Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: skuler pada April 24, 2009, 10:17:47 PM

Judul: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 24, 2009, 10:17:47 PM
moga2 topik ini tdk ada sebelumnya sehingga tidak dobel topik jadinya... brikut saya kopi-paste pengantar teorinya... sementara selanjutnya saya meminta penjelasan teknisnya tentang pristiwa isra miraj rasulullah tsbut dari kawan2 forsa... dan apakah mungkin kejadian ini dijelaskan secara ilmiah?...mohon penjelasannya...

Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.
(Ilustrasi Isra Mi'raj dalam Miniatur Lukisan Persia)
(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Isra_dan_Mi'raj)



Kutip dari: http://mimbarjumat.com/archives/114
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berkesinambungan dan kesatuan yang tidak terpisahkan. Isra’ berarti perjalanan dimalam hari sedang mi’raj adalah tangga alat naik. Peristiwa Isra’ Mi’raj bermula ketika Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. Jibril membangunkan Rasul dan membimbing-nya keluar Masjidil Haram ternyata diluar masjid telah menunggu kendaraan bernama Buraq sebuah kendaraan yang kecepatannya lebih cepat dari kecepatan rambat cahaya dan setiap langkahnya sejauh mata memandang.

Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 - 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milik Allah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.
Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

“Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.
Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.
Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 24, 2009, 11:09:19 PM
@Skuler
maaf kalo yang dimaksud gambar orang diatas kuda berkepala manusia itu adalah nabi Muhammad saya harap gambar tersebut segera dihapus secepatnya. karena dalam agama kami dilarang Keras menggambarkan Nabi Muhammad dalam bentuk visualisasi apapun baik lukisan atau sejenisnya.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 24, 2009, 11:12:14 PM
coba tolong kopi-paste ayat dari dasar hukum agama yg anda anut dmana ada hal yg mlarang seni untuk memperkuat iman kita...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 24, 2009, 11:26:08 PM
Selama Rasulullah SAW hidup, tidak ada satupun/seorangpun yang menggambar wajah beliau. Bahkan setelah Beliau di panggil (Mangkat) Allah, para shahabat tiada satupun yang berani menggambarkan secara Visual, hanya menuturkan dengan kata-kata saja untuk melukiskan Kharisma dan Wibawa Rasulullah Al-Amin.

Sekali lagi hanya untuk melukiskan betapa Kharismatik dan Wibawanya Rasulullah, tapi bukan untuk di gambarkan.

Maka kalaulah ada yang melukis wajah rasulullah sekarang ini, itu adalah BOHONG BESAR dan harap mempersiapkan dirinya di dalam neraka.
Atas dasar inilah para Muslim yang jelas-jelas tidak rela bila ada yang menodai dengan melukiskan wajah Beliau.

Jelas saja jika ada yang menngambarkan beliau dengan gambar banyak muslim mejadi marah karena itu sama saja fitnah kepada Nabi dengan memberikan gambaran yang BOHONG!
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 24, 2009, 11:32:10 PM
coba anda liat baik2... saya rasa seniman persia berabad2 silam tsbut jg sepaham dgn maksud anda... tidakkah ia memperlihatkan wajah rasulullah? bukankah ia hanya ingin agar islam berakulturasi secara komperhensif dengan bidang2 keilmuan yg lain? tidak saling melemahkan?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 24, 2009, 11:52:05 PM
tetap berkulturasi tanpa harus merusak kaidah dalam beragama. sebenarnya anda paham atau tidak hal yang saya sebutkan sebelumnya? jelas menggambarkan Rasulullah itu adalah fitnah dan itu adalah sangat KERAS DILARANG dalam Islam. bagi kami bertakwa kepada Allah dan RasulNya adalah lebih utama dibandingkan apapun juga. Sekarang saya harap anda segera menghapus gambar tersebut segera!!! setelah itu baru kita berdiskusi tentang topik ini.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 25, 2009, 12:02:24 AM
aiiih.. ngancem pula.... ok... ntar kita buat topik tentang 'seni dalam islam'.. potonya gw apus skarang... sip.. mari bdiskusi tentang isra miraj...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 25, 2009, 12:04:09 AM
oke terima kasih, sudah dihapus gambarnya.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 25, 2009, 12:18:54 AM
so? apakah kira2 yg dimaksud kendaraan burak yg ada dalam cerita isra miraj? saya perna baca dari buku 'This Is Mohammad', yg kiranya dapat disedot di mohammad.islamway.com, bahwa dari crita ini banyak pengikut rasul yg kembali kafir karna ga percaya ama kejadian isra miraj trsbut.. saya kopi paste artinya disini yaa...kata orang2 tsebut "engkau (muhammad) telah membuat kami meninggalkan seluruh kluarga, kepercayaan, dan harta kami dan menderita karna dikucilkan dari suku kami. Dan sekarang engkau (muhammad) ingin kami mempercayai ceritamu ini? "
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 25, 2009, 12:28:14 AM
Kisah Isra' Mi'raj ini memang beyond human mind and logic. karena itu penjelasan "mengapa hal itu bisa terjadi" secara ilmiah tidak atau setidaknya belum bisa dijelaskan secara gamblang. pada saat Nabi menceritakan kejadian luar bisa yang baru saja beliau alami kepada kaumnya memang banyak yang meragukan dan ada seorang sahabat yang langsung membenarkan Nabi yaitu Abu Bakar yang kemudian diberi gelar Ash-Shiddiq (yang membenarkan).
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 25, 2009, 12:49:30 AM
abu bakar mempercayai muhammad karna muhammad sendiri memang memiliki kepribadian yg bagus. bliau bukan pendusta sehingga kata2nya sangat dapat dipercaya. tapi yg kita butuhkan bukan kepercayaan buta kan? saya rasa karna hal inilah,salah satunya, makanya forumsains didirikan...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: utusan langit pada April 25, 2009, 03:08:16 AM
abu bakar mempercayai muhammad karna muhammad sendiri memang memiliki kepribadian yg bagus. bliau bukan pendusta sehingga kata2nya sangat dapat dipercaya. tapi yg kita butuhkan bukan kepercayaan buta kan? saya rasa karna hal inilah,salah satunya, makanya forumsains didirikan...

jadi pembuktian yang bagaimana yang anda harapkan?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 25, 2009, 03:15:57 AM
yaaaaa... salah satunya adalah penjelasan tentang teknologi kendaraan burak itu....
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: utusan langit pada April 25, 2009, 03:47:53 AM
yaaaaa... salah satunya adalah penjelasan tentang teknologi kendaraan burak itu....

standartnya apa dulu ini? agama atau science?
kalau science saya nggak jawab!

kalau anda percaya dan tahu m.gaib anda pasti tidak akan meragukan dengan berandaikan lebih!
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada April 25, 2009, 05:26:23 AM
kalau anda percaya dan tahu m.gaib anda pasti tidak akan meragukan dengan berandaikan lebih!

darimana anda tau bahwa burak itu gaib? tolong saya dijelaskan?... trims sebelumnya kk UL...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: superstring39 pada April 25, 2009, 06:17:30 AM
sekarang ada koq kendaraan buraq sudah banyak dipake orang namanya "Buraq Airlines" :P sory OOT

oke kembali ke topik, seperti yang telah saya bilang sebelumnya bahwa peristiwa Isra Mi'raj ini setidaknya belum bisa dijelaskan secara ilmiah dengan pengetahuan kita saat ini. bagaimana mungkin bisa dijelaskan secara ilmiah sebuah kendaraan yang bergerak jauh lebih besar dengan kecepatan cahaya. energi dari mana? rekasi nuklir terkuat yang pernah diketahui manusiapun tak akan sanggup untuk menggerakan objek dengan kecepatan sebegitu tingginya. lalu bagaimana manusia biasa bisa sanggup mengalami percepatan yang begitu luar biasanya? materi apa yang bisa bertahan dengan gesekan udara di atmosfer dengan kecepatan sebegitu tinggi? ilmu pengetahuan kita belum sanggup untuk menjelaskan semua ini. Namun secara teori hal ini mungkin saja dilakukan, jika kondisi-kondisi yang saya sebutkan itu telah tersedia.

begini syarat-syaratnya; harus ada sebuah kendaraan(katakanlah sebuah pesawat) yang memiliki bahan tahan panas dimana bisa bertahan pada suhu puluhan juta kelvin. bahan tersebut harus ringan tapi sangat kuat menahan tekanan lebih dari jutaan atm. mesin pesawat tersebut harus bisa menghasilkan energi beberapa kali energi yang dipancarkan matahari seumur hidupnya tanpa menghasilkan panas. karena jika menghasilkan panas bayangkan manusia di ruang kabin pasti langsung menguap. energi tersebut harus tersedia sepanjang perjalanan tanpa harus berhenti untuk "mengisi bahan bakar". dalam ruang kabin harus tersedia alat "penghela kejut" dengan percepatan yang luar biasa (mungkin lebih dari 10juta G) yang langsung beraksi saat pesawat mulai bergerak secara otomatis, agar sang pilot tidak merasakan tekanan akibat percepatan pesawat. dan pesawat tersebut secara otomatis menuju ke tempat tujuan dan kembali dengan selamat.

ini hanya perkiraan saja coba lihat attachment, seberapa jauh jarak yang ditempuh Nabi saat ber-Isra' Mi'raj.

Science fiction? mungkin berdasarkan pengetahuan manusia saat ini, iya. namun itu benar-benar terjadi 14 abad silam. Allah SWT pencipta seluruh alam semesta, bagiNya tidak ada yang tidak mungkin. saat ada seorang ilmuan mengatakan suatu hal tidak mungkin terjadi maka dia telah membatasi pemikirannya di dalam kotak.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: utusan langit pada April 25, 2009, 09:32:56 AM
darimana anda tau bahwa burak itu gaib? tolong saya dijelaskan?... trims sebelumnya kk UL...

saya nggak bilang burok itu gaib!
tapi seingat saya burok itu ghaib, seingat saya waktu ngaji dulu!
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: pk3dot pada April 25, 2009, 05:47:47 PM
ya gampangya ni ya, kl sekarang kecepatan cahaya kan masih yang paling cepat. jadi buroq tu sebuah kendaraan yang mempunyai kecepatan melebihi cahaya. tapi itu bagi manusia tidak mungkin. ya salah satu pemahaman ilmiah isra' mi'raj adalah dengan pendekatan kecepatan cahaya. cz lum da yang melebihi kecepatan cahaya. sehingga kalau di dunia manusia, kendaraan pesawat pasti lebih cepat dari manusia berlari sekencang apapun. sama halnya dengan buroq, kendaran yang digunakan malaikat, pasti lebih cepat dari pada malaikat berlari sekencang apapun. sehingga dari situ dapat kita tarik sebuah kesimpulan kalau jarak yang sangat jauh sekalipun dapat lebih singkat waktu yang ditempuh dengan kendaraan buroq. perlu diketahu ya, kalau kecepatan cahaya itu sebesar 3x108 meter per detik. jadi yang saya tekankan disini pada jaman Rasullulah S.A.W. dengan kecepata segitu kalau dari bumu ke sidratul muntah hanya dengan waktu tidak lebih dari 1 malam, maka wajar. pa lagi cuman dari arab ke indonesia. cuman 1 menit kali...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: syneth d aark pada Mei 08, 2009, 12:13:21 AM
bisa koq di jelaskan secara ilmiah...

silahkan baca bukunya agus mustafa yang judulnya terpesona di sidratul muntaha...

dikupas tuntas!
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: parmin pada Mei 21, 2009, 12:14:43 PM
semestinya itu tidak dijadikan perdebatan,apalagi sampai permusuhhan
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: luth pada Mei 21, 2009, 12:50:04 PM
klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

soalnya yang saya bingung
berdasarkan teori relativitas einstein,,yang menyangkut paradoks si kembar itu harusnya pas nabi balik kesini itu waktu/zamannya udah lewat/tidak tepat dari pas jaman nabi idup sebelum berangkat,,yah gitulah intiny ???,,iye ga?
saya yakin semuany ud tau  ttg paradoks si kembar yang dibilang einstein?? :)

tapi kali aj ada yg blom, ;D,ni singkatny aj gini..
Sorry but you are not allowed to view spoiler contents.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: gonzo pada Mei 22, 2009, 09:10:21 AM
klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

Apakah ada kriteria dari Gaib itu, jaman gini harikan banyak sekali berita berita yg aneh yg terjadi, kadang2 itu bisa saja merupaan sebuah kebohongan, kalau ada berarti kita jadi semakin tidak mudah di bohongi  ;D

 
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada Mei 22, 2009, 09:34:57 AM
thanks attachmentnya bung string... gw baca2 dulu...

silahkan baca bukunya agus mustafa yang judulnya terpesona di sidratul muntaha...

ada pdf nya g?...

klo menurut saya,,,(sekali lagi menurut saya org awam ;D)
pristiwa itu merupakan peristiwa ghaib,,

soalnya yang saya bingung
berdasarkan teori relativitas einstein,,yang menyangkut paradoks si kembar itu harusnya pas nabi balik kesini itu waktu/zamannya udah lewat/tidak tepat dari pas jaman nabi idup sebelum berangkat,,yah gitulah intiny ???,,iye ga?
saya yakin semuany ud tau  ttg paradoks si kembar yang dibilang einstein?? :)

blum tentu gaib, bro...
mengapa ndak nyambung ama teori relatipitas si einstein? karna benda tsbut begerak melebihi kecepatan cahaya, bukan mendekati... sperti yg dikatakan ama rekan pk3dot n bung string...

jika ada yg bisa bikin teori tentang benda yg begerak melebihi kecepatan cahaya, ada kmungkinan relatipitas si einstein gabisa dipake...

sampai saat ini yg jadi masala masi sama shingga pristiwa tsbut hanya bisa dijangkau oleh kyakinan smata...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: syneth d aark pada Mei 23, 2009, 07:09:21 AM
@bang skuler...

wah gag ada tuh...

coba deh cari di om google...

atau beli di toko buku gramedia dekat rumah anda...

heheheh...OOT ne...

jadi sales ne...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Alicha pada Mei 23, 2009, 07:23:49 AM
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami pertihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Q.S.Al-Israa’:1)

Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami Rasulullah pada malam 27 Rajab
tahun ke 12 kenabian, begitu luar biasanya sehingga Allah mengfirmankan ayat yang menjadi petunjuk mengenai hal tersebut dengan kata SUBHANA, sebuah ungkapan ketika melihat kejadian yang menakjubkan. Menurut imam Al Harits : Tasbih itu berfungsi sebagai bantahan yang menolak kepada orang-or-ang kafir, karena setelah nabi Muhammad SAW menceritakan kepada mereka tentang Isra’ mereka mendustakannya. Jadi artinya adalah bahwa Maha Suci Allah dari menjadikan seorang Rasul yang bohong.

Isra’ dan Mi’raj merupakan dua kejadian yang berkesinambungan dan kesatuan yang tidak terpisahkan. Isra’ berarti perjalanan dimalam hari sedang mi’raj adalah tangga alat naik. Peristiwa Isra’ Mi’raj bermula ketika Malaikat Jibril AS mendapat perintah dari Allah untuk menjemput Nabi Muhammad SAW untuk menghadap Allah SWT. Jibril membangunkan Rasul dan membimbing-nya keluar Masjidil Haram ternyata diluar masjid telah menunggu kendaraan bernama Buraq sebuah kendaraan yang kecepatannya lebih cepat dari kecepatan rambat cahaya dan setiap langkahnya sejauh mata memandang.

Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.

“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 - 18).

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.
Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

“Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.
Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”.
Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah
mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.

Mandapat Mandat Shalat 5 waktu

Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan : “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“. Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al - Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: skuler pada Mei 26, 2009, 04:16:37 PM
Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.

ranah filsafati jelas berpihak pd pertanyaan kedua dmana tujuan isra miraj adalah tentang printah solat...
tetapi apa yg salah jika kita bertanya tentang pertanyaan pertama, "bagaimana itu bisa terjadi?"...
dan saya rasa mungkin saja jawabannya bisa menambah kuat keimanan seseorang terhadap keyakinan yang d anutnya... bukan hal negatif, betul?...
dan seterusnya sehingga lengkap sudah 5w dan 1h yang total seutuhnya... dan tdk ada pertanyaan yang mengganggu tidur kawan2 lagi...

apabila pertanyaan k2 dijadikan sekop yang akan menimbun pertanyaan pertama, maka tetap saja pertanyaan pertama tdk akan pernah ada jawabannya... hal itu konsekuensi dari perbuatan menghindari dialektika yang tdk bertanggung jawab sehingga sesuatu masalah yg ada hanya ditinjau secara parsial saja...

apabila kita mau, diskusi tetap bisa berjalan paralel sampai 5w 1h tersebut tercapai...

@ superstring: gw uda baca attachment presentasi lu... disitu dejelasin masala jarak yg amat sangat luar biasa dari langit 1 n langit 7... dijelaskan sedikit jg bahwa yg dikatakan dalam hadist sebagai burak adalah sejenis instrumen yang membawa malaikat n nabi dlm sekejap waktu. apabila isra miraj itu memang benar2 terjadi scara riil-bukan gaib, maka pastinya teknik yang dipakai instrumen tsbut sangat luar biasa sehingga peralatan tsbut dpt melaju melebihi 100.000 kali kecepatan cahaya...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Mei 26, 2009, 11:26:51 PM
Jika dibaca secara harfiah, banyak yang bertentangan dengan Hukum Alam (Hukum Tuhan), misalnya kecepatan buraq lebih besar dari kecepatan cahaya, pohon emas, jarak ke surga hanya serkitar 1 hari cahaya . Bagaimana penjelasannya ?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Alicha pada Mei 27, 2009, 01:23:05 AM
gk tau ya,tapi kemungkinan untuk menghibur Nabi Muhammad yang sedang sedih(lupa kenapa) diadakan Isra` Mi'raj Nabi Muhammad untuk mengingat Nabi Muhammad.
Itu sih dalam Buku Cerita Nabi2.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: humaam dz. pada Mei 27, 2009, 07:56:12 AM
itu bisa dijelaskan secara ilmiah.
seperti kata bang SDA. kita lihat dalam buku karangannya Agus Mustofa yang judulnya 'Terpesona di Sidratuul Muntaha'

disitu salah satunya yang terjadi adalah proses annihilasi dimana tubuh nabi muhammad saw. diubah menjadi cahaya sehingga bisa mencapai langit ke tujuh dalam waktu semalam saja, bahkan gak sampe semalam.

proses itu dibantu oleh malaikat jibril yang diutus oleh Allah untuk menemani Nabi Muhammad Saw. Malaikat adalah makhluk yang seluruhnya adalah tercipta dari cahaya.

lalu, untuk kasus buroq adalah kendaraan yang juga dari cahaya yang juga membantu Rasul untuk 'naik' ke atas. soalnya, meskipun sudah diubah menjadi cahaya, tetap saja masih butuh bantuan.

kenapa kok dimulai dari masjidil haram ke masjidil aqsha? kenapa gak ditempat lain saja? jawabnya karena di masjid itu terdapat banyak energi positif.

dan juga ada penjelasan tentang langit yang berlapis 7.

terlalu panjang jika saya jelaskan disini. Mungkin jika bisa lain waktu saja.

atau baca bukunya.

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Mtk Kerajaan Mataram pada Mei 27, 2009, 10:33:13 PM
Jika dibaca secara harfiah, banyak yang bertentangan dengan Hukum Alam (Hukum Tuhan), misalnya kecepatan buraq lebih besar dari kecepatan cahaya, pohon emas, jarak ke surga hanya serkitar 1 hari cahaya . Bagaimana penjelasannya ?

Karena dalam Al-Quran tidak menyebutkan adanya kendaraan 'buraq' dan 'pohon emas', maka kalau saya, hanya merespon yang ketiga :
Dalam Al-Quran hanya dua surah yang menyebutkan tentang isra mi'raj : Al-Isra ayat 1 dan An-Najm ayat 13-18.
Yang dipertanyakan Bapak The Houw Liong adalah berkaitan dengan Surah An-Najm :

53:13 Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu pada waktu yang lain,
53:14 di Sidratil Muntaha. <yang berada di Sidratil Muntaha adalah Jibril>
53:15 Di dekatnya ada surga tempat tinggal <Jannatul Ma'wa>
53:16 ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
53:17 Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
53:18 Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.


Jadi sebenarnya Muhammad tidak sampai di surga, waktu itu sidratil muntaha adalah batas penglihatannya, dia tidak bisa melihat yang lebih jauh dari itu.
Berdasarkan ayat 53:18, misi isra mi'raj ini adalah memperlihatkan pada Muhammad tanda-tanda kebesarn-Nya yang besar2, bukan perintah sholat 5 waktu, karena sholat ini sebenarnya sudah ada sejak sebelumnya.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: humaam dz. pada Mei 28, 2009, 12:35:16 AM
Sholat 5 waktu itu juga merupakan oleh2 dari isra' mi'raj...

memang sholat itu sudah ada dari sebelum isra' mi'raj...

tetapi sholat wajib 5 waktu baru diturunkan perintahnya pada waktu isra' mi'raj nabi Muhammad Saz. tersebut.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Alicha pada Mei 28, 2009, 04:26:48 AM
OooooO :-X gitu ya hummam
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: humaam dz. pada Mei 29, 2009, 01:51:05 AM

tetapi sholat wajib 5 waktu baru diturunkan perintahnya pada waktu isra' mi'raj nabi Muhammad Saz. tersebut.

maap. yang bener Muhammad Saw.

salah ketik...
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: luth pada Mei 29, 2009, 04:07:06 PM
Karena dalam Al-Quran tidak menyebutkan adanya kendaraan 'buraq' dan 'pohon emas', maka kalau saya, hanya merespon yang ketiga :
Dalam Al-Quran hanya dua surah yang menyebutkan tentang isra mi'raj : Al-Isra ayat 1 dan An-Najm ayat 13-18.
Yang dipertanyakan Bapak The Houw Liong adalah berkaitan dengan Surah An-Najm :

53:13 Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu pada waktu yang lain,
53:14 di Sidratil Muntaha. <yang berada di Sidratil Muntaha adalah Jibril>
53:15 Di dekatnya ada surga tempat tinggal <Jannatul Ma'wa>
53:16 ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
53:17 Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
53:18 Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.



wah ayatny bener2 bikin gw merinding,,
gimana gitu,,

nabi muhammad menjadi orang yg paling banyak diberikan rahasia2 akhirat kepadanya,,
bayangkan klo kita bisa melihat surga seperti nabi,,
dijamin hidup bkal berubah 100%
orientasi berpikir akan tertuju pada akhirat/surga saja kali,,
tobat total dah,,hehe

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Mars pada Mei 30, 2009, 03:10:05 AM
nabi muhammad menjadi orang yg paling banyak diberikan rahasia2 akhirat kepadanya,,
bayangkan klo kita bisa melihat surga seperti nabi,,
dijamin hidup bkal berubah 100%
orientasi berpikir akan tertuju pada akhirat/surga saja kali,,
tobat total dah,,hehe
yap. setuju !!!!!!!!!
jadi, mengenai buraq t, wallahua'lam
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: pk3dot pada Mei 30, 2009, 04:44:35 PM
yap. setuju !!!!!!!!!
jadi, mengenai buraq t, wallahua'lam


kl buroq seh pesawatnya malaikat, malaikat ja kl jalan dah cepet buanget, gmana naek pesawat??? ya lebih cepet dunk!!! kl mo ngerti harus dengan pendekatan ilmu pengetahuan dunk!!!!!
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: walesa pada Juni 26, 2009, 09:26:30 AM
masalah yang melebihi kecepatan cahaya, mungkin buroq menjelajahi alam semesta ini menggunakan kecepatan yang melebihi keceptan cahaya.. untuk yang ahli dalam bidang kosmik, bisa tolong jelaskan mengenai tachyon disini?! untuk yang berminat,, silahkan dicari tahu mengenai " TACHYON "
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Oktober 09, 2009, 09:17:41 AM
Tachion baru merupakan hipotesis sebagai akibat dari persamaan :

E = m.c2= mo.c2/(1-v2/c2)1/2

Tachion diduga partikel yang kecepatannya selalu lebih besar c, dengan massa diam mo imaginer.

Secara eksperimen belum terdeteksi adanya partikel seperti ini.

Manusia tidak bisa melewati kecepatan cahaya.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 09, 2009, 11:11:04 PM
Apakah materi yang tadinya diam, bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya? Secara teoritis mustahil kan? Karena seiring makin cepatnya pergerakan, massa juga bertamabah besar dan energi yang diperlukan untuk percepatan bertambah, hingga mendekati limit tak terhingga.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: HyawehHoshikawa pada Oktober 09, 2009, 11:28:29 PM
lah..kan massa diamnya dia imajiner, jadi sebelum mencapai kecepatan cahaya energi yang ia butuhkan untuk bergerak juga imajiner, baru setelah v>c energinya nilainya real....
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: heru.htl pada Oktober 10, 2009, 07:38:50 PM
ini membahas agama apa sains?

yang paham Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu orang islam apa non-islam?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Oktober 11, 2009, 01:13:15 AM
lah..kan massa diamnya dia imajiner, jadi sebelum mencapai kecepatan cahaya energi yang ia butuhkan untuk bergerak juga imajiner, baru setelah v>c energinya nilainya real....
Bisa dijelaskan berdasar rumusnya?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Oktober 12, 2009, 11:07:13 AM
Baca rumusnya yang benar.
Secara fisis Tachion harus mempunyai energi dan massa yang real, jadi Tachion harus selalu bergerak lebih cepat dari cahaya, tidak pernah diam dan tidak pernah mempunyai kecepatan lebih kecil dari cahaya.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: parmin pada Oktober 19, 2009, 05:05:57 AM
u @ skuler, bouraq itu makhluk gaib jadi tidak bisa dijelaskan secara ilmiah,anda jg sekali kali menggambar yang tidak patut sesegeralah minta maaf,itu sebenarnya menggambarkan ketidak tahuan dan keangkuhan anda.klo anda penasaran dg hal hal gaib saya bisa membantu anda,cukup kirim foto dan tgl lahir anda,ke email saya,saya suka sains dan juga supranaturalis.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 10:45:55 AM
sebenarnya isra' miraj bisa terjadi pada siapa saja yg di kehendaki Nya.
dan ini adl kejadian di luar batas kemampuan otak kita. seperti halnya nabi sulaiman yg memindahkan istananya untuk ratu balqis.

contohnya ini:

Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthami. Lahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persi. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton Aulia, yang merupakan salah satu Syech yang ada di silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain. Tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb:" ...bahwa mulai Abu Bakar Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah."

MASA REMAJA
Kakek Abu Yazid al Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya adalah salah satu di antara orang-orang terkemuka di Bustham. Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia masih berada dalam kandungan. "Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalannya" , ibunya sering berkata pada Abu Yazid, "engkau yang masih berada didalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti sebelum makanan itu kumuntahkan kembali". Pernyataan itu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri.

Setelah sampai waktunya, si ibu mengirimkan Abu Yazid ke sekolah. Abu Yazid mempelajari Al Qur-an. pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surat Lukman yang berbunyi, "Berterimakasihlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu". Ayat ini sangat menggetarkan hati Abu Yazid. Abu Yazid meletakkan batu tulisnya dan berkata kepada gurunya, "Ijinkanlah aku untuk pulang,. Ada yang hendak kukatakan pada ibuku".

Si guru memberi ijin, Abu Yazid lalu pulang kerumahnya. Ibunya menyambutnya dengan kata-kata,"Thoifur, mengapa engkau sudah pulang? Apakah engkau mendapat hadiah atau adakah sesuatu kejadian istimewa?"

"Tidak" jawab Abu Yazid "Pelajaranku sampai pada ayat dimana Alloh memerintahkan agar aku berbakti kepadaNya dan kepadamu. Tetapi aku tak dapat mengurus dua rumah dalam waktu yang bersamaan. Ayat ini sangat menyusahkan hatiku. Maka wahai ibu, mintalah diriku ini kepada Alloh sehingga aku menjadi milikmu seorang atau serahkanlah aku kepada Alloh semata sehingga aku dapat hidup untuk Dia semata-mata".

"Anakku" jawab ibunya "aku serahkan engkau kepada Alloh dan kubebaskan engkau dari semua kewajibanmu terhadapku. Pergilah engkau menjadi hamba Alloh.

Di kemudian hari Abu Yazid berkata, "Kewajiban yang semula kukira sebagai kewajiban yang paling ringan, paling sepele di antara yang lain-lainnya, ternyata merupakan kewajiban yang paling utama. Yaitu kewajiban untuk berbakti kepada ibuku. Di dalam berbakti kepada ibuku itulah kuperoleh segala sesuatu yang kucari, yakni segalasesuatu yang hanya bisa dipahami lewat tindakan disiplin diri dan pengabdian kepada Alloh.

Kejadiannya adalah sebagai berikut:Pada suatu malam, ibu meminta air kepadaku. Maka akupun mengambilnya, ternyata didalam tempayan kami tak ada air. Kulihat dalam kendi, tetapi kendi itupun kosong. Oleh karena itu, aku pergi kesungai lalu mengisi kendi tersebut dengan air. Ketika aku pulang, ternyata ibuku sudah tertidur"."malam itu udara terasa dingin. Kendi itu tetap dalam rangkulanku. Ketika ibu terjaga, ia meminum air yang kubawa itu kemudian memberkati diriku. Kemudian terlihatlah olehku betapa kendi itu telah membuat tangaku kaku.

"Mengapa engkau tetap memegang kendi itu?" ibuku bertanya.
"Aku takut ibu terjaga sedang aku sendiri terlena", jawabku.Kemudian ibu berkata kepadaku, "Biarkan saja pintu itu setengah terbuka"
"Sepanjang malam aku berjaga-jaga agar pintu itu tetap dalam keadaan setengah terbuka dan agar aku tidak melalaikan perintah ibuku. Hingga akhirnya fajar terlihat lewat pintu, begitulah yang sering kulakukan berkali-kali".

(Wahai ingatkah kita di Qur'an Surat Al-Baqoroh 255) Sedang Alloh tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Selalu terjaga. Mengapakah kita masih sering terlena??

Setelah si ibu memasrahkan anaknya pada Alloh, Abu Yazid meninggalkan Bustham, merantau dari satu negri ke negri lain selama tiga puluh tahun, dan melakukan disiplin diri dengan terus menerus berpuasa di siang hari dan bertirakat sepanjang malam. Ia belajar di bawah bimbingan seratus tiga belas guru spiritual dan telah memperoleh manfaat dari setiap pelajaran yang mereka berikan. Di antara guru-gurunya itu ada seorang yang bernama Shadiq. Ketika Abu Yazid sedang duduk dihadapannya, tiba-tiba Shadiq berkata kepadanya,"Abu Yazid, ambilkan buku yang di jendela itu".

"Jendela? Jendela yang mana?", tanya Abu Yazid.
"Telah sekian lama engkau belajar disini dan tidak pernah melihat jendela itu?"
"Tidak", jawab Abu Yazid, "apakah peduliku dengan jendela.Ketika menghadapmu, mataku tertutup terhadap hal-hal lain. Aku tidak datang kesini untuk melihat segala sesuatu yang ada di sini"."Jika demikian", kata si guru," kembalilah ke Bustham. Pelajaranmu telah selesai".

(Wahai, bagaimanakah saat kita sholat? Bukankah saat itu kita menghadap pada Sang Maha Kuasa?) Mengapakah masih peduli terhadap lainnya? Pikiran masih melantur kemana-mana, hati masih diskusi sendiri?" Celakalah engkau yang sholat, yaitu engkau yang di dalam sholatmu lalai" Fawailulil musholin aladzinahum ansholatihim sahun". "Inna sholati li dzikri"

Abu Yazid mendengar bahwa di suatu tempat tertentu ada seorang guru besar. Dari jauh Abu Yazid datang untuk menemuinya. Ketika sudah dekat, Abu Yazid menyaksikan betapa guru yang termasyhur itu meludah ke arah kota Mekkah (diartikan menghina kota Mekah), karena itu segera ia memutar langkahnya.
"Jika ia memang telah memperoleh semua kemajuan itu dari jalan Alloh", Abu Yazid berkata mengenai guru tadi,"niscaya ia tidak akan melanggar hukum seperti yang dilakukannya"
Diriwayatkan bahwa rumah Abu Yazid hanya berjarak empat puluh langkah dari sebuah mesjid, ia tidak pernah meludah ke arah jalan dan menghormati masjid itu.

(syari'at tanpa hakekat adalah kosong sedang hakekat tanpa syari'at adalah batal)

Setiap kali Abu Yazid tiba di depan sebuah masjid, sesaat lamanya ia akan berdiri terpaku dan menangis.
"Mengapa engkau selalu berlaku demikian?" tanya salah seseorang kepadanya. "Aku merasa diriku sebagai seorang wanita yang sedang haid. Aku merasa malu untuk masuk dan mengotori masjid", jawabnya.

(Lihatlah do'a Nabi Adam atau do'a Nabi Yunus a.s"Laa ilaha ila anta Subhanaka inni kuntum minadholimin", Tidak ada tuhan melainkan engkau yaa Alloh, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang dholim. Atau lihat do'a Abunawas,' Ya Alloh kalau engkau masukkan aku ke dalam sorga, rasanya tidaklah pantas aku berada di dalam sorga.

Tetapi kalau aku kau masukkan ke dalam neraka, aku tidak akan tahan, aku tidak akan kuat ya Alloh, maka terimalah saja taubatku)

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 10:49:21 AM
Perjalanan Abu Yazid menuju Ka'bah memakan waktu dua belas tahun penuh. Hal ini karena setiap kali ia bersua dengan seorang pengkhotbah yang memberikan pengajaran di dalam perjalanan itu, Abu Yazid segera membentangkan sajadahnya dan melakukan sholat sunnah dua roka'at. Mengenai hal ini Abu Yazid mengatakan: "Ka'bah bukanlah serambi istana raja, tetapi suatu tempat yang dapat dikunjungi orang setiap saat".

Akhirnya sampailah ia ke Ka'bah tetapi ia tidak pergi ke Madinah pada tahun itu juga. "Tidaklah pantas perkunjung an ke Madinah hanya sebagai pelengkap saja", Abu Yazid menjelaskan, "Saya akan mengenakan pakaian haji yang berbeda untuk mengunjungi Madinah".

Tahun berikutnya sekali lagi ia menunaikan ibadah Haji. Ia mengenakan pakaian yang berbeda untuk setiap tahap perjalanannya sejak mulai menempuh padang pasir. Di sebuah kota dalam perjalanan tersebut, suatu rombongan besar telah menjadi muridnya dan ketika ia meninggalkan tanah suci, banyak orang yang mengikutinya

"Siapakah orang-orang ini?", ia bertanya sambil melihat kebelakang.
"Mereka ingin berjalan bersamamu", terdengar sebuah jawaban.
"Ya Alloh!", Abu Yazid memohon, "Janganlah Engkau tutup penglihatan hamba-hambaMu karenaku".

Untuk menghilangkan kecintaan mereka kepada dirinya dan agar dirinya tidak menjadi penghalang bagi mereka, maka setelah selesai melakukan sholat shubuh, Abu Yazid berseru kepada mereka, "Ana Alloh ,Laa ilaha illa ana, Fa'budni". Sesungguhnya Aku adalah Alloh, Tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka Sembahlah Aku"

"Abu Yazid sudah gila!", seru mereka kemudian meninggalkannya.

Abu Yazid meneruskan perjalanannya. Di tengah perjalanan, ia menemukan sebuah tengkorak manusia yang bertuliskan, Tuli, bisu, buta ...mereka tidak memahami. Sambil menangis Abu Yazid memungut tengkorak itu lalu menciuminya."Tampaknya ini adalah kepala seorang sufi", gumamnya," yang menjadi tauhid di dalam Alloh ... ia tidak lagi mempunyai telinga untuk mendengar suara abadi, tidak lagi mempunyai mata untuk memandang keindahan abadi, tidak lagi mempunyai lidah untuk memuji kebesaran Alloh, dan tak lagi mempunyai akal walaupun untuk merenung secuil pengetahuan Alloh yang sejati. Tulisan ini adalah mengenai dirinya".

Suatu ketika Abu Yazid di dalam perjalanan, ia membawa seekor unta sebagai tunggangan dan pemikul perbekalannya."Binatang yang malang, betapa berat beban yang engkau tanggung. Sungguh kejam!", seseorang berseru.
Setelah beberapa kali mendengar seruan ini, akhirnya Abu Yazid menjawab, "Wahai anak muda, sebenarnya bukan unta ini yang memikul beban".
Kemudian si pemuda meneliti apakah beban itu benar-benar berada di atas punggung onta tersebut. Barulah ia percaya setelah melihat beban itu mengambang satu jengkal di atas punggung unta dan binatang itu sedikitpun tidak memikul beban tersebut.

"Maha besar Alloh, benar-benar menakjubkan!", seru si pemuda.
"Jika kusembunyikan kenyataan-kenyataan yang sebenarnya mengenai diriku, engkau akan melontarkan celaan kepadaku", kata Abu Yazid kepadanya.
"Tetapi jika kujelaskan kenyataan-kenyataan itu kepadamu, engkau tidak dapat memahaminya. Bagaimana seharusnya sikapku kepadamu?"

(Menuruti orang itu memang nggak ada benernya, seperti kisah Luqman saat mendidik anaknya, diajaknya anaknya kepasar dengan membawa keledai. Awalnya Luqman yang naik keledai itu. Lewatlah di suatu desa. Orang-orang disitu berteriak mencemooh. "Lihatlah itu, seorang Bapak yang tega pada anaknya. Udara panas begini, anaknya disuruh jalan kaki sedang Bapaknya enak-enak di atas keledai." . "Catat itu anakku "kata Luqman, kemudian ganti dia yang berjalan sedang anaknya dinaikkan keledai. Lewatlah mereka di satu desa lagi. Orang-orang di desa itu melihat mereka dengan mencemooh,"Lihat itu , jaman sudah edan, itulah contoh anak durhaka pada orang tua, anaknya enak-enak naik keledai, sedang Bapaknya yang sudah tua disuruh jalan kaki diudara panas seperti ini"."Catat itu anakku", kata Luqman lagi.

Kini, dua-duanya berjalan kaki. Jadi iring-iringan bertiga dengan keledainya berjalan kaki. Lewatlah mereka di satu desa. Orang-orang di desa itu mencemooh,"Lihat itu, orang-orang bodoh, mereka bercapek-capek jalan kaki sementara ada tunggangan keledai dibiarkan saja"."Catat itu anakku"kata Luqman . Mereka mencari bambu panjang, dan sekarang keledainya mereka panggul berdua. Lewatlah mereka disatu desa lain. Orang-orang di situ melihat mereka dan mencemooh,"Lihat itu Bapak dan anak sama-sama gila, Keledai tidak apa-apa dipanggul. Enaklah jadi keledainya." Lukman berkata pada anaknya" Catat itu waahai anakku. Kalau engkau menuruti omongan orang-orang, maka tidak akan pernah benar. Maka kuatkanlah keyakinanmu.)

MI'ROJ
Abu Yazid mengisah, "Dengan tatapan yang pasti aku memandang Alloh setelah Dia membebaskan diriku dari semua makhluq-Nya, menerangi diriku dengan Cahaya-Nya, membukakan keajaiban-keajaiban rahasiaNya dan menunjukkan kebesaranNya kepadaku.

Setelah menatap Alloh akupun memandang diriku sendiri dan merenungi rahasia serta hakekat diri ini. Cahaya diriku adalah kegelapan jika dibandingkan dengan CahayaNya, kebesaran diriku sangat kecil jika dibandingkan dengan kebesaranNya, kemuliaan diriku hanyalah kesombongan yang sia-sia jika dibandingkan dengan kemuliaanNya. Di dalam Alloh segalanya suci sedang didalam diriku segalanya kotor dan cemar.

Bila kurenungi kembali, maka tahulah aku bahwa aku hidup karena cahaya Alloh. Aku menyadari kemuliaan diriku bersumber dari kemuliaan dan kebesaranNya. Apapun yang telah kulakukan, hanya karena kemahakuasaanNya. Apapun yang telah terlihat oleh mata lahirku, sebenarnya melalui Dia. Aku memandang dengan mata keadilan dan realitas. Segala kebaktianku bersumber dari Alloh, bukan dari diriku sendiri, sedang selama ini aku beranggapan bahwa akulah yang berbakti kepadaNya.
Aku bertanya, "Ya Alloh, apakah ini?"

Dia menjawab, "Semuanya adalah Aku, tidak ada sesuatupun juga kecuali Aku. Dan sesungguhnya tidak ada wujud selain wujudKu"Kemudian Ia menjahit mataku sehingga aku tidak dapat melihat. Dia menyuruhku untuk merenungi akar permasalahan, yaitu diriNya sendiri. Dia meniadakan aku dari kehidupanNya sendiri, dan Ia memuliakan diriku.
Kepadaku dibukakanNya rahasia diriNya sendiri sedikitpun tidak tergoyahkan oleh karena adaku. Demikianlah Alloh, Kebenaran Yang Tunggal menambahkan realitas kedalam diriku. Melalui Alloh aku memandang Alloh, dan kulihat Alloh didalam realitasNya.

Di sana aku berdiam dan beristirahat untuk beberapa saat lamanya. kututup telinga dari derap perjuangan. Lidah yang meminta-minta kutelan ke dalam tenggorokan keputusasaan. Kucampakkan pengetahuan yang telah kutuntut dan kubungkamkan kata hati yang menggoda kepada perbuatan-perbuatan aniaya. Di sana aku berdiam dengan tenang. Dengan karunia Alloh aku membuang kemewahan-kemewahan dari jalan yang menuju prinsip-prinsip dasar.

Alloh menaruh belas kasih kepadaku. Ia memberkahiku dengan pengetahuan abadi dan menanam lidah kebajikanNya ke dalam tenggorokanku. Untuk diciptakanNya sebuah mata dari cahayaNya, semua makhluk kulihat melalui Dia. Dengan lidah kebajikan itu aku berkata-kata kepada Alloh, dengan pengetahuan Alloh kuperoleh sebuah pengetahuan, dan dengan cahaya Alloh aku menatap kepadaNya.

Alloh berkata kepadaku, "Wahai engkau yang tak memiliki sesuatupun jua namun telah memperoleh segalanya, yang tak memiliki perbekalan namun telah memiliki kekayaan".

"YaAlloh"jawabku" Jangan biarkan diriku terperdaya oleh semua itu. Jangan biarkan aku puas dengan diriku sendiri tanpa mendambakan diri Mu. Adalah lebih baik jika Engkau menjadi milikku tanpa aku, daripada aku menjadi milikku sendiri tanpa Engkau.Lebih baik jika aku berkata-kata kepadaMu melalui Engkau, daripada aku berkata-kata kepada diriku sendiri tanpa Engkau".

Alloh berkata, "Oleh karena itu perhatikanlah hukumKu dan janganlah engkau melanggar perintah serta laranganKu, agar Kami berterima kasih akan segala jerih payahmu"

"Aku telah membuktikan imanku kepadaMu dan aku benar-benar yakin bahwa sesungguhnya Engkau lebih pantas untuk berterimakasih kepada diriMu sendiri dari pada kepada hambaMu. Bahkan seandainya Engkau mengutuk diriku ini, Engkau bebas dari segala perbuatan aniaya"

"Dari siapakah engkau belajar?", tanya Alloh.

"Ia Yang Bertanya lebih tahu dari ia yang ditanya",jawabku," karena Ia adalah Yang Dihasratkan dan Yang Menghasratkan, Yang Dijawab dan Yang Menjawab, Yang Dirasakan dan Yang Merasakan, Yang Ditanya dan Yang Bertanya".

Setelah Dia menyaksikan kesucian hatiku yang terdalam, aku mendengar seruan puas dari Aloh. Dia mencap diriku dengan cap kepuasanNya. Dia menerangi diriku, menyelamatkan diriku dari kegelapan hawa nafsu dan kecemaran jasmani. Aku tahu bahwa melalui Dialah aku hidup dan karena kelimpahanNya-lah aku bisa menghamparkan permadani kebahagiaan di dalam hatiku.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 10:51:42 AM
"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki", kata Alloh. "Engkaulah yang kuinginkan",jawabku, "karena Engkau lebih dari kemurahan dan melalui Engkau telah kudapatkan kepuasan di dalam Engkau. Karena Engkau adalah milikku, telah kugulung catatan-catatan kelimpahan dan kemurahan. Janganlah Engkau jauhkan aku dari diriMu dan janganlah Engkau berikan kepadaku sesuatu yang lebih rendah daripada Engkau".

Beberapa lama Dia tak menjawab. Kemudian sambil meletakkan mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku, berkatalah Dia,:"Kebenaranlah yang engkau ucapkan dan realitaslah yang engkau cari, karena itu engkau menyaksikan dan mendengarkan kebenaran". "Jika aku telah melihat".,kataku pula, "melalui Engkau-lah aku melihat, dan jika aku telah mendengar, melalui Engkaulah aku mendengar. Setelah Engkau, barulah aku mendengar".

Kemudian kuucapkan berbagai pujian kepadaNya. Karena itu Ia hadiahkan kepadaku sayap keagungan, sehingga aku dapat melayang-layang memandangi alam kebesaranNya dan hal-hal menakjubkan dari ciptaanNya. Karena mengetahui kelemahanku dan apa-apa yang kubutuhkan, maka Ia menguatkan diriku dengan perhiasan-perhiasanNya sendiri.

Ia menaruh mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan membuka pintu istana ketauhidan untukku. Setelah Ia melihat betapa sifat-sifatku tauhid ke dalam sifat-sifaNya, dihadiahkanNya kepadaku sebuah nama dari hadiratNya sendiri dan berkata-kata kepadaku dalam wujudNya sendiri. Maka terciptalah Tauhid Dzat dan punahlah perpisahan.

"Kepuasan Kami adalah kepuasanmu", kataNya, "dan kepuasanmu adalah kepuasan Kami. Ucapan-ucapanmu tak mengandung kecemaran dan tak seorangpun akan menghukummu karena ke-aku-anmu".

Kemudian Dia menyuruhku untuk merasakan hunjaman rasa cemburu dan setelah itu Ia menghidupkan aku kembali. Dari dalam api pengujian itu aku keluar dalam keadaan suci bersih. Kemudian Dia bertanya,: "Siapakah yang memiliki kerajaan ini"
"Engkau", jawabku
"Siapakah yang memiliki kekuasaan?"

"Engkau", jawabku
"Siapakah yang memiliki kehendak?"
"Engkau", jawabku

Karena jawaban-jawabanku itu persis seperti yang didengarkan pada awal penciptaan, maka ditunjukkanNya kepadaku betapa jika bukan karena belas kasihNya, alam semesta tidak akan pernah tenang, dan jika bukan karena cintaNya segala sesuatu telah dibinasakan oleh keMahaPerkasaanNya. Dia memandangku dengan mata Yang Maha Melihat melalui medium Yang Maha memaksa, dan segala sesuatu mengenai diriku sirna tak terlihat.

Di dalam kemabukan itu setiap lembah kuterjuni. Kulumatkan tubuhku ke dalam setiap wadah gejolak api cemburu. Kupacu kuda pemburuan di dalam hutan belantara yang luas. Kutemukan bahwa tidak ada yang lebih baik dari pada kepapaan dan tidak ada yang lebih baik dari ketidak berdayaan (fana-red). Tiada pelita yang lebih terang dari pada keheningan dan tiada kata-kata yang lebih merdu dari pada kebisuan. Dan tiada pula gerak yang lebih sempurna dari pada diam. Aku menghuni istana keheningan, aku mengenakan pakaian ketabahan, sehingga segala masalah terlihat sampai keakar-akarnya. Dia melihat betapa jasmani dan rohaniku bersih dari kilasan hawa nafsu, kemudian dibukakanNya pintu kedamaian di dalam dadaku yang kelam dan diberikanNya kepadaku lidah keselamatan dan ketauhidan.

Kini telah kumiliki sebuah lidah rahmat nan abadi, sebuah hati yang memancarkan nur ilahi, dan mata yang ditempa oleh tanganNya sendiri. Karena Dia-lah aku berbicara dan dengan kekuasaanNya-lah aku memegang. Karena melalui Dia aku hidup, karena Dia-lah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Menghidupi, maka aku tidak akan pernah mati. Karena telah mencapai tingkat keluhuran ini, maka isyaratku adalah abadi, ucapanku berlaku untuk selama-lamanya, lidahku adalah lidah tauhid dan ruhku adalah ruh keselamatan, ruh Islam,. Aku tidak berbicara mengenai diriku sendiri sebagai seorang pemberi peringatan. Dia-lah yang menggerakkan lidahku sesuai dengan kehendakNya, sedang aku hanyalah seseorang yang menyampaikan. Sebenarnya yang berkata-kata ini adalah Dia, bukan aku.

Setelah memuliakan diriku Dia berkata, "Hamba-hambaKu ingin bertemu denganmu". "Bukanlah keinginanku untuk menemui mereka", jawabku. "Tetapi jika Engkau menghendakiku untuk menemui mereka, maka aku tidak akan menentang kehendakMu. Hiaslah diriku dengan ke-esaanMu, sehingga apabila hamba-hambaMu memandangku yang terpandang oleh mereka adalah ciptaanMu. Dan mereka akan melihat Sang Pencipta semata-mata, bukan diriku ini".

Keinginanku ini dikabulkanNya. DitaruhNya mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku dan Ia membantuku mengalahkan jasmaniku.

Setelah itu Dia berkata, "temuilah hamba-hambaKu itu".Akupun berjalan selangkah menjauhi hadiratNya. Tetapi pada langkah yang kedua aku jatuh terjerumus. Terdengarlah seruan,:

"Bawalah kembali kekasihKu kemari. Ia tidak dapat hidup tanpa Aku dan tidak ada satu jalanpun yang diketahuinya kecuali jalan yang menuju Aku".

Setelah aku mencapai taraf tauhid Dzat-itulah saat pertama aku menatap Yang Esa-bertahun-tahun lamanya aku mengelana di dalam lembah yang berada dikaki bukit pemahaman. Akhirnya aku menjadi seekor burung dengan tubuh yang berasal dari ke-esa-an dan dengan sayap keabadian. Terus menerus aku melayang-layang di angkasa kemutlakan. Setelah terlepas dari segala sesuatu yang diciptakanNya, akupun berkata, " Aku telah sampai kepada Sang Pencipta. Aku telah kembali kepadaNya".

Kemudian kutengadahkan kepalaku dari lembah kemuliaan. Dahagaku kupuaskan seperti yang tak pernah terulang di sepanjang zaman. Kemudian selama tiga puluh ribu tahun aku terbang di dalam sifatNya yang luas, tigapuluh ribu tahun di dalam kemuliaan perbuatanNya, dan selama tiga puluh ribu tahun di dalam keesaan DzatNya. Setelah berakhir masa sembilan puluh ribu tahun, terlihat olehku Abu Yazid, dan segala yang terpandang olehku adalah aku sendiri.

Kemudian aku jelajahi empat ribu padang belantara. Ketika sampai diakhir penjelajahan itu terlihat olehku bahwa aku masih berada pada tahap awal kenabian. Maka kulanjutkan pula pengembaraan yang tak berkesudahan di lautan tanpa tepi itu untuk beberapa lama, aku katakan, "Tidak ada seorang manusiapun yang pernah mencapai kemuliaan yang lebih tinggi daripada yang telah kucapai ini. Tidak mungkin ada tingkatan yang lebih tinggi daripada ini".

Tetapi ketika kutajamkan pandangan ternyata kepalaku masih berada di tapak kaki seorang Nabi. Maka sadarlah aku bahwa tingkat terakhir yang dapat dicapai oleh manusia-manusia suci hanyalah sebagai tingkatan awal dari kenabian. Mengenai tingkat terakhir dari kenabian tidak dapat kubayangkan.

Kemudian ruhku menembus segala penjuru di dalam kerajaan Alloh. Surga dan neraka ditunjukkan kepada ruhku itu tetapi ia tidak peduli. Apakah yang dapat menghadang dan membuatnya peduli?. Semua sukma yang bukan Nabi yang ditemuinya tidak dipedulikannya. Ketika ruhku mencapai sukma manusia kesayangan Alloh, Nabi Muhammad SAW, terlihatlah olehku seratus ribu lautan api yang tiada bertepi dan seribu tirai cahaya. Seandainya kujejakkan kaki ke dalam lautan api yang pertama itu, niscaya aku hangus binasa. Aku sedemikian gentar dan bingung sehinga aku menjadi sirna. Tetapi betapapun besar keinginanku, aku tidak berani memandang tiang perkemahan Muhammad. Walaupun aku telah berjumpa dengan Alloh, tetapi aku tidak berani berjumpa dengan Muhammad.

Kemudian Abu Yazid berkata, "Ya Alloh, segala sesuatu yang telah terlihat olehku adalah aku sendiri. Bagiku tiada jalan yang menuju kepadaMu selama aku ini masih ada. Aku tidak dapat menembus keakuan ini, apakah yang harus kulakukan?"

Maka terdengarlah perintah, "Untuk melepas keakuanmu itu ikutilah kekasih Kami, Muhammad, si orang Arab. Usaplah matamu dengan debu kakinya dan ikutilah jejaknya.

Maka terjunlah aku ke dalam lautan api yang tak bertepi dan kutenggelamkan diriku kedalam tirai-tirai cahaya yang mengelilingi Muhammad. Dan kemudian tak kulihat diriku sendiri, yang kulihat Muhammad. Aku terdampar dan kulihat Abu Yazid berkata," aku adalah debu kaki Muhammad, maka aku akan mengikuti jejak Muhammad.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 10:53:14 AM
PERANG TANDING ANTARA ABU YAZID DAN YAHYA BIN MU'ADZ
Yahya bin Mu'adz-salah seorang tokoh sufi, aulia, waliyulloh, jaman itu, menulis surat kepada Abu Yazid," Apakah katamu mengenai seseorang yang telah mereguk secawan arak dan menjadi mabuk tiada henti-hentinya?"
"Aku tidak tahu", jawab Abu Yazid."Yang kuketahui hanyalah bahwa di sini ada seseorang yang sehari semalam telah mereguk isi samudra luas yang tiada bertepi namun masih merasa haus dan dahaga".

Yahya bin Mu'adz menyurati lagi," Ada sebuah rahasia yang hendak kukatakan kepadamu tetapi tempat pertemuan kita adalah di dalam surga. Di sana, di bawah naungan pohon Tuba akan kukatakan rahasia itu kepadamu".

Bersamaan surat itu dia kirimkan sepotong roti dengan pesan,"Syech harus memakan roti ini karena aku telah membuatnya dari air zam-zam".

Di dalam jawabannya Abu Yazid berkata mengenai rahasia yang hendak disampaikan Yahya itu," Mengenai tempat pertemuan yang engkau katakan, dengan hanya mengingatNya, pada saat ini juga aku dapat menikmati surga dan puhon Tuba. tetapi roti yang engkau kirimkan itu tidak dapat kunikmati. Engkau memang telah mengatakan air apa yang telah engkau pergunakan, tetapi engkau tidak mengatakan bibit gandum apa yang telah engkau taburkan".

Maka Yahya bin Mu'adz ingin sekali mengunjungi Abu Yazid. Ia datang pada waktu sholat Isya'. Yahya berkisah sebagai berikut,:" Aku tidak mau mengganggu Syech Abu Yazid. Tetapi aku pun tidak dapat bersabar hingga pagi. Maka pergilah aku ke suatu tempat di padang pasir di mana aku dapat menemuinya pada saat itu seperti dikatakan orang-orang kepadaku. Sesampainya ditempat itu terlihat olehku Abu Yazid sedang sholat Isya'. Kemudian ia berdiri di atas jari-jari kakinya sampai keesokan harinya. Aku tegak terpana menyaksikan hal ini. Sepanjang malam kudengar Abu Yazid berkata di dalam do'anya.," Aku berlindung kepadamu dari segala hasratku untuk menerima kehormatan-kehormatan ini".

Setelah sadar, Yahya mengucapkan salam kepada Abu Yazid dan bertanya apakah yang telah dialaminya pada malam tadi. Abu Yazid menjawab," lebih dari dua puluh kehormatan telah ditawarkan kepadaku. Tetapi tak satupun yang kuinginkan karena semuanya adalah kehormatan-kehormatan yang membutakan mata".

"Guru, mengapakah engkau tidak meminta pengetahuan mistik, karena bukankah Dia Raja diantara raja yang pernah berkata,"Mintalah kepadaKu segala sesuatu yang engkau kehendaki?" Yahya bertanya."Diamlah!", sela Abu Yazid," Aku cemburu kepada diriku sendiri yang telah mengenalNya, karena aku ingin tiada sesuatupun kecuali Dia yang mengenal diriNya. Mengenai pengetahuanNya, apakah peduliku. Sesungguhnya seperti itulah kehendakNya, Yahya. Hanya Dia, dan bukan siapa-siapa yang akan mengenal diriNya.

"Demi keagungan Alloh", Yahya bermohon,"berikanlah kepadaku sebagian dari karunia-karunia yang telah ditawarkan kepadamu malam tadi".

"Seandainya engkau memperoleh kemuliaan Adam, kesucian Jibril, kelapangan hati Ibrahim, kedambaan Musa kepada Alloh, kekudusan Isa, dan kecintaan Muhammad, niscaya engkau masih merasa belum puas. Engkau akan mengharapkan hal-hal lain yang melampaui segala sesuatu", jawab Yazid." Tetaplah merenung Yang Maha Tingi dan jangan rendahkan pandanganmu, karena apabila engkau merendahkan pandanganmu kepada sesuatu hal, maka hal itulah yang akan membutakan matamu"

Suatu hari Abu Yazid berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Abu Yazid menyingkir kepinggir untuk memberi jalan kepada binatang itu.

Salah seorang murid tidak menyetujui perbuatan Abu Yazid ini dan berkata," Alloh Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhlukNya. Abu Yazid adalah "Raja diantara kaum mistik", tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing. Apakah pantas perbuatan seperti itu?"

Abu Yazid menjawab," Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku,'Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja diantara para mistik?'. Begitulah yang sampai dalam pikiranku dan karena itulah aku memberi jalan kepadanya".

Suatu ketika Abu yazid melakukan perjalanan menuju Ka'bah di Makkah, tetapi beberapa saat kemudian ia pun kembali lagi. "Di waktu yang sudah-sudah engkau tidak pernah membatalkan niatmu. Mengapa sekarang engkau berbuat demikian?", tanya seseorang kepaa Abu Yazid.

"baru saja aku palingkan wajahku ke jalan", jawab Abu Yazid,"terlihat olehku seorang hitam yang menghadang dengan pedang terhunus dan berkata,"Jika engkau kembali, selamat dan sejahtera-lah engkau. Jika tidak, akan kutebas kepalamu. Engkau telah meninggalkan Alloh di Bustham untuk pergi kerumahNya.

Hatim Tuli-salah seorang waliyulloh masa itu-, berkata kepada murid-muridnya," Barang siapa di antara kamu yang tidak memohon ampunan bagi penduduk neraka di hari berbangkit nanti, ia bukan muridku".

Perkataan Hatim ini disampaikan orang kepada Abu Yazid. kemudian Abu yazid menambahkan," Barang siapa yang berdiri di tebing neraka dan menangkap setiap orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, kemudian mengantarnya ke surga lalu kembali ke neraka sebagai pengganti mereka, ia adalah muridku".

ABU YAZID DAN SEORANG MURIDNYA
Ada seorang pertapa di antara tokoh-tokoh suci terkenal di Bustham. Ia mempunyai banyak pengikut dan pengagum, tetapi ia sendiri senantiasa mengikuti pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh Abu Yazid. Dengan tekun ia mendengarkan ceramah-ceramah Abu Yazid dan duduk bersama sahabat-sahabat beliau.

Pada suatu hari berkatalah ia kepada Abu Yazid,"pada hari ini genaplah tigapuluh tahun lamanya aku berpuasa dan memanjatkan do'a sepanjang malam sehingga aku tidak pernah tidur. Namun pengetahuan yang engkau sampaikan ini belum pernah menyentuh hatiku. Walau demikian aku percaya kepada pengetahuan itu dan senang mendengarkan ceramah-ceramahmu".

"Walaupun engkau berpuasa siang malam selama tiga ratus tahun, sedikitpun dari ceramah-ceramahku ini tidak akan dapat engkau hayati".

"Mengapa demikian?",tanya si murid.
"Karena matamu tertutup oleh dirimu sendiri", jawab Abu Yazid.
"Apakah yang harus kulakukan?",tanya si murid pula.
"Jika kukatakan, pasti engkau tidak mau menerimanya", jawab Abu Yazid.
"Akan kuterima!. Katakanlah kepadaku agar kulakukan seperti yang engkau petuahkan".
"Baiklah!", jawab Abu Yazid."Sekarang ini juga, cukurlah janggut dan rambutmu. Tanggalkan pakaian yang sedang engkau kenakan ini dan gantilah dengan cawat yang terbuat dari bulu domba. Gantungkan sebungkus kacang dilehermu, kemudian pergilah ke tempat ramai. Kumpulkan anak-anak sebanyak mungkin dan katakan pada mereka,"Akan kuberikan sebutir kacang kepada setiap orang yang menampar kepalaku". Dengan cara yang sama pergilah berkeliling kota, terutama sekali ke tempat dimana orang-orang sudah mengenalmu. Itulah yang harus engkau lakukan".
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ghostdoors pada Oktober 24, 2009, 10:55:30 AM
"Maha besar Alloh!Tiada Tuhan kecuali Alloh", cetus simurid setelah mendengar kata-kata Abu Yazid itu.
"Jika seorang kafir mengucapkan kata-kata itu niscaya ia menjadi seorang Muslim",kata Abu Yazid."Tetapi dengan mengucapkan kata-kata yang sama engkau telah mempersekutukan Alloh".
"Mengapa begitu?",tanya si murid.
"Karena engkau merasa bahwa dirimu terlalu mulia untuk berbuat seperti yang telah kukatakan tadi. Kemudian engkau mencetuskan kata-kata tadi untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang penting, dan bukan untuk memuliakan Alloh. Dengan demikian bukankah engkau telah mempersekutukan Alloh?".

"Saran-saranmu tadi tidak dapat kulaksanakan. Berikanlah saran-saran yang lain", si murid berkeberatan.
"Hanya itu yang dapat kusarankan",Abu Yazid menegaskan.
"Aku tak sanggup melaksanakannya", si murid mengulangi kata-katanya.
"Bukankah telah aku katakan bahwa engkau tidak akan sanggup untuk melaksanakannya dan engkau tidak akan menuruti kata-kataku",kata Abu Yazid.
(Duhai, sadarlah aku bahwa kesombongan dalam diriku begitu tebal, betapa pentingnya aku, betapa mulianya aku, betapa orang lain berada lebih rendah dari aku.....lihat nggantengku, lihat kekayaanku, lihat kepandaianku,...lihat kekuatanku....lihat kekuasaanku......! Besi mesti dipanasi untuk dijadikan pedang, besi mesti ditempa untuk dibuat menjadi tajam. Batu kotor mesti digosok supaya jadi berlian. "Gosoklah berlian imanmu dengan Laa illaha ilalloh". 'Jadidu Imanakum bi Laa illaha ilalloh' )

"Engkau dapat berjalan di atas air", orang-orang berkata kepada Abu Yazid. "Sepotong kayupun dapat melakukan hal itu", jawab Abu Yazid.

"Engkau dapat terbang di angkasa". "Seekor burung pun dapat melakukan itu"

"Engkau dapat pergi ke Ka'bah dalam satu malam". " Setiap orang sakti dapat melakukan perjalanan dari India ke Demavand dalam satu malam".

"Jika demikian apakah yang harus dilakukan oleh manusia-manusia sejati?", mereka bertanya kepada Abu Yazid. Abu Yazid menjawab,"Seorang manusia sejati tidak akan menautkan hatinya kepada siapapun dan apapun kecuali kepada Alloh".

Abu Yazid ditanya orang,"Bagaimanakah engkau mencapai tingkat kesalehan yang seperti ini?"
. "Pada suatu malam ketika aku masih kecil,", jawab Abu Yazid,"aku keluar dari kota Bustham. Bulan bersinar terang dan bumi tertidur tenang. Tiba-tiba kulihat suatu kehadiran. Di sisinya ada delapan belas ribu dunia yang tampaknya sebagai sebuah debu belaka. hatiku bergetar kencang lalu aku hanyut dilanda gelombang ekstase yang dahsyat. Aku berseru "Ya Alloh, sebuah istana yang sedemikian besarnya tapi sedemikian kosongnya. Hasil karya yang sedemikian agung tapi begitu sepi? " Lalu terdengar olehku sebuah jawaban dari langit." Istana ini kosong bukan karena tak seorangpun memasukinya tetapi Kami tidak memperkenankan setiap orang untuk memasukinya. Tak seorang manusia yang tak mencuci muka-pun yang pantas menghuni istana ini".

"Maka aku lalu bertekat untuk mendo'akan semua manusia. Kemudian terpikirlah olehku bahwa yang berhak untuk menjadi penengah manusia adalah Muhammad SAW. Oleh karena itu aku hanya memperhatikan tingkah lakuku sendiri. Kemudian terdengarlah suara yang menyeruku.," Karena engkau berjaga-jaga untuk selalu bertingkah laku baik, maka Aku muliakan namamu sampai hari Berbangkit nanti dan ummat manusia akan menyebutmu

RAJA PARA MISTIK".

Abu Yazid menyatakan," Sewaktu pertama kali memasuki Rumah Suci (Ka'bah), yang terlihat olehku hanya Rumah Suci itu. Ketika untuk kedua kalinya memasuki Rumah Suci itu, yang terlihat olehku adalah Pemilik Rumah Suci. Tetapi ketika untuk ketiga kalinya memasuki Rumah Suci, baik si Pemilik maupun Rumah Suci itu sendiri tidak terlihat olehku".

Sedemikian khusyuknya Abu Yazid dalam berbakti kepada Alloh, sehingga setiap hari apabila ditegur oleh muridnya, yang senantiasa menyertainya selama 20 tahun, ia akan bertanya," Anakku, siapakah namamu?" Suatu ketika si murid berkata pada Abu Yazid,"Guru, apakah engkau memperolok-olokkanku. Telah 20 tahun aku mengabdi kepadamu, tetapi, setiap hari engkau menanyakan namaku".

"Anakku",Abu Yazid menjawab,"aku tidak memperolok-olokkanmu. Tetapi nama-Nya telah memenuhi hatiku dan telah menyisihkan nama-nama yang lain. Setiap kali aku mendengar sebuah nama yang lain, segeralah nama itu terlupakan olehku"

Abu Yazid mengisahkan:

Suatu hari ketika sedang duduk-duduk, datanglah sebuah pikiran ke dalam benakku bahwa aku adalah Syaikh dan tokoh suci zaman ini. Tetapi begitu hal itu terpikirkan olehku, aku segera sadar bahwa aku telah melakukan dosa besar. Aku lalu bangkit dan berangkat ke Khurazan. Di sebuah persinggahan aku berhenti dan bersumpah tidak akan meninggalkan tempat itu sebelum Alloh mengutus seseorang untuk membukakan diriku.

Tiga hari tiga malam aku tinggal di persinggahan itu. Pada hari yang ke-empat kulihat seseorang yang bermata satu dengan menunggang seekor unta sedang datang ke tempat persinggahan itu. Setelah mengamati dengan seksama, terlihat olehku tanda-tanda kesadaran Ilahi di dalam dirinya. Aku mengisyaratkan agar unta itu berhenti lalu unta itu segera menekukkan kaki-kaki depannya. Lelaki bermata satu itu memandangiku.

"Sejauh ini engkau memanggilku", katanya," hanya untuk membukakan mata yang tertutup dan membukakan pintu yang terkunci serta untuk menenggelamkan penduduk Bustham bersama Abu Yazid?"

"Aku jatuh lunglai. Kemudian aku bertanya kepada orang itu,"Dari manakah engkau datang?"

"Sejak engkau bersumpah itu telah beribu-ribu mil yang kutempuh", kemudian ia menambahkan,"berhati-hatilah Abu Yazid, Jagalah hatimu!"

Setelah berkata demikian ia berpaling dariku dan meninggalkan tempat itu.

MASA AKHIR
Diriwayatkan bahwa Abu Yazid telah tujuh puluh kali diterima Alloh ke hadhiratNya. Setiap kali kembali dari perjumpaan dengan Alloh itu, Abu Yazid mengenakan sebuah ikat pinggang yang lantas diputuskannya pula.

Menjelang akhir hayatnya Abu Yazid memasuki tempat sholat dan mengenakan sebuah ikat pinggang. Mantel dan topinya yang terbuat dari bulu domba itu dikenakannya secara terbalik. Kemudian ia berkata kepada Alloh:

" Ya Alloh, aku tidak membanggakan disiplin diri yang telah kulaksanakan seumur hidupku, aku tidak membanggakan sholat yang telah kulakukan sepanjang malam. Aku tidak menyombongkan puasa yang telah kulakukan selama hidupku. Aku tidak menonjolkan telah berapa kali aku menamatkan Al Qur'an. Aku tidak akan mengatakan pengalaman-pengalaman spiritual khususku yang telah kualami, do'a- do'a yang telah kupanjatkan dan betapa akrab hubungan antara Engkau dan aku. Engkaupun mengetahui bahwa aku tidak menonjolkan segala sesuatu yang telah kulakukan itu.

Semua yang kukatakan ini bukanlah untuk membanggakan diri atau mengandalkannya. Semua ini kukatakan kepadaMu karena aku malu atas segala perbuatanku itu. Engkau telah melimpahkan rahmatMu sehingga aku dapat mengenal diriku sendiri. Semuanya tidak berarti, anggaplah itu tidak pernah terjadi. Aku adalah seorang Torkoman yang berusaha tujuh puluh tahun dengan rambut yang telah memutih di dalam kejahilan.

Dari padang pasir aku datang sambil berseru-seru,'Tangri-Tangri' Baru sekarang inilah aku dapat memutus ikat pinggang ini. Baru sekarang inilah aku dapat melangkah ke dalam lingkungan Islam. Baru sekarang inilah aku dapat menggerakkan lidahku untuk mengucapkan syahadat. Segala sesuatu yang Engkau perbuat adalah tanpa sebab. Engkau tidak menerima ummat manusia karena kepatuhan mereka dan Engkau tidak akan menolak mereka hanya karena keingkaran mereka. Segala sesuatu yang kulakukan hanyalah debu. Kepada setiap perbuatanku yang tidak berkenan kepadaMu limpahkanlah ampunanMu. Basuhlah debu keingkaran dari dalam diriku karena akupun telah membasuh debu kelancangan karena mengaku telah mematuhiMu.

Kemudian Abu Yazid menghembuskan nafas terakhirnya dengan menyebut nama Alloh pada tahun 261 H /874 M.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: gema pada Agustus 25, 2010, 03:05:13 AM
[justify][justify]Saya akan mencoba menjelaskan peristiwa isra' mi'raj secara Ilmiah.

Jika anda sangat yakin dengan postulat kedua einstein yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang melebihi kec.cahaya,dan yakin bahwa kec.cahaya tergantung medium yang dilewatinya, maka akan lebih mudah untuk menjelaskannya kepada anda.

Islam meyakini bahwa langit ada 7 lapisan seperti yang allah firmankan dalam alqur'an,dan kami juga yakin bahwa segala sesuatu itu datangnya dari Allah.Islam juga meyakini bahwa langit ke 7 adalah arasy tempat persemayaman Allah swt.

Sebelum saya jelaskan coba baca firman allah berikut ini

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)  

Menurut Snell seberkas sinar (cahaya) yang bergerak dari medium yang kurang rapat ke yang rapat akan membias dan kec.nya akan berkurang (terbukti secara eksperimen).

Nah,coba anda bayangkan !
Allah bersemayam di arasy (langit ke 7) yang jauh lebih luas dari bumi kita.Lalu langit ke 6 lebih kecil dari arasy,langit ke 5 lebih kecil dari langit ke 6 dan seterusnya.Dan tiap-tiap langit memiliki kerapatan yang berbeda,karena langit yang lain (selain langit ke 1) diisi oleh malaikat yang tercipta dari cahaya yang tentu semakin tinggi langitnya semakin rendah kerapatannya karena masih banyak makhluk gaib lainnya.Sehingga,cahaya yang datang dari allah itu akan berkurang kecepatannya,dan apabila cahaya itu naik ke arasy kecepatannya akan semakin bertambah,hingga memiliki kec. infinity di langit ke 7 karena allah adalah zat yang tak bisa dibayangkan !Dari penjelasan diatas maka sangat logis ketika 1 hari menurut perhitungan Allah sama dengan 1000 tahun perhitungan kita (KARENA WAKTU ITU RELATIF !)

Sebenarnya ketika Nabi diperjalankan oleh buraq,saya yakin bahwa Nabi tidak merasakan waktu semalam, tetapi mungkin bertahun-tahun karena banyak yang dialami di sana.Tetapi menurut perhitungan di bumi hanya +- 7 jam,karena terjadi dilasi waktu seperti yang disampaikan einstein dalam paradoks kembarnya.Dan dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kelebihan dari buraq adalah allah menjaga kecepatannya hingga tidak tergantung terhadap kerapatan medium (tidak sama dengan malaikat yang terbuat dari cahaya yang kecepatan maksimumnya tergantung medium perambatannya) dan Maha suci Allah yang menciptakan Buraq.Hanya Allah yang tahu dari apa Buraq diciptakan.[/justify][/justify]
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 25, 2010, 03:43:49 AM
Ini informasi "kecepatan" yang dapat diambil dari Al Quran secara tidak langsung.
Menurut Al Quran:

-> Kecepatan "Urusan" = kecepatan Cahaya yang kita ketahui http://www.mail-archive.com/klub-mawar@yahoogroups.com/msg00123.html
-> Kecepatan Malaikat-malaikat dan Jibril = 50 x Kecepatan Cahaya yang kita ketahui

Sumber:
"(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik." (Al Quran, 70:3)
-> Alloh SWT itu memiliki banyak tempat

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)
-> Urusan membutuhkan waktu 1 hari untuk mencapai tempat itu (menurut perhitungan ditempat itu) atau seribu tahun apa bila dilakukan perhitungan di bumi.
Dari sini diperoleh urusan = 299792.5 km/detik berdasar link diatas

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)
-> Dengan cara perhitungan yang sama dengan link diatas, menurut Inforamsi dari Al Quran diatas berarti
Kecepatan Malaikat = 50 x kecepatan Urusan atau kecepatan cahaya

Jadi ada cahaya yang kecepatannya melebihi cahaya yang kita ketahui dan sangat mungkin Buroq memiliki kecepatan itu sebagaimana yang dimiliki Malaikat.

Nuurun 'Alannur (Kutipan Q.S. An Nuur:35) -> Cahaya diatas Cahaya

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: cronny pada Agustus 25, 2010, 07:24:54 AM
^
Jadi menurut link yg diatas, tempat kediaman tuhan atau langit bisa di ukur dong?
Kalau dia bisa klaim 299792.5km/detik, ini bisa di hitung balik kan tepat letak dan posisi nya?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 25, 2010, 10:56:46 AM
Ini informasi "kecepatan" yang dapat diambil dari Al Quran secara tidak langsung.
Menurut Al Quran:

-> Kecepatan "Urusan" = kecepatan Cahaya yang kita ketahui http://www.mail-archive.com/klub-mawar@yahoogroups.com/msg00123.html
-> Kecepatan Malaikat-malaikat dan Jibril = 50 x Kecepatan Cahaya yang kita ketahui

Sumber:
"(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik." (Al Quran, 70:3)
-> Alloh SWT itu memiliki banyak tempat

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)
-> Urusan membutuhkan waktu 1 hari untuk mencapai tempat itu (menurut perhitungan ditempat itu) atau seribu tahun apa bila dilakukan perhitungan di bumi.
Dari sini diperoleh urusan = 299792.5 km/detik berdasar link diatas

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)
-> Dengan cara perhitungan yang sama dengan link diatas, menurut Inforamsi dari Al Quran diatas berarti
Kecepatan Malaikat = 50 x kecepatan Urusan atau kecepatan cahaya

Jadi ada cahaya yang kecepatannya melebihi cahaya yang kita ketahui dan sangat mungkin Buroq memiliki kecepatan itu sebagaimana yang dimiliki Malaikat.

Nuurun 'Alannur (Kutipan Q.S. An Nuur:35) -> Cahaya diatas Cahaya


Hm, 50 kali kecepatan cahaya? Artinya malah mundur dalam waktu?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: sayang pada Agustus 25, 2010, 12:08:05 PM
tetang isra' mi'raj , cuba baca di sini deh ...
Kutip dari: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/isra-miraj-bukti-kuat-muhammad-nabi-palsu-t7241/#p89488
ISRA MIRAJ BUKTI KUAT MUHAMMAD NABI PALSU
by nabicabul » Wed Nov 08, 2006 10:00 pm

1. Seandainya benar dia terbang dengan bouraq

TENTU DIA TAHU BUMI ITU BULAT DAN MENGELILINGI MATAHARI
DAN DIA JUGA MELIHAT BINTANG - BINTANG BUKAN MUNCUL DI MALAM HARI TAPI BAGIAN BUMI YG GELAP TIDAK TERKENA SINAR MATAHARI MELIHAT BINTANG ( MATAHARI LAIN DI TATASURYA YG LAIN ).TERLIHAT BERKELIP KELIP SAKING JAUHNYA .
JUGA TENTANG BULAN YG MENGELILINGI BUMI


KENAPA DIA TIDAK WAHYUKAN DALAM AL QUR'AN
KALAU DIA TULIS BERARTI BENAR DIA RASUL TUHAN
WALAUPUN DIA SUKA MEMBUNUH YAHUDI.

hayo netter muslim jawab pertanyaan saya.
akan saya kasih alamat saya , untuk kalian bunuh jika kalina dapat menjawab pertanyaan saya karena saya memfitnah si onta cabul.

TAPI KARENA DIA NABI CABUL DAN PALSU

ada surat al kahf ayat 86
matahari terbenam di lumpur yg dalam.

adalalagi Al Taqwij
tentang bintang yg beredar dan muncul di waktu malam

ada lagi Al Syam
tentang matahari yg muncul di pagi hari dan bintang di bulan yg muncul
di mAlam hari.

SAYA KASIH RUMAH SAYA DI PONDOK INDAH YG BERNILAI 5
MILYARD JIKA ANDA BISA MEMBANTAH ARGUMEN SAYA.

DASAR MOHAMMAD CABUL, PEDOFILIA, PENIPU

DAN MUSLIM SEHARUSNYA JANGAN MARAH DAN SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH ,
ANGGAP SAYA MENYELAMTKAN DUIT 30 JUTA ANDA YG BUAT NAIK HAJI DAN DIJANJIKAN SORGA BAU KOTORAN ONTA .

JUGA BUAT APA ANDA PUASA SELAMA 40 BULAN SELAMA HIDUP
( ASUMSIKAN ANDA MULAI PUASA UMUR 15 SAMPAI DENGAN RATA-2 UMUR 55 TAHUN )

DAN ANDA BUANG - BUANG WAKTU SOLAT MEMUJA ALLLAH

YG LEBIH ***** DAN TOLOL DARI SAYA.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 25, 2010, 12:27:19 PM
^
Jadi menurut link yg diatas, tempat kediaman tuhan atau langit bisa di ukur dong?
Kalau dia bisa klaim 299792.5km/detik, ini bisa di hitung balik kan tepat letak dan posisi nya?
coba aja klo bisa
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 25, 2010, 12:29:18 PM
Ini informasi "kecepatan" yang dapat diambil dari Al Quran secara tidak langsung.
Menurut Al Quran:

-> Kecepatan "Urusan" = kecepatan Cahaya yang kita ketahui http://www.mail-archive.com/klub-mawar@yahoogroups.com/msg00123.html
-> Kecepatan Malaikat-malaikat dan Jibril = 50 x Kecepatan Cahaya yang kita ketahui

Sumber:
"(Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik." (Al Quran, 70:3)
-> Alloh SWT itu memiliki banyak tempat

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)
-> Urusan membutuhkan waktu 1 hari untuk mencapai tempat itu (menurut perhitungan ditempat itu) atau seribu tahun apa bila dilakukan perhitungan di bumi.
Dari sini diperoleh urusan = 299792.5 km/detik berdasar link diatas

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)
-> Dengan cara perhitungan yang sama dengan link diatas, menurut Inforamsi dari Al Quran diatas berarti
Kecepatan Malaikat = 50 x kecepatan Urusan atau kecepatan cahaya

Jadi ada cahaya yang kecepatannya melebihi cahaya yang kita ketahui dan sangat mungkin Buroq memiliki kecepatan itu sebagaimana yang dimiliki Malaikat.

Nuurun 'Alannur (Kutipan Q.S. An Nuur:35) -> Cahaya diatas Cahaya


Hm, 50 kali kecepatan cahaya? Artinya malah mundur dalam waktu?
mundur gimana?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 25, 2010, 12:32:08 PM
tetang isra' mi'raj , cuba baca di sini deh ...
Kutip dari: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/isra-miraj-bukti-kuat-muhammad-nabi-palsu-t7241/#p89488
ISRA MIRAJ BUKTI KUAT MUHAMMAD NABI PALSU
by nabicabul » Wed Nov 08, 2006 10:00 pm

1. Seandainya benar dia terbang dengan bouraq

TENTU DIA TAHU BUMI ITU BULAT DAN MENGELILINGI MATAHARI
DAN DIA JUGA MELIHAT BINTANG - BINTANG BUKAN MUNCUL DI MALAM HARI TAPI BAGIAN BUMI YG GELAP TIDAK TERKENA SINAR MATAHARI MELIHAT BINTANG ( MATAHARI LAIN DI TATASURYA YG LAIN ).TERLIHAT BERKELIP KELIP SAKING JAUHNYA .
JUGA TENTANG BULAN YG MENGELILINGI BUMI


KENAPA DIA TIDAK WAHYUKAN DALAM AL QUR'AN
KALAU DIA TULIS BERARTI BENAR DIA RASUL TUHAN
WALAUPUN DIA SUKA MEMBUNUH YAHUDI.

hayo netter muslim jawab pertanyaan saya.
akan saya kasih alamat saya , untuk kalian bunuh jika kalina dapat menjawab pertanyaan saya karena saya memfitnah si onta cabul.

TAPI KARENA DIA NABI CABUL DAN PALSU

ada surat al kahf ayat 86
matahari terbenam di lumpur yg dalam.

adalalagi Al Taqwij
tentang bintang yg beredar dan muncul di waktu malam

ada lagi Al Syam
tentang matahari yg muncul di pagi hari dan bintang di bulan yg muncul
di mAlam hari.

SAYA KASIH RUMAH SAYA DI PONDOK INDAH YG BERNILAI 5
MILYARD JIKA ANDA BISA MEMBANTAH ARGUMEN SAYA.

DASAR MOHAMMAD CABUL, PEDOFILIA, PENIPU

DAN MUSLIM SEHARUSNYA JANGAN MARAH DAN SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH ,
ANGGAP SAYA MENYELAMTKAN DUIT 30 JUTA ANDA YG BUAT NAIK HAJI DAN DIJANJIKAN SORGA BAU KOTORAN ONTA .

JUGA BUAT APA ANDA PUASA SELAMA 40 BULAN SELAMA HIDUP
( ASUMSIKAN ANDA MULAI PUASA UMUR 15 SAMPAI DENGAN RATA-2 UMUR 55 TAHUN )

DAN ANDA BUANG - BUANG WAKTU SOLAT MEMUJA ALLLAH

YG LEBIH ***** DAN TOLOL DARI SAYA.
Pertanyaannya yang mana nih?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: cronny pada Agustus 25, 2010, 02:48:36 PM
sekarang dapat tuh kecepatan cahaya dari quran nya gimana?
Gimana bisa dapat angka 299792.5km/detik nya?
ini asal klaim aja? atau emang bisa dapat angka tsb dari quran? jangan2 dapat nih angka nya dari ilmuwan abad 20an buat temin tuh angka, trus baru diklaim.

Kalau bener bisa... bukan nya bisa dihitung balik jarak ke tempat surga nya itu?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 25, 2010, 07:45:32 PM
Kebenaran Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW pernah dibuktikan langsung oleh seorang ulama sufi,  Syech Shahabuddin,  di hadapan Sultan Mesir,  bahwa segala sesuatu bisa terjadi karena kehendak Tuhan,  tanpa harus berdasarkan perkiraan ngawur dan dangkal dari akal yang terbatas.

Kutipan  :

 Seorang   Sultan   Mesir   konon  mengumpulkan  orang  orang
terpelajar,  dan-seperti  biasanya--timbullah  pertengkaran.
Pokok  masalahnya  adalah  Mikraj  Nabi Muhammad. Dikatakan,
pada kesempatan tersebut Nabi diambil dari tempat  tidurnya,
dibawa  ke  langit.  Selama  waktu  itu ia menyaksikan sorga
neraka, berbicara dengan Tuhan  sembilan  puluh  ribu  kali,
mengalami   pelbagai   kejadian  lain--dan  dikembalikan  ke
kamarnya sementara tempat tidurnya masih hangat.  Kendi  air
yang terguling karena tersentuh Nabi waktu berangkat, airnya
masih belum habis ketika Nabi turun kembali.
 
Beberapa orang berpendapat bahwa hal itu benar, sebab ukuran
waktu disini dan di sana berbeda. Namun Sultan menganggapnya
tidak masuk akal.
 
Para ulama cendikia itu semuanya mengatakan bahwa segala hal
bisa  saja  terjadi  karena  kehendak  Tuhan.  Hal itu tidak
memuaskan raja.
 
Berita perbedaan pendapat itu akhirnya  didengar  oleh  Sufi
Syeh  Shahabuddin,  yang  segera saja menghadap raja. Sultan
menunjukkan kerendahan hati terhadap sang guru yang berkata,
"Saya bermaksud   segera      saja   mengadakan  pembuktian.
Ketahuilah bahwa kedua tafsiran itu keliru,  dan  bahwa  ada
faktor-faktor yang bisa ditunjukkan, yang menjelaskan cerita
itu tanpa harus mendasarkan pada perkiraan ngawur atau akal,
yang dangkal dan terbatas."
-----------------------------------------------------------
  Kemudian  Syeh  meminta  seember  air,  dan  meminta  Sultan
memasukkan kepalanya dalam air sesaat  saja  Segera  setelah
Sultan melakukan itu, ia merasa berada di sebuah pantai yang
sepi, di tempat yang  sama  sekali  tak  dikenalnya,  karena
kekuatan  gaib  Syeh  itu.  Sultan  marah  sekali  dan ingin
membalas dendam.
 
Segera saja Sultan bertemu dengan  beberapa  orang  penebang
kayu yang menanyakan siapa dirinya. Karena sulit menjelaskan
siapa dia sebenarnya, Sultan mengatakan bahwa  ia  terdampar
di  pantai  itu  karena  kapalnya  pecah.  Mereka memberinya
pakaian, dan iapun berjalan ke sebuah kota. Di kota itu  ada
seorang   tukang   besi  yang  melihatnya  gelandangan,  dan
bertanya siapa dia  sebenarnya.  Sultan  menjawab  bahwa  ia
seorang  pedagang  yang  terdampar, hidupnya tergantung pada
kebaikan hati penebang kayu, dan tanpa mata pencarian.
 
Orang  itu  kemudian  menjelaskan  tentang  kebiasaan   kota
tersebut.  Semua  pendatang  baru boleh meminang wanita yang
pertama ditemuinya, meninggalkan tempat  mandi,  dan  dengan
syarat  si  wanita itu harus menerimanya. Sultan itupun lalu
pergi ke tempat mandi umum, dan di  lihatnya  seorang  gadis
cantik  keluar  dari  tempat  itu. Ia bertanya apa gadis itu
sudah kawin: ternyata sudah. Jadi ia harus  menanyakan  yang
berikutnya,  yang wajahnya sangat buruk. Dan yang berikutnya
lagi. Yang ke empat sungguh-sungguh molek. Katanya ia  belum
kawin,  tetapi  ditolaknya  Sultan  karena tubuh dan bajunya
yang tak karuan.
 
Tiba-tiba ada seorang lelaki berdiri didepan Sultan katanya,
"Aku  disuruh  ke mari menjemput seorang yang kusut di sini.
Ayo, ikut aku."
 
Sultanpun mengikuti pelayan itu, dan dibawa  kesebuah  rumah
yang  sangat  indah.  Ia  pun duduk di salah satu ruangannya
yang megah berjam-jam lamanya. Akhirnya empat wanita  cantik
dan berpakaian indah-indah masuk, mengantarkan wanita kelima
yang lebih cantik lagi. Sultan mengenal wanita  itu  sebagai
wanita terakhir yang ditemuinya di rumah mandi umum tadi.
 
Wanita itu memberinya selamat datang dan mengatakan bahwa ia
telah bergegas pulang untuk  menyiapkan  kedatangannya,  dan
bahwa  penolakannya  tadi  itu  sebenarnya sekedar merupakan
basa-basi saja, yang dilakukan oleh  setiap  wanita  apabila
berada di jalan.
 
Kemudian  menyusul  makanan  yang  lezat.  Jubah yang sangat
indah disiapkan untuk  Sultan,  dan  musik  yang  merdu  pun
diperdengarkan.
 
Sultan  tinggal  selama  tujuh  tahun  bersama istrinya itu:
sampai  ia  menghambur-hamburkan  habis  warisan   istrinya.
Kemudian  wanita  itu  mengatakan  bahwa kini Sultanlah yang
harus menanggung hidup keduanya bersama ketujuh anaknya.
 
Ingat pada sahabatnya yang pertama di kota itu,  Sultan  pun
kembali  menemui  tukang  besi untuk meminta nasehat. Karena
Sultan tidak memiliki kemampuan  apapun  untuk  bekerja,  ia
disarankan pergi ke pasar menjadi kuli.
 
Dalam sehari, meskipun ia telah mengangkat beban yang sangat
berat, ia hanya bisa mendapatkan sepersepuluh dari uang yang
dibutuhkannya untuk menghidupi keluarganya.
 
Hari  berikutnya  Sultan  pergi  ke pantai, dan ia sampai di
tempat pertama kali dulu ia muncul di sini, tujuh tahun yang
lalu.  Ia pun memutuskan untuk sembahyang, dan mengambil air
wudhu: dan pada saat itu pula mendadak ia berada kembali  di
istananya,  bersama-sama dengan Syeh itu dan segenap pegawai
keratonnya.
 
"Tujuh tahun dalam  pengasingan,  hai  orang  jahat"  teriak
Sultan. "Tujuh tahun, menghidupi keluarga, dan harus menjadi
kuli: Apakah kau tidak takut kepada Tuhan, Sang Maha  Kuasa,
hingga berani melakukan hal itu terhadapku?"
 
"Tetapi kejadian itu hanya sesaat," kata guru Sufi tersebut,
"yakin waktu Baginda mencelupkan wajah ke air itu."
 
Para pegawai keraton membenarkan hal itu.
 
Sultan sama sekali tidak bisa mempercayai  sepatah  katapun.
Ia  segera  saja  memerintahkan  memenggal  kepala Syeh itu.
Karena  merasa  bahwa  hal  itu  akan  terjadi?   Syeh   pun
menunjukkan  kemampuannya  dalam Ilmu Gaib (Ilm el-Ghaibat).
Iapun  segera  lenyap  dari  istana  tiba-tiba   berada   di
Damaskus, yang jaraknya berhari-hari dari istana itu.
 
Dari kota itu ia menulis surat kepada Sultan:
 
"Tujuh  tahun  berlalu  bagi  tuan,  seperti yang telah tuan
rasakan  sendiri;  padahal  hanya  sesaat  saja  wajah  tuan
tercelup   di   air.  Hal  tersebut  terjadi  karena  adanya
kekuatan-kekuatan tertentu,  yang  hanya  dimaksudkan  untuk
membuktikan  apa  yang  bisa terjadi. Bukankah menurut kisah
itu, tempat tidur Nabi masih hangat dan kendi air itu  belum
habis isinya?
 
Yang  penting  bukanlah terjadi atau tidaknya peristiwa itu.
Segalanya mungkin terjadi. Namun, yang penting adalah  makna
kenyataan  itu.  Dalam  hal tuan, tak ada makna sama sekali.
Dalam hal Nabi, peristiwa itu mengandung makna."
 
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 25, 2010, 08:32:06 PM
tetang isra' mi'raj , cuba baca di sini deh ...
Kutip dari: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/isra-miraj-bukti-kuat-muhammad-nabi-palsu-t7241/#p89488
ISRA MIRAJ BUKTI KUAT MUHAMMAD NABI PALSU
by nabicabul » Wed Nov 08, 2006 10:00 pm

1. Seandainya benar dia terbang dengan bouraq

TENTU DIA TAHU BUMI ITU BULAT DAN MENGELILINGI MATAHARI
DAN DIA JUGA MELIHAT BINTANG - BINTANG BUKAN MUNCUL DI MALAM HARI TAPI BAGIAN BUMI YG GELAP TIDAK TERKENA SINAR MATAHARI MELIHAT BINTANG ( MATAHARI LAIN DI TATASURYA YG LAIN ).TERLIHAT BERKELIP KELIP SAKING JAUHNYA .
JUGA TENTANG BULAN YG MENGELILINGI BUMI


KENAPA DIA TIDAK WAHYUKAN DALAM AL QUR'AN
KALAU DIA TULIS BERARTI BENAR DIA RASUL TUHAN

WALAUPUN DIA SUKA MEMBUNUH YAHUDI.

hayo netter muslim jawab pertanyaan saya.
akan saya kasih alamat saya , untuk kalian bunuh jika kalina dapat menjawab pertanyaan saya karena saya memfitnah si onta cabul.

TAPI KARENA DIA NABI CABUL DAN PALSU

ada surat al kahf ayat 86
matahari terbenam di lumpur yg dalam.

adalalagi Al Taqwij
tentang bintang yg beredar dan muncul di waktu malam

ada lagi Al Syam
tentang matahari yg muncul di pagi hari dan bintang di bulan yg muncul
di mAlam hari.

SAYA KASIH RUMAH SAYA DI PONDOK INDAH YG BERNILAI 5
MILYARD JIKA ANDA BISA MEMBANTAH ARGUMEN SAYA.

DASAR MOHAMMAD CABUL, PEDOFILIA, PENIPU

DAN MUSLIM SEHARUSNYA JANGAN MARAH DAN SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH ,
ANGGAP SAYA MENYELAMTKAN DUIT 30 JUTA ANDA YG BUAT NAIK HAJI DAN DIJANJIKAN SORGA BAU KOTORAN ONTA .

JUGA BUAT APA ANDA PUASA SELAMA 40 BULAN SELAMA HIDUP
( ASUMSIKAN ANDA MULAI PUASA UMUR 15 SAMPAI DENGAN RATA-2 UMUR 55 TAHUN )

DAN ANDA BUANG - BUANG WAKTU SOLAT MEMUJA ALLLAH

YG LEBIH ***** DAN TOLOL DARI SAYA.

Jawaban untuk kalimat yang di bold :

Itu sesuai yang pernah dikatakan oleh Abu Yazid al-Busthamy  :  "  Kami menenggelamkan diri dalam samudera,  di mana para Nabi berdiri tegak di tepiannya ."

Maksudnya,  bahwa para Nabi termasuk Nabi Muhammad SAW tidak sembarangan dalam berkata-kata,  karena kadar ketakutannya kepada Allah SWT lebih besar dari pada para sufi yang kadang-kadang menyampaikan sesuatu masih dipengaruhi emosinya.   Segala apa yang tertulis di Al-Quran adalah Wahyu dari Tuhan,  dan dituliskan oleh para sahabat setelah diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW,  tidak ditambahi atau dikurangi perkataannya.
   Sedangkan kata-kata atau perbuatan ketauladanan Nabi Muhammad SAW ditulis / dicatat oleh para sahabat Nabi,  dan itu yang dinamakan Hadist Nabi.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 26, 2010, 12:28:58 AM
sekarang dapat tuh kecepatan cahaya dari quran nya gimana?
Gimana bisa dapat angka 299792.5km/detik nya?
ini asal klaim aja? atau emang bisa dapat angka tsb dari quran? jangan2 dapat nih angka nya dari ilmuwan abad 20an buat temin tuh angka, trus baru diklaim.

Kalau bener bisa... bukan nya bisa dihitung balik jarak ke tempat surga nya itu?

lho tau relatifitas waktu kan y
klo ada informasi 2 tempat dengan perhitungan waktu yang berbeda
dan tau lama tempuh yang dilakukan oleh sebuah materi dari tempat satu ke tempat yang lain.
Maka kecepatan materi itu dapat dihitung, Al Quran memberikan kedua informasi diatas
dan akhirnya ketemu kecepatan "Urusan" yang dimaksud Al Quran itu ternyata = kecepatan cahaya yang kita ketahui.

Mengenai jarak kedua tempat itu, klo anda mau menghitung y silahkan coba sendiri
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 26, 2010, 12:31:15 AM
klo mau tau cara dapatnya detailnya lihat di http://www.mail-archive.com/klub-mawar@yahoogroups.com/msg00123.html
cuman satu halaman ko
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: sayang pada Agustus 26, 2010, 01:09:44 AM
tetang isra' mi'raj , cuba baca di sini deh ...
Kutip dari: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/isra-miraj-bukti-kuat-muhammad-nabi-palsu-t7241/#p89488
ISRA MIRAJ BUKTI KUAT MUHAMMAD NABI PALSU
by nabicabul » Wed Nov 08, 2006 10:00 pm

1. Seandainya benar dia terbang dengan bouraq

TENTU DIA TAHU BUMI ITU BULAT DAN MENGELILINGI MATAHARI
DAN DIA JUGA MELIHAT BINTANG - BINTANG BUKAN MUNCUL DI MALAM HARI TAPI BAGIAN BUMI YG GELAP TIDAK TERKENA SINAR MATAHARI MELIHAT BINTANG ( MATAHARI LAIN DI TATASURYA YG LAIN ).TERLIHAT BERKELIP KELIP SAKING JAUHNYA .
JUGA TENTANG BULAN YG MENGELILINGI BUMI


KENAPA DIA TIDAK WAHYUKAN DALAM AL QUR'AN
KALAU DIA TULIS BERARTI BENAR DIA RASUL TUHAN
WALAUPUN DIA SUKA MEMBUNUH YAHUDI.

hayo netter muslim jawab pertanyaan saya.
akan saya kasih alamat saya , untuk kalian bunuh jika kalina dapat menjawab pertanyaan saya karena saya memfitnah si onta cabul.

TAPI KARENA DIA NABI CABUL DAN PALSU

ada surat al kahf ayat 86
matahari terbenam di lumpur yg dalam.

adalalagi Al Taqwij
tentang bintang yg beredar dan muncul di waktu malam

ada lagi Al Syam
tentang matahari yg muncul di pagi hari dan bintang di bulan yg muncul
di mAlam hari.

SAYA KASIH RUMAH SAYA DI PONDOK INDAH YG BERNILAI 5
MILYARD JIKA ANDA BISA MEMBANTAH ARGUMEN SAYA.

DASAR MOHAMMAD CABUL, PEDOFILIA, PENIPU

DAN MUSLIM SEHARUSNYA JANGAN MARAH DAN SEHARUSNYA BERTERIMA KASIH ,
ANGGAP SAYA MENYELAMTKAN DUIT 30 JUTA ANDA YG BUAT NAIK HAJI DAN DIJANJIKAN SORGA BAU KOTORAN ONTA .

JUGA BUAT APA ANDA PUASA SELAMA 40 BULAN SELAMA HIDUP
( ASUMSIKAN ANDA MULAI PUASA UMUR 15 SAMPAI DENGAN RATA-2 UMUR 55 TAHUN )

DAN ANDA BUANG - BUANG WAKTU SOLAT MEMUJA ALLLAH

YG LEBIH ***** DAN TOLOL DARI SAYA.
Pertanyaannya yang mana nih?
benarkah nabi muhammad terbang naik kelangit ???
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 26, 2010, 01:17:09 AM
Terus apa yang menurut anda bisa mematahkan informasi klo Nabi Muhammad tidak terbang ke sidrotulmuntaha?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: sayang pada Agustus 26, 2010, 01:49:53 AM
Terus apa yang menurut anda bisa mematahkan informasi klo Nabi Muhammad tidak terbang ke sidrotulmuntaha?
bukan saya handak mematahkan kepercayaan umat islam yang mempercayakan bahwa nabi muhammad naik kelangit itu , hanya saya tidak percaya bahwa nabi muhammad naik kelangit , sebagaimana saya tidak percaya bahwa ayah pin terganu malaysia naik kelangit juga tiga kali naik turunnya ..gitu ..je ...

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 26, 2010, 06:09:22 AM
o y sudah, klo emang ga ada bukti yang bisa mematahkan informasi itu
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 26, 2010, 06:19:17 AM
mundur gimana?
Sesuatu yang bergerak melampaui kecepatan cahaya akan mengalami perjalanan waktu minus.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 26, 2010, 06:32:14 AM
gimana tuh cara menghitungnya kok ketemu minus?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: De-one pada Agustus 26, 2010, 11:29:42 AM
Bagaimana dg adanya pandangan isra mi'raj hanya perjalanan spiritual bukan jasad fisiknya?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 26, 2010, 11:06:38 PM
gimana tuh cara menghitungnya kok ketemu minus?

(http://yohans.files.wordpress.com/2009/09/faktor-dilatasi-2.jpg?w=238&h=73)
Jika V lebih besar dari C, nilainya negatif

*Sudah lama sejak berkutat dengan rumus dilatasi waktu, sudah mulai tumpul juga -_-
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 27, 2010, 12:01:36 AM
gimana tuh cara menghitungnya kok ketemu minus?

(http://yohans.files.wordpress.com/2009/09/faktor-dilatasi-2.jpg?w=238&h=73)
Jika V lebih besar dari C, nilainya negatif

*Sudah lama sejak berkutat dengan rumus dilatasi waktu, sudah mulai tumpul juga -_-

Hei itukan bukan rumus waktu?? itu bagian kecil dari rumus dilatasi
ini nh

Hubungan antara waktu (baik waktu pengamatan pada saat diam ataupun waktu pada saat bergerak), kecepatan cahaya dan juga kecepatan benda bergerak adalah sebagai berikut:
(http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%7Bt%7D_%7B1%7D%3D%5Cfrac%7B%7Bt%7D_%7Bo%7D%7D%7B%5Csqrt%7B1-%5Cfrac%7B%7Bv%7D%5E%7B2%7D%7D%7B%7Bc%7D%5E%7B2%7D%7D%7D%7D&bg=301e07&fg=cccc9a&s=0)

dimana t1 adalah waktu benda diam dan t0 adalah waktu benda bergerak.
Rumus itu singkatnya berarti jika suatu benda bergerak maka dia akan merasakan nilai waktu yang lebih kecil dari waktu benda diam.

Jika v > c maka nilai waktu yang dirasakan benda bergeraknya bukan negatif tapi imaginer atau dia berada didimensi yang berbeda.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 27, 2010, 12:38:27 AM
Maksudnya dimensi lain diatas adalah dimensi lain dengan mengacu pada rumus Einstein.

O iy satu lagi, jika bener nanti manusia berhasil menemukan cahaya yang kecepatannya melebihi kecepatan yang diketahui sekarang maka otomatis rumus Einstein itu akan diperbaharui lagi. Karena Einstein menganggap kecepatan cahaya yang dipakai itu mutlak dan ga ada yang lebih cepat dari itu.

Al Quran mengisyaratkan rumus Einstein itu suatu saat akan diperharui, karena ada cayaha diatas cahaya, "Nurun 'Alannuur".

Clue-nya saya menebak ada di: Pohon Zaitun, hasil combustion dari minyak zaitun perlu diteliti apakah menghasilkan cahaya yang melebihi kecepatan cahaya yang diketahui sekarang?

Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 27, 2010, 12:40:51 AM
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. "(24:35)
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 27, 2010, 12:43:12 AM
Yang jadi masalah pohon itu tidak ditimur dan tidak dibarat. Terus dimana??? apakah diluar angkasa? yang tidak ada istilah timur dan barat.

y, kemunginan besar material yang bisa menghasilkan kecepatan melebihi kecepatan cahaya itu ada diluar angkasa.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 27, 2010, 01:32:49 AM
atau didalam bumi:D, hi hi, infomasi ini memicu kita untuk melakukan penelitian lebih lagi mengenai ini
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 27, 2010, 07:17:34 PM
Al-Quran adalah cahaya langit dan bumi.   Cahaya itu bertingkat-tingkat,  tingkat cahaya yang lebih tinggi melimpahkan cahayanya ke tingkat yang lebih rendah.   Makna hakikat cahaya-cahaya terkandung dalam Surat an-Nur ayat 35.  Ada cahaya yang sedemikian terangnya,  sehingga banyak manusia yang melihat cahaya yang sangat terang itu menjadi silau matanya.   Matanya tidak buta tapi karena silau saja,  sehingga seperti buta tidak bisa melihat apa-apa yang ada di cahaya yang sangat terang itu ............ :D

Oleh sebab itu ada yang menganalogikan,  bahwa bahasa Al-Quran adalah  '  bahasa cahaya ',  dengan kata lain,  ada ayat-ayat di Al-Quran yang makna hakikatnya terang dan jelas,  ada yang tersembunyi,  dan ada pula yang tersembunyi rapat sehingga tidak ada seorangpun manusia yang mengetahui makna hakikatnya kecuali manusia itu diberi tahu langsung oleh Allah SWT Yang Maha Mengetahui.

Surat an-Nur ayat 35 sudah dijabarkan oleh Imam Al-Ghazali menjadi salah satu buku karyanya,  berjudul Misykat 'LAnwar atau Misykat Cahaya-cahaya,  bisa digoogling ....... :)
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: gema pada Agustus 29, 2010, 07:30:56 AM
subhanallah !

Allahuakbar !

"Al-Quran adalah cahaya langit dan bumi.   Cahaya itu bertingkat-tingkat,  tingkat cahaya yang lebih tinggi melimpahkan cahayanya ke tingkat yang lebih rendah."

Teori Kuantum sudah ada dalam Al-Qur'an dan sebagian manusia berdalih merekalah yang menemukannya padahal yang mereka lakukan hanya membaca nya!



Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: Pi-One pada Agustus 30, 2010, 03:59:43 AM
Hei itukan bukan rumus waktu?? itu bagian kecil dari rumus dilatasi
ini nh

Hubungan antara waktu (baik waktu pengamatan pada saat diam ataupun waktu pada saat bergerak), kecepatan cahaya dan juga kecepatan benda bergerak adalah sebagai berikut:
(http://l.wordpress.com/latex.php?latex=%7Bt%7D_%7B1%7D%3D%5Cfrac%7B%7Bt%7D_%7Bo%7D%7D%7B%5Csqrt%7B1-%5Cfrac%7B%7Bv%7D%5E%7B2%7D%7D%7B%7Bc%7D%5E%7B2%7D%7D%7D%7D&bg=301e07&fg=cccc9a&s=0)

dimana t1 adalah waktu benda diam dan t0 adalah waktu benda bergerak.
Rumus itu singkatnya berarti jika suatu benda bergerak maka dia akan merasakan nilai waktu yang lebih kecil dari waktu benda diam.

Jika v > c maka nilai waktu yang dirasakan benda bergeraknya bukan negatif tapi imaginer atau dia berada didimensi yang berbeda.
Oops, itu rumus dilatasi waktu. Yang mana pihak yang bergerak menajuhi akan merasa mendapat kilasan balik masa lalu. Uhm, rumus mana ya soal perjalanan waktu, sudah rada lupa -_-
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 30, 2010, 06:35:10 AM
Kutip
akan merasa mendapat kilasan balik masa lalu, masa lalu?
maksudnya apa tuh?
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: cronny pada Agustus 30, 2010, 02:16:44 PM
ckckck.... dari tadi ributin yg ngak jelas ;D
Kalau bener semua nya ada di tuh kitab, yah penganut nya pinter2 semua dong? Kalau ngak sama aja boong.
Ibarat punya komputer canggih tapi yg make gaptek.
Lebih ironis nya lagi, yg ngak baca tuh kitab malah lebih maju.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: rizqi_fs pada Agustus 30, 2010, 03:32:52 PM
Ngributin tanda-tanda kekuasaan Alloh yang disebutkan dalam Al Quran.
siapa juga yang bilang semuanya ada?

Ironis-nya dibagian mana y?
Yang paling Ironis itu cuman puas maju didunia doank, tapi akhiratnya 0.
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 30, 2010, 09:13:35 PM
Yang ngga baca kitab tuh lebih maju,  karena mereka baca kitab ilmuwan terdahulu dan memodifikasinya.   Ilmuwan terdahulu buat kitab juga hasil modifikasi kitab-kitab ilmuwan sebelumnya,  jika diurut sampai abad 11 - 12 sumbernya ternyata Al-Quran ................ :D

Tapi analogi cronny kali ini tepat.  Ibarat punya komputer canggih tapi yang make gaptek.  Atau mungkin ngga gaptek tapi buat main game melulu.   Mereka yang ngga punya komputer canggih,  tapi hanya punya mesin tik biasa,  rajin mengetik sehingga menghasilkan banyak kitab yang bermanfaat bagi manusia lainnya ........ ;D
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: semut-ireng pada Agustus 31, 2010, 12:46:52 AM
Perkembangan alat tulis menulis,  mulai dari pena,  vulpen,  kemudian mesin tik, dan kemudian berkembang lagi komputer,  semua tujuannya sama  :  untuk menulis.   Namun cara menulisnya berbeda-beda tergantung alat yang digunakannya ................................... :D :D

Semuanya ada di komputer / internet,  tinggal klik saja   ..........

Fisika  -  hardware adalah mekanika kuantum yang sudah terbukti dengan sendirinya.

Biologi -  satu unit komputer menggambarkan sebuah sel,  dan jaringan komputer / internet menggambarkan multiselular,  sorry oot

 Computers collaborate in the Internet much the way cells collaborate in multicellular organisms. But cells do it better! What are the parallels and what can we learn from them?

 http://evolutionofcomputing.org/
Judul: Re: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Ditulis oleh: ramaryan pada Agustus 31, 2010, 01:46:38 PM
ALLAHUAKBAR !