Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 01, 2022, 05:55:59 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 76
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 48
Total: 48

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Allah meluaskan langit

Dimulai oleh azizsaefulh, November 18, 2008, 01:55:53 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

pr@m

@Mataram
anda tidak melihat konteks kenapa saya mempertanyakan kemampuan tuhan u/ misalnya menciptakan sebuah buku, hingga jawaban anda ngalor ngidul. saya bertanya demikian karena superstring39 meniadakan kemungkinan bahwa tuhan bisa menciptakan sebuah buku. saya kutip lg nih:
KutipAnda berharap bahwa Al Quran diturunkan dari langit dalam bentuk satu buku utuh? wah bahkan orang bodohpun tau mana mungkin itu terjadi.
itu kata2 dari superstring39, jelas kan yg saya bold itu meniadakan kemungkinan bahwa tuhan bisa membuat bruk sebuah buku dari langit. dengan kata lain itu jg membatasi kemahakuasaan tuhan kan?jadi kalau anda menyamakan pernyataan saya dengan umat nabi Isa yg minta diturunkan hidangan dari langit, sangat tidak tepat.

pr@m

Kutip dari: einstiar pada Maret 02, 2009, 10:34:30 AM
....
Saya sendiri juga kurang mengikuti tafsiran para ilmuwan saat ini, pengetahuan manusia akan jagat raya kita ini masih sangat - sangat sedikit, jadi belum saatnya kita mengklaim bahwa ayat - ayat tersebut memang dimaksudkan Allah untuk fenomena - fenomena yang teramati saat ini....

Sekian....

Wassalam,

Einstiar

inilah pernyataan yg bijaksana dan menyejukkan yg saya tunggu2 di threat ini, salut u/ Einsteiar  ;)

utusan langit

Kutip dari: pr@m pada Maret 03, 2009, 10:57:19 AM
@utusan langit
btw ada kok yg berani mengubah hukum Newton,hukum Newton sudah dikoreksi oleh relativitas Einstein. dan tidak ada yg menyalahkan Newton. kenapa?karena ia tidak mengklaim kebenaran. itulah lemahnya bila anda menganalogikan agama (keyakinan) dengan science (ilmu pengetahuan), gak relevan sama sekali.


Kutip dari: utusan langit pada Februari 27, 2009, 05:22:57 PM
tapi saya yakin kita semua sependapat kalo hukum newton yang kita kenal saat ini sama dengan hukum newton yang ditulis Newton sendiri,... karena apa? karena dari jaman dulu, hukum tersebut sudah dihafal banyak orang,
sehingga ada satu saja yang berani mengubah hukum tersebut, akan sangat jelas sekali ketahuan!!! itulah salah satu unsur yang bisa menjaga keaslian hukum newton sampai saat ini,

saya tidak membahas kebenaran sebuah teori newton mas pram,,...
saya membahas keaslian teori newton...

kalo ada yang mengubah dan mempublikasikan silahkan,.. toh perubahan itu juga bakal terkoreksi oleh para fisikawan,..

sekali lagi saya tidak membahas kebenaran sebuah teori, karena anda menanyakan keaslian,...
dan setidaknya masih ada hukum hukum newton yang masih berlaku saat ini,...
meskipun dalam keadaan bersarat,...

utusan langit

mungkin disini perlu dikoreksi lagi,...

jadi begini,..
mohon kesadarannya,. bahwa kesombongan merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT, meskipun menyombongkan kebaikan (termasuk agama), jadi janganlah menyalahkan agama orang lain, selama tidak menganggu kita. jangan mengatakan suatu kitab tidak relevan atau yang lain,...
jangan menjadikan suatu keberkahan (bagi kita umat Islam : agama Islam) menjadi suatu kesombongan,..

@mas pram,..
sebagai tambahan,..
saya menganalogikan keaslian mas, jadi tidak berlaku untuk kebenaran.
saya lebih menekankan ke keaslian dan bukan pada kebenaran,..

saya kira anda bisa mengerti maksud saya....

pr@m

@utusan langit
OK2, sory saya miss ttg analoginya...

Kutipjadi begini,..
mohon kesadarannya,. bahwa kesombongan merupakan hal yang dibenci oleh Allah SWT, meskipun menyombongkan kebaikan (termasuk agama), jadi janganlah menyalahkan agama orang lain, selama tidak menganggu kita. jangan mengatakan suatu kitab tidak relevan atau yang lain,...
jangan menjadikan suatu keberkahan (bagi kita umat Islam : agama Islam) menjadi suatu kesombongan,..

sebenarnya pernyataan inilah titik akhir yg saya inginkan, thanx 2 utusan langit...
karena kesombongan seperti inilah yg membuat islam sekarang sering pada posisi yg disudutkan,

@utusan langit, senang berdiskusi dgn anda, peace bro..

einstiar


Membaca posting - posting pada topik ini, semakin lama saya lihat semakin saling menjatuhkan...

Sobat, janganlah kita menjelek - jelekkan agama atau kitab agama lain, dan mengunggulkan agama atau kitab agama kita sendiri....

Karena tak akan kelar - kelar diskusinya...

Kalo memang mo ngotot - ngototan ya silakan saja, tapi sebaiknya untuk yang islam pelajari dulu al quran dan kitab lawan yang mo didebat, dan sebaliknya yang non islam juga harus pelajari dulu kitabnya dan kitab al quran...Khatamkan semuanya. Pasti dech takkan ada  perdebatan lagi...

Bukan karena, pikiran kita terhasut oleh keyakinan agama lain...tapi karena kita sadar perdebatan semacam itu tak ada gunanya....

Saya adalah muslim, saya sudah menelisik secara mendalam KITAB INJIL dari perjanjian lama sampai perjanjian baru, kemudian saya khatamkan juga Al QURAN, dan Al HADITS...

Banyak teman2 saya bilang, "Eh..hati-hati, nanti kamu kafir"

Saya jawab "Kawan, sebagaimana dalam sebuah pertandingan pada umumnya, bila ingin bertanding pelajari dulu siasat dan formasi lawan, baru kita bertanding"

mungkin ini analogi yang kasar...tapi dari mempelajari berbagai macam kitab agama - agama akhirnya saya menemukan  jawaban yang pasti...yaitu :

"TAK ADA GUNANYA BERDEBAT!!! JAWABLAH SETIAP PERTANYAAN LAWAN BICARA YANG BERBEDA AGAMA SECUKUPNYA SAJA"

Mengapa???? Temukanlah sendiri jawabannya dengan mempelajari kitab - kitab agama di Indonesia....

Tapi ingat : ketika belajar kitab agama lain, jangan terlalu banyak mendebat, jangan terlalu banyak bertanya pada diri sendiri...baca aja seperrti membaca novel dulu...karena kalo banyak bertanya akan pusing sendiri, apalagi gramatikal bahasanya juga berbeda jauh.

Setelah khatam semua baru bandingkan....PASTI KETEMU DEH MENGAPA BERDEBAT ITU TAK BERGUNA!

ANDA JUGA AKAN MENEMUKAN, MENGAPA AGAMA - AGAMA TERSEBUT ITU BISA SAMPAI MUNCUL...SELAMAT MEMBACA.


Wassalam

Einstiar