Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Februari 25, 2024, 10:52:34 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 201
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 50
Total: 50

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Keajaiban Al-Quran

Dimulai oleh semut-ireng, Juli 21, 2010, 10:43:12 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

rizqi_fs

Kutip dari: Pi-One pada Agustus 09, 2010, 09:00:30 AM
Kutip dari: rizqi_fs pada Juli 27, 2010, 11:48:04 AM
Pertanyaan itu juga muncul dari Mr.Jacques Yves Costeau dan ini kisahnnya
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Mengangkat lagi topik ini. Kebetulan di forum sebelah membahas soal ini juga, dan fakta yang aku temukan ternyata menunjukkan kontradiksi. Misal Cenote Angelita bukan pertemuan dua lautan, bahkan bukan pertemuan laut dan sungai! Cenote Angelita adalah semacam danau yang dikelilingi hutan, dan berhubungan dengan laut. Sementara apa yang dikira sungai bawah air adalah ilusi yang dihasilkan aliran hidrogen sulfida. Kemudian, pengetahuan soal air tawar yang terpisah di laut sudah ada sejak 2000 tahun lalu, seorang penulis asal Roma pernah menulis satu masyarakat siria yang sudah mengenal metode mengambil air tawar dari laut dengan menggunakan kantung kulit kambing. Lalu, kita bahkan sulit mengatakan acques Yves Costeau pernah ke Cenote Angelita! Tidak ada sumber akurat yang emngatakan dia pernah ke sana.

Satu lagi, Jacques-Yves Cousteau tidak masuk Islam!
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Benar, soal masuk Islamnya masih kontroversial, belum ada sumber akurat seperti yang saya tulis sebelumnya "bukan masalah masuk Islamnya atau tidak".


Kutip
pengetahuan soal air tawar yang terpisah di laut sudah ada sejak 2000 tahun lalu, seorang penulis asal Roma pernah menulis satu masyarakat siria yang sudah mengenal metode mengambil air tawar dari laut dengan menggunakan kantung kulit kambing.
Yang dimaksud terpisah ini, benar2 terpisah tidak dapat saling bercampur jadi ga perlu metode khusus untuk menyaringnya.

Ini cuplikan Ayat Al Quran yang menginformasikan soal laut tadi

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya Kemudian bertemu,(19)
Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.(20)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(21)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(22) (QS ar-Rahman: 19-22)

"...dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut..." (QS an-Naml: 61)

Contohnya lagi pertemuan antara Laut Altantik dan Mediterania, yang dapat dideskripsikan sbb:

Sumber:[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Informasi tadi juga bisa menjadi acuan kita klo mau berburu mutiara n marjan.

Pi-One

#91
Siapa yang bicara soal menyaring? mereka mengambil air tawar dari laut dengan kantung kulit kambing sebagai persediaan air kota, dengan kata lain mereka sudah tahu soal keberadaan air tawar di dalam laut.
KutipAbout 2,000 years ago, the Roman geographer Strabo wrote about the residents of Latakia, Syria, who rowed their boats 4 kilometers out into the salty Mediterranean, dove a few meters to the ocean floor, and collected fresh drinking water in goatskin containers for their city. No miracle, this--marine boaters could do the same today at a spot about 10 km east of Jacksonville, Fla. In fact, similar freshwater springs erupt on the seafloor near many shores. These flows of water originate on land and end up in the sea, just as rivers do--only they take a subterranean route to their destinations.
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Dan contoh anda, yang mana yang airnya terasa tawar?

rizqi_fs

Kutip dari: Pi-One pada Agustus 09, 2010, 12:03:38 PM
Siapa yang bicara soal menyaring? mereka mengambil air tawar dari laut dengan kantung kulit kambing sebagai persediaan air kota, dengan kata lain mereka sudah tahu soal keberadaan air tawar di dalam laut.
KutipAbout 2,000 years ago, the Roman geographer Strabo wrote about the residents of Latakia, Syria, who rowed their boats 4 kilometers out into the salty Mediterranean, dove a few meters to the ocean floor, and collected fresh drinking water in goatskin containers for their city. No miracle, this--marine boaters could do the same today at a spot about 10 km east of Jacksonville, Fla. In fact, similar freshwater springs erupt on the seafloor near many shores. These flows of water originate on land and end up in the sea, just as rivers do--only they take a subterranean route to their destinations.
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Dan contoh anda, yang mana yang airnya terasa tawar?
O itu contoh untuk yang diinformasikan oleh surat Ar-Rahman tadi, pertemuan dua laut yang berbeda

rizqi_fs

Ini keajaiban lain dari Al Quran

1. Keseimbangan kata atau kalimat di dalamnya

(4) Kata lautan (al bahar) disebutkan 32 kali sedangkan kata daratan (al bar) disebutkan 13 kali. Jika di jumlahkan perkataan yang berkaitan tentang "lautan" dan "daratan" adalah 45 perkataan. Seperti pengiraan berikut :

Lautan : 32/45 X 100% = 71.11111111%
Daratan : 13/45 X 100% = 28.88888888%

Kini telah kita ketahui persentase antara "Lautan" dan "Daratan" di dalam dunia ini sebagaimana yang di sebutkan di dalam kitab suci Al Quran.

cronny

Yakin kah tuh angka? Kalau meleset sedikit gimana? Ngak bisa salah atau emang cuma secara kasar aja?
Tapi ini cuma interpretasi sendiri aja atau emang sudah diakui ama semua penganut nya?
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

semut-ireng

Kutip dari: rizqi_fs pada Agustus 15, 2010, 09:48:59 PM
Ini keajaiban lain dari Al Quran

1. Keseimbangan kata atau kalimat di dalamnya

(4) Kata lautan (al bahar) disebutkan 32 kali sedangkan kata daratan (al bar) disebutkan 13 kali. Jika di jumlahkan perkataan yang berkaitan tentang "lautan" dan "daratan" adalah 45 perkataan. Seperti pengiraan berikut :

Lautan : 32/45 X 100% = 71.11111111%
Daratan : 13/45 X 100% = 28.88888888%

Kini telah kita ketahui persentase antara "Lautan" dan "Daratan" di dalam dunia ini sebagaimana yang di sebutkan di dalam kitab suci Al Quran.


Setuju ............. :D

rizqi_fs

Kutip dari: cronny pada Agustus 16, 2010, 12:40:09 AM
Yakin kah tuh angka? Kalau meleset sedikit gimana? Ngak bisa salah atau emang cuma secara kasar aja?
Tapi ini cuma interpretasi sendiri aja atau emang sudah diakui ama semua penganut nya?
Yang diakui oleh penganutnya itu adalah bahwa Al Quran itu wahyu dan petunjuk dari Alloh untuk semua manusia.
Di dalam Islam manusia diciptakan salah satunya sebagai Kholifah fil Ardi (Pemimpin/pengelola bumi)
Informasi
              Lautan : 32/45 X 100% = 71.11111111%
              Daratan : 13/45 X 100% = 28.88888888%
adalah indikasi bahwa bumi kita dalam kondisi keseimbangan yang baik seperti halnya keseimbangan kata dan kalimat dalam Al Quran. Jangan lupa kita juga bisa menyebabkan bumi kita rusak, melenceng dari keseimbangan. Nilai perbandingan Lautan dan Daratan itu sebagai nilai acuan bagi kita sebagai indikasi apakah bumi kita itu dalam kondisi yang baik atau tidak. Jika melenceng dari itu maka bisa dipastikan ada masalah dengan bumi kita dan kita bersama-sama wajib membenahinya.

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Agustus 16, 2010, 05:44:22 AM
Informasi
              Lautan : 32/45 X 100% = 71.11111111%
              Daratan : 13/45 X 100% = 28.88888888%
Hm, kalau gak salah, sejatinya luas lautan sedikit kurang dari 71 persen.

Wel, stidaknya ini lebih baik dari klaim 7 lapis atsmofer (yang sejatinya amat maksa, karena atmosfer secara umum tidka dibagi atas 7 lapisan begitu)

rizqi_fs

apa yang dimaksud ini y:

Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh". Penjelasan ini diulanginya sebanyak 7 kali  pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra' 44, Al-Mu'minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam 7 ayat.

Seandainya atmosfer ga 7 lapis, berarti maksud dari Al Quran ini bukan untuk atmosfir. Ingat Hal-hal seperti ini dalam Al Quran memang tidak dibuat detail, sehingga tanpa berfikirpun bisa tau ini maksudnya apa. Ini adalah hal2 yang emang buat ulil albab. Disisi lain emang ada hal yang dibuat tegas, seperti ke-Esaan Alloh, perintah, larangan, pembagian harta waris dll.

Ali-'Imran 190-191: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab. Yaitu mereka yang berzikir(menggingat) Allah sambil berdiri, atau duduk atau berbaring, dan mereka yang berpikir tentang kejadian langit dan bumi..."

Dalam ayat-ayat di atas tergambar dua ciri pokok ulil albab, yaitu tafakkur dan dzikir.
Menurut beberapa ulama, terdapat tidak kurang dari 750 ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya, dan yang memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini.

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Agustus 16, 2010, 04:00:06 PM
apa yang dimaksud ini y:

Al-Quran menjelaskan bahwa langit ada "tujuh". Penjelasan ini diulanginya sebanyak 7 kali  pula, yakni dalam ayat-ayat Al-Baqarah 29, Al-Isra' 44, Al-Mu'minun 86, Fushshilat 12, Al-Thalaq 12, Al-Mulk 3, dan Nuh 15. Selain itu, penjelasannya tentang terciptanya langit dan bumi dalam enam hari dinyatakan pula dalam 7 ayat.

Seandainya atmosfer ga 7 lapis, berarti maksud dari Al Quran ini bukan untuk atmosfir. Ingat Hal-hal seperti ini dalam Al Quran memang tidak dibuat detail, sehingga tanpa berfikirpun bisa tau ini maksudnya apa. Ini adalah hal2 yang emang buat ulil albab. Disisi lain emang ada hal yang dibuat tegas, seperti ke-Esaan Alloh, perintah, larangan, pembagian harta waris dll.

Ali-'Imran 190-191: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulil albab. Yaitu mereka yang berzikir(menggingat) Allah sambil berdiri, atau duduk atau berbaring, dan mereka yang berpikir tentang kejadian langit dan bumi..."

Dalam ayat-ayat di atas tergambar dua ciri pokok ulil albab, yaitu tafakkur dan dzikir.
Menurut beberapa ulama, terdapat tidak kurang dari 750 ayat Al-Quran yang berbicara tentang alam materi dan fenomenanya, dan yang memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkan alam ini.
Soal 7 lapis langit ini sudah pernah dibahas dulu. Soal langit yang ditafsirkan sebagai 7 lapis atmosfer dulu sempat populer (rkan-rekan muslim banyak yang bawa soal ini dalam debat/diskusi di forum-forum), tapi belakangan popularitasnya digusur oleh penafsiran 7 sebagai 'banyak'.

rizqi_fs

7 ya 7, itu pasti ada artinya, yang memang belum bisa dimengerti saat ini

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Agustus 16, 2010, 09:34:47 PM
7 ya 7, itu pasti ada artinya, yang memang belum bisa dimengerti saat ini
Belum bisa mengerti, tapi sudah mengklaim dan mengaitkannya dengan sains?

Jadi ingat rekan yang ribut bilang kitab agama lain direvisi, sementara mereka terus merevisi makna kitab mereka.

cronny

Kutip dari: rizqi_fs pada Agustus 16, 2010, 09:34:47 PM
7 ya 7, itu pasti ada artinya, yang memang belum bisa dimengerti saat ini
Debat dulu deh ama rekan muslim yg lain nya. Soal nya di halaman2 depan ada yg mengklaim 7 arti nya banyak tuh. (alasan nya karena 7 dalam bahasa arab banyak arti nya).

Kalau sudah ada konsensus pandangan mana yg diakui, baru mulai lagi.
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

rizqi_fs

emang itu ayat untuk difikirkan, saya kira bukan untuk diperdebatkan, artinya sabar aja nanti juga diketahui maksud sebenarnya

rizqi_fs

Ini ada lagi Keseimbangan kata atau kalimat di dalam Al Quran

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya. Beberapa contoh, di antaranya :

* Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
* Al-naf' (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
* Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
* Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi'at (keburukan), masing-masing 167 kali;
* Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
* Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
* Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
* Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
* Al-shayf (musim panas) dan al-syita' (musim dingin), masing-masing 1 kali.

B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.

* Al-harts dan al-zira'ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
* Al-'ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
* Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
* Al-Qur'an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
* Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
* Al-jahr dan al-'alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.

* Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
* Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
* Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
* Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
* Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.

* Al-israf (pemborosan) dengan al-sur'ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
* Al-maw'izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
* Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
* Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.