Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Desember 05, 2022, 11:15:31 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,639
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 52
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 36
Total: 36

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Apa yang membuat hidup?

Dimulai oleh Takagi Fujimaru, April 16, 2010, 12:59:41 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Farabi

Kutip dari: andrielek pada Juli 23, 2010, 05:59:10 PM
Lanjut..........................
saya g akan bicara kitab suci. masalah ruh adalah sesuatu yg blm dibuktikan maka kita cb diskusikan ini.
saya sering tidur dan saat saya tidur, maka pernah saya bermimpi.
bagaimana fenomena mimpi ini bisa terjadi?
dan itu terbukti adanya, karena saya yakin juragan-juragan semua pasti pernah mengalami mimpi.
mohon dijelaskan agar saya tau fenomena mimpi.


Mimpi itu cuma proses otak dalam mengolah informasi secara acak, jadi bukan ruh pergi atau terbang. Tidur dalam bahasa arab disebut sebagai wafat, suatu kondisi dimana kita tidak merasakan apa2x.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

andrielek

@ Pi-one. Memang benar arahnya memang untuk menjelaskan keberadaan ruh. untuk mengetahui hubungan antara ruh dan mimpi, maka saya harus tau dulu fenomena mimpi itu seperti apa menurut sains. karena keterbatasan pengetahuan saya, mohon dijelaskan. untk pilihan antara keyakinan karena kebenaran atau kebenaran karena keyakinan. itu hanya keinginan saya untuk melihat cara pandang seseorang saja. Bila anda ada pilihan satu lagi yaitu keyakinan karena pemahaman, maka anda pasti sangat tau fenomena mimpi. karena saya yakin anda pernah bermimpi.

@ Farabi. Sepengetahuan saya, otak adalah pusat kontrol kesadaran. Apakah saat bermimpi kita sadar? bila benar kita sadar, kenapa saya tidak bisa menentukan mimpi saya?"ah saya ingin mimpi ini ah malam nanti" atau "ending mimpi saya harus gini ah biar menarik". bagaimana menurut anda?

Pi-One

#242
Kutip dari: andrielek pada Juli 24, 2010, 11:17:14 AM
@ Pi-one. Memang benar arahnya memang untuk menjelaskan keberadaan ruh. untuk mengetahui hubungan antara ruh dan mimpi, maka saya harus tau dulu fenomena mimpi itu seperti apa menurut sains. karena keterbatasan pengetahuan saya, mohon dijelaskan. untk pilihan antara keyakinan karena kebenaran atau kebenaran karena keyakinan. itu hanya keinginan saya untuk melihat cara pandang seseorang saja. Bila anda ada pilihan satu lagi yaitu keyakinan karena pemahaman, maka anda pasti sangat tau fenomena mimpi. karena saya yakin anda pernah bermimpi.
Wel, aku belum terlalu tahu juga sejauh mana sains memahami mimpi. Pernah nonton acaranya dulu, tapi sudah agak lupa.

Ada beberapa penelitian tentang tidur dan mimpi. Ini salah satunya:
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Tapi aku sudah lihat garis besar post anda, intinya anda mau mengarahkan pada variable of the gap. Dan anda sudah tahu sendiri, apa pandanganku soal metode macam itu...

andrielek

Saya g berniat mengarahkan ke apa yang anda sebut variable of the gap. tapi saya ingin tau mimpi menurut penjelasan sains. Dan ini berkaitan g dengan apa yang disebut ruh. agar makna dari ruh sendiri itu jelas. mohon bantuannya tentang bagaimana mimpi menurut kacamata para peneliti?

Farabi

Kutip dari: andrielek pada Juli 24, 2010, 11:17:14 AM
@ Pi-one. Memang benar arahnya memang untuk menjelaskan keberadaan ruh. untuk mengetahui hubungan antara ruh dan mimpi, maka saya harus tau dulu fenomena mimpi itu seperti apa menurut sains. karena keterbatasan pengetahuan saya, mohon dijelaskan. untk pilihan antara keyakinan karena kebenaran atau kebenaran karena keyakinan. itu hanya keinginan saya untuk melihat cara pandang seseorang saja. Bila anda ada pilihan satu lagi yaitu keyakinan karena pemahaman, maka anda pasti sangat tau fenomena mimpi. karena saya yakin anda pernah bermimpi.

@ Farabi. Sepengetahuan saya, otak adalah pusat kontrol kesadaran. Apakah saat bermimpi kita sadar? bila benar kita sadar, kenapa saya tidak bisa menentukan mimpi saya?"ah saya ingin mimpi ini ah malam nanti" atau "ending mimpi saya harus gini ah biar menarik". bagaimana menurut anda?

Seperti yang saya katakan, tidur itu dalam bahasa arabnya wafat, kalimat yang sama juga dipakai untuk orang yang pingsan atau mati.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

Kutip dari: andrielek pada Juli 24, 2010, 12:46:30 PM
Saya g berniat mengarahkan ke apa yang anda sebut variable of the gap. tapi saya ingin tau mimpi menurut penjelasan sains. Dan ini berkaitan g dengan apa yang disebut ruh. agar makna dari ruh sendiri itu jelas. mohon bantuannya tentang bagaimana mimpi menurut kacamata para peneliti?
Jika gak pengen mengarahkan ke variable of the gap, maka silakan jelaskan dan buktikan ruh secara ilmiah pula. Bukan sekedar diarahkan ke iman. karena itu pointles bagi yang gak punya kepercayaan yang sama.

utusan langit

mungkin ini pengalaman pribadi, tapi saya pernah lho beberapa kali mimpi, dan didalam mimpi tersebut saya sadar bahwa saya sedang mimpi, namun saya tidak bisa menentukan latar dan setting yang terjadi, saya hanya bisa mengontrol diri saya dalam mimpi tersebut!

Takagi Fujimaru

Kutip dari: utusan langit pada Juli 24, 2010, 05:48:39 PM
mungkin ini pengalaman pribadi, tapi saya pernah lho beberapa kali mimpi, dan didalam mimpi tersebut saya sadar bahwa saya sedang mimpi, namun saya tidak bisa menentukan latar dan setting yang terjadi, saya hanya bisa mengontrol diri saya dalam mimpi tersebut!
saya dua kali sadar kalau saya sedang bermimpi. Yang pertama saya bisa mengendalikan diri saya di dalam mimpi karena saya tau itu mimpi. Yang kedua, saat saya tau kalau itu mimpi, saya langsung terbangun! :D
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

De-one

Kutip dari: Pi-One pada Juli 24, 2010, 05:15:10 PM
Kutip dari: andrielek pada Juli 24, 2010, 12:46:30 PM
Saya g berniat mengarahkan ke apa yang anda sebut variable of the gap. tapi saya ingin tau mimpi menurut penjelasan sains. Dan ini berkaitan g dengan apa yang disebut ruh. agar makna dari ruh sendiri itu jelas. mohon bantuannya tentang bagaimana mimpi menurut kacamata para peneliti?
Jika gak pengen mengarahkan ke variable of the gap, maka silakan jelaskan dan buktikan ruh secara ilmiah pula. Bukan sekedar diarahkan ke iman. karena itu pointles bagi yang gak punya kepercayaan yang sama.
Disinikah letak keimanan dg kepahaman? karena anda melihat postingan2 sblmnya, pi-one simpulkan arahnya akan dibw kesini/kesana. dan ternyata pemahaman pi-one salah. utk menentukan kebenaran sesuatu bs menggunakan berbagai alat sesuai dg tingkatannya: indra, rasio/empiris, hati/perasaan, bahkan dlm islam ada tingkat yg paling tinggi yaitu kesadaran tauhid bahwa dibalik semua ini hanya ada satu kekuasaan tunggal, yaitu Allah.
dan klo bs dijelaskan scara ilmiah apa org yg berbeda keyakinan semuanya akan percaya kebenarannya? belum tentu.
ruh itu adlh sifat2 ketuhanan, yg didalamnya ada informasi. informasi adalah inti dr realitas alam semesta, bukan materi, bukan energi, bukan ruang, bukan waktu.

De-one

Kutip dari: Pi-One pada Juli 24, 2010, 05:15:10 PM
Kutip dari: andrielek pada Juli 24, 2010, 12:46:30 PM
Saya g berniat mengarahkan ke apa yang anda sebut variable of the gap. tapi saya ingin tau mimpi menurut penjelasan sains. Dan ini berkaitan g dengan apa yang disebut ruh. agar makna dari ruh sendiri itu jelas. mohon bantuannya tentang bagaimana mimpi menurut kacamata para peneliti?
Jika gak pengen mengarahkan ke variable of the gap, maka silakan jelaskan dan buktikan ruh secara ilmiah pula. Bukan sekedar diarahkan ke iman. karena itu pointles bagi yang gak punya kepercayaan yang sama.

Pi-One

Kutip dari: De-one pada Juli 25, 2010, 07:59:48 AM
Disinikah letak keimanan dg kepahaman? karena anda melihat postingan2 sblmnya, pi-one simpulkan arahnya akan dibw kesini/kesana. dan ternyata pemahaman pi-one salah. utk menentukan kebenaran sesuatu bs menggunakan berbagai alat sesuai dg tingkatannya: indra, rasio/empiris, hati/perasaan, bahkan dlm islam ada tingkat yg paling tinggi yaitu kesadaran tauhid bahwa dibalik semua ini hanya ada satu kekuasaan tunggal, yaitu Allah.
dan klo bs dijelaskan scara ilmiah apa org yg berbeda keyakinan semuanya akan percaya kebenarannya? belum tentu.
ruh itu adlh sifat2 ketuhanan, yg didalamnya ada informasi. informasi adalah inti dr realitas alam semesta, bukan materi, bukan energi, bukan ruang, bukan waktu.
lantas, apa arti dari iman itu sendiri? Percaya begitu saja, karena itu diajarkan di agama? Percaya karena itu ada di kitab suci?

Seperti kataku, iman tidak ada artinya dalam diskusi atau debat di forum begini, karena iman hanya dipegang oleh mereka yang punya kepercayaan sama.

Tanpa penjelasan ilmiah, setidaknya, bisakah anda buktikan apa yang anda klaim tadi? Dan ujung-ujungnya, bukankah arahnya memang variable of the gap lagi?

Kutip dari: utusan langit pada Juli 24, 2010, 05:48:39 PM
mungkin ini pengalaman pribadi, tapi saya pernah lho beberapa kali mimpi, dan didalam mimpi tersebut saya sadar bahwa saya sedang mimpi, namun saya tidak bisa menentukan latar dan setting yang terjadi, saya hanya bisa mengontrol diri saya dalam mimpi tersebut!
Hm, lalu apa relevansi antara sadar kalau sedang mimpi dengan keberadaan ruh itu sendiri? Aku sendiri beberapa kali sadar kalau itu uma mimpi, karena aku sadar kalau apa yang dialami dalam mimpi tadi terlalu indah untuk jadi nyata...

utusan langit

KutipHm, lalu apa relevansi antara sadar kalau sedang mimpi dengan keberadaan ruh itu sendiri? Aku sendiri beberapa kali sadar kalau itu uma mimpi, karena aku sadar kalau apa yang dialami dalam mimpi tadi terlalu indah untuk jadi nyata...

Kutip
@ Farabi. Sepengetahuan saya, otak adalah pusat kontrol kesadaran. Apakah saat bermimpi kita sadar? bila benar kita sadar, kenapa saya tidak bisa menentukan mimpi saya?"ah saya ingin mimpi ini ah malam nanti" atau "ending mimpi saya harus gini ah biar menarik". bagaimana menurut anda?

saya hanya ,membantu andri elek, siapa tahu dengan pengalaman saya dia bisa menjelaskan ruh,  :D :D
@Pi-One, ada lho ya dalam beberapa perguruan silat di tempat saya yang diajarkan ruhnya bisa keluar, (entah itu ruh atau apa saya nggak tahu), yang misalnya dia dikurung dalam suatu ruangan, dia tahu keadaan dimana pun tempat yang dia tuju. ya itu sih terserah anda, katanya sih ruhnya meninggalkan garanya. dia seperti orang tidur gitu, tapi itu berbahaya, soalnya kadang ada jin yang suka iseng melihat raga yang ditinggal ruhnya!

Pi-One

Kutip dari: utusan langit pada Juli 25, 2010, 05:29:33 PM
@Pi-One, ada lho ya dalam beberapa perguruan silat di tempat saya yang diajarkan ruhnya bisa keluar, (entah itu ruh atau apa saya nggak tahu), yang misalnya dia dikurung dalam suatu ruangan, dia tahu keadaan dimana pun tempat yang dia tuju. ya itu sih terserah anda, katanya sih ruhnya meninggalkan garanya. dia seperti orang tidur gitu, tapi itu berbahaya, soalnya kadang ada jin yang suka iseng melihat raga yang ditinggal ruhnya!
Lha, itu tetap saja 'katanya'. bahkan saat kita tidur, kadang kita bisa 'melihat' apa yang terjadi di sekitar kita, bukankah sebenarnya saat itu otak kita mengolah informasi yang diterima indera yang lain (penciuman, pendengaran, perasaan dll) yang dikombinasikan dengan memori kita (keadaan kamar, keadaan rumah, asal pemilik suara dsb)?

De-one

Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dg lisan dan mengaplikasikan dg perbuatan. utk iman tdk perlu pembuktian ilmiah. karena pembuktian ini sifatnya relatif. setiap ada tesis selalu ada antitesis dan ahirnya muncul sintesis br. apa kebenaran macam ini yg qt pegang? dan ini trit agama dan filosofi ga salah donk sy melakukan pendekatan agama, mestinya anda pun melakukan hal yg sama, tinggal nanti qt diskusikan kesahihannya

Pi-One

Kutip dari: De-one pada Juli 25, 2010, 09:33:54 PM
Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dg lisan dan mengaplikasikan dg perbuatan. utk iman tdk perlu pembuktian ilmiah. karena pembuktian ini sifatnya relatif. setiap ada tesis selalu ada antitesis dan ahirnya muncul sintesis br. apa kebenaran macam ini yg qt pegang? dan ini trit agama dan filosofi ga salah donk sy melakukan pendekatan agama, mestinya anda pun melakukan hal yg sama, tinggal nanti qt diskusikan kesahihannya
lalu, iman itu apa? Ignorant is bliss? :)