Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 12, 2021, 07:17:25 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26703
  • Latest: VIVA98
Stats
  • Total Tulisan: 139627
  • Total Topik: 10388
  • Online Today: 195
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman  (Dibaca 50008 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #210 pada: Juni 01, 2011, 05:00:57 AM »
Itu udah tahu, tapi yang saya bandingkan adalah bayi simpanse dengan bocah manusia (6-18 bulan), hewan yang saya tahu yang bisa hanya lumba-lumba, orang utan dan simpanse, tapi yang paling mendekati simpanse, simpanse itupun bermasalah waktu bayi tidak dapat melakukan itu, dia harus simpanse dewasa yang sempurna, itupun saya masih bertanya itu terus berjalan atau lalu menghilang?
Untuk saat ini saya belum tahu ttg penelitian yg melibatkan kesadaran diri pada bayi simpanse.
Hanya emang pada manusia neuron2 di otak kita lebih banyak dibanding hewan lain nya, karena itu otak kita lebih berkembang.

Dan apa maksud anda dgn "itu terus berjalan atau lalu menghilang?"
kesadaaran diri pada simpanse dewasa?
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #211 pada: Juni 01, 2011, 08:07:04 AM »
Mungkin yang anda maksud dari Hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Apakah para peneliti sudah mendapatkan DNA-DNA-nya ? Jika sudah, saya ingin tanya berapa persen perbedaan genetiknya dengan manusia?

Kenapa saya bertanya demikian, contohnya Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseluruhan kurang dari 5%, ini yang paling terdekat, tapi walau pebedaannya kurang dari 5% keseluruhan genetik tapi mempunyai perbedaan sangat jauh dan banyak dari banyak sisi, mirip sampai kurang dari 5% dari keseluruhan genetik adalah belum tentu keturunan dan tentu anda tidak berpikir keturunan simpanse saat ini kan?
Nah, ini yang payah. Tidak tahu teori evolusi, tapi sok membantah. Simpanse adalah kerabat terdekat manusia yang eksis saat ini, tapi siapa evolusionis yang bilang simpanse itu moyang manusia? Simpanse dan manusia itu percabangan terpisah, mereka punya moyang bersama yang bercabang menjadi moyang manusiadan moyang simpanse.

Pengujian genetika itu ada banyak, tergantung apa yang diuji, nilainya bisa berbeda. Kalau tak salah, nilai 5 persen itu perbandingan DNA sequence, untuk yang ini makhluk lain nilainya jauh di bawah itu. Dengan metode sejenis, neanderthal nilainya kalau tak salah 1 persen.

Mirip belum tentu pasti turunan apalagi sama lalu apa dasar sesuatu itu pasti turunan? atau ini pendekatan teori yang masih sangat fleksibel berbagai kemungkinannya.
Tergantung kemiripan di sisi mananya. Ilmuwan tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat. Justru theis/kreasionis yang suka sembarangan, kerabat dekat dibilang moyang...

Dan soal kemiripan antara manusia dengan simpanse+bonobo, ada satu hal yang membedakan mereka dengan semua makhluk lain:
Mereka satu-satunya yang melakukan seks selain untuk reproduksi. :)

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #212 pada: Juni 01, 2011, 08:57:42 AM »
Nah, ini yang payah. Tidak tahu teori evolusi, tapi sok membantah. Simpanse adalah kerabat terdekat manusia yang eksis saat ini, tapi siapa evolusionis yang bilang simpanse itu moyang manusia? Simpanse dan manusia itu percabangan terpisah, mereka punya moyang bersama yang bercabang menjadi moyang manusiadan moyang simpanse.

Pengujian genetika itu ada banyak, tergantung apa yang diuji, nilainya bisa berbeda. Kalau tak salah, nilai 5 persen itu perbandingan DNA sequence, untuk yang ini makhluk lain nilainya jauh di bawah itu. Dengan metode sejenis, neanderthal nilainya kalau tak salah 1 persen.
Saya tidak pernah bilang simpanse itu nenek moyang manusia, yang saya post itu adalah sebagai bentuk perbandingan semata, memang salah melakukan perbandingan ? Jika simpanse memiliki 5% dari keseluruhan genetik (sumber:wikipedia), maka berapa persen untuk yang untuk turunan sebelumnya, coba lihat apa konteksnya.

Neandertal, adalah anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari zaman Pleistosen, muncul sekitar 600.000–350.000 tahun yang lalu, saya ada 2 pertanyaan :

1. Apa turunan sebelum Neandertal? Apakah sudah ditemukan DNA-nya? Atau stop sampai di Neandertal berdasarkan pembuktian?
2. Apakah mirip 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel.

Tergantung kemiripan di sisi mananya. Ilmuwan tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat.
Tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat, itu apa tolok ukur yang menentukan bahwa itu sudah hal yang pasti atau ini masih bisa fleksibel?
« Edit Terakhir: Juni 01, 2011, 09:38:49 AM oleh familycode »

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #213 pada: Juni 01, 2011, 09:45:53 AM »
Dan apa maksud anda dgn "itu terus berjalan atau lalu menghilang?"
kesadaaran diri pada simpanse dewasa?
Terus berlanjut pada :

Pertama
Eksistensi nilai historis sebagai trajektori titik balik dalam pembangunan mental.

kedua
Melambangkan sebuah hal penting tentang hubungan libidinal dengan citra-tubuh (the body-image).

Tahap cermin ini juga mendeskripsikan komposisi Ego dalam proses objektifikasi. Ego merupakan hasil akhir dari perselisihan rasa antara suatu rasa penampilan (one's perceived visual appearance) dan rasa emosional atas realitas (one's perceived emotional reality)

Dalam simpanse ini berjalan terus atau ada reaksi diawal saja lalu menghilang? :)
« Edit Terakhir: Juni 01, 2011, 10:01:20 AM oleh familycode »

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #214 pada: Juni 01, 2011, 11:18:45 AM »
Saya tidak pernah bilang simpanse itu nenek moyang manusia, yang saya post itu adalah sebagai bentuk perbandingan semata, memang salah melakukan perbandingan ? Jika simpanse memiliki 5% dari keseluruhan genetik (sumber:wikipedia), maka berapa persen untuk yang untuk turunan sebelumnya, coba lihat apa konteksnya.
Bukan 5 persen dari keseluruhan, tapi beda genetis 5 persen. Tahu bedanya?

1. Apa turunan sebelum Neandertal? Apakah sudah ditemukan DNA-nya? Atau stop sampai di Neandertal berdasarkan pembuktian?
Bahkan untuk mengambil sampel dna neanderthal pun sudah cukup sulit, karena dna ini amat mudah rusak. Apa turunan sebelum neanderthal? Yang persis sebelum neanderthal kita tidak tahu, tapi moyang bersama manusia dan neanderthal itu ergaster.

2. Apakah mirip 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel.
Tidak sembarang sekedar melihat kemiripan untuk mengatakan itu moyang atau kerabat, itu apa tolok ukur yang menentukan bahwa itu sudah hal yang pasti atau ini masih bisa fleksibel?
Alamak...Itu bukan miirp 1 persen, tapi beda 1 persen. Masak tertukar separah ini? Masak manusia lebih miirp simpanse ketimbang neanderthal? :D

Beda genetika ini adalah bahasan dari biologi molekuler, dengan perbandingan beda genetis ilmuwan bisa memperkirakan kapan moyang dua makhluk terpisah. Ini penerapan yang sedikit berbeda namun dasarnya gak jauh beda dengan pengujian dna untuk mengetahui identitas manusia dengan membandingkan dengan dna kerabat/keturunannya.
« Edit Terakhir: Juni 01, 2011, 11:20:37 AM oleh Pi-One »

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #215 pada: Juni 01, 2011, 01:09:04 PM »
Bukan 5 persen dari keseluruhan, tapi beda genetis 5 persen. Tahu bedanya?
Iya, tahu, sblmnya slh ketik, yang saya maksud beda genetis 5 persen.

Bahkan untuk mengambil sampel dna neanderthal pun sudah cukup sulit, karena dna ini amat mudah rusak. Apa turunan sebelum neanderthal? Yang persis sebelum neanderthal kita tidak tahu, tapi moyang bersama manusia dan neanderthal itu ergaster.
Artinya tidak ada referensi ke belakang kan artinya, jadi tidak ada bukti untuk sebelum neanderthal adalah turunan dari neanderthal, jadi tutup sampai disitukan.

Alamak...Itu bukan miirp 1 persen, tapi beda 1 persen. Masak tertukar separah ini? Masak manusia lebih miirp simpanse ketimbang neanderthal? :D
Maklum aq sambi-sambi jd ga gtu fokus, maksudnya beda persen, saya ulang aja, apakah Apakah beda 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel?

Beda genetika ini adalah bahasan dari biologi molekuler, dengan perbandingan beda genetis ilmuwan bisa memperkirakan kapan moyang dua makhluk terpisah. Ini penerapan yang sedikit berbeda namun dasarnya gak jauh beda dengan pengujian dna untuk mengetahui identitas manusia dengan membandingkan dengan dna kerabat/keturunannya.
Apakah hasil perbandingan ini sudah pasti 100% turunan atau masih dapat dimungkinkan bahwa bukan turunan.
« Edit Terakhir: Juni 01, 2011, 01:16:19 PM oleh familycode »

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #216 pada: Juni 02, 2011, 03:07:43 AM »
Artinya tidak ada referensi ke belakang kan artinya, jadi tidak ada bukti untuk sebelum neanderthal adalah turunan dari neanderthal, jadi tutup sampai disitukan.
Maklum aq sambi-sambi jd ga gtu fokus, maksudnya beda persen, saya ulang aja, apakah Apakah beda 1% adalah sudah hal yang pasti keturunanan Neandertal atau masih fleksibel?
Apakah hasil perbandingan ini sudah pasti 100% turunan atau masih dapat dimungkinkan bahwa bukan turunan.
Halo... Anda mau bilang kalau anda tidak mengikuti perkembangan teori evolusi, atau lebih kasar lagi, anda tak tahu apa-apa soal teori evolusi?

Perbedaan genetika sapiens sapiens dan neanderthal itu kisaran 1 persen. Dan sebelumnya kubilang neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens. Aku tak pernah bilang neanderthal itu moyang manusia modern. Neanderthal itu kerabat manusia, lebih dekat ketimbang simpanse. Tapi neanderthal punya sejumlah gen yang dimiliki kera dan tak dimiliki manusia modern.

Dan kedekatan genetis itu menunjukkan dua kemungkinan, yang satu moyang yang lain atau yang satu percabangan terpisah yang masih berkerabat dengan yang lain. Evolusi itu tidak linear, semoga point terakhir ini anda paham.
« Edit Terakhir: Juni 02, 2011, 03:09:45 AM oleh Pi-One »

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #217 pada: Juni 02, 2011, 03:50:56 AM »
Halo... Anda mau bilang kalau anda tidak mengikuti perkembangan teori evolusi, atau lebih kasar lagi, anda tak tahu apa-apa soal teori evolusi?
Mungkin cuma tahu seperti orang-orang yang umumnya tahu dan tidak mengikuti sehingga mencoba ingin tahu lebih jauh seperti apa teori evolusi dan sampai dimana pembuktiannya.

Perbedaan genetika sapiens sapiens dan neanderthal itu kisaran 1 persen. Dan sebelumnya kubilang neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens. Aku tak pernah bilang neanderthal itu moyang manusia modern. Neanderthal itu kerabat manusia, lebih dekat ketimbang simpanse. Tapi neanderthal punya sejumlah gen yang dimiliki kera dan tak dimiliki manusia modern.

Dan kedekatan genetis itu menunjukkan dua kemungkinan, yang satu moyang yang lain atau yang satu percabangan terpisah yang masih berkerabat dengan yang lain. Evolusi itu tidak linear, semoga point terakhir ini anda paham.
Jadi kuncinya ada di ergaster? apakah DNA ergaster sudah ditemukan?

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #218 pada: Juni 02, 2011, 09:53:17 AM »
Mungkin cuma tahu seperti orang-orang yang umumnya tahu dan tidak mengikuti sehingga mencoba ingin tahu lebih jauh seperti apa teori evolusi dan sampai dimana pembuktiannya.
Dan hasilnya jadi mengulang kesalahan umum seputar teori evolusi. Indikasi yang tertangkap adalah anda menduga bahwa evolusi itu linear, karena anda terus mengaitkan satu spesies sebagai moyang spesies lain.

Jadi kuncinya ada di ergaster? apakah DNA ergaster sudah ditemukan?
Nope. Seperti kubilang,dna itu mudah rusak. Kecuali ada sampel dna yang tidak rusak yang bisa diambil dari fosil ergaster, maka pengujian dna terhadap ergaster mustahil dilakukan.

Sebenarnya mau bahas lebih lanjut,tapi ada indikasi bahkan pemahaman soal uji dna untuk pembuktian evolusi pun sudah disalahpahami...

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #219 pada: Juni 02, 2011, 10:44:31 AM »
Dan hasilnya jadi mengulang kesalahan umum seputar teori evolusi. Indikasi yang tertangkap adalah anda menduga bahwa evolusi itu linear, karena anda terus mengaitkan satu spesies sebagai moyang spesies lain.
Saya mengaitkan sekali lagi untuk bentuk perbandingan, bukan berarti membandingkan adalah pasti linear, ya sblm post ini dan skrg saya sudah mengerti neanderthal adalah percabangan terpisah dari manusia. Manusia modern (sapiens sapiens) adalah sub-spesies, hasil evolusi dari sapiens, neanderthal bukan hasil evolusi sapiens, sebelumnya krg melihat dgn cermat, jd ada salah memahami tentang itu.

Nope. Seperti kubilang,dna itu mudah rusak. Kecuali ada sampel dna yang tidak rusak yang bisa diambil dari fosil ergaster, maka pengujian dna terhadap ergaster mustahil dilakukan.
Dengan tidak ada bukti keberadaan DNA dari fosil ergaster, jadi otomatis referensi bukti empirisnya bahwa ke belakang jadi terhenti dalam konteks pembuktian dengan DNA, CMIIW

Sebenarnya mau bahas lebih lanjut,tapi ada indikasi bahkan pemahaman soal uji dna untuk pembuktian evolusi pun sudah disalahpahami...
Ya sama anda juga menyalahpahami bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa simpanse adalah turunan linier tapi tapi anda salah mengerti menganggap saya simpanse adalah linear, tujuan saya untuk bentuk perbandingan toh anda juga membahas simpanse+bonobo saya juga tidak mengatakan simpanse+bonobo adalah satu turunan dengan sapiens secara linear, saya tidak mengatakan seperti itu.

Dari yang saya lihat jadi pendekatan-pendekatan yang banyak dilakukan didasarkan pada kemiripan pada percabangan seperti misal neanderthal dianggap percabangan terpisah dari manusia didasarkan pada kemiripan yaitu beda 1% tadi itu atau ada lainnya yang tentu selain percabangan terpisah lainnya?

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #220 pada: Juni 02, 2011, 10:45:12 PM »
Kutip

the ten characteristics of pseudoscience listed in the Skeptic’s Dictionary, evolution meets nine. Few other pseudosciences—astrology, astral projection, alien abduction, crystal power, or whatever—would meet so many.


Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #221 pada: Juni 03, 2011, 01:27:36 AM »
Dengan tidak ada bukti keberadaan DNA dari fosil ergaster, jadi otomatis referensi bukti empirisnya bahwa ke belakang jadi terhenti dalam konteks pembuktian dengan DNA, CMIIW
Dikira uji DNA adalah satu-satunya cara pembuktian evolusi?

Kenapa gak sekalian anda uji dna Adam? Atau Nuh? :)

Ya sama anda juga menyalahpahami bahwa saya tidak pernah mengatakan bahwa simpanse adalah turunan linier tapi tapi anda salah mengerti menganggap saya simpanse adalah linear, tujuan saya untuk bentuk perbandingan toh anda juga membahas simpanse+bonobo saya juga tidak mengatakan simpanse+bonobo adalah satu turunan dengan sapiens secara linear, saya tidak mengatakan seperti itu.
Anda menanyakan 'keturunan simpanse' di beberapa post sebelum ini. Simpanse dan bonobo adalah kerabat terdekat manusia yang masih hidup saat ini.

Dari yang saya lihat jadi pendekatan-pendekatan yang banyak dilakukan didasarkan pada kemiripan pada percabangan seperti misal neanderthal dianggap percabangan terpisah dari manusia didasarkan pada kemiripan yaitu beda 1% tadi itu atau ada lainnya yang tentu selain percabangan terpisah lainnya?
Uji DNA hanya salah satu metode. Pembagian/klasifikasi dilakukan oleh ahli di bidangnya. Neanderthal secara fisik mirip manusia, mereka juga bipedal, dan memiliki gen krusial untuk berbicara. Namun mereka memiliki perbedaan menonjol, termasuk pada struktur tengkorak (dahi rendah, tulang alis menonjol, dagu tipis, lubang hidung besar dsb).

Jika ada yang bisa memberi bukti ilmiah neanderhtal itu sama sekali tak berhubungan dengan manusia , atau neanderthal itu manusia modern, silakan saja. :)
« Edit Terakhir: Juni 03, 2011, 01:29:29 AM oleh Pi-One »

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #222 pada: Juni 03, 2011, 04:00:09 AM »
Dikira uji DNA adalah satu-satunya cara pembuktian evolusi?
Tidak, makanya saya bilang bukti empiris dalam konteks pembuktian dengan DNA, jadi jelaskan substansinya, kalau masalah pembuktian evolusi secara hakekat atau substansi lain itu beda lagi

Kenapa gak sekalian anda uji dna Adam? Atau Nuh? :)
Disini pembahasannya bukan DNA Nuh atau Adam, toh andapun juga belum tentu percaya ada Nuh dan Adam kan? untuk hal seperti ini perlu dipisahkan, kalau agama ya agama, kalau pendekatan dengan teori evolusi saya ingin lihat sampai mana pembuktiannya, bukan hal yang salahkan?

Jika ada yang bisa memberi bukti ilmiah neanderhtal itu sama sekali tak berhubungan dengan manusia , atau neanderthal itu manusia modern, silakan saja. :)
Disini saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan tapi disini saya ingin melihat pembuktian teori evolusi sampai mana, saya rasa sudah jelas maksud saya.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #223 pada: Juni 03, 2011, 08:19:17 AM »
Tidak, makanya saya bilang bukti empiris dalam konteks pembuktian dengan DNA, jadi jelaskan substansinya, kalau masalah pembuktian evolusi secara hakekat atau substansi lain itu beda lagi
Untuk fosil-fosil berusia lebih dari seratus ribu tahun, bisa dibilang hampir mustahil mendapat sampel dna yang utuh. Bahkan untuk nenaderthal tempo hari (yang usianya puluhan ribu tahun) saja susah. Untuk floresiensis juga, meski usianya lebih muda, kondisi fosil yang ditemukan lebih rapuh lagi, mustahil mengambil sampel dna dari fosilnya.

Untuk manusia, perbandingan sampel itu sulit, karena hanya ada satu speises - lebih spesifik satu sub-spesies yang eksis saat ini. Pengujian genetis dari manusia dalam human genome project bisa melacak asal manusia ke y-chromosom Adam (kisaran 60 ribu tahun silam) atau Mitochondria eve (kisaran 200 ribu tahun silam). Yang hidup di maa mitochondria eve adalah sapiens, sapiens sapiens belum eksis.

Jika dna manusia dan simpanse yang diperbandingkan, maka didapat mereka terpisah kisaran ...lupa, kalau gak salah kisaran 5/6 juta hingga 8 juta tahun silam. Untuk menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.

Disini pembahasannya bukan DNA Nuh atau Adam, toh andapun juga belum tentu percaya ada Nuh dan Adam kan? untuk hal seperti ini perlu dipisahkan, kalau agama ya agama, kalau pendekatan dengan teori evolusi saya ingin lihat sampai mana pembuktiannya, bukan hal yang salahkan?
Dengan kata lain, agama tak punya celah untuk menyodorkan kisah Adam ke dalam sains.

Disini saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan tapi disini saya ingin melihat pembuktian teori evolusi sampai mana, saya rasa sudah jelas maksud saya.
Untuk ini agak sulit, karna minimal anda harus punya pemahaman dasar tentang teori evolusi. Jika tidak, anda akan mudah termakan propaganda kreasionis...

Offline familycode

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 4
  • Main gulat diam-diam, saya juga mau
Re: Al-Quran dan Darwin-buat nambah iman
« Jawab #224 pada: Juni 03, 2011, 09:23:53 AM »
Untuk fosil-fosil berusia lebih dari seratus ribu tahun, bisa dibilang hampir mustahil mendapat sampel dna yang utuh. Bahkan untuk nenaderthal tempo hari (yang usianya puluhan ribu tahun) saja susah. Untuk floresiensis juga, meski usianya lebih muda, kondisi fosil yang ditemukan lebih rapuh lagi, mustahil mengambil sampel dna dari fosilnya.

Untuk manusia, perbandingan sampel itu sulit, karena hanya ada satu speises - lebih spesifik satu sub-spesies yang eksis saat ini. Pengujian genetis dari manusia dalam human genome project bisa melacak asal manusia ke y-chromosom Adam (kisaran 60 ribu tahun silam) atau Mitochondria eve (kisaran 200 ribu tahun silam). Yang hidup di maa mitochondria eve adalah sapiens, sapiens sapiens belum eksis.

Jika dna manusia dan simpanse yang diperbandingkan, maka didapat mereka terpisah kisaran ...lupa, kalau gak salah kisaran 5/6 juta hingga 8 juta tahun silam. Untuk menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.
Jadi sudah jelas sampai mana pembuktian berdasar DNA-nya bahwa jika misal dikatakan DNA merupakan bukti dominan (misal), maka secara hakekat sulitkan pembuktiannya secara pendekatan kualitatif?

Dengan kata lain, agama tak punya celah untuk menyodorkan kisah Adam ke dalam sains.
Setiap kemungkinan bukannya selalu ada karena bukannya kita tidak pernah tahu hakekat dari dunia ini secara lengkap 100%, hanya saja disains pembuktian ada kriteria-kriterianya, saya rasa jelas apa maksud saya.

Untuk ini agak sulit, karna minimal anda harus punya pemahaman dasar tentang teori evolusi. Jika tidak, anda akan mudah termakan propaganda kreasionis...
Untuk pembuktian itu tolok ukurnya indera kita, yang jadi masalah teori ini masih melakukan bentuk-bentuk pendekatan yang 100% belum pasti, apalagi dalam konteks DNA, begitu terbatas misal tentang menguji dna manusia ke ergaster memang tidak ada caranya.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
14 Jawaban
41015 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 29, 2015, 11:23:40 AM
oleh Monox D. I-Fly
Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern

Dimulai oleh Ahmad Musthafa « 1 2 ... 49 50 » Agama dan Filosofi

739 Jawaban
214525 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 14, 2011, 01:47:38 PM
oleh reborn
3 Jawaban
7782 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 19, 2010, 11:00:43 PM
oleh ogeese
31 Jawaban
18496 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2011, 03:16:53 AM
oleh Pi-One
47 Jawaban
20903 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2011, 11:33:02 AM
oleh Pi-One