Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

April 13, 2021, 04:40:53 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26703
  • Latest: VIVA98
Stats
  • Total Tulisan: 139627
  • Total Topik: 10388
  • Online Today: 44
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 35
Total: 35

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!  (Dibaca 4997 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Paw Thai

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 0
  • IQ: 0
  • ForSa!
Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« pada: Desember 15, 2013, 09:57:34 AM »
Pertanyaan dari biobio (dalam tulisannya Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!) : saya menantang para kreasionis (baik dari ForSa maupun luar ForSa) untuk mengajukan argumennya mengapa ybs. menolak evolusi.

Setelah ada seseorang yang berusaha menjawab, maka ada tanggapan dari Pi-One: Di sini bukan bahas evolusi, tapi teori kreasi. Silakan kreasionis kemukakan dasar ilmiah dari 'teori kreasi'...
 

Yang didukung oleh penanya awal dengan menyatakan: Repot ya kreasionis ini. Di thread lain berani banyak bacot mencari lubang teori evolusi. Ditanya mana pembahasan ilmiah dari teori kreasi, eh, gak ada balasan sama sekali.

Maaf menyinggung tapi pertanyaannya jelas tertulis mengapa ybs menolak evolusi, jadi yang dibahas di sini (Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!) adalah evolusi.

Saya ingin kemukakan jawaban saya meskipun artikel yang dimaksud sudah rada tua.

Pertama-tama saya ingin kemukakan dulu bahwa teori evolusi yang dimaksud adalah perkembangan evolusi dari makluk hidup sederhana (contoh mikroba) menjadi yang lebih komplek (contoh manusia). Ini adalah berbeda dari seleksi natural (seleksi natural tidak akan bisa menjadikan mikroba menjadi manusia – untuk lebih jelasnya silakan cari sendiri informasinya tentang ini saya tidak akan membahas panjang lebar).

Dengan definisi evolusi yang di atas jawaban sederhananya adalah karena teori evolusi tidaklah “benar-benar ilimiah”.  Kebanyakan orang awam tidak akan mengerti bahwa dalam sains tidak semua teori bobotnya sama (dalam hal keilmiahannya). Saya mulai mengerti setelah saya menginjak universitas dalam bidang sains. Contoh sains yang berbobot dan lebih ilmiah adalah teori gravitasi. Tidak demikianlah teori evolusi. Teori evolusi meskipun dipelajari dalam bidang sains mempunyai banyak hal-hal yang meragukan. Meskipun banyak evolusionis yang suka menyebandingkan teori evolusi untuk setara dengan ilmu pasti lainnya yang sudah teruji seperti gravitasi untuk mendapat dukungan bahwa teori evolusi adalah benar dan pasti, kenyataannya adalah tidak demikian. (Kalau memang teori evolusi benar-benar ilmiah kenapa para evolusionis dan ateis di Inggris berusaha menghalangi murid-murid di sekolah dari mendengarkan kelemahan teori evolusi dengan cara politik? Kalau memang evolusi adalah teori yang PASTI, tidak perlu takut akan adanya teori2 yang lain yang bertentangan dengannya).

Mari kita bahas dalam segi sains, sesuatu yang sangat dibanggakan evolusionis, sistem penanggalan karbon. Pertanyaan yang perlu dijawab apakah sistem penanggalan karbon mendukung berjuta-juta tahun? Jawabannya tidak. Pertama kita tidak pernah tahu berapa nilai awalnya secara pasti. Kedua bagaimana kita tahu dengan pasti bahwa sistem yang kita uji dengan penanggalan karbon benar-benar tidak terkontaminasi (sistem tertutup) “selama berjuta-juta tahun tersebut tentunya”? Salah satu laboratorium pananggalan karbon di amerika (bisa dipastikan bukan kreasionis) menulis “penanggalan karbon digunakan untuk mengukur umur materi sampai umur 50 ribu tahun” (http://www.geochronlabs.com/14c.html). Kalau penanggalan karbon digunakan untuk mengukur sampai umur 50 ribu tahun darimana asal jutaan tahun tersebut (yang dinyatakan hasil dari penanggalan karbon)?

 Kita bahas satu topik lagi. Tentang evolusi mata. Richard Dawkins (kalau anda benar2 pengemar evolusi pasti tahu siapa dia) diagul-agulkan “membuktikan” evolusi mata (bisa anda cari di google “Richard Dawkins demonstrates the evolution of the eye”). Kalau anda benar-benar mendengarkan dengan seksama perhatikan berapa kali dia menggunakan kata “mungkin”. Saya percaya kalau anda-anda pembaca mustinya setuju kalau “mungkin” adalah “tidak pasti” (Ini menyatakan bahwa saya tidak mengada-ada dalam paragraf sebelumnya bahwa teori evolusi tidak sebobot dengan teori ilmiah yang lebih pasti seperti gravitasi).

Masih tentang pertunjukan Richard Dawkins tentang mata. Di video tersebut Dawkins berusaha mengambarkan bahwa mata bisa mulai evolusi dari sederhana dengan selembar kertas yang dianggap reseptor cahaya sederhana. Bagi yang percaya evolusi, tentunya ini sepertinya mungkin. Kenyataannya tidak sesederhana tersebut. Selembar kertas yang dianggap Dawkins reseptor cahaya sederhana tersebut tidak cukup. Diperlukan juga saraf-saraf yang bekerja untuk menyampaikan sinyal-sinyal cahaya tersebut ke otak pada waktu yang sama (reseptor cahaya dan saraf-saraf pendukungnya harus ada dalam waktu yang bersamaan dan berfungsi penuh, perhatikan bahwa ada layar di belakang yang fungsinya untuk menangkap bayangan yang dihasilkan dari “eksperimen” Dawkins). Herannya, kalau Dawkins adalah seorang yang ahli, kenapa dia tidak membahas ini? Apakah dia sebenarnya sadar kalau hal tersebut tidak mungkin tapi sengaja menyembunyikan supaya orang-orang  percaya teorinya?

Melihat video Dawkins yang saya diskusikan di atas saya jadi teringat akan adanya tulisan di sebuah majalah sains terkenal di luar negeri. Pengarangnya menulis, begini kira-kira terjemahannya “tidak heran para ahli sumber tenaga alternatif (alternative energy) kesulitan meng-kopi fotosintesa, karena tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun evolusi untuk mempunyai fotosintesa”. Apakah para pembaca bisa melihat apa yang salah dalam tulisan pengarangnya tersebut? Inilah yang salah, kalau tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk mempunyai kemampuan yang digunakan untuk bertahan hidup and bertumbuh, lantas dalam waktu berjuta-juta tahun tersebut bagaimana dia hidup? 

Sebagai penutup: menanggapi pertanyaan yang menyimpang dari Pi-One “Silakan kreasionis kemukakan dasar ilmiah dari 'teori kreasi”. Jawabannya adalah kedua-duanya adalah tidak ilmiah (dalam arti PASTI, dan tidak sebanding dengan teori semacam gravitasi). Jadi dengan pertanyaan tersebut apakah Pi-One bermaksud membuat pertanyaan jebakan? Kalau kedua-duanya tidak ilmiah seperti yang telah dibahas di atas, kenapa kreasionis harus membuktikan bahwa “teori kreasi” adalah ilmiah (dalam arti PASTI seperti yang saya kemukakan di atas)? Lebih baik para evolusionis belajar menerima bahwa teori evolusi adalah sebenarnya agama yang tersamar dalam sains.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #1 pada: Desember 17, 2013, 10:54:38 AM »
Sebenarnya teori gravitasi juga tidak pasti-pasti amat. Dulu Newton menyatakan gravitasi sebagai gaya yang bekerja dari kejauhan, tanpa perantara. Einstein menggambarkan gravitasi sebagai kelengkungan ruang-waktu. Teori yang lebih modern memiliki gambaran sendiri, meskipun lebih sulit untuk dibuktikan melalui eksperimen.
once we have eternity, everything else can wait

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #2 pada: Desember 17, 2013, 11:01:16 AM »
...
Melihat video Dawkins yang saya diskusikan di atas saya jadi teringat akan adanya tulisan di sebuah majalah sains terkenal di luar negeri. Pengarangnya menulis, begini kira-kira terjemahannya “tidak heran para ahli sumber tenaga alternatif (alternative energy) kesulitan meng-kopi fotosintesa, karena tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun evolusi untuk mempunyai fotosintesa”. Apakah para pembaca bisa melihat apa yang salah dalam tulisan pengarangnya tersebut? Inilah yang salah, kalau tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk mempunyai kemampuan yang digunakan untuk bertahan hidup and bertumbuh, lantas dalam waktu berjuta-juta tahun tersebut bagaimana dia hidup? 
...
Banyak kok tumbuhan ataupun organisme lain yang bisa hidup menggunakan energi alternatif, tidak tergantung pada proses fotosintesis. Activated sludge yang biasa dimanfaatkan dalam waste water treatment salah satu contohnya.

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #3 pada: Desember 28, 2013, 11:22:23 AM »
Kutip
Apakah para pembaca bisa melihat apa yang salah dalam tulisan pengarangnya tersebut? Inilah yang salah, kalau tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk mempunyai kemampuan yang digunakan untuk bertahan hidup and bertumbuh, lantas dalam waktu berjuta-juta tahun tersebut bagaimana dia hidup? 

Bagian ini adalah bagian yang paling menarik bagi saya.

Juga, sekarang kita berandai anda, yang membuat saya bertanya tanya adalah, anggaplah teori evolusi benar, dan Tuhan tidaklah ada. Bagaimana bisa sayap muncul? Dengan teori seleksi alam? Dimana masing masing berinovasi dan kemudian yang inovasinya gagal kemudian ditinggalkan dan mati seperti misalkan blackberry? Kalau begitu, apa atau siapa yang berinisiatif untuk membuat inovasi awal sehingga muncul banyak variasi sehingga memungkinkan satulah yang kemudian menjadi sebuah standard baku sehingga menjadi sayap seperti sekarang ini. Pertanyaan ini sampai sekarang masih membuat saya penasaran.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #4 pada: Desember 29, 2013, 03:01:10 AM »
Bagian ini adalah bagian yang paling menarik bagi saya.

Juga, sekarang kita berandai anda, yang membuat saya bertanya tanya adalah, anggaplah teori evolusi benar, dan Tuhan tidaklah ada. Bagaimana bisa sayap muncul? Dengan teori seleksi alam? Dimana masing masing berinovasi dan kemudian yang inovasinya gagal kemudian ditinggalkan dan mati seperti misalkan blackberry? Kalau begitu, apa atau siapa yang berinisiatif untuk membuat inovasi awal sehingga muncul banyak variasi sehingga memungkinkan satulah yang kemudian menjadi sebuah standard baku sehingga menjadi sayap seperti sekarang ini. Pertanyaan ini sampai sekarang masih membuat saya penasaran.
mungkin link berikut bisa menjawab sebagian rasa penasaran anda.
http://www.youtube.com/watch?v=r9dHWOjRMxM
http://www.ucmp.berkeley.edu/vertebrates/flight/evolve.html
http://www.newscientist.com/article/dn13683-evolution-myths-half-a-wing-is-no-use.html

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #5 pada: Desember 31, 2013, 03:18:13 PM »
Kira kira permasalahan awal apa yang menyebabkan suatu individu memutuskan untuk mempunyai sayap? Sebelum punya sayap kan pasti tidak merencanakan untuk jangka panjang bersayap kan? Pasti untuk adaptasi lingkungan, apakah ada satu individu yang jatuh kemudian temannya melihat dan kemudian berinisiatif atau bagaimana kira kira jawabannya menurut teori evolusi, kira kira loh, dan berdasarkan bukti fosil.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #6 pada: Desember 31, 2013, 11:04:07 PM »
Kira kira permasalahan awal apa yang menyebabkan suatu individu memutuskan untuk mempunyai sayap? Sebelum punya sayap kan pasti tidak merencanakan untuk jangka panjang bersayap kan? Pasti untuk adaptasi lingkungan, apakah ada satu individu yang jatuh kemudian temannya melihat dan kemudian berinisiatif atau bagaimana kira kira jawabannya menurut teori evolusi, kira kira loh, dan berdasarkan bukti fosil.
dalam mekanisme evolusi melalui seleksi alam, individu tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan karakteristik seperti apa yang akan ia miliki di masa depan. perubahan materi genetik karena mutasi terjadi secara random. individu yang kebetulan memiliki karakteristik yang sesuai dengan lingkungannya berpeluang lebih besar untuk survive dan meneruskan karakteristik tersebut kepada generasi berikutnya.
Untuk spesies yang bereproduksi secara seksual, pewarisan karakteristik juga dipengaruhi oleh rekombinasi. Biasanya betina memilih pasangan dari jantan yang memiliki sifat-sifat unggul di antara populasinya.

Offline ytridyrevsielixetuls

  • To Kick Out Fake Critical Thinkers!
  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 687
  • IQ: 219
  • Gender: Pria
  • ▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄█▀▀█▄▄
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #7 pada: Januari 06, 2014, 02:51:08 AM »
ya tapi siapa dan apa yang membentuk karakter itu? kita memang punya gen, manusia purba juga, hewan purba juga tapi apa atau siapa yang awalnya menciptakan atau membentuk tubuh mereka lengkap dengan karakternya sehingga jadi seperti itu?
dan siapa/apa/bagaimana kok para makhluk ini berada di tempat dimana mereka bisa hidup dan berevolusi (bumi)?

ini sama halnya dengan bertanya "darimana asalnya alam semesta?" kalau jawabannya "dari titik terkompresi yang melebar" maka bisa tanya lagi "yang menyebabkan eksisnya titik terkompresi itu apa dan apa yg awalnya memberikan karakternya sehingga bisa melebar?"
seperti kata Farabi mungkin teori evolusi benar tapi siapa atau apa yg awalnya membentuk makhluk atau species tsb lengkap dengan kemampuan berevolusi?
saya pikir saya tidak bisa sepenuhnya menutup diri dari pemikiran evolusionis maupun kreasonis.
     -/"|           -/"|           -/"|
<(O)}D     <(O)}D     <(O)}D
     -\_|          -\_|           -\_|

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #8 pada: Januari 17, 2014, 04:39:18 AM »
Absen sekian lama, ternyata ada yang ngasih sedikit hadiah :)

Dengan definisi evolusi yang di atas jawaban sederhananya adalah karena teori evolusi tidaklah “benar-benar ilimiah”.  Kebanyakan orang awam tidak akan mengerti bahwa dalam sains tidak semua teori bobotnya sama (dalam hal keilmiahannya). Saya mulai mengerti setelah saya menginjak universitas dalam bidang sains. Contoh sains yang berbobot dan lebih ilmiah adalah teori gravitasi. Tidak demikianlah teori evolusi. Teori evolusi meskipun dipelajari dalam bidang sains mempunyai banyak hal-hal yang meragukan. Meskipun banyak evolusionis yang suka menyebandingkan teori evolusi untuk setara dengan ilmu pasti lainnya yang sudah teruji seperti gravitasi untuk mendapat dukungan bahwa teori evolusi adalah benar dan pasti, kenyataannya adalah tidak demikian. (Kalau memang teori evolusi benar-benar ilmiah kenapa para evolusionis dan ateis di Inggris berusaha menghalangi murid-murid di sekolah dari mendengarkan kelemahan teori evolusi dengan cara politik? Kalau memang evolusi adalah teori yang PASTI, tidak perlu takut akan adanya teori2 yang lain yang bertentangan dengannya).
Evolusi adalah fakta di alam.
Teori evolusi adalah teori ilmiah.
Tidak ada larangan mempelajari kelemahan teori ilmiah, termasuk teori evolusi, selama penjabaran kelemahan tersebut juga ilmiah. Bukan propaganda.

Mari kita bahas dalam segi sains, sesuatu yang sangat dibanggakan evolusionis, sistem penanggalan karbon. Pertanyaan yang perlu dijawab apakah sistem penanggalan karbon mendukung berjuta-juta tahun? Jawabannya tidak. Pertama kita tidak pernah tahu berapa nilai awalnya secara pasti. Kedua bagaimana kita tahu dengan pasti bahwa sistem yang kita uji dengan penanggalan karbon benar-benar tidak terkontaminasi (sistem tertutup) “selama berjuta-juta tahun tersebut tentunya”? Salah satu laboratorium pananggalan karbon di amerika (bisa dipastikan bukan kreasionis) menulis “penanggalan karbon digunakan untuk mengukur umur materi sampai umur 50 ribu tahun” (http://www.geochronlabs.com/14c.html). Kalau penanggalan karbon digunakan untuk mengukur sampai umur 50 ribu tahun darimana asal jutaan tahun tersebut (yang dinyatakan hasil dari penanggalan karbon)?
metode pengukuran tidak cuma dengan metode karbon dating. masih ada metode radiodating lain, yang mana tidak diterapkan pada fosilnya, melainkan pada lapisan dimana fosilnya ditemukan. Jadi carbon dating bukan segalanya.

Kita bahas satu topik lagi. Tentang evolusi mata. Richard Dawkins (kalau anda benar2 pengemar evolusi pasti tahu siapa dia) diagul-agulkan “membuktikan” evolusi mata (bisa anda cari di google “Richard Dawkins demonstrates the evolution of the eye”). Kalau anda benar-benar mendengarkan dengan seksama perhatikan berapa kali dia menggunakan kata “mungkin”. Saya percaya kalau anda-anda pembaca mustinya setuju kalau “mungkin” adalah “tidak pasti” (Ini menyatakan bahwa saya tidak mengada-ada dalam paragraf sebelumnya bahwa teori evolusi tidak sebobot dengan teori ilmiah yang lebih pasti seperti gravitasi).
Mungkin adalah suatu kemungkinan yang bisa terwujud secara ilmiah. Kita bicara tentang kejadian di masa lalu, dan kita tak punya televisi waktu ala Doraemon. Mungkin yang ilmiah berbeda dengan mungkin yang asal-asalan. Mungkin dan tidak pasti dalam hal ini adalah dua konteks berbeda.

Jika sains tidak kenal kebenaran mutlak, apa anda masih akan mencari pasti atau tak mungkin salah dalam sains?

Masih tentang pertunjukan Richard Dawkins tentang mata. Di video tersebut Dawkins berusaha mengambarkan bahwa mata bisa mulai evolusi dari sederhana dengan selembar kertas yang dianggap reseptor cahaya sederhana. Bagi yang percaya evolusi, tentunya ini sepertinya mungkin. Kenyataannya tidak sesederhana tersebut. Selembar kertas yang dianggap Dawkins reseptor cahaya sederhana tersebut tidak cukup. Diperlukan juga saraf-saraf yang bekerja untuk menyampaikan sinyal-sinyal cahaya tersebut ke otak pada waktu yang sama (reseptor cahaya dan saraf-saraf pendukungnya harus ada dalam waktu yang bersamaan dan berfungsi penuh, perhatikan bahwa ada layar di belakang yang fungsinya untuk menangkap bayangan yang dihasilkan dari “eksperimen” Dawkins). Herannya, kalau Dawkins adalah seorang yang ahli, kenapa dia tidak membahas ini? Apakah dia sebenarnya sadar kalau hal tersebut tidak mungkin tapi sengaja menyembunyikan supaya orang-orang  percaya teorinya?
bentuk paling sederhana dari perkembangan mata adalah recepsor cahaya, seperti yang dimiliki makhluk-makhluk bersel tunggal (yang mana tak punya sistem saraf yang rumit). Atau TS bisa jelaskan tentang sistem saraf yang mengolah informasi dari receptor cahaya pada amuba, misalnya?

Melihat video Dawkins yang saya diskusikan di atas saya jadi teringat akan adanya tulisan di sebuah majalah sains terkenal di luar negeri. Pengarangnya menulis, begini kira-kira terjemahannya “tidak heran para ahli sumber tenaga alternatif (alternative energy) kesulitan meng-kopi fotosintesa, karena tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun evolusi untuk mempunyai fotosintesa”. Apakah para pembaca bisa melihat apa yang salah dalam tulisan pengarangnya tersebut? Inilah yang salah, kalau tumbuhan memerlukan waktu berjuta-juta tahun untuk mempunyai kemampuan yang digunakan untuk bertahan hidup and bertumbuh, lantas dalam waktu berjuta-juta tahun tersebut bagaimana dia hidup? 
Apa yang anda bayangkan dari bentuk kehidupan awal?
Atau tumbuhan awal?
Anda membayangkan tumbuhan berbiji? Atau rumput? Atau lumut?
Tidak membayangkan makhluk bersel satu yang sederhana, yang mampu berfotosintesis?
Yang mana mereka juga bukan bentuk kehidupan pertama?

Kehidupan berkembang seiring waktu, seiring kondisi bumi yang juga berkembang, berbeda di masa lalu dengan sekarang.

Sebagai penutup: menanggapi pertanyaan yang menyimpang dari Pi-One “Silakan kreasionis kemukakan dasar ilmiah dari 'teori kreasi”. Jawabannya adalah kedua-duanya adalah tidak ilmiah (dalam arti PASTI, dan tidak sebanding dengan teori semacam gravitasi). Jadi dengan pertanyaan tersebut apakah Pi-One bermaksud membuat pertanyaan jebakan? Kalau kedua-duanya tidak ilmiah seperti yang telah dibahas di atas, kenapa kreasionis harus membuktikan bahwa “teori kreasi” adalah ilmiah (dalam arti PASTI seperti yang saya kemukakan di atas)? Lebih baik para evolusionis belajar menerima bahwa teori evolusi adalah sebenarnya agama yang tersamar dalam sains.
Teori evolusi adalah teori ilmiah.
Tentang evolusi bahkan mendapat posisi sendiri sebagai salah satu cabang biologi, biologi evolusioner (bukti bahwa evolusi diakui ilmiah). Dan kenapa dibandingkan dengan teori evolusi? Sedang kita tahu bahkan teori evolusi pun banyak yang belum kita ketahui. Bahkan higgs sebagai partikel penyebab massa pun baru dibuktikan belum lama ini. Sedang evolusi sendiri sudah lama diakui benar terjadi.

Jebakan? Tidak ada jebakan.
Yang ada hanya ketidakpahaman dari mereka yang membantah teori evolusi.

*Sampai hari ini pun masih menunggu ada yang mampu membantah teori evolusi secara ilmiah :)
« Edit Terakhir: Januari 17, 2014, 04:48:25 AM oleh Pi-One »

Offline Pi-One

  • Next Hikaru Genji
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6.981
  • IQ: 40
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Membantah Hoax
Re:Mengomentari: Tantangan Evolusionis Bagi Para Kreasionis!
« Jawab #9 pada: Januari 17, 2014, 04:42:31 AM »
Bagian ini adalah bagian yang paling menarik bagi saya.

Juga, sekarang kita berandai anda, yang membuat saya bertanya tanya adalah, anggaplah teori evolusi benar, dan Tuhan tidaklah ada. Bagaimana bisa sayap muncul? Dengan teori seleksi alam? Dimana masing masing berinovasi dan kemudian yang inovasinya gagal kemudian ditinggalkan dan mati seperti misalkan blackberry? Kalau begitu, apa atau siapa yang berinisiatif untuk membuat inovasi awal sehingga muncul banyak variasi sehingga memungkinkan satulah yang kemudian menjadi sebuah standard baku sehingga menjadi sayap seperti sekarang ini. Pertanyaan ini sampai sekarang masih membuat saya penasaran.
bagaimana sayap muncul?
Mutasi genetika, yang secara berangsur mengubah lengan menjadi sayap.
Seleksi alam hanya menyeleksi apakah perubahan tersebut adaptif atau tidak.
Dan tidak ada 'siapa' yang berada di balik perubahan maupun seleksi.
Setidaknya, tak ada cara pembuktian ilmiah untuk mencari 'siapa' tadi.

*Mutasi adalah sesuatu yang tidak dipahami Darwin, salah satu yang membedakan teori evolusi klasik (Darwinian) dengan teori evolusi modern (sintesa modern)

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
.tantangan.

Dimulai oleh rafy « 1 2 » Olah Otak

19 Jawaban
7334 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2009, 03:09:55 AM
oleh rafy
18 Jawaban
10081 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2009, 09:58:07 AM
oleh Pi-One
9 Jawaban
6634 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 19, 2009, 03:25:28 AM
oleh parmin
19 Jawaban
11300 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2010, 10:35:38 PM
oleh Mat Dillom
110 Jawaban
25184 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2010, 12:28:50 AM
oleh soviet regarda