Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 14, 2022, 08:39:50 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 39
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 18
Total: 18

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Apa yang membuat hidup?

Dimulai oleh Takagi Fujimaru, April 16, 2010, 12:59:41 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Takagi Fujimaru

Nah, kalau itu masalah per sel dan saraf yg ada di ekor cicak... Detilnya susah njelasinnya... >_<
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Farabi

Pernahkah ada kasus operasi pembuangan otak belakang?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Takagi Fujimaru

Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

ngajakmikir

Kayaknya selama ini diskusinya hanya "apa yang membuat mati?"
bukan apa ya yang membuat hidup.

Saya beri contoh.
Kalau kita lihat manusia itu tersusun dari unsur-unsur mati yang tidak memiliki kesadaran. Sama juga seperti batu yang tersusun dari karbon, silikon, magnesium, dan lain-lain.
Tetapi kenapa ketika atom-atom itu tergabung membentuk suatu sosok manusia, maka sosok tersebut "hidup" dan memiliki kesadaran? Lalu dimana letak kesadarannya? Apa yang membedakan antara manusia dengan batu?
Itu yang harus dijawab.
Aku adalah sesuatu yang tersembunyi. Aku berkehendak untuk dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar mereka mengenalKu

wibi

yah kalau dipikir-pikir otak itu mengirimkan info ke sel lain dengan signal elektrik supaya bisa bergerak,dan otak baru terbentuk setelah beberapa lama setelah reaksi sel sperma dan sel telur di dalam rahim,jadi otak itulah yang membuat kita hidup


NB: saya tidak ateis, saya kaum beragama

Takagi Fujimaru

Kutip dari: ngajakmikir pada Juni 06, 2010, 01:50:35 PM
Kayaknya selama ini diskusinya hanya "apa yang membuat mati?"
bukan apa ya yang membuat hidup.

Saya beri contoh.
Kalau kita lihat manusia itu tersusun dari unsur-unsur mati yang tidak memiliki kesadaran. Sama juga seperti batu yang tersusun dari karbon, silikon, magnesium, dan lain-lain.
Tetapi kenapa ketika atom-atom itu tergabung membentuk suatu sosok manusia, maka sosok tersebut "hidup" dan memiliki kesadaran? Lalu dimana letak kesadarannya? Apa yang membedakan antara manusia dengan batu?
Itu yang harus dijawab.
Yaps, thx uda diingatkan... ^^
Hm, menurut teori evolusi modern yang ditemukan Harold-Urrey reaksi" nya menghasilkan asam amino yang merupakan dasar" terbentuknya MH...

CMIIW
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

Asam amino adalah senyawa organis yang merupakan substansi dasar kehidupan, tapi bukan kehidupan itu sendiri.

Dalam bentuk yang amat kasar, gambarannya kira-kira begini:
-Reaksi biokimia di alam menghasilkan asam amino dan senyawa organis lain.
-Senyawa organis ini berkumpul dalam bentuk lautan 'primordial soup'
-Reaksi alam di lain, mungkin pengaruh panas bumi atau panas dari gunung berapi bawah laut membuat timbulnya reaksi yang membentuk molekul organis
-Molekul organis ini berubah dan berkembang, sehingga menjadi molekul organis dengan kemampuan menduplikasi diri. Ini adalah salah satu 'perbatasan' dari benda mati ke benda hidup (gak disebut makhluk hidup, karena belum memenuhi semua ciri makhluk hidup)
-Molekul organis inilah yang terus berekembang seiring waktu, sehingga berkembang jadi bentuk yang lebih kompleks, terus hingga protobiont, prokariot dan seterusnya.

Makhluk hidup paling sederhana yang kita kenal saat ini adalah prokariot, bakteri adalah salah satunya. Tapi abiogenesis modern tidak membentuk bakteri atau makhluk hidup lain secara langsung. Ini adalah salah satu kesalahan pandangna dari kreasionis.

Takagi Fujimaru

Kutip-Reaksi alam di lain, mungkin pengaruh panas bumi atau panas dari gunung berapi bawah laut membuat timbulnya reaksi yang membentuk molekul organis
maksudnya "di lain"?

Kutip-Molekul organis ini berubah dan berkembang, sehingga menjadi molekul organis dengan kemampuan menduplikasi diri. Ini adalah salah satu 'perbatasan' dari benda mati ke benda hidup (gak disebut makhluk hidup, karena belum memenuhi semua ciri makhluk hidup)
bisa disebut virus?

Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 07, 2010, 08:35:24 AM
maksudnya "di lain"?
Ralat, reaksi alam lain

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 07, 2010, 08:35:24 AMbisa disebut virus?
Beda. Virus bukan sepenuhnya replicator, karena dia perlu organisme lain untuk itu.

Takagi Fujimaru

Hm...brarti bedanya kalau virus butuh organisme lain untuk berkembang biak, tapi kalau yang ini tak butuh? Nah, ciri yang mana yg tak dipenuhi "benda" ini?

maaf kalau banyak tanya... ;D ;D
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

molekul organis awal ini bisa dibilang cuma memiliki kemampuan reproduksi, dalam hal ini menduplikasi diri. Makanya disebut replicator. Dan mungkin kemampuan metabolisme sederhana. Sisanya bisa dibilang belum ada...

semut-ireng

Kok pake " mungkin " dan " mungkin " lagi ......jadi mungkin juga tidak mungkin. ;D

Takagi Fujimaru

Wah, belum bisa bergerak kalau gitu? Trus bagaimana bisa jadi MH?
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Pi-One

Kutip dari: semut-ireng pada Juni 07, 2010, 11:09:34 AM
Kok pake " mungkin " dan " mungkin " lagi ......jadi mungkin juga tidak mungkin. ;D
Kalau ingin nyari kata 'pasti', cari di dogma agama, jangan di sains.

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 07, 2010, 02:47:57 PM
Wah, belum bisa bergerak kalau gitu? Trus bagaimana bisa jadi MH?
Sudah dibilang, dari molekul organis sederhana, atau sederhananya replikator, ini yang berkembang berangsur sehingga semakin kompleks dan makin mendekati bentuk sel.

Farabi

Kalo gak salah para peneliti sudah bisa merakit DNA sendiri dan sel tersebut bisa bereaksi selayaknya sel normal, tapi apakah sel artifisial tersebut hidup?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.