Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: utusan langit pada September 26, 2008, 09:39:08 AM

Judul: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: utusan langit pada September 26, 2008, 09:39:08 AM
ikhlas gak ya ibadah kita???
jika kita beribadah hanya ingin mendapatkan pahala???
jika kita beribadah hanya ingin masuk surga....... ??? ??? ??? ???
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: violin pada September 26, 2008, 10:14:10 AM
Yang menentukan ikhlas tidaknya ibadah kita itu cuma Tuhan.

Kita hanya bisa melakukan apa yang Ia perintahkan.

Dasar kita melakukannya adalah

Kita ingin berterima kasih ma Tuhan karena Ia sudah memberi banayk berkat untuk kita.

 :D :D :D
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: lem pada September 26, 2008, 11:27:37 AM
berhubung gw muslim... pahala dan surga itu bagian dari janji Allah buat umat muslim yang mejalankan perintah Nya dan menjauhi larangan Nya... jadi kalau kita beribadah untuk mendapatkan janji Allah sama artinya dengan kita meyakini kebenaran Allah itu sendiri...
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: dewa ruci pada September 26, 2008, 08:41:02 PM
saya pernah ngaji kaLo ibadah kita selama ini tidak akan pernah cukup untuk membayar segala nikmat dRi ALLAH..

coz sya pernah dapat riwayat yang kurang Lebih seperti ini..
bahwa ada seorang uLama yang sangat shoLeh.bLiau selalu menjaLkan perintah-Nya dan menjauhi lranngan-Nya..
ketika menggaL dan dihisab oLeh ALLAh,,maka ALLAH pun berkata :
"masukkanLah dia ke dalam surga-Ku dengan rahmat-KU"
sang uLama pun mbantah:
"apa harus dengan rahamatmu y ALLAH?saya kan udah bertakwa kepadamu.tiap mLem saya sholat tahajjud minta ampunanmu.tiap tahun saya zakat,puasa di buLan Ramdhan dan berbgai amaL shoLeh lainya."
dan ALLAH hanya tersenyum dan memberikan Laporan amal orang itu..ternyata amal ibadahnya seLama hidupnya tidak cukup untuk membeli nikmat 1 boLa mata saja..

jdi kesimpulanya,,pantskah kita mengharap surga dengan amal kita??amal yang terkadang asal2an..shoLat aja msih bLong2,,puasa msih ngumungi orang ,dsb,,dsb....

maka dari itu,,mulailah kita sedikit belajar untuk ikhlas LiLLahi ta'ala..tidak mengharapkan apapun seLain keridha'an ALLAH termsuk surga..
insyaALLAH,,dengan bgTu kita akan masuk surga dengan sendirinya.. :)
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: utusan langit pada September 26, 2008, 09:55:50 PM
wadhuh, tetep aja kalo gitu tujuan akhirnya juga untuk mendapatkan Sorga....
aku juga pernah denger, kalo ibadah yang bener ikhlas, tu nggak mengharapkan balasan apapun, tanpa tujuan untuk memperoleh sesuatu....
jadi sebaiknya kita beribadah ya beribadah ajah.....
g usah mikir, entar masuk surga atao neraka ya??!!!

soalnya kalo nggak salah Surga n Neraka tu bukan tujuan... tapi anugrerah....

tetep beribadah yaouuuuuu!!!!
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: dewa ruci pada September 27, 2008, 05:23:11 AM
nah,,itu baru namanya ikhLas..

gag mkIR pNgen daper suRga atau nerka..yang penting ibadah yang bNer LiLLahi ta'ala... :) :)
Judul: Re: ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: lem pada September 27, 2008, 07:44:46 AM
menarik... pertanyaanya sekarang.. relakah anda jika sudah ikhlas beribah... kemudian dimasukkan ke dalam neraka????
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada Juli 21, 2014, 12:53:58 PM
menarik... pertanyaanya sekarang.. relakah anda jika sudah ikhlas beribah... kemudian dimasukkan ke dalam neraka????

Pertanyaan yang bagus. Saya sendiri juga punya pertanyaan yang serupa dengan itu: "Lebih ikhlas mana antara orang yang berbuat baik karena mengharapkan imbalan berupa surga atau orang yang berbuat baik demi kepuasan batin semata?".
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada September 19, 2014, 03:34:07 AM
Apa alasan melakukan kebaikan, menolong orang lain? Untuk siapa?
Untuk diri sendiri!
melihat orang lain senang, kita ikut senang.
Itu baik, itu cukup.
Kenapa mesti mikirin segala hitungan pahala?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada September 20, 2014, 01:46:52 PM
Apa alasan melakukan kebaikan, menolong orang lain? Untuk siapa?
Untuk diri sendiri!
melihat orang lain senang, kita ikut senang.
Itu baik, itu cukup.
Kenapa mesti mikirin segala hitungan pahala?

Inget jawaban temen FB-ku atas pertanyaanku itu, kira-kira dia bilang kalau berbuat baik dengan harapan masuk surga sama aja kita menganggap perbuatan baik itu paket berbayar buat masuk surga.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada September 21, 2014, 03:08:05 AM
Dan saat paketnya gak memuaskan, kita kecewa, gitu?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada September 21, 2014, 11:07:18 AM
Entahlah, itu cuma perumpamaan dia buat nyindir orang-orang yang berbuat baik karena mengharap pahala aja... Pemikiran dia sendiri tentang ini malah mirip denganku kok...
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: avidkucing pada Oktober 08, 2014, 12:58:03 PM
menarik... pertanyaanya sekarang.. relakah anda jika sudah ikhlas beribah... kemudian dimasukkan ke dalam neraka????

biasanya malah gitu loh... soalnya yang bilang dia sudah ikhlas biasanya malah ga ikhlas :3
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 10, 2014, 07:16:46 AM
Tidak ikhlas saat berbuat baik kepada sesama manusia boleh, asal minta balasannya kepada Tuhan. Jadi berbuat baik karena mengharap pahala itu baik.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 10, 2014, 08:00:30 AM
ikhlash itu definisinya apa?
jangan sampai kita membicarakan sesuatu tanpa diketahui bersama dulu definisinya.

apakah mengharap pahala tidak termasuk ikhlash? apa batasan sesuatu bisa disebut ikhlash atau tidak ikhlash? jika ada definisi, pastinya akan jelas batas2nya.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 10, 2014, 08:56:42 AM
ikhlash itu definisinya apa?
jangan sampai kita membicarakan sesuatu tanpa diketahui bersama dulu definisinya.

apakah mengharap pahala tidak termasuk ikhlash? apa batasan sesuatu bisa disebut ikhlash atau tidak ikhlash? jika ada definisi, pastinya akan jelas batas2nya.

Menurut saya yang lebih penting adalah dampak dari apa yang kita katakan terhadap orang lain.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 15, 2014, 12:50:11 AM
Tidak ikhlas saat berbuat baik kepada sesama manusia boleh, asal minta balasannya kepada Tuhan. Jadi berbuat baik karena mengharap pahala itu baik.
Bukannya lebih baik jika berbuat baik tanpa mengharap apa-apa?
Minimal mengharap kebaikan kita membuat orang lain jadi bahagia.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 18, 2014, 05:04:11 PM
Bukannya lebih baik jika berbuat baik tanpa mengharap apa-apa?
Minimal mengharap kebaikan kita membuat orang lain jadi bahagia.

Susah, itu hanya untuk orang orang bijak. Untuk orang biasa lebih baik berharap Allah akan membalas di akhirat nanti.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 18, 2014, 09:39:56 PM
kalo bekerja dengan baik dan benar tu termasuk ikhlash gk? dengan gaji yang diterima tiap bulan untuk nafkah anak bini.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada Oktober 19, 2014, 02:24:19 AM
kalo bekerja dengan baik dan benar tu termasuk ikhlash gk? dengan gaji yang diterima tiap bulan untuk nafkah anak bini.

Kejarlah akhirat tapi jangan melupakan dunia. Allah memperhitungkan segala sesuatu, dan tiap tiap orang akan dibalas dengan sempurna mengenai apa apa yang dia usahakan.

Kalau niatnya untuk berjihad(berjuang) dijalan Allah, untuk menafkahi anak dan istri, insyaallah biarpun bekerja untuk dapat gaji masuk dalam kategori perbuatan baik. Bahkan dagang dengan mengambil keuntungan besarpun kalau niatnya untuk Allah kemudian memberikan makan fakir miskin maka itu akan menjamin masuk syurga baik sembunyi sembunyi ataupun terang terangan. Akan tetapi kalau bekerja hanya untuk berbuat jahat, baik keuntungan sedikit, digaji atau tidak maka balasannya neraka.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: mhyworld pada Oktober 21, 2014, 11:30:24 PM
Kejarlah akhirat tapi jangan melupakan dunia. Allah memperhitungkan segala sesuatu, dan tiap tiap orang akan dibalas dengan sempurna mengenai apa apa yang dia usahakan.

Kalau niatnya untuk berjihad(berjuang) dijalan Allah, untuk menafkahi anak dan istri, insyaallah biarpun bekerja untuk dapat gaji masuk dalam kategori perbuatan baik. Bahkan dagang dengan mengambil keuntungan besarpun kalau niatnya untuk Allah kemudian memberikan makan fakir miskin maka itu akan menjamin masuk syurga baik sembunyi sembunyi ataupun terang terangan. Akan tetapi kalau bekerja hanya untuk berbuat jahat, baik keuntungan sedikit, digaji atau tidak maka balasannya neraka.
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 22, 2014, 01:25:31 AM
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.

tak ada alat untuk membuktikan dan menjamin ada atau tidaknya negeri akhirat seperti yang diyakini kaum theis tertentu. logika terikat unsur waktu yang terangkum dalam 8 kesatuan arti, sementara sains bahkan masih berasumsi dalam penentuan acuan diam mutlak dan segala acuan acuan lainnya. keberadaan negeri akhir secara ilmiah hanya akan terbukti saat kita telah memasuki waktu yang terdefinisi sebagai hari akhir tsb.

saat ini, hal yang bisa kita lakukan adalah bertaruh lebih cerdas tentang negeri akhirat.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 22, 2014, 01:34:25 PM
Susah, itu hanya untuk orang orang bijak. Untuk orang biasa lebih baik berharap Allah akan membalas di akhirat nanti.
Emangnya orang yang punya perasaan simpati itu orang bijak?
Masak mau kalah dengan non-theis yang baik hati?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: mhyworld pada Oktober 23, 2014, 09:54:27 AM
tak ada alat untuk membuktikan dan menjamin ada atau tidaknya negeri akhirat seperti yang diyakini kaum theis tertentu. logika terikat unsur waktu yang terangkum dalam 8 kesatuan arti, sementara sains bahkan masih berasumsi dalam penentuan acuan diam mutlak dan segala acuan acuan lainnya. keberadaan negeri akhir secara ilmiah hanya akan terbukti saat kita telah memasuki waktu yang terdefinisi sebagai hari akhir tsb.

saat ini, hal yang bisa kita lakukan adalah bertaruh lebih cerdas tentang negeri akhirat.

Pertaruhan baru bisa dianggap cerdas jika risikonya terkuantisasi, yaitu perkalian antara severity dan probabilitynya. Mengingat ada ribuan agama dan kepercayaan yg sama2 tidak terbukti, tentunya peluang untuk memilih yg benar menjadi sangat kecil. Bagaimana kalau kesalahan dalam memilih, hukumannya tak terhingga?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Sandy_dkk pada Oktober 24, 2014, 08:49:33 PM
maka uji kelurusan ajaran tsb.

Cara yang benar untuk membuktikan kesesatan sebuah ajaran
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada Oktober 25, 2014, 10:37:18 AM
maka uji kelurusan ajaran tsb.

Cara yang benar untuk membuktikan kesesatan sebuah ajaran

Sudah saya baca, dan menarik juga. Sepertinya saya berminat untuk register ke forum tersebut. :)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 01, 2014, 01:56:27 AM
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.

Bukan masalah ada atau tidaknya surga, tapi efek dari apa yang kita katakan terhadap orang lain. Kira kira anda mengerti tidak?  ;)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 01, 2014, 01:57:35 AM
Emangnya orang yang punya perasaan simpati itu orang bijak?
Masak mau kalah dengan non-theis yang baik hati?

Bukan itu yang penting, yang penting itu, orang orang menjadi baik saat mendengar perkataan kita. Kira kira paham tidak?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 01, 2014, 02:08:05 AM
Jadi apakah memberi dengan mengharapkan balasan dari Allah masuk kategori ikhlas?

Kalau dari sudut pandang Tuhan, tentu anda tidak ikhlas karena anda memohon balasan kepada Tuhan, tapi, Kalau dari sudut pandang manusia, itu masuk kategori ikhlas karena anda tidak meminta balas jasa kepada orang yang anda minta. Karena kita membicarakan masalah surga dan neraka, dalam iman islam ini adalah persyaratan masuk surga

Kutip
37. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
39. Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik [1346] maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
41. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya,tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

Hal tersebut senada dengan ajaran kristen.
Kutip
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu 5 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. j  22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia 6  seperti dirimu sendiri. k  22:40 Pada kedua hukum inilah l  tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Dengan definisi kasih

Kutip
1 Korintus 13:4-8

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap..

Jadi memberi dengan harapan akan mendapatkan balasan kepada Allah di hari penghakiman adalah baik, dan dari sudut pandang manusia masuk dalam definisi ikhlas.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 01, 2014, 11:22:18 AM
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Berarti Tuhan itu tidak memiliki Kasih?
Karena ia menyimpan kesalahan orang lain agar bisa mengingatnya untuk menentukan seseorang masuk surga atau neraka...
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 01, 2014, 01:39:50 PM
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

Kalau di versi agama Islam, dalam Hadits disebutkan bahwa yang berhak sombong hanyalah Tuhan (Allah), selain itu Tuhan (Allah) juga sangat pencemburu. Ya, saya tau bahwa ajaran Islam dan Nasrani berbeda, namun kalau ditarik dari sini bisa jadi orang Nasrani menyimpulkan bahwa Tuhan (Allah) versi orang Islam tidak memiliki Kasih, makanya mereka tidak mau mengakui kalau Allah-nya orang Islam "Maha" Pengasih.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 02, 2014, 01:06:40 AM
13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Berarti Tuhan itu tidak memiliki Kasih?
Karena ia menyimpan kesalahan orang lain agar bisa mengingatnya untuk menentukan seseorang masuk surga atau neraka...

MurkaNya hanya sesaat kasihnya sepanjang masa. Coba lihat kehidupan anda sehari hari, lebih banyak sengsara atau lebih banyak dalam damai? Bahkan penjahat saja tidak kena azab kan?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 02, 2014, 01:08:11 AM
Kalau di versi agama Islam, dalam Hadits disebutkan bahwa yang berhak sombong hanyalah Tuhan (Allah), selain itu Tuhan (Allah) juga sangat pencemburu. Ya, saya tau bahwa ajaran Islam dan Nasrani berbeda, namun kalau ditarik dari sini bisa jadi orang Nasrani menyimpulkan bahwa Tuhan (Allah) versi orang Islam tidak memiliki Kasih, makanya mereka tidak mau mengakui kalau Allah-nya orang Islam "Maha" Pengasih.

Ajaran hadist mirip seperi ajaran bani israel.

Kutip
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa c  kepada anak-anaknya dan kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, d
http://alkitab.sabda.org/verse.php?book=Ul&chapter=5&verse=9
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 05, 2014, 02:23:04 AM
Kalau di versi agama Islam, dalam Hadits disebutkan bahwa yang berhak sombong hanyalah Tuhan (Allah), selain itu Tuhan (Allah) juga sangat pencemburu. Ya, saya tau bahwa ajaran Islam dan Nasrani berbeda, namun kalau ditarik dari sini bisa jadi orang Nasrani menyimpulkan bahwa Tuhan (Allah) versi orang Islam tidak memiliki Kasih, makanya mereka tidak mau mengakui kalau Allah-nya orang Islam "Maha" Pengasih.
Sosok Tuhan yang pencemburu dan murka, juga angkuh AFAIk bisa ditemukan di Perjanjian lama.

MurkaNya hanya sesaat kasihnya sepanjang masa. Coba lihat kehidupan anda sehari hari, lebih banyak sengsara atau lebih banyak dalam damai? Bahkan penjahat saja tidak kena azab kan?
Melihat betapa anak-anak yang (katanya) gak berdosa banyak yang menderita, kadang bahkan derita yang bahkan sulit ditanggung orang dewasa, sulit melihat Tuhan sebagai sosok penuh kasih.

For me? Derita atau bahagia itu adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri, bukan sesuatu pemberian dari luar.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 05, 2014, 03:19:35 AM
Kutip
Melihat betapa anak-anak yang (katanya) gak berdosa banyak yang menderita, kadang bahkan derita yang bahkan sulit ditanggung orang dewasa, sulit melihat Tuhan sebagai sosok penuh kasih.

For me? Derita atau bahagia itu adalah sesuatu yang berasal dari dalam diri, bukan sesuatu pemberian dari luar.

Dunia bukan tujuan tapi hanya tempat singgah sementara. Orang yang buta, bisa jadi lebih mudah masuk surga karena tidak melihat hal hal yang membuat dia lebih mudah berbuat jahat. Kalau kita berfikir dunia adalah sebagai tujuan, tentu kita akan melihat Tuhan tidak adil, akan tetapi dunia hanyalah sarana untuk menguji. Jika berkuasa, siapa yang lebih dekat kepara perbuatan baik dan adil, dan untuk menguji, siapa yang bersabar dan bersyukur.

Manusia takut kepada kematian, mereka takut jika setelah mati mereka tidak akan ada lagi, itu sebabnya ada orang yang percaya kepada reinkarnasi, karena secara naluri manusia sudah di program untuk menginginkan hidup abadi. Kalaupun anda tidak meyakini surga itu ada, tetap saja naluri anda akan memaksa anda untuk meyakini bahwa anda akan hidup abadi. Tapi perlu anda ketahui, belum tentu surga itu tidak ada.

Dengan mengimani surga itu ada barulah tubuh kita akan merasa tenang, mulai tidak mementingkan diri sendiri lagi, baru mulai mau diajak berdamai dengan orang lain, dan baru mudah untuk mendahulukan orang lain. Tapi pada saat seorang manusia meyakini hidupnya hanya untuk sekarang saja, mulailah tubuhnya tidak bisa dikendalikan, secara tidak sadar dia mulai menjadi egois, karena tubuhnya kehilangan tujuan utamanya, yaitu kehidupan abadi yang indah. Sejauh pengalaman saya sih begitu.

Tarolah surga tidak ada, saya akan tetap menceramahkan bahwa surga itu ada, supaya orang lain tetap berbuat baik, supaya orang lain mau bersabar, dan supaya orang lain memperlakuan orang lain dengan baik. Karena kita punya naluri yang tidak bisa kita kendalikan. Naluri yang akan menghalalkan segala cara apa saja untuk bertahan hidup.

Cobalah mulai dari sekarang anda untuk mencoba mencari massa pendukung, coba anda pikirkan bagaimana caranya supaya massa anda tidak memberikan nama yang buruk saat anda memimpin mereka. Anda tidak akan bisa mengendalikan massa kecuali dengan agama. Saat agama dihapus, massa akan berbalik menyerang anda karena tiap tiap manusia itu mengharatkan untuk memimpin orang lain. Stalin saja dikeroyok massa kan? (Eh siapa ya yang digantung sama pacarnya itu?)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 05, 2014, 01:45:27 PM
Dunia bukan tujuan tapi hanya tempat singgah sementara. Orang yang buta, bisa jadi lebih mudah masuk surga karena tidak melihat hal hal yang membuat dia lebih mudah berbuat jahat.
Dan orang mati sejak bayi tidak akan berbuat jahat, begitu?

Kalau kita berfikir dunia adalah sebagai tujuan, tentu kita akan melihat Tuhan tidak adil, akan tetapi dunia hanyalah sarana untuk menguji. Jika berkuasa, siapa yang lebih dekat kepara perbuatan baik dan adil, dan untuk menguji, siapa yang bersabar dan bersyukur.
Jika menolerir ketidakadilan cuma dengan dalih 'entar toh dibalas di akherat', maka rasa keadilan kita akan benar-benar tumpul.

Manusia takut kepada kematian, mereka takut jika setelah mati mereka tidak akan ada lagi, itu sebabnya ada orang yang percaya kepada reinkarnasi, karena secara naluri manusia sudah di program untuk menginginkan hidup abadi. Kalaupun anda tidak meyakini surga itu ada, tetap saja naluri anda akan memaksa anda untuk meyakini bahwa anda akan hidup abadi. Tapi perlu anda ketahui, belum tentu surga itu tidak ada.
Hidup abadi?
Itu akan jadi hal yang mengerikan.
Bahkan bayangan hidup di surga dengan segala kesenangan tak terbatas pun terasa cukup mengerikan.
Yang terlahir ya akan mati.
Kalau takut mati, berarti gak berani hidup.
Karena mati adalah konsekuensi wajar dari hidup.

Dengan mengimani surga itu ada barulah tubuh kita akan merasa tenang, mulai tidak mementingkan diri sendiri lagi, baru mulai mau diajak berdamai dengan orang lain, dan baru mudah untuk mendahulukan orang lain. Tapi pada saat seorang manusia meyakini hidupnya hanya untuk sekarang saja, mulailah tubuhnya tidak bisa dikendalikan, secara tidak sadar dia mulai menjadi egois, karena tubuhnya kehilangan tujuan utamanya, yaitu kehidupan abadi yang indah. Sejauh pengalaman saya sih begitu.
Tidak perlu percaya surga untuk melakukan segala kebajikan dan menjauhi segala kejahatan. Ada perbedaan antara tidak menerima konsep surga kekal dengan menjadi hedonis.

Tarolah surga tidak ada, saya akan tetap menceramahkan bahwa surga itu ada, supaya orang lain tetap berbuat baik, supaya orang lain mau bersabar, dan supaya orang lain memperlakuan orang lain dengan baik. Karena kita punya naluri yang tidak bisa kita kendalikan. Naluri yang akan menghalalkan segala cara apa saja untuk bertahan hidup.
Taruhlah surga ada, kenapa itu mesti alam pemenuhan keinginan yang kekal?
Anda menjalani hidup tanpa kemarahan, tanpa kebencian, dan mengantikannya dengna cinta kasih apda semua yang lain, anda sedang hidup di surga.

Cobalah mulai dari sekarang anda untuk mencoba mencari massa pendukung, coba anda pikirkan bagaimana caranya supaya massa anda tidak memberikan nama yang buruk saat anda memimpin mereka.
Tak tertarik pada kekuasaan maupun nama, itu cuma akan jadi candu dan beban.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 05, 2014, 02:01:58 PM
Kutip
Tidak perlu percaya surga untuk melakukan segala kebajikan dan menjauhi segala kejahatan. Ada perbedaan antara tidak menerima konsep surga kekal dengan menjadi hedonis.

Tapi menakut nakuti orang lain adanya neraka bisa menjadi jalan singkat untuk memaksa orang lain berbuat baik. Anda belum bisa melihat garis besarnya ya?

Kutip
Tak tertarik pada kekuasaan maupun nama, itu cuma akan jadi candu dan beban.

Kalau anda adalah guru dan mempunyai murid, bagaimana cara anda membuat murid anda menjadi baik supaya anda tidak dipecat dari menjadi guru? Mari kita mulai berandai andai. Percayalah, surga dan neraka adalah kunci untuk membuat orang orang menjalani hidup dengan baik.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 06, 2014, 03:46:45 AM
Tapi menakut nakuti orang lain adanya neraka bisa menjadi jalan singkat untuk memaksa orang lain berbuat baik. Anda belum bisa melihat garis besarnya ya?
Ada analogi begini.
Seorang ibu menakuti anaknya, untuk tidak berkeliaran di luar saat malam karena banyak setan yang akan memakan dirinya. Si anak tumbuh dengan kepercayaan semacam itu, hingga bahkan saat ia dewasa pun ia tetap tak berani keluar malam (bahkan meski untuk urusan penting). Sampai-sampai si ibu harus memberi 'jimat' yang dikatakan akan melindungi si anak.

Kalau anda adalah guru dan mempunyai murid, bagaimana cara anda membuat murid anda menjadi baik supaya anda tidak dipecat dari menjadi guru? Mari kita mulai berandai andai. Percayalah, surga dan neraka adalah kunci untuk membuat orang orang menjalani hidup dengan baik.
Apakah untuk menjadi guru yang baik harus memanfaatkan kekuasaan? Itu hanya akan menjadikan diri otoriter dan mengajarkan hal yang sama pada murid. Untuk membuat murid menjadi baik, cara terbaik adalah membuat mereka paham mengapa mereka harus berbuat baik dan melakukan hal-hal baik. Bukan dengan segala ancaman hukuman.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 06, 2014, 07:23:40 AM
Saya tetap akan mengajarkan apa yang biasa diajarkan oleh Musa, Yesus dan Muhammad, karena saya lihat ajaran tersebut sudah meminimalisir kerugian dari ajaran ajaran yang anda analogikan.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Fariz Abdullah pada November 06, 2014, 01:38:29 PM
Konsep surga dan neraka dari perspektif keadilan sebenarnya logis. Agar adil, maka yang jahat dihukum dan yang baik diberi hadiah. Yang tidak logis adalah ketika hadiah fisik dan hukuman fisik dijadikan sebagai pedoman untuk bertindak. Itu hanya untuk anak kecil. Bahkan carrot and stick hanya untuk keledai.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 07, 2014, 03:28:00 AM
Saya tetap akan mengajarkan apa yang biasa diajarkan oleh Musa, Yesus dan Muhammad, karena saya lihat ajaran tersebut sudah meminimalisir kerugian dari ajaran ajaran yang anda analogikan.
Apa yang ingin anda percaya, apa yang ingin anda jalankan, selama itu membuat anda jadi lebih baik, silakan saja dijalani. Karena itu adalah hak mendasar semua manusia :)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 08, 2014, 09:48:01 AM
ikhlas itu intuitif. dan perhitungan itu logis. keduanya sama2 bagus dan saling mengisi. bagus kalau manusia berbuat baik bukan karena mengharap pahala dan surga. meski tidak percaya ternyata masih berbuat baik juga. bagus juga kalau manusia tidak berbuat jahat bukan karena takut dosa dan neraka. meski tidak percaya ternyata berbuat jahat tetap dihindari.

tapi saya percaya manusia bisa memuji-muji Tuhannya dalam keadaan ikhlas dan perhitungan di saat yang sama. berdoa karena ingin dapet pahala. masuk surga, dan ingin agar rumah anda dijauhi roh jahat, disaat sama juga berdoa hanya karena Tuhan itu aja tanpa mengharap apapun, dan anda bisa menjiwai keduanya secara bersamaan. A maksudnya B dan B maksudnya A itu tidak selamanya buruk. mungkin orang dengan jiwa spiritual dan moral yang kuat bisa memahami ini.

ANALOGI :

aku ikhlas mencintaimu apa adanya

Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 10, 2014, 03:21:56 PM
ANALOGI :

aku ikhlas mencintaimu apa adanya

Analogy Backfire: Tapi kalau menurutku ternyata kamu tidak mencintaiku ya aku move-on saja.

Mungkin inilah alasan kenapa orang-orang menjadi murtad. Karena mereka merasa keinginan atau bahkan kebutuhan mereka tak pernah dikabulkan meskipun sudah berdo'a dan berusaha semaksimal mungkin.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: nʇǝʌ∀ pada November 12, 2014, 02:08:55 AM
ikhlas itu intuitif. dan perhitungan itu logis. keduanya sama2 bagus dan saling mengisi. bagus kalau manusia berbuat baik bukan karena mengharap pahala dan surga. meski tidak percaya ternyata masih berbuat baik juga. bagus juga kalau manusia tidak berbuat jahat bukan karena takut dosa dan neraka. meski tidak percaya ternyata berbuat jahat tetap dihindari.

tapi saya percaya manusia bisa memuji-muji Tuhannya dalam keadaan ikhlas dan perhitungan di saat yang sama. berdoa karena ingin dapet pahala. masuk surga, dan ingin agar rumah anda dijauhi roh jahat, disaat sama juga berdoa hanya karena Tuhan itu aja tanpa mengharap apapun, dan anda bisa menjiwai keduanya secara bersamaan. A maksudnya B dan B maksudnya A itu tidak selamanya buruk. mungkin orang dengan jiwa spiritual dan moral yang kuat bisa memahami ini.

ANALOGI :

aku ikhlas mencintaimu apa adanya



menurut saya, jadi ketika kita bilang cinta apa adanya bukan berarti bohong meskipun dalam mencintai tetap ada perhitungan.
jadi yang salah itu terlalu intuitif dan terlalu logis. terlau intuitif membuat kita gampang diperdaya. terlau logis menjadikan kita tidak tulus dalam menolong.

alasan untuk meninggalkan keyakinan yang paling besar justru bukan karena keharusan untuk ikhlas. melainkan karena keharusan untuk ikhlas tanpa perhitungan sama sekali di setiap aspek kehidupan DAN JUGA karena mengetahui bahwa keyakinan kita memang kejam, membodoh-bodohi, serba kontradiktif, banyak standar ganda, dan ada pengkultusan terhadap sosok yang nggak bener.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2014, 02:19:10 AM
Untuk ikhlas dibutuhkan kebijaksanaan dan pengalaman  yang sangat mendalam. Intinya, dibutuhkan pengetahuan untuk menjadi ikhlas, padahal itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Saya sekarang lebih fokus kepada bagaimana cara membuat orang menjadi baik, dengan menghalalkan berbagai cara.

Salah satu cara yang saya lihat sangat ampuh hanyalah dengan surga dan neraka.

Kutip
25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku."
30. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
Kutip
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
6. orang-orang yang berbuat riya [1604],
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna [1605].
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 12, 2014, 12:07:37 PM
Segala cara?
Itu gak bikin orang menjadi benar-benar baik, hanya pura-pura baik.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 12, 2014, 01:59:31 PM
Segala cara?
Itu gak bikin orang menjadi benar-benar baik, hanya pura-pura baik.

Yep. Yang dalam Islam dikenal dengan istilah orang munafik. Pura-pura ikut hukum Islam padahal hatinya menyangkal agar ia bisa aman. Tapi menurut saya apa yang dilakukan oleh orang-orang munafik itu wajar. Bayangkan kalau jadi orang non-Islam tinggal di negeri Islam, kalau nggak mau masuk Islam disuruh bayar denda tiap bulan. Kalau orang nggak mampu kan susah tuh. Akhirnya banyak yang jadi orang munafik tersebut. Dan saya sendiri merasa kalau dalam pandangan Islam saya sudah jadi orang munafik.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: ytridyrevsielixetuls pada November 12, 2014, 06:34:12 PM
bukan, maksudnya Farabi itu dia menghalalkan segala cara sebagai pendakwah bukan pengikut. jadi si Farabi bermaksud membrainwash orang dengan segala cara supaya mereka baik. jadi mereka bukan pura-pura baik. mereka beneran baik. hanya saja baiknya karena hasil cuci otak.
cuma sekarang masalahnya si Farabi ini benar2 meyakini agamanya sebagai agama yg baik atau cuma menggunakan agama saja? lantas kalau yang dicuci otaknya baik bagaimana dengan yang mencuci otaknya? bukannya pencucian otak malah membuat pengikut lebih baik daripada pendakwah?


PS: jadi teringat peristiwa 2 tahun lalu waktu... soal alter ego dan gangguan jin.
NOSTALGIA
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2014, 11:30:03 PM
bukan, maksudnya Farabi itu dia menghalalkan segala cara sebagai pendakwah bukan pengikut. jadi si Farabi bermaksud membrainwash orang dengan segala cara supaya mereka baik. jadi mereka bukan pura-pura baik. mereka beneran baik. hanya saja baiknya karena hasil cuci otak.
cuma sekarang masalahnya si Farabi ini benar2 meyakini agamanya sebagai agama yg baik atau cuma menggunakan agama saja? lantas kalau yang dicuci otaknya baik bagaimana dengan yang mencuci otaknya? bukannya pencucian otak malah membuat pengikut lebih baik daripada pendakwah?


PS: jadi teringat peristiwa 2 tahun lalu waktu... soal alter ego dan gangguan jin.
NOSTALGIA

Betul, yang anda fikirkan itu tepat, anda ternyata bisa memahaminya. Masalahnya, saya sebagai si pendakwah, berfikir bahwa Tuhan itu mungkin benar benar tidak ada dan saya hanya menggunakan agama untuk mencapai tujuan saya supaya orang orang memperlakukan saya dengan baik. Saya juga terfikirkan kesitu.

Hanya saja kalau saya ilhat musolini(atau stalin ya?) yang digantung bersama dengan pacarnya, saya jujur saja, ngeri kalau mau mencuci otak para agamawan, karena kalau saya sampai tidak sesuai dengan apa yang saya dakwahkan, saya akan dituduh munafik dan dimusuhi orang. Contoh, saya seorang pencuri, tapi saya mendakwahkan jangan mencuri, para pencuri pasti akan sangat anti pati kepada saya karena mereka tahu persis saya adalah seorang pencuri. Misalkan begitu. Dan pada satu titik, para agamawan pun pasti akan muak terhadap apa yang saya dakwahkan kalau saya tidak sesuai seperti apa yang saya dakwahkan.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2014, 11:42:28 PM
Segala cara?
Itu gak bikin orang menjadi benar-benar baik, hanya pura-pura baik.

Menjadi munafik itu disebabkan oleh tekanan yang menimbulkan keterpaksaan, sedangkan rasa takut kepada tuhan tidak menimbulkan tekanan, karena tuhan toh tidak akan memarahi anda kalau anda tidak mau ikut. Tapi rasa takut kepada tuhan bisa menimbulkan keadilan, kasih dan kesetiaan. Disuruh membuhun orang saja atas nama tuhan orang orang mau, tentu kalau disuruh merawat fakir miskin lebih mudah lagi.

Kalau anda tuhan, iya benar anda akan melihat orang orang begitu munafik dan penjilat, tapi dari sudut pandang manusia, mereka adalah orang orang ikhlas karena anda tidak dimintai balas jasa.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 12, 2014, 11:46:47 PM
Ini akan menimbulkan keihlasan dalam kesabaran dalam jangka panjang.

Kutip
[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri229, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
[3:136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 13, 2014, 01:13:29 AM
Menjadi munafik itu disebabkan oleh tekanan yang menimbulkan keterpaksaan, sedangkan rasa takut kepada tuhan tidak menimbulkan tekanan, karena tuhan toh tidak akan memarahi anda kalau anda tidak mau ikut. Tapi rasa takut kepada tuhan bisa menimbulkan keadilan, kasih dan kesetiaan. Disuruh membuhun orang saja atas nama tuhan orang orang mau, tentu kalau disuruh merawat fakir miskin lebih mudah lagi.

Kalau anda tuhan, iya benar anda akan melihat orang orang begitu munafik dan penjilat, tapi dari sudut pandang manusia, mereka adalah orang orang ikhlas karena anda tidak dimintai balas jasa.
Tuhan tidak akan memarahi, tapi akan menghukum dalam neraka abadi - yang sulit dikatakan sebanding dengan kesalahan yang dilakukan. Gak ada tekanan? Bercanda? Tekanan dimarahi masih gak ada apa-apanya!

Dan sori, biar Tuhan yang suruh, gak sudi melenyapkan nyawa orang lain. Karena jika itu terjadi, Tuhan macam itu gak patut dipercayai dan disembah!
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 13, 2014, 02:00:58 AM
Tuhan tidak akan memarahi, tapi akan menghukum dalam neraka abadi - yang sulit dikatakan sebanding dengan kesalahan yang dilakukan. Gak ada tekanan? Bercanda? Tekanan dimarahi masih gak ada apa-apanya!

Dan sori, biar Tuhan yang suruh, gak sudi melenyapkan nyawa orang lain. Karena jika itu terjadi, Tuhan macam itu gak patut dipercayai dan disembah!

Tuhan tidak menyuruh pada perbuatan keji. Tapi tentu saja, tuhan memberikan kebebasan pada anda untuk memilih. Dan saya percaya tuhan akan mengadili kita seadil adilnya dimana kita tidak akan dirugikan sedikitpun. Jadi, selamat menikmati kebebasan dari tuhan. Anda punya waktu yang cukup banyak untuk memikirkan segala sesuatu.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 13, 2014, 10:57:00 AM
Tuhan tidak menyuruh pada perbuatan keji. Tapi tentu saja, tuhan memberikan kebebasan pada anda untuk memilih. Dan saya percaya tuhan akan mengadili kita seadil adilnya dimana kita tidak akan dirugikan sedikitpun. Jadi, selamat menikmati kebebasan dari tuhan. Anda punya waktu yang cukup banyak untuk memikirkan segala sesuatu.
Tidak akan dirugikan?
Bukannya menurut iman kristen, yang tidak beriman pada Yesus otomatis masuk neraka?
Demikian bagi muslim, yang dinilai itu Islamnya.

Lagian, sejak kapan neraka abadi itu adil?
Bahkan surga abadi pun gak adil.

Kebebasan?
Katakan itu pada yang bahkan gak punya kesempatan.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 14, 2014, 07:56:48 AM
Saya tidak tahu harus menjawab apa, masalah surga dan neraka adalah hak mutlak Tuhan, saya tidak bisa memastikan. Dia melakukan apa yang dia kehendaki.

Tapi kalau anda bertanya kepada saya, bagaimana cara masuk surga, maka jawabannya, dengan menjauhi kejahatan. Setelah itu, maka urusannya terserah pada tuhan.
Kutip
80. Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"
81. (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
hal ini sejalan dengan ajaran kristen
Kutip
Matius 7:15-23 HAL PENGAJARAN SESAT
7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Kutip
2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan 1 ? n  Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? 2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan o  sehari-hari, 2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? p  2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati 2
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 14, 2014, 11:50:48 AM
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”(Mrk 16:16-18)

Lalu, dari tanda-tanda yang disertai, anda sudah memiliki tanda yang mana?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 15, 2014, 12:09:57 AM
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”(Mrk 16:16-18)

Lalu, dari tanda-tanda yang disertai, anda sudah memiliki tanda yang mana?

Tidak saya tidak punya tanda tanda seperti itu.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 15, 2014, 01:12:33 AM
Tidak saya tidak punya tanda tanda seperti itu.
Dan sudah pasti, anda tak mampu memindahkan gunung  bukan?
Berarti anda tak punya iman barang sebesar biji sesawi.
Anda termasuk golongan yang tak percaya, anda akan dihukum... :)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 15, 2014, 05:26:50 AM
Dan sudah pasti, anda tak mampu memindahkan gunung  bukan?
Berarti anda tak punya iman barang sebesar biji sesawi.
Anda termasuk golongan yang tak percaya, anda akan dihukum... :)
Mungkin. Kita lihat saja setelah kita mati. Saya tidak bisa memastikan hal tersebut. yangbisa kita lakukan hanyalah berusaha
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 15, 2014, 02:18:59 PM
Mungkin. Kita lihat saja setelah kita mati. Saya tidak bisa memastikan hal tersebut. yangbisa kita lakukan hanyalah berusaha
Berharap saja yang terbaik.
Farabi masuk surga, Pi-One masuk Merry Land   :-[
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 15, 2014, 03:09:25 PM
Berharap saja yang terbaik.
Farabi masuk surga, Pi-One masuk Merry Land   :-[

Ummm... What is Merry Land?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 16, 2014, 01:41:51 AM
Ummm... What is Merry Land?
My lovely paradise...
Since I have no interest in your version of paradise...
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 16, 2014, 09:36:07 AM
Ngomong ngomong masalah surga, yang ingin saya dapatkan adalah, sebuah alam semesta sendiri untuk saya dijadikan mainan, mungkin saya akan menjadi penguasanya di alam semesta tersebut. ;D ini surga yang saya damba dambakan. Dimana saya paham bagaimana cara membuat sebuah alam semesta dari ketiadaan. Kira kira seandainya saya masuk surga, saya minta yang seperti itu bisa tidak ya.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada November 16, 2014, 01:02:15 PM
My lovely paradise...
Since I have no interest in your version of paradise...

Do you even know what is my version of paradise?

Ngomong ngomong masalah surga, yang ingin saya dapatkan adalah, sebuah alam semesta sendiri untuk saya dijadikan mainan, mungkin saya akan menjadi penguasanya di alam semesta tersebut. ;D ini surga yang saya damba dambakan. Dimana saya paham bagaimana cara membuat sebuah alam semesta dari ketiadaan. Kira kira seandainya saya masuk surga, saya minta yang seperti itu bisa tidak ya.

Paling-paling Anda dilempar ke neraka karena dianggap ingin mencoba menjadi Tuhan. Tuhan agama samawi kan tipenya gitu, suka nggak terimaan. Dalam agama Islam, cuma nggambar hewan atau manusia aja udah dianggap berusaha menyaingi ciptaan Tuhan kok. Tuhan pencemburu berat.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 16, 2014, 09:58:08 PM
Saya rasa seandainya saya minta seperti itu dan dikabulkan, Tuhan jauh lebih cerdas lagi dan dengan mudah bisa melenyapkan saya hanya dalam hitungan pecahan detik.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Pi-One pada November 17, 2014, 02:03:22 AM
Do you even know what is my version of paradise?
What I know is it should be different from mine.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: ssdestroyer pada November 17, 2014, 11:50:22 AM
ternyata ada juga yang seperti ini  :D
ikhlaslah gan kan sudah hakikat manusia untuk menyembah Tuhan :)
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: mhyworld pada November 27, 2014, 08:40:49 AM
Ngomong ngomong masalah surga, yang ingin saya dapatkan adalah, sebuah alam semesta sendiri untuk saya dijadikan mainan, mungkin saya akan menjadi penguasanya di alam semesta tersebut. ;D ini surga yang saya damba dambakan. Dimana saya paham bagaimana cara membuat sebuah alam semesta dari ketiadaan. Kira kira seandainya saya masuk surga, saya minta yang seperti itu bisa tidak ya.
alam semesta yg anda inginkan yg masih sederhana seperti sebelum mendukung kehidupan atau yg sudah diisi organisme kompleks, atau bahkan yg telah mengembangkan teknologi yg lebih maju daripada manusia modern?
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: Farabi pada November 27, 2014, 12:35:05 PM
alam semesta yg anda inginkan yg masih sederhana seperti sebelum mendukung kehidupan atau yg sudah diisi organisme kompleks, atau bahkan yg telah mengembangkan teknologi yg lebih maju daripada manusia modern?
saya tidak terfikirkan kesana. saya hanya ingin memahami cara kerja kehidupan.
Judul: Re:ikhlas g ya ibadah kita????
Ditulis oleh: mhyworld pada Desember 01, 2014, 02:23:21 AM
...
ikhlaslah gan kan sudah hakikat manusia untuk menyembah Tuhan :)

Kalimat di atas kok gak nyambung ya?
Kalau memang benar bahwa hakikat manusia untuk menyembah Tuhan, apakah otomatis semua perbuatan manusia jadi ikhlas? gan?