Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 15, 2021, 09:31:51 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26703
  • Latest: VIVA98
Stats
  • Total Tulisan: 139627
  • Total Topik: 10388
  • Online Today: 176
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 40
Total: 40

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern  (Dibaca 214642 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
« Jawab #735 pada: Januari 13, 2011, 09:42:57 PM »
Maklum .........

Itu kan yang koar-koar klaim ada beberapa ilmuwan cukup dikenal di dunia tapi karya ilmiahnya tidak diterima di dunia sains.   Setelah klaimnya terbukti salah,  gak terima dan malah klaim lagi bahwa jurnal2 sains yang memuat paper para ilmuwan itu gak kredibel dsbnya.   Ketika dibuktikan lagi terkait adanya jurnal2 palsu,  dan jurnal2 ilmiah yang memuat artikel para ilmuwan itu tidak terkait dengan jurnal palsu,  malah sok tahu bahwa adanya jurnal palsu itu disponsori oleh perusahaan farmasi Australia.   Terbukti salah lagi.  Masih gak terima lagi dia,  malah menyerang pribadi ilmuwan tingkat dunia yang cukup dikenal,  dengan mengatakan paper ilmuwan itu adalah ' sampah ',  tanpa argumentasi apapun,  jangankan membantah isi paper,  judul papernya saja gak disebut.   Dia malah gak tahu apa yang dituduhkan kepada ilmuwan tersebut,  dan bagaimana hasil akhirnya tuduhan itu terbukti atau tidak  .......... :P

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
« Jawab #736 pada: Januari 14, 2011, 01:52:24 AM »
Terbukti salah? Kasus jurnal palsu yang disponsori perusahaan farmasi adalah rilis resmi dari penerbit itu sendiri! Dan jurnal yang dibilang memang sampahg, makanya ditolak jurnal-jurnal ilmiah lain, dan waktu diterbitan ke jurnal sampah juga malah terpaksa ditarik dan memicu perubahan drastis dalam kebijakan penerbitan jurnalnya.

Lucu, bahkan fakta yang ada pun masih mau diselewengkan? ::)

lagi-lagi cara diskusi yang menyerang person, bukannya logika atau informasi yang disampaiakan yang diserang
:ha, argumen dan klaim kosong sudah dibantah, tapi modal ngotot gitu, malah sok merekayasa fakta.
« Edit Terakhir: Januari 14, 2011, 01:55:56 AM oleh Pi-One »

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
« Jawab #737 pada: Januari 14, 2011, 05:39:17 AM »
Terbukti salah? Kasus jurnal palsu yang disponsori perusahaan farmasi adalah rilis resmi dari penerbit itu sendiri!

Yang saya katakan terbukti salah lagi adalah pernyataan anda bahwa adanya jurnal palsu itu disponsori oleh perusahaan farmasi Australia.   

Silakan buktikan klaim soal  ' rilis resmi  ' di atas  :    kapan '  rilis resmi  '  itu disampaikan,  berikan sumber referensi atau link-nya.   ::)
« Edit Terakhir: Januari 14, 2011, 05:46:06 AM oleh semut-ireng »

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
« Jawab #738 pada: Januari 14, 2011, 01:42:26 PM »
Kutip
    Publishing company Elsevier is revising its policies and procedures for partnering with pharmaceutical companies to create custom publications in response to recent media attention over a fake journal, called the Australasian Journal of Bone and Joint Medicine (AJBJM), created by the company and paid for by Merck.

    Elsevier provided The Scientist with the names of additional custom publications produced by the company's Australia office from 2000-2005, that an Elsevier spokesperson admitted "should not have been called 'journals'." According to Elsevier, these other publications differed from AJBJM in that they were not sponsored by a single corporation, but were instead paid for by selling "clearly-marked" advertisements purchased by several pharmaceutical companies.

    Like AJBJM, the additional publications did not contain original research. Sponsors had some editorial input, but not as much as Merck had over AJBJM, the spokesperson said. "We don't have any indication that any one of our advertisers or sponsors had the level of sponsor-editorial control that existed in [AJBJM]." ...

    The company now states that it plans to craft new guidelines regarding these practices by the end of June. "Elsevier will review practices related to all article reprint, compilation or custom publications and set out guidelines on content, permission, use of imprint and repackaging to ensure that such publications are not confused with Elsevier's core peer reviewed journals and that the sponsorship of any publication is clearly disclosed," the company said in a statement released today (June 4)....

    Like AJBJM, the other journals in this series -- the company added three more titles to those it listed in May -- contain no original, peer-reviewed research and consist largely of reprinted articles, and summaries of previously published research papers. Unlike AJBJM, however, which was sponsored only by Merck, with the pharmaceutical company heavily influencing the editorial content of the journal, the other titles were bought through ad sales to a multitude of pharma companies, the names of which Elsevier declined to disclose....

    Elsevier declined to reveal how much Merck paid to have AJBJM published. "As a matter of policy, we don't discuss the details of specific transactions with our customers," the Elsevier spokesperson said. But the publisher did reveal a range of how many copies of the nine journals were distributed in Australia. "Single issues were typically distributed to between 2,000 and 10,000 general practitioners (GP) in Australia, and the company is aware of one issue that went to 20,000 (the estimated total number of GPs in Australia)," today's Elsevier statement reads....
http://www.earlham.edu/~peters/fos/2009/06/elsevier-fake-journal-tally-now-9.html

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Re: Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern
« Jawab #739 pada: Januari 14, 2011, 01:47:38 PM »
Satu lagi thread ajang debat kusir. Tidak mungkin mengaitkan agama dan sains, dua hal yang akarnya berbeda. Mulai saat ini topik-topik serupa akan dikunci.

Terima kasih untuk kerjasamanya.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
10479 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2009, 11:54:04 AM
oleh luth
68 Jawaban
38492 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2009, 10:19:40 PM
oleh The Houw Liong
3 Jawaban
7789 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 19, 2010, 11:00:43 PM
oleh ogeese
4 Jawaban
7158 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2011, 11:03:56 PM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
12960 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2019, 09:09:14 PM
oleh The Houw Liong