Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 21, 2021, 02:53:25 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139629
  • Total Topik: 10389
  • Online Today: 180
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 32
Total: 32

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan  (Dibaca 4636 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline gabungsini

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
  • ForSa!
Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« pada: Juli 30, 2012, 05:49:18 AM »
1. Bagaimana seorang pelajar muslim berhubungan dengan muslimah / lawan jenis di sekolah / universitas negeri / umum?
2. Bagaimana menjaga diri dari pergaulan bebas teman-teman?* Pergaulan bebas disini yang saya maksud sudah termasuk nongkrong atau campur dengan non muhrim, apalagi yang lebih dari itu.
3. Bagaimana muslim / muslimah mencari / memperoleh jodohnya sedangkan bertemu dengan lawan jenis saja tidak boleh (jika tanpa wali/muhrim)?
4. Bagaimana muslim / muslimah mencari jodoh jika orang-orang di sekitar kita tidak baik (tidak menjaga hubungan antar muslim yang baik), atau misalnya tidak ada yang muslim? Apa jika muslim/muslimah "berusaha" dalam mencari jodoh itu harus melalui wali-walinya?
5. Lalu sebenarnya bagaimana dengan makna "memperbanyak silaturrahim" dengan orang lain (kecuali muhrim), apa benar itu berarti hanya bergaul dengan yang muhrim / atau yang dibolehkan saja?
6. Jika kita menyendiri karena di lingkungan sekitar sudah tidak benar pergaulannya, apakah dengan itu kita berarti tidak bersilaturrahim / menjadi berdosa?
7. Benarkah muslim dan muslimah itu sebenarnya memang harus dipisah-pisahkan dalam berbagai bidang apapun?
8. Lalu bagaimana kita bergaul dengan lawan jenis, jika kita tidak boleh bergaul dengan non muhrim sampai kita menikah, lalu kapan kita mempelajari karakter lawan jenis kita guna mempersiapkan kehidupan pernikahan kita nantinya?

Sekian, terima kasih, mohon dijawab semampunya saja, mari kita berdiskusi. Niat saya hanya ingin memperdalam apa yang Islam ajarkan secara murni itu saja, tidak terpengaruh unsur-unsur tambahan atau pengurangan. Islam memang fleksibel, tetapi apakah kenyataannya sekarang Islam yang ditonjolkan, ternyata tidak tapi unsur-unsur lain yang lebih diutamakan.

Wassalaamu'alaikum..

Offline Alan adhityo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 275
  • IQ: 37
  • Gender: Pria
    • Alseven - Physics and Technology
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #1 pada: Juli 31, 2012, 04:30:37 AM »
lebih baik tanya mbah google saja untuk melihat artikel dengan sumber yang kuat dan jelas.. jika dijawab disini mungkin malah jadi bahan diskusi yang menjadikan keluar dari batasan islam dalam pengertian dan pemahaman itu sendiri.. (seperti thread2 yang pernah ada).. CMIWWW :3
kunjungi MIL education (bandung) http://mileducation.wordpress.com

Offline danzJr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 313
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #2 pada: Agustus 02, 2012, 09:39:15 AM »
sehebat dan seketat agama, agama ya tetao hanya sebuah agama,
untuk menjadi baik dan benar ataupun jahat dan buruk bukan agama atau Tuhan yg menentukan, tapi diri kita sendiri
sesuatu itu dimulai dari mimpi, diusahakan dan menjadi kenyataan

Offline Robian1924

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 4
  • IQ: 0
  • ForSa!
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #3 pada: Juni 05, 2013, 09:07:18 AM »
Untuk lebih jelasnya baca artikel2 ustadz felix bro... 8)

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #4 pada: Juni 13, 2013, 05:35:39 AM »
Sebagai manusia, tidak peduli laki-laki atau perempuan harus menggunakan akal sehat, punya kesadaran moral dan punya tanggungjawab..Zinah bisa berakibat kelahiran anak manusia tanpa status..Maka yang berzinah harus bertanggungjawab atas bayi yang lahir..Menikah lebih baik dan bermartabat..Jika tidak mau resiko bertanggungjawab, jauhilah zinah.

Pacaran sangat penting untuk bisa lebih mengenal karakter dan untuk memilih pasangan terbaik..Karena pernikahan bukan sekedar urusan seks, tetapi kolaborasi 2 anak manusia dalam ikatan cinta untuk mencapai tujuan bersama..Dalam berpacaran, jika tidak mau bertanggungjawab, jangan berzinah..Di Indonesia sendiri, jika berzinah kemudian menghasilkan bayi, maka baik laki2 maupun perempuan terkena pasal UU untuk dipaksa bertanggungjawab..
DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT

Offline Fariz Abdullah

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 740
  • IQ: 32
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #5 pada: Juni 14, 2013, 02:05:31 AM »
Dalam pandangan pribadi saya (mohon maaf, hanya pendapat personal), zinah boleh boleh saja asal suka sama suka dan tidak ada pihak lain yang dirugikan..Akan tetapi jika sampai menghasilkan bayi, maka kedua belah pihak yang berzinah harus bertanggung jawab atas kehidupan sang bayi, sampai dia bisa mandiri..Karena itu,jika tidak mau resiko bertanggungjawab, maka lebih aman jika menjauhi zinah..Menurut saya menikah lebih baik dan bermartabat..

Jika TS menanyakan dalam konteks Islam, sepengetahuan saya, laki2 dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh bersentuhan..Pacaran tidak diperbolehkan..Saya bahkan pernah melihat pemuda dan pemudi muslim yang berteman, berbicara, tetapi tidak saling memandang..Pandangan masing2 ke arah lain..

Offline agunkramadhani

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 0
  • ForSa!
Re:Hubungan yang benar antara Laki-laki dan Perempuan
« Jawab #6 pada: Juni 17, 2013, 05:09:31 AM »
1&2  sebenarnya dalam islam tidak banyak larangan dalam pergaulan dengan lawan jenis asalkan sopan, menutup aurat, tidak berdua2an, dan pada waktu dan tempat yang wajar.
3&4  mereka yang mempersulit orang untuk mencari jodoh dengan alasan agama adalah orang yang mempersulit agamanya sendiri yang seharusnya mudah.
5&6  bersilaturahim sangat dianjurkan asalkan sopan, menutup aurat, tidak berdua2an, dan dengan maksud yang jelas, serta tidak mengganggu si tuan rumah. meskipun lingkungannya sudah tidak benar kita tetap harus menjalankan perintah agama dengan sabar, karena dengan itu nilai ibadahnya akan berbeda dengan orang yang melakukannya di lingkungan yang baik.
7      tidak harus dalam setiap hal (misalnya ketika tawaf di kabah), tapi jika memungkinkan dan dikhawatirkan akan terjadi hal2 yang tidak diinginkan (seperti pelecehan dsb.) maka pemisahan itu perlu.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2622 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2008, 11:52:45 AM
oleh skuler
5 Jawaban
3352 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2010, 03:46:25 AM
oleh Astrawinata G
0 Jawaban
4223 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 08, 2010, 09:04:30 AM
oleh raisuien
248 Jawaban
73566 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2010, 02:50:13 AM
oleh Pi-One
6 Jawaban
5821 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2010, 12:11:18 PM
oleh adisae