Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 01, 2021, 04:33:23 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 31
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW  (Dibaca 59208 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #15 pada: April 25, 2009, 06:17:30 AM »
sekarang ada koq kendaraan buraq sudah banyak dipake orang namanya "Buraq Airlines" :P sory OOT

oke kembali ke topik, seperti yang telah saya bilang sebelumnya bahwa peristiwa Isra Mi'raj ini setidaknya belum bisa dijelaskan secara ilmiah dengan pengetahuan kita saat ini. bagaimana mungkin bisa dijelaskan secara ilmiah sebuah kendaraan yang bergerak jauh lebih besar dengan kecepatan cahaya. energi dari mana? rekasi nuklir terkuat yang pernah diketahui manusiapun tak akan sanggup untuk menggerakan objek dengan kecepatan sebegitu tingginya. lalu bagaimana manusia biasa bisa sanggup mengalami percepatan yang begitu luar biasanya? materi apa yang bisa bertahan dengan gesekan udara di atmosfer dengan kecepatan sebegitu tinggi? ilmu pengetahuan kita belum sanggup untuk menjelaskan semua ini. Namun secara teori hal ini mungkin saja dilakukan, jika kondisi-kondisi yang saya sebutkan itu telah tersedia.

begini syarat-syaratnya; harus ada sebuah kendaraan(katakanlah sebuah pesawat) yang memiliki bahan tahan panas dimana bisa bertahan pada suhu puluhan juta kelvin. bahan tersebut harus ringan tapi sangat kuat menahan tekanan lebih dari jutaan atm. mesin pesawat tersebut harus bisa menghasilkan energi beberapa kali energi yang dipancarkan matahari seumur hidupnya tanpa menghasilkan panas. karena jika menghasilkan panas bayangkan manusia di ruang kabin pasti langsung menguap. energi tersebut harus tersedia sepanjang perjalanan tanpa harus berhenti untuk "mengisi bahan bakar". dalam ruang kabin harus tersedia alat "penghela kejut" dengan percepatan yang luar biasa (mungkin lebih dari 10juta G) yang langsung beraksi saat pesawat mulai bergerak secara otomatis, agar sang pilot tidak merasakan tekanan akibat percepatan pesawat. dan pesawat tersebut secara otomatis menuju ke tempat tujuan dan kembali dengan selamat.

ini hanya perkiraan saja coba lihat attachment, seberapa jauh jarak yang ditempuh Nabi saat ber-Isra' Mi'raj.

Science fiction? mungkin berdasarkan pengetahuan manusia saat ini, iya. namun itu benar-benar terjadi 14 abad silam. Allah SWT pencipta seluruh alam semesta, bagiNya tidak ada yang tidak mungkin. saat ada seorang ilmuan mengatakan suatu hal tidak mungkin terjadi maka dia telah membatasi pemikirannya di dalam kotak.

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #16 pada: April 25, 2009, 09:32:56 AM »
darimana anda tau bahwa burak itu gaib? tolong saya dijelaskan?... trims sebelumnya kk UL...

saya nggak bilang burok itu gaib!
tapi seingat saya burok itu ghaib, seingat saya waktu ngaji dulu!

Offline pk3dot

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 10
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #17 pada: April 25, 2009, 05:47:47 PM »
ya gampangya ni ya, kl sekarang kecepatan cahaya kan masih yang paling cepat. jadi buroq tu sebuah kendaraan yang mempunyai kecepatan melebihi cahaya. tapi itu bagi manusia tidak mungkin. ya salah satu pemahaman ilmiah isra' mi'raj adalah dengan pendekatan kecepatan cahaya. cz lum da yang melebihi kecepatan cahaya. sehingga kalau di dunia manusia, kendaraan pesawat pasti lebih cepat dari manusia berlari sekencang apapun. sama halnya dengan buroq, kendaran yang digunakan malaikat, pasti lebih cepat dari pada malaikat berlari sekencang apapun. sehingga dari situ dapat kita tarik sebuah kesimpulan kalau jarak yang sangat jauh sekalipun dapat lebih singkat waktu yang ditempuh dengan kendaraan buroq. perlu diketahu ya, kalau kecepatan cahaya itu sebesar 3x108 meter per detik. jadi yang saya tekankan disini pada jaman Rasullulah S.A.W. dengan kecepata segitu kalau dari bumu ke sidratul muntah hanya dengan waktu tidak lebih dari 1 malam, maka wajar. pa lagi cuman dari arab ke indonesia. cuman 1 menit kali...
« Edit Terakhir: April 25, 2009, 05:51:30 PM oleh pk3dot »

Offline syneth d aark

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 35
  • IQ: 2
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #18 pada: Mei 08, 2009, 12:13:21 AM »
bisa koq di jelaskan secara ilmiah...

silahkan baca bukunya agus mustafa yang judulnya terpesona di sidratul muntaha...

dikupas tuntas!

Offline parmin

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 3
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #19 pada: Mei 21, 2009, 12:14:43 PM »
semestinya itu tidak dijadikan perdebatan,apalagi sampai permusuhhan
[

Offline luth

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 698
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #20 pada: Mei 21, 2009, 12:50:04 PM »
klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

soalnya yang saya bingung
berdasarkan teori relativitas einstein,,yang menyangkut paradoks si kembar itu harusnya pas nabi balik kesini itu waktu/zamannya udah lewat/tidak tepat dari pas jaman nabi idup sebelum berangkat,,yah gitulah intiny ???,,iye ga?
saya yakin semuany ud tau  ttg paradoks si kembar yang dibilang einstein?? :)

tapi kali aj ada yg blom, ;D,ni singkatny aj gini..
Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.
sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong

Offline gonzo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 261
  • IQ: -2
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #21 pada: Mei 22, 2009, 09:10:21 AM »
klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

Apakah ada kriteria dari Gaib itu, jaman gini harikan banyak sekali berita berita yg aneh yg terjadi, kadang2 itu bisa saja merupaan sebuah kebohongan, kalau ada berarti kita jadi semakin tidak mudah di bohongi  ;D

 

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #22 pada: Mei 22, 2009, 09:34:57 AM »
thanks attachmentnya bung string... gw baca2 dulu...

silahkan baca bukunya agus mustafa yang judulnya terpesona di sidratul muntaha...

ada pdf nya g?...

klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

soalnya yang saya bingung
berdasarkan teori relativitas einstein,,yang menyangkut paradoks si kembar itu harusnya pas nabi balik kesini itu waktu/zamannya udah lewat/tidak tepat dari pas jaman nabi idup sebelum berangkat,,yah gitulah intiny ???,,iye ga?
saya yakin semuany ud tau  ttg paradoks si kembar yang dibilang einstein?? :)

blum tentu gaib, bro...
mengapa ndak nyambung ama teori relatipitas si einstein? karna benda tsbut begerak melebihi kecepatan cahaya, bukan mendekati... sperti yg dikatakan ama rekan pk3dot n bung string...

jika ada yg bisa bikin teori tentang benda yg begerak melebihi kecepatan cahaya, ada kmungkinan relatipitas si einstein gabisa dipake...

sampai saat ini yg jadi masala masi sama shingga pristiwa tsbut hanya bisa dijangkau oleh kyakinan smata...
« Edit Terakhir: Mei 22, 2009, 09:44:21 AM oleh skuler »
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

Offline syneth d aark

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 35
  • IQ: 2
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #23 pada: Mei 23, 2009, 07:09:21 AM »
@bang skuler...

wah gag ada tuh...

coba deh cari di om google...

atau beli di toko buku gramedia dekat rumah anda...

heheheh...OOT ne...

jadi sales ne...

Offline Alicha

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 120
  • IQ: 16
  • Gender: Wanita
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #24 pada: Mei 23, 2009, 07:23:49 AM »
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab
tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berkesinambungan dan kesatuan yang tidak terpisahkan. Isra’ berarti perjalanan dimalam hari sedang mi’raj adalah tangga alat naik. Peristiwa Isra’ Mi’raj bermula ketika Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. Jibril membangunkan Rasul dan membimbing-nya keluar Masjidil Haram ternyata diluar masjid telah menunggu kendaraan bernama Buraq sebuah kendaraan yang kecepatannya lebih cepat dari kecepatan rambat cahaya dan setiap langkahnya sejauh mata memandang.

Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 - 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.
Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

“Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.
Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.
Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah
mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.

Mandapat Mandat Shalat 5 waktu

Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al - Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.
"Jadilah Orang Yang Berguna Bagi Bangsa Dan Yang Lain

Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #25 pada: Mei 26, 2009, 04:16:37 PM »
Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

ranah filsafati jelas berpihak pd pertanyaan kedua dmana tujuan isra miraj adalah tentang printah solat...
tetapi apa yg salah jika kita bertanya tentang pertanyaan pertama, "bagaimana itu bisa terjadi?"...
dan saya rasa mungkin saja jawabannya bisa menambah kuat keimanan seseorang terhadap keyakinan yang d anutnya... bukan hal negatif, betul?...
dan seterusnya sehingga lengkap sudah 5w dan 1h yang total seutuhnya... dan tdk ada pertanyaan yang mengganggu tidur kawan2 lagi...

apabila pertanyaan k2 dijadikan sekop yang akan menimbun pertanyaan pertama, maka tetap saja pertanyaan pertama tdk akan pernah ada jawabannya... hal itu konsekuensi dari perbuatan menghindari dialektika yang tdk bertanggung jawab sehingga sesuatu masalah yg ada hanya ditinjau secara parsial saja...

apabila kita mau, diskusi tetap bisa berjalan paralel sampai 5w 1h tersebut tercapai...

@ superstring: gw uda baca attachment presentasi lu... disitu dejelasin masala jarak yg amat sangat luar biasa dari langit 1 n langit 7... dijelaskan sedikit jg bahwa yg dikatakan dalam hadist sebagai burak adalah sejenis instrumen yang membawa malaikat n nabi dlm sekejap waktu. apabila isra miraj itu memang benar2 terjadi scara riil-bukan gaib, maka pastinya teknik yang dipakai instrumen tsbut sangat luar biasa sehingga peralatan tsbut dpt melaju melebihi 100.000 kali kecepatan cahaya...

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #26 pada: Mei 26, 2009, 11:26:51 PM »
Jika dibaca secara harfiah, banyak yang bertentangan dengan Hukum Alam (Hukum Tuhan), misalnya kecepatan buraq lebih besar dari kecepatan cahaya, pohon emas, jarak ke surga hanya serkitar 1 hari cahaya . Bagaimana penjelasannya ?
HouwLiong

Offline Alicha

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 120
  • IQ: 16
  • Gender: Wanita
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #27 pada: Mei 27, 2009, 01:23:05 AM »
gk tau ya,tapi kemungkinan untuk menghibur Nabi Muhammad yang sedang sedih(lupa kenapa) diadakan Isra` Mi'raj Nabi Muhammad untuk mengingat Nabi Muhammad.
Itu sih dalam Buku Cerita Nabi2.

Offline humaam dz.

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 128
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #28 pada: Mei 27, 2009, 07:56:12 AM »
itu bisa dijelaskan secara ilmiah.
seperti kata bang SDA. kita lihat dalam buku karangannya Agus Mustofa yang judulnya 'Terpesona di Sidratuul Muntaha'

disitu salah satunya yang terjadi adalah proses annihilasi dimana tubuh nabi muhammad saw. diubah menjadi cahaya sehingga bisa mencapai langit ke tujuh dalam waktu semalam saja, bahkan gak sampe semalam.

proses itu dibantu oleh malaikat jibril yang diutus oleh Allah untuk menemani Nabi Muhammad Saw. Malaikat adalah makhluk yang seluruhnya adalah tercipta dari cahaya.

lalu, untuk kasus buroq adalah kendaraan yang juga dari cahaya yang juga membantu Rasul untuk 'naik' ke atas. soalnya, meskipun sudah diubah menjadi cahaya, tetap saja masih butuh bantuan.

kenapa kok dimulai dari masjidil haram ke masjidil aqsha? kenapa gak ditempat lain saja? jawabnya karena di masjid itu terdapat banyak energi positif.

dan juga ada penjelasan tentang langit yang berlapis 7.

terlalu panjang jika saya jelaskan disini. Mungkin jika bisa lain waktu saja.

atau baca bukunya.

akan ada pengorbanan di setiap mimpi yang kita perjuangkan.

Mtk Kerajaan Mataram

  • Pengunjung
Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
« Jawab #29 pada: Mei 27, 2009, 10:33:13 PM »
Jika dibaca secara harfiah, banyak yang bertentangan dengan Hukum Alam (Hukum Tuhan), misalnya kecepatan buraq lebih besar dari kecepatan cahaya, pohon emas, jarak ke surga hanya serkitar 1 hari cahaya . Bagaimana penjelasannya ?

Karena dalam Al-Quran tidak menyebutkan adanya kendaraan 'buraq' dan 'pohon emas', maka kalau saya, hanya merespon yang ketiga :
Dalam Al-Quran hanya dua surah yang menyebutkan tentang isra mi'raj : Al-Isra ayat 1 dan An-Najm ayat 13-18.
Yang dipertanyakan Bapak The Houw Liong adalah berkaitan dengan Surah An-Najm :

53:13 Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu pada waktu yang lain,
53:14 di Sidratil Muntaha. <yang berada di Sidratil Muntaha adalah Jibril>
53:15 Di dekatnya ada surga tempat tinggal <Jannatul Ma'wa>
53:16 ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
53:17 Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
53:18 Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.


Jadi sebenarnya Muhammad tidak sampai di surga, waktu itu sidratil muntaha adalah batas penglihatannya, dia tidak bisa melihat yang lebih jauh dari itu.
Berdasarkan ayat 53:18, misi isra mi'raj ini adalah memperlihatkan pada Muhammad tanda-tanda kebesarn-Nya yang besar2, bukan perintah sholat 5 waktu, karena sholat ini sebenarnya sudah ada sejak sebelumnya.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
47 Jawaban
29483 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2011, 08:38:31 AM
oleh faithz
60 Jawaban
32603 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 09, 2011, 11:07:03 PM
oleh senyum manis
26 Jawaban
11992 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2010, 10:46:20 AM
oleh Articvotra
3 Jawaban
4813 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2010, 09:22:36 PM
oleh qarrobin
39 Jawaban
24332 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2013, 01:49:20 AM
oleh sayang