Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: azizsaefulh pada November 19, 2008, 04:55:53 AM

Judul: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: azizsaefulh pada November 19, 2008, 04:55:53 AM
Ketika ditemukan nya teleskop huble manusia semakin jelas mengetahui fenomena fenomena di alam ini termasuk ketika diketahui bahwa semua pergerakan galaksi dan bintang menunjukkan pada penambahan besar panjang gelombang dari cahaya yang diradiasikan oleh bintang dan galaksi tersebut, itu menunjukkan bahwa semua benda langit itu bergerak saling menjauhi atau kita kenal teori "Jagad Raya Mengembang"  mari kita renungkan pula salah satu ayat alquran surat Adz-Dzariyat ayat 47 yang artinya:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar MELUASKANNYA. (QS. 51:47)
 mari kita semakin yakin bahwa agama islam adalah agama yang paling benar
Wallahu a'lam bishshawab

Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 19, 2009, 02:47:49 PM
eh kirimannya udah lama yah,,gw baru gabung ni hehe

wah nice post
ini dia ni yang harusnya semua orang baca,, apa lagi coba yang mo/bs disangkal dari bukti2 ini...
tapi kok mereka yang ateis ato agama lain g mo komen yah??
mati kutu kali hahaha

ayo-ayo yang bisa nyangkal kebenaran al-qur'an ditunggu,,
(dan pasti ga akan bisa,klo pun ada yang nyangkal, pasti maksa haha)
thx aziz
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 20, 2009, 04:08:34 AM
Cuma kalimat bermakna luas itu, dan mau mengklaim agama anda paling benar? Lagipula satu kebenaran tidak menjadikan seluruhnya sebagai kebenaran...

Tidak perlu promosi ala jual kecap, jika agama anda baik, otomatis akan mengundang orang untuk mengikutinya :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 20, 2009, 03:48:48 PM
coba pikir mana mungkin 14 abad yg lalu yang lalu muhammad menemukan hal ini,mustahil,,apa ada satelit ataw teleskop ataw apalah itu,,pikir...dengan hati terbuka dan jujur
agama itu harus punya bukti,nah al-qur'an lah yang punya bukti paling lengkap,paling lengkap dari segala bidang jenis ilmu/sains
klo agama lain ada buktinya melalui ilmu silahkan..
(oh ya perlu diketahui bahwa kami mengakui/mengimani kitab injil dan taurat dan zabur juga ya sebelum kitab itu ''dinodai'' oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab),

Kutip
Cuma kalimat bermakna luas itu, dan mau mengklaim agama anda paling benar? Lagipula satu kebenaran tidak menjadikan seluruhnya sebagai kebenaran...
alhamdulillah akhirnya mengakui juga,,
cuma ??? ???loh kok aneh deh?ga di bidang astronomi aja, kykny dah banyk d,,coba cri informasi aja,, lantas anda maunya berapa kebenaran?,yang banyak?,,oke  ,sebutkan jumlahnya hehe,,
 you name it, i get it.. ;D ;D

nih saya kasih yang lainnya
http://diannyakakak.blogsome.com/2006/03/18/tahukah-anda-pertemuan-dua-lautan/
klo mo lgi boleh,,maunya banyak kan?
tamboh ciek   hehe ;D ;D

Tidak perlu promosi ala jual kecap
emang anda jual kecap ya kok taw hehe  ;D ;D ;D ;D
piss ya
Kutip
jika agama anda baik, otomatis akan mengundang orang untuk mengikutinya
yap betul,tuh salah satunya yg ada di link itu,,
klo mo yang laennya banyak sih,,
thx...


Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: oyonks pada Januari 20, 2009, 11:14:15 PM
Ketika ditemukan nya teleskop huble manusia semakin jelas mengetahui fenomena fenomena di alam ini termasuk ketika diketahui bahwa semua pergerakan galaksi dan bintang menunjukkan pada penambahan besar panjang gelombang dari cahaya yang diradiasikan oleh bintang dan galaksi tersebut, itu menunjukkan bahwa semua benda langit itu bergerak saling menjauhi atau kita kenal teori "Jagad Raya Mengembang"  mari kita renungkan pula salah satu ayat alquran surat Adz-Dzariyat ayat 47 yang artinya:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar MELUASKANNYA. (QS. 51:47)
 mari kita semakin yakin bahwa agama islam adalah agama yang paling benar
Wallahu a'lam bishshawab



Anda menyatakan ini sesuai dengan keinginan/pernyataan/ajaran seluruh muslim di dunia ini atau pendapat anda sendiri?

Kalau gitu saya salut sama muslim yang memwartakan bahwa mereka yang paling benar yang agama lain saja tidak menyatakan mereka paling benar. tapi sayangnya hal itu bisa menyenggol agama lain ya....

Wallahu a'lam bishshawab

eh kirimannya udah lama yah,,gw baru gabung ni hehe

wah nice post
ini dia ni yang harusnya semua orang baca,, apa lagi coba yang mo/bs disangkal dari bukti2 ini...
tapi kok mereka yang ateis ato agama lain g mo komen yah??
mati kutu kali hahaha

ayo-ayo yang bisa nyangkal kebenaran al-qur'an ditunggu,,
(dan pasti ga akan bisa,klo pun ada yang nyangkal, pasti maksa haha)
thx aziz


Ini kan? :)


Salam Kenal semua..... :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 20, 2009, 11:22:29 PM
sepertinya disini terjadi,... hehehehe
@luth,.. mohon menghargai agama orang lain,..
sebaiknya penyampaiannya tidak secara blak-blakan (mengalahkan) agama lain,..
sebaiknya dakwahnya disampaikan secara halus serta bertahap,..

salam damai,.. ;) ;) ;)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 20, 2009, 11:51:31 PM
saya setuju dengan u. langit. bahkan dalam hadits ataupun Al Quran tidak ada kalimat bahwa Islam yang paling benar, namun Islam diturunkan sebagai Rahmatan Lil 'alamin atau sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, juga agama yang diridoi oleh Allah SWT.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: oyonks pada Januari 21, 2009, 12:32:03 AM
saya setuju dengan u. langit. bahkan dalam hadits ataupun Al Quran tidak ada kalimat bahwa Islam yang paling benar, namun Islam diturunkan sebagai Rahmatan Lil 'alamin atau sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, juga agama yang diridoi oleh Allah SWT.

Saya setuju sama superstring39..

bagaimana dengan ini?

Ketika ditemukan nya teleskop huble manusia semakin jelas mengetahui fenomena fenomena di alam ini termasuk ketika diketahui bahwa semua pergerakan galaksi dan bintang menunjukkan pada penambahan besar panjang gelombang dari cahaya yang diradiasikan oleh bintang dan galaksi tersebut, itu menunjukkan bahwa semua benda langit itu bergerak saling menjauhi atau kita kenal teori "Jagad Raya Mengembang"   mari kita renungkan pula salah satu ayat alquran surat Adz-Dzariyat ayat 47 yang artinya:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar MELUASKANNYA. (QS. 51:47)
 mari kita semakin yakin bahwa agama islam adalah agama yang paling benar
Wallahu a'lam bishshawab

 ;D ;D
sepertinya disini terjadi,... hehehehe
@luth,.. mohon menghargai agama orang lain,..
sebaiknya penyampaiannya tidak secara blak-blakan (mengalahkan) agama lain,..
sebaiknya dakwahnya disampaikan secara halus serta bertahap,..

salam damai,.. ;) ;) ;)


Salam damai juga... :D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: soni sascori pada Januari 21, 2009, 12:48:25 AM

wah.. wah.. jagan ada perang agama yach,,,
klo pengen perang sana ke jalur gaza. ;)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 21, 2009, 03:56:55 AM
coba pikir mana mungkin 14 abad yg lalu yang lalu muhammad menemukan hal ini,mustahil,,apa ada satelit ataw teleskop ataw apalah itu,,pikir...dengan hati terbuka dan jujur
Coba jawab dengan jujur, apakah ayat itu disertai penjelasan yang mengatakan bahwa alam semesta mengembang? Apa ada ayat tambahan yang menunjukkan bahwa ayat tadi mengarah pada big bang? Atau sekedar diinterpretasikan manusia modern?

Di forum sebelah, rekan muslim sudah seringkali mengklaim adanya ilmu pengetahuan dalam ayat alquran, dan tiap kali pula yang mereka tunjukkan hanya ayat yang bermakna luas tanpa ada penjelasan memadai yang benar-benar berkaitan.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: izna pada Januari 21, 2009, 04:02:16 AM
@tuk's smuanya..
Setiap org mempunyai keyakinan yg berbeda2,

kita juga harus menghargai dan menghormati keyakinan orang lain,..

di forum ini tujuannya untuk diskusi,

alangkah baiknya apabila kata2nya/penyampainnya lebih halus

agar tidak menyinggung penganut ajaran lain dan tidak terjadi debat agama atau bahkan mungkin perang agama,..

*maaf saya tdk bermaksud menggurui, sekedar mengingatkan :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 21, 2009, 04:19:18 AM
Pada dasarnya, aku gak berniat menyerang agama lain. Aku hanya mempertanyakan, benarkan ayat yang dikutip tadi memang dimaksudkan untuk memberitahu kalau alam semesta ini mengembang, big bang, atau itu adalah interpretasi muslim modern setelah tersebarnya teori big bang?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: soni sascori pada Januari 21, 2009, 04:26:41 AM
ayo jangan pada debat,,
sesungguhnya tidak ada yang pernah menang dalam debat. Jika kita kalah pasti sakit hati, jika kita menang kita akan dijauhi oleh yang kalah yang mungkin sahabat kita sendiri.

3 hal yang harus dicegah jika anda ingin mencari banyak teman
1. hindarkan berdebat tentang agama
2. hindari berdebat tentang prinsip hidup
3. hindari debat bernuansakan pilitik.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 21, 2009, 04:28:02 AM
Pada dasarnya, aku gak berniat menyerang agama lain. Aku hanya mempertanyakan, benarkan ayat yang dikutip tadi memang dimaksudkan untuk memberitahu kalau alam semesta ini mengembang, big bang, atau itu adalah interpretasi muslim modern setelah tersebarnya teori big bang?
maaf ikut-ikutan, tetapi saya punya opini bahwa wajar saja setiap manusia yang memeluk agamanya sendiri menganggap bahwa agamanya adalah benar dan agama lain beda dari mereka dan dianggap salah. bagi kaum muslim ayat-ayat tersebut adalah benar dan kalo ada agama lain yang ingin tahu kebenaran ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran coba saja masuk islam,dan bertanya pada ulama-ulama tentang keluhan dan perbedaan, disana mungkin mereka dapat menjawab sesuai dengan ketentuan agama islam itu sendiri....sorry kalo ada yang tersinggung :kribo:
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: izna pada Januari 21, 2009, 04:33:20 AM
@tuk's smuanya..

Setiap org mempunyai keyakinan yg berbeda2,
kita juga harus menghargai dan menghormati keyakinan orang lain,..
di forum ini tujuannya untuk diskusi,
alangkah baiknya apabila kata2nya/penyampainnya lebih halus
agar tidak menyinggung penganut ajaran lain dan tidak terjadi debat agama atau bahkan mungkin perang agama,..
*maaf saya tdk bermaksud menggurui, sekedar mengingatkan :)

bagi semua member,..
baik pemuka topik maupun member lain yg menanggapi
kata2nya diperhalus ya, biar ga da yg tersinggung :)

*peace ah  ;D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 21, 2009, 04:39:41 AM
ayo jangan pada debat,,
sesungguhnya tidak ada yang pernah menang dalam debat. Jika kita kalah pasti sakit hati, jika kita menang kita akan dijauhi oleh yang kalah yang mungkin sahabat kita sendiri.

3 hal yang harus dicegah jika anda ingin mencari banyak teman
1. hindarkan berdebat tentang agama
2. hindari berdebat tentang prinsip hidup
3. hindari debat bernuansakan pilitik.

Saya rasa anda benar. Tidak ada yang perlu diperdebatkan masalah agama, karena itu masalah keyakinan. Saya lebih suka menyebutnya berbagi pandangan :)

masalah big bang atau pengembangan alam semesta itu hanya istilah saja yang digunakan manusia untuk menjelaskan fenomena yang sama dengan meluasnya langit. ada juga istilah bola langit, jika bola langit tersebut makin besar maka luas langitpun bertambah dalam pandangan lain dikatakan alam semesta mengembang. hanya masalah perbedaan istilah. karena itu bahasa arab yang digunakan sebagai patokan untuk mengurangi kesalahan dalam menggunakan istilah.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Januari 21, 2009, 07:09:33 AM
meyakini agama sendiri paling benar memang tidak dilarang, bahkan menurutku ada baiknya ini diharuskan, namun patut digarisbawahi bahwa kita harus hati-hati jika kita mengatakannya pada umum, terlebih jika mengandung unsur memojokkan agama lain baik secara langsung maupun tidak langsung. untuk luth,agar lebih siap dalam berforum, tolong dibaca dulu kaidah-kaidah berforum disini agar arahnya tidak serampangan. terima kasih.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 21, 2009, 11:51:01 AM
meyakini agama sendiri paling benar memang tidak dilarang, bahkan menurutku ada baiknya ini diharuskan, namun patut digarisbawahi bahwa kita harus hati-hati jika kita mengatakannya pada umum, terlebih jika mengandung unsur memojokkan agama lain baik secara langsung maupun tidak langsung. untuk luth,agar lebih siap dalam berforum, tolong dibaca dulu kaidah-kaidah berforum disini agar arahnya tidak serampangan. terima kasih.
....sependapat tuh... :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 21, 2009, 01:32:15 PM
Kutip
bagi kaum muslim ayat-ayat tersebut adalah benar dan kalo ada agama lain yang ingin tahu kebenaran ayat-ayat yang ada dalam Al-Quran coba saja masuk islam,dan bertanya pada ulama-ulama tentang keluhan dan perbedaan, disana mungkin mereka dapat menjawab sesuai dengan ketentuan agama islam itu sendiri....sorry kalo ada yang tersinggung kribo
sembilan!, eh stuju!! ;D ;D
pis cooooyy*budi anduk mode on :P
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Januari 21, 2009, 01:44:10 PM
yang penting luth bs berpendapat dgn terarah, tdk serampangan, apalagi ngawur, dan byk kesalahan ad hominem nya. oke?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 21, 2009, 02:25:58 PM
Kutip
yang penting luth bs berpendapat dgn terarah, tdk serampangan, apalagi ngawur, dan byk kesalahan ad hominem nya. oke?
klo serampangan?hmm mungkin caranya iya..

tp klo ngawur?wah nanti dulu semua org bisa saja bilang org lain ngawur dan memuji dirinya sendiri dalam perkataannya sendiri
hehe
tapi apapun itu kita sesama manusia harus berdamai ya
damai ya bio-bio dan teman yg lainnya
hehe lagi
pis \/
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Januari 21, 2009, 02:37:35 PM
klo serampangan?hmm mungkin caranya iya..

tp klo ngawur?wah nanti dulu semua org bisa saja bilang org lain ngawur dan memuji dirinya sendiri dalam perkataannya sendiri
hehe
tapi apapun itu kita sesama manusia harus berdamai ya
damai ya bio-bio dan teman yg lainnya
hehe lagi
pis \/

nah, cara yang serampangan itu yang saya sebut ngawur. Memang sy ingin berdamai, dan sy rasa anda juga, krn itu hindarilah yg namanya "menyebarkan bhw agama kita sendiri yg plg benar dan bahkan menantang agama lain". ^^
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Januari 21, 2009, 02:39:27 PM
contohnya ini, yang menurutku bisa merusak perdamaian.
eh kirimannya udah lama yah,,gw baru gabung ni hehe

wah nice post
ini dia ni yang harusnya semua orang baca,, apa lagi coba yang mo/bs disangkal dari bukti2 ini...
tapi kok mereka yang ateis ato agama lain g mo komen yah??
mati kutu kali hahaha

ayo-ayo yang bisa nyangkal kebenaran al-qur'an ditunggu,,
(dan pasti ga akan bisa,klo pun ada yang nyangkal, pasti maksa haha)
thx aziz

Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 21, 2009, 03:14:00 PM
  :D :D :D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: oyonks pada Januari 22, 2009, 01:12:49 AM
Saya rasa anda benar. Tidak ada yang perlu diperdebatkan masalah agama, karena itu masalah keyakinan. Saya lebih suka menyebutnya berbagi pandangan :)



Ya, karena ini bukan forum debat agama  ;D ;D

Kecuali di tetangga sana..  ;D ;D


yang penting pembahasan kita harus tetap pada topik semua.

Ayo lanjut.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 22, 2009, 05:36:12 AM
contohnya ini, yang menurutku bisa merusak perdamaian.
Haha...Dan saat aku menanggapi dengan memngajukan pertanyaan, semoga gak dianggap menyerang agama lain.

Dan superstring atau siapapun yang muslim, bisa tanggapi pertanyaanku? Apalah ada ayat selanjutnya yang memperjelas makna ayat yang dipost tadi? Atau seperti pertanyaanku, apakah itu baru diinterpretasikan demikian setelah berkembangnya teori big bang?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Januari 23, 2009, 04:10:21 AM
Haha...Dan saat aku menanggapi dengan memngajukan pertanyaan, semoga gak dianggap menyerang agama lain.

Dan superstring atau siapapun yang muslim, bisa tanggapi pertanyaanku? Apalah ada ayat selanjutnya yang memperjelas makna ayat yang dipost tadi? Atau seperti pertanyaanku, apakah itu baru diinterpretasikan demikian setelah berkembangnya teori big bang?
Nah, begini yang bagus... didasari rasa ingintahu... hehehe
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 23, 2009, 04:35:20 AM
Al Quran merupakan kitab suci yang diturunkan 14 abad yang lalu, dan memang digunakan sebagai kitab suci terakhir hingga akhir jaman nanti. karena itu Al Quran relevan pada setiap pergantian jaman artinya selalu berlaku tanpa harus ada yang diubah isi dalam kitab tersebut. tidak seperti buku text pelajaran atau text ilmiah yang seluruh isinya diganti begitu ditemukan kesalahan atau ketidak sesuaian lagi dengan berkembangnya IPTEK. Namun tidak seperti itu dengan Al Quran, kitab suci ini tetap berlaku seberapa jauhnya perkembangan manusia dengan IPTEKnya, dan tidak perlu adanya perubahan isi sama sekali. Nah yang perlu diperbaharui adalah pemahaman tentang kandungan Al Quran berdasarkan perkembangan manusia baik secara IPTEK, psikologi, hubungan sosial dll. Jadi intinya hanya pemahamannya saja yang berkembang bukan mengganti isinya. jadi Al Quran merupakan kitab suci yang fleksibel terhadap jaman. Isi dalam Al Quran tidak sangat spesifik menyebutkan suatu kejadian sehingga menjadi tidak masuk akal jika ditemukan penemuan baru. Jadi penemuan Teori Big Bang merupakan jalan bagi kami untuk lebih memahami kandungan kitab suci kami. contoh lainnya lagi adalah perhitungan kecepatan cahaya. dalam Al Quran secara tersirat ada cara untuk menghitung kecepatan cahaya yang sesuai dengan hasil penemuan ilmuan. Al Quran diturunkan bagi orang-orang yang mau berfikir.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 23, 2009, 06:05:48 AM
Al Quran merupakan kitab suci yang diturunkan 14 abad yang lalu, dan memang digunakan sebagai kitab suci terakhir hingga akhir jaman nanti. karena itu Al Quran relevan pada setiap pergantian jaman artinya selalu berlaku tanpa harus ada yang diubah isi dalam kitab tersebut. tidak seperti buku text pelajaran atau text ilmiah yang seluruh isinya diganti begitu ditemukan kesalahan atau ketidak sesuaian lagi dengan berkembangnya IPTEK. Namun tidak seperti itu dengan Al Quran, kitab suci ini tetap berlaku seberapa jauhnya perkembangan manusia dengan IPTEKnya, dan tidak perlu adanya perubahan isi sama sekali. Nah yang perlu diperbaharui adalah pemahaman tentang kandungan Al Quran berdasarkan perkembangan manusia baik secara IPTEK, psikologi, hubungan sosial dll. Jadi intinya hanya pemahamannya saja yang berkembang bukan mengganti isinya. jadi Al Quran merupakan kitab suci yang fleksibel terhadap jaman. Isi dalam Al Quran tidak sangat spesifik menyebutkan suatu kejadian sehingga menjadi tidak masuk akal jika ditemukan penemuan baru. Jadi penemuan Teori Big Bang merupakan jalan bagi kami untuk lebih memahami kandungan kitab suci kami. contoh lainnya lagi adalah perhitungan kecepatan cahaya. dalam Al Quran secara tersirat ada cara untuk menghitung kecepatan cahaya yang sesuai dengan hasil penemuan ilmuan. Al Quran diturunkan bagi orang-orang yang mau berfikir.
Dan sejumlah pemikiran yang ada tidak berkembang bersumber dari alquran, melainkan penemuan orang yang mungkin tak pernah baca alquran.

Tidak ada teori heliosentris berkembang dari dunia arab, tidak ada teori big bang bekembang dari dunia muslim.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 23, 2009, 06:36:37 AM
Dan sejumlah pemikiran yang ada tidak berkembang bersumber dari alquran, melainkan penemuan orang yang mungkin tak pernah baca alquran.

Tidak ada teori heliosentris berkembang dari dunia arab, tidak ada teori big bang bekembang dari dunia muslim.
wah-wah... ternyata anda kurang mengerti tulisan saya. semuanya sudah termuat di Al Quran, masalah yang siapa menemukannya dan menjelaskannya dalam segi ilmiah itu tidak masalah, karena ilmu Allah SWT adalah untuk seluruh umat manusia.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 23, 2009, 06:43:09 AM
wah-wah... ternyata anda kurang mengerti tulisan saya. semuanya sudah termuat di Al Quran, masalah yang siapa menemukannya dan menjelaskannya dalam segi ilmiah itu tidak masalah, karena ilmu Allah SWT adalah untuk seluruh umat manusia.
Masalahnya adalah ayat tadi tidak benar-benar jelas dan tidak spesifik merujuk pada pengembangan alam semesta.

Coba anda simak ayat soal pergerakan matahari misalnya. Dan coba anda kautkan dengan teori geosentris, sesuai gak?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: azizsaefulh pada Januari 23, 2009, 07:49:44 AM
apa yang dituliskan dalam al_quran justru tidak mendukung teori geosentris maupun heliosentris
coba kaji ayat dibawah ini

38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 36:38)
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (QS. 36:39)
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36:40)


yang Al-quran jelaskan justru lebih universal daripada sekedar dua teori diatas yaitu  bahwa 1.matahari juga bergerak (berputar) tidak menjadi pusat alam
  baru diketahui setelah ditemukannya teleskop huble
2.pergerakannya membentuk lintasan seperti tandan yang tua atau elips
3.dan garis edar itu teratur sehingga terhindar dari tumbukan antar benda langit

artinya seandainya kita menggunakan teori modern bahwa gerak itu relatif dan kerangka acuan itu relatif jelaslah bahwa yang menjadi pusat itu bukan bumi atau matahari juga teori geosentris atau heliosentris perlu dikajiulang
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 23, 2009, 09:10:48 AM
apa yang dituliskan dalam al_quran justru tidak mendukung teori geosentris maupun heliosentris
coba kaji ayat dibawah ini

38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 36:38)
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (QS. 36:39)
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36:40)


yang Al-quran jelaskan justru lebih universal daripada sekedar dua teori diatas yaitu  bahwa 1.matahari juga bergerak (berputar) tidak menjadi pusat alam
  baru diketahui setelah ditemukannya teleskop huble
2.pergerakannya membentuk lintasan seperti tandan yang tua atau elips
3.dan garis edar itu teratur sehingga terhindar dari tumbukan antar benda langit

artinya seandainya kita menggunakan teori modern bahwa gerak itu relatif dan kerangka acuan itu relatif jelaslah bahwa yang menjadi pusat itu bukan bumi atau matahari juga teori geosentris atau heliosentris perlu dikajiulang

sipp benget,..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 23, 2009, 01:25:07 PM
apa yang dituliskan dalam al_quran justru tidak mendukung teori geosentris maupun heliosentris
coba kaji ayat dibawah ini

38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 36:38)
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (QS. 36:39)
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36:40)


yang Al-quran jelaskan justru lebih universal daripada sekedar dua teori diatas yaitu  bahwa 1.matahari juga bergerak (berputar) tidak menjadi pusat alam
  baru diketahui setelah ditemukannya teleskop huble
2.pergerakannya membentuk lintasan seperti tandan yang tua atau elips
3.dan garis edar itu teratur sehingga terhindar dari tumbukan antar benda langit

artinya seandainya kita menggunakan teori modern bahwa gerak itu relatif dan kerangka acuan itu relatif jelaslah bahwa yang menjadi pusat itu bukan bumi atau matahari juga teori geosentris atau heliosentris perlu dikajiulang

sip banget lagi hehe(se7 100%)

teori manusia boleh silih berganti.dan diperselisihkan mana yang benar. namun isi al-qur'an tidak berubah..
dan akhirnya lama2 terbukti juga teori atau al-quran yang sesuai dengan fakta ilmiah sebenarnya...
namanya juga teori(ah teori  :P ;D)

dulu manusia tdk tahu bhw matahari bergerak juga dan tak ada yang menyadarinya...
di sd dulu saya cm diberitahu bahwa bumi yg bergerak
namun tdk diberitahu bhw matahari bergerak pula.....(apa sd saya ataw saya  yg salah ya :D :D ;D)
namun itu semua sudah tertulis dalam al-qur'an....
dan terbukti kebenarannya sekarang bahwa matahari pun bergerak/berjalan pula pada garis edarnya

hanya itu yang dapat saya katakan...
interpretasinya terserah anda.....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 24, 2009, 05:43:28 AM
apa yang dituliskan dalam al_quran justru tidak mendukung teori geosentris maupun heliosentris
coba kaji ayat dibawah ini

38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 36:38)
39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (QS. 36:39)
40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS. 36:40)


yang Al-quran jelaskan justru lebih universal daripada sekedar dua teori diatas yaitu  bahwa 1.matahari juga bergerak (berputar) tidak menjadi pusat alam
  baru diketahui setelah ditemukannya teleskop huble
2.pergerakannya membentuk lintasan seperti tandan yang tua atau elips
3.dan garis edar itu teratur sehingga terhindar dari tumbukan antar benda langit

artinya seandainya kita menggunakan teori modern bahwa gerak itu relatif dan kerangka acuan itu relatif jelaslah bahwa yang menjadi pusat itu bukan bumi atau matahari juga teori geosentris atau heliosentris perlu dikajiulang
Coba simak ayat terakhir, ayat itu lebih seakan bulan dan matahari mengelilingi bumi, dan keduanya mengorbit pada jarak yang berbeda. Tidak ada petunjuk bahwa matahari mengorbit pada pusat galaksi atau sejenisnya...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 24, 2009, 05:44:52 AM
sip banget lagi hehe(se7 100%)

teori manusia boleh silih berganti.dan diperselisihkan mana yang benar. namun isi al-qur'an tidak berubah..
dan akhirnya lama2 terbukti juga teori atau al-quran yang sesuai dengan fakta ilmiah sebenarnya...
namanya juga teori(ah teori  :P ;D)

dulu manusia tdk tahu bhw matahari bergerak juga dan tak ada yang menyadarinya...
di sd dulu saya cm diberitahu bahwa bumi yg bergerak
namun tdk diberitahu bhw matahari bergerak pula.....(apa sd saya ataw saya  yg salah ya :D :D ;D)
namun itu semua sudah tertulis dalam al-qur'an....
dan terbukti kebenarannya sekarang bahwa matahari pun bergerak/berjalan pula pada garis edarnya

hanya itu yang dapat saya katakan...
interpretasinya terserah anda.....

Dan lebih seribu tahun sudah kaum muslim mendapat Alquran, tapi tidak ada bantahan terhadap teori heliosentris atau teori bahwa matahari mengelilingi pusat bima sakti dari kaum muslim... Tidak ada juga teori big bang dari kaum muslim. Makanya aku bilang, Alquran tidak memberi petunjuk jelas. Dan entah kalau ayat itu sengaja dikait=kaitkan dengan penemuan terbaru...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 24, 2009, 06:14:53 AM
Coba simak ayat terakhir, ayat itu lebih seakan bulan dan matahari mengelilingi bumi, dan keduanya mengorbit pada jarak yang berbeda. Tidak ada petunjuk bahwa matahari mengorbit pada pusat galaksi atau sejenisnya...
coba perhatikan di ayat tersebut disebutkan matahari dan bulan bergerak berdasarkan garis edarnya. tidak ada kata-kata apa mengelilingi apa. bagian ini manusialah yang harus mencari tau, masa' mau dicekokin semuanya. di ilmu astronomi moderen sudah ditemukan kok bahwa matahari dan bintang2 di galaksi ini mengelilingi pusat galksi yang merupakan lubang hitam.

Dan lebih seribu tahun sudah kaum muslim mendapat Alquran, tapi tidak ada bantahan terhadap teori heliosentris atau teori bahwa matahari mengelilingi pusat bima sakti dari kaum muslim... Tidak ada juga teori big bang dari kaum muslim. Makanya aku bilang, Alquran tidak memberi petunjuk jelas. Dan entah kalau ayat itu sengaja dikait=kaitkan dengan penemuan terbaru...
wah.. saya mesti bilang berapa kali tho?! semua fenomena alam tersebut sudah termuat di Al Quran berupa petunjuk kalo semuanya dicekokin manusia gak akan pernah berfikir. masalah siapa yang menemukan fenomena alam dan menginterpretasikannya bukan masalah karena ilmu Allah untuk semua manusia dan alam semesta. semua penemuan itu sangat bersesuaian dengan isi Al Quran, ini menjadi jalan untuk lebih memahami isi Al Quran.

Coba lihat definisi baru langit yang dimaksudkan dalam Al Quran dalam attachment.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 24, 2009, 06:30:27 AM
coba perhatikan di ayat tersebut disebutkan matahari dan bulan bergerak berdasarkan garis edarnya. tidak ada kata-kata apa mengelilingi apa.
Dan tidak ada juga soal matahari mengelilingi pusat bima sakti kan? Dan karena matahari disandingkan dengan bulan, sementara bulan jelas mengelilingi bumi, gak aneh kan kalo menarik kesimpulan matahari juga dikatakan mengelilingi bumi? Apalagi teori geosentris adalah pandangan umum masa itu...

wah.. saya mesti bilang berapa kali tho?! semua fenomena alam tersebut sudah termuat di Al Quran berupa petunjuk kalo semuanya dicekokin manusia gak akan pernah berfikir. masalah siapa yang menemukan fenomena alam dan menginterpretasikannya bukan masalah karena ilmu Allah untuk semua manusia dan alam semesta. semua penemuan itu sangat bersesuaian dengan isi Al Quran, ini menjadi jalan untuk lebih memahami isi Al Quran.
Dan dengan kalimat sederhana bermakna luas itu mansuia bisa berpikir? Tanpa membaca kalimat itu juga manusia menemukan banyak hal, dan baru setelahnya muslim mengklaim itu sudah ada di alquran...

Mestinya muslim mengemukakan pandangannya berdasar alquran sebelum penemuan-penemuan tadi dikemukakan ilmuwan non muslim, baru bisa dianggap terbukti... Jika cuma sekedar kalimat sederhana macam itu, apakah dongeng urashima taro adalah penerapan teori relativitas waktu?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 24, 2009, 06:42:35 AM
Dan tidak ada juga soal matahari mengelilingi pusat bima sakti kan? Dan karena matahari disandingkan dengan bulan, sementara bulan jelas mengelilingi bumi, gak aneh kan kalo menarik kesimpulan matahari juga dikatakan mengelilingi bumi? Apalagi teori geosentris adalah pandangan umum masa itu...
wah-wah anda mencoba menafsirkan Al Quran tanpa memahami ilmu-ilmu tafsir itu sangat berbahaya lho. Tafsir Al Quran itu tidak sesederhana itu bung! Saya tidak perlu mengajari anda bagaimana menafsirkan Al Quran karena ilmunya sangat luas, yang jelas tafsiran anda benar-benar ngaco abizzz.

Dan dengan kalimat sederhana bermakna luas itu mansuia bisa berpikir? Tanpa membaca kalimat itu juga manusia menemukan banyak hal, dan baru setelahnya muslim mengklaim itu sudah ada di alquran...

Mestinya muslim mengemukakan pandangannya berdasar alquran sebelum penemuan-penemuan tadi dikemukakan ilmuwan non muslim, baru bisa dianggap terbukti... Jika cuma sekedar kalimat sederhana macam itu, apakah dongeng urashima taro adalah penerapan teori relativitas waktu?
Ya ampuuuun belom ngerti juga sih >:( penemuan-penemuan itu digunakan untuk memahami Al Quran begitu juga sebaliknya. Kalo belum ngerti juga nanti dah minggu depan gw kasih tau lebih detail. mu have looong weekend dulu.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 24, 2009, 06:46:03 AM
wah-wah anda mencoba menafsirkan Al Quran tanpa memahami ilmu-ilmu tafsir itu sangat berbahaya lho. Tafsir Al Quran itu tidak sesederhana itu bung! Saya tidak perlu mengajari anda bagaimana menafsirkan Al Quran karena ilmunya sangat luas, yang jelas tafsiran anda benar-benar ngaco abizzz.
Ya ampuuuun belom ngerti juga sih >:( penemuan-penemuan itu digunakan untuk memahami Al Quran begitu juga sebaliknya. Kalo belum ngerti juga nanti dah minggu depan gw kasih tau lebih detail.
Anda juga gak ngerti kan? Aku bilang Alquran gak ngasih informasi yang benar-benar jelas, cuma kalimat bermakna luas yang bisa ditakfsirkan apapun...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 26, 2009, 07:32:54 AM
Anda juga gak ngerti kan? Aku bilang Alquran gak ngasih informasi yang benar-benar jelas, cuma kalimat bermakna luas yang bisa ditakfsirkan apapun...
karena itu lah Al-Quran diturukan untuk kaum pemikir, kalo Allah menjelaskannya teori-teori yang telah dikemukakan oleh para penemu, Al-Quran jadi super Tebelllll dong....dan nggak perlu ada orang berfikir karena Allah telah memberitahu segalanya nah yang bercetak tebel itu adalah hal yang dibenci oleh Allah SWT...Al-Quran diturukan sebagai pedoman manusia untuk hidup dunia dan akhirat...bukannya Buku ensiklopedi atau sains termuka.....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 26, 2009, 12:35:38 PM
Anda juga gak ngerti kan? Aku bilang Alquran gak ngasih informasi yang benar-benar jelas, cuma kalimat bermakna luas yang bisa ditakfsirkan apapun...
sebenarnya, bagi kebanyakan Umat Muslim, Al-Quran hanya digunakan untuk pedoman dalam beragama saja, tapi belakangan mulai di aplikasikan dalam beberapa sektor, Ekonomi syariah salah satu contohnya.
untuk bidang IPA, kaum muslim sepertinya (menurut pandangan saya), kurang menggunakan Al-Quran untuk dijadikan dasar Ilmu pengetahuan,..
itu menurutku,...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Januari 26, 2009, 07:42:54 PM
sebenarnya, bagi kebanyakan Umat Muslim, Al-Quran hanya digunakan untuk pedoman dalam beragama saja, tapi belakangan mulai di aplikasikan dalam beberapa sektor, Ekonomi syariah salah satu contohnya.
untuk bidang IPA, kaum muslim sepertinya (menurut pandangan saya), kurang menggunakan Al-Quran untuk dijadikan dasar Ilmu pengetahuan,..
itu menurutku,...

jangan ampe deh...
mau tahu ttg contoh aplikasi ekonomi berdasarkan Islam? MUI mengharamkan riba bank

mau tahu ttg contoh aplikasi ilmu pengetahuan berdasarkan Al-Quran?
Abd-al-Aziz ibn Abd-Allah ibn Baaz, seorang Grand Mufti dari Saudi Arabia (udah meninggal), tahun 1993 mengeluarkan fatwa: "The Earth is flat. Whoever claims it is round is an atheist deserving of punishment" (Bumi ini datar. Siapapun yang mengatakan itu bundar adalah atheist yang pantas mendapatkan hukuman."
Fadhel Al-Sa'd, seorang peneliti Irak, berdebat di Iraq TV, mengatakan bahwa Bumi itu datar dan Matahari mempunyai ukuran setengah dari bumi, bahwa semua yang tidak tertulis di Quran adalah salah.

Keep the religion in your heart and church/mosque/temple
Stay out from science....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 26, 2009, 10:07:13 PM
saja jelaskan sari awal biar anda paham..
Islam sendiri dari sepeninggal Nabi Muhammad sudah mengalami perpecahan,.. dan sanpai nanti hari Akhir itu mencapai 72 golongan,..
dan hanya 1 /(ahli sunnah wal jama'ah)(katanya), yang benar-benar Islam (apa yang lainnya enggak, aku nggak jawab).

di Indonesia sendiri, banyak pendapat mengenai penafsiran Al-Qur'an.
dan menurut Islam yang saya pelajari untuk menafsirkan Al-Qur'an dibutuhkan 7 Ilmu.
Al-Qur'an itu dasar/panutan, bukan segalanya!
didalam Al-Qur'an juga tidak ada perintah makan rambutan, haramkah? ;D ;D
sebaiknya diperluas sedikit pandangannya,.. ;D ;D ;D

untuk fatwa itu, saya sendiri meragukannya,..(sebaiknya jangan mengclaim facta salah dari pendapat orang)
dalam Al-Quran sendiri kalo nggak salah ada wahyu yang memerintahkan manusia mempelajari segala sesuatu yang ada didunia ini...

"Keep the religion in your heart and church/mosque/temple
Stay out from science...."
kata-kata yang bagus,...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 27, 2009, 03:57:27 AM
karena itu lah Al-Quran diturukan untuk kaum pemikir, kalo Allah menjelaskannya teori-teori yang telah dikemukakan oleh para penemu, Al-Quran jadi super Tebelllll dong....dan nggak perlu ada orang berfikir karena Allah telah memberitahu segalanya nah yang bercetak tebel itu adalah hal yang dibenci oleh Allah SWT...Al-Quran diturukan sebagai pedoman manusia untuk hidup dunia dan akhirat...bukannya Buku ensiklopedi atau sains termuka.....
Aneh kan? Diklaim lengkap, tapi gak ada penjelasan. Cuma kalimat bermakna luas, tapi bisa dipakai untuk mengklaim kalo pengetahuan modern semua ada di Alquran... Dengan cara yang sama, Urashima Taro pun adalah kisah yang merupakan penerapan teori relativitas waktu...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 27, 2009, 03:59:23 AM
untuk bidang IPA, kaum muslim sepertinya (menurut pandangan saya), kurang menggunakan Al-Quran untuk dijadikan dasar Ilmu pengetahuan,..
itu menurutku,...
Dan menurutku, hanya mengandalkan kalimat bermakna luas di Alquran memang akan luar biasa sulit untuk menemukan pengtahuan baru...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 27, 2009, 02:24:01 PM
Dan menurutku, hanya mengandalkan kalimat bermakna luas di Alquran memang akan luar biasa sulit untuk menemukan pengtahuan baru...
kalimat bermakna luas??
coba diperhatikan ayat2 berikut ini

[Al Furqan.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

[Ar Rahman.19] Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
Ar Rahman.20] antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

apa kurang detil ini
dan ternyata hal ini benar2 nyata
adalah Mr.Jacques Yves Costeau, yang menemukaan kebenaran ini

dari ayat diatas merupakan ayat yang turun di sekitar abad ke tujuh kepada seorang manusia mulia yang tidak mengenal membaca dan menulis, tahukah anda pembuktian secara teknologi apa yang terjadi dan pembuktian al qur'an tersebut ?

apabila dua samudra bertemu dan memiliki suhu yang berbeda maka akan menimbulkan suatu tempat yang kondusif bagi pertumbuhan planton yang merupakan makanan utama bagi ikan - ikan laut, sehingga pertemuan tersebut menjadi tempat berkembang biaknya ikan dikarenakan sumber plankton yang berlimpah ruah, salah satunya diindonesia adalah

Di perairan utara Maluku dan Papua yang merupakan pertemuan arus Samudera Pasifik dan Laut Maluku, ada yang terbawa arus ke laut di sekitar Propinsi Maluku dan Papua. Potensi ikan tuna di Indonesia timur ini paling tinggi di dunia, yang diperkirakan mencapai 65 persen potensi ikan tuna dunia.

Ini merupakan sumber daya alam Indonesia yang kaya sekali dan sering menjadi tempat pencurian kapal-kapal asing. Ikan-ikan tuna itu menyenangi temperatur yang berada di sekitar kawasan Biak, sebab merupakan pertemuan dua samudera yang berbeda.

dia (Mr.Jacques Yves Costeau) adalah pakar kelautan yang masuk islam karena penemuanya dalam bidang kelautan berhubungan langsung dengan keajaiban Al qur'an,

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur'an tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan..." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tidak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhumaa lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam. Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.

kalau mau ayat2 lainnya yang detil silahkan bertanya/minta lagi
 :)


 
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Januari 27, 2009, 05:51:53 PM
[Al Furqan.53] Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

[Ar Rahman.19] Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
Ar Rahman.20] antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

kurang detil? BANGET!!!!!!
Bagaimana caranya dinding dan batas menghalangin bisa diartiin pertemuan air tawar dan asin?
Dinding itu gunanya untuk memisahkan kedua batas, Disitu juga ditulis jelas kalo tidak dilampaui masing2

Air asin dan air tawar itu ga menyatu langsung, tapi pelan2 menyatu, itu seh bukan dinding namanya, tapi dinding bocor.
Lagi pula disitu ditulis "Air tawar yang sedap rasanya"
Loh, katanya lagi nyelem ekplorasi bawah laut? Moso nyicipin dulu air tawarnya?
Ah ada2 aja.

Semua juga disambung2in, ya elahhhh
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 27, 2009, 10:00:34 PM
Bagi yang tidak percaya, no problem. tapi coba cari kitab yang ditulis seribu tahun lebih yang lalu menyebutkan fenomena yang terjadi yang telah disebutkan. Sekali lagi Al Quran ditunjukkan untuk kaum yang berfikir. siapapun yang berfikir dengan hati yang bersih pasti akan terpesona dengan keajaiban Al Quran. kalo syarat tersebut tidak terpenuhi ya jelas aja mata hati mereka telah tertutup karena diri mereka sendiri.

kurang detil? BANGET!!!!!!
seperti yang saya telah sebutkan sebelumnya, jika dicekokin terus, disuapin terus maka manusia tidak akan bisa berfikir. mau disuapin terus, jadi bayi aja seumur hidup.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: nandaz pada Januari 28, 2009, 03:45:57 AM
Dan menurutku, hanya mengandalkan kalimat bermakna luas di Alquran memang akan luar biasa sulit untuk menemukan pengtahuan baru...
hei...bukankah itu adalah petujuk untuk manusia agar memikirkan ada sesuatu yang masih misteri oleh pemikir-pemikir saat itu, yah tentu kita memandangnya sekarang itu tak begitu menarik...kalo tak ada kata yang bermakna luas itu maka orang mikirkan ngga nyampe kesitu....jangan lah berpikiran dangkal,semua didasari dari yang luas hingga detil teman.... :)
Tuhan memberi petunjuk untuk menyelidiki sesuatu yang misteri itu.....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 28, 2009, 05:50:09 AM
Bagi yang tidak percaya, no problem. tapi coba cari kitab yang ditulis seribu tahun lebih yang lalu menyebutkan fenomena yang terjadi yang telah disebutkan. Sekali lagi Al Quran ditunjukkan untuk kaum yang berfikir. siapapun yang berfikir dengan hati yang bersih pasti akan terpesona dengan keajaiban Al Quran. kalo syarat tersebut tidak terpenuhi ya jelas aja mata hati mereka telah tertutup karena diri mereka sendiri.
Terpesona? Standar orang itu apa semua sama, dan kalo gak terpesona artinya gak mikir atau hati tertutup? Mmang anda bisa menetapkan apa yang membuat orang terpesona?

Jika sekedar kalimat gak jelas begitu, kenapa juga aku mesti terpesona misalnya?

seperti yang saya telah sebutkan sebelumnya, jika dicekokin terus, disuapin terus maka manusia tidak akan bisa berfikir. mau disuapin terus, jadi bayi aja seumur hidup.
Boro-boro, yang ini makanan cuma dipamerin sekilas di depan mata, dan kita harus ngumpulin bahan makanan terus masak sendiri. Gak ada resep, gak dikasih tahu dimana bahan makanan bisa didapat, gak ada keterangan seberapa banyak bahan masing-masing...

hei...bukankah itu adalah petujuk untuk manusia agar memikirkan ada sesuatu yang masih misteri oleh pemikir-pemikir saat itu, yah tentu kita memandangnya sekarang itu tak begitu menarik...kalo tak ada kata yang bermakna luas itu maka orang mikirkan ngga nyampe kesitu....jangan lah berpikiran dangkal,semua didasari dari yang luas hingga detil teman.... :)
Tuhan memberi petunjuk untuk menyelidiki sesuatu yang misteri itu.....
Dan nampaknya petunjuk itu terlalu kabur, sampai seperti plesetan iklan: Nyaris tak terlihat... :)

Mana contoh pertemuan laut tawar dan laut asin? Ingat, laut tawar, bukan sungai!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 28, 2009, 06:06:15 AM
pertanyaan-pertanyaan sejenis tidak akan pernah berhenti, meskipun sudah banyak penjelasan,.. jika ingin detail,.. dan tahu tentang Islam, cari kitab-kitab yang berkaitan dengan Al-Qur'an (misal: sorof,fiqih,tajwid dll), lalu cobalah menafsirkan Al-Quran,.. baru boleh komentar,.. hargailah orang yang beragama,.. tukar pikiran dan pengetahuan boleh kok,..

mungkin suatu saat bakan ada pertanyaan sejenis ini, kenapa air basah? hehehehe,.. becanda biar nggak tegang,..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 28, 2009, 06:10:56 AM
pertanyaan-pertanyaan sejenis tidak akan pernah berhenti, meskipun sudah banyak penjelasan,.. jika ingin detail,.. dan tahu tentang Islam, cari kitab-kitab yang berkaitan dengan Al-Qur'an (misal: sorof,fiqih,tajwid dll), lalu cobalah menafsirkan Al-Quran,.. baru boleh komentar,.. hargailah orang yang beragama,.. tukar pikiran dan pengetahuan boleh kok,..

mungkin suatu saat bakan ada pertanyaan sejenis ini, kenapa air basah? hehehehe,.. becanda biar nggak tegang,..
Jika memang ingin bertanya, kenapa tidak?

Tapi anda menyuruh orang mencari buku seperit itu, bukannya itu agak merepotkan? Apa anda tidak bisa menjelaskannya? Atau anda kecewa karena penjelasan anda tetap tidak mengubah pandangan bahwa ayat-ayat yang anda ajukan memang tidak jelas?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 28, 2009, 06:25:46 AM
Jika memang ingin bertanya, kenapa tidak?

Tapi anda menyuruh orang mencari buku seperit itu, bukannya itu agak merepotkan? Apa anda tidak bisa menjelaskannya? Atau anda kecewa karena penjelasan anda tetap tidak mengubah pandangan bahwa ayat-ayat yang anda ajukan memang tidak jelas?
kecewa sih enggak ya,.. tapi apakah pertanyaan anda semuanya sudah dijawab oleh temen-temen yang lain?
memang agama itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah disampaikan kebenarannya,.. tapi mungkin jika anda mencari tahu sendiri akan lebih mudah untuk anda memahami tentang Islam..
apa anda juga mencari tahu agama anda dengan bertanya-tanya kepada pemuka agama anda? ???

kalo menurut saya,.. jika anda tidak percaya pada Al-Qur'an dan tidak mau mepelajarinya,.. apa coba gunanya kita menjelaskan? saya bukan nabi,.. terus terang Ilmu saya terbatas,.. toh saya juga masih belajar? anda masih belajar?
sudahlah,..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 28, 2009, 06:53:30 AM
kecewa sih enggak ya,.. tapi apakah pertanyaan anda semuanya sudah dijawab oleh temen-temen yang lain?
memang agama itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah disampaikan kebenarannya,.. tapi mungkin jika anda mencari tahu sendiri akan lebih mudah untuk anda memahami tentang Islam..
apa anda juga mencari tahu agama anda dengan bertanya-tanya kepada pemuka agama anda? ???
Banyak cara untuk belajar, bertanya, berdiskusi, mendengarkan ajaran, dsb.

Dan jawaban yang diberikan rekan-rekan tidak mengurangi keraguanku, sebab mereka selalumengulang ayatyang gak jelas, dan mengait-ngaitkannya dengan fenmena di alam. Dengan cara yang sama, aku pernah bilang, Dongeng Urashima Taro adalah bukti penerapan pengetahuan tentang relativitas waktu yang lebih akurat...

kalo menurut saya,.. jika anda tidak percaya pada Al-Qur'an dan tidak mau mepelajarinya,.. apa coba gunanya kita menjelaskan? saya bukan nabi,.. terus terang Ilmu saya terbatas,.. toh saya juga masih belajar? anda masih belajar?
sudahlah,..
Ini masalahnya, Anda mengharap aku percaya dulu, sementara aku memilih menunggu reason to beleive... Anda tak bisa memberi alasan untuk peraya,gimana aku mau percaya?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Januari 28, 2009, 07:29:09 AM
oke, sudahkah anda mempelajari Al-Quran secara utuh,?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: luth pada Januari 28, 2009, 06:55:46 PM
kecewa sih enggak ya,.. tapi apakah pertanyaan anda semuanya sudah dijawab oleh temen-temen yang lain?
memang agama itu bukan sesuatu yang bisa dengan mudah disampaikan kebenarannya,.. tapi mungkin jika anda mencari tahu sendiri akan lebih mudah untuk anda memahami tentang Islam..
apa anda juga mencari tahu agama anda dengan bertanya-tanya kepada pemuka agama anda? ???


kalo menurut saya,.. jika anda tidak percaya pada Al-Qur'an dan tidak mau mepelajarinya,.. apa coba gunanya kita menjelaskan? saya bukan nabi,.. terus terang Ilmu saya terbatas,.. toh saya juga masih belajar? anda masih belajar?
sudahlah,..

yap saya sgt2 stuju dengan dua paragraf diatas
komen yg sangat bijaksana dari UL...
 :)


Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 28, 2009, 10:53:27 PM
Jadi inget kaumnya Nabi Musa di dalam Al Baqarah. mereka kebanyakan nanya yang enggak penting eh malah bingung sendiri.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2009, 12:04:26 AM
Gak penting?

Kan aku sudah bilang:
1. Kalimat di alquran makanya luas dan gak jelas, gak spesifik
2. Bisa diartikan dan dikaitkan dengan apapun

Gak beda jauh dengan ramalan nostradamus, bisa jadi akurat kalo dikaitkan dengan fenomena yang sesuai. Atau lebih simpel, ke lamaran mama lauren...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 30, 2009, 12:53:11 AM
kebanyakan baca ramalan bintang jadi pemikirannya ya cuma seputar itu-itu aja. kalo begitu saya ramalkan besok anda akan bernafas, berkedip, bergerak. saya jamin ramalan saya ini tepat!!! kalo meleset berarti....  >:D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2009, 12:59:46 AM
kebanyakan baca ramalan bintang jadi pemikirannya ya cuma seputar itu-itu aja. kalo begitu saya ramalkan besok anda akan bernafas, berkedip, bergerak. saya jamin ramalan saya ini tepat!!! kalo meleset berarti....  >:D
Gak suka baca ramalan bintang... :D

Kalo gitu aku menghipnotis massal aja:
Nanti malam kalian tidur, nanti malam kalian tidur...

Kalo sebagian besar dari kalian tidur, berarti hipnotisku sukses :D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 30, 2009, 01:13:40 AM
Nah akhirnya anda sadar juga kalimat seperti itu yang dibilang umum dan memang pasti terjadi, semua orang sudah tau. gimana kalo saya bilang besok anda akan hidup setelah mati, mengalami kegelapan sebelum terangnya, melihat sesuatu yang tidak nyata? apakah anda akan mempercayainya?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2009, 01:18:54 AM
Nah akhirnya anda sadar juga kalimat seperti itu yang dibilang umum dan memang pasti terjadi, semua orang sudah tau. gimana kalo saya bilang besok anda akan hidup setelah mati, mengalami kegelapan sebelum terangnya, melihat sesuatu yang tidak nyata? apakah anda akan mempercayainya?
Sebelumnya, aku harus paham dulu apa makna kalimat anda. Jika kalimat anda gak jelas, aku akan mengabaikannya :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 30, 2009, 03:00:21 AM
Sebelumnya, aku harus paham dulu apa makna kalimat anda. Jika kalimat anda gak jelas, aku akan mengabaikannya :)
nah ini juga membuktikan bahwa kalimat tersebut sebenarnya memiliki makna hanya saja anda tidak mau berfikir dengan mengatakan tidak jelas kemudian mengabaikan ini yang saya sebut menutup mata dan telinga.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dewa ruci pada Januari 30, 2009, 06:47:34 AM
teLah beruLang kaLi superstring mMbeRitahu bahwa segaLa yang diTujukan ALLAH adaLah bagi kaum yang berpikiR.kLo tidak mau berpiKir,,aKan suSaH mnGajRkan iLmu2 yG membuTuhkan pemikIran...

kLo anDa beranggaPAn bahwa iLmu2 sains itu banyak ditemukaN oLeh iLmuan non musLim,,saya kURang seTuju..

sebeLum para iLmuan itu menemukan teOri2 mReka,,pastiLah ada iLmu2 yang mendasaRi sebeLUmnya..daN itu ditemukan oLeh iLmuan2 musLim terlebih dahulu..dan iLmuan2 musLim itu,,mNdapataknYa daRi Al-Qur'an.yG meReka peLajARi deNgan banyaK iLmu pndukung(tajwid,sorof,dLL)..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 30, 2009, 11:38:33 PM
nah ini juga membuktikan bahwa kalimat tersebut sebenarnya memiliki makna hanya saja anda tidak mau berfikir dengan mengatakan tidak jelas kemudian mengabaikan ini yang saya sebut menutup mata dan telinga.
Aku sudha bilang, mau bemakna atau tidak, jika kalimat tadi tidak jelas ya maknanya kabur. Dan bisa diartikan apa saja. Makanya, kalimat yang maknanya gak jelas itu nilainya juga gak ada...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Januari 31, 2009, 05:11:12 AM
Aku sudha bilang, mau bemakna atau tidak, jika kalimat tadi tidak jelas ya maknanya kabur. Dan bisa diartikan apa saja. Makanya, kalimat yang maknanya gak jelas itu nilainya juga gak ada...
Oh... jadi maksudnya anda hanya mau menerima semua pernyataan atau informasi yang sudah lengkap dan mendetail saja ya? jadi anda bisa menerimanya tanpa harus cape-cape berfikir? itu sih namanya bukan proses belajar atau mengkaji melainkan hanya menelan utuh-utuh semua informasi yang sudah ada. Sains enggak begitu cuy, para ilmuan harus mengambil kesimpulan dan menjelaskan fenomena yang terjadi hanya dengan petunjuk yang tidak lengkap dan buram, tapi karena mau berfikir maka mereka bisa menginterprestasikannya menjadi lebih bermakna. tidak hanya karena mereka mendapat data yang tidak lengkap terus data tersebut diabaikan dan dibuang karena dianggap tidak jelas.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: azizsaefulh pada Januari 31, 2009, 05:35:20 AM
surah Al-Baqarah ayat 6-7
6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)

Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Januari 31, 2009, 07:13:34 AM
Oh... jadi maksudnya anda hanya mau menerima semua pernyataan atau informasi yang sudah lengkap dan mendetail saja ya? jadi anda bisa menerimanya tanpa harus cape-cape berfikir? itu sih namanya bukan proses belajar atau mengkaji melainkan hanya menelan utuh-utuh semua informasi yang sudah ada. Sains enggak begitu cuy, para ilmuan harus mengambil kesimpulan dan menjelaskan fenomena yang terjadi hanya dengan petunjuk yang tidak lengkap dan buram, tapi karena mau berfikir maka mereka bisa menginterprestasikannya menjadi lebih bermakna. tidak hanya karena mereka mendapat data yang tidak lengkap terus data tersebut diabaikan dan dibuang karena dianggap tidak jelas.
Bahkan informasi yang banyak dan mendetail pun masih harus dipikirkan dan dipahami. Sedang sepotong dua potong kalimat gak jelas?

Jika mengikuti metode anda, maka segala agama dan kepercayaan kuno pun memiliki pengetahuan yang lebih banyak juga. Relativitas waktu yang menurut agama anda dikaitkan dengan ayat soal perbedaan waktu surga dan dunia, sama sekali tidak istimewa. Sudah banyak kisah agama dan kepercayaan yang lebih tua yang membahas perbedaan waktu macam itu, apa itu artinya mereka sedang membahas teori relativitas?

Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Februari 01, 2009, 02:16:45 AM
surah Al-Baqarah ayat 6-7
6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)
7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)


cape deh, kena si azizsaefulh ini...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 01, 2009, 03:33:57 AM
Allah mengunci hati dan pikiran, dan Allah nanti akan menghukum manusia yang hati dan pikirannya Dia kunci?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dewa ruci pada Februari 01, 2009, 03:45:38 AM
iya,,
tLah dtuLiskan seperti itu..
ALLAH punya kekuasaAn yang tak terbTas atas semua yang ada di langit dan di bumi..

tidak ada kekuatan apapun yang bisa menandingi kekuatan ALLAH..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 01, 2009, 03:50:57 AM
Kesimpulannya kembali pada: Allah itu otoriter.

Seperti penguasa yang memerintahkan bawahannya melakukan sesuatu, kemudian menghukum bawahannya atas perbuatannya tadi....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dewa ruci pada Februari 01, 2009, 05:50:32 AM
ya suka2 ALLAH...
ALLAH itu penguasa yang ada diLangit dan dibumi..
Dia berhak untuk melakukan apapun terhadap makhluknya..
Lha semua itu milik Dia,,

dan perLu dipertegas kLau ALLAH itu bukan penguasa atas bawahan.tapi kepada ciptaan-Nya.dan segLa cipTaan-Nya adaLah miLik-Nya..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 01, 2009, 06:37:56 AM
pandangan saya sebagai seorang Muslim

Kesimpulannya kembali pada: Allah itu otoriter.

Seperti penguasa yang memerintahkan bawahannya melakukan sesuatu, kemudian menghukum bawahannya atas perbuatannya tadi....

benar kata Dewa Ruci,
analogi anda kurang tepat
bukan seperti penguasa kepada bawahannya, Pencipta atas makhluk-NYA

Allah Tidak menghukum hamba-NYA yang menjalankan segala Perintah-NYA,... (SUDAH JELAS)

Allah mengunci hati dan pikiran, dan Allah nanti akan menghukum manusia yang hati dan pikirannya Dia kunci?
jika ada orang yang merasa pikiran dan hatinya dikunci, alangkah bodohnya jika dia tidak bertaubat,..
Jika sudah diberitahu, tapi tetap tidak mau, Itulah orang-orang yang hati dan pikirannya dikunci,..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 02, 2009, 01:20:34 AM
ya suka2 ALLAH...
ALLAH itu penguasa yang ada diLangit dan dibumi..
Dia berhak untuk melakukan apapun terhadap makhluknya..
Lha semua itu milik Dia,,

dan perLu dipertegas kLau ALLAH itu bukan penguasa atas bawahan.tapi kepada ciptaan-Nya.dan segLa cipTaan-Nya adaLah miLik-Nya..
Rule of two verses....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 02, 2009, 11:54:22 PM
Bahkan informasi yang banyak dan mendetail pun masih harus dipikirkan dan dipahami. Sedang sepotong dua potong kalimat gak jelas?
Yah... sudahlah jika itu pendapat anda. sudah banyak cendikiawan muslim bahkan non-muslim mengagumi Al-Quran karena kesesuaiannya dengan sangat jelas dengan Ilmu yang baru-baru ini saja ditemukan. mereka itu sudah memiliki pendidikan tinggi dan pengalaman penelitian yang banyak, tapi mata-hati mereka tidak tertutup. pendapat mereka lebih bisa dipertanggungjawabkan daripada hanya pendapat satu-dua orang yang kekurangan ilmu terhadapnya.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 03, 2009, 12:22:00 PM
Tahukah anda, dengan cara yang sama yang anda gunakan, maka Veda mungkin memberi informasi yang lebih dini, baik itu tentang Big Bang maupun relativitas waktu.

Misal dari Bhagavata Purana, Raja Kakudmi dan putrinya Revati pergi ke Brahmaloka untuk menemui Dewa Brahma. Mereka hanya sebentar di sana, namun saat kembali ke bumi ribuan tahun telah berlalu dan orang-orang yang mereka kenal sudah tiada, bahkan nama mereka pun telah dilupakan orang. Kisah ini bahkan menunjukkan relativitas waktu yang lebih jelas dari yang anda tunjukkan.

Aku masih mencari bagian buku ketiga yang mengacu pada big bang,
Kutip
Certain theistic branches of Hinduism, such as in Vaishnavism, conceive of a creation event with similarities to the Big Bang. For example in the third book of the Bhagavata Purana (primarily, chapters 10 and 26), describes a primordial state which bursts forth as the Great Vishnu glances over it, transforming into the active state of the sum-total of matter ("prakriti"). Other forms of Hinduism assert a universe without beginning or end.
http://www.newuniverse.co.uk/Big_Bang.html
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 03, 2009, 10:12:11 PM
Misal dari Bhagavata Purana, Raja Kakudmi dan putrinya Revati pergi ke Brahmaloka untuk menemui Dewa Brahma. Mereka hanya sebentar di sana, namun saat kembali ke bumi ribuan tahun telah berlalu dan orang-orang yang mereka kenal sudah tiada, bahkan nama mereka pun telah dilupakan orang. Kisah ini bahkan menunjukkan relativitas waktu yang lebih jelas dari yang anda tunjukkan.
Lha ini baru yang mirip dengan kisah urashima taro. btw ada penjelasan lebih lanjut gak tentang kisah di atas. bagi kami semua kisah ada penjelasan dan penjabarannya yang dinamakan ilmu tafsir jadi semua orang bisa memahami suatu ayat atau riwayat dengan lebih mendalam.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 04, 2009, 04:02:04 AM
Lha ini baru yang mirip dengan kisah urashima taro. btw ada penjelasan lebih lanjut gak tentang kisah di atas. bagi kami semua kisah ada penjelasan dan penjabarannya yang dinamakan ilmu tafsir jadi semua orang bisa memahami suatu ayat atau riwayat dengan lebih mendalam.
Penjelasan? penjelasan mana? Apa penjelasan dari alquran sendiri? Dan kapan tafsiran itu muncul?

Kisah tentang raja kakudmi menggambarkan perbedaan waktu yang berjalan antara alam brahma dan dunia, secara tidak langsung menggambarkan relativitas waktu.

Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 04, 2009, 04:10:42 AM
Penjelasan? penjelasan mana? Apa penjelasan dari alquran sendiri? Dan kapan tafsiran itu muncul?

Kisah tentang raja kakudmi menggambarkan perbedaan waktu yang berjalan antara alam brahma dan dunia, secara tidak langsung menggambarkan relativitas waktu.
maksud saya ya penjelasan dari kisah tersebut dalam pandangan ajaran anda, ada atau tidak? dalam setiap kisah biasanya ada penjelasan, detail, moral, resume atau apalah namanya.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 04, 2009, 04:22:45 AM
maksud saya ya penjelasan dari kisah tersebut dalam pandangan ajaran anda, ada atau tidak? dalam setiap kisah biasanya ada penjelasan, detail, moral, resume atau apalah namanya.
Yang aku kutip tadi bukan kisah agamaku lho. Veda itu kitab suci agama Hindu. Aku hanya menunjukkan, kalo mau mengait-ngaitkan, agama yang lebih tua pun mungkin memberi hint yang lebih jelas daripada ayat yanga nda klaim...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 04, 2009, 04:45:45 AM
Yang aku kutip tadi bukan kisah agamaku lho. Veda itu kitab suci agama Hindu.
ya...h saya pikir anda memahami kisah tersebut makanya saya mau bertanya lebih lanjut. tapi ternyata anda mengambil kisah tersebut dan menyimpulkan tanpa pengetahuan sama sekali tentang latar belakang, makna dan kajian tentang tulisan yang anda kutip. jangan disamakan dong kalo begitu karena memang berbeda jauh.

Aku hanya menunjukkan, kalo mau mengait-ngaitkan, agama yang lebih tua pun mungkin memberi hint yang lebih jelas daripada ayat yanga nda klaim...
sekali lagi anda mengait-ngaitkan (ini baru yang namanya cuma nyambung-nyambungin) tanpa adanya dasar ilmu yang jelas. coba sebutkan kitab dari mana jika memang anda bilang ada, yang menjelasan tentang ilmu-ilmu biologi, fisika, kimia, astronomi, geologi, kedokteran dll (ini baru dari segi sains) dalam satu kitab?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 04, 2009, 04:52:06 AM
ya...h saya pikir anda memahami kisah tersebut makanya saya mau bertanya lebih lanjut. tapi ternyata anda mengambil kisah tersebut dan menyimpulkan tanpa pengetahuan sama sekali tentang latar belakang, makna dan kajian tentang tulisan yang anda kutip. jangan disamakan dong kalo begitu karena memang berbeda jauh.
Beda jauh? Tanpa pengtahuan? Walah, apa aku harus jadi penganut Hndu untuk mengetahui kisah itu? Apa sulitnya mengetahui bahwa kisah yang akukutip menunjukkan perbedaan arus waktu antara dunia dan alam brahma?

sekali lagi anda mengait-ngaitkan (ini baru yang namanya cuma nyambung-nyambungin) tanpa adanya dasar ilmu yang jelas. coba sebutkan kitab dari mana jika memang anda bilang ada, yang menjelasan tentang ilmu-ilmu biologi, fisika, kimia, astronomi, geologi, kedokteran dll (ini baru dari segi sains) dalam satu kitab?
Tanpa dasar ilmu jelas? Kisah yang kukutip bahkan menunjukkan perbedaan waktu yang jelas. Dan anda bilang tanpa dasar yang ejlas, apa anda cuma gak pengen ada agama lain yang membahas hal itu lebih dulu dari agama anda? Bukankah aku sudha bilang pemahaman bahwa waktu di alam lain berbeda dengan waktu di dunia merupakan hal umum dari agama dan kepercayaan lama? Bukan hal baru?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 04, 2009, 08:47:50 PM
sekali lagi anda mengait-ngaitkan (ini baru yang namanya cuma nyambung-nyambungin) tanpa adanya dasar ilmu yang jelas. coba sebutkan kitab dari mana jika memang anda bilang ada, yang menjelasan tentang ilmu-ilmu biologi, fisika, kimia, astronomi, geologi, kedokteran dll (ini baru dari segi sains) dalam satu kitab?

Jawabannya: Ga ada satupun, termasuk kitab anda itu.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 05, 2009, 02:54:24 AM
Jawabannya: Ga ada satupun, termasuk kitab anda itu.

ha...ha...ha... anda belum mencari tapi udah bilang enggak ada, jawaban yang pesimis ;D
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: YONJK pada Februari 05, 2009, 03:27:38 AM
ha...ha...ha... anda belum mencari tapi udah bilang enggak ada, jawaban yang pesimis ;D
Iya juga tuh..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 05, 2009, 04:31:56 AM
Pada dasarnya memang gak ada. Sebuah kitab mustahil memuat semua itu, kecuali anda mau mengait-ngaitkan isinya dengan segala pengetahuan yang anda.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 05, 2009, 03:50:59 PM
ha...ha...ha... anda belum mencari tapi udah bilang enggak ada, jawaban yang pesimis ;D
gue ga perlu nyari kali,
ke forum2 kayak gini aja,

dah banyak "ceramahan" n klaim2 ttg gituan kok...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 05, 2009, 09:41:11 PM
Sesungguhnya mencari korelasi, hubungan antar ilmu, mencari penjelasan itu lebih sulit dibandingkan hanya mengeles, menyangkal, membantah. semua orang bisa menyangkal tapi tidak semua orang bisa mencari penjelasan.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 06, 2009, 04:18:15 AM
Sesungguhnya mencari korelasi, hubungan antar ilmu, mencari penjelasan itu lebih sulit dibandingkan hanya mengeles, menyangkal, membantah. semua orang bisa menyangkal tapi tidak semua orang bisa mencari penjelasan.
Dan tambahakan: semua orang bisa mengklaim :)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 06, 2009, 07:57:39 PM
Sesungguhnya mencari korelasi, hubungan antar ilmu, mencari penjelasan itu lebih sulit dibandingkan hanya mengeles, menyangkal, membantah. semua orang bisa menyangkal tapi tidak semua orang bisa mencari penjelasan.

menyangkal itu mudah? mungkin kali ya...liat saja bantahan anda soal big-bang dan relativitas dari dalam kitab Veda

dan menerima sesuatu yang sejalan memang lebih mudah, daripada mencari kebenaran di dalamnya
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 06, 2009, 10:56:49 PM
menyangkal itu mudah? mungkin kali ya...liat saja bantahan anda soal big-bang dan relativitas dari dalam kitab Veda

dan menerima sesuatu yang sejalan memang lebih mudah, daripada mencari kebenaran di dalamnya
ya benar, karena saya tidak percaya dengan kitab suci yang dibuat oleh manusia. Saya sangat yakin bahwa kebenaran terdapat dalam Al Quran dan mencari bukti bahwa itu memang benar dan memang terbukti setelah dikaji. semua orang butuh dasar atau landasan bung! jika anda meyakini kitab Veda ya silahkan saja saya tidak melarang dan silahkan anda kaji dari berbagai sisi dari berbagai aspek dan bidang. kami telah mengkaji, mempelajari, mengupas, megungkap rahasia Al Quran dan menggunakannya untuk menambah keyakinan kami sebagai sebuah kebenaran, bagi yang tidak mau percaya ya silahkan saja kami hanya menyampaikan hasil telaah kami kepada saudara-saudara kami. sudahkah anda mempelajari kitab suci anda?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: fluke pada Februari 13, 2009, 06:08:15 AM
Mungkin nggak nyambung yah.... Tapi dulu ada cerita, kabar, atau hoax 'kali. Katanya tembok besar China bisa terlihat oleh astronaut dari Bulan. Mungkin membahas ini lebih mudah daripada harus mengukur  bertambahnya luas langit...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 13, 2009, 06:27:15 AM
Andai ilmuwan muslim sudah mengumumkan teori-teori ilmiah sebelum ilmuwan non muslim melakukannya, mungkin saja tidak akan ada masalah dengan klaim anda. Nyatanya sudah ada kesempatan lebih seribu tahun, ilmuwan muslim tidak melakukan apapun, mungkin tidak emngetahui hal-hal yang kemudian diklaim sudah ada. Bahkan saat awal sejumlah teori dikemukakan, malah bisa jadi kalangan muslim sendiri menentangnya.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 13, 2009, 07:54:03 PM
ya benar, karena saya tidak percaya dengan kitab suci yang dibuat oleh manusia. Saya sangat yakin bahwa kebenaran terdapat dalam Al Quran dan mencari bukti bahwa itu memang benar dan memang terbukti setelah dikaji. semua orang butuh dasar atau landasan bung! jika anda meyakini kitab Veda ya silahkan saja saya tidak melarang dan silahkan anda kaji dari berbagai sisi dari berbagai aspek dan bidang. kami telah mengkaji, mempelajari, mengupas, megungkap rahasia Al Quran dan menggunakannya untuk menambah keyakinan kami sebagai sebuah kebenaran, bagi yang tidak mau percaya ya silahkan saja kami hanya menyampaikan hasil telaah kami kepada saudara-saudara kami. sudahkah anda mempelajari kitab suci anda?

Veda buatan manusia itu kan kata anda,
seperti juga kata anda bahwa Al Quran bukan buatan manusia

dan anda yang bilang sendiri kan, menyangkal itu mudah,
seperti menyangkal bahwa kemungkinan di luar kotak ada sesuatu yang lebih benar dan lebih besar
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: fluke pada Februari 13, 2009, 10:59:35 PM
Newton menjelaskan fenomena gravitasi.
Galileo menjelaskan matahari sebagai pusat edar Bumi.
Darwin menjelaskan terjadinya keanekaragaman makhluk hidup.
Einstein bercerita tentang E = mc2
Orang2 suci menjelaskan ketuhanan dalam kitab suci.
(Semua fenomena itu sudah ada sebelumnya, hanya mereka2 itu yang mampu menjelaskan dan diterima dalam kebenaran umum).
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 14, 2009, 04:33:26 AM
Veda buatan manusia itu kan kata anda,
Saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Saya bilang saya tidak percaya kitab suci yang dibuat oleh manusia. anda sendiri yang berkesimpulan seperti itu.

... Nyatanya sudah ada kesempatan lebih seribu tahun, ilmuwan muslim tidak melakukan apapun, mungkin tidak emngetahui hal-hal yang kemudian diklaim sudah ada....
Sekali lagi lack of information, banyak sekali ilmuan muslim yang berkontribusi dalam dunia sains dan teknologi.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 15, 2009, 03:22:57 AM
Sekali lagi lack of information, banyak sekali ilmuan muslim yang berkontribusi dalam dunia sains dan teknologi.
Ada ilmuwan muslim yang membahas tentang big bang, teori relativitas, mencetuskan heliosentris dan galaksisentris?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 15, 2009, 05:32:23 AM
Saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Saya bilang saya tidak percaya kitab suci yang dibuat oleh manusia. anda sendiri yang berkesimpulan seperti itu.

oh oke....anda tidak bilang veda buatan manusia.
Berarti anda percaya pada veda?

Simple dan terus terang aja deh.
banyak amat maksud tersembunyinya.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 15, 2009, 07:50:51 AM
Ada ilmuwan muslim yang membahas tentang big bang, teori relativitas, mencetuskan heliosentris dan galaksisentris?
sepertinya anda sudah mengenal link ini, dan disana banyak sekali sumbangsih dari para Ilmuan Muslim,
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/the-islamic-golden-age/

oh oke....anda tidak bilang veda buatan manusia.
Berarti anda percaya pada veda?
waduh, kesimpulannya rek?
hmmf, sebaiknya jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan!!
Simple dan terus terang aja deh.
banyak amat maksud tersembunyinya.
haduh, tenang om, sabar! ini diskusi, dan sepertinya anda marah karena kesimpulan anda sendiri!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 15, 2009, 08:10:20 PM
^ bagian mana ya yang marah?

jangan terlalu cepat menarik kesimpulan.
Apa bahasa saya yang langsung tusuk sana sini itu selalu diartikan marah?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Februari 15, 2009, 11:01:41 PM
Kalau banyak kebenaran Al-Quran malah terungkap oleh orang-orang non-muslim lewat penelitian, itu adalah hal yang baik. Sedangkan orang muslim sendiri banyak yang tidak menyadari, itu memang benar adanya. Kebenaran alam bukan milik kelompok manusia tertentu tapi milik Penciptanya, siapapun boleh dan berhak mengungkapkannya. Bagaimanapun kata muslim dalam Al-Quran merujuk pada orang-orang yang berserah diri pada Sang Pencipta bukan merujuk berdasar KTP.

Kita memperdebatkan kitab ini kitab itu dari Allah dan bukan dari Allah, tidak ada signifikannya, lebih baik dibaca dan dicermati, setiap manusia dikarunia akal pikiran untuk menilai. Biarlah tinggal sebagai pergulatan dalam setiap dada. Siapa saja yang mencari kebenaran lewat pemahaman atau penelitian, adalah suatu yang dianjurkan Allah bukan sekedar ela-elu tanpa penelitian.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Februari 16, 2009, 04:50:11 AM
Kalau banyak kebenaran Al-Quran malah terungkap oleh orang-orang non-muslim lewat penelitian, itu adalah hal yang baik. Sedangkan orang muslim sendiri banyak yang tidak menyadari, itu memang benar adanya. Kebenaran alam bukan milik kelompok manusia tertentu tapi milik Penciptanya, siapapun boleh dan berhak mengungkapkannya. Bagaimanapun kata muslim dalam Al-Quran merujuk pada orang-orang yang berserah diri pada Sang Pencipta bukan merujuk berdasar KTP.

Kita memperdebatkan kitab ini kitab itu dari Allah dan bukan dari Allah, tidak ada signifikannya, lebih baik dibaca dan dicermati, setiap manusia dikarunia akal pikiran untuk menilai. Biarlah tinggal sebagai pergulatan dalam setiap dada. Siapa saja yang mencari kebenaran lewat pemahaman atau penelitian, adalah suatu yang dianjurkan Allah bukan sekedar ela-elu tanpa penelitian.
Di sini aku mempertanyakan klaim.

Alquran diklaim sudah membahas tentang ilmu-ilmu sains modern seperti big bang dan teori relativitas, dan terlebih lagi, kadang diklaim sudah tercantum dengan jelas. Nah, jika memang jelas, kenapa gak diungkap sejak dulu oleh ilmuwan muslim? Setidaknya klaim 'jelas' di sini patut dipertanyakan.

Dan jika dalam bentuk metafora atau kalimat kiasan, maka kalimat macam itu bisa ditemukan di banyak kitab yang lebih tua, dengan demikian alquran tidak bisa mengklaim sebgai yang pertama...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 16, 2009, 07:01:29 AM
sudah banyak Ilmuan Muslim yang menyumbang dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi
meskipun jaman-jaman sekarang malah lebih banyak orang Islam yang mengabaikan itu semua,..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Februari 16, 2009, 02:27:30 PM
Di sini aku mempertanyakan klaim.

Alquran diklaim sudah membahas tentang ilmu-ilmu sains modern seperti big bang dan teori relativitas, dan terlebih lagi, kadang diklaim sudah tercantum dengan jelas. Nah, jika memang jelas, kenapa gak diungkap sejak dulu oleh ilmuwan muslim? Setidaknya klaim 'jelas' di sini patut dipertanyakan.

Dan jika dalam bentuk metafora atau kalimat kiasan, maka kalimat macam itu bisa ditemukan di banyak kitab yang lebih tua, dengan demikian alquran tidak bisa mengklaim sebgai yang pertama...

Anda benar memang dalam bentuk metafora tidak bisa dianggap yang pertama.
Bagaimanapun seperti Jesus dan Muhammad hanyalah diantara manusia yang dipilih untuk menyampaikan risalah Allah dan mengingat akan zamannya, Muhammad tentu saja tidak mengetahui tentang hukum alam semesta, walaupun itu dalam Quran surah An-Najm disebut beliau pernah diperlihatkan diantara tanda-tanda yang amat besar.

Karena kitab untuk sampai akhir zaman, dan peradaban mengalami peningkatan kedewasaan dalam
berpikir. Yaitu tentu saja waktu orang belum mempunyai alat untuk melihat luar angkasa, ndak bakalan orang-orang memahami konkrit alam semesta.

Mungkin yang dimaksud dalam Quran yang menjelaskan big bang diantaranya adalah dalam surah Al-Anbiya 30 :21:30 "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"

Bayangan orang "Islam" sebelum mengenal big bang dengan sesudahnya terang lain terhadap ayat tersebut. Dan orang non "Muslim" pun berlain-lainan.

Kalau orang-orang jaman dahulu berpikiran bahwa bumi datar bukanlah suatu yang salah karena mata mereka melihat seperti itu. Sampai-sampai walaupun dalam Quran disebut bumi seperti telur-pun, sebutan katanya ditafsirkan lain waktu itu.

 
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 17, 2009, 04:09:48 AM
Setuju banget sama Mtk-KM...
Seperti yang saya katakan sebelumnya semua ilmu adalah milik Allah SWT tapi tidak hanya diperuntukkan bagi Muslim saja namun bagi seluruh makhluk.

oh oke....anda tidak bilang veda buatan manusia.
Berarti anda percaya pada veda?
wah..wah.. sekali lagi anda mengambil kesimpulan secara serampangan
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Februari 17, 2009, 05:35:16 AM
wah..wah.. sekali lagi anda mengambil kesimpulan secara serampangan
serampangan? tidak juga. karena anda dalam tulisan di bawah seolah2 anda hanya percaya kitab suci yang tidak dibuat oleh manusia....

Saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Saya bilang saya tidak percaya kitab suci yang dibuat oleh manusia.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 17, 2009, 05:55:15 AM
serampangan? tidak juga. karena anda dalam tulisan di bawah seolah2 anda hanya percaya kitab suci yang tidak dibuat oleh manusia....

anda harus melihat konteksnya, coba perhatikan. dingyuqiang menyatakan bahwa saya percaya kepada kitab veda? seenaknya saja menyatakan apa yang saya percayai atau tidak.
Ya benar saya memang tidak percaya kitab suci yang ditulis atau diupdate oleh manusia atau makhluk lain selain Sang Pencipta Alam Semesta dan Segala Isinya. Jika anda mau percaya ya silahkan saja itu hak anda secara individu atau kelompok.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: biobio pada Februari 17, 2009, 07:06:19 AM
anda harus melihat konteksnya, coba perhatikan. dingyuqiang menyatakan bahwa saya percaya kepada kitab veda? seenaknya saja menyatakan apa yang saya percayai atau tidak.
Ya benar saya memang tidak percaya kitab suci yang ditulis atau diupdate oleh manusia atau makhluk lain selain Sang Pencipta Alam Semesta dan Segala Isinya. Jika anda mau percaya ya silahkan saja itu hak anda secara individu atau kelompok.
hehehehe. Sabar... Mnurutku wajar saja dingyuqiang mengatakan bahwa anda percaya kitab veda, bukankah anda mengatakan anda percaya kitab suci yang tidak ditulis manusia, dan anda secara tersirat mengatakan bahwa veda tidak dibuat manusia... maka...yeah, begitulah... peace2!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: dingyuqiang pada Februari 17, 2009, 06:39:30 PM
anda harus melihat konteksnya, coba perhatikan. dingyuqiang menyatakan bahwa saya percaya kepada kitab veda? seenaknya saja menyatakan apa yang saya percayai atau tidak.
Ya benar saya memang tidak percaya kitab suci yang ditulis atau diupdate oleh manusia atau makhluk lain selain Sang Pencipta Alam Semesta dan Segala Isinya. Jika anda mau percaya ya silahkan saja itu hak anda secara individu atau kelompok.

anda percaya veda -> maka anda percaya veda bukan buatan manusia
anda ga percaya veda -> maka anda percaya veda buatan manusia

kan cuman itu toh?
Jangan bolak sana balik sini.
kok kesimpulan saya serampangan?
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 17, 2009, 10:44:58 PM
anda percaya veda -> maka anda percaya veda bukan buatan manusia
anda ga percaya veda -> maka anda percaya veda buatan manusia

kan cuman itu toh?
Jangan bolak sana balik sini.
kok kesimpulan saya serampangan?
mmm.... ngotot banget sih  >:( >:( >:(
gini aja saya cuma meyakini dan mengimani satu kitab suci yang diturunkan oleh Sang Maha Pencipta yakni Al Quran Nur Karim, selain itu saya tidak mengimaninya sebagai kitab suci penuntun kehidupan di dunia dan di akhirat sampai akhir zaman nanti. kalo anda mau meyakini kitab suci anda dibuat oleh tuhan anda ya silahkan saja, itu hak anda untuk percaya dan hak saya untuk tidak percaya...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: ray pada Februari 17, 2009, 11:05:59 PM
mmm.... ngotot banget sih  >:( >:( >:(
gini aja saya cuma meyakini dan mengimani satu kitab suci yang diturunkan oleh Sang Maha Pencipta yakni Al Quran Nur Karim, selain itu saya tidak mengimaninya sebagai kitab suci penuntun kehidupan di dunia dan di akhirat sampai akhir zaman nanti. kalo anda mau meyakini kitab suci anda dibuat oleh tuhan anda ya silahkan saja, itu hak anda untuk percaya dan hak saya untuk tidak percaya...

loh ko superstring jd kya gini, bukannya kita harus mengimani 4 kitab tersebut ini sudah ada loh di rukun iman yg salah satu'a menyakini kepada kitab2 Allah.klo anda berasumsi seperti itu anda brarti tidak mnyakini klo kitab2 selain Al-Qur'an tidak dari Allah.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 18, 2009, 02:54:55 AM
loh ko superstring jd kya gini, bukannya kita harus mengimani 4 kitab tersebut ini sudah ada loh di rukun iman yg salah satu'a menyakini kepada kitab2 Allah.klo anda berasumsi seperti itu anda brarti tidak mnyakini klo kitab2 selain Al-Qur'an tidak dari Allah.
Ya benar sekali dalam Al Quran sendiri tertulis tiga kitab suci lainnya yakni Z****, T***** dan I****. Apapun yang terdapat dalam Al Quran wajib diyakini, saya yakin ketiga kitab suci lainnya itu berasal dari Allah SWT. Namun maksud yang saya katakan sebelumnya adalah "saya mengimani Al Quran sebagai penuntun kehidupan di dunia dan di akhirat sampai akhir zaman nanti". sedangkan ketiga kitab lainnya itu kita wajib yakini kebenarannya tapi tidak untuk dijalani ajarannya karena pertama, kitab yang asli sudah tidak ada lagi, yang kedua walaupun masih ada sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan masa kini karena ketiga kitab sebelumnya hanya berlaku di zamannya saja.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Februari 24, 2009, 01:34:38 AM
Kutip
Ya benar sekali dalam Al Quran sendiri tertulis tiga kitab suci lainnya yakni Z****, T***** dan I****. Apapun yang terdapat dalam Al Quran wajib diyakini, saya yakin ketiga kitab suci lainnya itu berasal dari Allah SWT. Namun maksud yang saya katakan sebelumnya adalah "saya mengimani Al Quran sebagai penuntun kehidupan di dunia dan di akhirat sampai akhir zaman nanti". sedangkan ketiga kitab lainnya itu kita wajib yakini kebenarannya tapi tidak untuk dijalani ajarannya karena pertama, kitab yang asli sudah tidak ada lagi, yang kedua walaupun masih ada sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan masa kini karena ketiga kitab sebelumnya hanya berlaku di zamannya saja.

saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
2. apakah dasar klaim anda bahwa kitab lain selain al Qur'an tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini?apakah al Quran lebih relevan??apa buktinya??
 trims
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 24, 2009, 02:36:11 AM
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
2. apakah dasar klaim anda bahwa kitab lain selain al Qur'an tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini?apakah al Quran lebih relevan??apa buktinya??
 trims
1. sampai detik ini Al Quran masih asli seperti pertama kali diturunkan. banyak orang yang hafal satu kitab Al Quran secara sempurna hingga hal yang sangat detail. sepanjang jaman selalu ada orang-orang seperti ini (disebut hafidz) di seluruh dunia. hal inilah yang membuat Al Quran terjaga keasliannya.

2. Hukum-hukum yang ada di dalam Al Quran sangat sesuai dengan kehidupan manusia saat ini dan hingga akhir zaman nanti.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Februari 25, 2009, 12:12:38 AM
Kutip
1. sampai detik ini Al Quran masih asli seperti pertama kali diturunkan. banyak orang yang hafal satu kitab Al Quran secara sempurna hingga hal yang sangat detail. sepanjang jaman selalu ada orang-orang seperti ini (disebut hafidz) di seluruh dunia. hal inilah yang membuat Al Quran terjaga keasliannya.

2. Hukum-hukum yang ada di dalam Al Quran sangat sesuai dengan kehidupan manusia saat ini dan hingga akhir zaman nanti.

??? anda sama sekali tidak menjawab pertanyaan saya...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 25, 2009, 03:09:08 AM
??? anda sama sekali tidak menjawab pertanyaan saya...
saya rasa jawaban saya sudah menjawab pertanyaan anda. kalo mau lebih jelas maka anda harus memperjelas pertanyaan anda.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Februari 25, 2009, 06:43:44 AM
mas Superstring...

1. saya bertanya 'apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?' saya rasa pertanyaan ini sudah cukup jelaass, ini saya tanyakan karena sebelumnya anda berkata:
Kutip
sedangkan ketiga kitab lainnya itu kita wajib yakini kebenarannya tapi tidak untuk dijalani ajarannya karena pertama, kitab yang asli sudah tidak ada lagi
, untuk membantu mungkin anda bisa menjelaskan apa yang anda maksud asli disini, karena menurut pemahaman saya kitab yg asli itu ya kitab yg pertama kali ditulis oleh pembuatnya, kalau anda mengklaim kitab Al Quran sbg ciptaan tuhan, tentunya kitab yang asli itu kitab yang ditulis oleh tuhan sendiri (dan sekali lagi 'kitab' menurut pemahaman saya adalah sebuah buku yang tertulis, ga tau ya kalo ada arti lainnya), dan anda menjawab "sampai detik ini Al Quran masih asli seperti pertama kali diturunkan" saya pikir ini bukan jawaban dari pertanyaan saya, ini adalah (sekali lagi) klaim anda, pertanyaan saya : "apakah masih ada...?" dan jawaban yg saya inginkan sangat sederhana : ada atau tidak ada (simpel kan?ga harus kmana2 atau mengemukakan klaim lagi) sukur2 kalo misalnya dijawab 'ada' ditambah penjelasan 'dimananya/disimpan siapa' dll
kemudian 'jawaban' anda tambah dengan keterangan "banyak orang yang hafal satu kitab Al Quran secara sempurna hingga hal yang sangat detail. sepanjang jaman selalu ada orang-orang seperti ini (disebut hafidz) di seluruh dunia. hal inilah yang membuat Al Quran terjaga keasliannya." yang tentu saja semakin membingungkan saya (bukankah 'kitab' itu tertulis bukan terhafal?)

2. sama halnya dgn poin pertama, pertanyaan saya yg kedua jg sudah cukup jelas, atau mungkin karena pada poin ini saya bertanya sekaligus 3 pertanyaan membuat anda tidak dapat mencerna pertanyaan saya?OK saya jelasin satu persatu. Dasar pertanyaan ini adalah pernyataan anda tentang alasan kedua bahwa "ketiga kitab lainnya sudah tidak relevan dengan kehidupan masa kini".
pertanyaan saya:
a. apa dasar klaim anda bahwa kitab lain sudah tidak relevan dengan kehidupan masa kini? jawaban yang saya inginkan: ya sebutkan dasar2nya yg mendukung! misalnya, kasih contoh isi ketiga kitab itu yang sudah tidak relevan. atau pendapat ahli yg mendukung. atau apa ajalah yg menjadi dasar pernyataan anda itu.
b. apakah Al Quran lebih relevan?(ini kan jelas pertanyaan Ya dan Tidak) jawaban yg saya inginkan jg sangat sederhana toh? Ya/Tidak. Udah itu aja. Titik.
c.  apa buktinya? ini tentu saja pertanyaan yg berkaitan dengan pertanyaan sebelumnya (apakah Al Quran lebih relevan?) bila anda menjawab 'Ya, Al Quran lebih relevan'. kalo anda menjawab 'Tidak, Al Quran tidak lebih relevan' maka anda tidak harus menjawab pertanyaan terakhir ini. Dah sangat gamblang sekali. Jawaban yg saya inginkan tentunya ya : 'Ini loh buktinya kalo Al quran itu masih relevan dgn kehidupan masa kini, yaitu..bla,bla,bla (sebutin)'

dan anda ngasi 'jawaban' apa u/ pertanyaan2 ini? "Hukum-hukum yang ada di dalam Al Quran sangat sesuai dengan kehidupan manusia saat ini dan hingga akhir zaman nanti." apa ini jawaban yang saya harapkan seperti yg saya uraikan di atas?tentu tidak kan. sekali lg anda malah mengemukakan klaim lg.

Udah jelas mas Superstring? kenapa saya berkata bahwa anda sama sekali tidak menjawab pertanyaan saya? kalo masih tidak jelas juga, ya sory, saya ga tau harus ngejelasin kaya gimana lagi... :-X
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 25, 2009, 07:27:09 AM
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
asli disini apakah asli dalam artian isinya atau kitab pertama yang dibukukan?
saya rasa pertanyaan ini juga masih kurang jelas menurut saya,..

saya mencoba menjawab,...
Al-Qur'an masih asli isinya,.. tidak mengalami perubahan isi dari pertama dibukukan oleh sahabat Nabi, sampai sekarang! dan Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah,..

untuk pemahaman Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah, mungkin lebih mudah begini,. misal, anda diajar fisika oleh guru anda, lalu anda mencatat apa yang diterangkannya, guru anda tidak mencatat apa yang diterangkannya pada catatan anda, tapi catatan itu "berasal" dari guru anda!!

kalo untuk Al-Qur'an pertama yang dicetak,. saya kurang tahu!

2. apakah dasar klaim anda bahwa kitab lain selain Al Qur'an tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini?apakah al Quran lebih relevan??apa buktinya??
klaim yang bagaimana yang anda inginkan?
kalo tertulis, Insyaallah ada dalam Al-Quran,.. juga pernah disebutkan bahwa dalam kitab pendahulu Al-Quran yang kami percayai, juga diterangkan mengenai Nabi Muhammad yang menjadi penuntun sampai akhir zaman, dan pedomannya adalah Al-Qur'an,..

kalo anda menganggap self klaim,.. tolong beritahu format jawaban dengan menjawab pertanyaan saya ini,...
apa dasarnya jika surga dan neraka itu ada? apakah ini relevan? apa buktinya?

soalnya saya tidak tahu dasar klaim yang bagaimana yang anda inginkan,...
saya yakin jika anda bisa menjawab pertanyaan saya diatas, temen-temen dan saya bakalan menjawab pertanyaan anda sesuai yang anda inginkan!!

senang bisa berdiskusi dengan anda,...  ::) ::)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Februari 25, 2009, 01:59:06 PM
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
Sejarahnya, Al-Quran ditulis di zaman Nabi Muhammad pada kulit binatang, tulang atau yang lain, sedangkan ucapan dan tindakan beliau tidak didokumentasikan. Lalu pada zaman Abu Bakar, atas usul Umar dibukukan, lalu pada zaman Usman dibuat kopian yang disebarkan ke beberapa wilayah. Kopian ini masih ada yang tersisa, yaitu yang tadinya untuk wilayah uzbekistan. Universitas Columbia AS punya salinan dari ini melalui faksimile.
Memang pada awalnya tulisan Al-Quran tidak ada tasykil maupun i'jam dan juga tidak ada nomor-nomor ayat, itu muncul kemudian untuk menyatukan cara membaca dan mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membacanya.
Jadi keasliannya adalah, apa bacaan Al-Quran sekarang ini adalah bacaan pada waktu Nabi.

2. apakah dasar klaim anda bahwa kitab lain selain al Qur'an tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini?apakah al Quran lebih relevan??apa buktinya??
 trims

Sebenarnya Al-Quran tidak mengklaim bahwa kitab sebelumnya tidak relevan, anjuran dari Al-Quran adalah untuk mengimani kitab-kitab sebelumnya malah. Klaim dari Al-Quran adalah ada orang-orang yang mengganti-ganti ayat Allah. Kalau saya membaca Al-Kitab terbitan Depag yang saya beli sekitar 2 tahun lalu, pada Perjanjian Lama masih banyak bagian-bagian yang relevan terutama tentang ke-esa-an Allah. Dalam hal ini, saya orang yang mengimani Al-Quran meyakini bahwa Al-Quran sebagai filter dalam membaca Al-kitab untuk mengetahui mana yang masih mengandung keaslian dan mana yang telah diubah jauh oleh orang.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 25, 2009, 09:33:09 PM
@[email protected]
Semoga tambahan dari u. langit dan Mtk K. Mataram bisa lebih menjawab pertanyaan anda.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: fluke pada Februari 25, 2009, 10:59:44 PM
Yang begini ini gak bakal selesai2 deh... Klaim2 seperti itu kok egois baget, manusiawi banget. Penuh dengan keinginan manusia untuk diakui paling baik, paling benar. Hal yang tidak dijumpai pada kitab2 suci yang oleh mereka disebut 'kitab suci agama bumi'.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Februari 26, 2009, 02:54:11 AM
hehehe...smakin menarik yahh..
sebenarnya sih, karena dasar pertanyaan saya adalah pernyataan dari mas superstring, aku mengharap mas superstring lah yg menjawab pertanyaanku. Tapi karena mas superstring mengamini jawaban u. langit dan Mtk k. Mataram :
Kutip
@[email protected]
Semoga tambahan dari u. langit dan Mtk K. Mataram bisa lebih menjawab pertanyaan anda.
maka saya anggap jawaban mas superstring sama dengan mereka b2 (walaupun dalam beberapa bagian mereka mengungkapkan hal yg berbeda..)

trimakasih bwt u.langit n Mtk K. Mataram yg mencoba menjawab pertanyaan saya (atau membela superstring?? ;D) saya hargai usaha anda, meski ini jg tidak menjawab tuntas pertanyaan saya. Akan coba saya telaah jawaban anda b2:

1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
jawaban u.langit:
Kutip
Al-Qur'an masih asli isinya,.. tidak mengalami perubahan isi dari pertama dibukukan oleh sahabat Nabi, sampai sekarang! dan Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah,..
dari kalimat yg saya bold, saya berkesimpulan bahwa kitab Al Quran yg pertama (sekali lagi 'kitab' nya, saya tidak membicarakan konten disini) dibuat oleh sahabat nabi!! bukan oleh Muhammad sendiri, atau bahkan tuhan (betulkan bila kesimpulan saya salah). perhatikan penggunaan kata 'dibuat' dsini, saya akan kembali mengquote pernyataan mas superstring :
Kutip
Saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Saya bilang saya tidak percaya kitab suci yang dibuat oleh manusia.
lalu apakah sahabat nabi yg dimaksud mas u.langit bukan manusia??(ini pertanyaan tentu bwt mas superstring donk), sedangkan anda sangat mendukung pernyataan U.langit?(bukankah ini bertolak belakang??)

selanjutnya saya akan coba memahami analogi yg diberikan mas u.langit tentang 'berasal dari' (u.langit mengganti istilah 'dibuat oleh' nya superstring dengan frasa ini, it's OK, saya terima, menurut saya sama saja bukan, karena sama2 menunjukkan hub. kausal)
Kutip
untuk pemahaman Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah, mungkin lebih mudah begini,. misal, anda diajar fisika oleh guru anda, lalu anda mencatat apa yang diterangkannya, guru anda tidak mencatat apa yang diterangkannya pada catatan anda, tapi catatan itu "berasal" dari guru anda!!
jelas saya akan sangat mudah menerima analogi anda ini!dan saya akan berkata 100% yakin bahwa catatan saya itu 'berasal dari' guru saya, karena saya melihat guru tsb(benar2 melihat dengan mata dan berhadapan langsung, posisi saya sebagai pencatat/murid langsung dari guru saya). ini jelas tidak dapat di analogikan dengan pernyataan bahwa "Al Quran berasal dari tuhan" apakah anda memposisikan 'saya' sebagai pencatat langsung isi Al Quran?kalo begitu tentu saja saya akan 100% percaya kalo Al Quran berasal dari tuhan. Faktanya adalah: 'saya' bukan bagian dari hubungan kausal itu! saya dan kita semua disini adalah pihak ketiga dari hubungan 2 pihak antara "guru-murid" itu. kalo anda memposisikan saya sebagai 'murid' disini sama artinya anda memposisikan saya sebagai Nabi yg memperoleh ajaran langsung dari tuhan bukan. Mungkin akan lebih tepat bila anda menganalogikan seperti ini: "ada seorang guru fisika (a.k.a tuhan) mengajarkan pada muridnya (a.k.a nabi) tentang suatu hal (a.k.a konten Alquran) dan teman dari murid itu (a.k.a sahabat nabi) yang membuat catatan ttg suatu hal itu, entah sahabat itu terlibat langsung dalam proses pengajaran itu, atau tidak, sahabat hanya sebagai pencatat (a.k.a pembuat) buku/kitab tentang ajaran guru fisika tadi" lalu dimana posisi saya, anda, dan kita semua penghuni alam semesta saat ini? dalam analog ini kita bisa diposisikan sebagai "teman dari teman murid itu", atau "keturunan dari murid/teman murid itu" atau "siapapun yang tidak terlibat langsung dengan proses pengajaran itu" yang tahu tentang adanya buku yg ditulis teman murid tadi. Dari sini apakah kita pasti/harus percaya bahwa buku yg kita baca saat ini adalah berasal dari guru fisika tadi?? tentu tidak karena ada 2 kemungkinan disini, ada yang percaya dan ada yang tidak percaya, yang percaya beralasan karena "di buku itu jelas disebutkan kalau yg mengajarkan adalah guru fisika", sedangkan yang tidak percaya akan berkata: "mana bukti kalau ajaran buku ini dari guru fisika, selain dari klaim di buku itu sendiri yg menyatakan bahwa semua isi buku itu dari guru fisika, saya tidak melihat langsung guru fisika 'menurunkan' ilmunya pada murid, dan murid menceritakan pada temannya u/ dicatat"
inti dari analogi yg saya berikan adalah, posisi 'kita' yang percaya dengan posisi 'kita' yang tidak percaya saat ini adalah setara, keduanya sama2 logis.
analogi ini akan semakin komplek bila ditambah ternyata tidak hanya ada satu buku/kitab saat ini, ada kitab 'yg dari' guru fisika, ada kitab 'yg dari' guru kimia, ada kitab 'yg dari' guru geografi, dll...

(nah looo...kok malah maen analog2ian gini seh...heheh ;))

jawaban dari Mtk K. Mataram u/ pertanyaan 1) saya:
Kutip
Sejarahnya, Al-Quran ditulis di zaman Nabi Muhammad pada kulit binatang, tulang atau yang lain, sedangkan ucapan dan tindakan beliau tidak didokumentasikan. Lalu pada zaman Abu Bakar, atas usul Umar dibukukan, lalu pada zaman Usman dibuat kopian yang disebarkan ke beberapa wilayah. Kopian ini masih ada yang tersisa, yaitu yang tadinya untuk wilayah uzbekistan. Universitas Columbia AS punya salinan dari ini melalui faksimile.
ini mendukung/melengkapi jawaban dari u. langit, tapi kalau mau ditinjau lagi ini mengungkapkan hal yg berbeda. Mataram membahas tentang sejarah (sekali lg sejarah!) dan yg semakin membingungkan disini dinyatakan bahwa al Quran ditulis pada jaman Nabi Muhammad, tanpa menjelaskan siapa yang sebenarnya menulis/membuatnya pertama kali. bahkan posisi sahabat nabi (umar, abubakar,usman) seolah-olah sekarang bergeser, bukan lagi sebagai pembuku(pembuat kitab) pertama kali, tapi cuma pengkopi, penyebar, nah loo...sama posisinya dengan orang yg mengefaks buku itu ke Universitas Columbia bukan?? (perhatikan disini u. langit menggunakan istilah "membukukan" sama seperti bentuk pasif "dibukukan" yang dipake Mataram, tapi kenapa ya kok penangkapan saya bisa berbeda??)
jadi mana "kitab Alquran yg asli" menurut superstring itu?wakaka..sekali lagi tidak menjawab pertanyaan saya.

Kutip
Memang pada awalnya tulisan Al-Quran tidak ada tasykil maupun i'jam dan juga tidak ada nomor-nomor ayat, itu muncul kemudian untuk menyatukan cara membaca dan mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membacanya.
Jadi keasliannya adalah, apa bacaan Al-Quran sekarang ini adalah bacaan pada waktu Nabi.
ini semakin lucu...bukankah pernyataan ini bahkan (semakin) menunjukkan kalo kitab Al Quran sudah tidak orisinil/asli lagi??? kalau alasan perubahan itu seperti yg saya bold, kenapa tidak didasari pemikiran yg lebih sederhana seperti pendapat saya misalnya: untuk mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membaca alQuran ya dengan translate aja ke bahasa bersangkutan, bukan dengan menambah tasykil, atau i'jam,atau nomor ayat, atau apalah?benul toh...itu orang bodohpun akan berpendapat seperti itu

OK lanjut tar bis istirahat siang deh..pegel nih :kribo:
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 26, 2009, 08:32:38 AM
sekarang begini,... maksud anda dibuat oleh Tuhan disini bagaimana? apakah langsung ditulis oleh Tuhan? atau diwahyukan oleh Tuhan?

sama seperti pertanyaan ini,...
buku ini milik siapa?
milik saya? karena saya membeli ditoko? atau milik Pram? karena buku itu karyanya?
ini cuma bermain analogi dulu.
sepertinya dari post-postan sebelumnya cuma bermain bahasa ya? kok ada mat, bio, fis, dll?
hmmf,...

Al-Qur'an diwahyukan oleh Allah lewat perantara/ utusan yang bernama Nabi Muhammad,..
Nabi Muhammad tidak dikehendaki bisa baca tulis, setiap wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad, disampaikan kepada umatnya pada masa itu,..
0jadi banyak sekali yang menghafalnya,...

OK, dari sini jelas dari siapa Al-Qur'an itu?
sangat jelas dari Allah SWT,..

lalu saat para hafidz Al-Qur'an (orang yang menghafal AL-Qur'an) banyak yang gugur dimedan perang,.. maka ada usulan untuk membukukan Al-Quran, untuk menjaga agar Al-Qur'an tetap terjaga keasliannya,..

pertanyaan anda,..
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
kalo anda bertanya fisiknya, sepertinya anda belum mengerti bagaimana Al-Qur'an diturunkan.
kalo mencari bukti sejarah tentang Al-Qur'an yang diturunkan dalam bentuk buku, anda tidak akan pernah menemui.
Al-Qur'an tidak turun dari langit dalam bentuk buku!!
isi Al-Quran Asli ada pada pedoman umat Islam,
jadi yang saya tangkap dari pertanyaan ini adalah keaslian isinya,...


saya perjelas, jadi maksud anda tentang pertanyaan anda
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
apakah asli dalam artian fisik(kitabnya), atau Isinya?
soalnya beda mas rentan waktunya,..
isinya dulu baru dibukukan dalam bentuk kitabnya!!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Februari 26, 2009, 12:39:08 PM
jawaban dari Mtk K. Mataram u/ pertanyaan 1) saya: ini mendukung/melengkapi jawaban dari u. langit, tapi kalau mau ditinjau lagi ini mengungkapkan hal yg berbeda. Mataram membahas tentang sejarah (sekali lg sejarah!) dan yg semakin membingungkan disini dinyatakan bahwa al Quran ditulis pada jaman Nabi Muhammad, tanpa menjelaskan siapa yang sebenarnya menulis/membuatnya pertama kali. bahkan posisi sahabat nabi (umar, abubakar,usman) seolah-olah sekarang bergeser, bukan lagi sebagai pembuku(pembuat kitab) pertama kali, tapi cuma pengkopi, penyebar, nah loo...sama posisinya dengan orang yg mengefaks buku itu ke Universitas Columbia bukan??
(perhatikan disini u. langit menggunakan istilah "membukukan" sama seperti bentuk pasif "dibukukan" yang dipake Mataram, tapi kenapa ya kok penangkapan saya bisa berbeda??)
jadi mana "kitab Alquran yg asli" menurut superstring itu?wakaka..sekali lagi tidak menjawab pertanyaan saya.

Yaa dalam hal menyalin, memang posisinya sama sebagai penyalin seperti ngefaks, dan memang para sahabat itu bukan pengarang. Tapi kalau pembuat buku (mushaf) memang yaa..walaupun menyalin. Kalau dalam hal ini posisinya sama terus kenapa...
Kitab AlQuran yang asli?...Mmmm apakah arah anda ke tulang2 atau kulit2 binatang yang pertama kali digunakan tempat menulis...ini sebagian sudah hilang. Sedangkan mushaf induk hasil kumpulan waktu Abu Bakar sudah dibakar ketika masa kalifah Marwan Bin Hakam. Kalau pengertian asli anda maksudnya dalam bentuk mushaf, maka memang sudah tidak ada lagi.
Sebenarnya tidak menjadi masalah bagi kita2 yang mengimani kitab al-quran sekarang adalah sesuai dengan aslinya dulu mengenai apakah saudara [email protected] percaya atau tidak dengan hal tersebut. Itu adalah hak anda.

ini semakin lucu...bukankah pernyataan ini bahkan (semakin) menunjukkan kalo kitab Al Quran sudah tidak orisinil/asli lagi??? kalau alasan perubahan itu seperti yg saya bold, kenapa tidak didasari pemikiran yg lebih sederhana seperti pendapat saya misalnya: untuk mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membaca alQuran ya dengan translate aja ke bahasa bersangkutan, bukan dengan menambah tasykil, atau i'jam,atau nomor ayat, atau apalah?benul toh...itu orang bodohpun akan berpendapat seperti itu

Anda punya bahasa berapa? kalau anda hanya punya satu bahasa..maka mungkin sekali berpendapat demikian. Sering suatu kalimat dalam satu bahasa tidak bisa tepat diterjemahkan dalam bahasa lain, apalagi dari rumpun yang berbeda.
Misalnya begini dalam bahasa inggris ada frase 'crystal clear', apakah dengan tepat diterjemahkan dengan frase indonesia 'sangat jelas sekali'?? Tidak, mengapa? karena ada kesan yang hilang disini. Kalau dalam bahasa jawa malah ada yang tepat, yaitu 'crystal clear'='cetho melo-melo'.
Walaupun terjemahan ke bahasa lain sangat penting bagi awam, setidaknya dalam bahasa aslinya jika ada akan bisa dijadikan rujukan pengkajian lagi manakala ada perselisihan penafsiran.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: superstring39 pada Februari 26, 2009, 09:56:49 PM
@Pram
ternyata anda masih belum bisa membedakan antara yang "membuat" atau "mengarang" dengan "menulis" atau "menyalin" jelas keduanya berbeda. "membuat" yang saya maksudkan adalah buah hasil pemikiran, yang saya tulis sebagai "kitab suci yang dibuat manusia" berarti kitab suci hasil buah pemikiran manusia. Anda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi. Al Quran dibukukan berdasarkan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. wahyu yang diterima Nabi dari Allah SWT bisa secara langsung maupun melalui malaikat Jibril. Mana mungkin Nabi Muhammad menulis Al Quran sedangkan beliau tidak bisa menulis dan membaca. Al Quran dibukukan setelah sepeninggalan Nabi Muhamad SAW untuk lebih mempermudah mempelajarinya. kenapa Al QUran harus selalu dalam bahasa Arab coba lihat penjelasan saya di thread "Islam dan Bahasa Arab".
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: wynne pada Februari 27, 2009, 03:11:18 AM
oke lah semua bnar...............

nih, sya tengahi, emank bnar tuh apa yabg ada di dalam Al-Qur'an.....
Knapa ayat itu dalam Arti Luas??? Dikarenakan agar kita-kita mencari kebenaran itu sendiri....
Tau kan kejadian Nabi Musa yang diberi Wahyu "Ten Commandement", iA HARUS Mencari nya hingga 40 hari di sebuah gunung sendirian....
Kemudian NabiMusa juga bersama Nabi Khidir (Tau Kan??),,,,,,,,

Karena Tuhan tidak memberikan segalanya secara langsung, namun bertahap agar bumi berkembang secara pesat, karena kalau kecepatan, nanti kiamatnya lebih cepatan lagi....

oH,yA....
Kalau RUmah Impian d Luar Angkasa yg mau dibuat Jepang-Amerika tuh benar kah keberadaannya??
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Februari 28, 2009, 07:38:47 AM
Kutip dari: utusan langit
sepertinya dari post-postan sebelumnya cuma bermain bahasa ya? kok ada mat, bio, fis, dll?
hmmf,...
Kutip dari: Mtk Kerajaan Mataram
Anda punya bahasa berapa? kalau anda hanya punya satu bahasa..maka mungkin sekali berpendapat demikian. Sering suatu kalimat dalam satu bahasa tidak bisa tepat diterjemahkan dalam bahasa lain, apalagi dari rumpun yang berbeda.
saya tekankan disini, bahasa itu penting u/ membentuk common sense, saya gak bermain2, saya hanya coba menyamakan common sense saya dengan anda, apakah yg ada dlm otak saya sama dengan yg ada di otak anda.
Itulah salah satu guna bahasa, sebanyak apapun bahasa di dunia ini, sepanjang common sense bisa dibentuk, maka tidak akan terjadi masalah bila ada usaha penterjemahan satu bahasa ke bahasa lain.
'christal clear' sangat bisa diartikan sebagai 'sangat jelas sekali' sepanjang common sense yg ditunjuk kata itu sama. (bisa tuh ditanyain ke ahli bahasa)

Kutip dari: Mtk Kerajaan Mataram
Mmmm apakah arah anda ke tulang2 atau kulit2 binatang yang pertama kali digunakan tempat menulis...ini sebagian sudah hilang. Sedangkan mushaf induk hasil kumpulan waktu Abu Bakar sudah dibakar ketika masa kalifah Marwan Bin Hakam. Kalau pengertian asli anda maksudnya dalam bentuk mushaf, maka memang sudah tidak ada lagi.

Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..

Kutip dari: superstring39
Anda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi.
loh?? kenapa ga mungkin??katanya tuhan itu maha bisa, apa yg tuhan ingin terjadi maka terjadilah?? orang tuhan aja bisa menciptakan semsta ini, knapa ga bisa cm bisa bikin sebuah kitab yg tebalnya cm beberapa ratus halaman itu??orang bodoh itu mungkin anda sendiri kale?

Kutip dari: wynne
nih, sya tengahi, emank bnar tuh apa yabg ada di dalam Al-Qur'an.....
Knapa ayat itu dalam Arti Luas??? Dikarenakan agar kita-kita mencari kebenaran itu sendiri....
Yupp...betul!!kita lah yg mencari kebenaran, kebenaran saya mungkin akan berbeda dari kebenaran anda, jd jgn merasa paling benar sendiri!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Februari 28, 2009, 08:22:57 AM
@Pram,..

yasudah,... maaf,..
Oke sepakat kalo bahasa itu penting,..
sekarang diperjelas pertanyaan anda,

1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
kata-kata yang saya pertebal tolong diklarifikasi, apakah dalam artian isinya, atau hard kitabnya?

gini mas Pram,
menurut saya sendiri, pembukuan Al-Qur'an itu menrupakan pengumpulan semua data/back up yang lebih efektif dari pada ditulis di pelepah kurma, tulang atau yang lain, mengapa? karena daun kurma lama-kelamaan juga pasti hancur, terus kalau hancur bagaimana?
saya kira bukan hal yang aneh/ malah harus dilakukan untuk membukukan Al-Qur'an,


Kutip
Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..
gini deh, kenapa yang begitu penting tidak dikumpulkan jadi satu?
kalo yang dulunya ditulis di kulit binatang, di tulang binatang, apakah lebih baik jika dibanding dengan pembukuannya?
saya kira semua sependapat kalo pembukuan lebih baik daripada tersimpan dalam berbagai media yang bisa rusak atau hancur,..
apakah anda yakin dalam 15 abad kulit binatang akan bertahan sampai saat ini?

gini mas pram,
apakah hukum newton yang ada saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis oleh I. Newton? kalo bisa tunjukkan donk,.. bukankah hanya berselisih kurang dari 300 tahun saja?
tapi saya yakin kita semua sependapat kalo hukum newton yang kita kenal saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis Newton sendiri,... karena apa? karena dari jaman dulu, hukum tersebut sudah dihafal banyak orang,
sehingga ada satu saja yang berani mengubah hukum tersebut, akan sangat jelas sekali ketahuan!!! itulah salah satu unsur yang bisa menjaga keaslian hukum newton sampai saat ini,

semoga bisa membantu!
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Februari 28, 2009, 12:08:09 PM
saya tekankan disini, bahasa itu penting u/ membentuk common sense, saya gak bermain2, saya hanya coba menyamakan common sense saya dengan anda, apakah yg ada dlm otak saya sama dengan yg ada di otak anda.
Itulah salah satu guna bahasa, sebanyak apapun bahasa di dunia ini, sepanjang common sense bisa dibentuk, maka tidak akan terjadi masalah bila ada usaha penterjemahan satu bahasa ke bahasa lain.
'christal clear' sangat bisa diartikan sebagai 'sangat jelas sekali' sepanjang common sense yg ditunjuk kata itu sama. (bisa tuh ditanyain ke ahli bahasa)
Penerjemahan benar penting sekali, sekaligus teks dalam bahasa aslinya juga penting untuk perujukan dimana ada perbedaan pemahaman. Common sense memang harus diusahakan dalam penerjemahan, dan common sense-nya itu kadang-kadang tidak butuh waktu sebentar bahkan lewat didiskusikan terus menerus.

Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..

Ahh mas [email protected] ini bagaimana tho... memangnya saya hebat apa...bisa bim salabim menghadirkan dokumen sepenting itu, paling-paling membaca sejarah dan tulisan2. Lagi pula penjagaan Alquran bukan tanggung jawab saya, tapi dalam Al-Quran sendiri disebutkan Tuhan sendiri yang berkehendak menjaganya. Kalau orang itu bisa menerima Al-Quran..itu yaa untuk dirinya sendiri...kalau tidak yaa untuk dirinya sendiri.

loh?? kenapa ga mungkin??katanya tuhan itu maha bisa, apa yg tuhan ingin terjadi maka terjadilah?? orang tuhan aja bisa menciptakan semsta ini, knapa ga bisa cm bisa bikin sebuah kitab yg tebalnya cm beberapa ratus halaman itu??orang bodoh itu mungkin anda sendiri kale?
Yupp...betul!!kita lah yg mencari kebenaran, kebenaran saya mungkin akan berbeda dari kebenaran anda, jd jgn merasa paling benar sendiri!

Yaa ini persis seperti permintaan orang-orang dahulu pada Nabi Isa agar memohon Allah untuk menurunkan hidangan dari langit (Al-Quran surah Al-Maidah).
Kalau manusia sendiri juga bisa membuatnya, apa signifikannya harus Allah yang turun tangan seperti itu. Begitu pentingkah keimanan orang-orang terhadap Allah? Keimanan orang kepada Allah adalah untuk kepentingan orang itu sendiri. Kalau tata surya tempat kita tinggal hancur, sebenarnya tidak ada signifikannya terhadap kelangsungan galaksi bima sakti sekalipun.
Kalau dalam diri kita sendiri sudah kita bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah begitu juga di alam sejauh yang dapat kita jangkau, apakah bukan suatu kesombongan memohon sebuah kitab turun bruk berupa buku. Lagipula apakah kehendak Allah itu dibawah kita ataukah kehendak kita dibawah kehendak Allah.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: ksatriabajuhitam pada Maret 01, 2009, 11:39:12 PM
liat topik ini, udah 9 halaman
males baca ujungnya, mesti bakalan OOT, mending baca awal2nya doang...

cuma mau komentarin ini:
Pada dasarnya, aku gak berniat menyerang agama lain. Aku hanya mempertanyakan, benarkan ayat yang dikutip tadi memang dimaksudkan untuk memberitahu kalau alam semesta ini mengembang, big bang, atau itu adalah interpretasi muslim modern setelah tersebarnya teori big bang?
perlu diperhatikan bahwa sains ialah interpretasi dan imajinasi manusia untuk mnjelaskan fenomena yang teramati
maka bisa dikatakan tidak mungkin jika al-quran mengatakan bahwa alam semesta berkembang sesuai teori bing bang, bla bla bla...
yang diungkapkan hanyalah petunjuk pada fenomena-fenomena alam, penjelasannya? manusia lah yang mencari

contoh lain:
terjemahannya kira-kira (Mohon dikoreksi kalau salah) : bahwa di neraka akan ada semacam siksaan di mana manusia dibakar hingga kulitnya hancur/rusak, kemudian diganti lagi dengan kulit yang baru, agar merasakan pedihnya

tentu saja tidak perlu dijelaskan bahwa akan dibakar hingga syaraf-syaraf perasanya telah hancur sehingga tidak dapat merasakan lagi (luka bakar tingkat berapa ya [?]), orang pada kira2 2000 tahun yang lalu mungkin mana tau kalau jaringan syaraf lah yang membuat manusia bisa merasa
cukup diberikan fenomenanya, teorinya? silakanlah manusia pelajari
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: Pi-One pada Maret 02, 2009, 02:11:51 AM
contoh lain:
terjemahannya kira-kira (Mohon dikoreksi kalau salah) : bahwa di neraka akan ada semacam siksaan di mana manusia dibakar hingga kulitnya hancur/rusak, kemudian diganti lagi dengan kulit yang baru, agar merasakan pedihnya

tentu saja tidak perlu dijelaskan bahwa akan dibakar hingga syaraf-syaraf perasanya telah hancur sehingga tidak dapat merasakan lagi (luka bakar tingkat berapa ya [?]), orang pada kira2 2000 tahun yang lalu mungkin mana tau kalau jaringan syaraf lah yang membuat manusia bisa merasa
cukup diberikan fenomenanya, teorinya? silakanlah manusia pelajari
Sebaliknya, ini bisa menimbulkan pertanyaan. Apakah yang buat ayat tahu kalau yang merasakan adalah saraf di bawah kulit, atau dia mengira kulitlah yang berperan untuk merasakan sakit dsb? Juga pertanyaan lain, apakah berarti di neraka manusia akan memiliki tubuh seperti tubuh manusia mornal dengan segala fungsinya?

*Dan mestinya anda menyebut 1500 tahun kalau bicara soal alquran
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: einstiar pada Maret 03, 2009, 01:34:30 AM

Assalamualaikum,

Saudara - saudaraku aku mo nimbrung dikit...

Dalam beradu argumentasi jangan asal - asalan, saling menjatuhkan, dan jangan menjelek - jelekkan agama lain....

Bagi yang belum mengetahui, masalah ilmu astronomi memang dalam Al Quran terdapat beberapa ayat yang berkaitan erat dengan fenomena - fenomena alam...

Diantaranya :

1. Surat Yunus : 5; tentang fungsi matahari dan bulan
2. Surat Al Anbiyaa' : 30 ; sebagian orang mengklaim inilah bukti  big bang
3. Surat AL Anbiyaa' : 33; tentang orbit benda - benda langit
4. surat al hajj : 61 ; tentang Gravitasi
5. Surat As Sajdah : tentang ketebalan langit, dan ayat ini digunakan oleh fisikawan dari Mesir untuk menghitung kecepatan cahaya, dan hasil perhitungannya sangat-sangat akurat!
6. Surat Fushshilat : 9-12 ; berisi tentang periode penciptaan bumi, langit dan segala isinya
7. Surat Al Waqiah : tentang tempat - tempat orbit bintang - bintang di angkasa
8. Surat Adz Dzariyaat : 7 ; tentang jalan - jalan di langit, atau orbital benda langit
9. SUrat Adz Dzariyat : 47 ; tentang Allah meluaskan langit.
10 SUrat AL Mulk : 3 ; kesetimbangan alam

Dan ada beberapa ayat lagi yang saya tidak hafal semuanya....

Tapi kesemua ayat tersebut bukan semata - mata untuk tujuan Ilmu astronomi, tapi agar umat muhammad lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq dengan mempelajari Ilmu Astronomi....jadi bukan untuk gagah - gagahan.

Saya sendiri juga kurang mengikuti tafsiran para ilmuwan saat ini, pengetahuan manusia akan jagat raya kita ini masih sangat - sangat sedikit, jadi belum saatnya kita mengklaim bahwa ayat - ayat tersebut memang dimaksudkan Allah untuk fenomena - fenomena yang teramati saat ini....

Sekian....

Wassalam,

Einstiar
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Maret 04, 2009, 01:57:19 AM
Okelah kalo yg dimaksud asli itu dipandang dari isi (content)nya, bagaimana mengetahui isi kitab A itu asli dari tuhan? dan kitab B sdh tidak asli dari tuhan? apakah cukup hanya karena didalam kitab A disebutkan "tuhan akan memelihara keaslian kitab A"?apakah 'hanya' dengan kalimat itu, anda yakin isi kitab A sama sekali tidak mengalami perubahan?

Kutip
gini deh, kenapa yang begitu penting tidak dikumpulkan jadi satu?
kalo yang dulunya ditulis di kulit binatang, di tulang binatang, apakah lebih baik jika dibanding dengan pembukuannya?

saya pernah membaca sejarah pembukuan alQUran, dan memang benar ada perintah penghancuran/pembakaran semua mushaf setelah adanya mushaf yg ditulis oleh khalifah Ustman (yg berkuasa saat itu), bahkan mushaf yg dipegang oleh istri nabi sendiri jg diperintahkan u/ dihancurkan (mushaf ini adalah salah satu mushaf asli yg ditulis oleh 4 sahabat nabi yg ditugaskan u/ mencatat firman yg diterima nabi, yg di kulit2 binatang,kayu dll itu) padahal ia berusaha u/ tetap menyimpan mushaf itu, pertanyaannya adalah kenapa itu dilakukan??apa ruginya kalo tetap menyimpan mushaf2 asli itu sampai nanti waktunya mushaf itu musnah dengan sendirinya?? yg saya baca alasan perintah itu adalah u/ mencegah adanya perpecahan diantara umat muslim itu sendiri (ini jelas motif politik). Apa yg saya tangkap disini adalah, dari awal ada beberapa versi mushaf, dan yg sekarang ada adalah mushaf Ustman yg diklaim mushaf Quran yg asli, pertanyaannya adalah, apakah benar demikian adanya?? lalu bagaimana dengan perbedaan pandangan saat ini misalnya antara kaum Syiah dengan Sunni, orang NU dengan Muhammadiyah, bukankah kalo alQuran itu mengatur hukum yg jelas, perbedaan itu bisa disatukan?kenyataannya??

@utusan langit
btw ada kok yg berani mengubah hukum Newton,hukum Newton sudah dikoreksi oleh relativitas Einstein. dan tidak ada yg menyalahkan Newton. kenapa?karena ia tidak mengklaim kebenaran. itulah lemahnya bila anda menganalogikan agama (keyakinan) dengan science (ilmu pengetahuan), gak relevan sama sekali.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Maret 04, 2009, 04:34:23 AM
@Mataram
anda tidak melihat konteks kenapa saya mempertanyakan kemampuan tuhan u/ misalnya menciptakan sebuah buku, hingga jawaban anda ngalor ngidul. saya bertanya demikian karena superstring39 meniadakan kemungkinan bahwa tuhan bisa menciptakan sebuah buku. saya kutip lg nih:
Kutip
Anda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi.
itu kata2 dari superstring39, jelas kan yg saya bold itu meniadakan kemungkinan bahwa tuhan bisa membuat bruk sebuah buku dari langit. dengan kata lain itu jg membatasi kemahakuasaan tuhan kan?jadi kalau anda menyamakan pernyataan saya dengan umat nabi Isa yg minta diturunkan hidangan dari langit, sangat tidak tepat.
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Maret 04, 2009, 04:48:30 AM
....
Saya sendiri juga kurang mengikuti tafsiran para ilmuwan saat ini, pengetahuan manusia akan jagat raya kita ini masih sangat - sangat sedikit, jadi belum saatnya kita mengklaim bahwa ayat - ayat tersebut memang dimaksudkan Allah untuk fenomena - fenomena yang teramati saat ini....

Sekian....

Wassalam,

Einstiar

inilah pernyataan yg bijaksana dan menyejukkan yg saya tunggu2 di threat ini, salut u/ Einsteiar  ;)
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Maret 04, 2009, 08:33:49 AM
@utusan langit
btw ada kok yg berani mengubah hukum Newton,hukum Newton sudah dikoreksi oleh relativitas Einstein. dan tidak ada yg menyalahkan Newton. kenapa?karena ia tidak mengklaim kebenaran. itulah lemahnya bila anda menganalogikan agama (keyakinan) dengan science (ilmu pengetahuan), gak relevan sama sekali.


tapi saya yakin kita semua sependapat kalo hukum newton yang kita kenal saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis Newton sendiri,... karena apa? karena dari jaman dulu, hukum tersebut sudah dihafal banyak orang,
sehingga ada satu saja yang berani mengubah hukum tersebut, akan sangat jelas sekali ketahuan!!! itulah salah satu unsur yang bisa menjaga keaslian hukum newton sampai saat ini,

saya tidak membahas kebenaran sebuah teori newton mas pram,,...
saya membahas keaslian teori newton...

kalo ada yang mengubah dan mempublikasikan silahkan,.. toh perubahan itu juga bakal terkoreksi oleh para fisikawan,..

sekali lagi saya tidak membahas kebenaran sebuah teori, karena anda menanyakan keaslian,...
dan setidaknya masih ada hukum hukum newton yang masih berlaku saat ini,...
meskipun dalam keadaan bersarat,...
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: utusan langit pada Maret 04, 2009, 08:56:20 AM
mungkin disini perlu dikoreksi lagi,...

jadi begini,..
mohon kesadarannya,. bahwa kesombongan merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT, meskipun menyombongkan kebaikan (termasuk agama), jadi janganlah menyalahkan agama orang lain, selama tidak menganggu kita. jangan mengatakan suatu kitab tidak relevan atau yang lain,...
jangan menjadikan suatu keberkahan (bagi kita umat Islam : agama Islam) menjadi suatu kesombongan,..

@mas pram,..
sebagai tambahan,..
saya menganalogikan keaslian mas, jadi tidak berlaku untuk kebenaran.
saya lebih menekankan ke keaslian dan bukan pada kebenaran,..

saya kira anda bisa mengerti maksud saya....
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: [email protected] pada Maret 04, 2009, 10:19:14 PM
@utusan langit
OK2, sory saya miss ttg analoginya...

Kutip
jadi begini,..
mohon kesadarannya,. bahwa kesombongan merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT, meskipun menyombongkan kebaikan (termasuk agama), jadi janganlah menyalahkan agama orang lain, selama tidak menganggu kita. jangan mengatakan suatu kitab tidak relevan atau yang lain,...
jangan menjadikan suatu keberkahan (bagi kita umat Islam : agama Islam) menjadi suatu kesombongan,..

sebenarnya pernyataan inilah titik akhir yg saya inginkan, thanx 2 utusan langit...
karena kesombongan seperti inilah yg membuat islam sekarang sering pada posisi yg disudutkan,

@utusan langit, senang berdiskusi dgn anda, peace bro..
Judul: Re: Allah meluaskan langit
Ditulis oleh: einstiar pada Maret 09, 2009, 01:37:19 AM

Membaca posting - posting pada topik ini, semakin lama saya lihat semakin saling menjatuhkan...

Sobat, janganlah kita menjelek - jelekkan agama atau kitab agama lain, dan mengunggulkan agama atau kitab agama kita sendiri....

Karena tak akan kelar - kelar diskusinya...

Kalo memang mo ngotot - ngototan ya silakan saja, tapi sebaiknya untuk yang islam pelajari dulu al quran dan kitab lawan yang mo didebat, dan sebaliknya yang non islam juga harus pelajari dulu kitabnya dan kitab al quran...Khatamkan semuanya. Pasti dech takkan ada  perdebatan lagi...

Bukan karena, pikiran kita terhasut oleh keyakinan agama lain...tapi karena kita sadar perdebatan semacam itu tak ada gunanya....

Saya adalah muslim, saya sudah menelisik secara mendalam KITAB INJIL dari perjanjian lama sampai perjanjian baru, kemudian saya khatamkan juga Al QURAN, dan Al HADITS...

Banyak teman2 saya bilang, "Eh..hati-hati, nanti kamu kafir"

Saya jawab "Kawan, sebagaimana dalam sebuah pertandingan pada umumnya, bila ingin bertanding pelajari dulu siasat dan formasi lawan, baru kita bertanding"

mungkin ini analogi yang kasar...tapi dari mempelajari berbagai macam kitab agama - agama akhirnya saya menemukan  jawaban yang pasti...yaitu :

"TAK ADA GUNANYA BERDEBAT!!! JAWABLAH SETIAP PERTANYAAN LAWAN BICARA YANG BERBEDA AGAMA SECUKUPNYA SAJA"

Mengapa???? Temukanlah sendiri jawabannya dengan mempelajari kitab - kitab agama di Indonesia....

Tapi ingat : ketika belajar kitab agama lain, jangan terlalu banyak mendebat, jangan terlalu banyak bertanya pada diri sendiri...baca aja seperrti membaca novel dulu...karena kalo banyak bertanya akan pusing sendiri, apalagi gramatikal bahasanya juga berbeda jauh.

Setelah khatam semua baru bandingkan....PASTI KETEMU DEH MENGAPA BERDEBAT ITU TAK BERGUNA!

ANDA JUGA AKAN MENEMUKAN, MENGAPA AGAMA - AGAMA TERSEBUT ITU BISA SAMPAI MUNCUL...SELAMAT MEMBACA.


Wassalam

Einstiar