Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 20, 2021, 12:11:34 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 77
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 55
Total: 55

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?  (Dibaca 31407 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #30 pada: April 14, 2009, 06:52:08 AM »
@superstring n Pr@m

sudah donk,.. perkataan yang malah menjatuhkan nilai anda-anda sebaiknya di hilangkan, kalau mau berkata sarkasme, mada PM,.. silahkan gunakan fasilitas itu!

Offline pr@m

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 240
  • IQ: 3
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #31 pada: April 14, 2009, 07:03:15 AM »
otak anda bukan satu-satunya organ ditubuh anda bukan? otak tidak hanya digunakan untuk berfikir secara ilmiah bukan? gunakan akal dan hati untuk mencernanya lebih lanjut, jika anda punya itu...

apapun dapat terpikirkan oleh otak, apa ada organ laen untuk mencerna aktivitas yg dilakukan otak?saya kira tidak ada, akal itu adanya juga di otak, hati? hati mana yg anda maksud? secara konotatif hati juga bisa berarti apa yg ada dalam pikiran a.k.a otak..
apa fungsi hati sebenarnya, saya yakin anda juga tau
bahasa anda terlalu normatif..

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #32 pada: April 15, 2009, 01:09:53 AM »
@superstring n Pr@m

sudah donk,.. perkataan yang malah menjatuhkan nilai anda-anda sebaiknya di hilangkan, kalau mau berkata sarkasme, mada PM,.. silahkan gunakan fasilitas itu!
debatnya asyik kok, ditonton aja..
"The pen is mightier than the sword"

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #33 pada: April 16, 2009, 09:15:41 AM »
memang sains berbeda dengan Agama. sains adalah ilmu yang relatif sedangkan agama adalah mutlak. sains hanya bekerja pada sebagian aspek yakni rasional dan empirisme. jadi yang dikatakn kebenaran secara ilmiah adalah benar berdasarkan rasional dan empirisme, secara epistemologi dicari dengan metode ilmiah, di luar itu dikatakan tidak ilmiah. Jadi kebenaran ilmiah itu semakin sempit saja cakupan benarnya bukan?, sudah terbatas pada yang rasional-rasional saja, kemudian ditambah dengan terbatas pada yang empirik-empirik saja. Jadi bagaimana dengan hal-hal diluar rasional-empirik? apakah berarti tidak ada atau tidak benar? apakah kebenaran hanya kebenaran ilmiah saja? saya tambahkan bahwa sains adalah relatif sedangkan agama adalah mutlak. jadi ayat-ayat kitab suci akan tetap benar walaupun tanpa ada penjelasan ilmiahnya.

Kebenaran mutlak buat orang yang dunianya hanya sebatas buku sucinya.

kebenaran mutlak tidak memerlukan pengakuan semua orang. karena kebenaran semacam itu tidak akan menjadi salah walaupun tidak ada manusia sekalipun yang mengakuinya. karena ini diluar jangkauan logika berfikir manusia jadi jangan terlalu dipikirkan.

Kebenaran mutlak itu 1+1=2. Mau buktinya? Ada sebuah jeruk diatas meja. Kemudian saya tambahkan sebuah jeruk lagi. Sekarang ada berapa buah jeruk?

Tentang kalimat terkhir, kurasa itulah alasanya kenapa negara dengan penduduk mayoritas taliban sangat tertinggal dalam bidang sains. Dan juga menjelaskan kenapa banyak orang dengan agama yang sama masih memiliki mentalitas abad pertengahan.

Kutip dari: superstring39
otak anda bukan satu-satunya organ ditubuh anda bukan? otak tidak hanya digunakan untuk berfikir secara ilmiah bukan? gunakan akal dan hati untuk mencernanya lebih lanjut, jika anda punya itu...

Akal dan hatiku menolak pemotongan tangan, penimpukan batu, anti semitik, perlakuan kejam terhadap "Jemaat A", perbudakan, diskriminasi, masuk ke surga dengan membunuh orang, dll.

dan BTW, akal itu ada di otak. Kalau otak nga ada, akal pun tidak punya.

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #34 pada: April 16, 2009, 09:46:36 AM »
Kutip
karena ini diluar jangkauan logika berfikir manusia jadi jangan terlalu dipikirkan.

Kutip
kurasa itulah alasanya kenapa negara dengan penduduk mayoritas taliban sangat tertinggal dalam bidang sains. Dan juga menjelaskan kenapa banyak orang dengan agama yang sama masih memiliki mentalitas abad pertengahan.

kental banget rasa sentimennya,...
apa anda menganggap semua yang berTuhan (yang tidak bisa dinalar dengan pikiran, Kristiani, Muslim, Dll), adalah Taliban?
*jika anda nontheis/atheis tolong hargai yang berTuhan (yang tidak bisa dinalar dengan pikiran manusia).
adakah penjelasan Ilmiah
mengapa Ibu menyayangi anaknya?
kadang yang peka perasaannya, belum tentu otaknya cerdas!
kadang pula orang cerdas tidak tahu mengenai perasaan!

<maaf>
siapa yang tahu Alasan Yesus dan Nabi Muhammad rela menderita demi manusia/kaumnya?
saya kira ada beberapa persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan otak saja!

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #35 pada: April 16, 2009, 02:06:31 PM »
kental banget rasa sentimennya,...
apa anda menganggap semua yang berTuhan (yang tidak bisa dinalar dengan pikiran, Kristiani, Muslim, Dll), adalah Taliban?
Kurasa yang disebut 'Taliban' adalah mereka yang memaksakan pandangan agamanya untuk diterima orang lain, bukan semua theis...

Perkara pengorbanan, banyak orang yang mengorbankan diri demi orang lain, gak cuma tokoh agama. Hanya karena mereka lebih dikenal bukan berarti mereka lebih berkorban. Dan pengorbanan tidak identik dengan agama.

Florence Nightingale membaktikan hidup untuk merawat orang yang sakit dan luka, Gandhi membaktikan diri demi gerakan damai tanpa kekerasan, mereka tidak membawa nama agama, mereka bukan Nabi.

Seorang ibu menyayangi anaknya, seekor induk hewan pun melindungi dan menyayangi anaknya, bahjkan siap mengorbankan nyawa demi mereka.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #36 pada: April 17, 2009, 12:23:47 AM »
Seorang ibu menyayangi anaknya, seekor induk hewan pun melindungi dan menyayangi anaknya, bahjkan siap mengorbankan nyawa demi mereka.
seperti beberapa spesies lebah yang mengorbankan dirinya untuk menjaga sarangnya. manusia mana mau berkorban untuk melindungi kelompoknya? berarti lebah lebih bermoral dari manusia dong....?

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #37 pada: April 17, 2009, 02:29:35 AM »
Manusia memiliki akal dan hati(qalbu). akal bukanlah otak yang berdenyut setiap kali kau berfikir, hati bukanlah segumpal darah merah yang ada di perutmu. orang yang bijaksana adalah orang yang menjadikan hati sebagai jendral dan akal sebagai tawanan, sedangkan orang yang merugi adalah orang menjadikan akal sebagai jendral dan hati sebagai tawanannya.

akal bisa ditipu, namun hati selalu jujur. saat seorang anak manusia melakukan kesalahan, dia bisa meyakinkan dengan menipu semua orang dengan akalnya tapi dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri. saat tindakan, perkataan tidak sesuai dengan hatimu maka yakinlah pasti ada yang salah.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #38 pada: April 17, 2009, 02:44:43 AM »
Manusia memiliki akal dan hati(qalbu). akal bukanlah otak yang berdenyut setiap kali kau berfikir, hati bukanlah segumpal darah merah yang ada di perutmu. orang yang bijaksana adalah orang yang menjadikan hati sebagai jendral dan akal sebagai tawanan, sedangkan orang yang merugi adalah orang menjadikan akal sebagai jendral dan hati sebagai tawanannya. akal bisa ditipu, namun hati selalu jujur. saat seorang anak manusia melakukan kesalahan, dia bisa meyakinkan dengan menipu semua orang dengan akalnya tapi dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri. saat tindakan, perkataan tidak sesuai dengan hatimu maka yakinlah pasti ada yang salah.
Beberapa "suara hati" bisa ditipu, karena "suara hati" dibangun dalam proses pembelajaran manusia (apakah ini termasuk contoh imprinting pada manusia?),salah satunya dengan doktrin2 yang diajarkan,entah doktrin apakah itu.

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #39 pada: April 17, 2009, 02:52:03 AM »
itulah yang saya sebut sebagai orang-orang yang menjadikan hati sebagai tawanannya, seluruh proses belajarnya hanya dikuasai oleh akal, karena itu mereka bisa tertipu.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #40 pada: April 17, 2009, 02:57:14 AM »
itulah yang saya sebut sebagai orang-orang yang menjadikan hati sebagai tawanannya, seluruh proses belajarnya hanya dikuasai oleh akal, karena itu mereka bisa tertipu.
Apakah umat beragama juga tidak bisa tertipu dengan doktrin-doktrin yang diajarkan orangtuanya di awal masa hidupnya? Banyak kaum beragama yang tertawan dengan doktrin2 karena seperti kura2 dalam tempurung! Justru yang menjadikan akal sebagai pedoman hidup tidak akan mudah tertipu karena akal akan mengarah pada sains yang tidak mengenal kata mutlak.

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #41 pada: April 17, 2009, 03:53:59 AM »

kental banget rasa sentimennya,...
apa anda menganggap semua yang berTuhan (yang tidak bisa dinalar dengan pikiran, Kristiani, Muslim, Dll), adalah Taliban?
*jika anda nontheis/atheis tolong hargai yang berTuhan (yang tidak bisa dinalar dengan pikiran manusia).

adakah penjelasan Ilmiah
mengapa Ibu menyayangi anaknya?
kadang yang peka perasaannya, belum tentu otaknya cerdas!
kadang pula orang cerdas tidak tahu mengenai perasaan!

1. Kalau mau diharga, pertama hargai dulu orang lain. Hargai dulu pandangan orang lain, baru boleh dihargai balik.

2. Semua hewan (manusia termasuk) menyayangi anaknya. Alasanya? Coba baca The Selfish Genenya Richard Dawkins.

Nga punya bukunya? Nih: http://www.mediafire.com/?fcx9jxodxmm


Kutip dari: superstring39
Manusia memiliki akal dan hati(qalbu). akal bukanlah otak yang berdenyut setiap kali kau berfikir, hati bukanlah segumpal darah merah yang ada di perutmu. orang yang bijaksana adalah orang yang menjadikan hati sebagai jendral dan akal sebagai tawanan, sedangkan orang yang merugi adalah orang menjadikan akal sebagai jendral dan hati sebagai tawanannya.

akal bisa ditipu, namun hati selalu jujur. saat seorang anak manusia melakukan kesalahan, dia bisa meyakinkan dengan menipu semua orang dengan akalnya tapi dia tidak bisa membohongi hatinya sendiri. saat tindakan, perkataan tidak sesuai dengan hatimu maka yakinlah pasti ada yang salah.


Kutip dari: superstring39
itulah yang saya sebut sebagai orang-orang yang menjadikan hati sebagai tawanannya, seluruh proses belajarnya hanya dikuasai oleh akal, karena itu mereka bisa tertipu.


Sprouting nonsense jadi kebiasaan kalau sudah terdesak ya?

Dari tahun lalu siapa sih yang sudah ditipu sama penipu yang bernama Adnan Oktar?

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #42 pada: April 17, 2009, 04:05:28 AM »
tidak apa-apa, orang-orang yang memiliki hati yang telah mengeras biasanya memang lebih sulit menerimanya, saya maklum saja memang orang seperti ini memang ada. lembutkan hatimu supaya lebih bisa melihat dengan mata hati.

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #43 pada: April 17, 2009, 05:50:18 AM »
sudah menyimpang ni dari topic awal,...

Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
kasih jawaban serta alasan, bisa pendapat atau bukti!

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Apakah IPTEK (Sains) dan IMTAK (Agama) bisa disatukan secara filosofis?
« Jawab #44 pada: April 17, 2009, 06:06:51 AM »
Aku sudah bilang, agama lebih merupakan menuntun moral dalam penerapan iptek. Agama bukan sebagai sumber segala pengetahuan iptek.

Kutip
DO SCIENTISTS IGNORE THE SUPERNATURAL BECAUSE THEY DISLIKE IT?

NO.  Scientists cannot deal with the supernatural because that is not what scientists do.  Science assumes naturalism, a series of cause and effect relationships.  For example, if an experiment cannot be conducted to gather data to disprove a question, then there is no scientific question.  Scientists practice methodological naturalism – as a working scientist, you assume there is a real physical world outside of your body that has laws and properties which can be observed, understood, and tested.  Scientists cannot deal with the supernatural because, by its very definition, it is “beyond nature.”  Nobody can test or falsify the existence of God; you cannot weigh God, touch God, feel God, see God, etc., in the physical senses of these words.  It does not follow that there is no God, just that, as a working scientist, that is something you cannot do.
« Edit Terakhir: April 17, 2009, 06:20:36 AM oleh Pi-One »

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
10852 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2009, 11:43:42 AM
oleh pk3dot
5 Jawaban
174952 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2016, 01:37:35 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
4552 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 07, 2011, 09:22:13 PM
oleh familycode
23 Jawaban
15141 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2011, 11:39:59 PM
oleh familycode
19 Jawaban
9655 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2011, 03:07:01 AM
oleh Farabi