Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

November 29, 2021, 07:07:36 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 33
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 27
Total: 27

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Haram dan Najis  (Dibaca 23191 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline h4ry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 541
  • IQ: 22
  • Gender: Pria
  • Sweet
Re: Haram dan Najis
« Jawab #15 pada: April 28, 2009, 05:33:31 AM »
tapi seperti yang dikatakan di awal , ,semua itu dihalalkan kalau keadaanya terdesak ?maksudnya gmn tuh ? berarti ada kelonggaran donkz ^^
_Don't Be Affraid_

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Haram dan Najis
« Jawab #16 pada: April 28, 2009, 07:03:22 AM »
yakin nih?
berarti  bangkai ayam yg tiren(mati kemaren) yg tak terkena H5N1 sangat aman dimakan?
apa cuma H5N1 penghambatnya?apa tak ada hal2 lain yang harus diperhatikan?are you sure?..
tar coba tanya tmen ank biologi ato kdokteran ahh..
anda tidak memahami posting saya sebelumnya...!belajar lagi ya...
mungkin babi menjadi haram karena enggak punya leher untuk disembelih  :P (yang ini gw gak yakin alasan yang tepat 
alasan yang sebenarnya terlalu dipaksakan...bunuh saja babi dengan cara lain, sebelumnya jangan lupa bilang permisi pada Tuhan anda.
tapi seperti yang dikatakan di awal , ,semua itu dihalalkan kalau keadaanya terdesak ?maksudnya gmn tuh ? berarti ada kelonggaran donkz ^^
maksudnya mungkin kalau anda terjebak di dalam gua dan terancam kelaparan...disitu tenyata ada seekor babi...anda diijinkan untuk memakannya karena nyawa harus diselamatkan.
"The pen is mightier than the sword"

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #17 pada: April 28, 2009, 08:18:55 AM »
Bung biobio, sebelumnya saya minta maaf.
Dari awal saya melihat anda selalu menanyakan hal-hal terkait dengan hukum-hukum dalam Islam, tetapi anda bertanya secara parsial. Yang anda tanyakan itu adalah furu’ (cabang) yang tidak akan bisa anda fahami jika tidak memulai dari pangkalnya. Jika dijelaskan satu persatu tidak akan bisa selesai karena anda menuntut alasan-alasan ilmiah, sementara tidak semua yang anda tanyakan adalah masalah ilmiah. Jadi masih sangat banyak hal serupa yang jika di list satu persatu akan menimbulkan pertanyaan anda.
 
Kita berdiskusi di rubrik agama dan filosofi, sehingga harus difahami bahwa tidak selayaknya penjelasan ilmiah dipaksakan untuk menjawabnya. Karena bagaimanapun, seperti yang saya katakan pada kesempatan lain, bahwa argumentasi ilmiah itu adalah produk rasio manusia sehingga sangat debatable. Dan setiap orang bisa membantah dengan logikanya sendiri, yang bahkan belum tentu lebih benar. Produk rasio manusia sangat berbeda dengan hukum yang diturunkan oleh Allah SWT.
Begini saja, kita batasi pembicaraan. Jika kita berbicara agama, maka sudah ada hukum-hukum agama Islam (agama yang selalu anda pertanyakan) yang kurang lebih seperti yang disampaikan oleh saudara-saudara saya yang muslim.
Jika bung biobio punya i’tikad baik untuk mempelajari Islam maka harus dimulai dari pangkalnya, yaitu percaya kepada Allah SWT. Sekarang saya bertanya: percayakah anda kepada Allah SWT?
Jika ia, maka tentu anda percaya bahwa ada kehidupan setelah mati, dan disanalah kita akan bertanggungjawab terhadap segala prilaku kita (sesuai atau tidak dengan hukum Allah). Jika tidak, maka fahamilah, bahwa jawaban-jawaban yang diberikan oleh teman-teman muslim adalah jawaban dari orang yang percaya kepada Allah SWT. Setuju atau tidak setuju, itulah hukum agama.
Dalam islam, ada yang disebut iman, ‘ilmu dan ‘amal.
a.   Iman, diIndonesiakan menjadi ‘kepercayaan’, seseorang terhadap sesuatu, sebagaimana anda bisa meyakini sesuatu tanpa pernah anda tahu secara ilmiah. Iman itu letaknya diwilayah keyakinan
b.   ‘Ilmu, merupakan pemahaman, yang dibangun dari pemikiran yang jernih tentang sesuatu. Letaknya diwilayah kognitif. Kognitif manusia itu terbatas, dan ketika sesuatu sudah tidak terjangkau oleh ‘ilmu maka diserahkan kepada iman, dan itulah konsep kepasrahan/ketundukan dalam Islam. Dalam islam, kekuatan rasio tidak digunakan untuk membantah hukum-hukum Allah, tetapi untuk memahami hukum-hukum itu. Kita diperintahkan untuk berpikir tapi tetap tidak boleh meletakkan kekuatan pikiran sebagai standar kebenaran tertingginya.
c.   Amal adalah perbuatan, yang merupakan manifestasi aksiologis terhadap apa yang diyakini benar berdasarkan pertimbangan iman dan ‘ilmu. Jadi, ‘amal itu adalah ekspresi keyakinan dan pengetahuan manusia melalui fisiknya (termasuk kata-katanya, yang merupakan merupakan gelombang suara). Itulah sebabnya mengapa kita hanya bisa melihat ‘amal seseorang, dan tidak punya akses terhadap keyakinan dan ilmunya jika tidak diekspresikan secara fisik.

Sebagai contoh dimana anda tidak selalu berprilaku secara rasional, misalnya:
Pernahkah anda naik kapal laut?
Kalau pernah, mari kita lihat rentetan peristiwanya.
Anda tentu akan menaiki kapal laut yang sudah anda yakini akan berlayar ke arah yang anda tuju (misalnya ke pelabuhan A). Perhatikan, orang hanya memberitahu anda bahwa itu akan menuju ke pelabuhan A, bahkan mungkin anda tidak diberitahu, melainkan hanya berdasarkan keyakinan saja.
Kemudian anda tidak mengenal pilotnya, tapi anda yakin dia akan menakhodai kapal dengan baik (sekali lagi anda hanya yakin). Kemudian anda tidak tahu secara persis kondisi kapal itu, baik atau tidak tetapi anda tetap menaikinya. Bahkan yang anda tahu hanya bagaimana membeli tiket saja. Setiba di tengah laut, anda hanya bisa berharap bisa sampai, tidak mengetahui akan sampai dengan selamat atau tidak.
Nah, semua itu adalah rentetan kepercayaan, bukan pengetahuan. Kalau pun anda akan mengatakan bahwa itu didasarkan pertimbangan rasional, ingat bahwa anda hanya menggunakan perkiraan dan harapan, bukan rasio.
Jadi, jika menggunakan rasio, yang paling mungkin anda lakukan adalah berenang, bukan naik kapal yang anda sendiri tidak punya pengetahuan terhadapnya.
Maka dari itu, masalah-masalah agama tidak bisa dicapai keseluruhannya oleh akal (akal yang mengkonstruksi argumentasi ilmiah). Oleh karenanya, secara epistemologis, manusia bisa saja berdebat dan cenderung egois dengan kebenarannya sendiri-sendiri.

Jika memang ada i’tikad baik untuk belajar, maka saya informasikan bahwa buku-buku agama Islam sangat banyak, di perpustakaan2 atau di toko-toko buku, silahkan di baca.
Selanjutnya kepada moderator, saya sarankan untuk menilai baik-baik wacana yang dimunculkan para anggota forum terhormat ini.

saya kutip salah satu dari sekian banyak tanggapan serupa:
kalo bicara dengan-masalah-agama seperti ini, mungkin ada baiknya kita bertanya "Apa untungnya diharamkan atau dinajiskan?".
Soalnya, kalo kita nanya mengapa diharamkan atau dinajiskan, jawabannya ya jelas karena agama tersebut yang mengharamkan atau menajiskan.

BTW, apa sih keuntungan mengharamkan bangkai kecuali ikan dan belalang?
Maksud saya, apakah ikan memiliki keistimewaan gitu? misalnya, bangkai ikan tidak menyebabkan penyakit dan sebagainya.
Jadi kita bisa mengkaji perintah agama secara ilmiah.

Mohon bimbingannya, karena saya juga ingin mengenal agama dengan objektif

Jika sudah terkesan meremehkan suatu agama tertentu mohon ditegur karena sungguh tidak elegan bersikap meremehkan keyakinan orang lain itu.
Terimakasih.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Haram dan Najis
« Jawab #18 pada: April 28, 2009, 08:22:24 AM »
Jika bung biobio punya i’tikad baik untuk mempelajari Islam maka harus dimulai dari pangkalnya, yaitu percaya kepada Allah SWT. Sekarang saya bertanya: percayakah anda kepada Allah SWT?
Saya tidak percaya dengan Tuhan agama anda dan juga konsep ketuhanan yang diajarkan agama anda. Dan saya juga minta maaf kalau tampaknya maksa sekali kalau hanya untuk mempelajari islam saja, saya harus terlebih dahulu menjadi islam. Saya rasa tdiak.. mengapa saya tidak bisa mempelajari islam tanpa percaya dahulu kepada Allah SWT anda?
Aku rasa lebih ilmiah untuk mempelajari agama itu lebih dulu baru memutuskan,apa Tuhan dalam agama itu layak aku percaya...

Offline luth

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 698
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #19 pada: April 28, 2009, 10:10:36 AM »
ya...alasan yang sebenarnya terlalu dipaksakan...bunuh saja babi dengan cara lain, sebelumnya jangan lupa bilang permisi pada Tuhan anda.
@superstring dan biobio
bukanyya masalah babi sudah tuntas ya penjjelasan ilmiahnya dlm suatu trit?
kan biobio sendiri yang memposting pertama kali?jadi biobio bahkan sudah lebih tau mengapa babi haram secara ilmiahnya..
cmiiw
sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #20 pada: April 28, 2009, 10:39:50 AM »
Aku rasa lebih ilmiah untuk mempelajari agama itu lebih dulu baru memutuskan,apa Tuhan dalam agama itu layak aku percaya...
saya sarankan banyak baca buku tentang Islam bila ingin mempelajari lebih lanjut. sangat mudah kok.
tentang metode harus menguji dan mempelajari terlebih dahulu baru menilai layak dipercayai atau tidak, silahkan saja. itu persoalan pilihan saja. saya hanya bisa memberikan saran, bukan memaksa.
mudah-mudahan umur anda tidak keburu habis sebelum mendapatkan hasil pengujian yang valid. saya kira, apa yang anda yakini saat ini pun bukan dari hasil pengujian komprehensif dan valid, melainkan hanya sebuah keyakinan. tapi saya pun tidak punya hak untuk mengintervensi, karena itulah pilihan anda.
hanya saja, saya ingin sampaikan bahwa, masalah-masalah furu' seperti fiqih itu tidak bisa dinilai hanya secara periferal, perlu memiliki dasar pengetahuan tentang nilai-nilai.
baiklah, selamat mencari kebenaran jika memang kebenaran yang anda cari.

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #21 pada: April 28, 2009, 10:49:49 AM »
baiklah, sekarang yang penting kita datang ke forum ini dengan niat untuk sharing.
jika jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sudah diberikan saya kira kita harus hormati itu sebagai hukum yang berlaku dalam agama bersangkutan. apalagi yang terjadi di sini adalah penganut suatu agama mempertanyakan suatu hukum agama lain kepada penganutnya.
selama itu untuk menambah pengetahuan sih tidak masalah. tapi kalau untuk meremehkan argumentasi agama lain, itu tidak boleh. saya yakin, agama kita mengajarkan untuk saling menghormati.
tidak arif kalau sesuatu yang dianggap kebenaran dalam suatu agama diukur dengan standar ukuran kebenaran agama lain? sebagaimana tidak mungkin mengukur jarak (jauh-dekat) dengan gelas ukur/literan.
terimakasih

Offline pk3dot

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 10
Re: Haram dan Najis
« Jawab #22 pada: April 28, 2009, 12:55:44 PM »
ne cuman contoh. kenapa dalam islam kalau setelah buang air seni harus disiram? kl ga "disiram dosa" (dlm tanda kutip). gini ya, dalam urin itu menangdung Cl, Urea, apa lagi ya??? aku lupa. kl ga disiram, terus kena makluk tanah seperti cacing, maka tu cacing akan mati. kl cacing mati, brarti nggak ada yang makan sisa2 pembusukan, sehingga bangkai2 yang ada nggak jadi tanah lagi. walopun dapet dijadikan pu2k, tapi nggak secara langsung bisa dijadiin pu2k. harus melalui proses dulu. terus, dari situ kita bisa belajar kimia, dengan cara mengencerkan urin biar konsentrasi urin na dikit n jadi ga berbahaya bagi cacing or yang lainnya. gitchu...  ;D  ;D  ;D

Offline Sky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 473
  • IQ: 36
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #23 pada: April 29, 2009, 10:51:36 AM »
@pk3dot
ow-ow iya juga ya...
Selain itu emang jadi sumber penyakit juga.

Hmm, lagian kebangetan juga sih kalo pipis ga disiram.


@superstring dan biobio
bukanyya masalah babi sudah tuntas ya penjjelasan ilmiahnya dlm suatu trit?

oh iya nih, aku baru nyari-nyari tritnya biobio siapa tau berguna:
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/mengapa-babi-haram/msg27642/#msg27642
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/mengapa-babi-haram

lanjutan tentang najis.
Ada najis yang diakibatkan selain hasil ekskresi tubuh dan sejenisnya g?

Offline cartiman

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 143
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #24 pada: April 29, 2009, 11:04:18 AM »
Sebenarnya semua air kencing itu najis.. baik air kencing manusia atau hewan... jadi kalau tubuh kita terkena air kencing secepatnya dibersihkan atau di dibilas dengan tanah tujuh kali. Bukan masalah bekas kencing disiram.... kalau kencingnya di bawah rumput, gimana nyiramnya..?
« Edit Terakhir: Juni 02, 2009, 10:41:00 AM oleh reborn »

Offline cartiman

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 143
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #25 pada: April 29, 2009, 11:09:33 AM »
Kalau Ada tulisan arab al-Qur'an nya Lebih bagus lagi... biar sekalian ngaji... mungkin tulisan al-Qur'annya pakai gambar kali yah...
« Edit Terakhir: Juni 02, 2009, 10:41:06 AM oleh reborn »

Offline Sky

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 473
  • IQ: 36
  • Gender: Pria
Re: Haram dan Najis
« Jawab #26 pada: April 30, 2009, 08:00:49 AM »
Kalau Ada tulisan arab al-Qur'an nya Lebih bagus lagi... biar sekalian ngaji... mungkin tulisan al-Qur'annya pakai gambar kali yah...
Maksudnya apa yang pake tulisan arab?
Ga ngerti....

Sebenarnya semua air kencing itu najis.. baik air kencing manusia atau hewan... jadi kalau tubuh kita terkena air kencing secepatnya dibersihkan atau di dibilas dengan tanah tujuh kali. Bukan masalah bekas kencing disiram.... kalau kencingnya di bawah rumput, gimana nyiramnya..?

Aku pernah denger dari teman kok, yang dibilas dengan air + tanah hanya najis tertentu seperti air liur anjing.
Bener ga sih?
Aku masih bingung dengan pembagian najisnya.
« Edit Terakhir: Juni 02, 2009, 10:46:52 AM oleh reborn »

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Haram dan Najis
« Jawab #27 pada: April 30, 2009, 08:16:43 AM »
Aku pernah denger dari teman kok, yang dibilas dengan air + tanah hanya najis tertentu seperti air liur anjing.
Bener ga sih?
Aku masih bingung dengan pembagian najisnya.

tingkatan Najis,

najis mugholadhoh (najis berat)
contoh, babi dan anjing!
cara menghilangkan, berbeda-beda tergantung mazhab yag dianut, ada Imam Syafi'i, ada Imam Maliki, ada Imam Hambali, dan Imam Hanafi!
untuk yang di sucikan menggunakan air dan salahsatu basuhannya menggunaan debu adalah mazhab Imam Syafi'i

najis Mutawasitoh (najis sedang)
masih dibagi 2 lagi,.
najis 'ainiyah (yang kelihatan) seperti kotoran dll
najis khukmiyah (yang tidak kelihatan) seperti bersentuhan dengan kulit anjing yang sama-sama kering

najis Moqofafah
najis ini terjadi apabila kita bersentuhan dengan kencing anak bayi laki-laki yang belum makan atau minum kecuali ASI dari ibunya, sedangkan bayi perempuan dari mulai lahir sudah mengandung najis mutawasito

dan sekali lagi, metode menyuciannya tergantung mahzab yang dianut!

Offline pk3dot

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 10
Re: Haram dan Najis
« Jawab #28 pada: April 30, 2009, 03:21:34 PM »
Kutip
najis mugholadhoh (najis berat)
contoh, babi dan anjing!
cara menghilangkan, berbeda-beda tergantung mazhab yag dianut, ada Imam Syafi'i, ada Imam Maliki, ada Imam Hambali, dan Imam Hanafi!
untuk yang di sucikan menggunakan air dan salahsatu basuhannya menggunaan debu adalah mazhab Imam Syafi'i

najis Mutawasitoh (najis sedang)
masih dibagi 2 lagi,.
najis 'ainiyah (yang kelihatan) seperti kotoran dll
najis khukmiyah (yang tidak kelihatan) seperti bersentuhan dengan kulit anjing yang sama-sama kering

najis Moqofafah
najis ini terjadi apabila kita bersentuhan dengan kencing anak bayi laki-laki yang belum makan atau minum kecuali ASI dari ibunya, sedangkan bayi perempuan dari mulai lahir sudah mengandung najis mutawasito


pada umumnya, kl di indonesia pke mahzab imam syafi'i. kl ga salah, cara ngilangin najis muqofafah cukup dengan memercikkan air bersih ke bagian yang najis ja. kl najis mutawasitoh harus disiram pke air bersih sampai mengalir.

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Haram dan Najis
« Jawab #29 pada: Mei 03, 2009, 11:07:57 AM »
@UL
atas dasar apa tuh membagi kriteria najis seperti itu?adakah keuntungannya?
sorry,ga nyerang lo..

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
61 Jawaban
27072 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2009, 05:54:31 AM
oleh anni3
Facebook Haram?

Dimulai oleh biobio « 1 2 ... 5 6 » Sosial dan Politik

75 Jawaban
39590 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 16, 2009, 10:23:08 PM
oleh L
40 Jawaban
20473 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2009, 01:42:30 AM
oleh udang
118 Jawaban
49503 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2014, 02:04:18 AM
oleh mhyworld
19 Jawaban
8989 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2011, 07:09:51 AM
oleh ?