Forum Sains Indonesia

Diskusi Umum => Agama dan Filosofi => Topik dimulai oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:12:14 PM

Judul: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:12:14 PM
1.   Ad hominem:
menyerang orangnya bukan menjawab isinya. Ketika seorang arguer tidak dapat mempertahankan posisinya dengan evidence/ fakta / reason, maka mereka mulai mengkritik sisi kepribadian lawannya.

a. Ad Hominem Abusive: menggunakan kata-kata yg menyerang langsung penulis alih-alih membantah argumennya.
Contoh :
Abu : Kekacauan dalam organisasi disebabkan salah satunya oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia yang ada.
Badu : Ah, itu kan pendapat anda yang sombong dan mau turut campur saja urusan orang lain.

Penjelasan:
Si Badu sama sekali tidak memberikan argumentasi lawan ataupun menunjukkan kesalahan dari argumentasi si Abu, melainkan menyerang pribadi si Abu dengan mengatakan sebagai ’sombong’ dan ’mau tahu urusan orang’. Apabila sikap si Badu seperti itu, maka apa gunanya dilakukan suatu diskusi lagi? Suatu diskusi adalah untuk membahas suatu masalah/ issue guna mendapatkan berbagai macam sudut pandang dan pemecahannya.


b. Ad Hominem Circumstansial : menggunakan hal-hal di sekitar si penulis dalam hubungan yg tidak relevan, untuk menyerang si penulis.
Contoh :
Abu : Kenaikan harga BBM memang sangat diperlukan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan defisit neraca pembayarannya.
Badu : Ah, kamu kan memang sudah kaya raya, jelas saja tidak merasakan penderitaan rakyat.

Penjelasan:
Jawaban si Badu mengenai apakah Abu itu kaya atau tidak, tidak ada hubungannya dengan argumentasi yg dikemukakan Abu. Hanya karena si Abu kaya, tidak menjadikan argumentasinya tidak valid.
Kedua, disini terdapat gejala Logical Fraud kedua yaitu: Mind Reading (membaca pikiran) : bagaimana si Badu tahu isi hati si Abu bahwa ia dikatakan tidak merasakan penderitaan rakyat?

c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
Abu : Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan2 yang tak perlu.
Badu : Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin, anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.

Penjelasan:
Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan2 apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.



Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:15:28 PM
2.   Appeal to ignorance (Argumentum ex silentio)
Menganggap suatu ketidaktahuan sebagai fakta atas sesuatu.
Contoh:
•   Kita tidak memiliki bukti bahwa Tuhan tidak ada, maka dia ada.
•   Tidak ada orang yang pernah mengkritik kami selama ini, jadi segala sesuatunya pasti baik-baik saja.

Penjelasan:
Ketidaktahuan akan sesuatu hal tidak serta merta mengatakan bahwa sesuatu itu ada ataupun tiada.
Tiadanya orang yang mengkritik selama ini bisa saja disebabkan oleh sebab2 lain (misal: sungkan, takut, mengisolasi diri, dsb) yang sama sekali tidak serta merta berarti bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik-baik saja.
Peryataan / statement seperti itu jelas menyalahi kaidah2 logic, sehingga tidak perlu dipertimbangkan sebagai sesuatu hal yg bermanfaat, karena apabila diteruskan hanyalah mengarah pada debat kusir.

3.   Appeal to faith
Contoh :
•   Bila anda tidak memiliki iman, maka anda tidak akan mengerti.

Penjelasan:
Bila seorang pendebat berdasarkan pada iman sebagai dasar dari argumennya, maka tiada lagi yang dapat dibicarakan dalam diskusi. Itu namanya bukan diskusi, tapi pemaksaan kepercayaan. Iman, dalam definisinya adalah suatu kepercayaan yang tidak berdasar pada logika, evidence maupun fakta. Iman berdasarkan pada pikiran yang irasional, dan hanya menimbulkan kekeraskepalaan (bebal, fanatik).

Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:18:27 PM
4.   Argument from authority (Argumentum ad verecundiam)
Menggunakan kata-kata “para ahli” atau membawa-bawa otoritas sebagai dasar dari argumen instead of menggunakan logic dan fakta untuk mendukung argumen itu.
Contoh :
•   Profesor X, Doktor Y dari  Pusat Riset  ABC  mengatakan berdasarkan penelitian ilmiah  bahwa teori evolusi itu tidak dapat dibuktikan,  dan yang benar adalah teori inteligent-design..
•   Di Amerika pernah ada penelitian bahwa ketika orang yang meninggal ditimbang secara teliti, maka bobotnya berkurang sedikit. Ini membuktikan adanya roh yang meninggalkan tubuhnya
.
Sesuatu tidak lantas menjadi benar hanya karena suatu otoritas mengatakan sesuatu hal. Bila pendebat memberikan testimoni dari seorang ahli, lihat apakah dilengkapi dengan alasan yang logis dan masuk akal, serta hati-hati terhadap keotentikan sumber dan evidence di belakangnya. Seringkali suatu penelitian dibuat seakan-akan canggih dan kredible tetapi setelah dicek ke komunitas profesinya ternyata tidak mendapatkan pengakuan ataupun ditolak mentah2 sebagai pseudo-science. Bahkan ada nama-nama ahli atau pusat riset tertentu yang fiktif belaka.

Perhatikan juga karena seringkali, yang bersangkutan mengutip penelitian tersebut secara sepotong-sepotong (tidak lengkap) dan out of context.


5.   Argument from adverse consequences
Contoh :
•   Bencana terjadi karena Dewa / Tuhan menghukum orang yang tidak percaya; oleh karena itu kita harus percaya kepada Dewa / Tuhan.
•   Allah telah marah dan menghukum dengan mengirimkan bencana Tsunami di Aceh yang menewaskan beratus-ratus ribu muslim, oleh karena itu kita harus bertobat dan masuk Kristen.

Hanya karena suatu bencana terjadi, tidak mengatakan sesuatu mengenai eksitensi maupun non-eksistensi dari sesuatu.
Ataupun tidak menyatakan suatu keharusan untuk mempercayai sesuatu.

6.   Menakut-nakuti (Argumentum ad Baculum)
Argumen yang didasarkan pada tekanan atau rasa takut.
Contoh:
•   Bila anda tidak percaya kepada Tuhan, maka akan masuk neraka dan disiksa secara mengerikan sekali selama-lamanya.
•   Apabila anda tidak mengakui bahwa pendapat saya adalah benar, maka anda adalah seorang pengkhianat.

Penjelasan:
Dengan menakut-nakuti, menekan ataupun mengancam, justru menunjukkan betapa lemahnya argumen mereka tanpa bisa memberikan evidence ataupun support atas argumentasinya itu. Biasanya hal ini dilakukan apabila ybs sudah merasa kepepet dan tidak tahu lagi apa yang harus diargumentasikan utk mempengaruhi si lawan bicaranya.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:21:04 PM
7.   Argumentum ad ignorantiam
Suatu argumen yang mempelesetkan ketidaktahuan seseorang sebagai pendukung atas kebenaran argumennya.
Contoh:
•   Pernyataan kami pasti betul karena tidak ada yang pernah membuktikan salah.
•   Anda tidak bisa membuktikan hal yg sebenarnya tentang perguruan kami, maka semua yang anda katakan itu pasti salah sedangkan pendapat saya pasti benar (karena kami orang dalam).


8.   Argumentum ad populum
Argumen yang digunakan untuk mendapatkan popularitas dengan menggunakan issue-issue yang sentimental daripada menggunakan fakta atau alasan.
Contoh:
•   Orang kristen adalah anak Tuhan yang diserang bertubi-tubi oleh anak2 gelap. Lihatlah betapa kita selalu dimusuhi dunia, lihat saja pada sejarah gereja purba, dimana umat kita disiksa dan dibunuh secara keji.
Kenyataannya mengatakan justru sebaliknya, pada abad 2 M baru ada 2% gol.Kristen tapi memiliki kekuatan politis dalam kerajaan romawi. Merekalah yang membunuhi orang2 pagan (source: Prof.Richard Rubinstein, “When Jesus Became a God” ). Kedua, sikap eksklusifitas dan fanatisme mereka itulah yang menyebabkan mereka tidak bisa diterima secara baik di lingkungan mereka. Jadi akar permasalahan justru ada dalam diri mereka sendiri, tapi  dikambing-hitamkan ke luar untuk mencari simpati dan dukungan.

•   Mengapa anda terus menerus membantah argumen kami? Bukankah saya sudah memperlakukan anda dengan ramah?


9.   Bandwagon fallacy
Menyimpulkan suatu idea adalah benar hanya karena banyak orang mempercayainya demikian
Contoh:
•   Sebagian besar orang percaya pada Tuhan, maka Ia pasti ada.
•   Kristen adalah agama mayoritas di dunia, jadi Kristen pasti benar.
Hanya karena sekian banyak orang mempercayai sesuatu tidaklah membuktikan atau menyatakan fakta mengenai sesuatu. Contohnya adalah ketika Galileo mengatakan bahwa bumi bulat, maka ia ditentang oleh mayoritas orang dijamannya. Mayoritas mengatakan bumi datar tidak serta merta membuktikan kebenarannya.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:24:12 PM
10.   Begging the question (mengantisipasi jawaban)
Contoh :
•   Kita harus mendorong generasi muda kita untuk menyembah kepada Tuhan untuk meningkatkan moralitasnya.
Tetapi apakah agama atau pemujaan benar-benar menyebabkan pertumbuhan moral? Ataukah karena sebab yang lain??? (misalnya: pendidikan moral, lingkungan pendukung, sistem manajemennya,  dsb).


11.   Circular Reasoning

Contoh:
•   Tuhan itu ada karena alkitab menyatakan demikian; Alkitab diwahyukan oleh Tuhan.
•   Isi buku ini adalah benar, karena buku ini mengatakan demikian.
A membuktikan B, B membuktikan A. Pembuktian berputar seperti ini jelas tidak valid. Premis A & B sama-sama tidak terbuktikan , maka premis A harus dibuktikan secara independent terhadap premis B.

12.   Confusion of correlation and causation
Mengacaukan hubungan antara sebab dan akibat.

Contoh :
•   Mayoritas dari orang sukses di dunia adalah beragama kristen, maka masuklah kristen…anda pasti sukses.
Padahal mungkin orang-orang golongan tertentu yang berkumpul dalam suatu masyarakat gereja tertentu itulah yang menyebabkan mereka terlihat ‘sukses’.

•   Anak yang menonton acara kekerasan di TV  cenderung untuk menjadi ganas ketika ia dewasa.
Apakah program di TV itu menyebabkan kekerasan, ataukah anak-anak yang berbakat ganas cenderung menonton acara kekerasan di TV???
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:26:15 PM
13.   Half truths
Suatu pernyataan yang biasanya ditujukan untuk menipu seseorang dengan menyembunyikan sebagian fakta / kebenaran.

Contoh:
•   Orang-orang agama X itu pasti bahagia dan diberkahi Tuhan.
Sengaja tidak mencantumkan data tentang umatnya yang miskin, penyakitan, broken home, dsb)


14.   Communal reinforcement
Suatu proses dimana suatu klaim menjadi suatu kepercayaan kuat melalui suatu  pernyataan yang diulang-ulang oleh suatu anggota komunitas. Proses ini independent terhadap kebenaran klaim tersebut dan tidak didukung oleh data empiris yang signifikan untuk menggaransi bahwa kepercayaan itu didukung oleh alasan yang reasonable.
•   Percaya Yesus pasti masuk surga. (semata-mata hanya karena banyak orang yg meneriakkan hal yg sama)
Kebohongan yang diulang2 terus dalam jangka waktu yg lama, akan menjadi seperti sebuah fakta. Hanya melalui penyelidikan dan analisis yang seksamalah kita bisa menilainya.


15.   Non-sequitur (nggak nyambung)
Suatu kesimpulan yang diambil tidak didasarkan pada suatu premis ataupun evidence/ fakta.
•   Sekarang ini banyak muncul nabi-nabi palsu. Kesimpulan: membuktikan bahwa sekarang adalah akhir jaman.
Padahal munculnya tokoh-tokoh agama itu disebabkan oleh sebab yang lain yang bukan karena akhir jaman.
Disamping itu, pelabelan tokoh-tokoh agama sebagai 'nabi-nabi palsu' adalah penjangkaran (anchoring) yang manipulatif sekedar utk melegitimasi asumsinya tanpa satu dasar-dasar penilaian yang obyektif.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:27:48 PM
16.   Post Hoc, ergo propter hoc (itu terjadi sebelumnya, maka itu disebabkan olehnya)
Semacam non-sequitur, tetapi berdasarkan waktu.
•   Lihat, ia menjadi sakit setelah pergi ke Klenteng, maka Klenteng adalah tempat iblis; Ia sembuh dari penyakitnya setelah roh jahat diusir oleh pendeta kami.
Padahal sakitnya / sembuh sakitnya tidak  disebabkan oleh sesuatu yang ada hubungannya dengan kepergiannya ke Klenteng ataupun doa. Bisa saja penyakitnya disebabkan oleh infeksi bakteri / virus di tempat lain atau terjadi jauh2 hari sebelumya dimana membutuhkan masa inkubasi tertentu utk kemunculannya. Hanya kebetulanlah penyakit itu muncul pada hari yg sama.
Demikian juga kesembuhannya, bisa disebabkan oleh faktor-faktor alamiah ataupun gejala periodikal dari muncul-lenyapnya suatu penyakit kronis. Disamping itu seringkali yang terjadi adalah ybs juga pergi ke dokter dan meminum obat. Obat itulah yg menyebabkan kesembuhannya, meskipun seringkali fakta ini diabaikan sekedar utk memuaskan sentimental keagamaannya.

17.   Red Herring

Sering terjadi….sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan.

18.   Statistic of small number
Satu kasus digunakan untuk menjudge keseluruhan. Hanya karena suatu kejadian, tidak dapat mewakili kemungkinan keseluruhannya.
•   Lihat setelah ia menjadi Budhis hidupnya menderita, berarti agama Buddha itu sesat.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada Oktober 22, 2008, 12:28:56 PM
19.   Straw man (manusia jerami)
Membuat suatu skenario yang salah (image yang menyesatkan) kemudian menyerangnya. Ini sangat sering digunakan dalam diskusi kita.
Contohnya:
•   Budhisme itu agama pesimis, coba bayangkan bukankah hidup kita harus optimis?. 
Padahal agama Buddha bukan berparadigma pesimistis maupun optimistis tetapi mencoba untuk melihat suatu permasalahan secara realistis.

•   Karena mengajarkan Karma, maka bila seorang Buddhist melihat seorang yg tenggelam di sungai maka ia tidak perlu menolongnya karena itu adalah karma ybs.  (source: Adam Liauw, milis Debat-Alkitab)
Ini merupakan statement yg diungkapkan di sebuah mimbar agama tertentu. Jelas-jelas ini merupakan suatu penghasutan yang tidak benar untuk mengada-adakan alasan merusak nama Buddhism.


20.   Dua salah menjadi benar
Dalam suatu penalaran logis, suatu premis salah tidak semata-mata menjustifikasi suatu premis salah lain menjadi benar.
Contoh :
•   Premis A :Di negara ini hukum tidak ditegakkan secara baik. (salah)
Premis B : Banyak sekali koruptor yang dibiarkan bebas. (salah)
Oleh karena itu, sah-sah saja bagi saya untuk melakukan korupsi karena memang negara tidak menegakkan hukum. Salah pemerintah sendiri kenapa tidak menggunakan perangkat hukum untuk  menangkap saya.


•   Orang Islam merusaki gereja adalah agama sesat, maka oleh karena itu saya berhak untuk mengkonversi mereka menjadi Kristen dengan cara apapun.
Menilai suatu agama melalui generalisasi dari hanya beberapa oknum yang berkelakuan negatif jelas bukan merupakan suatu tindakan yang bijaksana. Perlu dicari kompleksitas permasalahannya terlebih dahulu. Selanjutnya, tindakan konversi yang juga bukan merupakan tindakan yang etis tentu tidak layak untuk digunakan sebagai alasan pembenarannya.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: peregrin pada Oktober 22, 2008, 08:27:27 PM
thanks Suchamda utk penjabarannya :) Selama ini yg sering saya dengar cuma ad hominem saja.
Di luar negeri, orang Indonesia (Asia) sering dibilang kurang asertif atau kurang bisa memberikan argumentasi yg rasional. Tapi saya kira orang Barat pun sering melakukan kesalahan2 logika yg disebutkan di atas pada saat berdebat.
Moga2 kita semua bisa belajar utk beradu argumentasi dengan lebih baik lagi.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: lem pada Oktober 23, 2008, 03:59:51 AM


17.   Red Herring

Sering terjadi….sang pendebat buru-buru mengalihkan perhatian / subyek pembicaraan.


Ilmu selamat.. kadang2 sukses.. kadang2 nggak... wakakakak... cuma sering banget dipraktekkan....
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Lunaris pada Oktober 31, 2008, 10:15:23 PM
Yang paling sering dipakai itu strawman. Karena gampang dibuat dan bisa dijatuhkan dalam posting yang sama. Taktik untuk menghadapinya cukup tunjukan strawmanya.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: suntzu pada November 05, 2008, 01:08:09 AM
@ suchamda
kayaknya judulnya mesti diganti jadi "Kesalahan2 Logika dalam Berdebat (Tentang Agama)"
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: eky pada November 05, 2008, 01:11:43 AM
ga ngerti gw
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: suntzu pada November 05, 2008, 01:32:58 AM
cos lebih banyak kesalahan itu timbul kalo kita lagi debat agama
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Suchamda pada November 16, 2008, 10:45:55 AM
@ suchamda
kayaknya judulnya mesti diganti jadi "Kesalahan2 Logika dalam Berdebat (Tentang Agama)"


Tidak perlu. Karena kesalahan2 itu juga banyak terjadi di arena politik, sosial maupun iptek sendiri. Kebetulan saya mengambil contoh2 dalam agama karena memang tujuan posting ini dulunya adalah dimuat dalam milis debat agama.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: truf777 pada Juni 21, 2010, 01:31:06 PM
keren nih :) harus dipelajari
ayo naik ke halaman 1 lagi thread ini
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: ngajakmikir pada Juni 24, 2010, 02:18:06 AM
Recommeded.
buat momod, gimana kalau ini dijadikan peraturan forum aja? atau minimal dijepit diatas ;D
tujuannya supaya orang baca dan mengurangi debat kusir yang ga ada abisnya...
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: reborn pada Oktober 17, 2011, 04:11:24 PM
Setuju dengan usul-usul di atas. Topik ini sekarang dibuat sticky. Mudah-mudahan jadi lebih banyak yang baca dan bisa jadi rujukan. Semoga mengurangi perdebatan yang tidak perlu.
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: danzJr pada Oktober 17, 2011, 11:18:42 PM
kesalahan mutlak dalam argumentasi adalah pertanyaan "mengapa" "kenapa", karena itu adalah pertanyaan yang menjatuhkan pendapat atau argumen seseorang, contoh
Prof : bumi itu bulat
Murid : kenapa bumi bisa bulat? Kenapa ga kotak aja?
Prof :karena ya emang dari sana nya udah bulat kali.
Murid : kenapa bisa begitu?
Maka sang prof pun akan sulit menjawanya,
Tapi coba kita bertanya ''bagaimana''
adik : bagaimana sih ibu bisa melahirkan?
Ayah : begini nak, itu adalah sebuah proses bla bla bla,
Maka sang anakpun akan mengerti dan ayahnya mampu menjawab dengan daya nalar anak.

Jadi jangan pernah mencoba menyalahkan seorang argumentasi, karena kesalahan 1 org merupakan kesalahan semua org juga
Judul: Re: Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: ahmadsantoso pada November 19, 2011, 07:50:47 AM
Logika hanyalah perangkat pikiran.
Berdebat hanyalah model keinginan.
Keduanya hanyalah produk manusia, yang salah bukan logikanya tapi manusianya.
Kasihan logika yang disalahkan, padahal tidak ada yang tidak logika, yang pasti semua yang terlintas masuk diakal kita, cuman kita dengan kekurangan perangkat ilmu tidak bisa mencerna atau tidak bisa mengelola dengan baik.
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: mhyworld pada Januari 16, 2012, 12:55:42 PM
IMO, kesalahan logika bisa dipandang sebagai akibat dari digunakannya asumsi yang salah sebagai premis secara implisit.

Misalnya, dalam kesalahan logika berjenis Argument from authority (Argumentum ad verecundiam), premis yang digunakan secara implisit adalah bahwa authority/pihak yang berwenang selalu benar.

Contoh lain, pada Ad hominem, pendebat menyerang kepribadian dari orang yang berpendapat, dengan asumsi bahwa orang yang kepribadiannya buruk tidak mungkin mengeluarkan pernyataan yang benar.
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: zoldik pada Januari 22, 2012, 02:26:29 AM
hal2 semacam ini apa ada dalam logika matematik ya? buku apa ya yg digunakan untuk mempelajari hal2 semacam ini, saya perlu banget mohon saran buku yg mungkin didapet ya teman2
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: ssdestroyer pada November 17, 2014, 12:47:24 PM
apakah mungkin bisa terlepas dari kesesatan berlogika di topik yang sensitif?
eh seperti saya sudah salah berlogika  >:D
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: mhyworld pada April 04, 2015, 05:04:50 AM
Gak sengaja nemu ini di youtube.
https://www.youtube.com/watch?v=t7NE7apn-PA
Semoga bermanfaat.
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Monox D. I-Fly pada Juli 12, 2015, 09:11:01 AM
c. Ad Hominem Tu Quo Que : mengatakan bahwa si penulis tidak berhak menyatakan hal tersebut karena ia tidak melakukan apa yang dikatakannya.
Contoh :
Abu : Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti sekarang ini maka sebaiknya kita menghemat pemakaian energi dan mencegah pemborosan2 yang tak perlu.
Badu : Ah, mobil anda saja land rover yang terkenal boros bensin, anda tidak pantas untuk menganjurkan penghematan.

Penjelasan:
Bagaimana tingkah laku si Abu dalam kenyataannya tidak memiliki relevansi untuk menjelaskan kevalidan argumennya. Disamping itu, kita tidak tahu sama sekali tentang pertimbangan2 apa yang terdapat dalam benak si Abu untuk menggunakan mobil Land Rover.

Errr... Bukannya hal ini perlu dalam menerapkan Golden Rule?
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: Im pada Desember 01, 2016, 03:40:29 AM
Dalam Konteks Ilmiah Perdebatan Secara Objektif Itu Perlu Untuk Menyempurnakan Hipotesa,JIka dalam Perdebatan Mengarah Pada Persenol Seseorang Itu Bukan Perdebatan Namanya Tapi Pertikai-an Yang TIdak Terarah.
Judul: Re:Kesalahan2 Logika dalam Berdebat
Ditulis oleh: kazuma pada Desember 02, 2016, 05:23:51 AM
Keren banget neh, nice info banget.. Nambah ilmu.. Ad Hominem yang paling sering dipake sama pengacara indo kan hahahaha