Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Desember 09, 2022, 04:51:53 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,639
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 53
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 32
Total: 32

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Apa yang membuat hidup?

Dimulai oleh Takagi Fujimaru, April 16, 2010, 12:59:41 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mat Dillom

Kutip dari: Pi-One pada Juli 25, 2010, 09:37:29 PM
Kutip dari: De-one pada Juli 25, 2010, 09:33:54 PM
Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dg lisan dan mengaplikasikan dg perbuatan. utk iman tdk perlu pembuktian ilmiah. karena pembuktian ini sifatnya relatif. setiap ada tesis selalu ada antitesis dan ahirnya muncul sintesis br. apa kebenaran macam ini yg qt pegang? dan ini trit agama dan filosofi ga salah donk sy melakukan pendekatan agama, mestinya anda pun melakukan hal yg sama, tinggal nanti qt diskusikan kesahihannya
lalu, iman itu apa? Ignorant is bliss? :)

Iman itu ketika mahluk mencicipi makanan dan matahari/bulan muncul. Wkwkwkwkwkwkwkwkw. Iman amburadul Hahahahaha.

rizqi_fs

Kutip dari: Mat Dillom pada Juli 26, 2010, 12:37:12 AM
Kutip dari: Pi-One pada Juli 25, 2010, 09:37:29 PM
Kutip dari: De-one pada Juli 25, 2010, 09:33:54 PM
Iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dg lisan dan mengaplikasikan dg perbuatan. utk iman tdk perlu pembuktian ilmiah. karena pembuktian ini sifatnya relatif. setiap ada tesis selalu ada antitesis dan ahirnya muncul sintesis br. apa kebenaran macam ini yg qt pegang? dan ini trit agama dan filosofi ga salah donk sy melakukan pendekatan agama, mestinya anda pun melakukan hal yg sama, tinggal nanti qt diskusikan kesahihannya
lalu, iman itu apa? Ignorant is bliss? :)

Iman itu ketika mahluk mencicipi makanan dan matahari/bulan muncul. Wkwkwkwkwkwkwkwkw. Iman amburadul Hahahahaha.
@Pi-One
Weleh ini gmn to, orang jelas2 dah dijelasin:p
ditanya lagi
Iman itu adalah bla2

Prof.Mat Dillom malah njelasin kapan terjadinya iman versi dia:D
bukannya apa itu iman:D hi hi hi
ga nyambung kuadrat

utusan langit

KutipLha, itu tetap saja 'katanya'. bahkan saat kita tidur, kadang kita bisa 'melihat' apa yang terjadi di sekitar kita, bukankah sebenarnya saat itu otak kita mengolah informasi yang diterima indera yang lain (penciuman, pendengaran, perasaan dll) yang dikombinasikan dengan memori kita (keadaan kamar, keadaan rumah, asal pemilik suara dsb)?

anda bakna nggak akan menyangka kalau informasi yang didapat itu bisa beberapa kilometer!
ada penjelasan sains semacam ini?
untuk kasus yang saya sebutkan diatas tidak ada unsur 'katanya'!

Pi-One

#258
Kutip dari: rizqi_fs pada Juli 26, 2010, 05:11:33 AM
@Pi-One
Weleh ini gmn to, orang jelas2 dah dijelasin:p
ditanya lagi
Iman itu adalah bla2
makanya, jawaban anda kesannya iman itu percaya, dan setelahnya ignore atas segala keraguan.

Kutip dari: rizqi_fs pada Juli 26, 2010, 05:11:33 AMProf.Mat Dillom malah njelasin kapan terjadinya iman versi dia:D
bukannya apa itu iman:D hi hi hi
ga nyambung kuadrat
Dia dan kloningnya semut-asbun mah asbuner. Mungkin mau bikin aliran agama sendiri. Makanya diignore.

Kutip dari: utusan langit pada Juli 26, 2010, 07:35:50 AManda bakna nggak akan menyangka kalau informasi yang didapat itu bisa beberapa kilometer!
ada penjelasan sains semacam ini?
untuk kasus yang saya sebutkan diatas tidak ada unsur 'katanya'!

Belum ada, bukan berarti gak ada. Jangan kata beberapa kilometer, dari belahan bumi lain pun bisa saja. Kita hanya belum tahu apa sebabnya, dan gak ada alasan langsung lari ke jawaban supranatural kan?

Sudah buktikan itu karena mereka mengirim roh ke tempat lain? Atau sekedar variable of the gap lagi? Apa bedanya dengan orang dulu nunjuk dewa untuk fenomena alam yang gak mereka pahami?

rizqi_fs

Kutip dari: Pi-One pada Juli 26, 2010, 09:18:15 AM
Kutip dari: rizqi_fs pada Juli 26, 2010, 05:11:33 AM
@Pi-One
Weleh ini gmn to, orang jelas2 dah dijelasin:p
ditanya lagi
Iman itu adalah bla2
makanya, jawaban anda kesannya iman itu percaya, dan setelahnya ignore atas segala keraguan.
Iy, Iman itu percaya, klo ragu-ragu berarti percayanya ga 100% atau imannya ga 100%
Eh berarti anda selama ini ragu2 y dengan iman anda?
eh berarti Al Quran ku tercinta bener nh penggambarannya, bahwa orang orang yang tidak beriman kepada Alloh dan Rosulnya Muhammad akan berada dalam keragu-raguan:)

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Juli 26, 2010, 09:45:11 AM
Iy, Iman itu percaya, klo ragu-ragu berarti percayanya ga 100% atau imannya ga 100%
Eh berarti anda selama ini ragu2 y dengan iman anda?
eh berarti Al Quran ku tercinta bener nh penggambarannya, bahwa orang orang yang tidak beriman kepada Alloh dan Rosulnya Muhammad akan berada dalam keragu-raguan:)
Sori, aku gak punya yang namanya iman.

Hanya ada 2 macam orang yang gak punya keraguan, orang yang benar-benar paham, dan orng yang dogmatis.

utusan langit

KutipBelum ada, bukan berarti gak ada. Jangan kata beberapa kilometer, dari belahan bumi lain pun bisa saja. Kita hanya belum tahu apa sebabnya, dan gak ada alasan langsung lari ke jawaban supranatural kan?
gak ada alasan juga mengapa segala sesuatunya harus diikat dengan sains.


KutipSudah buktikan itu karena mereka mengirim roh ke tempat lain? Atau sekedar variable of the gap lagi? Apa bedanya dengan orang dulu nunjuk dewa untuk fenomena alam yang gak mereka pahami?
kalau bukti yang anda harapkan adalah bukti sains, pasti tidak ada!
bedanya dengan kepercayaan dewa?, anda bisa membuktikan nya sendiri.

Pi-One

#262
Kutip dari: utusan langit pada Juli 26, 2010, 10:10:25 AMkalau bukti yang anda harapkan adalah bukti sains, pasti tidak ada!
bedanya dengan kepercayaan dewa?, anda bisa membuktikan nya sendiri.
Lha, kalau cuma modal percaya, sama saja variable of the gap kan?

Farabi

Iman memang artinya itu percaya, asal katanya dari huruh arab dari alif-mim-nun. Iman=percaya, amin=bisa dipercaya, aman=keadan yang bisa dipercaya atau aman dalam pengertian bahasa indonesia etc.

Ada lagi istilah satu lagi yaitu yakin, yakin berarti percaya karena ada bukti. Contoh, ainul-yakin, yakin karena melihat sendiri.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

Kutip dari: Farabi pada Juli 26, 2010, 07:30:21 PM
Iman memang artinya itu percaya, asal katanya dari huruh arab dari alif-mim-nun. Iman=percaya, amin=bisa dipercaya, aman=keadan yang bisa dipercaya atau aman dalam pengertian bahasa indonesia etc.

Ada lagi istilah satu lagi yaitu yakin, yakin berarti percaya karena ada bukti. Contoh, ainul-yakin, yakin karena melihat sendiri.
Dalam hal ini, sudah dibuktikan ruh yang berperan di sana/

Dan ini bahkan belum membuktikan ruh yang mengatur hidup mati manusia. Jika benar ruh bisa meninggalkan tubuh untuk melihat kondisi di tempat lain, saat ditinggalkan manusia masih tetap hidup kan? Jadi manusia gak perlu ruh untuk hidup.

utusan langit

Kutip dari: Pi-One pada Juli 26, 2010, 07:09:51 PM
Kutip dari: utusan langit pada Juli 26, 2010, 10:10:25 AMkalau bukti yang anda harapkan adalah bukti sains, pasti tidak ada!
bedanya dengan kepercayaan dewa?, anda bisa membuktikan nya sendiri.
Lha, kalau cuma modal percaya, sama saja variable of the gap kan?
senyum
-->saya mulai jelas dengan pemikiran anda,..
silahkan lanjutkan diskusinya!

andrielek

Mohon maaf saya kembali membahas mimpi. karena saya tidak jauh dari kata "tidur".
Saya membaca ada beberapa yang mengatakan pada saat tidur, mampu tau bahwa yg dia alami adalah mimpi. Pada saat manusia tidur, ruh kembali ke unsur pembentuknya. Sehingga pada saat tidur, walaupun kita tau dalam mimmpi tapi kita g bisa apa-apa. walaupun seluruh organ tubuh kita masih berfungsi dengan baik. seperti halnya itu, manusia yang telah mati, ada beberapa jaringan tubuhnya yg masih hidup. Dikatakan mati jika kita sudah tidak dapat merespon apapun yang ada. atau ruhnya telah kembali ke unsur penyusunnya.
Coba renungi ini, semua tubuh maunusia ini yang mampu anda lihat hanya seonggok tanah yang suatu saat nanti akan kembali ke tanah. karena seluruh unsur penyusun tubuh ini adalah tanah.

Untuk masalah ketuhanan, mungkin bisa pindah pokok bahasaan yang lain.

Pi-One

Kutip dari: andrielek pada Juli 26, 2010, 09:01:38 PM
Mohon maaf saya kembali membahas mimpi. karena saya tidak jauh dari kata "tidur".
Saya membaca ada beberapa yang mengatakan pada saat tidur, mampu tau bahwa yg dia alami adalah mimpi. Pada saat manusia tidur, ruh kembali ke unsur pembentuknya. Sehingga pada saat tidur, walaupun kita tau dalam mimmpi tapi kita g bisa apa-apa. walaupun seluruh organ tubuh kita masih berfungsi dengan baik. seperti halnya itu, manusia yang telah mati, ada beberapa jaringan tubuhnya yg masih hidup. Dikatakan mati jika kita sudah tidak dapat merespon apapun yang ada. atau ruhnya telah kembali ke unsur penyusunnya.
Coba renungi ini, semua tubuh maunusia ini yang mampu anda lihat hanya seonggok tanah yang suatu saat nanti akan kembali ke tanah. karena seluruh unsur penyusun tubuh ini adalah tanah.

Untuk masalah ketuhanan, mungkin bisa pindah pokok bahasaan yang lain.
Sekali lagi, apa yang anda katakan, ini sudah dibuktikan? Sudah buktikan peranan ruh dalam hal itu? Atau sekedar kepercayaan? Aku sudah bilang kan, kalau sekedar kepercayaan, maka gak bisa dibawa ke forum. Karena pada akhirnya hanya bentrok sekedar percaya dan gak percaya.

Farabi

Kutip dari: Pi-One pada Juli 27, 2010, 12:38:41 PM
Kutip dari: andrielek pada Juli 26, 2010, 09:01:38 PM
Mohon maaf saya kembali membahas mimpi. karena saya tidak jauh dari kata "tidur".
Saya membaca ada beberapa yang mengatakan pada saat tidur, mampu tau bahwa yg dia alami adalah mimpi. Pada saat manusia tidur, ruh kembali ke unsur pembentuknya. Sehingga pada saat tidur, walaupun kita tau dalam mimmpi tapi kita g bisa apa-apa. walaupun seluruh organ tubuh kita masih berfungsi dengan baik. seperti halnya itu, manusia yang telah mati, ada beberapa jaringan tubuhnya yg masih hidup. Dikatakan mati jika kita sudah tidak dapat merespon apapun yang ada. atau ruhnya telah kembali ke unsur penyusunnya.
Coba renungi ini, semua tubuh maunusia ini yang mampu anda lihat hanya seonggok tanah yang suatu saat nanti akan kembali ke tanah. karena seluruh unsur penyusun tubuh ini adalah tanah.

Untuk masalah ketuhanan, mungkin bisa pindah pokok bahasaan yang lain.
Sekali lagi, apa yang anda katakan, ini sudah dibuktikan? Sudah buktikan peranan ruh dalam hal itu? Atau sekedar kepercayaan? Aku sudah bilang kan, kalau sekedar kepercayaan, maka gak bisa dibawa ke forum. Karena pada akhirnya hanya bentrok sekedar percaya dan gak percaya.

Masalah ruh memang belum pernah ada yang bisa membuktikan secara empirik, tapi masalah jin ada bukti2x yang nyata dan jelas. Mungkin ruh dengan jin mempunyai materi yang sama.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

cronny

Jin sudah ada bukti nyata? boleh di jelaskan lebih lanjut?
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?