Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 19, 2021, 04:58:46 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 77
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 23
Total: 23

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Kisah Sang Kyai dan Si Santri(muslim only)  (Dibaca 3965 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Cyclops

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 26
  • IQ: 6
Kisah Sang Kyai dan Si Santri(muslim only)
« pada: April 30, 2009, 01:21:36 PM »
Ada seorang santri suatu hari datang kepada kyai. Santri ini berpendidikan umum progresif. Sedangkan si kyai adalah seorang otodidak agama yang aktif. Si santri memahami Islam secara tekstual. Sedangkan si kyai sebaliknya, mencerna agama ini secara kontekstual. Si santri muda ini meletup-letup semangatnya. Sedangkan si kyai setengah baya ini yang tinggal di desa menonjol sikap tawadhu’-nya terutama terhadap ilmu.

Sekali waktu santri tersebut mengusulkan sebuah seminar ilmiah kepada sang kyai di pondoknya. Seraya mengapit sehelai stofmap berisi proposal ketik apik komputer, mahasiswa yang pernah mengaji pada kyai ini menyodorkan topik bahasan bertema Telaah Kritis Atas Hadits Bukhari.

“Saya yakin peminatnya pasti banyak, kyai. Sebab, ini khan memang lagi trend-nya!,” ujar si santri berapi-api.

“Anak muda,” sahut si kyai, “Tema itu terlalu sombong untuk diangkat. Apakah kita sudah mengaca diri, siapa sih kita ini, kok mentang-mentang mau mengkritik Bukhari.”

Kemudian si kyai melanjutkan penuturannya, bahwa betapa Imam Bukhari (wafat tahun 256 H) memang sudah pernah dikritik oleh para ulama hadits sekaliber berat, seperti Darqutny (wafat tahun 385 H), Al-Ghassany (wafat tahun 365 H), dan pakar ilmu-ilmu hadits lainnya. Tiga abad kemudian Ibnu Shalah (wafat tahun 643 H) dan Imam Nawawi (wafat tahun 676 H) juga melakukan hal yang sama, yaitu mengkaji dan menguji kodefikasi karya Bukhari dan akhirnya mereka sepakat memutuskan bahwa Shahih Bukhari merupakan kitab paling otentik sesudah Al-Qur’an. Para ahli mengakui bahwa abad III dan VI adalah merupakan masa matang dan suburnya karya ilmiah, terutama di bidang studi hadits.

Si santri kemudian menyela :

“Tapi kyai, berdasarkan fakta, ada beberapa hadits di dalam Bukhari yang tidak sejalan dengan logika dan tak relevan dengan sejarah. Bahkan ada yang bertentangan dengan sains modern.”

Si kyai pun lalu menjawab :

“Hadits-hadits riwayat bukhari itu sejalan dengan logika. Jika kamu tak paham, barangkali logikamu sendiri yang belum cukup peka untuk menangkapnya. Pikiran seperti itu mirip telaah para orientalis yang hanya berdasarkan prakonsepsi. Justru menurut saya, metodologi hadits yang dikembangkan Bukhari dalam seleksi mata rantai perawi yang begitu njlimet (kompleks) merupakan khazanah kita yang paling besar. Sesuatu yang (apalagi saat itu) jarang dikerjakan oleh ahli sejarah manapun dalam menelusuri sumber-sumber berita. Sebuah karya monumental yang tak tertandingi!.”

Dengan agak menyesal, si santri muda itu berkata lagi :

“Lantas topik apa pula yang cocok untuk seminar, biar kelihatan wah begitu?.”

Si kyai menyahut :

“Bikinlah seminar di dalam dirimu sendiri, dengan tema yang pas mungkin Sudah Sejauh Mana Kita Merealisasikan Sunnah Nabi Dalam Kehidupan Sehari-hari. Barangkali refleksi seperti ini akan lebih bermanfaat ketimbang kamu harus mengerjakan yang muluk-muluk, tak ketahuan juntrung faedahnya. Malahan dampaknya dapat diduga lebih dahulu, yaitu akan membuat orang awam jadi kian bingung.”

Sadar disindir, si santri hanya tersenyum kecut. Mengakhiri nasehatnya, si kyai berkata, “Anak muda!, jadilah penyuluh tuntunan, jangan jadi tontonan.” Si santri tersebut akhirnya kembali bermukim di desa dan menekuni kitab kuning.

[Disarikan dari Sorotan Cahaya Ilahi, M.Baharun, cetakan I, 1995, penerbit Pustaka Progressif, Surabaya]
Mohon tanggapannya  :)

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.143
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • LES PRIVAT ONLINE
Re: Kisah Sang Kyai dan Si Santri(muslim only)
« Jawab #1 pada: Mei 01, 2009, 12:56:35 AM »
kisah yang menarik dan cukup mengena. sepertinya saya mengerti maksud anda memasukkan topik ini di forum ini. Dan jika perikraan saya benar berarti seharusnya para muslim yang dimaksud-pun membaca topik ini. salam :)

Offline Cyclops

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 26
  • IQ: 6
Re: Kisah Sang Kyai dan Si Santri(muslim only)
« Jawab #2 pada: Mei 01, 2009, 04:07:52 AM »
Wah, gue diterawang sama mas superstring  ;D

Offline luth

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 698
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
Re: Kisah Sang Kyai dan Si Santri(muslim only)
« Jawab #3 pada: Mei 01, 2009, 01:46:15 PM »
Wah, gue diterawang sama mas superstring  ;D
duit kali ah diterawang ;D
tapi btw,
it' nice story..
menurut saya..
terlalu sibuk belajar juga kurang baik jika tidak ada realisasinya..  :)
sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
4835 Dilihat
Tulisan terakhir November 16, 2015, 01:22:52 PM
oleh Monox D. I-Fly
17 Jawaban
9210 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 05, 2010, 12:04:45 PM
oleh dancyber
1 Jawaban
2314 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2010, 12:39:16 PM
oleh heru.htl
4 Jawaban
10741 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2016, 12:03:57 AM
oleh Monox D. I-Fly
19 Jawaban
9950 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2012, 01:12:42 AM
oleh nofi3ja