Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Februari 25, 2024, 11:27:00 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 201
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 51
Total: 51

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Keajaiban Al-Quran

Dimulai oleh semut-ireng, Juli 21, 2010, 10:43:12 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

rizqi_fs

Kutip
Intinya, jika anda mengaitkan kondisi kulit akherat dengan kondisi kita sekarang, sama saja anda mengklaim kondisi tubuh kita juga sama saja dengan kondisi di akherat nanti.
Ga juga, intinya itu kulit itu sensor rasa sakit. tanpa sensor itu ga bisa merasakan sakit. Otak bisa diganti dengan microcontroller, DSP atau perangkat lainnya :) kenapa harus otak? lagian ga ada informasi soal itu. Informasi itu cuman menekankan masalah kulit, yang klo sudah gosong, orang yang disiksa jadi ga bisa merasakan rasa sakitnya siksa dan akhirnya dibuatlah kulit baru.

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 04:40:47 AM
Ga juga, intinya itu kulit itu sensor rasa sakit. tanpa sensor itu ga bisa merasakan sakit. Otak bisa diganti dengan microcontroller, DSP atau perangkat lainnya :) kenapa harus otak? lagian ga ada informasi soal itu. Informasi itu cuman menekankan masalah kulit, yang klo sudah gosong, orang yang disiksa jadi ga bisa merasakan rasa sakitnya siksa dan akhirnya dibuatlah kulit baru.
Oh, di akherat pakai mikrokontroller ya? :)

Sekali lagi, ayat yang anda sodorkan intinya bicara soal siksaan di neraka, dimana kulit yang rusak digantikan kulit baru, terus-menerus. lalu anda mengait-ngaitkan ayat itu dengna kondisi kulit kita sekarang, maka anda sama saja mengklaim kalau struktur lain seperti penerjemah rasa sakit dll harus sama baik di dunia maupun akherat.

Dan apa anda tidak tahu, ada orang-ornag yang memiliki kulit dan otak, tapi mereka gak bisa merasakan sakit. Syndrome itu disebut CIPA.

rizqi_fs

saya menyebut microcontroller itu untuk memberikan gambaran kepada anda manusia aja bisa bikin microcontroller yang bekerja diprogram untuk bekerja mirip otak apa lagi sang pencipta manusia :)

artinya ayat itu selaras dengan kenyataan yang ada bahwa kulit lah yang membuat kita bisa merasakan sakit :) yang pengetahuan tentang itu dibuktikan secara nyata setelah Al Quran diturunkan :)

orang memiliki kulit dan otak yang tak berfungsi y? karena syndrom :) terus kenapa? kita kan lagi membicarakan kulit yang berfungsi normal :).

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 08:29:00 AM
saya menyebut microcontroller itu untuk memberikan gambaran kepada anda manusia aja bisa bikin microcontroller yang bekerja diprogram untuk bekerja mirip otak apa lagi sang pencipta manusia :)
Dan manusia bisa saja membuat sensor pengganti kulit yang bisa mendeteksi benturan, kekasaran, bahkan mungkin simulasi rasa sakit.

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 08:29:00 AMartinya ayat itu selaras dengan kenyataan yang ada bahwa kulit lah yang membuat kita bisa merasakan sakit :) yang pengetahuan tentang itu dibuktikan secara nyata setelah Al Quran diturunkan :)
Nope, IMO ayat itu cuma bicara tentang siksaan di akherat dimana tubuh manusia dilukai, dipulihkan, dan dilukai lagi, demikian terus menerus.

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 08:29:00 AMorang memiliki kulit dan otak yang tak berfungsi y? karena syndrom :) terus kenapa? kita kan lagi membicarakan kulit yang berfungsi normal :).
Tak ada alasan kondisi fisik di akherat dipakai untuk kondisi di dunia.

rizqi_fs

Kutip
Nope, IMO ayat itu cuma bicara tentang siksaan di akherat dimana tubuh manusia dilukai, dipulihkan, dan dilukai lagi, demikian terus menerus.
Dan memberitahu bahwa dengan kulitlah manusia merasakan pedihnya siksaan dan tanpa kulit manusia tidak bisa merasakan pedihnya siksaaan.

Kutip
Tak ada alasan kondisi fisik di akherat dipakai untuk kondisi di dunia.
Kenapa tidak? toh anda juga tidak bisa membuktikan juga kondisi akhirat itu seperti apa

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 03:26:29 PM
Dan memberitahu bahwa dengan kulitlah manusia merasakan pedihnya siksaan dan tanpa kulit manusia tidak bisa merasakan pedihnya siksaaan.
Masak? Orang yang kulitnya terbakar parah kok msih merasakan sakit? Orang yang perutnya tertusuk, memang rasa sakitnya cuma dari kulit? Orang yang kesakitan karena sesak napas, emang kulitnya yang merasakan sakit?

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 22, 2010, 03:26:29 PM
Kenapa tidak? toh anda juga tidak bisa membuktikan juga kondisi akhirat itu seperti apa
Justru karena gak ada bukti kondisi di akherat sama dengan dunia, maka gak ada alasan mengklaim kondisi akherat bisa dipakai di dunia.

rizqi_fs

Kutip
Masak? Orang yang kulitnya terbakar parah kok msih merasakan sakit? Orang yang perutnya tertusuk, memang rasa sakitnya cuma dari kulit? Orang yang kesakitan karena sesak napas, emang kulitnya yang merasakan sakit?
Menurut klasifikasi sensitivitas kulit Dr Head, ada dua kelompok rasa:

  1. Epictritic yang merasakan sesuatu yang sangat lembut, seperti sentuhan ringan atau sedikit perubahan suhu; dan,
  2. Protopathic yang merasakan sakit dan perubahan besar suhu. Masing-masing kategori ini menggunakan sel-sel saraf tertentu selain reseptor lain untuk mensensor setiap perubahan lingkungan.

Reseptor ini dapat dikategorikan ke dalam empat macam:

  1. Exteroceptors yang berkaitan dengan fakultas akal dan sentuhan dan yang mengandung sel-sel meissners dan merkels,
  2. Krause End Bulbes yang terkait dengan dingin,
  3. Ruffini Cylinders yang terkait dengan panas dan,
  4. Nerve Endings yang dapat mengirimkan semua perasaan sakit fisik. Kulit dianggap sebagai bagian tubuh yang kaya dengan ujung saraf yang mengirim panas dan sakit.

Anatomi telah membuktikan bahwa orang-orang yang kulitnya telah terbakar tidak bisa merasakan sakit karena ujung saraf rusak. Hal ini berbeda dari orang yang memiliki luka bakar tingkat kedua, karena ia akan mengalami sakit parah karena ujung saraf tidak rusak, tetapi agak, terbuka.


Eh ada lagi lho, bentuk siksaan selain di kulit, ini nih:
Penghuni neraka itu juga ada yang disiksa seperti ini
"Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?" (Muhammad [47]: 15)

Anatomi juga telah membuktikan bahwa usus kecil tidak punya reseptor. Namun, reseptor dapat ditemukan antara peritoneum dan lapisan luar usus. Area ini mengandung banyak organ kecil dikenal dengan nama pacini. Ukuran peritoneum adalah 20.400 kubik sentimeter, yang menjadikannya setara dengan ukuran lapisan luar kulit. Selain itu, reseptor pada usus serupa dengan yang ada di kulit.

Al-Qur'an dalam ayat yang terakhir tadi mengancam orang-orang kafir bahwa usus mereka akan dipotong-potong. Rahasia di balik ancaman ini baru saja terungkap ketika para ilmuwan menemukan bahwa usus tidak terpengaruh oleh panas. Namun, jika mereka diputus, air mendidih akan mengalir keluar ke tempat antara peritoneum dan lapisan luar usus. Tempat ini berisi banyak ujung saraf yang mengirim rasa sakit ke otak dan dengan demikian manusia akan mengalami sakit parah.

Pi-One

Dan sekali lagi, anda menunjukkan bahwa kondisi tubuh di akherat sama dengan di dunia.

rizqi_fs

Kutip dari: Pi-One pada Oktober 24, 2010, 01:35:33 PM
Dan sekali lagi, anda menunjukkan bahwa kondisi tubuh di akherat sama dengan di dunia.
btw, bukan saya lho yang menunjukkan, tapi Tuhan pencipta manusia yang membuat Al Quran :)
apakah anda tidak berfikir? bagaimana hal-hal tersebut bisa dipilih, padahal pada saat Al Quran diturunkan
belum ada penelitian mengenai syaraf semaju sekarang :) apakah pemilihan cara penyiksaan itu suatu kebetulan?

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 24, 2010, 02:07:09 PM
btw, bukan saya lho yang menunjukkan, tapi Tuhan pencipta manusia yang membuat Al Quran :)
Tuhan bikin alquran?

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 24, 2010, 02:07:09 PMapakah anda tidak berfikir? bagaimana hal-hal tersebut bisa dipilih, padahal pada saat Al Quran diturunkan
belum ada penelitian mengenai syaraf semaju sekarang :) apakah pemilihan cara penyiksaan itu suatu kebetulan?
Nope, ayat yang anda bawa gak bicara soal itu, anda yang makai cocoknologi :)

rizqi_fs

Kutip
Nope, ayat yang anda bawa gak bicara soal itu, anda yang makai cocoknologi senyum
Klo ga berbicara bagaimana nanti manusia yang ada dineraka itu disiksa, terus ayat yang saya sampaikan berbicara apa lagi?:)

Pi-One

Lha, ayat yang anda sodorkan bicara soal siksaan akherat. dan anda pakai cocoknologi untuk mengaitkan dengan kondisi fisik kita, seakan kondisi fisik kita bakal tetap sama di akherat.

*Kapan air mendidih bisamemotong-motong usus? Jika dibilang seakan terpotong-potong, masih mending. Ini kok secara ajaib dikaitkan dengan usus terpotong benaran?

rizqi_fs

Kutip
seakan kondisi fisik kita bakal tetap sama di akherat.
Lha memang kenapa klo seolah-olah sama? ga boleh y?

Kutip
*Kapan air mendidih bisamemotong-motong usus? Jika dibilang seakan terpotong-potong, masih mending. Ini kok secara ajaib dikaitkan dengan usus terpotong benaran?
He he, Alloh itu yang membuat usus :), mau apa aja bisa, apalagi cuman memotong usus pakai air mendidih

he he, klo sedikit pakai saint pun bisa dijelaskan:) air yang mendidih dalam ruang yang sempit dan relatif tertutup maka akan menimbulkan tekanan. Nah klo diberi tekanan terus menerus apa usus kita ga bisa terpotong:) lho kok ga sobek? kok terpotong? nah lihatlah histologi dari usus kita:



struktur jaringan usus kita menunjukkan kemungkinan usus kita dapat terpotong karena susunannya vertikal:)

"Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir"

Pi-One

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 25, 2010, 05:31:33 AM
Lha memang kenapa klo seolah-olah sama? ga boleh y?
Yah, jika anda ingin mengajukan cocoknologi, gak masalah :)

Kutip dari: rizqi_fs pada Oktober 25, 2010, 05:31:33 AM
He he, Alloh itu yang membuat usus :), mau apa aja bisa, apalagi cuman memotong usus pakai air mendidih

he he, klo sedikit pakai saint pun bisa dijelaskan:) air yang mendidih dalam ruang yang sempit dan relatif tertutup maka akan menimbulkan tekanan. Nah klo diberi tekanan terus menerus apa usus kita ga bisa terpotong:) lho kok ga sobek? kok terpotong? nah lihatlah histologi dari usus kita:



struktur jaringan usus kita menunjukkan kemungkinan usus kita dapat terpotong karena susunannya vertikal:)

"Dan orang-orang yang kafir, bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan hingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir"
Dan silakan tanyakan sama ahli biologi, apa air panas bisa motong-motong usus. Gimana kalau kamu cari organ dalam hewan seperti kambing atau apa, lalu siram air panas, lihat apa terpotong-potong atau gak.

rizqi_fs

Kutip
Dan silakan tanyakan sama ahli biologi, apa air panas bisa motong-motong usus. Gimana kalau kamu cari organ dalam hewan seperti kambing atau apa, lalu siram air panas, lihat apa terpotong-potong atau gak.
he he, apa anda ga pernah tau soal steam?
soal anda mau eksperiment atau tidak itu terserah anda.
Yang jelas ternyata ada maksud tersembunyi mengapa usus itu perlu sampai terpotong agar orang-orang kafir merasakan pedihnya siksaan berupa minum air mendidih hingga usus2nya terpotong-potong :)