaan pendapat, toh DIA yang Maha Tau kita hanya cipataannya yang dibatasi dalam segala ilmu pengetahuan..

#yang mau kritik ya ndak papa toh itu wajar , kalau di kehidupan itu ada pro kontra
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 06, 2011, 07:17:47 AM
Jagalah keyakinanmu jika kamu anggap itu benar, tapi jangan sampai ada perpecahan karena perbedaan pendapat, toh DIA yang Maha Tau kita hanya cipataannya yang dibatasi dalam segala ilmu pengetahuan..

#yang mau kritik ya ndak papa toh itu wajar , kalau di kehidupan itu ada pro kontra
Heran banget gua, kayanya semua pada tau kalau tuhan itu maha tau.
yg sebenernya maha tau yg mana sih? padahal ketemu belum, ngobrol kagak, bentuk nya aja ngak ada yg tau.
Tapi bisa yakin banget maha kuasa, maha tau, maha dll. Nanti kalau ketemu kecewa loh kalau ternyata dia itu maha bego.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: el_wafa pada Mei 06, 2011, 11:43:10 AM
Heran banget gua, kayanya semua pada tau kalau tuhan itu maha tau.
yg sebenernya maha tau yg mana sih? padahal ketemu belum, ngobrol kagak, bentuk nya aja ngak ada yg tau.
Tapi bisa yakin banget maha kuasa, maha tau, maha dll. Nanti kalau ketemu kecewa loh kalau ternyata dia itu maha bego.

salah satu orang yang kontra,, itu hak anda bro, tapi saya juga punya hak kan untuk yakin pada Tuhan saya :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 06, 2011, 11:56:40 AM
cuma kurang bacaan saja,  mulai dulu dari sini : :D

http://www.harunyahya.com/indo/buku/pertanyaan014.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 06, 2011, 12:00:29 PM
Lelucon garing, mau bahas sains kok narasumbernya malah si tukang obat yang bahkan gak dipandang sebelah mata karena cuma nyodorin propaganda dan pseudo sains... ::)

Fosil prekambrium sudah lama ditemukan, masih celoteh 'tak adamoyang dari makhluk zaman kambrium'. Yah, apa yang mau diharap dari tukang copas yang bahkan menyebut gambar ular laut sebagai belut (Atlas of Creation edisi pertama)?  ::) ::) ::) :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: el_wafa pada Mei 06, 2011, 12:31:37 PM
Lelucon garing, mau bahas sains kok narasumbernya malah si tukang obat

Gan kenapa anda menganggap Harun Yahya tukang obat atau seorang pseudo sains ? boleh minta infonya why you think that ? hehe
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 07, 2011, 12:42:36 AM
Karena HY hanya melakukan propaganda dan copas selektif tanpa melakukan pengujian sendiri atau mencoba memberi pembuktian ilmiah atas opini kreasionismenya. Ia bahkan bukan seorang ahli di bidang seperti biologi, paleontologi dsb. banyak kasus dimana HY melakukan rekayasa atas informasi yang ada. jejak Laotoli, Turkana boy, dan banyak lagi. Atau propaganda seperti mengaitkan teori evolusi dengan atheisme, materialisme, fasisme, rasisme dsb. Misal Hitler dituduh aksi fasismenya adalah karena teori evolusi, padahal dia melalui NAZI jelas-jelas sudah memasukkan tulisan tentang evolusi sebagai salah satu tulisan terlarang.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 07, 2011, 01:52:38 AM
Untuk menguji keabsahan suatu teori dapat digunakan dengan berbagai cara,  menjadi ahli di bidang biologi,  paleontologi dsbnya yang berkaitan dengan evolusi,  itu hanya salah satu cara untuk menguji keabsahan evolusi.   Sama jika kita akan menguji keabsahan suatu teori di fisika atau lainnya,  harus menjadi ahli di bidangnya itu.

Namun ada cara lain yang bisa digunakan,  antara lain dengan filsafat dan paradigma idea research  (  Idea Research Paradigm / IRP }. ::)

Dengan IRP keabsahan suatu teori ditelisik melalui 4 jalur,  sesuai hierarki dari atas ke bawah  :  dasar filosofi dari suatu teori,  Teori,  Hipotesa,  dan Konsep awalnya yang mendorong lahirnya suatu hipotesa.

Dilihat dari bobot tulisan2nya,  HY sangat memahami metoda IRP. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: r2dc pada Mei 07, 2011, 05:33:31 AM
itu arti nya alquran salah.
simple kan ;D




berarti anda adalah orang keturunan monyet.,ato homo-homo yg anda anggap bener teorinya...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 07, 2011, 08:01:47 AM
Soal ledakan kambrium, mahluk hidup tidak semata mata muncul bersamaan secara lengkap. Lalu, siapa bilang catatan fosil sekarang sudah lengkap? Jika anda membantah abiogenesis modern dengan biogenesis, bukankah penciptaan langsung juga terbantahkan? "Manusia berasal dari tanah liat", bukankah biogenesis yg anda ajukan juga membantah hal itu? Biogenesis Pasteur tidak membantah abiogenesis modern, melainkan membantah generatio spontanea. Masalah generatio spontanea telah selesai puluhan tahun lalu, mengapa sekarang dipermasalahkan kembali?

Soal penciptaan, memang sebelum kambrium tidak ditemukan mahluk hidup? Lalu, penciptaan langsung juga menyisakan pertanyaan teologis, jika Tuhan "pernah mencipta", lalu mengapa Ia berhenti mencipta? Mengapa kita tidak pernah melihat proses penciptaan langsung? Mengapa kita tidak pernah mendapati mahluk hidup muncul tiba2 lewat penciptaan?

Penciptaan langsung memliki konsep sama dengan generatio spontanea, hanya saja berbeda soal konsep peran langsung Tuhan didalamnya.

Saya lebih sepaham dengan Teilhard de Chardin bahwa evolusi adalah mekanisme yg diterapkan Tuhan pada alam semesta, dan bukan hanya fisik kita yg mengalaminya, tapi juga mental. Ini bukan opini ilmiah, hanya masalah perspektif pribadi saya.

Soal tulisan Harun Yahya, banyak sekali saya temukan propaganda, dan quote mining secara selektif yg terkesan membela argumennya, dan hal ini dilakukan bukan hanya pada tulisan2nya mengenai evolusi, tapi juga pada tema2 lain. Lalu soal pencantuman ayat Al-Quran, kitab suci dari berbagai agama pun memiliki bahasa yg mengandung banyak makna, dan maknanya bisa berubah tergantung pada penafsiran pribadi tiap orang. Harun Yahya sendiri tidak menjelaskan mekanisme keanekaragaman mahluk hidup, melainkan hanya menyalahkan teori evolusi, sehingga konsep penciptaan langsung menurutnya dianggap benar.

Masalah kesamaan fosil dari mahluk hidup masa lampau dengan mahluk hidup di zaman sekarang, evolusi tidak mengharuskan adanya perubahan drastis terjadi pada suatu mahluk hidup dalam kurun waktu tertentu, dan perubahan tsb tidak terjadi apabila tidak diperlukan. Misalnya jika tidak ada perubahan faktor yg merangsang mahluk hidup tersebut untuk beradaptasi.

Mungkin salah satu penyebab banyaknya kesalahpahaman mengenai evolusi akibat pembelajaran di sekolah. Di SMA, evolusi dan asal usul kehidupan(origin of life) ada di bab yg sama di buku2 sumber pembelajaran siswa, dan origin of life sering dijadikan latar belakang sebelum membahas evolusi. Banyak guru di sekolah mengajarkan bahwa evolusi sudah "runtuh" menurut klaim Harun Yahya yg mencantumkan ayat2 Quran, dan karena  mayoritas guru di sekolah2 negeri adalah muslim, sehingga malah ajaran Harun Yahya yg diajarkan pada siswa. Terdapat juga guru yg salah paham mengenai evolusi, dan menganggap evolusi bersifat linier, dan konsep missing link seringkali menimbulkan pertanyaan, hal ini diperparah dengan penafsiran gambar "origin of man"( berupa deret yg menggambarkan "evolusi manusia", mulai dari kera, lalu kera bipedal, homo habilis, homo erectus, dst) sehingga evolusi dianggap linear.

 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 07, 2011, 11:10:37 AM
1. Jika anda membantah abiogenesis modern dengan biogenesis, bukankah penciptaan langsung juga terbantahkan? "Manusia berasal dari tanah liat", bukankah biogenesis yg anda ajukan juga membantah hal itu? Biogenesis Pasteur tidak membantah abiogenesis modern, melainkan membantah generatio spontanea. Masalah generatio spontanea telah selesai puluhan tahun lalu, mengapa sekarang dipermasalahkan kembali?

-   Benar,  penciptaan langsung juga terbantahkan oleh biogenesis.  Dalam beberapa posting saya sampaikan tentang generatio spontanea Aristoteles itu adalah Konsep Penciptaan Langsung  (  adanya Penggerak Hidup,  konsep Tuhan versi Aristoteles ).   Suatu Konsep yang berdasarkan suatu Keyakinan bukanlah suatu Teori Ilmiah.   Tidak mungkin suatu Teori Ilmiah / Biogenesis menggugurkan atau mematahkan  suatu Keyakinan,  kecuali Keyakinan itu sendiri yang gugur.  Jadi,  yang digugurkan oleh teori ilmiah biogenesis adalah teori generatio spontanea bukan versi Aristoteles tetapi generatio spontanea versi Darwin cs,  dimana menganggap makhluk hidup terjadi dari benda mati dengan kemunculan mendadak ( tanpa campur tangan Tuhan / Penggerak Hidup  -  abiogenesis klasik - ).

Saya pribadi berpendapat,  eksperimen yang dilakukan oleh Pasteur dengan alat labu leher angsa,  itu bukan eksperimen untuk membuktikan asal-usul kehidupan ( origin of life ),  melainkan eksperimen untuk membuktikan asal-usul kuman penyakit ( origin of disease ).   Tentang asal-usul kehidupan,  Pasteur pernah meneliti meteorit Orguell ( 1864 ) dan dia percaya asal-usul kehidupan berasal dari luar angkasa.   Hasil penelitian Pasteur itu yang mengilhami fisikawan Carl Sagan,  yang kemudian dilaksanakan oleh NASA dengan peluncuran wahana angkasa Voyager  (  Voyager Golden Record ).


2.  Penciptaan langsung memliki konsep sama dengan generatio spontanea, hanya saja berbeda soal konsep peran langsung Tuhan didalamnya.

-  Benar.   Sekali lagi,  generatio spontanea versi Aristoteles adalah Konsep Penciptaan Langsung.   Dan karena bukan teori ilmiah,  melainkan adalah suatu keyakinan,  maka keyakinan itu diperoleh bukan dengan akal semata,  tetapi diperlukan  :  Naluri,  Nalar,  dan Pengalaman.   Itu pesan yang saya tangkap dari artikel tentang Generatio Spontanea di link faktailmiah.com.   Di link itu penulis artikel juga mempertanyakan biogenesis  :  makhluk hidup berasal dari makluk hidup tidak bisa dibilang asal-usul kehidupan.

3.  Lalu, penciptaan langsung juga menyisakan pertanyaan teologis, jika Tuhan "pernah mencipta", lalu mengapa Ia berhenti mencipta? Mengapa kita tidak pernah melihat proses penciptaan langsung? Mengapa kita tidak pernah mendapati mahluk hidup muncul tiba2 lewat penciptaan?

-   Menurut pendapat saya,  Tuhan tidak pernah berhenti mencipta.   Tuhan Maha Kuasa,  tidak pernah berhenti mencipta :  makhluk hidup dari makhluk hidup  ( proses kelahiran,  atau melalui telur ),  atau mencipta makhluk hidup dari benda mati / konsep penciptaan langsung.   Sekali lagi,  untuk meyakini konsep penciptaan langsung diperlukan naluri,  nalar,  dan akal.   Kita tidak bisa melihat bagaimana proses penciptaan itu berlangsung,  tapi kita bisa melihat langsung melalui pengamatan.   Menurut pendapat saya,  wabah ulat bulu yang menyerang beberapa daerah di Indonesia adalah contoh aktual penciptaan langsung.   Untuk lebih meyakinkan lagi,  silakan datang ke daerah2 pertambakan,  disana banyak penggarap tambak  :  yang modern,  menggunakan bibit dsbnya,  namun ada juga yang tradisional.   Petambak2 tradisional tidak pernah menanam bibit ikan.   Walaupun tambaknya pernah dilanda musim kering yang sangat lama,  tetapi ketika musim hujan tiba,  beberapa bulan kemudian mereka dapat penghasilan dari tambaknya.   Tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan petambak modern.   Namun ironinya,  banyak petambak modern yang hancur dan gulung tikar karena gagal panen,  sedangkan petambak tradisional jalan terus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,  banyak diantara mereka yang berhasil menunaikan ibadah haji.

4. -  Soal tulisan Harun Yahya,  saya tidak sepenuhnya sependapat,  antara lain dia juga mengkaitkan bigbang dengan Al-Quran.   Namun saya sependapat dengan bantahannya soal abiogenesis modern.   :)

*  Allah setiap saat senantiasa dalam kesibukan,  dan Allah merahasiakan perbuatannya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 08, 2011, 01:11:56 AM
berarti anda adalah orang keturunan monyet.,ato homo-homo yg anda anggap bener teorinya...
Anda adalah seorang monyetis (orang yang mengira 'teori evolusi bilang manusia keturunan monyet'). Malang sekali, anda sudah jadi korban propaganda :)

Dan orang yang bilang tulisan HY sangat berbobot masih gak ngaku sebagai fanatis? Emang sebesar apa sih bobot tulisan 'banteng sialan'? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 08, 2011, 04:17:42 AM
Saya menjadi bingung dengan jawaban anda. Sebenarnya paham mana yg anda anggap benar? Anda menyanggah abiogenesis dengan biogenesis, tapi mengatakan abiogenesis tidak berbeda dengan penciptaan langsung, dan anda mengimaninya, jadi mana yg benar? Soal kelahiran, kelahiran bukanlah penciptaan langsung, karena sejatinya zigot terbentuk sebagai hasil fertilisasi atau penggabungan ovum dan sperma. Soal ulat bulu, karena kita tidak melihat prosesnya, maka dikatakan ulat bulu tsb hasil penciptaan langsung? Dan mungkin jika kita beruntung, kelak kita akan menyaksikan seekor cicak terlahir dari dinding rumah kita, begitukah?

Jadi seaneh dan seimajinatif apapun suatu pendapat, jika dikaitkan peran dan keikutsertaan Tuhan didalamnya, lantas menjadi kebenaan? Lalu jika saya umpamanya melibatkan Tuhan dengan evolusi dan mencantumkan ayat2 kitab suci yg mendukung klaim saya, maka klaim saya menjadi benar?

Jika kita mencampuradukan Tuhan dalam sains, maka akan timbul pertanyaan yg tidak berujung. Misalnya jika terjadi hujan, dengan mudahnya kita menjawab Tuhan menangis, jika gunung berapi meletus, maka Tuhan murka, dsb. Jika itu terjadi, maka kita takkan pernah tahu mekanisme alam yg sebenarnya terjadi di balik peristiwa2 tsb.

Hal ini sebenanya yg membuat bangsa Indonesia sulit untuk maju, saya rasa. Jika ada peristiwa yg tidak lazim terjadi, biasanya orang Indonesia geger, mengait-ngaitkannya dengan hal2 berbau gaib dan semacamnya, berlebihan dan berspekulasi terlalu jauh tanpa alasan. Hal ini sangat sering dijumpai, terlebih lagi di pedalaman. Misalnya, jika ada seseorang memiliki ayam berkaki tiga, maka tetangganya akan mengunjungi ayam tersebut untuk meminta berkah, dan si pemilik menganggap ayam tersebut memiliki keistimewaan tertentu. Atau jika terdapat halo di matahari, bentuk awan di langit yg menyerupai hal tertentu, dll. Dan yg lebih konyol lagi, banyak televisi swasta menyiarkan peristiwa2 tsb sebagai suatu hal yg penting, dengan mengaitkannya dengan erbagai isu yg sedang hangat belakangan.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 08, 2011, 06:30:20 AM
@rafek,

Sudah saya duga sebelumnya,  anda sedikit bingung dengan posting saya di atas,    bukan maksud saya membuat bingung orang lain,  semua itu karena ada istilah2 yang ikut2an berevolusi ...................generatio spontanea menjadi abiogenesis,  lalu abiogenesis bercabang dua :  abiogenesis klasik yang kemudian berevolusi menjadi abiogenesis modern.

Intinya saja yah,  bukannya saya menyanggah abiogenesis dengan biogenesis,  melainkan dilihat dari istilah maupun kandungan teorinya,  abiogenesis dibantah oleh biogenesis.  Dibantah bukan lantas abiogenesis gugur,  melainkan malah berevolusi / muncul istilah baru abiogenesis modern.   Ini yang diklaim oleh para evolusionis bahwa Pasteur telah mematahkan abiogenesis klasik,  bukan mematahkan abiogenesis modern.

Yang saya anggap benar adalah abiogenesis klasik atau generatio sponateanya Aristoteles.   Alasannya :

1.  Saya meragukan hasil eksperimen Pasteur yang dilakukan dengan alat labu leher angsa itu  :
     -  Jika eksperimennya dianggap benar oleh dunia sains,  eksperimennya itu tidak membuktikan / tidak ada kaitannya dengan origin of life. melainkan berkaitan dengan origin of disease.
     -  Saya pribadi tidak menganggap eksperimennya itu benar,  karena ada faktor2 lain yang dilupakan oleh Pasteur,  antara lain pengaruh radiasi.   Dogma dari eksperimen Pasteur inilah yang antara lain menyebabkan kebingungan ilmuwan modern berkaitan dengan asal usul virus.

2.  Abiogenesis klasik atau generatio spontaneanya Aristotoles sesuai dengan konsep penciptaan langsung.   Tapi lalu jangan digebyah-uyah bahwa kelak kita akan menyaksikan seekor cicak terlahir dari dinding rumah kita,  dsbnya,  bukan begitu.  Walaupun kita tidak mungkin melihat prosesnya secara langsung,  karena Tuhan selalu merahasiakan perbuatanNya,  tapi ada kondisi2 khusus yang bisa kita amati dari pengalaman.  HY menyebut penciptaan langsung itu terjadi pada kondisi yang sesuai.   Saya analogikan hal ini dengan keyakinan dalam agama saya,  bahwa Nabi Khidir bisa muncul atau hadir pada saat2 yang sangat diperlukan.

3.  Saya tidak percaya abiogenesis modern.   Dipandang dari sudut status sebuah teori,  abiogenesis modern bukan teori ilmiah tetapi pseudoscience.   Tentang hal ini saya sependapat dengan argumen2 yang dikemukakan HY. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 08, 2011, 11:43:21 PM
Makhluk hidup tidak berkembang dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks. Pada saat pertama kali muncul, makhluk hidup sudah teramat kompleks.

Tuhan menciptakan makhluk hidup secara luar biasa. Makhluk hidup diciptakan tepat sesuai dengan keadaan yang akan dihadapinya saat muncul di Bumi.

Al-Quran mengatakan  :  "  Allah menciptakan segala sesuatu,  dan Dia memelihara segala sesuatu  ".

Manusia modern boleh saja menggunakan berbagai cara sesuai sains yang diketahuinya untuk mengolah alam,  antara lain membabat hutan,  menggali tambang,  menghancurkan gunung,  atau menggunakan peptisida untuk membasmi serangga perusak tanaman.   Silakan saja.  Allah Maha Pemelihara,  dan akan memulihkan semua ciptaan yang dirusak oleh manusia dengan caranya,  antara lain dengan mendatangkan bencana dan bermacam-macam penyakit.

Wabah ulat bulu yang datang tida-tiba menyerang berbagai daerah Indonesia merupakan wujud dari perbuatan Allah,  Yang Maha Pemelihara.   Dengan akal semata,  dengan sains saja,  tidak ada ilmuwan di dunia yang mampu menjelaskan kehadiran wabah yang tiba-tiba itu.  Untuk memahami semua itu diperlukan Naluri,  Nalar,  dan Pengalaman. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 09, 2011, 06:07:13 AM
Makhluk hidup tidak berkembang dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks. Pada saat pertama kali muncul, makhluk hidup sudah teramat kompleks.

Tuhan menciptakan makhluk hidup secara luar biasa. Makhluk hidup diciptakan tepat sesuai dengan keadaan yang akan dihadapinya saat muncul di Bumi.

Al-Quran mengatakan  :  "  Allah menciptakan segala sesuatu,  dan Dia memelihara segala sesuatu  ".

Manusia modern boleh saja menggunakan berbagai cara sesuai sains yang diketahuinya untuk mengolah alam,  antara lain membabat hutan,  menggali tambang,  menghancurkan gunung,  atau menggunakan peptisida untuk membasmi serangga perusak tanaman.   Silakan saja. Allah Maha Pemelihara,  dan akan memulihkan semua ciptaan yang dirusak oleh manusia dengan caranya,  antara lain dengan mendatangkan bencana dan bermacam-macam penyakit.

Wabah ulat bulu yang datang tida-tiba menyerang berbagai daerah Indonesia merupakan wujud dari perbuatan Allah,  Yang Maha Pemelihara.
  Dengan akal semata,  dengan sains saja,  tidak ada ilmuwan di dunia yang mampu menjelaskan kehadiran wabah yang tiba-tiba itu.  Untuk memahami semua itu diperlukan Naluri,  Nalar,  dan Pengalaman. :)

jadi menurut semut ireng kalau ada bencana dan musibah yg menelan korban ratusan jiwa, ribuan atau bahkan jutaan jiwa, itu semua karena peran allah yg maha memelihara?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 09, 2011, 06:53:38 AM
jadi menurut semut ireng kalau ada bencana dan musibah yg menelan korban ratusan jiwa, ribuan atau bahkan jutaan jiwa, itu semua karena peran allah yg maha memelihara?

Sudahlah, namanya juga semut-asbun. Entar kapan0kapan dia juga akan bilang bumi itu datar. Yang penting bagi dia kan caper...

Adakah bukti ilmiah penciptaan langsung? TIDAK ADA.
Adalah bukti ilmiah pendukung penciptaan langsung? TIDAK ADA
Apakah penciptaan ilmiah bisa dibuktikan? TIDAK

Tak heran kreasionisme masih dan akan terus menjadi pseudo sains, dan pendukungnya terus bermimpi bisa menggantikan teori ilmiah dengna pseudo sains mereka :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 09, 2011, 08:50:32 AM
Terjadinya bencana yang menelan korban ratusan,  ribuan,  bahkan jutaan orang tidak lepas dari peran / kehendak Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemelihara.   Diantara para korban bencana itu ada orang2 yang berdosa dan mungkin banyak diantara mereka yang tidak berdosa,  misalnya anak2 dsbnya.   Bagi korban yang mungkin banyak berdosa selama hidupnya ( hanya Allah yang Maha Tahu ),  kejadian yang menimpanya bisa dipandang sebagai ' hukuman ' yang diterimanya.   Bagi para korban yang tidak berdosa ( sekali lagi,  hanya Tuhan Yang Maha Tahu ),  itu didalam ajaran agama yang saya yakini disebut :  mati syahid.   Mati syahid surga hadiahnya,  langsung masuk surga begitu saja tanpa ditimbang lagi amal perbuatannya.

Adakah bukti ilmiah evolusi  ?  TIDAK ADA.

Adakah bukti ilmiah seleksi alam  ?  TIDAK ADA.

Adakah bukti ilmiah abiogenesis modern ?  TIDAK ADA.

LHO,  kok sama dengan penciptaan langsung tidak ada bukti ilmiahnya ??  Apa evolusi itu suatu keyakinan agama  ?   Jelas bukan.  Makanya evolusi dan abiogenesis modern itu PSEUDOSCIENCE. :D :D :D

Penciptaan langsung BUKAN TEORI ILMIAH,  tidak perlu memberikan bukti ilmiah.   Untuk meyakininya diperlukan Naluri,  Nalar,  dan Pengalaman.

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 09, 2011, 09:08:34 PM
jadi menurut semut ireng kalau ada bencana dan musibah yg menelan korban ratusan jiwa, ribuan atau bahkan jutaan jiwa, itu semua karena peran allah yg maha memelihara?


Itu juga bisa dipandang sebagai peringatan Allah kepada manusia,  untuk menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tegas dalam Memelihara Hukum2 alam yang telah ditetapkanNya,   Segala sesuatu diciptakan oleh Allah sesuai ukuran yang telah ditetapkanNya.   Kemajuan sains menjadikan manusia sombong karena merasa telah mengetahui hukum2 alam dengan baik.  Kemudian mereka berani mengubah-ubah ukuran yang telah ditetapkanNya.  dalam rangka memenuhi ambisinya untuk  ' menaklukkan alam ',  antara lain melalui teknologi nuklir dan bioteknologi.  Kesombongan semacam itu membutakan mata manusia,  mereka sering tidak menyadari keterbatasannya,  dan sering terlalu prematur dalam menyikapi penemuan2nya.   Jadi,  pada hakikatnya semua bencana itu adalah akibat ulah manusia sendiri.   

Al-Quran mengatakan  :  Allah tidak menganiaya hamba2nya,  manusia itu yang menganiaya diri mereka sendiri.  :)

*   pengikut darwinism dan neo-darwinism secara cerdik melakukan ' propaganda miskonsepsi '  tentang '  Konsep Penciptaan Langsung '  menjadi '  Teori Penciptaan Langsung ',  yang lalu dengan mudah dibantahnya bahwa Teori Penciptaan Langsung itu sama sekali tidak ada bukti ilmiahnya.  Hal ini terlihat jelas pada Konsep generatio spontaneanya Aristoteles dipropagandakan sebagai Teori Aristoteles,  Konsep Kejadian Manusia pada Injil dipropagandakan sebagai Teori Kejadian Manusia,  Konsep Penciptaan Adam disebut pula sebagai Teori Penciptaan Manusia Pertama.  :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 10, 2011, 02:05:15 AM
nguik nguikk....
Adakah bukti ilmiah evolusi? Ya
Adakah bukti ilmiah seleksi alam? Ya
Adakah bukti ilmiah abiogenesis modern? ya

Karena itu, evolusi dan abiogenesis masuk ranah ilmiah, karena mereka dikembangkan sesuai metode ilmiah.

Dan karena kreasionisme tidak ilmiah, maka ia tak pernah bsia menggantikan teorie volusi maupun abiogenesis modern. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 10, 2011, 02:57:48 AM
Itu juga bisa dipandang sebagai peringatan Allah kepada manusia,  untuk menegaskan bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Tegas dalam Memelihara Hukum2 alam yang telah ditetapkanNya,   Segala sesuatu diciptakan oleh Allah sesuai ukuran yang telah ditetapkanNya.   Kemajuan sains menjadikan manusia sombong karena merasa telah mengetahui hukum2 alam dengan baik.  Kemudian mereka berani mengubah-ubah ukuran yang telah ditetapkanNya.  dalam rangka memenuhi ambisinya untuk  ' menaklukkan alam ',  antara lain melalui teknologi nuklir dan bioteknologi.  Kesombongan semacam itu membutakan mata manusia,  mereka sering tidak menyadari keterbatasannya,  dan sering terlalu prematur dalam menyikapi penemuan2nya.   Jadi,  pada hakikatnya semua bencana itu adalah akibat ulah manusia sendiri.   

Al-Quran mengatakan  :  Allah tidak menganiaya hamba2nya,  manusia itu yang menganiaya diri mereka sendiri.  :)

*   pengikut darwinism dan neo-darwinism secara cerdik melakukan ' propaganda miskonsepsi '  tentang '  Konsep Penciptaan Langsung '  menjadi '  Teori Penciptaan Langsung ',  yang lalu dengan mudah dibantahnya bahwa Teori Penciptaan Langsung itu sama sekali tidak ada bukti ilmiahnya.  Hal ini terlihat jelas pada Konsep generatio spontaneanya Aristoteles dipropagandakan sebagai Teori Aristoteles,  Konsep Kejadian Manusia pada Injil dipropagandakan sebagai Teori Kejadian Manusia,  Konsep Penciptaan Adam disebut pula sebagai Teori Penciptaan Manusia Pertama.  :)
Peringatan? lah... dimatiin, kok peringatan?
kalau tuhan macam ini, patut dipertanyakan maha memelihara nya.
Gua sih ngak sudi ada hubungan ama tuhan macam ini....
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 10, 2011, 03:08:29 AM
Apakah anda masih percaya Harun Yahya, setelah banyaknya manipulasi yg ia lakukan, dan kalangan sains internasional pun tidak menerimanya?

Saya mengulangi pertanyaan yg saya ajukan sebelumnya :
Jadi seaneh dan seimajinatif apapun suatu pendapat, jika dikaitkan peran dan keikutsertaan Tuhan didalamnya, lantas menjadi kebenaran? Lalu jika saya umpamanya melibatkan Tuhan dengan evolusi dan mencantumkan ayat2 kitab suci yg mendukung klaim saya, maka klaim saya menjadi benar?

Evolusi, seleksi alam, dan abiogenesis modern memiliki pembuktian empiris, sedangkan penciptaan langsung tidak. Jika mengklaim suatu teori ilmiah "runtuh", maka harus dibuktikan melalui prosedur ilmiah pula, bukan hanya klaim semata. Dan evolusi tidak hanya bersandar pada gagasan Darwin semata, namun juga ilmu2 lain, misalnya genetika.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 10, 2011, 10:31:21 AM
Apakah anda masih percaya Harun Yahya, setelah banyaknya manipulasi yg ia lakukan, dan kalangan sains internasional pun tidak menerimanya?

Saya mengulangi pertanyaan yg saya ajukan sebelumnya :
Jadi seaneh dan seimajinatif apapun suatu pendapat, jika dikaitkan peran dan keikutsertaan Tuhan didalamnya, lantas menjadi kebenaran? Lalu jika saya umpamanya melibatkan Tuhan dengan evolusi dan mencantumkan ayat2 kitab suci yg mendukung klaim saya, maka klaim saya menjadi benar?

Evolusi, seleksi alam, dan abiogenesis modern memiliki pembuktian empiris, sedangkan penciptaan langsung tidak. Jika mengklaim suatu teori ilmiah "runtuh", maka harus dibuktikan melalui prosedur ilmiah pula, bukan hanya klaim semata. Dan evolusi tidak hanya bersandar pada gagasan Darwin semata, namun juga ilmu2 lain, misalnya genetika.
Coba baca saja tulisan si asbuner di thread biografi Richard Dawkins :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 10, 2011, 02:05:53 PM
Peringatan? lah... dimatiin, kok peringatan?

Allah memperingatkan manusia itu bukan hanya sekali dua kali,  tapi berkali-kali.   Hanya manusianya yang tidak paham dengan peringatan-peringatan Allah.   Terlebih lagi manusia yang mengingkari dirinya sendiri,  bagaimana bisa paham peringatan Allah jika diri pribadinya sendiri tidak dikenalnya,  bahkan diingkarinya ?? ???

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang,  dan Maha Sabar.   Cinta kasih Allah kepada hambanya,  jauh lebih besar dan tidak bisa dibandingkan dengan cinta kasih seorang ibu kepada anak kesayangannya.   Bayangkan saja seorang ibu yang sedemikian cerewetnya mengingatkan anak-anaknya tiap mau keluar rumah atau pergi dengan temannya.   Allah tidak henti-hentinya mengingatkan manusia.    Manusianya yang tidak mengerti peringatan2 Allah. 


*    Soal evolusi dan abiogenesis modern,  bagi saya jelas  :  pseudoscience,  bantahan yang dilakukan oleh Harun Yahya lebih dari cukup.  :D
Dan aneh sekali bila orang mengaku beriman kepada Tuhan tapi percaya evolusinya Darwin.  Dalam keyakinan agama Islam hal itu yang disebut dengan dosa syirik,  yaitu menyekutukan Tuhan.  ::)

   
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 10, 2011, 02:13:50 PM
untung gua ngak percaya tuhan. Amit2 deh, kalau bener ada tuhan macam yg di jelasin si semut ireng.

Oh iya, kalau semut ireng ketemu ama tuhan nya atau ngobrol bareng, bilang supaya dia jauh2 dari gua yah. Amit2 gua ama tuhan macam ini.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 11, 2011, 12:16:47 AM
Dia dekat kamu cronny,  karena Dia sayang kamu.  Kemanapun kamu pergi,  katakanlah seandainya saat ini kamu sedang pergi menuju ke tempat kerja atau kemana saja,  Dia selalu bersamamu.   Jika kamu misalnya akan hadir di tempat pertemuan atau rapat,  Dia yang paling duluan ada di tempat itu.   Tidak ada satu makhlukpun yang lebih duluan dari Dia. :)

Ketidaksadaran manusia terhadap adanya Tuhan mirip dengan ketidaksadaran manusia terhadap adanya oksigen di udara.   Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya oksigen.   Adanya oksigen sebagai salah satu unsur penting bagi hdupnya manusia,  merupakan wujud dari kemurahan Tuhan.   Orang2 yang baik maupun orang2 jahat mendapat jatah oksigen yang sama,  tidak dibeda-bedakan oleh Tuhan.   Bayangkan jika jatah oksigen untuk cronny dalam beberapa menit saja dikurangi oleh Tuhan ..........??   Jadi,  kalo  minta Dia jauh2 saja dari kamu,  analoginya sama dengan minta oksigen jauh2 saja dari kamu,  mau ?? ???

Lagi pula,  sudah amat sangat terlambat jika seseorang masih ingin disebut ilmuwan,  lalu koar-koar ngaku tidak percaya Tuhan,  sudah paham alasannya kan ??  :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 11, 2011, 12:47:57 AM
*Bagi-bagi obat anti lalat ke cronny :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 11, 2011, 01:43:59 AM
pertama, gua ngak pernah ngaku jadi ilmuwan.

kedua, tuhan juga ngak bakal mampu ngurangin jatah oxygen. terkecuali kalau dia mao ngurangin jatah oxygen seluruh mahluk hidup.

ketiga, kalau ada yg bilang dia bunuh seseorang karena dia cinta. gua ngak perlu cinta macam itu.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 11, 2011, 02:02:35 AM
kedua, tuhan juga ngak bakal mampu ngurangin jatah oxygen. terkecuali kalau dia mao ngurangin jatah oxygen seluruh mahluk hidup.

sampeyan keliru mas cronny.  Itu mereka yang meninggal dikatakan disebabkan oleh kanker paru,  PCP,  atau apalah kata dokter misalnya disebabkan karena serangan virus.  itu semua fenomena fisik yang mampu diidentifikasi oleh sains modern.   Faktor non fisiknya bukan tidak ada,  salah satunya karena ' jatah ' oksigen dikurangi atau dihentikan oleh Tuhan.  Dan biarpun diusahakan pake bantuan tambahan oksigen,  kalo Tuhan berkehendak menghentikan,  gak bisa dilawan.   Hal itu bagi Tuhan mudah saja,  tidak perlu mengurangi jatah oksigen bagi seluruh makhluk hidup lainnya. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 11, 2011, 02:23:34 AM
oh... gitu yah.
Jadi tuhan itu macam virus?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 11, 2011, 06:11:07 AM
kayaknya kalo tuhannya cronny mungkin saja.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 11, 2011, 06:30:12 AM
ah.. tuhan banyak macam nya yah?
beda2 gitu?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: hery_hunterz pada Mei 11, 2011, 07:07:07 AM
untung gua ngak percaya tuhan.

ntar kualat lu...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 11, 2011, 01:21:52 PM
ntar kualat lu...
emang meragukan... mao dibilang apa lagi.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 11, 2011, 02:08:16 PM
Tuhan yang mengintervensi hukum alam...konsep Tuhan yang gak dipercaya Einstein
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 11, 2011, 02:37:10 PM
tentang Einstein vs Darwin,

Kutip dari: Pi One
Coba baca di thread biografi Richard Dawkins :D

 :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 11, 2011, 04:34:29 PM
pertama, gua ngak pernah ngaku jadi ilmuwan.

kedua, tuhan juga ngak bakal mampu ngurangin jatah oxygen. terkecuali kalau dia mao ngurangin jatah oxygen seluruh mahluk hidup.

ketiga, kalau ada yg bilang dia bunuh seseorang karena dia cinta. gua ngak perlu cinta macam itu.
kedua, mudah aja, dibikin asma baru tau rasa
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 12, 2011, 12:07:09 AM
ciap...ciap...
*ignored*

kedua, mudah aja, dibikin asma baru tau rasa
Oh, orang yang kena asma itu lagi dihukum Tuhan?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 12, 2011, 03:08:36 AM
kalau aja tuhan bisa memilih korban nya... jangan kebanyakan collateral damage nya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: MonDay pada Mei 12, 2011, 04:32:20 AM
hmm sy jd teringat pendapat Farabi yg ini
jika yg beriman mendapatkan bencana dikatakan cobaan
jika yg tdk beriman mendapatkan bencana dikatakan kutukan
apa bedanya ya?
jika saja Tuhan tak semahakuasa sekarang bahkan Maha Tidak Sempurna
apa kita masih mencintai Tuhan?

berbicara ttg Darwin, ayolah kawan, hal ini sudah terbukti bahkan berkembang
dptkah anda meruntuhkannya dengan sebuah bukti lain? tentunya tanpa melibatkan keimanan, krn keimanan tak memerlukan bukti, sedangkan sains iya
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 12, 2011, 04:55:09 AM
berbicara ttg Darwin, ayolah kawan, hal ini sudah terbukti bahkan berkembang
dptkah anda meruntuhkannya dengan sebuah bukti lain? tentunya tanpa melibatkan keimanan, krn keimanan tak memerlukan bukti, sedangkan sains iya
sebaik nya kita jangan terlalu mengaitkan evolusi dgn darwin. Emang benar darwin salah satu tokoh yg berpengaruh terhadap teori evolusi, tapi ilmu pengetahuan terus berkembang dan mekanisme teori evolusi sekarang jauh lebih lengkap dibanding sewaktu darwin mencetuskan hasil pemikiran nya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 12, 2011, 05:42:56 AM
Mengenai Tuhan, keterlibatanya dalam alam semesta, itu masalah persepsi.
Contohnya, dalam sebuah musibah, ada orang yg bersyukur pada Tuhan karena nyawanya terselamatkan, tapi ada juga orang yg "mengutuk" Tuhan karena telah merenggut segala yg ia miliki. Itu tergantung pada cara orang tsb memandang peristiwa yg menimpanya.

Soal evolusi, tidak hanya didasarkan pada pemikiran Darwin semata, dan telah berkembang pesat, juga didukung oleh ilmu2 lain, misalnya genetika. Sedangakan Harun Yahya hanya mengklaim begitu saja bahwa evolusi '"runtuh", tanpa menggantinya dengan teori lain yg memiliki penjelasan ilmiah.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 12, 2011, 11:26:13 PM
Kutip
berbicara ttg Darwin, ayolah kawan, hal ini sudah terbukti bahkan berkembang
dptkah anda meruntuhkannya dengan sebuah bukti lain? tentunya tanpa melibatkan keimanan, krn keimanan tak memerlukan bukti, sedangkan sains iya

Banyak yang menyangkal teorinya Darwin tanpa melibatkan keimanan.  Penyangkal Darwin bukan HY saja.  Ada ribuan ilmuwan lainnya,  dan bukan ilmuwan kreasionis saja.  Salah satu contohnya Prof.  Sir Fred Hoyle,  ilmuwan atheis yang satu nusa dan satu bangsa dengan Darwin,   peraih Nobel,  selain menolak evolusi juga konsisten menolak teori bigbang.   Fred Hoyle bahkan menawarkan teori baru  :  Panspermia theory.

 
 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 13, 2011, 12:34:52 AM
Sir Fred Hoyle, seorang astronom dan ahli matematika. Mau bantah hal di luar bidangnya? Dan dia adalah penolak teori big bang (meski dia yang mencetuskan istilah itu) dan pendukung steady state.

Apalagi panspermia berkaitan dengan teori origin of life, bukan origin of species (teori evolusi)

Sudah ketahuan siapa yang goblok sekarang? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 01:10:54 AM
gua rasa dia ngak paham ttg teori panspermia deh.
Ini kan berkaitan ttg penyebaran mahluk hidup kan, tapi awal nya mahluk hidup tsb masih menjadi misteri.

Anyway, tetap aja ngak berhubungan ama evolusi sih.
Kenapa ngak bilang aja, tuhan memulai nya dan membiarkan evolusi berlangsung, tanpa mengintervensi. toh kurang lebih sama tuh.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 02:10:36 AM

Apalagi panspermia berkaitan dengan teori origin of life, bukan origin of species (teori evolusi)


lagi-lagi,  gak ada kaitannya yah  ?  argumentasi itu sudah basi.  Origin of life :  abiogenesis modern itu  "  Golok Pembunuh Naga "  bagi  ' teori evolusi ',  itu pseudosains,  cuma kelihatannya saja ilmiah.   Belum terbukti,  dan tidak akan pernah bisa dibuktikan.  Singkatnya,  gak masuk akal.  Bicara secara teori, Teori evolusi sudah dibunuh oleh teori abiogenesis modern.  Selesai,  tinggal sejarahnya ............. :D :D

tapi ada yang mau saya tanyakan,  bener gak sih Hittler melarang evolusi itu diajarkan,  punya linknya ?  ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 02:38:01 AM
Kenapa ngak bilang aja, tuhan memulai nya dan membiarkan evolusi berlangsung, tanpa mengintervensi. toh kurang lebih sama tuh.

usulan " damai " yang menarik.   agar lebih jelas lagi evolusi itu gak ilmiah ya  ? :D :D

kenapa gak terus terang saja  :  ijinkan kami propaganda atheisme lewat biologi ? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 03:00:21 AM
itu bukan usulan gua sih... tapi usulan pope benedict.
Jadi kalau mao komplain, ke vatikan aja sana komplain nya. :D :D

Makanya waktu dikasih link,yah setidaknya dibaca.

Oh iya, pope sebelumnya juga setuju tuh ama evolusi
http://biblelight.net/darwin.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 13, 2011, 03:39:48 AM
usulan " damai " yang menarik.   agar lebih jelas lagi evolusi itu gak ilmiah ya  ? :D :D

kenapa gak terus terang saja  :  ijinkan kami propaganda atheisme lewat biologi ? ::)
Propaganda atheisme lewat biologi itu terlalu spekulatif. Siapa yg bertujuan untuk itu? Motivasi apa dibelakangnya? Hal itu menimbulkan banyak praduga dan kecurigaan berlebih dan cenderung tanpa alasan. Atheisme bukanlah agama, tidak ada keuntungan bagi seorang atheis untuk menyebarkan pemikirannya, layaknya seorang misionaris. Sains memang tidak membahas Tuhan. Soal ketuhanan, itu dibahas pada bidang filosofi atau agama.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 03:41:58 AM
usulan " damai " yang menarik.   agar lebih jelas lagi evolusi itu gak ilmiah ya  ? :D :D

kenapa gak terus terang saja  :  ijinkan kami propaganda atheisme lewat biologi ? ::)
ini dibaca yah... jadi, yg dukung teori evolusi itu bukan yg atheis aja.

http://www.foxnews.com/story/0,2933,424942,00.html
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 04:12:16 AM
Propaganda atheisme lewat biologi itu terlalu spekulatif. Siapa yg bertujuan untuk itu? Motivasi apa dibelakangnya? Hal itu menimbulkan banyak praduga dan kecurigaan berlebih dan cenderung tanpa alasan. Atheisme bukanlah agama, tidak ada keuntungan bagi seorang atheis untuk menyebarkan pemikirannya, layaknya seorang misionaris. Sains memang tidak membahas Tuhan. Soal ketuhanan, itu dibahas pada bidang filosofi atau agama.

Hmm.  Spekulatif  ??  Memang kalo dikatakan ' propaganda ' itu mungkin terlalu vulgar yah.   Ada kok istilah lain yang bisa digunakan.  Namun sebelumnya perlu dipahami bahwa pro-kontra menyangkut teori evolusi itu bukan sekedar debat sains.  Jelas bukan.   Itu adalah bentuk dari perang Atheisme vs Kreasionis.  Dan kalo sudah menyangkut perang,  maka intinya adalah upaya  "  Deception "  atau  "  Pengelabuan  ".   Tentu ada tujuannya,  tidak asal2an saja.   Dan perang melalui jalur sains itu termasuk salah satu jenis perang non-konvensional atau asymmetric war. :)


ini dibaca yah... jadi, yg dukung teori evolusi itu bukan yg atheis aja.

http://www.foxnews.com/story/0,2933,424942,00.html

Gak usah jauh2,  di forsa ini sudah didiskusikan dan ada threadnya,  silakan ditelusuri saja :  Gereja Katholik Tetap Tak Sejalan dengan Darwin. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 04:19:59 AM
itu gua kasih sumber nya... dari pope sendiri dari vatikan.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: hery_hunterz pada Mei 13, 2011, 06:06:18 AM
kalau aja tuhan bisa memilih korban nya... jangan kebanyakan collateral damage nya.

Saya percaya...
Tuhan mengetahui rencana baiknya sendiri  dan rencananya itu terkadang tidak terpikirkan oleh kita.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 06:21:51 AM
Saya percaya...
Tuhan mengetahui rencana baiknya sendiri  dan rencananya itu terkadang tidak terpikirkan oleh kita.
Itu beda nya kita bro... saya tidak percaya tuhan.
Jadi rencana nya itu emang ngak masuk diakal saya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 11:06:49 AM
Itu beda nya kita bro... saya tidak percaya tuhan.

Saya tidak masalahkan soal anda percaya atau tidak,  cuma ingin tahu saja apa alasannya tidak percaya Tuhan ?

Katakanlah,  seandainya anda tidak percaya kitab2 suci,  tidak percaya adanya Nabi,  dsbnya,  apakah anda juga tidak percaya adanya suatu kecerdasan tinggi,  entah apa sebutannya menurut anda,  yang menciptakan alam semesta dan mengatur gerakan2 harmonis di alam semesta ? :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 13, 2011, 11:56:42 AM
Ciap ciap...
Klaim khas HYis, sudah ngawur tapi ngotot total.

Abiogenesis dan teori evolusi adalah dua teori tepisah dan berbeda, tapi berhubungan. Evolusi dimulai sejak makhluknya ada, tidak masalah makhluknya mau terbentuk di bumi atau di luar angkasa.Tidak ada golok pembunuh naga, yang ada pisau kertas mau motong besi (kreasionis sok tahu mau bantah teori ilmiah tapi modal kepercayaan semata).

Dan senjata lain adalah lempar kerikil mau menghancurkan tembok, itu propaganda kreasionis dengan mengait-ngaitkan atheisme dan materialisme dengan teori evolusi (sementara yang menerima teori evolusi tak terbatas atheis, agnostik dan theis taat juga ada). Karena teori evolusi adalah teori ilmiah, bukan fisosofi agama, dan hanya bisa dibantah dengan data dan fakta ilmiah, bukan propaganda kosong.

Hitler juga salah satu subyeknya, tindakan-tindakannya selalu dikaitkan dengan teori evolusi. Padahal Hitler adalah seorang theis, dia selalu bawa-bawa nama Tuhan dalam aksinya, dan dia menganggap tindakannya adalah sesuai kehendak Tuhan. Contoh:
Kutip
Hence today I believe that I am acting in accordance with the will of the Almighty Creator: by defending myself against the Jew, I am fighting for the work of the Lord (Hitler 1943, 65).

Hitler melalui Nazi sudah melarang peredaran buku-buku evolusi sejak tahun 1930-an. yang dilarang diantaranya:
Kutip
6. Writings of a philosophical and social nature whose content deals with the false scientific enlightenment of primitive Darwinism and Monism (Häckel). (Die Bücherei 1935, 279)
http://www.library.arizona.edu/exhibits/burnedbooks/documents.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 13, 2011, 12:22:00 PM
Saya tidak masalahkan soal anda percaya atau tidak,  cuma ingin tahu saja apa alasannya tidak percaya Tuhan ?

Katakanlah,  seandainya anda tidak percaya kitab2 suci,  tidak percaya adanya Nabi,  dsbnya,  apakah anda juga tidak percaya adanya suatu kecerdasan tinggi,  entah apa sebutannya menurut anda,  yang menciptakan alam semesta dan mengatur gerakan2 harmonis di alam semesta ? :)
emang sih lebih gampang kalau percaya ada mahluk atau apa kaya gitu. Kayanya hidup semua sudah diatur atau apa.
Tapi bener kah apa perlu itu semua? Kayanya ngak sih.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 12:59:55 PM
Evolusi dimulai sejak makhluknya ada, tidak masalah makhluknya mau terbentuk di bumi atau di luar angkasa.

Sejak makhluknya ada,  langsung wuusss............Pi One bersabda : sim salabim ala brakada ......Seleksi Alam mulai bekerjalah !!  :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 13, 2011, 02:37:55 PM
meong......
Asbunnya keluar lagi ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 13, 2011, 10:51:16 PM
Kutip dari:  Pi One
Evolusi dimulai sejak makhluknya ada, tidak masalah makhluknya mau terbentuk di bumi atau di luar angkasa.

kayak sinetron ajah ........ :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: MonDay pada Mei 13, 2011, 11:55:04 PM
hmm penasaran sebenarnya ayat mana dalam alquran yang bertentangan dengan evolusi?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 14, 2011, 12:43:14 AM
moooo.....
*ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 14, 2011, 04:07:34 AM
Daftar akademis sains yg menyetujui teori evolusi
http://www.interacademies.net/File.aspx?id=6150

Dari iran, mesir, indonesia, bangladesh, moroko, dll ada tuh di list nya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 14, 2011, 05:21:14 AM
Percuma cronny, si semut-asbun bakal menolak semua sumber yang kita ajukan, karena gak ada embel-embel 'banteng sialan'  ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 14, 2011, 05:54:24 AM
hmm penasaran sebenarnya ayat mana dalam alquran yang bertentangan dengan evolusi?
Sama, jadi penasaran.

Tapi saya ulangi lagi opini saya bahwa penafsiran ayat2 dalam kitab suci dapat berbeda pengertian dan makna tergantung pada persepsi pribadi penafsirnya.

Saya juga ulangi pertanyaan saya:
Jadi seaneh dan seimajinatif apapun suatu pendapat, jika dikaitkan peran dan keikutsertaan Tuhan didalamnya, lantas menjadi kebenaran? Lalu jika saya umpamanya melibatkan Tuhan dengan evolusi dan mencantumkan ayat2 kitab suci yg mendukung klaim saya, maka klaim saya menjadi benar?

Saya juga mengulangi analogi di post saya sebelumnya:
Sebagai contoh, jika saya menjatuhkan pensil, maka apa yg membuat pensil itu jatuh? A. Gravitasi atau B. Tuhan. 

Jika saya menjawab gravitasi, salahkah saya? Apa jika saya menjawab gravitasi, maka saya tidak mempercayai Tuhan?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 14, 2011, 07:23:59 AM
Daftar akademis sains yg menyetujui teori evolusi
http://www.interacademies.net/File.aspx?id=6150

Dari iran, mesir, indonesia, bangladesh, moroko, dll ada tuh di list nya.

Kesepakatan ilmuwan atau keputusan akademis sains  bukan bukti ilmiah. :D



Sama, jadi penasaran.

Tapi saya ulangi lagi opini saya bahwa penafsiran ayat2 dalam kitab suci dapat berbeda pengertian dan makna tergantung pada persepsi pribadi penafsirnya.

Saya juga ulangi pertanyaan saya:
1.  Jadi seaneh dan seimajinatif apapun suatu pendapat, jika dikaitkan peran dan keikutsertaan Tuhan didalamnya, lantas menjadi kebenaran? Lalu jika saya umpamanya melibatkan Tuhan dengan evolusi dan mencantumkan ayat2 kitab suci yg mendukung klaim saya, maka klaim saya menjadi benar?

2.  Saya juga mengulangi analogi di post saya sebelumnya:
Sebagai contoh, jika saya menjatuhkan pensil, maka apa yg membuat pensil itu jatuh? A. Gravitasi atau B. Tuhan. 

Jika saya menjawab gravitasi, salahkah saya? Apa jika saya menjawab gravitasi, maka saya tidak mempercayai Tuhan?


Saya coba jawab :

1.  Melibatkan Tuhan dalam suatu teori ilmiah,  kemudian mencantumkan ayat2 suci untuk klaim membenarkan ato menyalahkan teori ilmiah tersebut,  tidak bisa digunakan untuk membenarkan klaim.   Kecuali,  yang melibatkan Tuhan dalam suatu teori ilmiah memiliki keyakinan bahwa yang disebut ' teori ilmiah "  ( dalam hal ini teori evolusi ) itu hakikatnya bukan teori ilmiah,  tapi pseudoscience.

2.  Jika anda jawab gravitasi,  tidak salah.  Dan anda tidak akan dituduh tidak mempercayai Tuhan.   Anda bisa buat banyak contoh2 lainnya berkaitan dengan teori2 fisika, kimia, ato biologi,  asal tidak berkaitan dengan keyakinan tentang Penciptaan.   Sebagai contoh,  jika anda percaya abiogenesis modern sudah terbukti,  dan anda tidak merasa perlu untuk menelisik lagi secara lebih cermat,  anda tidak merasa perlu untuk minta eksperimen yang dianggap sebagai bukti ilmiah itu harus diulang lagi,  kemungkinan akan ada yang menuduh anda sebagai orang yang tidak percaya Tuhan.  :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 14, 2011, 09:53:54 AM
kalau kesepakatan dari akedemis sains iyg ahli dibidang nya tu ngak ilmiah. Terus yg ilmiah itu kaya apa sih?
Kamu tau peer review ngak?

Gua heran... Institute sains kamu ngak percaya. Tapi HY yg ngak ada kualifikasi di bidang sains malah di percaya utk membahas masalah sains.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 14, 2011, 06:47:19 PM
kalau kesepakatan dari akedemis sains iyg ahli dibidang nya tu ngak ilmiah. Terus yg ilmiah itu kaya apa sih?
Kamu tau peer review ngak?

Gua heran... Institute sains kamu ngak percaya. Tapi HY yg ngak ada kualifikasi di bidang sains malah di percaya utk membahas masalah sains.

Baca lagi :

Kutip
Kesepakatan ilmuwan atau keputusan akademis sains bukan bukti ilmiah.

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 14, 2011, 11:37:42 PM
orang nanya yg ilmiah kaya apa... malah jawab nya begini.
pernah denger peer review?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: MonDay pada Mei 15, 2011, 12:28:57 AM
sy rasa mas semut pikirannya sdg dipolitisi dgn anggapan bahwa institusi2 ilmiah dan para ilmuwan melakukan riset dan pengembangan kemudian memberikan jurnal penelitiannya hanya karena faktor uang, ketakutan akan uangnya tdk dialirkan, am I correct?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 15, 2011, 12:34:59 AM
sy rasa mas semut pikirannya sdg dipolitisi dgn anggapan bahwa institusi2 ilmiah dan para ilmuwan melakukan riset dan pengembangan kemudian memberikan jurnal penelitiannya hanya karena faktor uang, ketakutan akan uangnya tdk dialirkan, am I correct?
Gua rasa sih dia tau kok, tapi melakukan pengiringan opini jadi seakan2 ada sesuatu yg di debatkan.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 15, 2011, 01:47:53 AM
Sesuatu yang ilmiah bisa duji dan dibuktikan secara ilmiah (dengan metode ilmiah).
Dari sini saja telak sekali perbedaan drastis antara teori evolusi (yang merupakan teori ilmiah) dengan opini kreasionisme (yang sekedar propaganda pseudo sains).

sy rasa mas semut pikirannya sdg dipolitisi dgn anggapan bahwa institusi2 ilmiah dan para ilmuwan melakukan riset dan pengembangan kemudian memberikan jurnal penelitiannya hanya karena faktor uang, ketakutan akan uangnya tdk dialirkan, am I correct?
Dalam bahasa singkat: semut-asbun itu IDIOT  ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 15, 2011, 07:59:14 AM
Kacian,  ketahuan kalo cuma ikut-ikutan.   Diingatkan soal Sir Fred Hoyle menawarkan teorinya  :  Panspermia theory,  lalu ancang-ancang mau buktikan makluk hidup terbentuk di luar angkasa  :

Kutip dari: Pi-One
Evolusi dimulai sejak makhluknya ada, tidak masalah makhluknya mau terbentuk di bumi atau di luar angkasa.Tidak ada golok pembunuh naga,

Abiogenesis modern bukan golok pembunuh naga bagi teori evolusi  ?   Lalu kenapa begitu getolnya evolusionis berusaha keras membuktikan itu,  bahkan ada yang ngotot bilang sudah terbukti ??   Tidak mungkin.   Sama saja dengan suku terasing menemukan tumpukan batu bata banyak sekali,  lalu bilang dengan gaya jeniusnya,  tumpukan batu bata ini nanti secara berangsur-angsur dan ' dalam jangka waktu lama ' akan berubah menjadi rumah tembok yang bagus2 seperti yang ada di kota.  :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 15, 2011, 08:08:27 AM
nih orang sudah salah, ngawur, ngotot lagi.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 15, 2011, 10:04:58 AM
nih orang sudah salah, ngawur, ngotot lagi.


Yang mana  ?   saya fokus ke abiogenesis modern saja,  memangnya sudah ada buktinya atau belum  ?   kalo anda bilang sudah terbukti,  tolong jelaskan yang mana  ?   Jangan cuma koar-koar salah ngawur dsbya,  tapi justru lebih ngawur kalo gak bisa jelaskan apa-apa.

*  saya me-reff pendapat Pi One,  abiogenesis klasik sudah dipatahkan Pasteur,  dan Pasteur mendukung abiogenesis modern.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 15, 2011, 10:15:08 AM
nih orang sudah salah, ngawur, ngotot lagi.

Percuma juga kan cronny?
Orang idiot akan sadar kalau sudah ditunjukkan kesalahannya,
tapi orang idiot mutlak bakal makin ngotot dan pede dengan keidiotannya...

Abogenesis itu apa saja dia juga gak sanggup mencerna. Makanya, kenapa juga forum ini gak punya fitur ignore list...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 15, 2011, 10:23:35 AM
Jadi,  Pi One mau terima apa yang saya katakan :  tapi justru lebih ngawur kalo gak bisa jelaskan apa-apa  ?

eksperimen abiogenesis modern,  yang saya ibaratkan suku asing menemukan batu bata ...dstnya,  gak ada bantahan alias diterima ?? :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 15, 2011, 11:24:27 AM
I;m semut-asbun, an IDIOT

Malas meladeni orang idiot yang pamer keidiotan doang...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 15, 2011, 09:40:20 PM
hari gini masih ada suku terasing yang gak tahu cara membuat rumah.

mending mereka semua itu belajar ke Pi One bagaimana cara membuat rumah.  Pi One paling paham menjelaskan kalo ada yang bilang,  O pembuat rumah engkau telah kulihat ................... :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 16, 2011, 06:14:11 AM
I'M ABSOLUTE IDIOT
*ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 16, 2011, 08:20:32 AM
Kutip

The End of Darwinism: And How a Flawed and Disastrous Theory Was Stolen and Sold.

The End of Darwinism reports that the history of Darwinism is full of deception, error, and politics.

:D :D :D :D
http://www.amazon.com/End-Darwinism-Flawed-Disastrous-Theory/dp/1436383684
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 16, 2011, 09:17:11 AM
boku ga aho desu
*ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 16, 2011, 09:31:39 AM
Kutip dari: Pi-One
Dan menjawab 3 pertanyaan seorang Harun Yahya:
1. Bagaimana sel pertama muncul
Pertanyaan ini mestinya dijawab oleh teori lain, yakni teori abiogenesis modern.
2.....
3......

( Membantah Harun Yahya )

Membantahnya cuma begitu doang :  pertanyaan ini mestinya dijawab oleh teori lain, yakni teori abiogenesis modern. Titik ?

 :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 16, 2011, 09:51:36 PM
Kutip dari: Pi One
Namun Harun yahya tak mampu membedakan antara teori evolusi dan teori abiogenesis modern, tidak mampu memahami bahwa teori evolusi membahas asal keanekaragaman makhluk hidup, sementara teori abiogenesis modern membahas asal kehidupan. Jika Harun Yahya gagal membedakan keduanya, ia tak pantas membahas apalagi membantah teori evolusi!

Lagipula makhluk hidup tidak terbentuk dengan cara merakit komponen satu-persatu. Menganalogikan dengan perakitan pesawat boeing adalah hal yang amatkonyol.


( Membantah Harun Yahya )

Bukannya yang menulis di atas itu yang ngawur dan amat konyol ?   Tulisan di atas itu menuduh HY tidak mampu membedakan antara teori evolusi dan abiogenesis modern,  memberi kesan seolah-olah HY tidak tahu soal abiogenesis modern.   Tapi kalimat terakhir bicara soal analogi perakitan pesawat boeing,  menjelaskan HY paham abiogenesis modern.   Gimana tuh,  lalu siapa yang tak punya kualifikasi ? ??? ::)

Kalo mau bantah HY jangan cuma ambil sepotong kutipan, ???  dan lainnya disembunyikan.  ???  Kalo males mengutip secara lengkap,  berikan link asal kutipannya,  hal itu yang biasa dilakukan dalam penulisan ilmiah.   Pertanyaan pertama HY selengkapnya :

"   Bagi kebanyakan orang, pertanyaan "apakah manusia berasal dari kera atau tidak" muncul dalam benak mereka ketika teori Darwin disebutkan. Tapi sebelum membahas masalah ini, sebenarnya masih terdapat beragam pertanyaan yang harus dijawab oleh teori evolusi. Pertanyaan pertama adalah bagaimana makhluk hidup pertama muncul di bumi.

Evolusionis menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa makhluk hidup pertama adalah sel tunggal yang terbentuk dengan sendirinya dari benda mati secara kebetulan. Menurut teori ini, pada saat bumi masih terdiri atas bebatuan, tanah, gas dan unsur lainnya, suatu organisme hidup terbentuk secara kebetulan akibat pengaruh angin, hujan dan halilintar. Tetapi, pernyataan evolusi ini bertentangan dengan salah satu prinsip paling mendasar biologi: Kehidupan hanya berasal dari kehidupan sebelumnya, yang berarti benda mati tidak dapat memunculkan kehidupan."

Dan HY membantah abiogenesis modern :

Oleh karenanya, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup pertama muncul telah menempatkan teori evolusi dalam kesulitan sejak awal. Salah satu tokoh utama pendukung teori evolusi tingkat molekuler, Prof. Jeffrey Bada, membuat pengakuan berikut ini:

Saat ini, ketika kita meninggalkan abad keduapuluh, kita masih dihadapkan pada masalah terbesar yang belum terpecahkan pada saat kita memasuki abad keduapuluh: Bagaimana kehidupan muncul pertama kali di bumi? "


MITOS "EVOLUSI KIMIAWI"

Evolusionis terkenal, Alexander Oparin, muncul dengan gagasan "evolusi kimiawi" di awal abad ke-20. Gagasan ini menyatakan bahwa sel hidup pertama muncul secara kebetulan melalui sejumlah reaksi kimia yang terjadi pada kondisi bumi purba. Akan tetapi, tak satu evolusionis pun, termasuk Oparin sendiri, yang mampu memberikan satu pun bukti yang mendukung gagasan "evolusi kimia". Sebaliknya, setiap penemuan baru di abad ke-20 menunjukkan kehidup-an terlalu kompleks untuk dapat terbentuk secara kebetulan. Evolusionis terkenal Leslie Orgel membuat pengakuan berikut ini: "(Dengan mempelajari struktur DNA, RNA, dan protein) seseorang mestinya berkesimpulan: ternyata kehidupan tidak akan pernah dapat terbentuk melalui reaksi-reaksi kimiawi."

Baca selengkapnya :

http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyibak002.htm 

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 17, 2011, 03:00:55 AM
aho... aho...

aho...aho...
*ignored asbuner who  also fanatic HYis...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 17, 2011, 04:00:47 AM
gak punya pengalaman nulis ilmiah ngotot bantah HY,  kacian ...........
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: hery_hunterz pada Mei 17, 2011, 06:34:02 AM
Sejak makhluknya ada,  langsung wuusss............Pi One bersabda : sim salabim ala brakada ......Seleksi Alam mulai bekerjalah !!  :D :D :D :D

macam Jin/Pesulap kk ...???
okoawkoakowkokaowkok
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 17, 2011, 08:24:44 AM
Rasanya debat evolusi vs penciptaan menjalar kemana mana. Dan tidak kunjung selesai. Saya usulkan anda baca tulisan para ilmuan itu sendiri diluar situs Harun Yahya. Dan kebanyakan kreasonis hanya mencoba "menyalahkan" teori evolusi tanpa menjelaskan teori atau keyakinan yg mereka anut. Jelas saja tidak akan ada titik temu. Saya sendiri hanya memaparkan opini berdasarkan apa yg saya ketahui, tanpa motif apapun.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 17, 2011, 08:30:52 AM
Mengenai abiogenesis modern, atau teori Oparin, telah dibuktikan lewat percoban Urey-Miller.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 17, 2011, 11:13:25 AM
Mengenai abiogenesis modern, atau teori Oparin, telah dibuktikan lewat percoban Urey-Miller.
Emang bisa menjelaskan hal sederhana begitu sama asbuner yang cuma niat caper? Bedain teori evolusi dan teori abiogenesis saja dia gagal total, persis dengan 'mahaguru' dia, si tukang obat HY :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 17, 2011, 11:48:11 AM
Rasanya debat evolusi vs penciptaan menjalar kemana mana. Dan tidak kunjung selesai. Saya usulkan anda baca tulisan para ilmuan itu sendiri diluar situs Harun Yahya. Dan kebanyakan kreasonis hanya mencoba "menyalahkan" teori evolusi tanpa menjelaskan teori atau keyakinan yg mereka anut. Jelas saja tidak akan ada titik temu. Saya sendiri hanya memaparkan opini berdasarkan apa yg saya ketahui, tanpa motif apapun.

Anda termakan propaganda Pi One,   di forsa ini setiap orang yang menentang evolusi dikatakan pengikutnya si tukang obat HY.   Penyanggah Darwin bukan hanya HY,  banyak sekali,  baik ilmuwan kreasionis maupun atheis.   Sudah saya posting beberapa kali,  ada beberapa hal saya tidak sepakat dengan HY.   Saya menelisik teori ilmiah menggunakan IRP ( Idea Research Paradigm ),  dan banyak referensi lainnya.   Dalam pandangan saya,  teori evolusi dan abiogenesis modern bukan teori ilmiah,  tetapi pseudoscience.   Dan menurut pendapat saya,  para penyanggah Darwinism / Neo-Darwinisme tidak perlu repot2 debat soal fosil palsu atau bukan palsu,  cukup fokus meneropong abiogenesis modern. 


Mengenai abiogenesis modern, atau teori Oparin, telah dibuktikan lewat percoban Urey-Miller.

Bukan hanya Oparin ( 1930 ) dan Urey ( 1952 ) serta Miller ( 1953 ) saja yang mengembangkan abiogenesis modern,  ada juga nama2 lain seperti Haldane ( 1928 ) dan Bernal ( 1947 ).  Percobaan yang terkenal memang yang dilakukan oleh Stanley Miller pada tahun 1953.

Pertanyaan saya :  apa alasannya anda mengatakan abiogenesis modern telah dibuktikan lewat percobaan Urey-Miller ??
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 18, 2011, 12:50:38 AM
aho...aho...
*ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 18, 2011, 12:59:35 AM
Pi One mana berani bilang abiogenesis modern telah berhasil dibuktikan oleh Staley Miller,  entar ketahuan waktu sekolah dalam mata pelajaran Kimia dapetnya endog terus. :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 18, 2011, 01:03:52 AM
aho...aho...
*ignored - malas meladeni asbuner yang memutarbalikkan omongan orang*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 18, 2011, 12:39:30 PM
Kutip

Stanley Miller, 77; chemist was a pioneer in studying the origins of life

He drew on the work of University of Chicago chemist Harold C. Urey, who had suggested in 1951 that the early Earth's atmosphere contained methane, ammonia, hydrogen and water — and no oxygen.

Working in Urey's laboratory, Miller placed the four gases in a closed system over a reservoir of water that simulated the early ocean. He heated the water to fill the system with water vapor and repeatedly passed an electrical discharge through the gas to simulate lightning.

Within weeks, he had shown that spontaneous reactions in the system produced 13 of the 21 amino acids — the essential components of proteins — required for life.

Miller's experiments received a strong boost toward credibility Sept. 28, 1969, when a meteorite landed in Murchison, Australia. Analysis showed that the meteorite carried all of the organic chemicals found by Miller in his prebiotic soup, suggesting that they were easily formed under the conditions present in the solar system some 4.5 billion years ago.

www.latimes.com
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 18, 2011, 09:05:10 PM
WHY  ABIOGENESIS IS IMPOSSIBLE

Jerry Bergman, Ph.D.


The problem of the early evolution of life and the unfounded optimism of scientists was well put by Dawkins.  He concluded that Earth’s chemistry was different on our early, lifeless, planet, and that at this time there existed

    ...no life, no biology, only physics and chemistry, and the details of the Earth’s chemistry were very different.  Most, though not all, of the informed speculation begins in what has been called the primeval soup, a weak broth of simple organic chemicals in the sea.  Nobody knows how it happened but, somehow, without violating the laws of physics and chemistry, a molecule arose that just happened to have the property of self-copying—a replicator.  This may seem like a big stroke of luck... Freakish or not, this kind of luck does happen... [and] it had to happen only once... What is more, as far as we know, it may have happened on only one planet out of a billion billion planets in the universe.  Of course many people think that it actually happened on lots and lots of planets, but we only have evidence that it happened on one planet, after a lapse of half a billion to a billion years.  So the sort of lucky event we are looking at could be so wildly improbable that the chances of its happening, somewhere in the universe, could be as low as one in a billion billion billion in any one year.  If it did happen on only one planet, anywhere in the universe, that planet has to be our planet—because here we are talking about it (Dawkins, 1996, pp. 282–283, emphasis in original).


History of Modern Abiogenesis Research

Miller acknowledged that scientists may never know precisely where and when life emerged.  “We’re trying to discuss a historical event, which is very different from the usual kind of science, and so criteria and methods are very different,” he remarked... (Horgan, 1996, p. 139).

The major problem of Millers experiment is well put by Davies,

Making the building blocks of life is easy—amino acids have been found in meteorites and even in outer space.  But just as bricks alone don’t make a house, so it takes more than a random collection of amino acids to make life.  Like house bricks, the building blocks of life have to be assembled in a very specific and exceedingly elaborate way before they have the desired function (Davies, 1999, p. 28).


http://www.trueorigin.org/abio.asp
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 19, 2011, 01:26:30 AM
Why semut-asbun is IDIOT
Cuma idiot yang terus mengklaim abiogenesis sama dengan evolusi...  ::)

Mana nara sumbernya kreasionis yang suka ngulang kaset soak (Ota Benga dll) dan amat benci Darwin (terlihat dari tulisan-tulisannya yang lain). Khas kreasionis fanatis...  ::)

*ignored*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 19, 2011, 06:11:22 AM
saya sudah pake sumber lain,  Pi One masih gak bisa lupakan Ota Benga,  lalu main plintiran nuduh orang mengklaim abiogenesis sama dengan evolusi segala .........memang gak ada hubungannya yah ??  Sudah paham golok pembunuh naga untuk teorinya mbah Darwin ? :D :D

Silakan baca dari link yang saya sampaikan di atas  :

Horgan concluded that if he were a creationist today he would focus on the origin of life because this

    ...is by far the weakest strut of the chassis of modern biology.  The origin of life is a science writer’s dream.  It abounds with exotic scientists and exotic theories, which are never entirely abandoned or accepted, but merely go in and out of fashion (1996, p. 138).
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 19, 2011, 10:01:00 AM
boku ga aho
Tuh kan, idiot emang gak bisa dikasih tahu. Dibilang nara sumber dia adalah kreasionis kolot yang masih bawa kaset soak seperti kasus Ota benga dll, dia bahkan gagal menafsirkan itu ::)

Gak heran si idiot ini masih gagal membedakan teori evolusi dan abiogenesis modern. Wong bedain abiogenesis modern dan klasik (generatio spontanea) juga mutlak gagal kok ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 19, 2011, 10:22:58 AM
okelah anda bilang dia kreasionis kolot,  tapi mana argumentasi / bantahan anda terhadap tulisannya  ?    kalo anda gak bantah ,  itu artinya anda setuju.   mau dibilang Pi One beraninya cuma membantah Harun Yahya ? :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 19, 2011, 10:27:13 AM
aho...aho...
Tak ada debat dengan idiot.

(http://static.kaskus.us/images/smilies/capede.gif)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 22, 2011, 02:57:36 AM
Percobaan Urey-Miller membuktikan bahwa asam amino sederhana dapat terbentuk secara alami. Memang percobaan ini hanya menjelaskan secara parsial, namun saya optimis abiogenesis modern akan berkembang seiring berjalannya waktu. Selain itu, masih ada teori abiotik lain, yaitu panspermia.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 22, 2011, 03:12:16 AM
Rasanya debat evolusi vs penciptaan menjalar kemana mana. Dan tidak kunjung selesai. Saya usulkan anda baca tulisan para ilmuan itu sendiri diluar situs Harun Yahya. Dan kebanyakan kreasonis hanya mencoba "menyalahkan" teori evolusi tanpa menjelaskan teori atau keyakinan yg mereka anut. Jelas saja tidak akan ada titik temu. Saya sendiri hanya memaparkan opini berdasarkan apa yg saya ketahui, tanpa motif apapun.
klo salah emang harus disalahkan, biar ada perbaikan
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 22, 2011, 03:37:24 AM
Masalahnya, apakah kesalahan itu? Soal tulisan Harun Yahya, kalangan ilmiah pun memandangnya negatif, dan tidak diakui. Coba anda baca di wiki, disitu anda bisa menelusuri sumbernya langsung. Selain banyak "kesalahan teknis", juga dijumpai banyak manipulasi, propaganda, quote mining selektif, dan misinterpretasi dalam karya2 Harun Yahya. Coba anda baca tulisan asli para ilmuan yg dijadikan sumber oleh Harun Yahya, diluar tulisan versi Harun Yahya, maka anda akan menemukan maksud yg berbeda. Selain itu, tulisannya hanya terfokus pada klaim "kesalahan evolusi" tanpa menunjukan teori ilmiah pengganti dan bukti nyata yg mendasari klaim tersebut.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 23, 2011, 11:03:27 PM
Percobaan Urey-Miller membuktikan bahwa asam amino sederhana dapat terbentuk secara alami. Memang percobaan ini hanya menjelaskan secara parsial, namun saya optimis abiogenesis modern akan berkembang seiring berjalannya waktu. Selain itu, masih ada teori abiotik lain, yaitu panspermia.

Silakan pelajari lagi percobaan yang dilakukan oleh Stanley Miller pada tahun 1953.   Percobaannya memang menghasilkan beberapa jenis asam amino,  10 - 13 jenis saja.   Tapi dalam percobaannya Miller mengasumsikan atmosfer bumi purba tidak mengandung oksigen.   Jika dia memakai oksigen,  maka yang didapat mungkin bukan asam amino melainkan ozone.  Anda bilang :  namun saya optimis abiogenesis modern akan berkembang seiring berjalannya waktu.  Artinya :  abiogenesis modern masih belum terbukti kebenarannya.  Oleh karenanya Stanley Miller disebut sebagai salah seorang PIONIR dalam mengembangkan abiogenesis modern.

Dan soal asam amino seperti yang ditemukan oleh Miller,  itu bahkan sudah ditemukan oleh Pasteur dll dalam meteorit yang jatuh di Perancis,  meteorit Orguell,  pada tahun 1864.

Soal HY,  bukan hanya HY seorang yang menyanggah teori evolusi.  Ada ribuan ilmuwan lainnya,  termasuk juga ilmuwan yang atheis.   Dan ilmuwan seperti Fancis Collins dll berusaha mendamaikan.   Francis Collins termasuk yang giat mempropagandakan bahwa teori evolusi tidak bertentangan dengan agama Kristen.   Dia percaya Yesus itu Tuhan,  tapi dia juga percaya teori evolusi.  Dan pandangannya itu banyak disanggah oleh para ilmuwan lainnya.

Christianity on the Public Stage: Dr. Francis Collins and the dangerous doctrines of BioLogos

by Lawrence Ford

http://www.icr.org/article/christianity-public-stage-dr-francis/
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 01:44:14 AM
Udah, gak usah ladeni si semut-asbun, bosan.

Dia terus bahas abiogenesis di thread evolusi, sudah gitu terus ngulang kaset soak. Dia terus celoteh soal kandungan oksigen di atmosfer, emang dari mana bumi purba bisa mengandung oksigen yang signifikan sementara belum ada fotosintesis dari makhluk berklorofil awal? Udah dibilang kalau eksperimen Miller hanya menunjukkan bahwa substansi esensial seperti asam amino bisa terbentuk alami di alam, si asbuner malah celoteh soal tidak lengkapnya asam amino dari eksperimen Miller.

Pasteur memang pernah meneliti meteorit orguel, tapi apa yang dia temukan? Dia membor meteoritnya, dan mencari jika ada mikroorganisme yang tumbuh dari sana, hasilnya negatif. Emang Pasteur meneliti soal asam amino apa saja yang terkandung dsb? Ilmuwan lain di masa itu mengkonfirmasi adanya kandungan materi organis di meteorit, tapi sejauh mana pengetahuan mereka masa itu?

Dan udah bosan soal 'ribuan ilmuwan', emang dari ribuan nama berapa yang terkait dengan ilmu biologi? Dan beapa yang cukup kompeten? Melihat betapa dia menyanjung 'ilmuwan bidang interior design' sebagai nara sumber, kita bisa menduga nama-nama lainnya ::)

*Makanya, malas banget meladeni semut-asbun  ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 24, 2011, 02:09:26 AM
Udah, gak usah ladeni si semut-asbun, bosan.

Dia terus bahas abiogenesis di thread evolusi, sudah gitu terus ngulang kaset soak. Dia terus celoteh soal kandungan oksigen di atmosfer, emang dari mana bumi purba bisa mengandung oksigen yang signifikan sementara belum ada fotosintesis dari makhluk berklorofil awal? Udah dibilang kalau eksperimen Miller hanya menunjukkan bahwa substansi esensial seperti asam amino bisa terbentuk alami di alam, si asbuner malah celoteh soal tidak lengkapnya asam amino dari eksperimen Miller.

Pasteur memang pernah meneliti meteorit orguel, tapi apa yang dia temukan? Dia membor meteoritnya, dan mencari jika ada mikroorganisme yang tumbuh dari sana, hasilnya negatif. Emang Pasteur meneliti soal asam amino apa saja yang terkandung dsb? Ilmuwan lain di masa itu mengkonfirmasi adanya kandungan materi organis di meteorit, tapi sejauh mana pengetahuan mereka masa itu?

Dan udah bosan soal 'ribuan ilmuwan', emang dari ribuan nama berapa yang terkait dengan ilmu biologi? Dan beapa yang cukup kompeten? Melihat betapa dia menyanjung 'ilmuwan bidang interior design' sebagai nara sumber, kita bisa menduga nama-nama lainnya ::)

*Makanya, malas banget meladeni semut-asbun  ::)
Klo dibanding Pi One, ribuan ilmuwan itu lebih kompeten mana y?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 24, 2011, 02:44:27 AM
Pi One paling bisanya cuma nyerang personal.    Coba buktikan kalo mampu bantah tulisannya Jerry Bergman PhD di link yang sudah saya posting. :D

Jerry Bergman has seven degrees, including in biology, psychology, and evaluation and research, from Wayne State University, in Detroit, Bowling Green State University in Ohio, and Medical College of Ohio in Toledo.  He has taught at Bowling Green State University, the University of Toledo, Medical College of Ohio and at other colleges and universities.  He currently teaches biology, microbiology, biochemistry, and human anatomy at the college level and is a research associate involved in research in the area of cancer genetics.  He has published widely in both popular and scientific journals. 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 03:44:54 AM
Klo dibanding Pi One, ribuan ilmuwan itu lebih kompeten mana y?
Kenapa bandingin dengan aku? Apa aku sedang bantah satu teori? Apa ilmuwan yang dicatut tadi memberi bukti dan fakta ilmiah? Tapi aku punya cukup PD jika sekedar dibandingkan dengan si tukang obat yang mengklaim gambar ular laut sebagai belut, lalu bikin buku luks soal itu dan ngasih gratis ke berbagai ilmuwan evolusionis dunia  ::) :P ::)

Yang jelas jika ingin mematahkan teori evolusi, kasih data, bukti dan fakta ilmiah. Bukan sekedar celoteh dan klaim-klaim :)


http://www.talkorigins.org/faqs/homs/bergman.html
http://www.talkorigins.org/faqs/bergman-and-racism.html
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 24, 2011, 05:36:55 AM
aha,  lagi2 Pi One ngelesologi,  2 link dari talkorigin.org yang diposting bukan membantah tulisan pada link yang saya posting.

Membantah Harun Yahya saja gak mampu,  logikanya jungkir balik kayak gitu,  mana mampu dia membantah Jerry Bergman ? :D

Atau,  coba mampu gak bantah tulisan Prof. Jianyi Zhang di bawah ini :


Why Neo-Darwinism is Pseudoscience ?

http://www.helium.com/items/599587-why-neo-darwinism-is-a-pseudoscience
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 10:29:35 AM
I'm IDIOT
*ignored*

*Ada yang merasa aku menanggapi celotehnya. Padahal aku cuma menunjukkan sekonyol apa nara sumbernya*  ::) ::) :D

*Iseng lihat link (Jianyi Zhang) yang barusan dia sodorkan. Ternyata tulisan sosok antah berantah, yang entah punya kompetensi di bidang biologi atau tidak. Karena kualitas tulisannya gak jauh beda dari 'nara sumber' dia soal abiogenesis dulu*  ::)  ::)  :D  ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 24, 2011, 12:49:28 PM
Kutip
Pi One paling bisanya cuma nyerang personal.     

 :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 01:31:14 PM
*ignore the idiot*

Next?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 24, 2011, 09:19:59 PM
Kutip
Pi One paling bisanya cuma nyerang personal.     

:D :D
setuju
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 24, 2011, 11:05:56 PM
Kutip
Scientific Censorship and Evolution

The article below was commissioned in February 1995 by the British weekly newspaper, "Times Higher Education Supplement" to appear in March 1995. It has been censored because it challenges, scientifically, the empirical foundations of the neo-Darwinist theory of evolution.

The article was "spiked" by the THES Following a campaign against it by Richard Dawkins, of Oxford University.

In the interests of freedom of speech, and so that such attempts at censorship cannot succeed, I am placing the article in the public domain without copyright restriction and am posting it as widely as possible on the Internet. I also attach a copy of my letter to the editor of the Times Higher Education Supplement saying why I believe this article should be published.

I believe there is an issue of scientific censorship involved here that affects us all equally -- even if you disagree with the conclusions in my article.


Neo-Darwinism: time to reconsider

http://www.lauralee.com/milton2.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 11:43:06 PM
Hoemm.... next? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 24, 2011, 11:56:09 PM
http://www.evolutionhoax.com/index.html
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 24, 2011, 11:59:02 PM
http://ignore-semut-asbun.com/theidiot
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 25, 2011, 12:10:16 AM
http://www.jesus-is-savior.com/Evolution%20Hoax/evolution_the_big_hoax.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 25, 2011, 03:08:22 AM
http://ignore-semutasbun.com/more_idiot
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 25, 2011, 07:09:42 AM
Jika posisi evolusi itu anda katakan pseudosains, maka dimanakah posisi "penciptaan langsung"? Sains?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 25, 2011, 08:58:28 AM
Jika posisi evolusi itu anda katakan pseudosains, maka dimanakah posisi "penciptaan langsung"? Sains?

Penciptaan langsung bukan teori ilmiah atau bukan sains,  melainkan suatu Konsep yang terkandung dalam ajaran agama.    Penciptaan langsung sering salah kaprah disebut :  Teori Penciptaan Langsung.   Penyebutan semacam itu adalah keliru.

Contohnya :  Generatio spontaneanya Aristoteles,  sering salah kaprah disebut Teori Generatio Spontanea.   

Lalu ada yang bilang,  Teori Generatio Spontanea telah dipatahkan oleh Louis Pasteur.   Dalam hal ini perlu diteliti lagi,  mungkin yang dimaksud adalah percobaan John Needham (1713-1781),  atau idenya Darwin tentang origin of life.   Tidak mungkin generatio spontaneanya Aristoteles dipatahkan karena itu bukan teori ilmiah melainkan Konsep Penciptaan Langsung.

Penciptaan Langsung,  sebagai suatu Konsep yang terkandung dalam ajaran agama / keimanan adanya Tuhan,  diyakini kebenarannya bukan berdasarkan akal pikiran semata,  melainkan berdasarkan :  akal pikiran / nalar -  hati/budi nurani atau naluri  -  dan pengalaman.   Penciptaan langsung adalah suatu keyakinan,  tidak bisa digugurkan oleh teori apapun juga,  kecuali keyakinan itu sendiri yang runtuh,  misalnya manusianya yang tadinya beriman menjadi tidak beriman kepada Tuhan.

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 25, 2011, 11:05:36 AM
Teori evolusi adalah teori ilmiah (dibahas dalam cabang biologi - biologi evolusioner)
Opini penciptaan adalah sekedar klaim yang berdasar dogma (dianggap pseudo sains)

Dengan melihat itu saja, sudah terlihat jelas bahwa opini penciptaan tidak bisa menjawab pertanyaan ilmiah, dan tidak akan pernah bisa menggantikan teori ilmiah seperti teori evolusi.

Jadi jika ada tukang obat atau pengikutnya yang mencoba mengajukan pseudo sains mereka buat menggugat teori ilmiah, tertawakan saja :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 25, 2011, 01:26:31 PM
menurut pendapat saya,  tidak eloklah kalo ada evolusionis lokal mentertawakan para ilmuwan penentang teori evolusi seperti Louis Pasteur,  Jerry Bergman,  Jianyi Zhang,  dll itu.   Silakan googling dulu ada berapa banyak ilmuwan terkenal di dunia yang menentang Darwinisme,  lalu berkacalah dulu sebelum mentertawakan mereka.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: MonDay pada Mei 25, 2011, 01:43:26 PM
menurut pendapat saya,  tidak eloklah kalo ada evolusionis lokal mentertawakan para ilmuwan penentang teori evolusi seperti Louis Pasteur,  Jerry Bergman,  Jianyi Zhang,  dll itu.   Silakan googling dulu ada berapa banyak ilmuwan terkenal di dunia yang menentang Darwinisme,  lalu berkacalah dulu sebelum mentertawakan mereka.
seharusnya ini juga berlaku untuk anda :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 25, 2011, 02:02:49 PM
wah, Pi One kasih link hoax ke ke ke

Btw, buku bagus tuh pak semut


Written in clear, easy to understand language
A purely scientific approach with step-by-step detail showing how
the "Theory of Evolution" fails at every level of development

oleh Jhonatan Conleigh
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 25, 2011, 02:03:49 PM
Kutip
  Baru-baru ini kami membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teori evolusi. Singkatnya yang kami tangkap dalam tulisan itu bahwa karya Harun Yahya yang berjudul ”KeruntuhanTeori Evolusi” adalah pseudoscience dan oleh karena itu tidak valid atau tidak ilmiah. Pada dasarnya mereka yang membuat tulisan itu dengan jelas meyakini teori evolusi. Setelah kami pikirkan dan kami diskusikan maka kami memutuskan untuk membuat tulisan yang berkaitan dengan ini, yang dimulai dengan pembahasan apakah karya Harun Yahya ”The Evolution Deceit” itu benar pseudoscience. Tulisan kami ini mungkin akan ditangkap oleh sebagian orang sebagai tulisan para pengagum Harun Yahya(baca:korban Harun Yahya). Bagi kami itu bukan masalah, karena kami hanya menulis apa yang kami anggap benar dalam masalah ini. Dan bukankah anggapan sebaliknya juga berlaku bagi para pendukung teori evolusi itu(baca: korban Darwinisme).

Kata pseudoscience sendiri mempunyai arti yang berbeda bagi sebagian orang, dalam hal ini kami akan mengartikan ”tidak ilmiah” atau ”seolah merupakan sains padahal bukan”. Bagaimana sebuah tulisan bisa disebut tulisan ilmiah atau tulisan sains. Jawabannya jika tulisan tersebut dibuat dengan logika yang benar sesuai metode ilmiah dan disertai bukti-bukti ilmiah maka tulisan tersebut dapat disebut tulisan ilmiah. Paling tidak itu pendapat kami

Siapa Harun Yahya dan Charles Darwin?

Si penulis ini mula-mula menunjukkan keraguan tentang kredibilitas Harun Yahya. Menurutnya Harun Yahya jelas bukan ilmuwan yang kompeten dalam membahas ”Teori Evolusi”. Harun Yahya memang mahasiswa jurusan seni yang tidak tamat. Bagi kami hal ini jelas tidak menjadi masalah, karena siapapun dia kualitasnya jelas ditentukan dari apa yang dia hasilkan. Anggapan sebaliknya juga berlaku . Siapa itu Charles Darwin sang perintis teori evolusi? Dia adalah mahasiswa kedokteran Universitas Edinburgh yang maaf tidak tamat dan akhirnya pindah ke Cambridge menjadi Pendeta Anglikan (lihat Darwin oleh Jonathan Howard hal 3). Atau anda bisa lihat disini atau disini, Charles Darwin juga belajar biologi dan geologi tetapi formalnya pendidikannya jurusan sastra. Jadi apakah dengan begitu karyanya menjadi tidak layak. Kami jelas tidak beranggapan begitu.

Benarkah Harun Yahya Salah Mengambil Premis.

Sang penulis itu juga beranggapan bahwa Harun Yahya salah mengambil premis yaitu ”Manusia berasal dari kera”. Menurutnya yang benar adalah ”Manusia dan kera berasal dari nenek moyang yang sama”. Kami tidak tahu apa maksudnya, yang kami tangkap seolah-olah Harun Yahya membantah teori evolusi tanpa memahami teori evolusi. Coba lihat kata-kata ini

    ”Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 12)

Atau kata-kata ini

    ”Evolusionis menulis skenario evolusi manusia dengan menyusun sejumlah tengkorak yang cocok dengan tujuan mereka, berurutan dari yang terkecil hingga yang terbesar, lalu menempatkan di antara mereka tengkorak beberapa ras manusia yang telah punah. Menurut skenario ini, manusia dan kera modern memiliki nenek moyang yang sama. Sebagian dari mereka menjadi kera modern, sedangkan kelompok lain berevolusi melalui jalur yang berbeda, menjadi manusia kini. ”(Keruntuhan Teori Evolusi oleh Harun Yahya hal 65)

Kata-kata ini jelas membuktikan bahwa Harun Yahya mengerti teori evolusi dengan baik, dan beliau maaf tidak salah mengambil premis.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 25, 2011, 10:51:48 PM

Btw, buku bagus tuh pak semut


he, iya Bung Riski,  buku berjudul  THE HOAX CALLED EVOLUTION karangan Jhonatan Conleigh memang bagus,  tapi gak tahu bagi mereka para korban darwinisme,  mereka masih gak sadar juga fanatik ke HOAX dan justru malah memusuhi HY yang menyerukan agar kembali ke jalan kebenaran.

"   According to the "Theory of Evolution" all living species of  plants and animals evolved in a slow process through random  mutations and natural selection over the course of billions of  years. A primitive fish developed functional limbs, then walked out on to the land, where it “evolved” a complete skeleton, lungs,  and newly-modified olfactory, auditory and  sensory systems.

But how, exactly, did these changes take place? What are the  mechanisms and required steps? How did the bones form?  Or the  muscles?  Or the nerves, or the auditory and olfactory systems?

In  THE HOAX CALLED EVOLUTION we show you in clear,  easy to understand language the step-by-step processes that would have been necessary to accomplish all these things, and demonstrate  by the very rules and definitions of the “theory” itself, that the  "Theory of Evolution" fails at every level of development. "

Pencetus teori evolusi Charles Darwin dan para tukang pukulnya kayaknya gak sadar kalo yang dinamakan teori evolusi  itu ditinjau dari ilmu filsafat,  argumentasinya  bertentangan dengan argumentasi kosmologis,  argumentasi teleologis,  bahkan argumentasi rasionalitasnya Kant.   

Dalam pandangan saya,   Darwin agak lemah pemahamannya soal filsafat,  antara lain ia sembarangan mengutip survival the fittestnya Spencer dsbnya.   Jauh bedanya bila dibandingkan dengan Einstein misalnya,  yang sanggup menciptakan Hukum Kosmiknya yang terkenal :  Kesinambungan Ruang-Waktu.   

 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 25, 2011, 11:21:21 PM
wah, Pi One kasih link hoax ke ke ke
Emang sengaja. Malas meladeni asbuner.

Written in clear, easy to understand language
A purely scientific approach with step-by-step detail showing how
the "Theory of Evolution" fails at every level of development

oleh Jhonatan Conleigh
Baru sekilas baca Point of Viewnya. Dan gak jauh beda dari tulisan si tukang obat. Paling ditulis oleh kreasionis lagi. Sudah berapa banyak tulisan yang dibuat kreasionis yang bantah teori evolusi, dan berapa banyak yang dianggap valid secara ilmiah?

Cara untuk membantah evolusi, buktikan bahwa tidak ada variasi dalam keturunan.

*A MYTH CALLED CREATIONISM*
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 26, 2011, 12:42:35 AM
Kutip
Cara untuk membantah evolusi, buktikan bahwa tidak ada variasi dalam keturunan.
Klo evolusi menyebut sebatas variasi y ga akan banyak ilmuwan yang melakukan pembantahan atas penyesatan itu :)
evolusi hanya sebatas variasi :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Mei 26, 2011, 01:45:34 AM
pihak anti evolusi pada bilang banyak ilmuwan yg menolak teori ini. Ilmuwan yg mana sih yg nolak? Bisa kasih 100 orang? yg masih hidup yah.
Gua penasaran, mao di cross check.

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 26, 2011, 02:05:11 AM
Persis dugaan saya, para kreasionis hanya berputar putar pada Darwin dan "kesalahannya", dan seolah enggan membahas "teori" milik mereka sendiri, tentunya beserta bukti ilmiah yg mendasarinya.

Evolusi sudah jauh berkembang dari zaman Darwin, menjadi teori evolusi sintetis.
Lalu, bicara tentang para ilmuan yg menentang evolusi, teori apa yg mereka tawarkan, serta bukti ilmiah yg mendasari plus mekanismenya.

Pasteur menentang evolusi? 
Biogenesis Pasteur mematahkan generatio spontanea, bukan abiogenesis modern (apalagi evolusi). Mengenai generatio spontanea Aristoteles, pada masa itu pembagian disiplin ilmu belum spesifik seperti sekarang, dan belum ada pemisahan jelas antara sains dan filsafat.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 26, 2011, 05:00:29 AM
Klo evolusi menyebut sebatas variasi y ga akan banyak ilmuwan yang melakukan pembantahan atas penyesatan itu :)
evolusi hanya sebatas variasi :)

Tentu saja, karena teori evolusi menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup. Teori evolusi adalah soal origin of species (beda dengan teori abiogenesis atau origin of life). Akumulasi variasi pada akhirnya akan menghasilkan spesies baru.

pihak anti evolusi pada bilang banyak ilmuwan yg menolak teori ini. Ilmuwan yg mana sih yg nolak? Bisa kasih 100 orang? yg masih hidup yah.
Gua penasaran, mao di cross check.
Sekalian batasi yang punya kualifikasi pada bidang tersebut. Ups, kalau gini si tukang obat gak bisa masuk dong ;D

Pasteur menentang evolusi? 
Biogenesis Pasteur mematahkan generatio spontanea, bukan abiogenesis modern (apalagi evolusi).
Hush, entar si asbuner bakal nyomot tulisan penulis antah berantah sebagai referensi kalau pasteur membantah abiogenesis modern, atau abiogenesis modern adalah generatio spontanea ::) ::) :D

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 07:09:15 AM
pihak anti evolusi pada bilang banyak ilmuwan yg menolak teori ini. Ilmuwan yg mana sih yg nolak? Bisa kasih 100 orang? yg masih hidup yah.
Gua penasaran, mao di cross check.

Digoogling saja silakan ditelusuri sendiri,  ada yang sudah pernah saya posting dan antara lain saya temukan lagi  :


Is Evolution In Trouble? A Scientific Dissent From Darwinism: Over 700 Scientists Reject Evolution And Counting!

Most Americans seem to think that "all" scientists believe in the theory of evolution.

Nothing could be further from the truth.

There are a huge number of highly qualified scientists who reject Darwinism and that number is growing every day.

Here is one example of this movement away from Darwinism:


http://shatteredparadigm.blogspot.com/2008/06/is-evolution-in-trouble-scientific.html



"  The ideology and philosophy of neo-Darwinism which is sold by its adepts as a scientific theoretical foundation of biology seriously hampers the development of science and hides from students the field’s real problems  "

(  Dr. Vladimir L. Voeikov, Professor of Bioorganic, Moscow State University; member of the Russian Academy of Natural Sciences  )


http://www.dissentfromdarwin.org/



1.  Persis dugaan saya, para kreasionis hanya berputar putar pada Darwin dan "kesalahannya", dan seolah enggan membahas "teori" milik mereka sendiri, tentunya beserta bukti ilmiah yg mendasarinya.

Evolusi sudah jauh berkembang dari zaman Darwin, menjadi teori evolusi sintetis.
Lalu, bicara tentang para ilmuan yg menentang evolusi, teori apa yg mereka tawarkan, serta bukti ilmiah yg mendasari plus mekanismenya.

2.  Pasteur menentang evolusi? 
Biogenesis Pasteur mematahkan generatio spontanea, bukan abiogenesis modern (apalagi evolusi). Mengenai generatio spontanea Aristoteles, pada masa itu pembagian disiplin ilmu belum spesifik seperti sekarang, dan belum ada pemisahan jelas antara sains dan filsafat.

1.   Dalam pandangan saya,  teori evolusi dan abiogenesis modern adalah Pseudoscience.  Silakan kalo mau meyakini teori yang nampak ilmiah tetapi sebenarnya bukan ilmiah,  gak apa-apa. 
Dan menurut pendapat saya,  jika kita mengkritisi suatu teori yang lalu kita katakan bahwa teori itu salah berdasarkan argumentasi2 yang kita kemukakan,  tidak ada kewajiban bagi kita menyampaikan yang benarnya teori itu harus bagaimana,  terlebih bila teori itu berkaitan soal asal-usul alam semesta dan asal usul kehidupan di bumi,  dimana pendapat umum mengatakan bahwa hal itu adalah di luar kemampuan manusia.   

Teori evolusi dibangun di atas suatu pondamen dasar berupa hipotesa tentang asal-usul kehidupan  (  origin of life ).   Yang saya sebut pondamen dasar itu merupakan salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan,  dan mungkin tidak terpecahkan karena di luar kemampuan manusia / sains untuk mengetahuinya.

Pondamen dasar teori evolusi,  dulu disebut abiogenesis klasik dan sekarang disebut abiogenesis modern,  jelas bertentangan dengan prinsip / hukum dasar di Biologi,  bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.

Soal adanya keanekaragaman makhluk hdup di dunia ini,  sains tidak bisa menjelaskan,  teori evolusi berusaha menjelaskan tapi gagal.   Bagi orang yang beragama dan taat menjalankan agamanya serta tidak goyah keimanannya,  hal itu merupakan salah satu tanda2 kebesaran Allah SWT.

2.  Soal Pasteur sudah banyak postingan saya di forsa ini.  Dan apakah dia pendukung teori evolusi atau penentang yang kuat teorinya Darwin,  silakan digoogling saja.  Salah satunya saya temukan :

Consequently, Louis Pasteur was a strong opponent of Darwin’s theory.

http://www.answersingenesis.org/creation/v14/i1/pasteur.asp




 


 
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 08:50:42 AM
lagi  :

Darwin Was Wrong.

Logos Research Associates

Silakan dibaca apa misi mereka dan siapa saja orang2 di dalamnya.

http://logosresearchassociates.org/team/
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 26, 2011, 09:30:57 AM
Dan apakah para ilmuan diatas memiliki teori lain? Tentunya dengan bukti ilmiah yg bisa dipertanggung jawabkan plus mekanismenya.

Pasteur tidak membantah abiogenesis modern. Jika anda menganggap hukum dasar biologi adalah biogenesis, bagaimana dengan kisah penciptaan manusia dari tanah? Secara tidak langsung, biogenesis membantahnya juga, kan?

Keanekaragaman mahluk hidup diluar pikiran manusia? Mengapa anda sepesimis itu? Jika dari awal manusia menggunakan "variabel Tuhan" untuk menjawab setiap ketidaktahuan (saya sebut ketidakpedulian) mereka, maka sains dan filsafat tidak akan berkembang menjadi seperti yg kita kenal saat ini.

Saya yakin, alam semesta ada untuk dimengerti, dan dibaliknya terdapat makna bagi kehidupan kita. Maka dari itu, saya tidak menyukai kata2 semacam takdir, jodoh, dll, karena kata2 tersebut terkesan religius, namun sebenarnya apatis, mewakili setiap ketidaktahuan dan ketidakpedulian kita terhadap alam semesta ini. Saya rasa, iman menggunakan akal lebih baik dibanding iman yg percaya dan patuh sepenuhnya pada dogma. Lebih baik saya mencoba dan salah, daripada tetap pada ketidaktahuan dan pasrah.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 10:42:01 AM
1.  Dan apakah para ilmuan diatas memiliki teori lain? Tentunya dengan bukti ilmiah yg bisa dipertanggung jawabkan plus mekanismenya.

2.  Pasteur tidak membantah abiogenesis modern. Jika anda menganggap hukum dasar biologi adalah biogenesis, bagaimana dengan kisah penciptaan manusia dari tanah? Secara tidak langsung, biogenesis membantahnya juga, kan?

3.   Keanekaragaman mahluk hidup diluar pikiran manusia? Mengapa anda sepesimis itu? Jika dari awal manusia menggunakan "variabel Tuhan" untuk menjawab setiap ketidaktahuan (saya sebut ketidakpedulian) mereka, maka sains dan filsafat tidak akan berkembang menjadi seperti yg kita kenal saat ini.

4.  Saya yakin, alam semesta ada untuk dimengerti, dan dibaliknya terdapat makna bagi kehidupan kita. Maka dari itu, saya tidak menyukai kata2 semacam takdir, jodoh, dll, karena kata2 tersebut terkesan religius, namun sebenarnya apatis, mewakili setiap ketidaktahuan dan ketidakpedulian kita terhadap alam semesta ini. Saya rasa, iman menggunakan akal lebih baik dibanding iman yg percaya dan patuh sepenuhnya pada dogma. Lebih baik saya mencoba dan salah, daripada tetap pada ketidaktahuan dan pasrah.

1.  Sudah saya jawab pada posting sebelumnya urut no.1,   Tapi ada juga penyangkal Darwin yang mengajukan teorinya antara lain Louis Pasteur dengan biogenesisnya,  dan juga Sir Fred Hoyle dengan Panspermianya :

"  Sir Fred also rejected Darwin's theory of evolution, putting forward the so-called Panspermia Theory, which suggests that life, or the building blocks of life, could be carried to planets by comets or drifting interstellar dust particles. "

Saya katakan berkali-kali,  teori evolusi adalah pseudoscience,  dan mungkin ada suatu pseudoscience yang bisa diharapkan menjadi sains masa depan.   Tapi untuk teori evolusi :  Tidak. 

Jika orang mengakui dirinya adalah termasuk orang sains,  dia harus berani secara bijak mengakui  ' kedunguan '  dan  ' keidiotan '-nya dihadapkan dengan kebesaran alam semesta dengan segala misterinya.

2.  Sudah ada posting saya  mungkin anda belum baca.  Penciptaan manusia dari tanah itu adalah suatu Konsep di ajaran agama dan merupakan suatu keyakinan.   Tidak ada teori apapun juga yang bisa menggugurkan suatu keyakinan,  kecuali keyakinan itu sendiri yang runtuh,  dstnya.   Silakan dibaca lagi.

3.   Saya tulis lagi  :   Jika orang mengakui dirinya adalah termasuk orang sains,  dia harus berani secara bijak mengakui  ' kedunguan '  dan  ' keidiotan '-nya dihadapkan dengan kebesaran alam semesta dengan segala misterinya.

4.   Berkaitan dengan keyakinan anda saya tidak bisa komen banyak.   Saya menghargai apa yang anda yakini,  walaupun saya tidak sependapat.   Soal Takdir,  kalo gak salah dalam ajaran Islam termasuk Rukun Iman yang ke-6.   Namun Islam juga mengajarkan agar orang menggunakan akalnya dengan sebaik-baiknya,  agar merenungkan sedalam-dalamnya, dsbnya,  jadi tidak membenarkan sikap apatis dan tidak mau berusaha sekeras-kerasnya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 26, 2011, 11:34:44 AM
Panspermia dan biogenesis merupakan teori yg menjelaskan origin of life, bukan origin of species, dan tidak memiliki penjelasan mengenai mekanisme keanekaragaman mahluk hidup. Selain itu, panspermia juga adalah teori abiotik.

Memang keyakinan bukan bahasan sains, begitu pula sebaliknya, sains tidak berada di ranah agama. Jika anda membantah evolusi dengan keyakinan, maka tidaklah valid. Jika anda mengatakan biogenesis membantah abiogenesis, maka premis tsb bisa berbalik melawan keyakinan anda. Abiogenesis modern berawal dari hipotesis Oparin-Haldane, muncul pada tahun 1920, dimana Pasteur telah meninggal.

Memang seseorang tidak ada apa apanya dibandingkan alam semesta dan segala misteri di dalamnya, tapi tidak mustahil manusia mengetahui hal itu. Maka dari itulah sains ada. Menurut pandangan saya, sains membimbing manusia "berpikir layaknya Tuhan berpikir", maksud saya, memahami bagaimana cara kerja alam semesta ini dan peran serta kita didalamnya. Bukan berarti kita menjawab segala ketidaktahuan kita dengan "variabel Tuhan" dan iman sebagai jawabannya. Pandangan saya banyak didasari oleh ajaran mistisme, termasuk sufisme, bukankah anda mempelajarinya juga?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 26, 2011, 12:25:58 PM
Panspermia dan biogenesis merupakan teori yg menjelaskan origin of life, bukan origin of species, dan tidak memiliki penjelasan mengenai mekanisme keanekaragaman mahluk hidup. Selain itu, panspermia juga adalah teori abiotik.
Sudah dibilang kan, si asbuner MUTLAK GAGAL membedakan origin of life dengan origin of species. :)

Dan biar saja dia jadi corong propaganda si tukang obat, in fact teori evolusi diakui sebagai teori ilmiah dan satu-satunya teori yang sanggup menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup. Apalah arti koar-koar tukang obat? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 01:14:52 PM
@Rafek,

Sudah ada posting saya,  saya punya pendapat tentang biogenesisnya Pasteur,  dalam pandangan saya tidak bisa dikatakan origin of life ( biogenesis ),  tapi origin of disease.   Saya mencoba mengikuti pendapat umum bahwa biogenesis Pasteur telah mematahkan generatio spontanea / abiogenesis klasik,   itupun dengan suatu catatan bahwa yang dipatahkan Pasteur bukan generatio spontaneanya Aristoteles,  tetapi percobaannya John Nedham dan hipotesanya Darwin tentang origin of life.  Teori evolusi sebenarnya sudah runtuh pada zamannya Pasteur,  tapi kemudian hidup lagi karena munculnya abiogenesis modern.

Ketika ada yang posting bahwa Pasteur mendukung abiogenesis modern,  saya sudah bantah juga.  Intinya,  tidak ada alasan mengatakan Pasteur mendukung abiogenesis modern.

Dan saya tidak membantah teori evolusi dengan keyakinan.   Sudah ada beberapa posting saya,  saya menggunakan IRP,  menelisik status keilmiahan suatu teori secara komprehensif dari beberapa sudut pandang :  dasar filosofinya,  Konsep,  Hipotesa2nya,  dan status teorinya.   Keyakinan diperlukan,  tetapi fungsinya sekedar sebagai sumber inspirasi.   Keyakinan tidak bisa digunakan untuk menggugurkan teori,  sebaliknya teori tidak bisa menggugurkan keyakinan.

Dari penelisikan dengan IRP saya simpulkan antara lain :  abiogenesis modern itu golok pembunuh naga bagi teori evolusi.   Kita tidak perlu repot2 berdebat soal bukti fosil,  apakah fosil itu benar atau hasil rekayasa / palsu dsbnya.   Cukup kita ketahui bahwa abiogenesis modern itu sampai sekarang belum terbukti kebenarannya,  itu berarti pondamen dasarnya teori evolusi sudah runtuh.

Para evolusionis  selalu berdalih tidak ada hubungannya antara origin of species dengan origin of life.   Mereka secara cerdas berdalih atau mencoba menyesatkan orang lain seolah-olah kedua hal itu berbeda ( memang beda,  tapi berkaitan erat ).  Tapi saya melihat,  justru disitulah KELEMAHAN Teori evolusi.

Silakan dilihat di sitenya para evolusionis,  mereka begitu repotnya mengatakan origin of species itu beda dengan origin of life.   Semua orang tahu itu beda,  tapi kok repot amat mengulang-ulang hal itu,  ada apa ??     

Di forsa ini,  setiap orang yang menentang teori evolusi selalu dituduh sebagai muridnya HY,  korban propaganda si tukang obat HY,  dsbnya.   Hal itu sama sekali tidak benar.

Ya,  saya belajar mistisme juga.  Justru dari situ saya menjadi heran dan seolah-olah tidak percaya bila ada orang mengaku beragama Islam,  Kristen,  Buddha dan Hindu,  lalu mengaku pula / mempertahankan teori evolusi.   Maaf,  bagi saya hal itu sangat tidak masuk akal.   Sama saja dengan merendahkan agama dan keyakinan / dasar keimanannya sendiri,  merendahkan derajat kemanusiaan karena percaya bahwa manusia itu hasil evolusi dari jenis binatang.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 26, 2011, 02:19:28 PM
Pasteur tidak membantah ataupun mendukung abiogenesis modern, karena ia sudah meninggal ketika Oparin-Haldane merumuskan hipotesa mereka. Percobaan Pasteur sendiri menunjukan bahwa bakteri tidaklah muncul dari kaldu yg membusuk, melainkan terbawa oleh udara. Hal ini membantah asumsi yg dianut pada masa itu, dimana diyakini bahwa belatung berasal dari daging yg membusuk, dsb, dengan kata lain generatio spontanea. Percobaan lain yg juga menunjukan hal serupa dilakukan oleh Redi dan Spalanzani sebelumnya.

Teori evolusi "runtuh" di zaman Pasteur? Alasannya?

Percobaan Miller-Urey menunjukan bahwa senyawa organik seperti asam amino bisa terbentuk secara alami. Teori panspermia pun adalah teori abiotik, hanya saja menurutnya senyawa tersebut tidak terbentuk di bumi.
Sampai saat ini, saya belum menemukan ilmuwan yg memiliki teori lain mengenai origin of species dan mekanismenya.
Saya tidak ngotot membela evolusi, hanya saja fakta yg saya pelajari membenarkan hal itu.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 26, 2011, 02:58:03 PM
Lalu mengenai manusia, berhubung ini thread agama dan filosofi, maka saya akan menjelaskan pandangan pribadi saya mengenai ini.

Menurut saya, manusia adalah hewan yg dapat berpikir, yg memiliki "will", kehendak yg melebihi insting. Melalui "will" tsb, manusia hampir bisa melakukan apapun yg dikehendakinya, termasuk melawan determinisme.

Apakah alasan manusia memiliki derajat yg lebih tinggi dari hewan? Apa yg menjadikan manusia sempurna? Jika anda mengatakan menyamakan manusia dgn hewan itu merendahkan martabat, bagaimana dengan mengatakan manusia berasal dari tanah?

Kesempurnaan itu relatif. Menurut saya, martabat tidaklah bergantung pada asal usul seseorang, melainkan perilaku orang tsb.

Apakah begitu tingginya derajat manusia sehingga Tuhan pun harus tawar menawar dengannya, dengan sistem "reward and punishment", surga dan neraka, untuk membujuk manusia berbuat baik?

Apakah saking sempurnanya manusia, hingga mereka dapat menilai dan menghakimi manusia lain sebagai ahli surga dan calon penghuni neraka?

Apakah begitu sucinya mahluk bernama manusia, sehingga mereka enggan mengakui kesalahan mereka sendiri, dan menunjuk mahluk lain yg mereka namakan setan untuk menanggung setiap kesalahan yg mereka buat?

Banyak orang mengatakan, manusia itu sempurna. Saya bilang kesempurnaan itu relatif. Orang lain mengatakan iblis adalah mahluk yg paling sombong, tapi saya menjumpai manusia lebih sombong dan egois dibandingkan iblis.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 04:04:26 PM
Alasannya :

 
Biogenesis Pasteur mematahkan generatio spontanea, bukan abiogenesis modern (apalagi evolusi).

"  Pasteur’s work should have dealt the death blow to the idea of spontaneous generation. But spontaneous generation is an essential part of the theory of evolution. Despite all the efforts of evolutionary scientists, not one observable case of spontaneous generation has ever been found. Pasteur’s findings conflicted with the idea of spontaneous generation (as do all scientific results since). Consequently, Louis Pasteur was a strong opponent of Darwin’s theory."

Menurut pendapat saya,  Pasteur bukan sekedar lawan / penentang kuat teori evolusi,  tapi dia telah meruntuhkan pondasi teori evolusi.

Kalau teori evolusi runtuh,  apa alasannya harus menemukan mekanisme dari teori lain yang bisa menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup ?


Apakah begitu tingginya derajat manusia sehingga Tuhan pun harus tawar menawar dengannya, dengan sistem "reward and punishment", surga dan neraka, untuk membujuk manusia berbuat baik?

Apakah saking sempurnanya manusia, hingga mereka dapat menilai dan menghakimi manusia lain sebagai ahli surga dan calon penghuni neraka?

Apakah begitu sucinya mahluk bernama manusia, sehingga mereka enggan mengakui kesalahan mereka sendiri, dan menunjuk mahluk lain yg mereka namakan setan untuk menanggung setiap kesalahan yg mereka buat?

Banyak orang mengatakan, manusia itu sempurna. Saya bilang kesempurnaan itu relatif. Orang lain mengatakan iblis adalah mahluk yg paling sombong, tapi saya menjumpai manusia lebih sombong dan egois dibandingkan iblis.

Saya tidak menanggapi banyak,  karena apa yang anda sampaikan merupakan pandangan pribadi / keyakinan anda.   Saya sampaikan beberapa hal saja :

-  Saya melihat pengaruh yang kuat dari Pantheisme Spinoza dalam pandangan anda,  Mistisme / Pantheisme di Islam yang saya pahami beda dengan Pantheisme Spinoza.

-  Ada setan yang gaib,  tapi juga ada setan yang berwujud manusia.   Setan yang berwujud manusia,  bagi orang yang belum mengenalnya,  bisa tampak seperti malaekat.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 26, 2011, 11:16:17 PM
Konsep manusia menurut Al-Quran  :

Kutip

  Al-Quran banyak memberi gambaran tentang manusia antara lain sebagai berikut: Manusia diciptakan dengan bentuk fisik yang sangat baik (S.95:4), dengan rupa yang seindah-indahnya (S.64:3) dan dilengkapi dengan organ yang instimewa seperti pancaindra dan hati (S.16:78), agar manusia bersyukur kepada Allah yang belah memberi banyak keindahan dan kesempurnaan. Manusia pun diberi kemampuan berfikir untuk memahami alam semesta (S.13:3) dan dirinya sendiri (S.30:20-21) sebagai ciptaan Allah untuk kemudian meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT,. Manusia mempunyai akal untuk memahami tanda-tanda keagungan Allah, Kalbu untuk mendapatkan cahaya yang tertinggi (S.89:27-30) dan ruh yang kepadanya Allah SWT mengambil kesaksian manusia mengenai keesaan ilahi (S.7:72-74). Bahkan kepadanya agama sebagai tuntunan agar hidupnya selamat dunia dan akherat. ( Bastaman,1995:55).

Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah dibumi (S.2:30), dan di ciptakan Allah bukan untuk main-main (S.23:115), melainkan untuk mengembangkan amanah (S.33:72) dan untuk beribadah kepadaNya (S.51:56) serta selalu menegakkan kebajikan sekaligus menghilangkan keburukan (S.3:110) dengan segala tanggung jawab (S.75:36). Keistimewaan lain manusia adalah memiliki kebebasan luas untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya (S.91:7-10), bahkan agama pun tidak dipaksakan kepadanya (S.2:256). Namun manusia pun dilengkapi dengan banyak kelemahan seperti ketergesah-gesahan (S.17:11), pembantah (S.18:54), melampaui batas (S.10:12), Kikir (S.70:19), mudah putus asa (S.41:49), selalu berkeluh kesah (S.70:20), ingkar (S.80:17), tidak mau bersyukur (S.100:6), mudah lalai setelah mendapat nikmat (S.17:83).(Bastamann:1995:56)

Walaupun demikian fitrah manusia adalah suci dan beriman (S.7:72). Kecenderungan terhadap agama adalah sikap dasarnya (S.30:30), Dalam keadaan sadar ataupun tak sadar manusia selalu merindukan Allah (S.39:8; S.39:49), taat, khusuk, tawakal dan tidak ingkar (S. 17:66-69), terutama bila sedang mengalami malapetaka dan kesulitan hebat (S.31:32, S.17:66). (Bastaman,1995:56).

Al-Quran juga menggolongkan manusia . yaitu: Golongan manusia yang mendapat petunjuk yang lurus (S. 1:7) seperti para nabi (S.22:52;S.6:87), Shiddiqin (S.49
:14-18), para syuhada (S. 3:169-171), Shalihin (S.29:9), muklisin (S.23:57-61; S 29:64-66; S.3:123), muttaqin (S.3:31), mukminin (S.3:139), dan orang-orang yang sabar (S.3:146; S.8:46). Yang kedua golongan manusia yang tidak memdapat petunjuk, seperti orang yang dimurkai Allah dan sesat hidupnya (S.6:144; S.9:37) seperti orang-orang fasik (S. 5:108; S.9:80), zalim (S.6:144 ; S .9:37), kafir (S. 5:67; S.9:37) , musyrik (S.4:48-52; S.4:226-121) dan orang munafik (S.2: 8 – 16).

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 27, 2011, 04:08:57 AM
Sekali lagi, Pasteur membantah generatio spontanea, bukan abiogenesis modern. Soal John Needham, percobaannya telah dijawab oleh Spallanzani, sebelum Pasteur. Pasteur tidak pernah mengetahui abiogenesis modern karena ia telah meninggal sebelum Oparin-Haldane merumuskan hipotesanya.

Tentu saja, jika mengklaim suatu teori salah, maka harus ada teori pengganti yg lebih baik. Tidak mungkin dibiarkan kosong. Dan sampai saat ini, saya belum menemukan teori lain yg menjelaskan keanekaragaman mahluk hidup kecuali evolusi.

Mengenai kepercayaan, lebih dekat ke panentheism dibanding pantheism, dan banyak aliran mistisme menganut paham serupa, setahu saya.

Soal Al-Quran, dan banyak kitab2 lain, penafsirannya memiliki banyak arti, mulai literal/harfiah hingga arti esoteris. Jika hanya mengambil arti harfiah semata, maka hakikatnya sebagai pedoman hidup tidak terpenuhi.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 27, 2011, 06:05:16 AM
Teori evolusi nampak ilmiah,  tapi tidak ilmiah alias pseudoscience.   Dalam pandangan saya,  tidak mungkin ada teori ilmiah lain yang bisa menjelaskan adanya keanekaragaman makhluk hidup,  alasannya seperti yang sudah saya sampaikan di atas :  sains tidak bisa menjelaskan,  karena sains bukan segalanya,  kita harus mengakui bahwa sains itu terbatas.   Sekiranya ada teori lain yang diajukan untuk mengganti teori evolusi,  patut diduga teori baru itu juga pseudoscience.   Dan hal itu cukup adil,  pseudoscience lama diganti dengan pseudoscience yang baru :  Konsep Penciptaaan.   Penyebutannya harus konsisten  :  Konsep Penciptaan,  bukan Teori Penciptaan.

Sains dan agama adalah dua ranah yang berbeda,  masing2 ada jalurnya,  tapi bisa saling melengkapi,  dan saling membutuhkan.   Yang saya maksud ' melengkapi ',  bukan berarti dipaksa untuk ' dicampur-adukkan ' seperti upaya mendamaikan yang dilakukan oleh Francis Collins dan Karl W.Giberson.   Itu sama saja dengan pseudoscience kuadrat,  dan mungkin akan berdampak sangat merugikan di aqidah agama.

Soal faham Pantheisme,  memang berbeda dengan Panentheisme.   Pantheisme ialah suatu faham yang menganggap bahwa semua alam ini adalah Tuhan.  Dengan kata lain,  Tuhan ialah alam ini semua.  Panentheisme menganggap bahwa semua alam ini berada di dalam Tuhan,  tapi bukan berhakikat satu seperti dalam pantheisme.

Yang perlu diingat,  bahwa kedua faham itu berasal dari filsafat / hasil pemikiran semata,  dan tidak mengacu ke kitab-kitab suci agama.   Para penganutnya tidak punya syariat,  cara-cara peribadatan / keimanan yang harus dipatuhi.   Beda dengan Pantheisme di dalam mistik Islam misalnya,  ada syariat berupa ajaran / metoda pengajaran dan dasar-dasar keimanan yang harus dipatuhi.   Dari pengalaman sejarah diketahui ada ahli mistik Islam yang bersuluk dan dianggap melanggar syariat,  antara lain al-Halaj dan Syech Siti Jenar,  dan mungkin juga Mirza Ghulam Ahmad.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 27, 2011, 11:02:21 AM
Seseorang pantatnya gatal.
Ia menggaruk-garuk kepalanya.
Gatalnya gak kunjung hilang.

Begitu pula seseorang bantah teori abiogenesis modern
Tapi yang dia bawa adalah eksperimen Pasteur.

Atau membantah teori evolusi,
tapi yang dia bahas adalah teori abiogenesis

Atau membantah teori ilmiah,
tapi modalnya adalah dogma agama dan tulisan tukang obat.

Gatalnya...
sudah garuk kepala keras-keras,
kenapa gatal di pantat tak kunjung hilang?

::) ::) ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 27, 2011, 09:09:18 PM
ada apa ya kok repot banget bawa2 abiogenesis di evolusi,  diulang-ulang terus oleh para korban Darwinisme seperti kutipan di bawah ini :

 "  Kita juga harus mencatat bahwa teori evolusi tidak bergantung pada bagaimana kehidupan dimulai. Kebenaran atau kesalahan teori abiogenesis tidak berpengaruh pada teori evolusi. "
 
 ( artikel : Lima Miskonsepsi Terbesar Tentang Evolusi ).

pada takut yah sama Golok Pembunuh Naga ?   Pedang Langitnya belum keluar loh...........

 :D :D :D :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Mei 27, 2011, 11:54:54 PM
Kutip
Tentu saja, karena teori evolusi menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup. Teori evolusi adalah soal origin of species (beda dengan teori abiogenesis atau origin of life). Akumulasi variasi pada akhirnya akan menghasilkan spesies baru.
Nah, pernyataan anda yang terakhir itu yang merupakan dugaan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara saintific dan banyak para ilmuwan yang menggugat itu :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 28, 2011, 01:08:44 AM
Nah, pernyataan anda yang terakhir itu yang merupakan dugaan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan secara saintific dan banyak para ilmuwan yang menggugat itu :)
Dan ini adalah klaim kosong yang terus diulang kreasionis.

Terus mengklaim itu tidak ilmiah, padahal teori evolusi berkembang sesuai metode ilmiah (tak bisa dibandingkan dengan opini kreasionisme yang selamanya akan tetap sebagai pseudo sains)
Dan terus mengklaim banyak ilmuwan yang menggugat, padahal seberapa banyak ilmuwan kompeten yang membantah teori evolusi secara ilmiah?

Atau anda juga mau bawa tulisan antah-berantah punya semut-asbun? Seperti menggaruk kepala saat pantat gatal saja ;D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 28, 2011, 05:36:30 AM
 "  Kita juga harus mencatat bahwa teori evolusi tidak bergantung pada bagaimana kehidupan dimulai. Kebenaran atau kesalahan teori abiogenesis tidak berpengaruh pada teori evolusi. "
 
( Dikutip dari artikel : Lima Miskonsepsi Terbesar Tentang Evolusi,  ateisindonesia.wikidot.com ).



Is it possible to know the origin of species without knowing the origin of life?


Is the origin of species misleading for not knowing how life's first species began?


How do you know how the first species began when not knowing how first life began?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 28, 2011, 12:47:00 PM
Pantat yang gatal, kepala yang digaruk. pantas gatalnya gak kunjung hilang :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 28, 2011, 09:28:56 PM
Kutip
"  Kita juga harus mencatat bahwa teori evolusi tidak bergantung pada bagaimana kehidupan dimulai. Kebenaran atau kesalahan teori abiogenesis tidak berpengaruh pada teori evolusi. "
 
( Dikutip dari artikel : Lima Miskonsepsi Terbesar Tentang Evolusi,  ateisindonesia.wikidot.com ).

Artikel di atas nampaknya seperti sains beneran,  penulisnya mungkin merasa sebagai saintist yang telah berhasil menjelaskan ' miskonsepsi ' seperti yang dibayangkannya.  Gak sadar sama saja dengan mengumumkan ke publik bahwa dia bukan orang sains.   Termasuk rada2 telmi juga. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 29, 2011, 01:12:31 AM
Ada yang bantu si asbuner garuk pantatnya? ::)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 29, 2011, 01:48:10 AM
disini juga ada yang GR mengira saya menanggapinya. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 29, 2011, 05:29:12 AM
Ada yang mau bantu si asbuner garuk pantatnya?
Dan turut simpati karena dia gr duluan mengira ditanggapi :)

*Gelar kasur...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 29, 2011, 08:07:26 AM
Apa alasanya anda mengatakan tidak mungkin ada teori yg menjelaskan keanekaragaman mahluk hidup? Apakah kepercayaan semata? Bukankah kepercayaan tidak bisa meruntuhkan sains?

Dalam hal ini, saya sependapat dgn Pi-One. Anda mengklaim Pasteur membantah abiogenesis modern, padahal ia membantah generatio spontanea( silahkan anda membaca tulisan saya sebelumnya mengenai kronologinya). Evolusi tidak bergantung pada origin of life. Evolusi menjelaskan bagaimana keanekaragaman spesies terjadi, terlepas dari konsep origin of life yg dipakai, apakah abiogenesis modern atau panspermia.

Para ilmuwan yg anda sebut menentang evolusi, apakah mereka memiliki teori lain yg menjelaskan origin of species? Tentunya dgn mekanisme dan bukti ilmiah yg mendasarinya.

Lalu soal sufism, para sufi tidak menganggap bahwa Al Hallaj sesat, justru ia dianggap sebagai martir yg dgn tulus mengorbankan nyawanya demi kecintaanya pada Tuhan. Rumi pun membelanya pada suatu kesempatan. Jika anda menganggapnya sesat, maka anda memandangnya dari sudut pandang golongan "ortodoks", bukan sufi. Mengenai Syekh Siti Jenar, saya tidak tahu persis, tapi soal Mirza Ghulam Ahmad, ia tidak berasal dari kalangan sufi.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 29, 2011, 11:29:43 AM
Apa alasanya anda mengatakan tidak mungkin ada teori yg menjelaskan keanekaragaman mahluk hidup? Apakah kepercayaan semata? Bukankah kepercayaan tidak bisa meruntuhkan sains?
Simpel saja bukan? Si asbuner tahu bahwa kreasionisme itu tidak ilmiah, tapi dia tak punya cara untuk membantah teori evolusi yang diakui sebagai teori ilmiah. makanya ia menggunakan senjata khas kreasionis: propaganda. Pertama menyebar bahwa teori evolusi itu pseudo sains (padahal teori evolusi itu ilmiah, dan dibahas dalam cabang biologi, biologi evolusioner, sebagai bukti pengakuan keilmiahan evolusi). Dan yang mutlak pseudo sains adalah kreasionsime.

Kemudian, ia mengklaim tidak ada penjelasan ilmiah atas keanekaragaman makhluk hidup agar ada celah untuk mengajukan penciptaan langsung sebagai jawaban. Singkat kata, dia mau mengajukan iman untuk menjawab pertanyaan ilmiah.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 29, 2011, 12:08:58 PM
Apa alasanya anda mengatakan tidak mungkin ada teori yg menjelaskan keanekaragaman mahluk hidup? Apakah kepercayaan semata? Bukankah kepercayaan tidak bisa meruntuhkan sains?

Dalam hal ini, saya sependapat dgn Pi-One. Anda mengklaim Pasteur membantah abiogenesis modern, padahal ia membantah generatio spontanea( silahkan anda membaca tulisan saya sebelumnya mengenai kronologinya). Evolusi tidak bergantung pada origin of life. Evolusi menjelaskan bagaimana keanekaragaman spesies terjadi, terlepas dari konsep origin of life yg dipakai, apakah abiogenesis modern atau panspermia.

Para ilmuwan yg anda sebut menentang evolusi, apakah mereka memiliki teori lain yg menjelaskan origin of species? Tentunya dgn mekanisme dan bukti ilmiah yg mendasarinya.

Lalu soal sufism, para sufi tidak menganggap bahwa Al Hallaj sesat, justru ia dianggap sebagai martir yg dgn tulus mengorbankan nyawanya demi kecintaanya pada Tuhan. Rumi pun membelanya pada suatu kesempatan. Jika anda menganggapnya sesat, maka anda memandangnya dari sudut pandang golongan "ortodoks", bukan sufi. Mengenai Syekh Siti Jenar, saya tidak tahu persis, tapi soal Mirza Ghulam Ahmad, ia tidak berasal dari kalangan sufi.

Tulisan yang saya bold :  anda keliru.   Tidak ada posting saya bahwa Pasteur membantah abiogenesis modern.   Yang saya bantah adalah posting Pi One bahwa Pasteur mendukung abiogenesis modern.   Alasannya sama dengan yang anda kemukakan,  Pasteur sudah meninggal ketika abiogenesis modern dikembangkan sekitar tahun 1920.  Bantahan saya itu  ' telah dipelintir ' oleh Pi One :


Hush, entar si asbuner bakal nyomot tulisan penulis antah berantah sebagai referensi kalau pasteur membantah abiogenesis modern, atau abiogenesis modern adalah generatio spontanea ::) ::) :D


Menurut pendapat saya tidak perlu 20 pertanyaan untuk meruntuhkan teori evolusi,  cukup satu pertanyaan saja :

Apakah mungkin teori evolusi dan hukum seleksi alamnya bisa diakui sebagai teori ilmiah,  bila makhluk hidup pertama yang muncul di bumi belum bisa dibuktikan secara ilmiah ?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 29, 2011, 01:16:09 PM
Lalu soal sufism, para sufi tidak menganggap bahwa Al Hallaj sesat, justru ia dianggap sebagai martir yg dgn tulus mengorbankan nyawanya demi kecintaanya pada Tuhan. Rumi pun membelanya pada suatu kesempatan. Jika anda menganggapnya sesat, maka anda memandangnya dari sudut pandang golongan "ortodoks", bukan sufi. Mengenai Syekh Siti Jenar, saya tidak tahu persis, tapi soal Mirza Ghulam Ahmad, ia tidak berasal dari kalangan sufi.

Kelihatannya anda kurang cermat dalam membaca posting saya.   Saya tidak menganggap al-Halaj sesat.    Silakan baca lagi  :  Dari pengalaman sejarah diketahui ada ahli mistik Islam yang bersuluk dan dianggap melanggar syariat,  antara lain al-Halaj dan Syech Siti Jenar,  dan mungkin juga Mirza Ghulam Ahmad.

Bukan saya yang menghakimi,  saya merasa tidak punya kapasitas untuk menyalahkan atau membenarkan al-Halaj dan juga Syeh Siti Jenar.   Faktanya,  kedua ahli mistik itu dianggap salah ( melanggar syariat ) oleh ulama2 terdahulu,  berdasarkan sejarah Syeh Siti Jenar bahkan diadili oleh para Wali di jamannya.   Apa yang saya ketahui sekedar ajaran dari sufisme yang menyatakan bahwa,  rahasia Ilahi tidak boleh diterangkan / dijelaskan dan disiarkan dengan terang-terangan,  karena dapat menggoncangkan iman bagi para pemeluk yang awam / pemula  (  Ajaran Imam Al-Ghazali ).   Kalau gak keliru Imam Al-Ghazali juga tidak menyalahkan al-Halaj,  justru menjelaskan bahwa kondisi ' mendaku Allah ' seperti yang dialami oleh al-Hallaj  itu sebenarnya kondisi sementara.

Tentang Mirza Ghulam Ahmad,  menurut pendapat saya beliau adalah Sufi Besar dan Muj'tahid / Pembaharu Agama,  kalibernya sama dengan Imam Al-Ghazali.   Sepengetahuan saya beliau tidak pernah mengaku sebagai Nabi,  tapi ada pengikutnya fanatik yang menganggap beliau adalah Nabi,  hal itu yang menjadi sumber masalah di tingkat akar rumput / awam.

Orang-orang yang tidak mengenal sufisme dengan baik sering memandang sufisme itu adalah ajaran sesat atau bid'ah.   Ada yang memandang sufisme timbul karena pengaruh ajaran lain,  pengaruh ajaran dari Yunani, dsbnya.   Menurut pendapat saya,  sufisme itulah dimensi esoteris Islam.   Salah seorang sufi,  Abu Yasid al-Busthaimi mengatakan :  "  Kami menenggelamkan diri di samudera,  di mana pada Nabi berdiri tegak di tepiannya  ".
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: rafek pada Mei 29, 2011, 02:21:28 PM
Pasteur memang tidak membantah ataupun mendukung abiogenesis modern. Sekali lagi, evolusi tidak bergantung pada teori origin of life mana yg dipakai, abiogenesis modern atau panspermia. Evolusi menerangkan mekanisme spesiasi, tidak bergantung pada mahluk hidup pertama. Bahkan biologi pun belum menemukan kata sepakat soal apa mahluk hidup pertama, lantas anda mengklaim biologi itu pseudosains?

Saya berulang kali menanyakan tentang para ilmuwan yg menentang evolusi dan teori yg mereka usulkan untuk menggantikan evolusi menerangkan origin of species beserta bukti dan mekanismenya. Kritik tanpa solusi tidak mengubah apapun.

Mengenai sufism, mungkin bisa dibahas di thread lain suatu saat. Soal penilaian, itu masalah perspektif. Bagi saya pribadi, lebih baik memahami daripada menghakimi. Saya tidak menemukan sumber Mirza Ghulam Ahmad berasal dari thariqa tertentu.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 29, 2011, 02:51:10 PM
 
1.  Pasteur memang tidak membantah ataupun mendukung abiogenesis modern. Sekali lagi, evolusi tidak bergantung pada teori origin of life mana yg dipakai, abiogenesis modern atau panspermia. Evolusi menerangkan mekanisme spesiasi, tidak bergantung pada mahluk hidup pertama. Bahkan biologi pun belum menemukan kata sepakat soal apa mahluk hidup pertama, lantas anda mengklaim biologi itu pseudosains?

2.  Saya berulang kali menanyakan tentang para ilmuwan yg menentang evolusi dan teori yg mereka usulkan untuk menggantikan evolusi menerangkan origin of species beserta bukti dan mekanismenya. Kritik tanpa solusi tidak mengubah apapun.

1.   Silakan jawab  :


Menurut pendapat saya tidak perlu 20 pertanyaan untuk meruntuhkan teori evolusi,  cukup satu pertanyaan saja :

Apakah mungkin teori evolusi dan hukum seleksi alamnya bisa diakui sebagai teori ilmiah,  bila makhluk hidup pertama yang muncul di bumi belum bisa dibuktikan secara ilmiah ?



2.   Sudah saya jawab.   Sekali lagi,  anda kurang cermat membaca posting saya :

Teori evolusi nampak ilmiah,  tapi tidak ilmiah alias pseudoscience.   Dalam pandangan saya,  tidak mungkin ada teori ilmiah lain yang bisa menjelaskan adanya keanekaragaman makhluk hidup,  alasannya seperti yang sudah saya sampaikan di atas :  sains tidak bisa menjelaskan,  karena sains bukan segalanya,  kita harus mengakui bahwa sains itu terbatas.   Sekiranya ada teori lain yang diajukan untuk mengganti teori evolusi,  patut diduga teori baru itu juga pseudoscience.   Dan hal itu cukup adil,  pseudoscience lama diganti dengan pseudoscience yang baru :  Konsep Penciptaaan.   Penyebutannya harus konsisten  :  Konsep Penciptaan,  bukan Teori Penciptaan.



Anda bahkan belum menjawab pertanyaan saya :



Kalau teori evolusi runtuh,  apa alasannya harus menemukan mekanisme dari teori lain yang bisa menjelaskan keanekaragaman makhluk hidup ?


Kutipan artikel di bawah ini mungkin bisa menjawab apakah Mirza Ghulam Ahmad sufi atau bukan  :   "    bahwa di dunia sufi, penggunaan kata nabi dan wahyu bagi seseorang yang memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan Allah, adalah sangat biasa dan sudah menjadi pengertian umum. Tetapi istilah ini menjadi asing di telinga dan pemahaman orang yang tidak berada atau tidak memahami dunia sufi. Pertanyaannya adalah: Apakah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad seorang sufi? Kalau orang mau jujur memperhatikan kebersahajaan pola hidupnya, ketinggian ruhaninya dan kemampuan spiritualnya, maka akan berkesimpulan bahwa beliau adalah orang yang menempuh jalan sufi " 

(  http://www.facebook.com/group.php?gid=218105991041 )
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 29, 2011, 10:14:54 PM

Bahkan biologi pun belum menemukan kata sepakat soal apa mahluk hidup pertama, lantas anda mengklaim biologi itu pseudosains?


Jangan sampai menimbulkan salah persepsi,  saya tidak pernah posting mengklaim Biologi itu pseudoscience.   Posting saya di thread lain justru menanyakan origin of life itu masuk di mana karena tidak terlihat di Cabang-cabang Ilmu Biologi ? dan tidak ada yang jawab.   Tapi saya sudah menemukan jawabannya :    origin of life is an essential part of the theory of evolution.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 30, 2011, 01:45:37 AM
Pasteur memang tidak membantah ataupun mendukung abiogenesis modern. Sekali lagi, evolusi tidak bergantung pada teori origin of life mana yg dipakai, abiogenesis modern atau panspermia. Evolusi menerangkan mekanisme spesiasi, tidak bergantung pada mahluk hidup pertama. Bahkan biologi pun belum menemukan kata sepakat soal apa mahluk hidup pertama, lantas anda mengklaim biologi itu pseudosains?
Evolusi dimulai setelah makhluk hidup pertama eksis. Tidak masalah bagaimana makhluk hidup itu eksis. Mau terbentuk di bumi, terbentuk sebagian di luar angkasa, atau dibawa meteorit/komet dari luar angkasa.

Bahwa ilmuwan belum tahu bagaimana makhluk hidup pertama itu, tidka menjadi masalah. Masalah baru muncul jika terbukti secara ilmiah kalau makhluk hidup kompleks seperti kucing itu muncul secara tiba-tiba di muka bumi  ::)

Saya berulang kali menanyakan tentang para ilmuwan yg menentang evolusi dan teori yg mereka usulkan untuk menggantikan evolusi menerangkan origin of species beserta bukti dan mekanismenya. Kritik tanpa solusi tidak mengubah apapun.
Itu pertanyaan yang tak bisa dijawab kreasionis. Teori evolusi kan satu-satunya teori ilmiah yang bisa menjawab pertanyaan tentang asal-usul keanekaragaman makhluk hidup (origin of species). Beda dengan origin of life, dimana abiogenesis adalah salah satu teorinya.

Tapi perlu evolusi jutaan tahun bagi kreasionis untuk memahami itu  :P
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 30, 2011, 04:01:56 AM
Kutip
Evolusi dimulai setelah makhluk hidup pertama eksis. Tidak masalah bagaimana makhluk hidup itu eksis. Mau terbentuk di bumi, terbentuk sebagian di luar angkasa, atau dibawa meteorit/komet dari luar angkasa.

Bahwa ilmuwan belum tahu bagaimana makhluk hidup pertama itu, tidka menjadi masalah. Masalah baru muncul jika terbukti secara ilmiah kalau makhluk hidup kompleks seperti kucing itu muncul secara tiba-tiba di muka bumi  ::)


Kita catat dulu  :   Evolusi dimulai setelah makhluk hidup pertama eksis.    Bahwa ilmuwan belum tahu bagaimana makhluk hidup pertama itu, tidka menjadi masalah.

Saya bayangkan teori evolusi itu jadinya seperti ingin berdiri,  tapi gak punya kaki ............... :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Mei 30, 2011, 04:18:42 AM
Batasan lingkup teori evolusi itu sampai mana?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 30, 2011, 05:56:42 AM
ada yang bingun ?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 30, 2011, 01:52:37 PM
Batasan lingkup teori evolusi itu sampai mana?
Teori evolusi adalah teori yang membahas asal keanekaragaman makhluk hidup.
Jadi yang dibahas adalah bagaimana makhluk hidup berkembang jadi sekian banyak spesies. Teori evolusi misal berkaitan dengan genetika, misal untuk mempelajari bagaimana variasi muncul atau perbandingan genetika untuk mengetahui kapan dua spesies terpisah. Tapi bukan berarti semua ilmu genetika masuk ranah evolusi.

Dan masing-masing cabang ilmu tentu ada batasnya. Misal ilmu geologi mempelajari soal tanah dan bumi, tapi tidak perlu membahas soal bagaimana bumi itu sendiri terbentuk.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Mei 30, 2011, 07:58:35 PM
yang dibahas adalah bagaimana makhluk hidup berkembang jadi sekian banyak spesies.       ,,,,,,,,,,dari tadinya cuma satu yang namanya  nenek moyang yang sama (  common descent / common ancestry).

dan karena adanya common ancestry itu tidak bisa dibuktikan,  lalu ilmuwan seperti Francis Collins berargumen membandingkan teori evolusi dengan teori di fisika :  bahwa elektron tidak bisa dilihat dan juga tidak pernah ditanyakan asal-usulnya ........

dia lupa,  elektron sudah dibuktikan adanya berdasarkan hukum dan teori2 fisika yang sudah mapan.......

di sini ada lagi yang bicara membandingkan dengan soal tanah dan bumi dalam ilmu geologi.   Ilmu geologi tidak perlu membahas soal bagaimana bumi itu sendiri terbentuk /  asal usul bumi.   

dia lupa,  soal tanah dan bumi tidak perlu dibuktikan lagi keberadaannya,  wong sudah nyata ketok melok-melok ......................
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 30, 2011, 11:02:51 PM
ZZZZZZzzzzzz......
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: aurinakamil pada Mei 30, 2011, 11:58:29 PM
mungkin darwin tuh ...agak2 paling....masak manusia bersala dari kera........
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Mei 31, 2011, 01:48:38 AM
Pi-one, secara pribadi apakah anda setuju bahwa manusia itu dari kera?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Mei 31, 2011, 11:02:10 AM
Pi-one, secara pribadi apakah anda setuju bahwa manusia itu dari kera?
Kera macam apa dulu? Yang pastinya bukan dari kera yang masih eksis sekarang.

Aku menerima teori evolusi, dan aku tidak percaya segala kisah penciptaan manusia. Bagiku itu bukan merendahkan manusia. Toh manusia dinilai dari perbuatan, bukan dari kelahiran.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Mei 31, 2011, 09:31:51 PM
Kera macam apa dulu? Yang pastinya bukan dari kera yang masih eksis sekarang.

Aku menerima teori evolusi, dan aku tidak percaya segala kisah penciptaan manusia. Bagiku itu bukan merendahkan manusia. Toh manusia dinilai dari perbuatan, bukan dari kelahiran.
Mungkin yang anda maksud dari Hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Apakah para peneliti sudah mendapatkan DNA-DNA-nya ? Jika sudah, saya ingin tanya berapa persen perbedaan genetiknya dengan manusia?

Kenapa saya bertanya demikian, contohnya Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseluruhan kurang dari 5%, ini yang paling terdekat, tapi walau pebedaannya kurang dari 5% keseluruhan genetik tapi mempunyai perbedaan sangat jauh dan banyak dari banyak sisi, mirip sampai kurang dari 5% dari keseluruhan genetik adalah belum tentu keturunan dan tentu anda tidak berpikir keturunan simpanse saat ini kan?

Saya coba dari pendekatan yang terlepas dari biologi yaitu dari sisi ilmu analisa kejiwaan, seorang bocah manusia dan bayi simpanse. Keduanya di beri cermin atau kaca. Seorang bocah mengenali dirinya, mengidentifikasi, meneliti secara fisik, kemudian mengimajinasikan bentuk-bentuk dalam cermin itu, yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Ia bisa berdandan, melihat dan mempelajari dirinya dan lingkungan sekitarnya. Sementara bayi simpanse hanya membuat kaca untuk bahan permainan. Ia tidak mengenali dirinya di dalam cermin. Perbedaan ini adalah perbedaan yang sangat mendasar terlepas dari sisi biologi antara manusia dengan hewan, dimana secara hekakat manusia dan simpanse sangatlah berbeda walaupun memiliki kemiripan dari sisi genetik.

Mirip belum tentu pasti turunan apalagi sama lalu apa dasar sesuatu itu pasti turunan? atau ini pendekatan teori yang masih sangat fleksibel berbagai kemungkinannya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Juni 01, 2011, 12:46:44 AM
Saya coba dari pendekatan yang terlepas dari biologi yaitu dari sisi ilmu analisa kejiwaan, seorang bocah manusia dan bayi simpanse. Keduanya di beri cermin atau kaca. Seorang bocah mengenali dirinya, mengidentifikasi, meneliti secara fisik, kemudian mengimajinasikan bentuk-bentuk dalam cermin itu, yang tidak lain adalah dirinya sendiri. Ia bisa berdandan, melihat dan mempelajari dirinya dan lingkungan sekitarnya. Sementara bayi simpanse hanya membuat kaca untuk bahan permainan. Ia tidak mengenali dirinya di dalam cermin. Perbedaan ini adalah perbedaan yang sangat mendasar terlepas dari sisi biologi antara manusia dengan hewan, dimana secara hekakat manusia dan simpanse sangatlah berbeda walaupun memiliki kemiripan dari sisi genetik.

Typically, monkeys don't know what to make of a mirror. They may ignore it or interpret their reflection as another, invading monkey, but they don't recognize the reflection as their own image. Chimpanzees and people pass this "mark" test -- they obviously recognize their own reflection and make funny faces, look at a temporary mark that the scientists have placed on their face or wonder how they got so old and grey.
http://www.sciencedaily.com/releases/2010/09/100929171739.htm
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 01, 2011, 12:52:47 AM
Typically, monkeys don't know what to make of a mirror. They may ignore it or interpret their reflection as another, invading monkey, but they don't recognize the reflection as their own image. Chimpanzees and people pass this "mark" test -- they obviously recognize their own reflection and make funny faces, look at a temporary mark that the scientists have placed on their face or wonder how they got so old and grey.
http://www.sciencedaily.com/releases/2010/09/100929171739.htm
Yang saya post itu adalah tentang bayi simpanse, kalau simpanse dewasa itu dapat dimungkinkan bisa, tapi apakah setelah dilakukan itu pertanyaannya masih  terus ada atau menghilang?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Juni 01, 2011, 01:00:02 AM
saya mempost itu, untuk memberitahukan bahwa ada hewan lain nya yg mempunyai kemampuan self awareness.
Jadi ini tidak unik hanya di manusia saja.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 01, 2011, 01:19:32 AM
saya mempost itu, untuk memberitahukan bahwa ada hewan lain nya yg mempunyai kemampuan self awareness.
Jadi ini tidak unik hanya di manusia saja.
Itu udah tahu, tapi yang saya bandingkan adalah bayi simpanse dengan bocah manusia (6-18 bulan), hewan yang saya tahu yang bisa hanya lumba-lumba, orang utan dan simpanse, tapi yang paling mendekati simpanse, simpanse itupun bermasalah waktu bayi tidak dapat melakukan itu, dia harus simpanse dewasa yang sempurna, itupun saya masih bertanya itu terus berjalan atau lalu menghilang?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: cronny pada Juni 01, 2011, 05:00:57 AM
Itu udah tahu, tapi yang saya bandingkan adalah bayi simpanse dengan bocah manusia (6-18 bulan), hewan yang saya tahu yang bisa hanya lumba-lumba, orang utan dan simpanse, tapi yang paling mendekati simpanse, simpanse itupun bermasalah waktu bayi tidak dapat melakukan itu, dia harus simpanse dewasa yang sempurna, itupun saya masih bertanya itu terus berjalan atau lalu menghilang?
Untuk saat ini saya belum tahu ttg penelitian yg melibatkan kesadaran diri pada bayi simpanse.
Hanya emang pada manusia neuron2 di otak kita lebih banyak dibanding hewan lain nya, karena itu otak kita lebih berkembang.

Dan apa maksud anda dgn "itu terus berjalan atau lalu menghilang?"
kesadaaran diri pada simpanse dewasa?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 01, 2011, 08:07:04 AM
Mungkin yang anda maksud dari Hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Apakah para peneliti sudah mendapatkan DNA-DNA-nya ? Jika sudah, saya ingin tanya berapa persen perbedaan genetiknya dengan manusia?

Kenapa saya bertanya demikian, contohnya Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseluruhan kurang dari 5%, ini yang paling terdekat, tapi walau pebedaannya kurang dari 5% keseluruhan genetik tapi mempunyai perbedaan sangat jauh dan banyak dari banyak sisi, mirip sampai kurang dari 5% dari keseluruhan genetik adalah belum tentu keturunan dan tentu anda tidak berpikir keturunan simpanse saat ini kan?
Nah, ini yang payah. Tidak tahu teori evolusi, tapi sok membantah. Simpanse adalah kerabat terdekat manusia yang eksis saat ini, tapi siapa evolusionis yang bilang simpanse itu moyang manusia? Simpanse dan manusia itu percabangan terpisah, mereka punya moyang bersama yang bercabang menjadi moyang manusiadan moyang simpanse.

Pengujian genetika itu ada banyak, tergantung apa yang diuji, nilainya bisa berbeda. Kalau tak salah, nilai 5 persen itu perbandingan DNA sequence, untuk yang ini makhluk lain nilainya jauh di bawah itu. Dengan metode sejenis, neanderthal nilainya kalau tak salah 1 persen.

Mirip belum tentu pasti turunan apalagi sama lalu apa dasar sesuatu itu pasti turunan? atau ini pendekatan teori yang masih sangat fleksibel berbagai kemungkinannya.
Tergantung kemiripan di sisi mananya. Ilmuwan tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat. Justru theis/kreasionis yang suka sembarangan, kerabat dekat dibilang moyang...

Dan soal kemiripan antara manusia dengan simpanse+bonobo, ada satu hal yang membedakan mereka dengan semua makhluk lain:
Mereka satu-satunya yang melakukan seks selain untuk reproduksi. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 01, 2011, 08:57:42 AM
Nah, ini yang payah. Tidak tahu teori evolusi, tapi sok membantah. Simpanse adalah kerabat terdekat manusia yang eksis saat ini, tapi siapa evolusionis yang bilang simpanse itu moyang manusia? Simpanse dan manusia itu percabangan terpisah, mereka punya moyang bersama yang bercabang menjadi moyang manusiadan moyang simpanse.

Pengujian genetika itu ada banyak, tergantung apa yang diuji, nilainya bisa berbeda. Kalau tak salah, nilai 5 persen itu perbandingan DNA sequence, untuk yang ini makhluk lain nilainya jauh di bawah itu. Dengan metode sejenis, neanderthal nilainya kalau tak salah 1 persen.
Saya tidak pernah bilang simpanse itu nenek moyang manusia, yang saya post itu adalah sebagai bentuk perbandingan semata, memang salah melakukan perbandingan ? Jika simpanse memiliki 5% dari keseluruhan genetik (sumber:wikipedia), maka berapa persen untuk yang untuk turunan sebelumnya, coba lihat apa konteksnya.

Neandertal, adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen, muncul sekitar 600.000–350.000 tahun yang lalu, saya ada 2 pertanyaan :

1. Apa turunan sebelum Neandertal? Apakah sudah ditemukan DNA-nya? Atau stop sampai di Neandertal berdasarkan pembuktian?
2. Apakah mirip 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel.

Tergantung kemiripan di sisi mananya. Ilmuwan tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat.
Tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat, itu apa tolok ukur yang menentukan bahwa itu sudah hal yang pasti atau ini masih bisa fleksibel?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 01, 2011, 09:45:53 AM
Dan apa maksud anda dgn "itu terus berjalan atau lalu menghilang?"
kesadaaran diri pada simpanse dewasa?
Terus berlanjut pada :

Pertama
Eksistensi nilai historis sebagai trajektori titik balik dalam pembangunan mental.

kedua
Melambangkan sebuah hal penting tentang hubungan libidinal dengan citra-tubuh (the body-image).

Tahap cermin ini juga mendeskripsikan komposisi Ego dalam proses objektifikasi. Ego merupakan hasil akhir dari perselisihan rasa antara suatu rasa penampilan (one's perceived visual appearance) dan rasa emosional atas realitas (one's perceived emotional reality)

Dalam simpanse ini berjalan terus atau ada reaksi diawal saja lalu menghilang? :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 01, 2011, 11:18:45 AM
Saya tidak pernah bilang simpanse itu nenek moyang manusia, yang saya post itu adalah sebagai bentuk perbandingan semata, memang salah melakukan perbandingan ? Jika simpanse memiliki 5% dari keseluruhan genetik (sumber:wikipedia), maka berapa persen untuk yang untuk turunan sebelumnya, coba lihat apa konteksnya.
Bukan 5 persen dari keseluruhan, tapi beda genetis 5 persen. Tahu bedanya?

1. Apa turunan sebelum Neandertal? Apakah sudah ditemukan DNA-nya? Atau stop sampai di Neandertal berdasarkan pembuktian?
Bahkan untuk mengambil sampel dna neanderthal pun sudah cukup sulit, karena dna ini amat mudah rusak. Apa turunan sebelum neanderthal? Yang persis sebelum neanderthal kita tidak tahu, tapi moyang bersama manusia dan neanderthal itu ergaster.

2. Apakah mirip 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel.
Tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat, itu apa tolok ukur yang menentukan bahwa itu sudah hal yang pasti atau ini masih bisa fleksibel?
Alamak...Itu bukan miirp 1 persen, tapi beda 1 persen. Masak tertukar separah ini? Masak manusia lebih miirp simpanse ketimbang neanderthal? :D

Beda genetika ini adalah bahasan dari biologi molekuler, dengan perbandingan beda genetis ilmuwan bisa memperkirakan kapan moyang dua makhluk terpisah. Ini penerapan yang sedikit berbeda namun dasarnya gak jauh beda dengan pengujian dna untuk mengetahui identitas manusia dengan membandingkan dengan dna kerabat/keturunannya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 01, 2011, 01:09:04 PM
Bukan 5 persen dari keseluruhan, tapi beda genetis 5 persen. Tahu bedanya?
Iya, tahu, sblmnya slh ketik, yang saya maksud beda genetis 5 persen.

Bahkan untuk mengambil sampel dna neanderthal pun sudah cukup sulit, karena dna ini amat mudah rusak. Apa turunan sebelum neanderthal? Yang persis sebelum neanderthal kita tidak tahu, tapi moyang bersama manusia dan neanderthal itu ergaster.
Artinya tidak ada referensi ke belakang kan artinya, jadi tidak ada bukti untuk sebelum neanderthal adalah turunan dari neanderthal, jadi tutup sampai disitukan.

Alamak...Itu bukan miirp 1 persen, tapi beda 1 persen. Masak tertukar separah ini? Masak manusia lebih miirp simpanse ketimbang neanderthal? :D
Maklum aq sambi-sambi jd ga gtu fokus, maksudnya beda persen, saya ulang aja, apakah Apakah beda 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel?

Beda genetika ini adalah bahasan dari biologi molekuler, dengan perbandingan beda genetis ilmuwan bisa memperkirakan kapan moyang dua makhluk terpisah. Ini penerapan yang sedikit berbeda namun dasarnya gak jauh beda dengan pengujian dna untuk mengetahui identitas manusia dengan membandingkan dengan dna kerabat/keturunannya.
Apakah hasil perbandingan ini sudah pasti 100% turunan atau masih dapat dimungkinkan bahwa bukan turunan.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 02, 2011, 03:07:43 AM
Artinya tidak ada referensi ke belakang kan artinya, jadi tidak ada bukti untuk sebelum neanderthal adalah turunan dari neanderthal, jadi tutup sampai disitukan.
Maklum aq sambi-sambi jd ga gtu fokus, maksudnya beda persen, saya ulang aja, apakah Apakah beda 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel?
Apakah hasil perbandingan ini sudah pasti 100% turunan atau masih dapat dimungkinkan bahwa bukan turunan.
Halo... Anda mau bilang kalau anda tidak mengikuti perkembangan teori evolusi, atau lebih kasar lagi, anda tak tahu apa-apa soal teori evolusi?

Perbedaan genetika sapiens sapiens dan neanderthal itu kisaran 1 persen. Dan sebelumnya kubilang neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens. Aku tak pernah bilang neanderthal itu moyang manusia modern. Neanderthal itu kerabat manusia, lebih dekat ketimbang simpanse. Tapi neanderthal punya sejumlah gen yang dimiliki kera dan tak dimiliki manusia modern.

Dan kedekatan genetis itu menunjukkan dua kemungkinan, yang satu moyang yang lain atau yang satu percabangan terpisah yang masih berkerabat dengan yang lain. Evolusi itu tidak linear, semoga point terakhir ini anda paham.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 02, 2011, 03:50:56 AM
Halo... Anda mau bilang kalau anda tidak mengikuti perkembangan teori evolusi, atau lebih kasar lagi, anda tak tahu apa-apa soal teori evolusi?
Mungkin cuma tahu seperti orang-orang yang umumnya tahu dan tidak mengikuti sehingga mencoba ingin tahu lebih jauh seperti apa teori evolusi dan sampai dimana pembuktiannya.

Perbedaan genetika sapiens sapiens dan neanderthal itu kisaran 1 persen. Dan sebelumnya kubilang neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens. Aku tak pernah bilang neanderthal itu moyang manusia modern. Neanderthal itu kerabat manusia, lebih dekat ketimbang simpanse. Tapi neanderthal punya sejumlah gen yang dimiliki kera dan tak dimiliki manusia modern.

Dan kedekatan genetis itu menunjukkan dua kemungkinan, yang satu moyang yang lain atau yang satu percabangan terpisah yang masih berkerabat dengan yang lain. Evolusi itu tidak linear, semoga point terakhir ini anda paham.
Jadi kuncinya ada di ergaster? apakah DNA ergaster sudah ditemukan?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 02, 2011, 09:53:17 AM
Mungkin cuma tahu seperti orang-orang yang umumnya tahu dan tidak mengikuti sehingga mencoba ingin tahu lebih jauh seperti apa teori evolusi dan sampai dimana pembuktiannya.
Dan hasilnya jadi mengulang kesalahan umum seputar teori evolusi. Indikasi yang tertangkap adalah anda menduga bahwa evolusi itu linear, karena anda terus mengaitkan satu spesies sebagai moyang spesies lain.

Jadi kuncinya ada di ergaster? apakah DNA ergaster sudah ditemukan?
Nope. Seperti kubilang,dna itu mudah rusak. Kecuali ada sampel dna yang tidak rusak yang bisa diambil dari fosil ergaster, maka pengujian dna terhadap ergaster mustahil dilakukan.

Sebenarnya mau bahas lebih lanjut,tapi ada indikasi bahkan pemahaman soal uji dna untuk pembuktian evolusi pun sudah disalahpahami...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 02, 2011, 10:44:31 AM
Dan hasilnya jadi mengulang kesalahan umum seputar teori evolusi. Indikasi yang tertangkap adalah anda menduga bahwa evolusi itu linear, karena anda terus mengaitkan satu spesies sebagai moyang spesies lain.
Saya mengaitkan sekali lagi untuk bentuk perbandingan, bukan berarti membandingkan adalah pasti linear, ya sblm post ini dan skrg saya sudah mengerti neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens, sebelumnya krg melihat dgn cermat, jd ada salah memahami tentang itu.

Nope. Seperti kubilang,dna itu mudah rusak. Kecuali ada sampel dna yang tidak rusak yang bisa diambil dari fosil ergaster, maka pengujian dna terhadap ergaster mustahil dilakukan.
Dengan tidak ada bukti keberadaan DNA dari fosil ergaster, jadi otomatis referensi bukti empirisnya bahwa ke belakang jadi terhenti dalam konteks pembuktian dengan DNA, CMIIW

Sebenarnya mau bahas lebih lanjut,tapi ada indikasi bahkan pemahaman soal uji dna untuk pembuktian evolusi pun sudah disalahpahami...
Ya sama anda juga menyalahpahami bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa simpanse adalah turunan linier tapi tapi anda salah mengerti menganggap saya simpanse adalah linear, tujuan saya untuk bentuk perbandingan toh anda juga membahas simpanse+bonobo saya juga tidak mengatakan simpanse+bonobo adalah satu turunan dengan sapiens secara linear, saya tidak mengatakan seperti itu.

Dari yang saya lihat jadi pendekatan-pendekatan yang banyak dilakukan didasarkan pada kemiripan pada percabangan seperti misal neanderthal dianggap percabangan terpisah dari manusia didasarkan pada kemiripan yaitu beda 1% tadi itu atau ada lainnya yang tentu selain percabangan terpisah lainnya?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: semut-ireng pada Juni 02, 2011, 10:45:12 PM
Kutip

the ten characteristics of pseudoscience listed in the Skeptic’s Dictionary, evolution meets nine. Few other pseudosciences—astrology, astral projection, alien abduction, crystal power, or whatever—would meet so many.

Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 03, 2011, 01:27:36 AM
Dengan tidak ada bukti keberadaan DNA dari fosil ergaster, jadi otomatis referensi bukti empirisnya bahwa ke belakang jadi terhenti dalam konteks pembuktian dengan DNA, CMIIW
Dikira uji DNA adalah satu-satunya cara pembuktian evolusi?

Kenapa gak sekalian anda uji dna Adam? Atau Nuh? :)

Ya sama anda juga menyalahpahami bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa simpanse adalah turunan linier tapi tapi anda salah mengerti menganggap saya simpanse adalah linear, tujuan saya untuk bentuk perbandingan toh anda juga membahas simpanse+bonobo saya juga tidak mengatakan simpanse+bonobo adalah satu turunan dengan sapiens secara linear, saya tidak mengatakan seperti itu.
Anda menanyakan 'keturunan simpanse' di beberapa post sebelum ini. Simpanse dan bonobo adalah kerabat terdekat manusia yang masih hidup saat ini.

Dari yang saya lihat jadi pendekatan-pendekatan yang banyak dilakukan didasarkan pada kemiripan pada percabangan seperti misal neanderthal dianggap percabangan terpisah dari manusia didasarkan pada kemiripan yaitu beda 1% tadi itu atau ada lainnya yang tentu selain percabangan terpisah lainnya?
Uji DNA hanya salah satu metode. Pembagian/klasifikasi dilakukan oleh ahli di bidangnya. Neanderthal secara fisik mirip manusia, mereka juga bipedal, dan memiliki gen krusial untuk berbicara. Namun mereka memiliki perbedaan menonjol, termasuk pada struktur tengkorak (dahi rendah, tulang alis menonjol, dagu tipis, lubang hidung besar dsb).

Jika ada yang bisa memberi bukti ilmiah neanderhtal itu sama sekali tak berhubungan dengan manusia , atau neanderthal itu manusia modern, silakan saja. :)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 03, 2011, 04:00:09 AM
Dikira uji DNA adalah satu-satunya cara pembuktian evolusi?
Tidak, makanya saya bilang bukti empiris dalam konteks pembuktian dengan DNA, jadi jelaskan substansinya, kalau masalah pembuktian evolusi secara hakekat atau substansi lain itu beda lagi

Kenapa gak sekalian anda uji dna Adam? Atau Nuh? :)
Disini pembahasannya bukan DNA Nuh atau Adam, toh andapun juga belum tentu percaya ada Nuh dan Adam kan? untuk hal seperti ini perlu dipisahkan, kalau agama ya agama, kalau pendekatan dengan teori evolusi saya ingin lihat sampai mana pembuktiannya, bukan hal yang salahkan?

Jika ada yang bisa memberi bukti ilmiah neanderhtal itu sama sekali tak berhubungan dengan manusia , atau neanderthal itu manusia modern, silakan saja. :)
Disini saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan tapi disini saya ingin melihat pembuktian teori evolusi sampai mana, saya rasa sudah jelas maksud saya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 03, 2011, 08:19:17 AM
Tidak, makanya saya bilang bukti empiris dalam konteks pembuktian dengan DNA, jadi jelaskan substansinya, kalau masalah pembuktian evolusi secara hakekat atau substansi lain itu beda lagi
Untuk fosil-fosil berusia lebih dari seratus ribu tahun, bisa dibilang hampir mustahil mendapat sampel dna yang utuh. Bahkan untuk nenaderthal tempo hari (yang usianya puluhan ribu tahun) saja susah. Untuk floresiensis juga, meski usianya lebih muda, kondisi fosil yang ditemukan lebih rapuh lagi, mustahil mengambil sampel dna dari fosilnya.

Untuk manusia, perbandingan sampel itu sulit, karena hanya ada satu speises - lebih spesifik satu sub-spesies yang eksis saat ini. Pengujian genetis dari manusia dalam human genome project bisa melacak asal manusia ke y-chromosom Adam (kisaran 60 ribu tahun silam) atau Mitochondria eve (kisaran 200 ribu tahun silam). Yang hidup di maa mitochondria eve adalah sapiens, sapiens sapiens belum eksis.

Jika dna manusia dan simpanse yang diperbandingkan, maka didapat mereka terpisah kisaran ...lupa, kalau gak salah kisaran 5/6 juta hingga 8 juta tahun silam. Untuk menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.

Disini pembahasannya bukan DNA Nuh atau Adam, toh andapun juga belum tentu percaya ada Nuh dan Adam kan? untuk hal seperti ini perlu dipisahkan, kalau agama ya agama, kalau pendekatan dengan teori evolusi saya ingin lihat sampai mana pembuktiannya, bukan hal yang salahkan?
Dengan kata lain, agama tak punya celah untuk menyodorkan kisah Adam ke dalam sains.

Disini saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan tapi disini saya ingin melihat pembuktian teori evolusi sampai mana, saya rasa sudah jelas maksud saya.
Untuk ini agak sulit, karna minimal anda harus punya pemahaman dasar tentang teori evolusi. Jika tidak, anda akan mudah termakan propaganda kreasionis...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 03, 2011, 09:23:53 AM
Untuk fosil-fosil berusia lebih dari seratus ribu tahun, bisa dibilang hampir mustahil mendapat sampel dna yang utuh. Bahkan untuk nenaderthal tempo hari (yang usianya puluhan ribu tahun) saja susah. Untuk floresiensis juga, meski usianya lebih muda, kondisi fosil yang ditemukan lebih rapuh lagi, mustahil mengambil sampel dna dari fosilnya.

Untuk manusia, perbandingan sampel itu sulit, karena hanya ada satu speises - lebih spesifik satu sub-spesies yang eksis saat ini. Pengujian genetis dari manusia dalam human genome project bisa melacak asal manusia ke y-chromosom Adam (kisaran 60 ribu tahun silam) atau Mitochondria eve (kisaran 200 ribu tahun silam). Yang hidup di maa mitochondria eve adalah sapiens, sapiens sapiens belum eksis.

Jika dna manusia dan simpanse yang diperbandingkan, maka didapat mereka terpisah kisaran ...lupa, kalau gak salah kisaran 5/6 juta hingga 8 juta tahun silam. Untuk menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.
Jadi sudah jelas sampai mana pembuktian berdasar DNA-nya bahwa jika misal dikatakan DNA merupakan bukti dominan (misal), maka secara hakekat sulitkan pembuktiannya secara pendekatan kualitatif?

Dengan kata lain, agama tak punya celah untuk menyodorkan kisah Adam ke dalam sains.
Setiap kemungkinan bukannya selalu ada karena bukannya kita tidak pernah tahu hakekat dari dunia ini secara lengkap 100%, hanya saja disains pembuktian ada kriteria-kriterianya, saya rasa jelas apa maksud saya.

Untuk ini agak sulit, karna minimal anda harus punya pemahaman dasar tentang teori evolusi. Jika tidak, anda akan mudah termakan propaganda kreasionis...
Untuk pembuktian itu tolok ukurnya indera kita, yang jadi masalah teori ini masih melakukan bentuk-bentuk pendekatan yang 100% belum pasti, apalagi dalam konteks DNA, begitu terbatas misal tentang menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 04, 2011, 01:04:53 AM
Jadi sudah jelas sampai mana pembuktian berdasar DNA-nya bahwa jika misal dikatakan DNA merupakan bukti dominan (misal), maka secara hakekat sulitkan pembuktiannya secara pendekatan kualitatif?
Aku tak tahu batasnya sejauh mana jika menurut standar anda.
Namun bisa dibilang uji dna merupakan salah satu emtode yang diakui secara ilmiah untuk mengukur kedekatan kekerabatan.

Setiap kemungkinan bukannya selalu ada karena bukannya kita tidak pernah tahu hakekat dari dunia ini secara lengkap 100%, hanya saja disains pembuktian ada kriteria-kriterianya, saya rasa jelas apa maksud saya.
Tidak. Karena agama hanya menyodorkan iman dan dogma, tanpa memberi pembuktian ilmiah. Selama begitu, agama takkan pernah punya celah.

Untuk pembuktian itu tolok ukurnya indera kita, yang jadi masalah teori ini masih melakukan bentuk-bentuk pendekatan yang 100% belum pasti, apalagi dalam konteks DNA, begitu terbatas misal tentang menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.
Mana ada pembuktian 100 persen dalam sains? Entah kalau matematika tentunya.
Yang mengklaim 100 persen benar cuma dogma (itu juga bukan berarti 100 persen benar, hanya dogma menolak pengujian dan keraguan). Sains tak kenal kebenarna mutlak.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 04, 2011, 02:04:35 AM
Aku tak tahu batasnya sejauh mana jika menurut standar anda.
Namun bisa dibilang uji dna merupakan salah satu emtode yang diakui secara ilmiah untuk mengukur kedekatan kekerabatan.
Pendekatan DNA memang dapat ilmiah untuk menjawab dalam pendekatan kuantitatif, tapi jika ada pernyataan bahwa manusia pasti ada hubungan dengan simpanse atau nenaderthal merupakan percabangan terpisah dari manusia itu masih belum dapat terbukti termasuk juga ada hubungan linear dengan ergaster jika tolok ukur pada DNA dan jika misal dikatakan penilaian DNA merupakan bukti dominan maka artinya Pendekatan kuantitatif maka untuk menjawab suatu pernyataan diatas maka hasilnya adalah belum tentu linear dengan pendekatan kualitatif, dan saya melihat ini masih cukup jauh karena ergaster belum dapat dibuktikkan secara DNA mempunyai hubungan linear dengan manusia.

Tidak. Karena agama hanya menyodorkan iman dan dogma, tanpa memberi pembuktian ilmiah. Selama begitu, agama takkan pernah punya celah.
Disini anda telah melakukan generalisasi, melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

Pembuktian untuk adam dan hawa dalam ranah sains memang belum ada karena ada sains mempunyai kriterianya sendiri, adam dan hawa ada dipercaya karena iman dan tidak ada paksaan anda untuk percaya.

Mana ada pembuktian 100 persen dalam sains? Entah kalau matematika tentunya.
Memang, tapi anda dalam berdiskusi banyak melakukan tolok ukur logika empiris dalam "menyerang", disini tentu anda tidak bisa melakukan serangan ke bentuk yang sifatnya adalah hakekat, mungkin anda bisa mempertanyakannya jika itu dalam contoh konteks sains, disini anda perlu yang namanya melihat konteks.

Yang mengklaim 100 persen benar cuma dogma (itu juga bukan berarti 100 persen benar, hanya dogma menolak pengujian dan keraguan). Sains tak kenal kebenarna mutlak.
Memang orang theis dapat percaya 100% karena iman dan dogma, sekali lagi melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh peneliti dalam meneliti tentang alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

Terlepas ada substansi-substansi yang anda tidak percaya, maka bukan berarti anda dapat seenaknya menyerang apa yang dipercaya dengan apa yang yang anda tidak percaya, misal anda tidak percaya agama tertentu, bukan berarti anda boleh menyerang, disini bukan forum untuk mendebatkan agama, tentu anda tahu rules disini.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: belive a dream pada Juni 04, 2011, 03:43:20 AM
maaf saya orang baru ingin ikut nimbrung nih...menurut saya diskusi ini terlalu mendalam, karena bisa merusak aqidah s'kelompok orang...apabila mau memberikan komentar tolonglah jangan menyinggung suatu agama...karena kn ssuatu yang berbau agama itu sifatnya amat sangat sensitif...
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: belive a dream pada Juni 04, 2011, 03:46:51 AM
Pendekatan DNA memang dapat ilmiah untuk menjawab dalam pendekatan kuantitatif, tapi jika ada pernyataan bahwa manusia pasti ada hubungan dengan simpanse atau nenaderthal merupakan percabangan terpisah dari manusia itu masih belum dapat terbukti termasuk juga ada hubungan linear dengan ergaster jika tolok ukur pada DNA dan jika misal dikatakan penilaian DNA merupakan bukti dominan maka artinya Pendekatan kuantitatif maka untuk menjawab suatu pernyataan diatas maka hasilnya adalah belum tentu linear dengan pendekatan kualitatif, dan saya melihat ini masih cukup jauh karena ergaster belum dapat dibuktikkan secara DNA mempunyai hubungan linear dengan manusia.
Disini anda telah melakukan generalisasi, melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

Pembuktian untuk adam dan hawa dalam ranah sains memang belum ada karena ada sains mempunyai kriterianya sendiri, adam dan hawa ada dipercaya karena iman dan tidak ada paksaan anda untuk percaya.
Memang, tapi anda dalam berdiskusi banyak melakukan tolok ukur logika empiris dalam "menyerang", disini tentu anda tidak bisa melakukan serangan ke bentuk yang sifatnya adalah hakekat, mungkin anda bisa mempertanyakannya jika itu dalam contoh konteks sains, disini anda perlu yang namanya melihat konteks.
Memang orang theis dapat percaya 100% karena iman dan dogma, sekali lagi melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh peneliti dalam meneliti tentang alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

Terlepas ada substansi-substansi yang anda tidak percaya, maka bukan berarti anda dapat seenaknya menyerang apa yang dipercaya dengan apa yang yang anda tidak percaya, misal anda tidak percaya agama tertentu, bukan berarti anda boleh menyerang, disini bukan forum untuk mendebatkan agama, tentu anda tahu rules disini.
saya sangat setuju dengan familycode..karena kalau diskusinya terlalu condong terhadap kepercayaan agama, itu bisa jadi bumerang bagi kita.. :D
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 04, 2011, 08:41:21 AM
Pendekatan DNA memang dapat ilmiah untuk menjawab dalam pendekatan kuantitatif, tapi jika ada pernyataan bahwa manusia pasti ada hubungan dengan simpanse atau nenaderthal merupakan percabangan terpisah dari manusia itu masih belum dapat terbukti termasuk juga ada hubungan linear dengan ergaster jika tolok ukur pada DNA dan jika misal dikatakan penilaian DNA merupakan bukti dominan maka artinya Pendekatan kuantitatif maka untuk menjawab suatu pernyataan diatas maka hasilnya adalah belum tentu linear dengan pendekatan kualitatif, dan saya melihat ini masih cukup jauh karena ergaster belum dapat dibuktikkan secara DNA mempunyai hubungan linear dengan manusia.
Bla bla bla...
Sudah dibilang uji DNA bukan metode untuk mengaitkan sapiens sapiens dan ergaster. metode untuk itu gak cuma uji DNA.

Disini anda telah melakukan generalisasi, melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.
Bla bla bla...
Bisa kasih contoh bukti ilmiah pembuktian eksistensi Adam-Hawa?

Pembuktian untuk adam dan hawa dalam ranah sains memang belum ada karena ada sains mempunyai kriterianya sendiri, adam dan hawa ada dipercaya karena iman dan tidak ada paksaan anda untuk percaya.
Apa ini sedang bahas soal pemaksaan eksistensi Adam-Hawa?

Memang, tapi anda dalam berdiskusi banyak melakukan tolok ukur logika empiris dalam "menyerang", disini tentu anda tidak bisa melakukan serangan ke bentuk yang sifatnya adalah hakekat, mungkin anda bisa mempertanyakannya jika itu dalam contoh konteks sains, disini anda perlu yang namanya melihat konteks.
Aku bicara teori evolusi, artinya aku bicara dalam konteks sains. Jika anda bilang itu sama saja menyerang, berarti anda menyatakan agama anda bertentangan dengan sains.

Memang orang theis dapat percaya 100% karena iman dan dogma, sekali lagi melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh peneliti dalam meneliti tentang alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.
Lalu? Mana buktinya? Secara historis-arkeologis, tidak ada bukti eksistensi Adam-hawa, selain sebagai kisah tua yang dipercaya penganut samawi.

Terlepas ada substansi-substansi yang anda tidak percaya, maka bukan berarti anda dapat seenaknya menyerang apa yang dipercaya dengan apa yang yang anda tidak percaya, misal anda tidak percaya agama tertentu, bukan berarti anda boleh menyerang, disini bukan forum untuk mendebatkan agama, tentu anda tahu rules disini.
Ya ya...menyatakan ketidaksetujuan = menyerang? mau anda mesti manggut-manggut? Anda bilang boleh tidak percaya, tapi menyatakan alasan ketidakpercayaan dibilang nyerang? Great :)

maaf saya orang baru ingin ikut nimbrung nih...menurut saya diskusi ini terlalu mendalam, karena bisa merusak aqidah s'kelompok orang...apabila mau memberikan komentar tolonglah jangan menyinggung suatu agama...karena kn ssuatu yang berbau agama itu sifatnya amat sangat sensitif...
Mestinya sejak awal gak usah mengait-ngaitkan agama dan sains.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 04, 2011, 11:45:55 AM
Bla bla bla...
Sudah dibilang uji DNA bukan metode untuk mengaitkan sapiens sapiens dan ergaster. metode untuk itu gak cuma uji DNA.
Bla bla bla...
Memang bukan, lihat konteks yang saya post yang dimana konteksnya sudah jelas yang saya sampaikan, jika saya tidak membawa konteks yang jelas maka dapat saja anda mempertanyakan dan saya juga tidak pernah bilang bahwa hanya uji DNA, lihat dengan benar tulisan diatas.

Bisa kasih contoh bukti ilmiah pembuktian eksistensi Adam-Hawa?
Tidak, bukannya saya sudah menjelaskan bahwa melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

Apa ini sedang bahas soal pemaksaan eksistensi Adam-Hawa?
Tidak, siapa yang memulai membawa bahasan tentang adam dan hawa kesini? bukannya anda sendiri? ini bahasan apa, anda bahas apa.

Aku bicara teori evolusi, artinya aku bicara dalam konteks sains. Jika anda bilang itu sama saja menyerang, berarti anda menyatakan agama anda bertentangan dengan sains.
Disini adalah sub forum agama dan filsafat, jadi jelas apa topik isi sub forum ini, bicara teori evolusi dalam konteks sains memang tentang adam dan hawa tidak memenuhi disains kriteria-kriterianya untuk bisa dibuktikkan, dengan tidak bisa dibuktikkan secara sains terus apa lalu anda berhak memaksa orang lain untuk tidak kepada adam dan hawa ? ya tentu tidak, adam dan hawa itu dipercaya dengan iman, dan ini sudah saya sampaikan sebelumnya.

Lalu? Mana buktinya? Secara historis-arkeologis, tidak ada bukti eksistensi Adam-hawa, selain sebagai kisah tua yang dipercaya penganut samawi.
Baca dengan baik-baik apa yang saya sampaikan ( .. tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa .. ), sudah jelas konteks apa yang saya bawa, apa anda tidak membaca dengan cermat apa yang saya sampaikan.

Ya ya...menyatakan ketidaksetujuan = menyerang? mau anda mesti manggut-manggut? Anda bilang boleh tidak percaya, tapi menyatakan alasan ketidakpercayaan dibilang nyerang? Great :)
Siapa yang menganggap ketidaksetujuan itu menyerang, ngawur anda itu, anda ya tidak setuju ya itu hak anda.

Lihat apa yang anda lakukan ditopik sebelah, yang anda lakukan itu bukan bentuk ketidaksetujuan lagi tapi memang sudah terang-terangan "menyerang". Saya tidak menyinggung apa yang anda percaya, saya juga tidak bicara tentang sains, disitu ketidaksetujuan anda adalah hak anda tapi bukan berarti anda bisa melakukan tafsir suka-suka, melihat post sepotong lalu dijawab dengan asal bunyi, penuh generalisasi dan sebagainya, padahal disini bukan forum untuk mendebatkan agama, tapi anda terus memaksa mendebatkannya, saya rasa sudah jelas.

Mestinya sejak awal gak usah mengait-ngaitkan agama dan sains.
Hahaha, siapa ya yang mulai mengkait-kaitkan adam dan hawa ke sini?
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 12:53:37 AM
Tidak, bukannya saya sudah menjelaskan bahwa melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.
Aku sudah bilang bukan? Untuk urusan iman, mau percaya eksistensi Adam-Hawa ya suka-suka saja. Tapi jika ingin mengaitkan ke sejarah,biologi dsb di konteks sains, tak bisa. Karena kisah itu tak pernah dibuktikan secara ilmiah.

Tidak, siapa yang memulai membawa bahasan tentang adam dan hawa kesini? bukannya anda sendiri? ini bahasan apa, anda bahas apa.
Apakah aku TS?

Disini adalah sub forum agama dan filsafat, jadi jelas apa topik isi sub forum ini, bicara teori evolusi dalam konteks sains memang tentang adam dan hawa tidak memenuhi disains kriteria-kriterianya untuk bisa dibuktikkan, dengan tidak bisa dibuktikkan secara sains terus apa lalu anda berhak memaksa orang lain untuk tidak kepada adam dan hawa ? ya tentu tidak, adam dan hawa itu dipercaya dengan iman, dan ini sudah saya sampaikan sebelumnya.
Dan aku bicara dalam konteks sains, bahwa kisah Adam-Hawa tak bisa dimasukkan ke konteks ilmiah.

Baca dengan baik-baik apa yang saya sampaikan ( .. tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa .. ), sudah jelas konteks apa yang saya bawa, apa anda tidak membaca dengan cermat apa yang saya sampaikan.
Dan siapa yang mencak-mencak, saat kublang kisah Adam-Hawa tidak terbukti secara arkeologis, historis dan ilmiah?

Siapa yang menganggap ketidaksetujuan itu menyerang, ngawur anda itu, anda ya tidak setuju ya itu hak anda.

Lihat apa yang anda lakukan ditopik sebelah, yang anda lakukan itu bukan bentuk ketidaksetujuan lagi tapi memang sudah terang-terangan "menyerang". Saya tidak menyinggung apa yang anda percaya, saya juga tidak bicara tentang sains, disitu ketidaksetujuan anda adalah hak anda tapi bukan berarti anda bisa melakukan tafsir suka-suka, melihat post sepotong lalu dijawab dengan asal bunyi, penuh generalisasi dan sebagainya, padahal disini bukan forum untuk mendebatkan agama, tapi anda terus memaksa mendebatkannya, saya rasa sudah jelas.
Memaksa mendebatkannya? Siapa yang memulai thread? Siapa yang mencoba mengaitkan kisahnya ke teori ilmiah? Jika kubantah, itu menyerang?

Hahaha, siapa ya yang mulai mengkait-kaitkan adam dan hawa ke sini?
Lacak sendiri. Aku bahkan bukan TS (thread starter)
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 05, 2011, 01:54:14 AM
Aku sudah bilang bukan? Untuk urusan iman, mau percaya eksistensi Adam-Hawa ya suka-suka saja. Tapi jika ingin mengaitkan ke sejarah,biologi dsb di konteks sains, tak bisa. Karena kisah itu tak pernah dibuktikan secara ilmiah.
Bukannya anda yang bawa-bawa adam dan hawa (dalam konteks diskusi anda dan saya)

Apakah aku TS?
Dan aku bicara dalam konteks sains, bahwa kisah Adam-Hawa tak bisa dimasukkan ke konteks ilmiah.
Disini dalam konteks diskusi anda dan saya, jika TS itu berbeda lagi.

Dan siapa yang mencak-mencak, saat kublang kisah Adam-Hawa tidak terbukti secara arkeologis, historis dan ilmiah?
Loh memang saya bilang kisah Adam-Hawa terbukti secara arkeologis, historis dan ilmiah, ngawur anda itu, baca lagi deh dengan bener, yang saya itu dalam konteks agama dan alkitab yang dibahas bukan substansi adam dan hawa, bukannya saya jelas mengatakan ..terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa.., dan saya juga mengatakan tentang cerita di alkitab dalam substansi-substansi tertentu? dan kisah adam dan hawa pasti masuk? ya tentu tidak, namanya juga substansi tertentu yang bisa tentang kisah-kisah yang memang linear dengan penemuan-penemuan arkeologi, sejarah, tentang dari sejarah sekuler, misal menurut sejarah tentang Tuhan Yesus yang ada hubungannya dengan pilatus, (Tacitus (55-120 M), yang merupakan seorang sejarawan terbesar dari Romawi kuno, berkata, “Christus, the founder of the name (Christians), was put to death by Pontius Pilate, procurator in Judea in the reign of Tiberius.” Nama-nama sejarawan lain yang menerima kematian Yesus akibat penyaliban adalah Suetinius, Pliny, Thallus, dan Phlegon). contoh arkeologi, penemuan dead sea scroll yang menguatkan isi perjanjian lama dan sebagainya, saya rasa sudah jelas konteks yang saya bawa, apa anda terlalu sulit memahami sesuatu meskipun sudah diberikan batasan konteks yang cukup jelas?

Memaksa mendebatkannya? Siapa yang memulai thread? Siapa yang mencoba mengaitkan kisahnya ke teori ilmiah? Jika kubantah, itu menyerang?
Anda lebih baik cek di thread "Untuk bani israel", itu bahasan tentang apa, TS membahas tentang PL yang mencoba mengkait-kaitkan dengan apa yang dia percaya yaitu kitab setelah kekristenan, bagian mana yang behubungan dengan teori ilmiah yang anda maksud?

Lacak sendiri. Aku bahkan bukan TS (thread starter)
Ini dalam konteks anda dan saya, saya rasa jelas.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 04:53:26 AM
bla bla bla...
1. Eksistensi Adam-Hawa tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, historis, arkeologis. maka tak bisa dicampur aduk dan diadu dengan teori ilmiah seperti teori evolusi. Anda mau percaya kisah itu silakan. tapi jangan disodorkan saat bahas teori ilmiah. Jika anda keberatan, gak usah bahas lagi soal Adam-Hawa di sini.

2. Catatan historis tentang Yesus di masa-masa yang sama atau sedikit lebih muda dari masa Yesus di luar alkitab hanya catatan entang Pilatus yang menyalib seseorang bernama Kristus. Catatan yang sama tidak pernah mencatat lebih lanjut misal Yesus melakukan berbagai keajaiban, atau ada gempa luar biasa dan orang mati hidup lagi saat penyalibannya. Dan bahasan ini gak ada korelasinya. bahwa Yesus eksis tidak membuktikan Adam-Hawa eksis. Bahwa Yesus eksis tidak membuktikan yesus itu Tuhan, atau yesus memang disalib untuk menebu dosa. Beda konteksnya.

3. Di thread untuk bani israel aku hanya menunjukkan pandanganku dan poin-poin yang tak bisa kuterima. Aku tak bilang kalau anda harus terima pandanganku bukan?

Dan biarkan yang lain bahas lagi thread ini sesuai tema threadnya.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 05, 2011, 09:03:23 AM
1. Eksistensi Adam-Hawa tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, historis, arkeologis. maka tak bisa dicampur aduk dan diadu dengan teori ilmiah seperti teori evolusi. Anda mau percaya kisah itu silakan.
Saya tidak pernah mengatakan bahwa adam dan hawa dapat dibuktikkan secara ilmiah.

tapi jangan disodorkan saat bahas teori ilmiah. Jika anda keberatan, gak usah bahas lagi soal Adam-Hawa di sini.
loh siapa yang menyodorkan, justru anda yang memulai menyinggung adam dan hawa (konteks saya dan anda), sebaiknya anda melihat dengan benar apa yang saya sampaikan. Oke saya tidak membahasnya lagi.

2. Catatan historis tentang Yesus di masa-masa yang sama atau sedikit lebih muda dari masa Yesus di luar alkitab hanya catatan entang Pilatus yang menyalib seseorang bernama Kristus. Catatan yang sama tidak pernah mencatat lebih lanjut misal Yesus melakukan berbagai keajaiban, atau ada gempa luar biasa dan orang mati hidup lagi saat penyalibannya. Dan bahasan ini gak ada korelasinya. bahwa Yesus eksis tidak membuktikan Adam-Hawa eksis. Bahwa Yesus eksis tidak membuktikan yesus itu Tuhan, atau yesus memang disalib untuk menebu dosa. Beda konteksnya.
Saya melihat secara hakekat, melihat cerita yang ada di agama cukup dengan iman tapi terlepas dari itu dalam substansi adam dan hawa, secara hakekat agama dapat ditinjau secara lebih ilmiah, contoh dalam peneliti sedang meneliti alkitab dapat saja memiliki banyak pendekatan misal teologi, hermeneutika, untuk pembuktian, misal secara arkeologi, sejarah dan sebagainya dalam substansi-substansi tertentu.

3. Di thread untuk bani israel aku hanya menunjukkan pandanganku dan poin-poin yang tak bisa kuterima. Aku tak bilang kalau anda harus terima pandanganku bukan?

Dan biarkan yang lain bahas lagi thread ini sesuai tema threadnya.
Sudah jelas poin-poin yang anda simpulkan itu tafsir suka-suka dan asbun, melihat sebagian tanpa tidak melihat latar dibelakangnya, melakukan generalisasi dan sebagainya, terlepas dari yang anda sampaikan, si semut yang memberikan pandangannya tentang agama anda, responnya anda mencak-mencak, termasuk dengan apa tuduhan balik theis ke non theis, apa anda tidak sadar kalau anda mau menang sendiri dengan lawan diskusi anda, anda melakukan tafsir suka-suka dan asbun pada kepercayaan lain, tapi orang lain tidak boleh memberikan pandangan yang berbeda pada ke kepercayaan anda, sekarang saya mau tanya, anda tidak harus terima pandangan si semut kan? Lalu kenapa anda sering mempermasalahkan pandangan dia? sebaiknya anda belajar melihat diri anda sendiri sebelum menilai orang lain.

Oke, saya memberikan yang lain untuk memberikan pendapatnya sesuai tema disini.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 05, 2011, 11:24:54 AM
Saya tidak pernah mengatakan bahwa adam dan hawa dapat dibuktikkan secara ilmiah.
Atau aku salah tangkap, bahwa anda berharap Adam-Hawa dapat dibuktikan secara historis/arkeologis?

loh siapa yang menyodorkan, justru anda yang memulai menyinggung adam dan hawa (konteks saya dan anda), sebaiknya anda melihat dengan benar apa yang saya sampaikan. Oke saya tidak membahasnya lagi.
Cukup end of discussion.

Sudah jelas poin-poin yang anda simpulkan itu tafsir suka-suka dan asbun, melihat sebagian tanpa tidak melihat latar dibelakangnya, melakukan generalisasi dan sebagainya, terlepas dari yang anda sampaikan, si semut yang memberikan pandangannya tentang agama anda, responnya anda mencak-mencak, termasuk dengan apa tuduhan balik theis ke non theis, apa anda tidak sadar kalau anda mau menang sendiri dengan lawan diskusi anda, anda melakukan tafsir suka-suka dan asbun pada kepercayaan lain, tapi orang lain tidak boleh memberikan pandangan yang berbeda pada ke kepercayaan anda, sekarang saya mau tanya, anda tidak harus terima pandangan si semut kan? Lalu kenapa anda sering mempermasalahkan pandangan dia? sebaiknya anda belajar melihat diri anda sendiri sebelum menilai orang lain.
Pernyataan ini harus kukembalikan ke anda. :)

End of discussion soal topik di luar tema thread.
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: familycode pada Juni 05, 2011, 09:03:23 PM
Atau aku salah tangkap, bahwa anda berharap Adam-Hawa dapat dibuktikan secara historis/arkeologis?
Apakah berharap selalu sama dengan adanya kemungkinan, saya bilang kemungkinan secara hakekat, memang salahnya dimana bilang kemungkinan secara hakekat? historis dan arkeologis? anda lebih baik belajar melihat konteks yang saya bawa.

Pernyataan ini harus kukembalikan ke anda. :)
End of discussion soal topik di luar tema thread.
Anda selamat melihat diri sendiri :)

Oke
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: Pi-One pada Juni 06, 2011, 02:04:24 AM
Bla bla bla...
::)

Ok, biar back to topic,,,
Judul: Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
Ditulis oleh: superstring39 pada Juni 09, 2011, 04:45:20 AM
Bagi Saudara2ku seiman yang ada di thread ini. Saya cuma mau mengingatkan saja, jangan berdebat dengan orang yang suka memperolok-olok ayat2 Al Quran, tinggalkanlah mereka dengan kezliman mereka. Sesuai dengan Firman Allah:

Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,(Q.S. An Nisaa : 140)