Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

April 19, 2024, 02:58:55 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 77
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 57
Total: 57

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Apa yang membuat hidup?

Dimulai oleh Takagi Fujimaru, April 16, 2010, 12:59:41 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Kutip dari: utusan langit pada Juli 07, 2010, 07:55:53 PMdan pada kenyataannya energi yang dihasilkan metabolisme saja, tidak cukup untuk membuat suatu jasad hidup!
saya kira bukan energi itu jawabannya!
Sama halnya listrik semata tidak cukup untuk membuat komputer bisa bekerja.

Bukankah sudah dijawab oleh rekan lain, kumpulan faktor penyebablah yang membuat sebuah komputer bekerja, sama halnya kumpulan berbagai faktor yang membuat sel hidup dan makhluk hidup tetap hidup. Dalam hal ini, tidak pernah terbukti keberadaan ataupun peranan sel.

Kutip dari: utusan langit pada Juli 07, 2010, 07:55:53 PMsaya rasa dengan pernyataan diatas quote ini, jika reinkarnasi, surga dan neraka diluar kontex sains untuk apa dimasukkan di board ini? seharusnya dimasukkan di board bukan sains saja!

kalau ini forumsains, seharusnya semuanya melakukan pendekatan sains, nah untuk apa membahas hal hal yang bersifat agama yang lidak logis untuk dibahas disini?
Tanyakan pada admin forum ini. Itu bukan pertanyaan yang bisa kujawab, karena di luar wewenangku. Itu wewenang admin :)

Kutip dari: utusan langit pada Juli 07, 2010, 07:55:53 PMdisini saya tidak membutuhkan dukungan sains lho untuk membenarkan keberadaan roh. karena itu memang diluar cakupan sains! dan topic ini berada dalam board agama dan filosofi. saya kira pendekatan spiritual diperbolehkan!
benar, apa yang ingin anda percaya, itu urusan anda. tapi kepercayaan pribadi tidak cukup untuk meyakinkan orang lain. Kepercayaan pribadi tidak bisa dijadikan bukti untuk membenarkan argumen di forum diskusi atau debat.

Siau.lung

@ Utusan Langit:
Mungkin banyak agama didunia ini yang boleh didebat secara saintifik mengenai "apakah yang membuat hidup", saya ambil contoh buddhism dalam kitab Milinda panha.

Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.



De-one

Yang menyebabkan hidup adalah ruh yg terletak pd seluruh penjuru anggota badan, yaitu di unit kehidupan terkecil qt yg bernama sel. kalo dianalogikan dg robot:  ruh = operating system, jiwa=program aplikasi/software, badan=hardware

Pi-One

Kutip dari: De-one pada Juli 15, 2010, 09:47:22 AM
Yang menyebabkan hidup adalah ruh yg terletak pd seluruh penjuru anggota badan, yaitu di unit kehidupan terkecil qt yg bernama sel. kalo dianalogikan dg robot:  ruh = operating system, jiwa=program aplikasi/software, badan=hardware
Nah, sekali lagi, ada bukti eksistensi roh ini? Hipotesis roh ini gak jauh beda dari hipotesis ether sebagai media rambat cahaya dulu...

De-one

Pi-one:
jika ruh tidak berfungsi maka jiwa dan badan jg tdk berfungsi alias mati. jiwa berpengaruh kpd bdn, tp tdk berpengaruh kpd ruh, misal jiwa yg melemah menyebabkan orang pingsan, tapi badan tidak mati. karena masih ada fungsi ruh pd badan.
jiwa bs keluar masuk (on-off) ke bdan qt, sepanjang ruh masih bekerja pd ke2nya. ini mirip dg kerja komputer. program aplikasi bisa jalan atau tdk ketika operating sistemnya bekerja. kalau program aplikasi tdk dijalankan komputer akan standby pd sistem operasinya sj.

De-one

Tambahan:
utk mengetahui dmn ruh berada, qt bs mendeteksinya dr fungsi kehidupan yg diperankannya. fungsi kehidupan dinyatakan ada jika sesuatu itu menunjukkan (diantaranya) adalh terjadi pertumbuhan, perkmbangan atau regenerasi, self maintanance ternyata di seluruh penjuru anggota badan, yaitu di unit kehidupan terkecil yg bernama sel. sel adalh bgian trkecil dr diri seorang manusia yg memiliki fungsi dasar kehidupan. seluruh organ tubuh seorng manusia terbangun dr sekumpulan sel.

Pi-One

#186
Kutip dari: De-one pada Juli 17, 2010, 10:00:36 PM
Pi-one:
jika ruh tidak berfungsi maka jiwa dan badan jg tdk berfungsi alias mati. jiwa berpengaruh kpd bdn, tp tdk berpengaruh kpd ruh, misal jiwa yg melemah menyebabkan orang pingsan, tapi badan tidak mati. karena masih ada fungsi ruh pd badan.
jiwa bs keluar masuk (on-off) ke bdan qt, sepanjang ruh masih bekerja pd ke2nya. ini mirip dg kerja komputer. program aplikasi bisa jalan atau tdk ketika operating sistemnya bekerja. kalau program aplikasi tdk dijalankan komputer akan standby pd sistem operasinya sj.

Kutip dari: De-one pada Juli 17, 2010, 10:17:01 PM
Tambahan:
utk mengetahui dmn ruh berada, qt bs mendeteksinya dr fungsi kehidupan yg diperankannya. fungsi kehidupan dinyatakan ada jika sesuatu itu menunjukkan (diantaranya) adalh terjadi pertumbuhan, perkmbangan atau regenerasi, self maintanance ternyata di seluruh penjuru anggota badan, yaitu di unit kehidupan terkecil yg bernama sel. sel adalh bgian trkecil dr diri seorang manusia yg memiliki fungsi dasar kehidupan. seluruh organ tubuh seorng manusia terbangun dr sekumpulan sel.
Sekali lagi, anda tidak membuktikan keberadaan ruh, hanya menhajukan variable of the gap, sebagaimana orang dulu mengajukan ehter untuk menjelaskan bagaimana cahaya merambat di ruang hampa.

Dan lebih sederhana dari sel, kita mengenal virus sebagai organisme yang berada antara benda mati dan makhluk hidup. Apa virus hidup? Apa Virus mati? Apa virus punya ruh?

Dan sel tubuh manusia bisa rusak dan mati, apa ruh bagian tertentu juga mati? Sel bertambah tua, aparuh bertambah tua?

jangan ajukan sekedar variable of the gap, yang sekedar pembenaran saat jawaban lain gak ditemukan. Kita tidak ingin mundur ke masa lalu, saat orang menunjuk dewauntuk tiapfenomena yang gak mereka ketahui!

De-one

pi-one:
sudah lama manusia ingin melihat ruh/nyawa (kaya pi-one ini). tapi sampai hari ini tidak pernah kesampaian. di sisi lain para filusuf berusaha memahami keberadaan ruh dan jiwa juga tidk pernah memberikan hasil yang memuaskan.
problem utamanya sebenarnya bukan pada bisa atau tidaknya dibuktikan. melainkan pada sudah benarkah alat yang kita pakai untuk membuktikannya. jika hanya menggunakan kesadaran rasional bisa jd misteri itu tdk akan pernah terkuak. juga qt tdk akan bisa membuktikan batas-batas mikrokosmos secara detail karena keterbatasan kemampuan pralatan dan penglihatan manusia. semakin kecil suatu benda semakin sulit untuk menentukan posisinya. ada suatu ketidakpastian yang demikian besar ketika kita akan sekedar menentukan suatu partikel sebagaimana telah dibuktikan Werner Heisenberg lewat teori letidakpastiannya. apalagi untuk membuktikan benda terkecil, sebab pada skala terkecil keberadaan benda itu telah muncul kerancuan yang membingungkan antara materi dan energi. antara kuantitas dan kualitas.
orang2 yg hanya berkutat pada pemikiran materi dan energi belaka tdk akan pernah menemukan esensi kehidupan. kecuali memakai kesadaran spiritual yang bersandar pada kejujuran dan rendah hati, kehendak menuju pd kebenaran serta keyakinan spiritual yang bersumber dari informasi ilahiah.
betul sel itu berkembang. dari satu sel membelah diri jd 2, 4, 8 dst, dan yang paling menakjubkan dr 1 sel itu lantas berkembang menjadi sel-sel yang berbeda-beda bentuk dan fungsinya. dari mana datangnya perintah itu?
selamjutnyas tolong anda jelaskan hubungan gatal dengan garuk..!!!

Pi-One

Kutip dari: De-one pada Juli 19, 2010, 12:30:02 PM
pi-one:
sudah lama manusia ingin melihat ruh/nyawa (kaya pi-one ini). tapi sampai hari ini tidak pernah kesampaian. di sisi lain para filusuf berusaha memahami keberadaan ruh dan jiwa juga tidk pernah memberikan hasil yang memuaskan.
problem utamanya sebenarnya bukan pada bisa atau tidaknya dibuktikan. melainkan pada sudah benarkah alat yang kita pakai untuk membuktikannya. jika hanya menggunakan kesadaran rasional bisa jd misteri itu tdk akan pernah terkuak. juga qt tdk akan bisa membuktikan batas-batas mikrokosmos secara detail karena keterbatasan kemampuan pralatan dan penglihatan manusia. semakin kecil suatu benda semakin sulit untuk menentukan posisinya. ada suatu ketidakpastian yang demikian besar ketika kita akan sekedar menentukan suatu partikel sebagaimana telah dibuktikan Werner Heisenberg lewat teori letidakpastiannya. apalagi untuk membuktikan benda terkecil, sebab pada skala terkecil keberadaan benda itu telah muncul kerancuan yang membingungkan antara materi dan energi. antara kuantitas dan kualitas.
orang2 yg hanya berkutat pada pemikiran materi dan energi belaka tdk akan pernah menemukan esensi kehidupan. kecuali memakai kesadaran spiritual yang bersandar pada kejujuran dan rendah hati, kehendak menuju pd kebenaran serta keyakinan spiritual yang bersumber dari informasi ilahiah.
betul sel itu berkembang. dari satu sel membelah diri jd 2, 4, 8 dst, dan yang paling menakjubkan dr 1 sel itu lantas berkembang menjadi sel-sel yang berbeda-beda bentuk dan fungsinya. dari mana datangnya perintah itu?
selamjutnyas tolong anda jelaskan hubungan gatal dengan garuk..!!!
Intinya, ruh tidak pernah dibuktikan eksistensinya.

Dan jangan memakai variable of the gap (kalau bukan ini, apa coba?) untuk membuktikannya, karena itu tidak membuktikan apapun.

De-one

pi-one:
Anda jawab dulu dr mana datangnya perintah itu? sementara manusianya sendiri saat tumbuh sel itu belum punya kesadaran.
sy katakan penyebabnya ruh atas informasi tuhan.

Pi-One

#190
Kutip dari: De-one pada Juli 19, 2010, 04:36:13 PM
pi-one:
Anda jawab dulu dr mana datangnya perintah itu? sementara manusianya sendiri saat tumbuh sel itu belum punya kesadaran.
Perintah untuk itu ada dalam gen. Kesalahan pada gen bisa menghasilkan produk yang cacat. Atau anda mau bilang, Tuhan pun bisa salah ngasih informasi, atau produknya salah menerjemahkan informasi? :)

semut-ireng

Kutip dari: Pi-One pada Juli 19, 2010, 01:36:41 PM
Intinya, ruh tidak pernah dibuktikan eksistensinya.

Bukti eksistensinya  :  ada yang dinamakan hidup.  Kalau tidak ada ruh tidak ada kehidupan.

Manusia tidak bisa melihat ruh,  manusia juga tidak bisa melihat atom.

Manusia percaya bahwa atom itu ada,  maka manusia bisa membuat bom atom,  jam atom,  dsbnya.

Manusia tidak percaya bahwa ruh itu ada,  maka manusia itu tidak sadar kalau dirinya hidup,  tidak sadar kalau hidup itu bisa berpikir ........

Manusia tidak percaya bahwa ruh itu ada,  maka manusia itu tidak punya akal pikiran ............

rizqi_fs

Perintah itu ada dalam gen?
bisa diperjelas, ada bukti ilmiahnya?
Gen itu pembawa sifat, bukan perintah.
saya coba cari di [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.] (jurnal ilmiah internasional), tapi ga berhasil menemukan ada
yang menyimpulkan gen itu terdapat perintah

Terus bedanya orang mati ama hidup apa selain fungsi organ yang dah tak bekerja?

wuih ini ngeri kali pembahasannya?
btw, mau diabawa kemana pembahasan ini?

Klo yang percaya Al Quran, ada banyak informasi berkaitan dengan ruh

De-one

Kutip dari: Pi-One pada Juli 19, 2010, 08:30:35 PM
Kutip dari: De-one pada Juli 19, 2010, 04:36:13 PM
pi-one:
Anda jawab dulu dr mana datangnya perintah itu? sementara manusianya sendiri saat tumbuh sel itu belum punya kesadaran.

Perintah untuk itu ada dalam gen. Kesalahan pada gen bisa menghasilkan produk yang cacat. Atau anda mau bilang, Tuhan pun bisa salah ngasih informasi, atau produknya salah menerjemahkan informasi? :)
betul di dalam inti sel itu terdapat untai genetika yang menentukan berbagai macam sifat dan karakteristik kehidupan seseorang. untai genetika ini menyimpan perintah atau pesan berupa kode-kode kimiawi, yang harus dilakukan oleh sel-sel dimana untai genetika itu berada. seperti komputer yang menjadikan berfungsi adalah program2 yang ada didalamnya, baik operating sistem maupun aplikasi. kenapa komputer bisa on-off secara otomatis tanpa dipemcet tombolnya? karena ia dikendalikan lewat sebuah program alias software. siapa yang menjadikan komputer itu cerdas seperti itu? tentu saja desainernya. manusia pun demikian, diciptakan Allah dengan mengikuti pola tertentu yang disebut fitrah. lantas didalam fitrah dasar itulah manusia diberi kemampuan-kemampuan tertentu agar berfungsi dakam kehidupannya di dunia. fitrah itulah operating sistemnya.
"maka hadapkanlah wajahmu dengan kurus kepada agama (Allah). (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui (QS.30:30)
Krena fitrah manusia mengikuti fitrah Allah maka berbagai macam sifat manusia bersesuaian dengan sifat-sifat Allah. misalnya pengasih, penyayang, sifat kehendak, sifat pemberi, sifat berkuasa dsb. dan itulah ruh

Pi-One

Kutip dari: De-one pada Juli 21, 2010, 08:04:05 AM
betul di dalam inti sel itu terdapat untai genetika yang menentukan berbagai macam sifat dan karakteristik kehidupan seseorang. untai genetika ini menyimpan perintah atau pesan berupa kode-kode kimiawi, yang harus dilakukan oleh sel-sel dimana untai genetika itu berada. seperti komputer yang menjadikan berfungsi adalah program2 yang ada didalamnya, baik operating sistem maupun aplikasi. kenapa komputer bisa on-off secara otomatis tanpa dipemcet tombolnya? karena ia dikendalikan lewat sebuah program alias software. siapa yang menjadikan komputer itu cerdas seperti itu? tentu saja desainernya. manusia pun demikian, diciptakan Allah dengan mengikuti pola tertentu yang disebut fitrah. lantas didalam fitrah dasar itulah manusia diberi kemampuan-kemampuan tertentu agar berfungsi dakam kehidupannya di dunia. fitrah itulah operating sistemnya.
"maka hadapkanlah wajahmu dengan kurus kepada agama (Allah). (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (itulah) agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tdk mengetahui (QS.30:30)
Krena fitrah manusia mengikuti fitrah Allah maka berbagai macam sifat manusia bersesuaian dengan sifat-sifat Allah. misalnya pengasih, penyayang, sifat kehendak, sifat pemberi, sifat berkuasa dsb. dan itulah ruh
Nah, lagi-lagi God of the gap......

Komputer adalah produk manusia, tentu saja ia perlu urun campur manusia. Tpai berbeda dengan alam, dimana proses-proses yang ada dikendalikan oleh hukum-hukum alam.

Apalagi komputer dibuat oleh banyak pihak, menyebabkan produk komputer juga beda-beda. Apa manusia juga seperti komputer, dibuat banyak Tuhan sehingga hasilnya beda-beda?

Dan komputer bisa saja error, karena kesalahan dalam desain. Begitu pula manusia, bisa saja cacat karena error dalam duplikasi sel atau kesalahan kode genetis. Apakah desainer manusia tadi juga gak sempurna, sampai bisa ada produk cacat?

Dan sifat manusia ditentukan Tuhan? jadi jika ada yang sejak kecil pemarah, perusak, dan suka bertindak kejam, suka menyakiti, itu juga ditentukan Tuhan?