Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Oktober 06, 2022, 06:37:14 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,637
  • Total Topik: 10,394
  • Online today: 37
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kecepatan Cahaya dalam Al-Qur'an

Dimulai oleh Firzal, Mei 08, 2009, 02:08:48 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Firzal

Sebelumnya......topik nie dah da blom ya?

Percaya ga Al-Qur'an bisa menghitung kecepatan cahaya ?
Kita mulai dari pengertian 1 meter standar yaitu "jarak yang di tempuh cahaya selama 1/299792458 di dalam ruang hampa" dari pengertian diatas bisa diartikan kecepatan cahaya adalah 299792458 m/s atau 299792.458 km/s (kita biasa membulatkannya ke 300000 km/s)
Sekarang perhatikan Q.S As-Sajadah : 5 yang artinya "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu".Apa yang dimaksud "urusan" di atas?.Ahli tafsir mengartikan urusan di atas berarti berita yang dibawa malaikat, kita tahu malaikat itu berasal dari cahaya sehingga dapat diartikan bahwa "si urusan" adalah malaikat (cahaya).

Dari ayat di atas dapat kita rumuskan
jarak yang di tempuh malaikat = perhitungan waktu yang kita pakai dikali 1000 tahun (12000 bulan), sehingga :

C x t = 12000 x d2
C = kecepatan cahaya
t = waktu yang di butuhkan cahaya menurut Al-Qur'an (satu hari)
d2 = Panjang rute edar bulan selama satu bulan

1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik = 86164.0906 detik, kembali ke rumusan pertama......

C x t = 12000 x d2, (d2 = V x T)
V = rumusan ini diusulkan oleh Einstein V = Vb x cos a
a = sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal = 26.92848 derajat,
T = Periode revolusi bulan

Ct = 12000 x V x T, (V = Vb cos a)
Ct = 12000 x Vb x cos a x T, (bulan bergerak melingkar Vb = ω R = 2πR/T)
Ct = 12000 x 2πRT/T cos a (T saling menghilangkan), maka
Ct = 12000 x 2πR cos a
t = 86164.0906 sekon
R = Jari – jari revolusi bulan 384264 km
a = 26.92848 derajat, maka

Ct = 12000 x 2πR cos a
Ct = 12000 x 2 x 3.14159 x 384264 x cos (26.92848), (t = 86164.0906 sekon)
C = 12000 x 2 x 3.14159 x 384264 x 0.891572/86164.0906
C = 299792.359 km/s (klo ga percaya itung sendiri)
Sekarang bandingkan dengan kecepatan cahaya yang sekarang diakui secara internasional di atas.Allahu Akbar...


alvin pratama

@firzal:
mantap banget bro.......
u tu ngitung sendiri ta??
itulah kuasa ALLAH.
[move]"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasih

Firzal

ya q ngitung sendiri pake kalkulator, tapi ............

rumusannya ditemukan oleh teman q, fisikawan dari mesir bernama Dr. Mansour Hassab Elnaby.......he.....he....he........

q baca dari buku - buku penafsiran Al - Quran yang dari sisi sains.......

The Houw Liong

Dari ayat di atas dapat kita rumuskan
jarak yang di tempuh malaikat = perhitungan waktu yang kita pakai dikali 1000 tahun (12000 bulan), sehingga :

C x t = 12000 x d2
C = kecepatan cahaya
t = waktu yang di butuhkan cahaya menurut Al-Qur'an (satu hari)
d2 = Panjang rute edar bulan selama satu bulan

Apakah berarti jarak ke "surga" hanya 1000 tahun cahaya ???
HouwLiong

Firzal

di ayat itu kan gak disebutin bahwa "si urusan" udah smpe surga kan?????, cuma di sebutin naik ke atas za............

di sana membandingkan bhwa jarak yang menurut "si urusan" dalam satu hari, akan sangat lama jika di tempuh sama kita.....jadi,

mungkin za "si urusan" itu belum sampe ke tujuan............ato baru sampe setengah jalan........yang mungkin tujuannya masih sangat jauh..........

The Houw Liong

Kutip dari: Firzal pada Mei 09, 2009, 12:08:24 PM
di ayat itu kan gak disebutin bahwa "si urusan" udah smpe surga kan?????, cuma di sebutin naik ke atas za............

di sana membandingkan bhwa jarak yang menurut "si urusan" dalam satu hari, akan sangat lama jika di tempuh sama kita.....jadi,

mungkin za "si urusan" itu belum sampe ke tujuan............ato baru sampe setengah jalan........yang mungkin tujuannya masih sangat jauh..........

Menurut kosmologi jarak galaksi terjauh ialah sekitar 14 milyar tahun cahaya, jadi "si urusan" memerlukan 14 milyar tahun untuk mencapai "langit ke tujuh" ???
HouwLiong

paladin-x

Kutip dari: Firzal pada Mei 08, 2009, 02:08:48 PM
Q.S As-Sajadah : 5 yang artinya "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu".

Luar Biasa, semoga itu bisa menambah keimanan anda.

Yang saya pahami dari sana adalah munculnya konsep relatifitas dimana 1 hari-Nya Tuhan = 1000 tahunnya manusia

skuler

Kutip dari: paladin-x pada Mei 09, 2009, 10:54:09 PMYang saya pahami dari sana adalah munculnya konsep relatifitas dimana 1 hari-Nya Tuhan = 1000 tahunnya manusia

iya kalo artinya kaga tersirat...
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

Firzal

Kutip dari: The Houw Liong pada Mei 09, 2009, 06:42:51 PM
Menurut kosmologi jarak galaksi terjauh ialah sekitar 14 milyar tahun cahaya, jadi "si urusan" memerlukan 14 milyar tahun untuk mencapai "langit ke tujuh" ???

klo menurut q, gak penting membahas surga itu ada dimana.......karena pengetahuan kita gak bakal mampu menjangkaunya dan mungkin gak pernah menemukannya walaupun kita punya teknologi transportasi berkecepatan cahaya.........dan walaupun ada di suatu tempat di alam semesta.........kita perlu waktu yang lama untuk mengelilingi alam semesta secara keseluruhan...........terus yang dimaksud langit ketujuh pun para ahli tafsir berbeda - beda menafsirkannya,,,,,,,

paladin-x

Kutip dari: skuler pada Mei 10, 2009, 12:45:22 AM
iya kalo artinya kaga tersirat...
Menurut saya:
Intinya dari "1 hari-Nya Tuhan = 1000 tahunnya manusia" adalah relatifitas dalam kehidupan.
Benar menurutku belum tentu benar menurutmu, juga orang lain.
Contoh:
1 Galon (US) = 1,201 Galon (Inggris)
Walau sama-sama satuannya Galon tapi tak sama,

Mtk Kerajaan Mataram

Kutip dari: The Houw Liong pada Mei 09, 2009, 11:35:48 AM
Apakah berarti jarak ke "surga" hanya 1000 tahun cahaya ???

Ini mungkin karena Pak The Houw Liong seperti umat Kristiani yang lain yang berpendepat bahwa Allah itu di Surga. Dalam AL-Quran, Allah itu meliputi segalanya seluruh alam, bukan sesuatu yang berada pada suatu tempat.

Kutip dari: Firzal pada Mei 08, 2009, 02:08:48 PM
Sekarang perhatikan Q.S As-Sajadah : 5 yang artinya "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu".
Apa yang dimaksud "urusan" di atas?.Ahli tafsir mengartikan urusan di atas berarti berita yang dibawa malaikat, kita tahu malaikat itu berasal dari cahaya sehingga dapat diartikan bahwa "si urusan" adalah malaikat (cahaya).

Kita perhatikan ayat tersebut

Kita luruskan dulu terjemahannya (ya'ruju ilaihi = kembali kepada-Nya)
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepada-Nya yang dalam satu harinya sama dengan seribu tahun menurut perhitunganmu"

Dalam soal 'urusan', saya ada berbeda pendapat, karena tidak disebutkan dalam Al-Quran dari apa malaikat diciptakan, yang ada adalah dalam kitab hadis. Dan seandainya malaikat diciptakan dari cahaya, maka akan bertolak belakang dengan keterangan dalam surah Al-Kahfi yang mana Allah memerintahkan malaikat untuk sujud pada Adam, mereka sujud, kecuali iblis. Dan dilanjutkan dengan keterangan bahwa iblis termasuk golongan jin. Dalam ayat lain dinyatakan Jin diciptakan sebelum manusia dari nyala api.
Dus, tadinya iblis itu yang diciptakan dari nyala api adalah malaikat, lalu bersikap sombong.

Urusan disini menurut saya lebih tepat sebagai paket-paket perintah atau informasi.

The Houw Liong

#12
Kita luruskan dulu terjemahannya (ya'ruju ilaihi = kembali kepada-Nya)
"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepada-Nya yang dalam satu harinya sama dengan seribu tahun menurut perhitunganmu"

Dalam soal 'urusan', saya ada berbeda pendapat, karena tidak disebutkan dalam Al-Quran dari apa malaikat diciptakan, yang ada adalah dalam kitab hadis. Dan seandainya malaikat diciptakan dari cahaya, maka akan bertolak belakang dengan keterangan dalam surah Al-Kahfi yang mana Allah memerintahkan malaikat untuk sujud pada Adam, mereka sujud, kecuali iblis. Dan dilanjutkan dengan keterangan bahwa iblis termasuk golongan jin. Dalam ayat lain dinyatakan Jin diciptakan sebelum manusia dari nyala api.
Dus, tadinya iblis itu yang diciptakan dari nyala api adalah malaikat, lalu bersikap sombong.

Urusan disini menurut saya lebih tepat sebagai paket-paket perintah atau informasi.

Yang menjadi pertanyaan ialah mengapa "urusan" atau paket informasi ini memerlukan waktu untuk sampai kepada Allah yang ada di mana-mana ??? Apa kaitannya dengan kecepatan cahaya ? Pertanyaan ini timbul untuk memahami logika dari persamaan yang dipakai:
C x t = 12000 x d2
C = kecepatan cahaya
t = waktu yang di butuhkan cahaya menurut Al-Qur'an (satu hari)
d2 = Panjang rute edar bulan selama satu bulan

Pertanyaan lain yang timbul, saya kutib dari salah satu website ialah sbb. ini.

Dr. Arnold Neumaier of the Institute of Mathematics at the University of Vienna.
The equation Dr. Hassab-Elnaby is as follows:
"C = 12,000 [lunar revolutions about the earth] x 3682.07 [average orbital velocity of the moon today in km/hr] x 0.89157 [compensation factor for heliocentric gravitation] x 655.71986 [length in hours of one complete lunar orbit transit today] / 86164.0906 seconds [one sidereal day on earth today] = 299792.5 km/s"
The essential number, the only one that has no validity here but that is required for the result to come out as the speed of light, is the compensation factor. There is no basis whatever for introducing this. The calculation without it is entirely correct whether the system orbits the sun or not. Moreover, there is no logic in multiplying lunar velocity by the cosine (why the cosine?) of the degrees of solar arc crossed by the earth in a lunar siderial month (why a month?).
HouwLiong

The Houw Liong


Dr. Arnold Neumaier of the Institute of Mathematics at the University of Vienna.

The first thing I noted is that it is based on the moon's orbit and earth's rotation--both of which are and have been slowing down for ages (a year was 400 days long 60 million years ago, for example, and the moon's orbit is enlarging and its velocity slowing, both due to gravitational friction between the two bodies: see Did the Earth rotate faster in the past? and Is the Moon moving away from the Earth?, by Dr. Sten Odenwald, 1997). Thus, the moon's and earth's speeds (and the circumference of the lunar orbit) were slightly different 1400 years ago than they are today. Thus, on what time in earth's history is this calculation supposed to be based? The Muslims making the argument use contemporary measures, rather than measures as extrapolated for 1 AH, the year they believe the Koran to have been dictated to Muhammad. But why use values for the year 2001, almost fourteen hundred years later? Where is that indicated in the Koran? So I got suspicious from the start...


HouwLiong

Mtk Kerajaan Mataram

Kutip dari: The Houw Liong pada Mei 10, 2009, 04:43:33 PM
Yang menjadi pertanyaan ialah mengapa "urusan" atau paket informasi ini memerlukan waktu untuk sampai kepada Allah yang ada di mana-mana ??? Apa kaitannya dengan kecepatan cahaya ? Pertanyaan ini timbul untuk memahami logika dari persamaan yang dipakai:
C x t = 12000 x d2
C = kecepatan cahaya
t = waktu yang di butuhkan cahaya menurut Al-Qur'an (satu hari)
d2 = Panjang rute edar bulan selama satu bulan

Ini baru soal pelik, okay berikut adalah hanya pemikiran saya, mungkin ada pemikiran lain.
Karena paket itu tidak untuk kepentingan Allah sendiri, tapi untuk digunakan sebagai misalnya bukti nanti waktu hari pengadilan, paket itu sampai pada arsy-Nya.
Jadi bukan sekedar hanya diketahui oleh-Nya melainkan juga harus bersifat fisis, yang mana manusia sendiri nanti juga bisa memverifikasi begitu juga malaikat.

Untuk yang bantahan dari Dr. Arnold Neumaier of the Institute of Mathematics at the University of Vienna, begini :
60 juta tahun lalu satu tahunnya sekitar 400 hari, katakanlah selisih 35 hari dengan sekarang, Kalau kita pandang secara linear, maka 0,0000005833 hari pertahun perubahannya, lalu kalau selama 1400 tahun maka 1400 x 0,0000005833 = 0,000817 hari perubahannya atau sekitar 1 menit 10 detik perubahannya. Sekarang umat Muhammad sampai berapa tahun kah sampai kiamat, apakah ribuan tahun????
Perhitungan diperuntukkan manusia tentunya ada galatnya, tinggal galatnya masuk akal atau tidak.