Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juni 30, 2022, 08:02:18 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 91
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 61
Total: 61

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Nabi Muhammad SAW

Dimulai oleh jam, Juli 20, 2009, 01:09:51 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Kutip dari: Ahazveroz pada Agustus 05, 2009, 02:06:38 AM
Yah dalam Islam juga buat perempuan silahkan saja membenci poligamy
asal jangan sampai kelewat batas sampai mengharamkan

Salahnya perspektif wanita kadang juga terlalu sempit
melihat poligami hanya sebagai eksploitasi seksual saja

padahal dari lamanya waktu laki-laki menikah dengan perempuan, berapa persen sih yang dihabiskan waktunya untuk sekedar memadu istri? mungkin ga sampe 1% dari lama perkawinan mereka :D
Gak sepenuhnya salah perempuan sih. Toh lumayan banyak juga kasus dimana poligami hanya jadi eksploitasi nafsu. Kadang gak dibarengi kemampuan memberi nafkah yang memadai.

Dan lagi, kurasa kalo berpoligami, benar-benar sulit untuk bersikap 'adil'. Apalagi memyangkut perasaan manusia...

*Sebelum ada yang lupa, ini pandangan seorang cowok... -_-

udang

ikutan ya...

mau poligami ya harus tau kemampuan diri dulu. apa bisa berlaku adil ??
kalo merasa bisa, kenapa enggak?? liat juga, lebih banyak buruknya atau baiknya ??
kalo lebih banyak baiknya + dapet persetujuan istri ya silahkan. dalam islam boleh kok poligami asal memenuhi syarat.
tapi emang susah berlaku adil makanya mesti ikhtiar dan tawakkal dalam prakteknya

ini opini dan pandangan islam yg gua tau jd kalo salah mohon perbaikannya ;D ;D
   


Take a deep breath, lay down, and gaze upon the sky...

Pi-One

Masalahnya memang ada di praktek. Banyak kasus poligami di negeri kita misalnya, yang bermasalah. Modal cuma nafsu, gak bisa menafkahi misalnya. Atau kawin gak bilang-bilang istri tua (gimana mau adil, kalo perasaan istri aja diabaikan?) Atau kawin ngakunya bujangan, bujangan beranak tujuh dan beristri dua?

L

hehe,,, maaf nih,,,

ini pembahasannya tentang Muhammad??

tentang Istri Muhammad??

ato tentang Polygami??

Liat pertanyaan awal sih berapa istri nabi muhammad,, dan udah selesei kan dijawab sama rekan rekan :D

ini cuma sekedar saran,, kalo udah keluar topik pembahasan mending bikin Lapak baru diluar :D

piss ah,,


Terbaik

hayo - hayo jangan out of topic ah...


sayang

Kutip dari: monokorobo pada Juli 22, 2009, 11:11:18 AM
klo ga slah smw nya 12, yaitu
1.Siti Khadijah
2.Sawda Bint zam'a
3.Aisha Siddiqa
4.Hafsah Bint Umar
5.Zainab Bint KHuzayma
6.Salama Bint Umayya
7.Zaynab Bint Jahsh
8.Juayriya Bint Al-Harith
9.Safiyya Bint Huyayy
10.Ummu Habiba Bint Sufyan
11.Maymuna Bint Al-Harith
12.Maria Al-Qabtiyya
mengapa tuhan di benarkan rasul beristeri  12 orang sedang umatnya di benarkan hanya 4 saja .mangapa berbeda yah ..

Pi-One

Kutip dari: sayang pada Maret 28, 2010, 02:59:30 PM
mengapa tuhan di benarkan rasul beristeri  12 orang sedang umatnya di benarkan hanya 4 saja .mangapa berbeda yah ..
4 istri di waktu yang sama. Beliau gak pernah beristri lebih dari 4 di waktu yang sama kan? Beliau menikah lagi misalnya waktu istrinya yang lain sudah meniggal atau apa. Mungkin muslim bisa menjelaskan lebih baik.

sayang

33:50. Wahai Nabi, Kami telah menghalalkan untuk kamu isteri-isteri kamu yang kamu telah memberikan upah mereka, dan apa yang tangan kanan kamu memiliki, daripada rampasan perang yang Allah memberikan kamu, dan anak-anak perempuan bapa-bapa saudara kamu sebelah bapa kamu dan emak-emak saudara sebelah bapa, bapa-bapa saudara kamu sebelah ibu dan emak-emak saudara sebelah ibu, yang berhijrah bersama kamu, dan mana-mana perempuan yang mukmin, jika dia menyerahkan dirinya kepada Nabi dan jika Nabi menghendaki untuk mengahwininya, yang untuk kamu khasnya, bukan untuk orang-orang mukmin yang lain - Kami mengetahui apa yang Kami menetapkan kepada mereka, berkenaan isteri-isteri mereka dan apa yang tangan-tangan kanan mereka memiliki - supaya tidak ada kesalahan ke atas kamu; Allah adalah Pengampun, Pengasih.

skuler

Kutip dari: sayang pada Maret 28, 2010, 02:59:30 PMmengapa tuhan di benarkan rasul beristeri 12 orang sedang umatnya di benarkan hanya 4 saja .mangapa berbeda yah ..

namanya jg nabi, say... ya jelas beda lah...
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

sayang


skuler

mirip yesus lah... masa anak tuhan = manusia biasa... ya jelas beda lah... :)
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

sayang


ayeps

gan knp nabi kita Muhammad saw tidak bisa menulis bukti na saja setiap wahyu yg ia trima yg menulis na adalah sahabat na..
knp nabi kita tidak mau beljar menulis...

sawung_codhot

Kutip dari: ayeps pada April 19, 2010, 12:20:52 PM
gan knp nabi kita Muhammad saw tidak bisa menulis bukti na saja setiap wahyu yg ia trima yg menulis na adalah sahabat na..
knp nabi kita tidak mau beljar menulis...
Beliau belajar membaca dan menulis juga dalam perkembangan islam, namun sudah menjadi adat orang arab, kalau emang bisa dihafal kenapa harus ditulis, namun beliau tetap memerintahkan sahabat yang terpelajar untuk mendokumentasikan wahyu Qur'an, selain puluhan lainnya yang menghafal ayat maupun asbaabun nuzulnya ayat tersebut, pada saat itu hadits masih dihafalkan saja.

Keadaan Ummy pada diri rasulullaah SAW memiliki hikmah yang sangat signifikan dalam perkembangan Islam, beliau memang dikenal tak pandai menulis namun dapat "bersyair" seindah Qur'an... beliau tak pernah terhubungkan dengan kitab-kitab terdahulu namun kitab yang dibawanya banyak mengkritik kitab-kitab terdahulu.

Dan silahkan cari tokoh dunia ini yang tak terpelajar, bukan ahli di bidangnya, namun bisa mengubah sebuah komunitas besar menjadi berbeda sama sekali, dan dalam 20 tahun terjadi revolusi besar dibidang sosial dan kemasyarakatan apalagi ilmu pengetahuan yang berkembang darinya 200 tahun kemudian. Kitab yang dibawanya tak berubah 1430 tahun kemudian masih dipakai sebagai landasan hukum dan rujukan nilai-nilai kehidupan manusia. Dan semua hanya karena pengaruh seorang yang " tidak bisa membaca dan menulis atau tidak memiliki akses kepada kitab-kitab pengetahuan "...  ::)

Bagaimana kami tidak mencintai beliau SAW...  ;)