Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Januari 29, 2023, 11:34:24 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,651
  • Total Topik: 10,406
  • Online today: 43
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Kasus buruk

Dimulai oleh Farabi, September 13, 2011, 06:38:55 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Farabi

Kutip
Sebanyak empat pemuda kaya asal Rusia diduga kuat memberi obat perangsang pada teman kampusnya. Setelahnya, gadis asal Malaysia itu diperkosa dan direkam di iPhone.

Kelompok pemuda ini baru saja kuliah selama empat pekan di salah satu kampus bergengsi di Inggris. Para pemuda yang berusia antara 19-23 ini merekam semua kejadian menakutkan itu dari awal hingga akhir. Bahkan mereka juga memberi komentarnya masing-masing. Pihak penuntut, menduga kuat pemuda ini memberi gadis obat perangsang.

Oleg Ivanov (23), Norayr Davtyan (22), Armen Simonyan (19) dan Gregory Melnikov (23) membantah melakukan pemerkosaan itu, namun tetap akan dihukum juri di Woolwich Crown Court.

Penuntut Peter Clement mengatakan, "Gang ini saling menyemangati dan mengomentari apa yang akan mereka lakukan pada teman mahasiswinya."

Pada 21 Januari lalu, pemain polo internasional Davtyan sedang mengadakan pesta di asramanya tempat mahasiswi itu juga datang. Gadis asal Malaysia itu minum whiskey sebelum ke pesta. Meski tak ada bukti nyata, gadis ini mengaku merasa 'lucu, pusing dan aneh' dan ia pun muntah kemudian pingsan.

Saat terbangun, gadis ini mendapati seorang pemuda melakukan hubungan intim dengannya. Namun sang gadis mengaku tak bisa bergerak.

"Saya ingin menghentikannya. Saya tak bisa berdiri. Saya merasa sangat lelah. Saya tak bisa melakukan apa pun. Saya tak bisa menggerakkan tangan. Saya ingin mati saja," ujar mahasiswi itu seperti dilaporkan Dailymail.

Bodohnya, meski Simonyan telah meminta Davtyan menghapus video tersebut, ternyata video itu masih bisa ditemui di iPhone miliknya. Anehnya, para pemuda ini mengatakan, gadis itu pelacur dan 'dengan sadar menginginkannya'.

Para pemuda ini tetap ditahan hingga keputusan dijatuhkan.

Saya tidak mau kejadian seperti ini ada di indonesia.
Ini peraturan yang harus ditegakkan.

Kutip
(16) Apabila seseorang membujuk seorang anak perawan yang belum bertunangan, dan tidur dengan dia, maka haruslah ia mengambilnya menjadi isterinya dengan membayar mas kawin
(17) Jika ayah perempuan itu sungguh-sungguh menolak memberikannya kepadanya, maka ia harus juga membayar perak itu sepenuhnya, sebanyak mas kawin anak perawan."

(23) Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan--jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia,
(24) maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.
(25) Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati,
(26) tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya.
(27) Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya.

Bagi orang orang pengikut non-abrahamik mereka menganggapnya itu adalah hal yang biasa biasa saja. Padahal bagi saya itu adalah hal yang sangat menyakitkan sekali. Penghinaan atas seluruh martabat manusia, khususnya orang orang beragama.

Siapapun yang bersalah, jangan dibela.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.