Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Januari 21, 2022, 11:47:48 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 52
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Apakah Harus Tidak Menghormati Tradisi Lain Demi Kepentingan Golongan Sendiri ?  (Dibaca 3726 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline IndoManiak

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 14
  • IQ: 1
  • http://worldpeace8281.blogspot.com/
    • WorldPeace8281
Ini adalah jawaban dari salah satu jawabannya:

"Kita bicara sebagai orang beragama, ya. Setiap orang beragama, wajib percaya seratus persen pada apa yang diimaninya, atau lebih baik ia ganti agama. Setiap orang yang beragama tertentu, pasti menganggap agamanya yang paling benar, sementara agama lain tidak menjamin keselamatan. Seorang anak, tentu mengharapkan orang tuanya selamat, ingin agar orang tuanya juga mendapatkan keselamatan, maka ia berusaha menyelamatkan orang tuanya. Salahkah itu?"

Lalu, apakah hanya karena mementingkan kepentingan pribadi golongannya sendiri kemudian tidak menghormati golongan orang lain ? Lalu, bagaimana penganggapan sekelompok agama sebagai penyembah berhala dan tidak menganut Ketuhanan Yang Maha Esa bahkan dewa2 atau politheisme atau menyepelekan beberapa tradisi seperti penghormatan orang mati ?

bukankah semua agama juga memiliki tradisi juga ? bukankah itu naif ?

mohon pendapatnya
sudikiranya Anda sekalian mampir ke blog saya ini: worldpeace8281.blogspot.com

jangan lupa untuk beri komentar pada topik2 yang ada disana ya

trima kasih

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Kebanyakan orang seringkali menjadi egois ingin menang sendiri saat memandang bahwa kaumnya adalah orang yang sangat kuat dan berpengaruh. Naluri kepengecutan ini biarpun mungkin ada kaitannya dengan naluri bertahan hidup tetap tidak bisa diterima karena membuat situasi sosial menjadi kacau.

Akan tetapi terkadang karena adanya tekanan dari internal keagamaan semisal hukuman mati bagi orang yang keluar dari agamanya, membuat orang orang menjadi tergoda untuk mulai menjelekan agama lain karena dorongan dari internal keagamaan. Sehingga pada akhirnya terjadilah clash , atau tumbukan antar agama, suatu hal yang sangat harus dihindari.

Seandainya agama yang dianut hanya kristen, yahudi dan islam, saya hanya bisa menghimbau untuk mulai mempelajari agama masing masing lebih dalam untuk menggali pesan pesan perdamaian dari tiap tiap agama tanpa harus berbenturan dengan agama lain, tapi untuk agama diluar itu, saya tidak tahu isi pesannya tapi saya yakin mereka pun tidak mau diganggu yang pada akhirnya bisa diharapkan untuk bertoleransi pada agama lain.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
Menurut saya, HAK sesorang untuk percaya atau tidak percaya sesuatu, HARUS DIHORMATI..Tetapi  kepercayaan itu sendiri TIDAK HARUS dihormati..Justru harus selalu diteliti, diselidiki dan dpertanyakan..Jika tidak, kita bisa terperosok dalam kepercayaan yang salah bahkan jahat..Kepercayaan yang salah tidak menjadi soal..Tetapi kepercayaan yang jahat berdampak besar bagi perdamaian dan keselamatan umat manusia..
DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT

Offline ytridyrevsielixetuls

  • To Kick Out Fake Critical Thinkers!
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 687
  • IQ: 219
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
saya sih ga muluk2, kalo terbukti salah atau tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan hati nurani saya.. ya saya tinggalkan. tidak perlu gengsi mempertahankan keyakinan yg tidak masuk akal apalagi yg salah.
saya tidak pernah gila dalam mengkritisi suatu keyakinan atau sifat-sifat Tuhan sesuai klaim keyakinan tertentu. saya cuma gila kalau dipaksa untuk percaya atau dilarang berpikir kritis.
keajaiban demi keajaiban yg terjadi tidak serta-merta membuat saya percaya begitu saja pada suatu keyakinan. saya tidak percaya bahwa ada dogma/hukum yang Maha Sempurna.
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Offline nʇǝʌ∀

  • 🆈🆄🆁🅸 🅻🅾🆅🅴🆁
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 505
  • IQ: 232
  • Gender: Pria
  • ɐɯɐs ɥɐlɐpɐ uɐʇɐlǝS uɐp ɐɹɐʇ∩
saya dulu pernah belajar tenaga dalam (mistik) dan bisa merasakan tangan kesetrum tapi saya masih tidak percaya begitu saja semua klaim penganut paham2 spiritual tertentu. dan saya tetap pindah iman. dengan demikian saya juga tidak mudah percaya begitu saja pada dogma2 tertentu meski telah melihat/merasakan keajaiban.

soal memiliki dan menghormati iman sih wajar-wajar saya. asal tidak merugikan siapa-siapa. tapi masalahnya sekarang, gimana kalau ada 2 iman yang saling berbenturan, seperti yg ditanyakan di thread alam semesta?

iman siapa yang harus diutamakan kalau ada 2 iman yang berbenturan ?

contoh : boleh ada berhala vs berhala harus dihancurkan karena mengundang setan. dan konflik atas lokasi "suci" yang sudah berabad-abad berlangsung.

ujung-ujungnya yang begini akan meluas ke skala global.
                |'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''|
       __/""|"|--------nʇǝʌ∀ inc.------|
 > (|__|_|!!|__________________|
      (o)!""""""(o)(o)!"""""""""""(o)(o)!

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
saya dulu pernah belajar tenaga dalam (mistik) dan bisa merasakan tangan kesetrum tapi saya masih tidak percaya begitu saja semua klaim penganut paham2 spiritual tertentu. dan saya tetap pindah iman. dengan demikian saya juga tidak mudah percaya begitu saja pada dogma2 tertentu meski telah melihat/merasakan keajaiban.

soal memiliki dan menghormati iman sih wajar-wajar saya. asal tidak merugikan siapa-siapa. tapi masalahnya sekarang, gimana kalau ada 2 iman yang saling berbenturan, seperti yg ditanyakan di thread alam semesta?

iman siapa yang harus diutamakan kalau ada 2 iman yang berbenturan ?

contoh : boleh ada berhala vs berhala harus dihancurkan karena mengundang setan. dan konflik atas lokasi "suci" yang sudah berabad-abad berlangsung.

ujung-ujungnya yang begini akan meluas ke skala global.

Perbedaan pendapat dalam iman hanya boleh diimplementasikan dalam pemikiran, diskusi, dialog. Tidak boleh diimplementasikan dalam tindakan fisik. Anda boleh mempertanyakan, mendebat, menyelidiki suatu kepercayaan. Tetapi hak orang lain untuk memiliki kepercayaan berbeda harus dihormati. Anda tidak boleh memaksa secara fisik agar orang lain seiman dengan Anda, atau menghancurkan sarana ibadah orang lain.

Jika iman Anda memerintahkan untuk menghancurkan sarana ibadah orang lain, dan Anda bertindak secara fisik sesuai iman Anda, maka Anda akan berhadapan dengan hukum.  Lebih baik Anda tidak melaksanakan perintah iman Anda, atau lebih baik lagi Anda meninggalkan iman Anda tersebut. Tuhan pasti memerintahkan untuk toleran. Jika tidak ada toleransi di dunia ini, kehancuran dan pertumpahan darah lah yang terjadi. Tuhan yang menginginkan kehancuran, bukanlah Tuhan.

Iman yang diutamakan adalah iman yang toleran. Iman yang selaras dengan Golden Rule.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
61 Jawaban
39932 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2011, 11:09:49 AM
oleh exile_rstd
1 Jawaban
3617 Dilihat
Tulisan terakhir September 29, 2009, 12:00:11 AM
oleh phice
5 Jawaban
8191 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 29, 2011, 09:18:55 PM
oleh semut-ireng
21 Jawaban
16451 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2012, 12:38:19 PM
oleh bayu220686
0 Jawaban
2989 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 08, 2013, 07:27:01 AM
oleh eunikedesika