Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juni 23, 2021, 11:37:30 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139653
  • Total Topik: 10396
  • Online Today: 76
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 83
Total: 83

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?  (Dibaca 44225 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #90 pada: Juli 08, 2009, 01:43:44 PM »
Maksudnya mungkin, surga itu konsep ciptaan manusia. Karena bisa dibilang semua manusia di dunia gak pernah lihat surga. Yang pernah lihat pun udah gak punya ingatan soal itu...

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #91 pada: Juli 10, 2009, 01:25:55 PM »
surga dan neraka hanya digunakan stiap agama utk meyakinkan penganutnya bahwa stiap perlakuan baik dan buruk manusia di dnia ini pxti ada akibatnya...
perbuatan baik msuk surga...
yg buruk msuk neraka...
bgitula crita singkatnya...

ini yg unik dari stiap agama,...
agama bleh b'beda2...
t'tapi klau ditanya ttg surga dan neraka, semua agama pxti mempercayainya..

sekarangkan masalahnya kita mau percaya surga itu ada ato gag aja...
bgtu...
sbnrnya klo soal agama agak sulit utk dipikir scra logika...
klo mau ditnya bukti, sgt sulit ditemukan..,
ya...
begitula agama..

hhe...
~ You are what you eat ~

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #92 pada: Juli 11, 2009, 09:46:48 AM »
t'tapi klau ditanya ttg surga dan neraka, semua agama pxti mempercayainya..
tergantung juga, apa definisi "agama" menurut anda... saya arsa buddhis tidak mengakui keberadaan surga ataupun neraka.
"The pen is mightier than the sword"

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #93 pada: Juli 11, 2009, 10:11:38 AM »
saya jg seorg buddhist...
di ajaran kmi,,, ttp ada surga dan neraka...
hanya saja surga yg dimaksud wujudnya b'bda dgn agama2 yg lain...
klo neraka sih sama aja... panass,,, dan mengerikan...
bgtulah...

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #94 pada: Juli 11, 2009, 10:31:32 AM »
tergantung juga, apa definisi "agama" menurut anda... saya arsa buddhis tidak mengakui keberadaan surga ataupun neraka.
Buddhisme mengenal surga dan neraka, tapi tidak mengenal keabadian di alam-alam tersebut. Sama dengan kelahirna di dunia, di sana juga kelahirannya ada batas, yang terlahir di sana juga bisa mati dan telahir di alam lain atau kembali terlahir di sana.

Kelahiran sebgai hewan juga merupakan salah satu kelahiran di neraka (tiraccana yoni)

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #95 pada: Juli 11, 2009, 10:44:53 AM »
@pi-one....
btul bgt....
100 bwt kmu....
hhe...

Offline cignus

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 211
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • nobitaaaaaaaa
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #96 pada: Juli 15, 2009, 06:10:06 AM »
kok pada yakin banget klo hewan gak berfikir sih, ada sebuah penelitian di barat yg kira2 penelitiannya seperti ini :
seekor tikus dilewatkan pada ruang2 untuk mencari jalan keluar seperti permainan mencari jalan dengan pinsil waktu kita tk tapi tiga dimensi, setiap dilakukan pengulangan tikus tersebut mendapatkan pintu keluar dngn waktu yg lebih cepat dari sebelumnya dan sel saraf dan sinapsisnyapun bertambah. penelitian tersebut berkesimpulan bahwa hewanpun dapat berfikir

maka jawaban dari klo manusia mati masuk surga hewan masuk mana? aku juga gak tau tapi ada sebuah hadis dalam agama islam bahwa ketika nabi muhammad melihat 2 ekor kambing sedang berkelahi nabi berkata pada sahabatnya bahwa allah akan memberikan keadilan bagi ke 2 ekor kambing tersebut. mungkin dari hadis ini mengatakan bahwa hewan juga tidak telepas dari dosa mungkin juga menunjukkan adanya reinkarnasi, mungkin keadilan yg dimaksud adl keadilan didunia ini, dan mungkin2 yg lain. tapi yg jelas pahamilah klo tuhan itu maha adil klo kmu berfikir tuhan maha adil berfikirlah kalau tuhan lebih maha adil dari yg kamu pikirkan, ibarat seorang anak yg disuruh mengambil permen semampunya dari sebuah gudang penuh permen sang anak hanya mampu mengambil permen2 itu dengan 2 tangannya, tapi apakah permen itu hanya sejumlah itu, ya tidak permennya masih banyak tapi yg mampu diambil oleh anak itu hanya sebatas yg bisa diambil oleh ke2 tangannya   

Offline fluke

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 54
  • IQ: 0
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #97 pada: Juli 15, 2009, 06:32:58 AM »
Masih ada toh topik ini? Mungkin begini deh.... Misalnya, sorga = lulus ujian. Pesertanya adalah anak SD (misal = tumbuhan), anak SMP (misal = hewan), anak SMA (misal = manusia). Mereka lulus di levelnya masing2 tentunya. Dan ingat, manusia masih termasuk kingdom Animalia. Hanya akal budi yang membuatnya memiliki nilai lebih dari hewan.

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #98 pada: Juli 15, 2009, 09:50:47 AM »
tar waktu kita sampe ke surga kita liat aja dech...
hhe.....
dri pda pusing2 mikirinnya.... :P

Offline biobio

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.476
  • IQ: 221
  • Gender: Pria
  • Tjiasmanto, Wewin
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #99 pada: Juli 17, 2009, 12:38:26 AM »
tar waktu kita sampe ke surga kita liat aja dech...
hhe.....
dri pda pusing2 mikirinnya.... :P
pertanyaannya kan binatang (selain manusia) kemana? jadi kalau kita mati, tetep aja kita ga tahu pasti...kecuali sisca binatang...=)

Offline Surga

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 10
  • IQ: 0
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #100 pada: Juli 17, 2009, 04:49:39 AM »
tar waktu kita sampe ke surga kita liat aja dech...
hhe.....
dri pda pusing2 mikirinnya.... :P
pertanyaannya kan binatang (selain manusia) kemana? jadi kalau kita mati, tetep aja kita ga tahu pasti...kecuali sisca binatang...=)

Bisa dilahirkan diantara 1 alam kehidupan dari 31 alam kehidupan,tentu sesuai kamma kita masing-masing.

31 Alam Kehidupan bisa lihat disini (34)
http://www.forumsains.com/agama-dan-filosofi/buddhisme-4040/34/
« Edit Terakhir: Juli 17, 2009, 04:53:28 AM oleh Surga »
Ia yang melihat Dhamma, akan melihat Saya

Offline sisca, chemistry

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.977
  • IQ: 222
  • Gender: Wanita
  • I'm a medical student now!! :D
    • Click and Find
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #101 pada: Juli 18, 2009, 11:51:16 AM »
hm,.,
makasi la ya...
ho5...

soal agama sulit di jelaskan. jika dijelaskan malahan meniimbulkan perdebatan.
krna masing2 ingin meninggikan agamanya sndri..

Offline udinmurtaddin

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 3
  • IQ: 0
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #102 pada: Maret 08, 2010, 12:32:33 PM »

KARMA dan TRANSMIGRASI


Pada saat penciptaan, sebagian kecil dari jiwa-jiwa yang tak terbilang banyaknya turun ke alam jasmani dan mengenakan penutup atau tubuh yang diperlukan untuk hidup di alam kausal, astral dan jasmani. Tubuh-tubuh ini memudarkan cahaya Jiwa sehingga ia melupakan rumah sejatinya dan kemuliaannya yang semula.

Jiwa-jiwa di alam PINDA telah berada di sana sejak jutaan tahun dan telah mengalami segala macam bentuk kehidupan yang sesuai dengan keinginan dan perbuatannya. Melalui rangkaian kelahiran dan kematian yang tak ada habisnya, kita meninggalkan tubuh yang satu untuk sekedar dilahirkan ke dalam tubuh yang lain. Itu dikenal sebagai Roda Delapan Puluh Empat atau lingkaran 8.400.000 jenis kehidupan ke dalam mana jiwa dapat berinkarnasi.

Para Suci dari segala zaman telah mengakui dan mengajarkan hukum transmigrasi (perubahan bentuk perwujudan) ini.

"Transmigrasi berarti perpindahan jiwa ke dalam berbagai jenis kehidupan untuk menunaikan tugas yang sesuai dengan karmanya. Jiwa berasal dari lautan kehidupan yang mahaluas dan akan pulang kembali kepadanya."

Di India, hampir semua agama seperti Hindu, Jain, Buddha, Sikh dll. percaya bahwa orang mengalami suka dan duka sebagai akibat dari perbuatannya sendiri di masa lalu, dan di masa depan ia akan menanggung akibat dari semua perbuatannya yang dilakukan dalam hidup sekarang.

Umat Yahudi, Kristen dan Islam tidak mengenal transmigrasi jiwa maupun hukum karma. Mereka percaya bahwa Allah adalah Pencipta dan Tuhan seluruh alam semesta. Sama halnya seperti tukang tembikar membentuk dan merombak jambangan sekehendak hatinya di mana jambangan itu sendiri tidak berhak apa-apa, begitu juga, Tuhanlah yang menentukan apakah Ia akan memberikan Keselamatan kepada ciptaanNya atau tetap membuatnya bodoh. Mereka juga percaya bahwa karena Tuhan itu mahakuasa, tak seorangpun berhak atau mampu menghalangi perbuatanNya atau mengetahui apa yang Ia lakukan. Semua hal itu tidak dapat dipahami oleh manusia dan sebaiknya tidak usah kita pikirkan.

Para Suci menerangkan secara jelas perihal kebaikan dan keburukan hukum karma. Karma merupakan teori sebab dan akibat yang berlaku bagi seluruh alam semesta. Emerson, para ahli filsafat lain dan juga para profesor ilmu alam menyebutnya sebagai hukum kompensasi. "Apa yang kautabur, itu harus kau tuai".

Kata-kata yang diucapkan oleh seseorang mempunyai pengaruh ganda. Yang pertama adalah aksi, dan yang kedua adalah reaksi. Reaksinya akan menggema di dalam dan di sekeliling si pembicara dan menimbulkan gelombang pikiran yang sama disekitarnya. Jadi, pikiran apa saja, entah baik atau buruk - yang keluar daripadanya akan menimbulkan gema yang tepat sama. Itu merupakan hukum tegas yang tidak dapat ditawar-tawar dan yang tetap berlaku bagi benda hidup maupun mati. Hukum itu tidak dapat dihapus.

Karma juga merupakan proses penyelesaian hutang piutang seseorang. Bila kita mengambil sesuatu dari orang lain, kita harus memberikannya kembali, dan dengan mengikuti patokan itu dibentuklah karma nasib; dengan demikian semua pasang surut kehidupan kita dapat dijelaskan. Suka dan duka, kaya dan miskin, sehat dan sakit, memberi dan menerima, semuanya merupakan hasil perbuatan semacam itu yang harus dilunasi. Bila seseorang tidak melunasinya dalam hidup ini, ia harus melakukannya dalam kehidupan yang akan datang.

Walaupun seseorang meninggal dunia, namun pita rekaman semua perbuatannya tidak musnah. Catatan mengenai semua perbuatannya itu telah tersurat pada jiwa yang masih tetap terbungkus oleh tubuh astral dan kausal, walaupun tubuh jasmaninya telah mati. Jiwa meninggalkan tubuh saat kematian, namun hutang piutangnya tetap mengikutinya sampai lunas.

Shamas Tabriz (seorang suci Islam dari Persia) berkata:
"Kita hidup di alam semesta ini, dan dalam setiap kehidupan, kita mengenakan jubah yang berbeda. Kadang-kadang sebagai makhluk yang lain, namun kita semua merupakan bagian dari Sang Pencipta. Dengan perkataan lain, kita datang ke dunia ini dan kita pergi dari dunia ini ratusan dan ribuan kali, karena alam semesta ini merupakan loka karya dengan pintu masuk dan pintu keluar."

Ada tiga jenis karma atau perbuatan: Sinchit, Pralabdh dan Kriyaman. Sinchit adalah karma simpanan; Pralabdh adalah karma nasib; dan Kriyaman adalah karma baru. Karma simpanan merupakan hasil perbuatan masa lalu yang belum terlunasi atau belum disuratkan. Karma nasib merupakan sebagian hasil perbuatan di masa lampau yang harus diselesaikan dalam hidup sekarang, dan untuk mana kita telah diberi tubuh manusia ini, yaitu untuk mengalami akibat dari karma baik atau buruk yang telah ditentukan oleh nasib. Kriyaman terdiri atas karma baru yang terjadi dari perbuatan kita dalam hidup sekarang. Dengan perkataan lain, sambil menjalani takdir (karma nasib), kita juga membuat karma baru yang hasilnya harus kita alami dalam hidup dan sebagian lagi sebagai Sinchit.

Apakah sesungguhnya yang diartikan dengan 'karma masa lalu?' Ayat-ayat Suci menerangkan bahwa Tuhan mengaruniai kita tubuh jasmani - entah sebagai manusia atau makhluk yang lebih rendah - dan kita datang ke dunia ini untuk memetik sebagian hasil karma masa lalu kita yang telah disuratkan. Sesuai dengan cara yang Ia kehendaki agar kita menunaikan tugas itu, kita akan melakukannya tepat seperti itu, karena begitulah cara yang telah disuratkan oleh nasib kita. Tak seorangpun dapat meloloskan diri dari Takdir atau Nasibnya. Hanya Tuhan sajalah yang bebas, dan Ia mengatur seluruh dunia dengan hukumNya.

Karma masa lalu kitalah yang bertanggungjawab atas kebaikan dan keburukan, suka dan duka yang kita alami dan yang menentukan kita harus lahir sebagai makhluk yang hina atau mulia. "Apa yang kau tabur, itu harus kau tuai." Kita merasa senang sebagai akibat dari perbuatan baik yang kita lakukan, dan merasa sedih sebagai akibat dari perbuatan buruk kita sendiri, karena kita harus memetik semua hasil perbuatan, baik dengan pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Kita tidak dapat meloloskan diri dari hasil perbuatan kita dengan jalan melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Akibat seperti itu harus ditanggung di kemudian hari. Karena itu, jelaslah sudah bahwa susah atau senang, suka atau duka apapun yang kita alami, itu semua disebabkan oleh perbuatan kita sendiri dan kita tidak dapat menyalahkan siapapun untuk itu. Bagaimana orang dapat berharap untuk memperoleh hasil yang baik dari perbuatan yang buruk? Siapapun beranggapan demikian, itu adalah suatu kekeliruan.

Mohon pengampunan Tuhan dan beranggapan bahwa kita kemudian boleh berbuat dosa lagi adalah suatu kekeliruan. Penyakit merupakan hukuman atas dosa kita. Bila dosa sudah dilakukan, itu hanya dapat ditebus dengan menerima hukuman yang setimpal. Sebab utama dari semua dosa adalah anggapan bahwa kita ini tubuh. Selama kita tidak melepaskan kesadaran bertubuh, maka kesenangan inderawi dan keinginan untuk menikmatinya tidak akan hilang dari ingatan kita.

"Seringkali orang menghadapi kesulitan, karena dalam mencari kesenangan, mereka dihadapkan pada berbagai penyakit. Keinginan akan kesenangan tidak akan lenyap tanpa penyerahan diri kepada kehendakNya. Sementara itu, ia akan tetap mengembara."

Dhrita-rashtra (ayah dari Panca Pendawa, seorang raja yang buta sejak lahir) pernah ditanya apa yang telah ia lakukan di masa lalu sehingga ia sekarang buta. Ia menjawab bahwa ia dapat melihat sejauh seratus kehidupan yang lampau, tetapi di sana ia tidak menemukan apa-apa yang dapat menjadi penyebab kebutaannya. Kemudian Batara Krisna memberikan penglihatan rohaninya untuk menunjukkan apa yang telah ia lakukan sebelum seratus kehidupan yang terakhir. Setelah itu barulah Dhrita-rashtra melihat bahwa jauh sebelum itu, ia telah melakukan suatu perbuatan untuk mana ia sekarang harus dilahirkan buta. Apakah daya kita terhadap simpanan karma yang terpendam selama ratusan kehidupan? Roda karma senantiasa berputar dan hasil perbuatan kita akan bersemi dan harus dilunasi meskipun setelah ratusan atau ribuan kehidupan.

Kita terikat oleh karma nasib kita. Ada banyak orang baik dan mereka berbuat baik oleh sebab karma nasibnya. Yang lain menjadi jahat dan berbuat jahat oleh sebab karma nasibnya. Mereka semua tidak berdaya untuk berbuat lain. Meskipun diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan baik, mereka mengabaikannya. Mereka merasa bahwa mereka tidak memerlukan Satguru dan Tuhan.

Offline mekanik_gagal

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 47
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • bersama selalu menyenangkan
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #103 pada: Maret 08, 2010, 01:04:57 PM »
klo dalam islam ada binatang yg masuk surga..yg w tw binatang masuk surga yaitu paus yg sempet nelen nabi yusuf (eh w lupa nabi yg mna)...
bahkan hewan yg hina (mnurut islam) yaitu anjing ada yg msuk surga...
WallahuAlam
menuntut ilmu hukumnya wajib

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
Re: Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana?
« Jawab #104 pada: Maret 08, 2010, 01:26:06 PM »
^
babi gimana? masuk surga juga ngak? kalau virus?
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
9506 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 12, 2009, 10:15:26 PM
oleh biobio
4 Jawaban
3745 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2011, 04:05:22 AM
oleh hepimental
34 Jawaban
257832 Dilihat
Tulisan terakhir November 16, 2017, 11:32:04 PM
oleh The Houw Liong
0 Jawaban
2897 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 25, 2016, 02:10:30 AM
oleh Farabi
0 Jawaban
12660 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2019, 09:13:04 PM
oleh The Houw Liong