Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 01, 2022, 05:39:26 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,638
  • Total Topik: 10,395
  • Online today: 50
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 36
Total: 36

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

ikhlas g ya ibadah kita????

Dimulai oleh utusan langit, September 25, 2008, 06:39:08 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Farabi

Kutip dari: Sandy_dkk pada Oktober 09, 2014, 05:00:30 PM
ikhlash itu definisinya apa?
jangan sampai kita membicarakan sesuatu tanpa diketahui bersama dulu definisinya.

apakah mengharap pahala tidak termasuk ikhlash? apa batasan sesuatu bisa disebut ikhlash atau tidak ikhlash? jika ada definisi, pastinya akan jelas batas2nya.

Menurut saya yang lebih penting adalah dampak dari apa yang kita katakan terhadap orang lain.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

Kutip dari: Farabi pada Oktober 09, 2014, 04:16:46 PM
Tidak ikhlas saat berbuat baik kepada sesama manusia boleh, asal minta balasannya kepada Tuhan. Jadi berbuat baik karena mengharap pahala itu baik.
Bukannya lebih baik jika berbuat baik tanpa mengharap apa-apa?
Minimal mengharap kebaikan kita membuat orang lain jadi bahagia.

Farabi

Kutip dari: Pi-One pada Oktober 14, 2014, 09:50:11 AM
Bukannya lebih baik jika berbuat baik tanpa mengharap apa-apa?
Minimal mengharap kebaikan kita membuat orang lain jadi bahagia.

Susah, itu hanya untuk orang orang bijak. Untuk orang biasa lebih baik berharap Allah akan membalas di akhirat nanti.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Sandy_dkk

kalo bekerja dengan baik dan benar tu termasuk ikhlash gk? dengan gaji yang diterima tiap bulan untuk nafkah anak bini.

Farabi

#19
Kutip dari: Sandy_dkk pada Oktober 18, 2014, 06:39:56 AM
kalo bekerja dengan baik dan benar tu termasuk ikhlash gk? dengan gaji yang diterima tiap bulan untuk nafkah anak bini.

Kejarlah akhirat tapi jangan melupakan dunia. Allah memperhitungkan segala sesuatu, dan tiap tiap orang akan dibalas dengan sempurna mengenai apa apa yang dia usahakan.

Kalau niatnya untuk berjihad(berjuang) dijalan Allah, untuk menafkahi anak dan istri, insyaallah biarpun bekerja untuk dapat gaji masuk dalam kategori perbuatan baik. Bahkan dagang dengan mengambil keuntungan besarpun kalau niatnya untuk Allah kemudian memberikan makan fakir miskin maka itu akan menjamin masuk syurga baik sembunyi sembunyi ataupun terang terangan. Akan tetapi kalau bekerja hanya untuk berbuat jahat, baik keuntungan sedikit, digaji atau tidak maka balasannya neraka.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

mhyworld

Kutip dari: Farabi pada Oktober 18, 2014, 11:24:19 AM
Kejarlah akhirat tapi jangan melupakan dunia. Allah memperhitungkan segala sesuatu, dan tiap tiap orang akan dibalas dengan sempurna mengenai apa apa yang dia usahakan.

Kalau niatnya untuk berjihad(berjuang) dijalan Allah, untuk menafkahi anak dan istri, insyaallah biarpun bekerja untuk dapat gaji masuk dalam kategori perbuatan baik. Bahkan dagang dengan mengambil keuntungan besarpun kalau niatnya untuk Allah kemudian memberikan makan fakir miskin maka itu akan menjamin masuk syurga baik sembunyi sembunyi ataupun terang terangan. Akan tetapi kalau bekerja hanya untuk berbuat jahat, baik keuntungan sedikit, digaji atau tidak maka balasannya neraka.
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.
once we have eternity, everything else can wait

Sandy_dkk

Kutip dari: mhyworld pada Oktober 21, 2014, 08:30:24 AM
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.

tak ada alat untuk membuktikan dan menjamin ada atau tidaknya negeri akhirat seperti yang diyakini kaum theis tertentu. logika terikat unsur waktu yang terangkum dalam [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.], sementara sains bahkan masih berasumsi dalam penentuan acuan diam mutlak dan segala acuan acuan lainnya. keberadaan negeri akhir secara ilmiah hanya akan terbukti saat kita telah memasuki waktu yang terdefinisi sebagai hari akhir tsb.

saat ini, hal yang bisa kita lakukan adalah [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].

Pi-One

Kutip dari: Farabi pada Oktober 18, 2014, 02:04:11 AM
Susah, itu hanya untuk orang orang bijak. Untuk orang biasa lebih baik berharap Allah akan membalas di akhirat nanti.
Emangnya orang yang punya perasaan simpati itu orang bijak?
Masak mau kalah dengan non-theis yang baik hati?

mhyworld

Kutip dari: Sandy_dkk pada Oktober 21, 2014, 10:25:31 AM
tak ada alat untuk membuktikan dan menjamin ada atau tidaknya negeri akhirat seperti yang diyakini kaum theis tertentu. logika terikat unsur waktu yang terangkum dalam [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.], sementara sains bahkan masih berasumsi dalam penentuan acuan diam mutlak dan segala acuan acuan lainnya. keberadaan negeri akhir secara ilmiah hanya akan terbukti saat kita telah memasuki waktu yang terdefinisi sebagai hari akhir tsb.

saat ini, hal yang bisa kita lakukan adalah [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].

Pertaruhan baru bisa dianggap cerdas jika risikonya terkuantisasi, yaitu perkalian antara severity dan probabilitynya. Mengingat ada ribuan agama dan kepercayaan yg sama2 tidak terbukti, tentunya peluang untuk memilih yg benar menjadi sangat kecil. Bagaimana kalau kesalahan dalam memilih, hukumannya tak terhingga?
once we have eternity, everything else can wait


Monox D. I-Fly

Kutip dari: Sandy_dkk pada Oktober 24, 2014, 05:49:33 AM
maka uji kelurusan ajaran tsb.

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Sudah saya baca, dan menarik juga. Sepertinya saya berminat untuk register ke forum tersebut. :)
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Farabi

Kutip dari: mhyworld pada Oktober 21, 2014, 08:30:24 AM
Siapa yg bisa menjamin? Ada tidaknya surga saja belum terbukti.

Bukan masalah ada atau tidaknya surga, tapi efek dari apa yang kita katakan terhadap orang lain. Kira kira anda mengerti tidak?  ;)
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

Kutip dari: Pi-One pada Oktober 21, 2014, 10:34:25 PM
Emangnya orang yang punya perasaan simpati itu orang bijak?
Masak mau kalah dengan non-theis yang baik hati?

Bukan itu yang penting, yang penting itu, orang orang menjadi baik saat mendengar perkataan kita. Kira kira paham tidak?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

Jadi apakah memberi dengan mengharapkan balasan dari Allah masuk kategori ikhlas?

Kalau dari sudut pandang Tuhan, tentu anda tidak ikhlas karena anda memohon balasan kepada Tuhan, tapi, Kalau dari sudut pandang manusia, itu masuk kategori ikhlas karena anda tidak meminta balas jasa kepada orang yang anda minta. Karena kita membicarakan masalah surga dan neraka, dalam iman islam ini adalah persyaratan masuk surga

Kutip
37. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
39. Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa mema'afkan dan berbuat baik [1346] maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
41. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya,tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

Hal tersebut senada dengan ajaran kristen.
Kutip
22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu 5 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. j  22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia 6  seperti dirimu sendiri. k  22:40 Pada kedua hukum inilah l  tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Dengan definisi kasih

Kutip
1 Korintus 13:4-8

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
13:6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
13:7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap..

Jadi memberi dengan harapan akan mendapatkan balasan kepada Allah di hari penghakiman adalah baik, dan dari sudut pandang manusia masuk dalam definisi ikhlas.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Pi-One

13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
13:5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Berarti Tuhan itu tidak memiliki Kasih?
Karena ia menyimpan kesalahan orang lain agar bisa mengingatnya untuk menentukan seseorang masuk surga atau neraka...