Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juni 23, 2021, 11:33:17 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139653
  • Total Topik: 10396
  • Online Today: 76
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 74
Total: 74

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Kenapa Kita Beragama?  (Dibaca 8877 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Kenapa Kita Beragama?
« pada: April 28, 2009, 09:25:27 AM »
bagi kaum rasionalis, kebenaran tertinggi adalah kebenaran rasio. jika sesuatu dinilai tidak rasional, maka secara otomatis dianggap tidak benar. dengan demikian, mereka tidak mengenal dogma, tidak mengenal sesuatu yang diluar jangkauan akalnya. tetapi, yang terjadi adalah sesuatu yang dianggap rasional itu banyak yang 'dirasional-rasionalkan.'
tidak semua sesuatu ini rasional, dan karena itu tidak bisa didekati secara rasional, sebagaimana kita tidak bisa mengukur jarak dengan timbangan karena berbeda wilayahnya. begitu banyak sesuatu yang tidak rasional, tetapi harus diakui keberadaannya, dan memang terjadi.
ada sesuatu yang eksistensinya tidak tersentuh rasio, yaitu Tuhan. tidak bisa diraba, tidak bisa dilihat, atau dibau. tetapi kita meyakini keberadaannya. inilah yang disebut transrasional (diluar wilayah rasio). wilayahnya adalah keyakinan.
jauh sebelum manusia mengadakan riset-riset ilmiah yang mengandalkan kemampuan rasio, keyakinan akan adanya Tuhan telah melekat pada diri manusia. setelah riset berkembang pesat pun, keyakinan itu tetap ada. bahkan Einstein (fisikawan abad 20) pun, akhirnya harus mengakui bahwa ada kekuatan ghaib yang mengatur jagad raya ini, sehingga berjalan begitu teratur dan tertib.
karena rasio manusia tidak menjangkau segala sesuatu (alias jangkauannya terbatas), maka manusia membutuhkan pegangan hidup yang lebih tinggi dari itu. karena Tuhan Maha Memahami keterbatasan ciptaan-Nya, maka diturunkanlah wahyu yang bisa dijadikan pedoman hidupnya. dari situlah kemudian lahir agama yang menyandarkan kebenaran tertinggi pada wahyu itu.
kaum beragama mendapat petunjuk dari yang Yang Maha Mengatur, yang oleh einstein hanya disebut sesuatu itu, bahwa itu adalah Tuhan.
rasio manusia tidak bisa menjawab di mana Tuhan berada. manusia menggunakan petunjuk-petunjuk dari Tuhan untuk mengenali Tuhan. rasio manusia yang diagung-agungkan sebagai ciri khas manusia hanya bisa menyelami alam raya yang material ini, yang merupakan sebagian dari ciptaan Tuhan.
itulah dasarnya kenapa kita beragama, karena menyadari bahwa diri ini terbatas.

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #1 pada: April 28, 2009, 09:35:09 AM »
tulisan yg bagus oom... tapi
saya kira topik ini sama ama http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/kepercayaan/ ...
ada baiknya digabung kah?
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #2 pada: April 28, 2009, 04:55:59 PM »
Kutip
itulah dasarnya kenapa kita beragama, karena menyadari bahwa diri ini terbatas.

Menyadari diri kita terbatas atau membatasi diri kita sendiri?

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #3 pada: April 29, 2009, 02:14:12 AM »
Menyadari diri kita terbatas atau membatasi diri kita sendiri?
hahaha.... bung Lunaris,
memang tabiat manusia angkuh, tidak mengakui keterbatasan dirinya.
sekedar diminta melintas ke 8 planet saja masih tidak sanggup, apalagi menguasainya. sementara Tuhan Maha Menguasai. maka manusia harus tunduk kepada Sang Khaliq. konsep ketundukan itu ada dalam agama.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #4 pada: April 29, 2009, 03:50:51 AM »
hahaha.... bung Lunaris,
memang tabiat manusia angkuh, tidak mengakui keterbatasan dirinya.
sekedar diminta melintas ke 8 planet saja masih tidak sanggup, apalagi menguasainya. sementara Tuhan Maha Menguasai. maka manusia harus tunduk kepada Sang Khaliq. konsep ketundukan itu ada dalam agama.
Ada perbedaan antara menyadari keterbatasan diri dengan menyembah sesuatu yagn katanya maha itu... Kenapa harus tunduk, jika kita tidak tahu apa-apa tentang sesuatu yang dikatakan menguasai?

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #5 pada: April 29, 2009, 04:01:29 AM »
bukan tidak tau apa-apa. melainkan saat diberi tau, banyak orang yang menutup telinganya dan berpura-pura tidak tau atau tidak mau tau.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #6 pada: April 29, 2009, 04:20:47 AM »
Kutip dari: superstring39 link=topic=3427.msg27609#msg27609 date=124***489
bukan tidak tau apa-apa. melainkan saat diberi tau, banyak orang yang menutup telinganya dan berpura-pura tidak tau atau tidak mau tau.
Jika yang diberi tahu berbeda dengan standar kebenaran yang ia gunakan, apa dia tidka boleh menolak?

Seperti kubilang, standar kebenaran masing-masing orang itu berbeda...

Offline ojan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 11
  • Gender: Pria
Re: Kenapa Kita Beragama?
« Jawab #7 pada: April 29, 2009, 02:16:59 PM »
Jika yang diberi tahu berbeda dengan standar kebenaran yang ia gunakan, apa dia tidka boleh menolak?

Seperti kubilang, standar kebenaran masing-masing orang itu berbeda...

dalam islam, dikenal konsep La ikroha fiddin (tidak ada paksaan dalam agama).
setelah disampaikan tentang kebenaran lalu orang menolak, maka tidak boleh dipaksa.
silahkan tetap mengikuti kebenaran yang dianut. tapi tolong hormati juga kebenaran yang dipedomani agama lain. tetaplah sopan seperti kata teman kita.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
tuhan beragama apa?

Dimulai oleh lakipadada « 1 2 ... 10 11 » Agama dan Filosofi

163 Jawaban
64185 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2009, 03:47:07 AM
oleh Rizki Dwi Rahmadi
17 Jawaban
13437 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2010, 01:07:14 PM
oleh Hendy wijaya, MD
70 Jawaban
42460 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 08, 2010, 02:18:26 AM
oleh sayang
4 Jawaban
10068 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 28, 2011, 01:42:49 AM
oleh 12
35 Jawaban
16963 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2011, 02:25:37 PM
oleh rafek