Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 05, 2022, 05:42:45 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,637
  • Total Topik: 10,394
  • Online today: 26
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 10
Total: 10

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Tentang Surga dan Neraka

Dimulai oleh muhmus88, Oktober 24, 2012, 07:20:53 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

muhmus88

Surga dan Neraka Tidak ada?
Kalo saya bilang surga dan neraka itu tidak ada.
Tidak ada tempat seperti surga maupun neraka.
itu hanya perumpamaan tentang rasa.

Jadi menurut saya surga dan neraka itu bukan tentang tempat, melaikan tentang rasa.
dan rasa itu ga perlu nanti, tapi sekarang juga di dunia ini.

Bagaimana menurut anda?
Surga Itu bukan tentang tempat yang indah, Melaikan Tentang Rasa yang sempurna.

Farabi

Tidak ada yang tahu. Kita akan mengetahuinya setelah kita mati.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

The Houw Liong

Kemungkinan keberadaan kehidupan setelah kematian dibahas secara ilmiah, dapat dibaca pada :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

Fariz Abdullah

#3
Kutip dari: The Houw Liong pada Oktober 26, 2012, 01:35:14 PM
Kemungkinan keberadaan kehidupan setelah kematian dibahas secara ilmiah, dapat dibaca pada :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Memang benar jika tidak (atau belum) semua misteri di alam semesta ini bisa dijelaskan dengan sains. Sains menuntut bukti empiris, materialism, measurable.

Bagaimana science menjelaskan conciousness? Apakah conciousness terpisah dari brain? Apakah roh atau spirit itu exist?

Menurut saya, selama belum bisa dijelaskan oleh science, terpaksa harus diterima sebagai "spekulasi" dahulu, sebagai hipothesa. Mau bagaimana lagi..Sejauh ini Science adalah methode terbaik yang bisa diterima secara obyektif..Adakah metode lain yang lebih obyektif?

Tetapi mengabaikan begitu saja keberadaan roh, conciousness, cinta, emosi yang tidak "materialistic measureable", saya kira hanya menunjukkan "fanatisme" yang lain.
Alih-alih me-reject begitu saja, lebih baik "doubt" dan start to investigate.

Sebagai penyelidikan awal mungkin bisa dimulai dengan pendekatan logika  Filosofi. Jika dengan pendekatan Agama yang dogmatis, dikuatirkan akan bias.

ADA APA SESUDAH MATI? Idea immortal spirit atau immortal conciousness adalah idea yang menarik. Menurut Harinder Sandhu yang Anda kutip, conciousness adalah analog dengan energi yang memenuhi hukum kekekalan energi (Hk I thermodinamika). Mungkin demikian halnya dengan roh/ spirit.

Bagaimana pendapat Prof Houw Liong sendiri? Juga rekan-rekan yang lain?

[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Farabi

Sensasi rasa hanyalah keadaan elektronik didalam tubuh kita yang muncul dari interaksi antar molekul didalam sel. Mungkin seandainya kita bisa membuat sesuatu hal yang serupa, misalkan rangkaian listrik yang mirip dengan tubuh kita, mungkin saja kita bisa hidup diluar tubuh kita. Maksud dari perkataan saya adalah, rasa dan emosi tidak lain hanyalah perubahan keadaan listrik didalam otak kita, Mungkin bisa dujadikan petunjuk tentang ruh.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

avidkucing

gimana kalo kembali ke tahap pemikiran metafisis nya Auguste Comte??

kusmardiyanto

surga dan neraka itu ada dan sudah ada...untuk surga telah diberitakan tempatnya yakni di sidrotul-muntaha di atas langit kwe tujuh....dan semua bintang-bintang (termasuk galaksi-galaksi) hanya sdalam wilayah langit pertama atau langit dunia...langit ke dua di atas langit pertama...dst...adapun neraka tidak diberitakan tempatnya....bukan suatu yang khayali

Fariz Abdullah

Kutip dari: kusmardiyanto pada November 12, 2012, 06:08:11 PM
surga dan neraka itu ada dan sudah ada...untuk surga telah diberitakan tempatnya yakni di sidrotul-muntaha di atas langit kwe tujuh....dan semua bintang-bintang (termasuk galaksi-galaksi) hanya sdalam wilayah langit pertama atau langit dunia...langit ke dua di atas langit pertama...dst...adapun neraka tidak diberitakan tempatnya....bukan suatu yang khayali

Keberadaan surga & neraka belum terbukti secara science..Tetapi mungkin kita bisa mendiskusikan secara logika filosofis..

Ide awal surga dan neraka adalah ide keadilan. Siapa yang berbuat baik, dia mendapat surga.. Siapa yang berbuat jahat, dia mendapat neraka..Tentu saja secara logis, ide keadilan seperti ini bisa diterima..

Masalahnya kemudian konsep surga neraka ini bertubrukan dengan konsep theologis yang lain, sehingga menjadi tidak adil lagi.

Misalnya konsep predestination dalam Islam, di mana apa pun yang akan diperbuat manusia sudah ditentukan dan dicatat Tuhan dalam Lauh Manfuz..Anda tidak punya freewill, tetapi Anda harus mempertanggungjawabkan perbuatan Anda..Adilkah ini?

Kemudian, kriteria masuk neraka bukan karena berbuat jahat, tetapi beriman atau tidak..Dalam konteks ini, Bunda Theresa, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Einstein akan masuk neraka selamanya. Sementara Saddam Hussein, Idi Amin, Amrozi, Imam Samudra akan masuk surga selamanya..Adilkah ini?
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]