Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 30, 2022, 12:17:05 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 91
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 56
Total: 56

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Mau tau asal usul kenapa Islam sangat radikal dan intoleran? *SIMAK*

Dimulai oleh MuhammadRyan, November 16, 2014, 08:01:34 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Fariz Abdullah

Kutip dari: Farabi pada November 22, 2014, 07:31:10 PM
Kalau anda lihat hadist hadist yang beredar di pakistan, berbeda sekali dengan hadist yang beredar di indonesia, pakistan cenderung represif terhadap wanita, wanita tidak boleh menyetir dan belajar di sekolah, tapi kalau anda lihat hadist diindonesia, posisi wanita sejajar dengan laki laki. Jadi sebetulnya hadist itu adalah cerminan dari budaya masyarakat setempat. Masalah hadist hadist yang terkesan buas, itu adalah realitas yang terjadi dijamannya yang kemudian di atributkan kepada muhammad. Kira kira penjelasannya begitu.

Hadis Sahih Bukhari Muslim di mana-mana sama dan bisa diakses di internet.
Di Quran maupun Hadis, wanita dianggap sebagai properti laki-laki. Di negara Islam seperti Arab Saudi, Taliban, Iran, Yaman, kita bisa lihat sendiri bagaimana wanita diperlakukan. Tetapi di negeri muslim sekuler seperti Indonesia, negara tidak mengatur. Sehingga kita bisa melihat kemajuan wanita di indonesia. Di Pakistan saya rasa cukup liberal juga. Di sana wanita sudah bisa jadi Perdana Menteri.

Al Quran sendiri memerintahkan suami untuk memukul istri jika tidak taat. Hak waris wanita separo pria. Mayoritas penghuni neraka adalah wanita karena tidak taat pada suaminya. Nabi berkata : jika wanita tidak bersedia melayani hasrat suaminya di ranjang, maka malaikat akan melaknatnya sampai pagi.

Wanita adalah mahluk yang lemah akalnya (bodoh) sehingga kesaksian 2 wanita = kesaksian 1 lelaki. Bahkan wanita juga lemah dalam agama.

HR Bukhari : " Wahai kaum wanita, aku tidak melihat dari suatu kaum (orang-orang) yang lemah akal (pemikiran) dan lemah agama lebih menghilangkan hati orang-orang yang sehat akal dan benaknya dari pada kamu (kaum wanita). Aku telah menyaksikan neraka yang penghuninya paling banyak kaum wanita  Maka dekatkanlah dirimu kepada Allah sedapat mungkin

Dikatakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apa kekurangan akalnya?" beliau menjawab.

"Bukankah persaksian dua orang wanita senilai dengan persaksian seorang lelaki?".

Dikatakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apa kekurangan agamanya ?" Beliau menjawab.

"Bukankah apabila sedang haidh mereka tidak melaksanakan shalat dan puasa?


Menurut saya, islam benar-benar telah menghina perempuan (misogyni)..

Untuk Hadis-Hadis yang buas dan brutal, sya tidak tega memuatnya.. :-\
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Farabi

Saya tidak mempercayai hadist. biar pengikut hadist yang jawab.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Fariz Abdullah

Kutip dari: Farabi pada November 23, 2014, 09:00:11 AM
Saya tidak mempercayai hadist. biar pengikut hadist yang jawab.

Terserah Anda jika tidak percaya Hadis. Anda hanya percaya Quran.
Baiklah. Sekarang kita hanya bicara Quran saja.
Quran memerintahkan suami memukul istri jika tidak taat..Anda setuju?
Quran mengatakan Lelaki boleh beristri sampai 4..Anda setuju?
Quran memberi hak waris perempuan hanya separo lelaki..Anda setuju?
Quran mengatakan Kesaksian 1 lelaki = kesaksian 2 perempuan..Anda setuju?
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Farabi

Kutip dari: Fariz Abdullah pada November 23, 2014, 02:21:30 PM
Terserah Anda jika tidak percaya Hadis. Anda hanya percaya Quran.
Baiklah. Sekarang kita hanya bicara Quran saja.
Quran memerintahkan suami memukul istri jika tidak taat..Anda setuju?
Quran mengatakan Lelaki boleh beristri sampai 4..Anda setuju?
Quran memberi hak waris perempuan hanya separo lelaki..Anda setuju?
Quran mengatakan Kesaksian 1 lelaki = kesaksian 2 perempuan..Anda setuju?

iya saya setuju semua.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

[4:34] Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri289 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)290. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya291, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya292. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ayat tersebut bukan sedang mengatakan bahwa anda boleh menghajar istri anda kalau tidak mau berhubungan seks. Saya sangat mengharapkan sebuah diskusi tanpa prejudice, bukan sebuah diskusi yang isinya menimbulkan tuduhan yang tidak mendasar. Ayat tersebut sedang membicarakan tentang istri yang anda khawatirkan akan berselingkuh, karena zina termasuk dalam dosa besar. Saya yakin tidak akan ada seorang suami yang tidak cemburu jika sang istri memperlihatkan tanda tanda akan selingkuh. Sehingga dalam kasus ini jika sang istri tetap bersikukuh memperlihatkan perlawanan dan terus ingin berselingkuh boleh dipukul, tapi setelah dinasehati mereka kemudian sadar, maka tidak perlu dipukul. Jadi masalah kebolehan untuk memukul istri bukan kewajiban, hanya dalam rangka mendidik.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Fariz Abdullah

Kutip dari: Farabi pada November 23, 2014, 05:58:51 PM
[4:34] Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri289 ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)290. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya291, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya292. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Ayat tersebut bukan sedang mengatakan bahwa anda boleh menghajar istri anda kalau tidak mau berhubungan seks. Saya sangat mengharapkan sebuah diskusi tanpa prejudice, bukan sebuah diskusi yang isinya menimbulkan tuduhan yang tidak mendasar. Ayat tersebut sedang membicarakan tentang istri yang anda khawatirkan akan berselingkuh, karena zina termasuk dalam dosa besar. Saya yakin tidak akan ada seorang suami yang tidak cemburu jika sang istri memperlihatkan tanda tanda akan selingkuh. Sehingga dalam kasus ini jika sang istri tetap bersikukuh memperlihatkan perlawanan dan terus ingin berselingkuh boleh dipukul, tapi setelah dinasehati mereka kemudian sadar, maka tidak perlu dipukul. Jadi masalah kebolehan untuk memukul istri bukan kewajiban, hanya dalam rangka mendidik.

Tidak ada tuduhan tanpa dasar Bung..Dasarnya Quran..Sekali lagi : QURAN..
Quran memerintahkan memukul istri..Ini bukan tuduhan tanpa dasar..Kalau masalah tidak mau berhubungan sex lantas dilaknat malaikat sampai pagi itu kan sudah saya katakan Hadis. Anda tidak percaya Hadis kan? ya sudah..Kita bicara Quran saja.

Anda setuju pemukulan terhadap istri..Anda setuju poligami..Anda setuju wanita direndahkan..Baiklah. Setidaknya saya mulai tahu orang macam apa Anda ini.

An Nisa 34 tidak sedang membicarakan istri yang selingkuh..Bagaimana Anda menyimpulkan seperti itu? Anda tidak percaya Hadis dan Ababun Nuzul..Dari mana Anda tahu An Nisa 34 adalah tentang istri yang selingkuh?

Nusyuz berarti tidak patuh atau durhaka dalam konteks rumahtangga. Jika suami memerintahkan istri menyiapkan makanan, menutup aurat di depan pria lain, memerintahkan shalat, puasa, tidak membuka jendela, tidak menjawab orang mengetuk pintu, tidak duduk di teras, mencucikan pakaian suaminya, tidak keluar rumah, maka ISTRI WAJIB MENTAATI PERINTAH SUAMINYA ITU. Jika tidak taat, maka dia telah melakukan Nusyuz. Apalagi jika meninggikan suara atau berkata kotor. Dalam hal ini sesuai Quran, maka langkah pertama dinasehati. Jika tetap tidak taat, maka pisah ranjang. Jika tetap tidak taat, maka DIPUKUL.

Inilah tuntunan Quran. Bukan tuduhan saya yang tidak berdasar.

Tuhan pencipta alam semesta yang demikian luas dan dahsyat ini, memerintahkan suami untuk memukul istrinya, jika tidak taat.. Dan Anda berpikir baik-baik saja.

Saking malunya terhadap ayat ini, beberapa Muslim melakukan pembelaan menggelikan, misalnya memukulnya pelan, dengan sebangsa sikat gigi dst..Jadi logikanya, istri dipukul pelan dengan sikat gigi agar sadar..

Seorang Imam di Munich yang sering berkhotbah anti kekerasan, ditahan Polisi karena memukul istrinya. dasar yang digunakan Imam yang baik ini adalah An Nisa 34..Cek ini : [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Fariz Abdullah

Islam menganggap Wanita hanyalah properti Pria..Lebih jauh lagi, hubungan pernikahan tak lebih hubungan antara budak dan majikan. Sang budak wajib taat dan melayani majikannya. Jika tidak taat, maka akan dipukul. Jika taat, maka akan diberi uang, makan, pakaian dan penghidupan..
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Farabi

Kutip dari: Fariz Abdullah pada November 23, 2014, 07:06:33 PM
Islam menganggap Wanita hanyalah properti Pria..Lebih jauh lagi, hubungan pernikahan tak lebih hubungan antara budak dan majikan. Sang budak wajib taat dan melayani majikannya. Jika tidak taat, maka akan dipukul. Jika taat, maka akan diberi uang, makan, pakaian dan penghidupan..


Terus kaitannya dengan saya apa?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

Kutip
An Nisa 34 tidak sedang membicarakan istri yang selingkuh..Bagaimana Anda menyimpulkan seperti itu? Anda tidak percaya Hadis dan Ababun Nuzul..Dari mana Anda tahu An Nisa 34 adalah tentang istri yang selingkuh?

Asbabun nuzul pun asalnya dari hadist. Kenapa anda terus terusan mengaitkan saya dengan hadist. Anda ingin jawaban atau ingin memaksakan pendapat anda sendiri?
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Farabi

Kutip
Saking malunya terhadap ayat ini, beberapa Muslim melakukan pembelaan menggelikan, misalnya memukulnya pelan, dengan sebangsa sikat gigi dst..Jadi logikanya, istri dipukul pelan dengan sikat gigi agar sadar..

"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (hepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Fariz Abdullah

Kutip dari: Farabi pada November 24, 2014, 08:54:48 PM
Terus kaitannya dengan saya apa?

Itu statement saya untuk umum..bukan khusus untuk Anda..saya tahu Anda akan setuju dengan statement saya tentang wanita menurut Islam tersebut
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Fariz Abdullah

Kutip dari: Farabi pada November 24, 2014, 08:56:17 PM
Asbabun nuzul pun asalnya dari hadist. Kenapa anda terus terusan mengaitkan saya dengan hadist. Anda ingin jawaban atau ingin memaksakan pendapat anda sendiri?

Saya menghormati ketidakpercayaan Anda terhadap Hadis..Justru karena Anda tidak percaya Hadis itulah, saya jadi heran, darimana Anda tahu bahwa An Nisa 34 berbicara masalah wanita yang selingkuh?

Dari mana Anda tahu Professor?
[move]DOUBT EVERYTHING AND FIND YOUR OWN LIGHT[/move]

Farabi

Kutip dari: Fariz Abdullah pada November 24, 2014, 09:06:17 PM
Saya menghormati ketidakpercayaan Anda terhadap Hadis..Justru karena Anda tidak percaya Hadis itulah, saya jadi heran, darimana Anda tahu bahwa An Nisa 34 berbicara masalah wanita yang selingkuh?

Dari mana Anda tahu Professor?

Saya bukan professor sungguhan, itu cuma titel saya saja di forum ini. Saya meyakini itu untuk wanita yang selingkuh berdasarkan saya membaca perjanjian lama dan perjanjian baru, memang arah ayat itu kesana. Maaf saya sempat jengkel karena di kait kaitkan dengna hadist.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

ssdestroyer

kalau menurut saya itu karena islam bukan cuma agama tapi sekaligus sebagai ideologi negara. Sepertinya cuma islam yang mengatur bagaimana cara untuk mengelola suatu negara.

mhyworld

Kutip dari: ssdestroyer pada November 27, 2014, 11:11:28 PM
kalau menurut saya itu karena islam bukan cuma agama tapi sekaligus sebagai ideologi negara. Sepertinya cuma islam yang mengatur bagaimana cara untuk mengelola suatu negara.
Seingat saya yg lain ada juga, seperti Yahudi, Hindu, Shinto, dll.
once we have eternity, everything else can wait