Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 22, 2021, 06:28:19 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139629
  • Total Topik: 10389
  • Online Today: 51
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Mengapa manusia malu ketika telanjang?  (Dibaca 5683 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« pada: Oktober 10, 2012, 07:54:28 AM »
Kenapa ya manusia kok malu kalo telanjang? Malah ada hukumnya, dilarang telanjang di depan umum. Hampir di semua negara demikian.

Kalau merujuk Alkitab, awalnya manusia diciptakan telanjang dan tidak merasa malu. Akibat berbuat dosa, dengan memakan buah terlarang, barulah manusia sadar bahwa mereka telanjang dan merasa perlu untuk menutupinya. Kitab suci yang lain, tolong yang lain bantu share ya, yang menyangkut topik ini.

Pertanyaannya sekali lagi : Apa benar (setelah jatuh dalam dosa) bahwa manusia "dari sononya" merasa malu telanjang?

Bukannya anak-anak kecil ngga pernah merasa malu? Mereka nyaman2 aja tuh lari2 sambil bertelanjang ria di depan umum? Anak kecil pada awalnya tidak merasa malu, tapi lama kelamaan karena orang2 di sekitarnya terus menerus bilang "gak sopan, ihh malu dong, dll" akhirnya jadi ikutan malu. Saya berandai-andai, kalo ngga ada yang bilangin, apa mereka tetap malu nantinya?

Di beberapa daerah pedalaman juga masih ada yang tidak mengenakan pakaian. Tapi kita sering menyebut mereka komunitas yang jauh dari peradaban. Dan untuk itu, salah satunya, kita perkenalkan pakaian. Jangan lagi telanjang. Biar gak malu, biar beradab. Tapi kalo masih ada komunitas seperti ini sampai sekarang, bukannya ini artinya ada yang salah dengan cerita Alkitab? Cerita itu entah kapan terjadi, tapi buktinya masih ada yang telanjang dan tidak malu?

Trus juga, di beberapa negara ada yang menyediakan tempat2 khusus untuk komunitas nudist.

Jadi mengapa, kapan, dan bagaimana ceritanya sampai manusia sekarang pada umumnya malu bertelanjang di depan umum? Apa benar dari sononya sudah begitu?

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • IQ: 38
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #1 pada: Oktober 11, 2012, 06:21:54 AM »
menurut saya, kalau anak kecil kan memang belum punya pemikiran yang matang akan arti malu. beda dengan orang dewasa yang memang sdh tau mana yang baik dan buruk. adab untuk memakai pakaian juga merupakan salah satu pembeda antara 'gila' dengan waras. (kecuali dalam suatu suku primitif yang 'naked' itu bisa dimaklumi/diterima)

kalau dari 'sononya' sih saya kurang bisa terima, kalau dulu kan manusia bebas (mau melakukan tindakan tercela seperti sodomi, homo dsb) karena tidak adanya aturan dan HAM pada saat itu. HAM atau hukum sendiri dibuat untuk penertiban dalam kehidupan ini sekaligus membuktikan juga kalau manusia punya harkat dan martabat tertinggi dan membedakan kita dengan binatang. (walaupun sdh menjadi pemandangan biasa dikehidupan sehari-hari sering terjadi pelanggaran hukum)
i adore your intelligence

Offline rafek

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 379
  • IQ: 10
  • Gender: Pria
  • favor the freethinkers !
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #2 pada: Oktober 11, 2012, 10:16:58 AM »
Menurut saya, manusia malu ketika telanjang karena sejak kecil ia diajarkan untuk mengenakan pakaian. Mengenakan pakaian adalah salah satu dari beberapa norma tak tertulis yang ada dalam masyarakat. Jika sejak usia dini individu tersebut tidak dikenalkan pada konsep pakaian, maka ia tidak akan merasa malu, bahkan mungkin heran jika melihat orang lain memakai baju. Jadi kesimpulannya, rasa malu tersebut berasal dari pengaruh lingkungan.
There is impossible to escape the reality, except weaving together all of your imagination to make an alternate reality, and expand your own horizon. But people may call you a madman.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #3 pada: Oktober 12, 2012, 07:40:39 AM »
Dua jawaban di atas pada intinya mau bilang bahwa rasa malu itu muncul karena pengaruh dari luar, diajarkan oleh orang lain. Dan ini juga berarti, kalo gak pernah dikasih tau, ya gak akan malu. Gitu kan ya?

Nah, saya pengen tau aja, kapan dan kenapa orang-orang mulai berpikir, "malu ah, pake baju yuk". dan ini diturunkan ke anak cucunya... sampai sekarang berkembang pandangan umum bahwa pake baju (dan celana hehe..) itu hal yang baik, sebaliknya telanjang itu tidak baik.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #4 pada: Oktober 12, 2012, 03:31:48 PM »
IMO, kebiasaan memakai baju diawali dengan sebab yang bersifat fungsionalitas, misalnya untuk melindungi tubuh dari hawa dingin/sengatan sinar matahari. Meskipun banyak hewan memiliki perlindungan alami berupa bulu, namun adanya pakaian memberikan fleksibilitas, kapan mau dipakai, kapan mau dilepas (misalnya saat gerah), lebih mudah dibersihkan, lebih mudah diganti jika rusak.
Dalam kehidupan sosial, baju juga dapat memperlihatkan status sosial pemakainya di masyarakat. Kelompok yang terpandang/berkuasa mampu mendapatkan baju yang lebih berkualitas/langka (misalnya dari kulit macan, dsb), sedangkan rakyat jelata menggunakan baju ala kadarnya. Dari sini sudah mulai timbul rasa malu maupun bangga berdasarkan baju yang mereka pakai.
Penyebab lain barangkali sifat posesif dari orang-orang yang berkuasa, seperti alpha male di dunia hewan. Mereka cenderung posesif terhadap hal-hal yang dianggap sebagai miliknya, termasuk wanita yang pada saat itu masih dianggap sebagai hak milik/harta benda, yaitu alat untuk berkembang-biak. Mereka membuat aturan berpakaian untuk membatasi daya tarik seksual sehingga mengurangi peluang perselingkuhan dalam kelompoknya. Mereka akan menghukum para pelanggar aturan tersebut. Lama-kelamaan aturan tersebut menjadi tradisi yang diteruskan secara turun-temurun hingga saat ini.
once we have eternity, everything else can wait

Offline Monox D. I-Fly

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.000
  • IQ: 32
  • Gender: Pria
  • 私は理科を大好き
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #5 pada: Oktober 13, 2012, 07:24:59 AM »
IMO, kebiasaan memakai baju diawali dengan sebab yang bersifat fungsionalitas, misalnya untuk melindungi tubuh dari hawa dingin/sengatan sinar matahari. Meskipun banyak hewan memiliki perlindungan alami berupa bulu, namun adanya pakaian memberikan fleksibilitas, kapan mau dipakai, kapan mau dilepas (misalnya saat gerah), lebih mudah dibersihkan, lebih mudah diganti jika rusak.

Setuju sama pendapat yang ini. Berbeda dengan binatang yang lain, manusia memliiki perlindungan alami yang "kurang" terhadap hal-hal seperti itu. Kita lihat saja bangsa kera yang lainnya, bulunya pada panjang-panjang. Lha kita? Pendek-pendek gitu. Selain itu sejujurnya saya juga sering membayangkan jika walaupun semisal saya tidak punya rasa malu pun saya akan tetap berpakaian? Mengapa? Bayangkan saja semisal Anda telanjang bulat lalu alat kelamin Anda tiba-tiba terkena gigitan/sengatan serangga. Ngeri kan?
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re:Mengapa manusia malu ketika telanjang?
« Jawab #6 pada: Oktober 19, 2012, 10:15:10 PM »
Karena bertelanjang mempunyai resiko kehamilan yang sangat besar. Itu sebabnya tubuh kita menimbulkan sensasi malu untuk mencegah kita bertelanjang dimana saja. Menurut saya ini adalah kebijaksanaan dari naluri tubuh kita untuk suatu hal.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
12451 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 14, 2009, 02:59:40 PM
oleh Alan adhityo
77 Jawaban
22966 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2011, 01:40:19 AM
oleh adisae
Putri malu

Dimulai oleh Icha « 1 2 » Kesehatan

19 Jawaban
7754 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2011, 04:16:49 AM
oleh Balya
4 Jawaban
4597 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 18, 2012, 12:35:58 AM
oleh syx
0 Jawaban
11771 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2019, 09:13:04 PM
oleh The Houw Liong