Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

September 18, 2021, 05:31:07 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139666
  • Total Topik: 10406
  • Online Today: 80
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 183
Total: 183

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: doa sang jendral  (Dibaca 4817 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline banget

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 6
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
doa sang jendral
« pada: Februari 21, 2009, 01:25:02 PM »
Doa Sang Jenderal

Pada masa Perang Dunia Kedua, tepatnya bulan Mei 1952, seorang
jenderal kenamaan, Douglas Mac Arthur, menulis sebuah puisi untuk
putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi
tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia
memberi sang anak puisi indah yang berjudul "Doa untuk Putraku".
Inilah isi puisi tersebut:



Doa untuk Putraku

Tuhanku...

Bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui
kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam
ketakutan

Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan

Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan

Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-
citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja

Seorang putra yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri
adalah landasan segala ilmu pengetahuan

Tuhanku...

Aku mohon, janganlah pimpin putraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan,
kesulitan dan tantangan

Biarkan putraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan
senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin
dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang
lain

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa
melupakan makna tangis duka

Putra yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah

namun tak pernah melupakan masa lampau

Dan, setelah semua menjadi miliknya...

Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-
sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya

Tuhanku...

Berilah ia kerendahan hati...

Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...

Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan
berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia"


Pembaca yang budiman,

Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas MacArthur tersebut
merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah
cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi
manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar,
tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya
sendiri.

Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah
pimpin putraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan
yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini
menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata
untuk kehidupan sukses yang berkualitas.

Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan: "Kalau Anda
lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun,
kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak
terhadap Anda."

Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang
destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah
belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang
konstruktif, membangun, demi menciptakan kehidupan sukses yang
gemilang, hidup penuh kebahagiaan! !

Selamat berjuang!!!



Source : www.y*******e.net
*Orang jenius melihat apa yang dilihat setiap orang, dan berpikir apa yang tidak dipikirkan orang lain*
*Adalah mungkin untuk menjelaskan segala sesuatu secara ilmiah, tetapi itu membuatnya tanpa rasa; itu membuatnya tanpa arti, seperti jika anda menjelaskan Simfony Beethoven sebagai variasi dari tekanan udara.*
*Jika A adalah 'sukses', maka rumusnya adalah 'A=X+Y+Z', dimana X adalah 'kerja', Y adalah 'bermain', dan Z adalah jaga mulut anda agar tetap tertutup

Offline ryoma

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 418
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • i am not lucky, just a hope, calm, and happy..!
    • Jurnal Milzam
Re: doa sang jendral
« Jawab #1 pada: Februari 21, 2009, 10:34:24 PM »
doa itu penuh harapan  ;D

eh, kok sumbernya disensor?  :-\
When there is a will there is a way..
قل حو الله الحد

Offline banget

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 6
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
Re: doa sang jendral
« Jawab #2 pada: Februari 24, 2009, 10:58:31 PM »
ya soalnya sumbernya berbentuk forum juga
mangnya bleh?

 ;D

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:doa sang jendral
« Jawab #3 pada: November 16, 2015, 01:22:52 PM »
ya soalnya sumbernya berbentuk forum juga
mangnya bleh?

 ;D

Kenapa nggak boleh? Memangnya ada hubungan persaingan antarforum?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
3941 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2009, 01:46:15 PM
oleh luth
15 Jawaban
6359 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2009, 03:37:02 AM
oleh Pi-One
17 Jawaban
9060 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 05, 2010, 12:04:45 PM
oleh dancyber
1 Jawaban
2289 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2010, 12:39:16 PM
oleh heru.htl
19 Jawaban
9871 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2012, 01:12:42 AM
oleh nofi3ja