Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Maret 09, 2021, 10:37:14 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26699
  • Latest: Rion
Stats
  • Total Tulisan: 139622
  • Total Topik: 10385
  • Online Today: 43
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 25
Total: 25

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Allah meluaskan langit  (Dibaca 61597 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mtk Kerajaan Mataram

  • Pengunjung
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #120 pada: Februari 25, 2009, 01:59:06 PM »
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
Sejarahnya, Al-Quran ditulis di zaman Nabi Muhammad pada kulit binatang, tulang atau yang lain, sedangkan ucapan dan tindakan beliau tidak didokumentasikan. Lalu pada zaman Abu Bakar, atas usul Umar dibukukan, lalu pada zaman Usman dibuat kopian yang disebarkan ke beberapa wilayah. Kopian ini masih ada yang tersisa, yaitu yang tadinya untuk wilayah uzbekistan. Universitas Columbia AS punya salinan dari ini melalui faksimile.
Memang pada awalnya tulisan Al-Quran tidak ada tasykil maupun i'jam dan juga tidak ada nomor-nomor ayat, itu muncul kemudian untuk menyatukan cara membaca dan mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membacanya.
Jadi keasliannya adalah, apa bacaan Al-Quran sekarang ini adalah bacaan pada waktu Nabi.

2. apakah dasar klaim anda bahwa kitab lain selain al Qur'an tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini?apakah al Quran lebih relevan??apa buktinya??
 trims

Sebenarnya Al-Quran tidak mengklaim bahwa kitab sebelumnya tidak relevan, anjuran dari Al-Quran adalah untuk mengimani kitab-kitab sebelumnya malah. Klaim dari Al-Quran adalah ada orang-orang yang mengganti-ganti ayat Allah. Kalau saya membaca Al-Kitab terbitan Depag yang saya beli sekitar 2 tahun lalu, pada Perjanjian Lama masih banyak bagian-bagian yang relevan terutama tentang ke-esa-an Allah. Dalam hal ini, saya orang yang mengimani Al-Quran meyakini bahwa Al-Quran sebagai filter dalam membaca Al-kitab untuk mengetahui mana yang masih mengandung keaslian dan mana yang telah diubah jauh oleh orang.

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #121 pada: Februari 25, 2009, 09:33:09 PM »
@[email protected]
Semoga tambahan dari u. langit dan Mtk K. Mataram bisa lebih menjawab pertanyaan anda.

Offline fluke

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 54
  • IQ: 0
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #122 pada: Februari 25, 2009, 10:59:44 PM »
Yang begini ini gak bakal selesai2 deh... Klaim2 seperti itu kok egois baget, manusiawi banget. Penuh dengan keinginan manusia untuk diakui paling baik, paling benar. Hal yang tidak dijumpai pada kitab2 suci yang oleh mereka disebut 'kitab suci agama bumi'.

Offline [email protected]

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 240
  • IQ: 3
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #123 pada: Februari 26, 2009, 02:54:11 AM »
hehehe...smakin menarik yahh..
sebenarnya sih, karena dasar pertanyaan saya adalah pernyataan dari mas superstring, aku mengharap mas superstring lah yg menjawab pertanyaanku. Tapi karena mas superstring mengamini jawaban u. langit dan Mtk k. Mataram :
Kutip
@[email protected]
Semoga tambahan dari u. langit dan Mtk K. Mataram bisa lebih menjawab pertanyaan anda.
maka saya anggap jawaban mas superstring sama dengan mereka b2 (walaupun dalam beberapa bagian mereka mengungkapkan hal yg berbeda..)

trimakasih bwt u.langit n Mtk K. Mataram yg mencoba menjawab pertanyaan saya (atau membela superstring?? ;D) saya hargai usaha anda, meski ini jg tidak menjawab tuntas pertanyaan saya. Akan coba saya telaah jawaban anda b2:

1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
jawaban u.langit:
Kutip
Al-Qur'an masih asli isinya,.. tidak mengalami perubahan isi dari pertama dibukukan oleh sahabat Nabi, sampai sekarang! dan Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah,..
dari kalimat yg saya bold, saya berkesimpulan bahwa kitab Al Quran yg pertama (sekali lagi 'kitab' nya, saya tidak membicarakan konten disini) dibuat oleh sahabat nabi!! bukan oleh Muhammad sendiri, atau bahkan tuhan (betulkan bila kesimpulan saya salah). perhatikan penggunaan kata 'dibuat' dsini, saya akan kembali mengquote pernyataan mas superstring :
Kutip
Saya tidak pernah mengatakan seperti itu. Saya bilang saya tidak percaya kitab suci yang dibuat oleh manusia.
lalu apakah sahabat nabi yg dimaksud mas u.langit bukan manusia??(ini pertanyaan tentu bwt mas superstring donk), sedangkan anda sangat mendukung pernyataan U.langit?(bukankah ini bertolak belakang??)

selanjutnya saya akan coba memahami analogi yg diberikan mas u.langit tentang 'berasal dari' (u.langit mengganti istilah 'dibuat oleh' nya superstring dengan frasa ini, it's OK, saya terima, menurut saya sama saja bukan, karena sama2 menunjukkan hub. kausal)
Kutip
untuk pemahaman Al-Qur'an tidak ditulis oleh Allah, tapi berasal dari Allah, mungkin lebih mudah begini,. misal, anda diajar fisika oleh guru anda, lalu anda mencatat apa yang diterangkannya, guru anda tidak mencatat apa yang diterangkannya pada catatan anda, tapi catatan itu "berasal" dari guru anda!!
jelas saya akan sangat mudah menerima analogi anda ini!dan saya akan berkata 100% yakin bahwa catatan saya itu 'berasal dari' guru saya, karena saya melihat guru tsb(benar2 melihat dengan mata dan berhadapan langsung, posisi saya sebagai pencatat/murid langsung dari guru saya). ini jelas tidak dapat di analogikan dengan pernyataan bahwa "Al Quran berasal dari tuhan" apakah anda memposisikan 'saya' sebagai pencatat langsung isi Al Quran?kalo begitu tentu saja saya akan 100% percaya kalo Al Quran berasal dari tuhan. Faktanya adalah: 'saya' bukan bagian dari hubungan kausal itu! saya dan kita semua disini adalah pihak ketiga dari hubungan 2 pihak antara "guru-murid" itu. kalo anda memposisikan saya sebagai 'murid' disini sama artinya anda memposisikan saya sebagai Nabi yg memperoleh ajaran langsung dari tuhan bukan. Mungkin akan lebih tepat bila anda menganalogikan seperti ini: "ada seorang guru fisika (a.k.a tuhan) mengajarkan pada muridnya (a.k.a nabi) tentang suatu hal (a.k.a konten Alquran) dan teman dari murid itu (a.k.a sahabat nabi) yang membuat catatan ttg suatu hal itu, entah sahabat itu terlibat langsung dalam proses pengajaran itu, atau tidak, sahabat hanya sebagai pencatat (a.k.a pembuat) buku/kitab tentang ajaran guru fisika tadi" lalu dimana posisi saya, anda, dan kita semua penghuni alam semesta saat ini? dalam analog ini kita bisa diposisikan sebagai "teman dari teman murid itu", atau "keturunan dari murid/teman murid itu" atau "siapapun yang tidak terlibat langsung dengan proses pengajaran itu" yang tahu tentang adanya buku yg ditulis teman murid tadi. Dari sini apakah kita pasti/harus percaya bahwa buku yg kita baca saat ini adalah berasal dari guru fisika tadi?? tentu tidak karena ada 2 kemungkinan disini, ada yang percaya dan ada yang tidak percaya, yang percaya beralasan karena "di buku itu jelas disebutkan kalau yg mengajarkan adalah guru fisika", sedangkan yang tidak percaya akan berkata: "mana bukti kalau ajaran buku ini dari guru fisika, selain dari klaim di buku itu sendiri yg menyatakan bahwa semua isi buku itu dari guru fisika, saya tidak melihat langsung guru fisika 'menurunkan' ilmunya pada murid, dan murid menceritakan pada temannya u/ dicatat"
inti dari analogi yg saya berikan adalah, posisi 'kita' yang percaya dengan posisi 'kita' yang tidak percaya saat ini adalah setara, keduanya sama2 logis.
analogi ini akan semakin komplek bila ditambah ternyata tidak hanya ada satu buku/kitab saat ini, ada kitab 'yg dari' guru fisika, ada kitab 'yg dari' guru kimia, ada kitab 'yg dari' guru geografi, dll...

(nah looo...kok malah maen analog2ian gini seh...heheh ;))

jawaban dari Mtk K. Mataram u/ pertanyaan 1) saya:
Kutip
Sejarahnya, Al-Quran ditulis di zaman Nabi Muhammad pada kulit binatang, tulang atau yang lain, sedangkan ucapan dan tindakan beliau tidak didokumentasikan. Lalu pada zaman Abu Bakar, atas usul Umar dibukukan, lalu pada zaman Usman dibuat kopian yang disebarkan ke beberapa wilayah. Kopian ini masih ada yang tersisa, yaitu yang tadinya untuk wilayah uzbekistan. Universitas Columbia AS punya salinan dari ini melalui faksimile.
ini mendukung/melengkapi jawaban dari u. langit, tapi kalau mau ditinjau lagi ini mengungkapkan hal yg berbeda. Mataram membahas tentang sejarah (sekali lg sejarah!) dan yg semakin membingungkan disini dinyatakan bahwa al Quran ditulis pada jaman Nabi Muhammad, tanpa menjelaskan siapa yang sebenarnya menulis/membuatnya pertama kali. bahkan posisi sahabat nabi (umar, abubakar,usman) seolah-olah sekarang bergeser, bukan lagi sebagai pembuku(pembuat kitab) pertama kali, tapi cuma pengkopi, penyebar, nah loo...sama posisinya dengan orang yg mengefaks buku itu ke Universitas Columbia bukan?? (perhatikan disini u. langit menggunakan istilah "membukukan" sama seperti bentuk pasif "dibukukan" yang dipake Mataram, tapi kenapa ya kok penangkapan saya bisa berbeda??)
jadi mana "kitab Alquran yg asli" menurut superstring itu?wakaka..sekali lagi tidak menjawab pertanyaan saya.

Kutip
Memang pada awalnya tulisan Al-Quran tidak ada tasykil maupun i'jam dan juga tidak ada nomor-nomor ayat, itu muncul kemudian untuk menyatukan cara membaca dan mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membacanya.
Jadi keasliannya adalah, apa bacaan Al-Quran sekarang ini adalah bacaan pada waktu Nabi.
ini semakin lucu...bukankah pernyataan ini bahkan (semakin) menunjukkan kalo kitab Al Quran sudah tidak orisinil/asli lagi??? kalau alasan perubahan itu seperti yg saya bold, kenapa tidak didasari pemikiran yg lebih sederhana seperti pendapat saya misalnya: untuk mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membaca alQuran ya dengan translate aja ke bahasa bersangkutan, bukan dengan menambah tasykil, atau i'jam,atau nomor ayat, atau apalah?benul toh...itu orang bodohpun akan berpendapat seperti itu

OK lanjut tar bis istirahat siang deh..pegel nih :kribo:

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #124 pada: Februari 26, 2009, 08:32:38 AM »
sekarang begini,... maksud anda dibuat oleh Tuhan disini bagaimana? apakah langsung ditulis oleh Tuhan? atau diwahyukan oleh Tuhan?

sama seperti pertanyaan ini,...
buku ini milik siapa?
milik saya? karena saya membeli ditoko? atau milik Pram? karena buku itu karyanya?
ini cuma bermain analogi dulu.
sepertinya dari post-postan sebelumnya cuma bermain bahasa ya? kok ada mat, bio, fis, dll?
hmmf,...

Al-Qur'an diwahyukan oleh Allah lewat perantara/ utusan yang bernama Nabi Muhammad,..
Nabi Muhammad tidak dikehendaki bisa baca tulis, setiap wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad, disampaikan kepada umatnya pada masa itu,..
0jadi banyak sekali yang menghafalnya,...

OK, dari sini jelas dari siapa Al-Qur'an itu?
sangat jelas dari Allah SWT,..

lalu saat para hafidz Al-Qur'an (orang yang menghafal AL-Qur'an) banyak yang gugur dimedan perang,.. maka ada usulan untuk membukukan Al-Quran, untuk menjaga agar Al-Qur'an tetap terjaga keasliannya,..

pertanyaan anda,..
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
kalo anda bertanya fisiknya, sepertinya anda belum mengerti bagaimana Al-Qur'an diturunkan.
kalo mencari bukti sejarah tentang Al-Qur'an yang diturunkan dalam bentuk buku, anda tidak akan pernah menemui.
Al-Qur'an tidak turun dari langit dalam bentuk buku!!
isi Al-Quran Asli ada pada pedoman umat Islam,
jadi yang saya tangkap dari pertanyaan ini adalah keaslian isinya,...


saya perjelas, jadi maksud anda tentang pertanyaan anda
saya mau tanya :
1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
apakah asli dalam artian fisik(kitabnya), atau Isinya?
soalnya beda mas rentan waktunya,..
isinya dulu baru dibukukan dalam bentuk kitabnya!!

Mtk Kerajaan Mataram

  • Pengunjung
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #125 pada: Februari 26, 2009, 12:39:08 PM »
jawaban dari Mtk K. Mataram u/ pertanyaan 1) saya: ini mendukung/melengkapi jawaban dari u. langit, tapi kalau mau ditinjau lagi ini mengungkapkan hal yg berbeda. Mataram membahas tentang sejarah (sekali lg sejarah!) dan yg semakin membingungkan disini dinyatakan bahwa al Quran ditulis pada jaman Nabi Muhammad, tanpa menjelaskan siapa yang sebenarnya menulis/membuatnya pertama kali. bahkan posisi sahabat nabi (umar, abubakar,usman) seolah-olah sekarang bergeser, bukan lagi sebagai pembuku(pembuat kitab) pertama kali, tapi cuma pengkopi, penyebar, nah loo...sama posisinya dengan orang yg mengefaks buku itu ke Universitas Columbia bukan??
(perhatikan disini u. langit menggunakan istilah "membukukan" sama seperti bentuk pasif "dibukukan" yang dipake Mataram, tapi kenapa ya kok penangkapan saya bisa berbeda??)
jadi mana "kitab Alquran yg asli" menurut superstring itu?wakaka..sekali lagi tidak menjawab pertanyaan saya.

Yaa dalam hal menyalin, memang posisinya sama sebagai penyalin seperti ngefaks, dan memang para sahabat itu bukan pengarang. Tapi kalau pembuat buku (mushaf) memang yaa..walaupun menyalin. Kalau dalam hal ini posisinya sama terus kenapa...
Kitab AlQuran yang asli?...Mmmm apakah arah anda ke tulang2 atau kulit2 binatang yang pertama kali digunakan tempat menulis...ini sebagian sudah hilang. Sedangkan mushaf induk hasil kumpulan waktu Abu Bakar sudah dibakar ketika masa kalifah Marwan Bin Hakam. Kalau pengertian asli anda maksudnya dalam bentuk mushaf, maka memang sudah tidak ada lagi.
Sebenarnya tidak menjadi masalah bagi kita2 yang mengimani kitab al-quran sekarang adalah sesuai dengan aslinya dulu mengenai apakah saudara [email protected] percaya atau tidak dengan hal tersebut. Itu adalah hak anda.

ini semakin lucu...bukankah pernyataan ini bahkan (semakin) menunjukkan kalo kitab Al Quran sudah tidak orisinil/asli lagi??? kalau alasan perubahan itu seperti yg saya bold, kenapa tidak didasari pemikiran yg lebih sederhana seperti pendapat saya misalnya: untuk mempermudah orang yang bukan berbahasa ibu bahasa Arab untuk membaca alQuran ya dengan translate aja ke bahasa bersangkutan, bukan dengan menambah tasykil, atau i'jam,atau nomor ayat, atau apalah?benul toh...itu orang bodohpun akan berpendapat seperti itu

Anda punya bahasa berapa? kalau anda hanya punya satu bahasa..maka mungkin sekali berpendapat demikian. Sering suatu kalimat dalam satu bahasa tidak bisa tepat diterjemahkan dalam bahasa lain, apalagi dari rumpun yang berbeda.
Misalnya begini dalam bahasa inggris ada frase 'crystal clear', apakah dengan tepat diterjemahkan dengan frase indonesia 'sangat jelas sekali'?? Tidak, mengapa? karena ada kesan yang hilang disini. Kalau dalam bahasa jawa malah ada yang tepat, yaitu 'crystal clear'='cetho melo-melo'.
Walaupun terjemahan ke bahasa lain sangat penting bagi awam, setidaknya dalam bahasa aslinya jika ada akan bisa dijadikan rujukan pengkajian lagi manakala ada perselisihan penafsiran.

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #126 pada: Februari 26, 2009, 09:56:49 PM »
@Pram
ternyata anda masih belum bisa membedakan antara yang "membuat" atau "mengarang" dengan "menulis" atau "menyalin" jelas keduanya berbeda. "membuat" yang saya maksudkan adalah buah hasil pemikiran, yang saya tulis sebagai "kitab suci yang dibuat manusia" berarti kitab suci hasil buah pemikiran manusia. Anda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi. Al Quran dibukukan berdasarkan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. wahyu yang diterima Nabi dari Allah SWT bisa secara langsung maupun melalui malaikat Jibril. Mana mungkin Nabi Muhammad menulis Al Quran sedangkan beliau tidak bisa menulis dan membaca. Al Quran dibukukan setelah sepeninggalan Nabi Muhamad SAW untuk lebih mempermudah mempelajarinya. kenapa Al QUran harus selalu dalam bahasa Arab coba lihat penjelasan saya di thread "Islam dan Bahasa Arab".

Offline wynne

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 4
  • IQ: 1
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #127 pada: Februari 27, 2009, 03:11:18 AM »
oke lah semua bnar...............

nih, sya tengahi, emank bnar tuh apa yabg ada di dalam Al-Qur'an.....
Knapa ayat itu dalam Arti Luas??? Dikarenakan agar kita-kita mencari kebenaran itu sendiri....
Tau kan kejadian Nabi Musa yang diberi Wahyu "Ten Commandement", iA HARUS Mencari nya hingga 40 hari di sebuah gunung sendirian....
Kemudian NabiMusa juga bersama Nabi Khidir (Tau Kan??),,,,,,,,

Karena Tuhan tidak memberikan segalanya secara langsung, namun bertahap agar bumi berkembang secara pesat, karena kalau kecepatan, nanti kiamatnya lebih cepatan lagi....

oH,yA....
Kalau RUmah Impian d Luar Angkasa yg mau dibuat Jepang-Amerika tuh benar kah keberadaannya??

Offline [email protected]

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 240
  • IQ: 3
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #128 pada: Februari 28, 2009, 07:38:47 AM »
Kutip dari: utusan langit
sepertinya dari post-postan sebelumnya cuma bermain bahasa ya? kok ada mat, bio, fis, dll?
hmmf,...
Kutip dari: Mtk Kerajaan Mataram
Anda punya bahasa berapa? kalau anda hanya punya satu bahasa..maka mungkin sekali berpendapat demikian. Sering suatu kalimat dalam satu bahasa tidak bisa tepat diterjemahkan dalam bahasa lain, apalagi dari rumpun yang berbeda.
saya tekankan disini, bahasa itu penting u/ membentuk common sense, saya gak bermain2, saya hanya coba menyamakan common sense saya dengan anda, apakah yg ada dlm otak saya sama dengan yg ada di otak anda.
Itulah salah satu guna bahasa, sebanyak apapun bahasa di dunia ini, sepanjang common sense bisa dibentuk, maka tidak akan terjadi masalah bila ada usaha penterjemahan satu bahasa ke bahasa lain.
'christal clear' sangat bisa diartikan sebagai 'sangat jelas sekali' sepanjang common sense yg ditunjuk kata itu sama. (bisa tuh ditanyain ke ahli bahasa)

Kutip dari: Mtk Kerajaan Mataram
Mmmm apakah arah anda ke tulang2 atau kulit2 binatang yang pertama kali digunakan tempat menulis...ini sebagian sudah hilang. Sedangkan mushaf induk hasil kumpulan waktu Abu Bakar sudah dibakar ketika masa kalifah Marwan Bin Hakam. Kalau pengertian asli anda maksudnya dalam bentuk mushaf, maka memang sudah tidak ada lagi.

Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..

Kutip dari: superstring39
Anda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi.
loh?? kenapa ga mungkin??katanya tuhan itu maha bisa, apa yg tuhan ingin terjadi maka terjadilah?? orang tuhan aja bisa menciptakan semsta ini, knapa ga bisa cm bisa bikin sebuah kitab yg tebalnya cm beberapa ratus halaman itu??orang bodoh itu mungkin anda sendiri kale?

Kutip dari: wynne
nih, sya tengahi, emank bnar tuh apa yabg ada di dalam Al-Qur'an.....
Knapa ayat itu dalam Arti Luas??? Dikarenakan agar kita-kita mencari kebenaran itu sendiri....
Yupp...betul!!kita lah yg mencari kebenaran, kebenaran saya mungkin akan berbeda dari kebenaran anda, jd jgn merasa paling benar sendiri!

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #129 pada: Februari 28, 2009, 08:22:57 AM »
@Pram,..

yasudah,... maaf,..
Oke sepakat kalo bahasa itu penting,..
sekarang diperjelas pertanyaan anda,

1. apakah memang masih ada  Al Quran yg asli?
kata-kata yang saya pertebal tolong diklarifikasi, apakah dalam artian isinya, atau hard kitabnya?

gini mas Pram,
menurut saya sendiri, pembukuan Al-Qur'an itu menrupakan pengumpulan semua data/back up yang lebih efektif dari pada ditulis di pelepah kurma, tulang atau yang lain, mengapa? karena daun kurma lama-kelamaan juga pasti hancur, terus kalau hancur bagaimana?
saya kira bukan hal yang aneh/ malah harus dilakukan untuk membukukan Al-Qur'an,


Kutip
Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..
gini deh, kenapa yang begitu penting tidak dikumpulkan jadi satu?
kalo yang dulunya ditulis di kulit binatang, di tulang binatang, apakah lebih baik jika dibanding dengan pembukuannya?
saya kira semua sependapat kalo pembukuan lebih baik daripada tersimpan dalam berbagai media yang bisa rusak atau hancur,..
apakah anda yakin dalam 15 abad kulit binatang akan bertahan sampai saat ini?

gini mas pram,
apakah hukum newton yang ada saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis oleh I. Newton? kalo bisa tunjukkan donk,.. bukankah hanya berselisih kurang dari 300 tahun saja?
tapi saya yakin kita semua sependapat kalo hukum newton yang kita kenal saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis Newton sendiri,... karena apa? karena dari jaman dulu, hukum tersebut sudah dihafal banyak orang,
sehingga ada satu saja yang berani mengubah hukum tersebut, akan sangat jelas sekali ketahuan!!! itulah salah satu unsur yang bisa menjaga keaslian hukum newton sampai saat ini,

semoga bisa membantu!

Mtk Kerajaan Mataram

  • Pengunjung
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #130 pada: Februari 28, 2009, 12:08:09 PM »
saya tekankan disini, bahasa itu penting u/ membentuk common sense, saya gak bermain2, saya hanya coba menyamakan common sense saya dengan anda, apakah yg ada dlm otak saya sama dengan yg ada di otak anda.
Itulah salah satu guna bahasa, sebanyak apapun bahasa di dunia ini, sepanjang common sense bisa dibentuk, maka tidak akan terjadi masalah bila ada usaha penterjemahan satu bahasa ke bahasa lain.
'christal clear' sangat bisa diartikan sebagai 'sangat jelas sekali' sepanjang common sense yg ditunjuk kata itu sama. (bisa tuh ditanyain ke ahli bahasa)
Penerjemahan benar penting sekali, sekaligus teks dalam bahasa aslinya juga penting untuk perujukan dimana ada perbedaan pemahaman. Common sense memang harus diusahakan dalam penerjemahan, dan common sense-nya itu kadang-kadang tidak butuh waktu sebentar bahkan lewat didiskusikan terus menerus.

Ya! kalo anda bilang ada itu tulang2 atau kulit binatang itu, tunjukkan apa sama dgn Quran sekarang! apakah tidak aneh bila suatu dokumen yg begitu penting, hingga disebut sebagai petunjuk langsung dari tuhan (yg diklaim kebenarannya sampai saat ini), bisa hilang, tidak ada lagi, bahkan dibakar?? pake logika anda, sedang surat asli supersemar yg hilang (atau dihilangkan) saja orang seindonesia yg menghujat..

Ahh mas [email protected] ini bagaimana tho... memangnya saya hebat apa...bisa bim salabim menghadirkan dokumen sepenting itu, paling-paling membaca sejarah dan tulisan2. Lagi pula penjagaan Alquran bukan tanggung jawab saya, tapi dalam Al-Quran sendiri disebutkan Tuhan sendiri yang berkehendak menjaganya. Kalau orang itu bisa menerima Al-Quran..itu yaa untuk dirinya sendiri...kalau tidak yaa untuk dirinya sendiri.

loh?? kenapa ga mungkin??katanya tuhan itu maha bisa, apa yg tuhan ingin terjadi maka terjadilah?? orang tuhan aja bisa menciptakan semsta ini, knapa ga bisa cm bisa bikin sebuah kitab yg tebalnya cm beberapa ratus halaman itu??orang bodoh itu mungkin anda sendiri kale?
Yupp...betul!!kita lah yg mencari kebenaran, kebenaran saya mungkin akan berbeda dari kebenaran anda, jd jgn merasa paling benar sendiri!

Yaa ini persis seperti permintaan orang-orang dahulu pada Nabi Isa agar memohon Allah untuk menurunkan hidangan dari langit (Al-Quran surah Al-Maidah).
Kalau manusia sendiri juga bisa membuatnya, apa signifikannya harus Allah yang turun tangan seperti itu. Begitu pentingkah keimanan orang-orang terhadap Allah? Keimanan orang kepada Allah adalah untuk kepentingan orang itu sendiri. Kalau tata surya tempat kita tinggal hancur, sebenarnya tidak ada signifikannya terhadap kelangsungan galaksi bima sakti sekalipun.
Kalau dalam diri kita sendiri sudah kita bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah begitu juga di alam sejauh yang dapat kita jangkau, apakah bukan suatu kesombongan memohon sebuah kitab turun bruk berupa buku. Lagipula apakah kehendak Allah itu dibawah kita ataukah kehendak kita dibawah kehendak Allah.

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #131 pada: Maret 01, 2009, 11:39:12 PM »
liat topik ini, udah 9 halaman
males baca ujungnya, mesti bakalan OOT, mending baca awal2nya doang...

cuma mau komentarin ini:
Pada dasarnya, aku gak berniat menyerang agama lain. Aku hanya mempertanyakan, benarkan ayat yang dikutip tadi memang dimaksudkan untuk memberitahu kalau alam semesta ini mengembang, big bang, atau itu adalah interpretasi muslim modern setelah tersebarnya teori big bang?
perlu diperhatikan bahwa sains ialah interpretasi dan imajinasi manusia untuk mnjelaskan fenomena yang teramati
maka bisa dikatakan tidak mungkin jika al-quran mengatakan bahwa alam semesta berkembang sesuai teori bing bang, bla bla bla...
yang diungkapkan hanyalah petunjuk pada fenomena-fenomena alam, penjelasannya? manusia lah yang mencari

contoh lain:
terjemahannya kira-kira (Mohon dikoreksi kalau salah) : bahwa di neraka akan ada semacam siksaan di mana manusia dibakar hingga kulitnya hancur/rusak, kemudian diganti lagi dengan kulit yang baru, agar merasakan pedihnya

tentu saja tidak perlu dijelaskan bahwa akan dibakar hingga syaraf-syaraf perasanya telah hancur sehingga tidak dapat merasakan lagi (luka bakar tingkat berapa ya [?]), orang pada kira2 2000 tahun yang lalu mungkin mana tau kalau jaringan syaraf lah yang membuat manusia bisa merasa
cukup diberikan fenomenanya, teorinya? silakanlah manusia pelajari
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #132 pada: Maret 02, 2009, 02:11:51 AM »
contoh lain:
terjemahannya kira-kira (Mohon dikoreksi kalau salah) : bahwa di neraka akan ada semacam siksaan di mana manusia dibakar hingga kulitnya hancur/rusak, kemudian diganti lagi dengan kulit yang baru, agar merasakan pedihnya

tentu saja tidak perlu dijelaskan bahwa akan dibakar hingga syaraf-syaraf perasanya telah hancur sehingga tidak dapat merasakan lagi (luka bakar tingkat berapa ya [?]), orang pada kira2 2000 tahun yang lalu mungkin mana tau kalau jaringan syaraf lah yang membuat manusia bisa merasa
cukup diberikan fenomenanya, teorinya? silakanlah manusia pelajari
Sebaliknya, ini bisa menimbulkan pertanyaan. Apakah yang buat ayat tahu kalau yang merasakan adalah saraf di bawah kulit, atau dia mengira kulitlah yang berperan untuk merasakan sakit dsb? Juga pertanyaan lain, apakah berarti di neraka manusia akan memiliki tubuh seperti tubuh manusia mornal dengan segala fungsinya?

*Dan mestinya anda menyebut 1500 tahun kalau bicara soal alquran

Offline einstiar

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 0
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #133 pada: Maret 03, 2009, 01:34:30 AM »

Assalamualaikum,

Saudara - saudaraku aku mo nimbrung dikit...

Dalam beradu argumentasi jangan asal - asalan, saling menjatuhkan, dan jangan menjelek - jelekkan agama lain....

Bagi yang belum mengetahui, masalah ilmu astronomi memang dalam Al Quran terdapat beberapa ayat yang berkaitan erat dengan fenomena - fenomena alam...

Diantaranya :

1. Surat Yunus : 5; tentang fungsi matahari dan bulan
2. Surat Al Anbiyaa' : 30 ; sebagian orang mengklaim inilah bukti  big bang
3. Surat AL Anbiyaa' : 33; tentang orbit benda - benda langit
4. surat al hajj : 61 ; tentang Gravitasi
5. Surat As Sajdah : tentang ketebalan langit, dan ayat ini digunakan oleh fisikawan dari Mesir untuk menghitung kecepatan cahaya, dan hasil perhitungannya sangat-sangat akurat!
6. Surat Fushshilat : 9-12 ; berisi tentang periode penciptaan bumi, langit dan segala isinya
7. Surat Al Waqiah : tentang tempat - tempat orbit bintang - bintang di angkasa
8. Surat Adz Dzariyaat : 7 ; tentang jalan - jalan di langit, atau orbital benda langit
9. SUrat Adz Dzariyat : 47 ; tentang Allah meluaskan langit.
10 SUrat AL Mulk : 3 ; kesetimbangan alam

Dan ada beberapa ayat lagi yang saya tidak hafal semuanya....

Tapi kesemua ayat tersebut bukan semata - mata untuk tujuan Ilmu astronomi, tapi agar umat muhammad lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq dengan mempelajari Ilmu Astronomi....jadi bukan untuk gagah - gagahan.

Saya sendiri juga kurang mengikuti tafsiran para ilmuwan saat ini, pengetahuan manusia akan jagat raya kita ini masih sangat - sangat sedikit, jadi belum saatnya kita mengklaim bahwa ayat - ayat tersebut memang dimaksudkan Allah untuk fenomena - fenomena yang teramati saat ini....

Sekian....

Wassalam,

Einstiar

Offline [email protected]

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 240
  • IQ: 3
Re: Allah meluaskan langit
« Jawab #134 pada: Maret 04, 2009, 01:57:19 AM »
Okelah kalo yg dimaksud asli itu dipandang dari isi (content)nya, bagaimana mengetahui isi kitab A itu asli dari tuhan? dan kitab B sdh tidak asli dari tuhan? apakah cukup hanya karena didalam kitab A disebutkan "tuhan akan memelihara keaslian kitab A"?apakah 'hanya' dengan kalimat itu, anda yakin isi kitab A sama sekali tidak mengalami perubahan?

Kutip
gini deh, kenapa yang begitu penting tidak dikumpulkan jadi satu?
kalo yang dulunya ditulis di kulit binatang, di tulang binatang, apakah lebih baik jika dibanding dengan pembukuannya?

saya pernah membaca sejarah pembukuan alQUran, dan memang benar ada perintah penghancuran/pembakaran semua mushaf setelah adanya mushaf yg ditulis oleh khalifah Ustman (yg berkuasa saat itu), bahkan mushaf yg dipegang oleh istri nabi sendiri jg diperintahkan u/ dihancurkan (mushaf ini adalah salah satu mushaf asli yg ditulis oleh 4 sahabat nabi yg ditugaskan u/ mencatat firman yg diterima nabi, yg di kulit2 binatang,kayu dll itu) padahal ia berusaha u/ tetap menyimpan mushaf itu, pertanyaannya adalah kenapa itu dilakukan??apa ruginya kalo tetap menyimpan mushaf2 asli itu sampai nanti waktunya mushaf itu musnah dengan sendirinya?? yg saya baca alasan perintah itu adalah u/ mencegah adanya perpecahan diantara umat muslim itu sendiri (ini jelas motif politik). Apa yg saya tangkap disini adalah, dari awal ada beberapa versi mushaf, dan yg sekarang ada adalah mushaf Ustman yg diklaim mushaf Quran yg asli, pertanyaannya adalah, apakah benar demikian adanya?? lalu bagaimana dengan perbedaan pandangan saat ini misalnya antara kaum Syiah dengan Sunni, orang NU dengan Muhammadiyah, bukankah kalo alQuran itu mengatur hukum yg jelas, perbedaan itu bisa disatukan?kenyataannya??

@utusan langit
btw ada kok yg berani mengubah hukum Newton,hukum Newton sudah dikoreksi oleh relativitas Einstein. dan tidak ada yg menyalahkan Newton. kenapa?karena ia tidak mengklaim kebenaran. itulah lemahnya bila anda menganalogikan agama (keyakinan) dengan science (ilmu pengetahuan), gak relevan sama sekali.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
4340 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 23, 2008, 10:53:21 PM
oleh biobio
penciptaan Allah

Dimulai oleh Mars « 1 2 ... 34 35 » Agama dan Filosofi

510 Jawaban
156119 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 29, 2009, 07:24:14 AM
oleh luth
22 Jawaban
33326 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2009, 12:43:00 PM
oleh sisca, chemistry
1 Jawaban
3648 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 27, 2012, 05:14:21 AM
oleh Ammar18
30 Jawaban
15356 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2014, 12:07:17 PM
oleh Monox D. I-Fly